PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. November - Januari e-ISSN : 2622-6383 doi: 10. 57178/paradoks. Determinan Keputusan Investasi Pada Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro Hida Mona Salsabila1*. Almira Santi Samasta2. Agus Prayitno3. Suhita Whini Setyahuni4 Email korespondensi: 211202207492@mhs. Universitas Dian Nuswantoro. Indonesia1*,2,3,4 Abstrak Fokus penelitian ini diarahkan pada pemahaman yang membentuk keputusan investasi mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro, yang mengkaji keterkaitan antara paparan konten keuangan di media sosial, literasi keuangan dan financial behavior dalam proses pengambilan keputusan investasi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 150 mahasiswa, dimana sebanyak 142 responden memenuhi kriteria kelayakan untuk dianalisis lebih lanjut. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode Partial Least SquaresAeStructural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4. Hasil analisis menunjukkan literasi keuangan berperan signifikan dan memiliki arah pengaruh positif terhadap keputusan investasi mahasiswa. Sebaliknya, variabel paparan konten keuangan di media sosial dan financial behavior tidak terbukti berpengaruh signifikan, meskipun keduanya tetap menunjukkan hubungan yang searah. Secara keseluruhan, kemampuan model dalam menjelaskan variasi keputusan investasi mencapai nilai 39,6%. Temuan ini mengindikasikan bahwa literasi keuangan menjadi faktor kunci dalam pengambilan keputusan investasi mahasiswa, melampaui pengaruh paparan konten keuangan di media sosial maupun financial behavior sehari-hari. Kata kunci: Keputusan Investasi. Literasi Keuangan. Media Sosial. Financial Behavior. Mahasiswa This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Dalam beberapa tahun terakhir, minat investasi berkembang pesat di kalangan mahasiswa sebagai upaya membangun kestabilan finansial sejak masa perkuliahan. Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan mengakses berbagai instrumen investasi melalui platform digital secara praktis dan fleksibel. Menurut Singh et al. , . media sosial memberikan pengaruh besar dalam membentuk minat serta perilaku investasi generasi muda, melalui aplikasi seperti Youtube. TikTok. Instagram, dan X (Twitte. Menurut Hii & Ong, . media sosial, termasuk konten edukasi dan nasihat dari finfluencer, telah menjadi saluran penting dalam membentuk persepsi serta preferensi investasi individu. Namun, tidak semua informasi yang disebarkan bersifat valid dan edukatif. Banyak mahasiswa mengikuti tren investasi karena pengaruh konten viral tanpa memahami risiko dan tujuan keuangan yang jelas. Menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI, 2. , jumlah investor pasar modal di Indonesia mencapai 12,17 juta investor pada tahun 2024, naik 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan lebih dari 54 persen investor berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun. Meskipun pertumbuhan investor muda pesat, terdapat masalah serius terkait kualitas keputusan investasi. Berdasarkan laporan Bursa Efek Indonesia (BEI, 2. , sebanyak 70% investor pemula mengalami kerugian pada tahun pertama mereka berinvestasi, ini menunjukkan banyak investor muda belum siap dalam mengambil Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 829 keputusan investasi. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK tahun 2024Ae 2025, inklusi keuangan masyarakat Indonesia berada pada angka 81 persen, sedangkan tingkat literasi keuangan baru mencapai 67 persen (OJK & BPS, 2. Data tersebut menunjukkan kesenjangan antara kemampuan mengakses produk keuangan dengan kemampuan mengelolanya secara bijak. Sadeeq, . menegaskan literasi keuangan terkait investasi . nvestment-related financial literac. lebih efektif daripada literasi dasar dalam membantu investor muda membuat keputusan rasional. Situasi diperburuk dengan maraknya penipuan investasi yang menargetkan anak muda. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian investasi bodong sebanyak 1. 218 kasus dari tahun 2017 hingga 2023 mencapai Rp139,6 triliun (OJK, 2. , dengan mayoritas korban adalah anak muda yang tergiur konten investasi di media sosial. Beberapa studi menunjukkan pengambilan keputusan investasi bervariasi berdasarkan pemahaman finansial dan perilaku investor, termasuk pada generasi Z di pasar spekulatif yang keputusannya sangat dipengaruhi oleh sikap, kontrol diri, serta paparan informasi digital (Kamau et al. , 2025. Pandurugan & Al Shammakhi, 2024. Menurut penelitian Setyawan & Hasanah, . , konten keuangan di media sosial terbukti mendorong keputusan investasi investor pemula. Sejalan dengan itu, temuan Latifah & Juwita, . menegaskan pemahaman finansial serta kemampuan mengelola keuangan pribadi menjadi aspek penting dalam proses pengambilan keputusan investasi. Selanjutnya, perilaku keuangan mempengaruhi secara signifikan untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam investasi (Yasa et al. , 2. Gambar 1. Cash Flow Management Tidak Lainnya Sumber: Data pra-survey yang diolah, 2025 Berdasarkan temuan dari pra-survey melibatkan 50 mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro pada tahun 2025 menunjukkan financial behavior mahasiswa dalam mengelola arus kas masih belum optimal. Hanya 40% mahasiswa yang mampu mengendalikan pengeluaran dan menahan diri dari pembelian impulsif, sementara 58% sisanya masih kesulitan mengatur pengeluaran tanpa perencanaan yang matang. Temuan ini memperkuat urgensi untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi keputusan investasi mahasiswa. Namun, terdapat sejumlah inkonsistensi dalam temuan penelitian terdahulu. Penelitian Setyawan & Hasanah . menunjukkan paparan konten keuangan berpengaruh positif signifikan, sedangkan Saputri et al. justru menemukan pengaruh Ketidaksejajaran juga terlihat pada literasi keuangan, di mana Wicaksono & Sundari . melaporkan pengaruh positif signifikan, sementara Pradipa et al. menemukan tidak ada pengaruh. Hal serupa muncul pada financial behavior, menurut Putri et al. berpengaruh negatif, tetapi (Yasa et al. menunjukkan pengaruh Variasi tersebut memperlihatkan hubungan antara paparan konten keuangan, literasi keuangan, perilaku keuangan, dan keputusan investasi belum konsisten, sehingga dibutuhkan dikaji lebih mendalam untuk memahami bagaimana variabel-variabel tersebut benar-benar membentuk keputusan investasi pada kelompok mahasiswa dan generasi Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 830 muda. Pemilihan Universitas Dian Nuswantoro sebagai lokasi penelitian didasarkan pada pertimbangan yang selaras dengan tujuan penelitian. Sebagai salah satu perguruan tinggi besar di Jawa Tengah. UDINUS memiliki lebih dari 15. 000 mahasiswa aktif mayoritas berasal dari Generasi Z, kelompok yang melek teknologi digital dan aktif di media sosial. Berdasarkan hasil pra-survey, mahasiswa UDINUS aktif memanfaatkan media sosial sebagai salah satu sumber informasi. Keberagaman latar belakang ekonomi dan bidang studi mahasiswa memungkinkan penelitian menangkap variasi perilaku investasi secara Hingga saat ini, kajian yang secara khusus membahas perilaku investasi mahasiswa UDINUS masih terbatas. Penelitian ini penting dilakukan karena mahasiswa sebagai calon investor perlu memiliki dasar yang kuat dalam mengambil keputusan investasi sejak dini agar tidak mengalami kerugian berdampak panjang. dengan semakin besarnya pengaruh media sosial dalam menyebarkan informasi keuangan, perlu diketahui apakah paparan konten tersebut benar-benar membentuk keputusan investasi yang rasional atau hanya ikut-ikutan Hasil penelitian juga bisa menjadi acuan bagi kampus dalam membuat kurikulum dan program pendampingan literasi keuangan lebih efektif. Kebaruan penelitian terletak pada penggabungan tiga variabel sekaligus yaitu paparan konten keuangan di media sosial, literasi keuangan, dan financial behavior dalam satu model untuk menganalisis keputusan investasi mahasiswa UDINUS. Penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada financial technology, sementara kajian tentang paparan konten keuangan di media sosial masih terbatas. Padahal, karakteristik konsumsi informasi keuangan di media sosial memiliki pengaruh penting pada cara mahasiswa mengambil keputusan investasi. Landasan Teori Theory of Planned Behavior Theory of Planned Behavior (TPB) yang dikemukakan oleh Ajzen digunakan sebagai dasar untuk memahami bagaimana suatu perilaku terbentuk melalui proses yang bertahap (Ajzen, 1991 dalam Pandurugan, et al. Teori ini menjelaskan bahwa perilaku tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan diawali oleh niat yang dipengaruhi oleh sikap individu terhadap suatu tindakan, dorongan dari lingkungan sosial, serta keyakinan atas kemampuan diri dalam melakukannya. Dalam konteks investasi, keputusan mahasiswa untuk berinvestasi tidak lepas dari cara mereka memandang investasi itu sendiri, sejauh mana pemahaman keuangan yang dimiliki, serta kebiasaan mereka dalam mengelola keuangan sehari-hari. Paparan informasi keuangan membantu membentuk sikap mahasiswa terhadap investasi, literasi keuangan membuat mereka lebih percaya diri dalam mengambil keputusan, sementara financial behavior mencerminkan pola kebiasaan keuangan yang telah terbentuk sebelumnya. Oleh karena itu. TPB dinilai relevan untuk menjelaskan bagaimana ketiga aspek tersebut saling berkaitan dalam membentuk keputusan investasi mahasiswa. Keputusan investasi Keputusan investasi merupakan proses pemilihan instrumen investasi berdasarkan pertimbangan risiko, return, dan jangka waktu yang disesuaikan dengan tujuan keuangan individu (Sutejo, 2. Keputusan investasi yang baik memerlukan kemampuan untuk menganalisis berbagai faktor seperti potensi keuntungan, tingkat risiko yang dapat ditoleransi, dan periode investasi yang sesuai. Dalam konteks mahasiswa, keputusan investasi sering dipengaruhi oleh informasi yang mereka terima, tingkat pemahaman keuangan, serta kebiasaan mereka dalam mengelola uang. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 831 Paparan konten keuangan Paparan konten keuangan di media sosial mengacu pada intensitas dan frekuensi seseorang dalam menerima informasi keuangan melalui platform digital seperti Instagram. TikTok. YouTube, dan Twitter (Latifah & Juwita, 2. Berdasarkan TPB, paparan konten keuangan dapat membentuk sikap positif mahasiswa terhadap investasi melalui peningkatan awareness dan pengetahuan awal tentang berbagai instrumen investasi. Penelitian Setyawan & Hasanah . menemukan konten keuangan di media sosial berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan investasi investor pemula karena konten edukatif dapat meningkatkan minat dan pemahaman dasar tentang investasi. Temuan serupa diperoleh Sari et al. , . yang menyatakan media sosial berperan sebagai sumber belajar finansial yang efektif bagi generasi muda. Namun. Saputri et al. menemukan pengaruh negatif yang kemungkinan disebabkan oleh konten yang tidak kredibel atau menyesatkan. Semakin sering mahasiswa terpapar konten keuangan yang edukatif dan kredibel, semakin besar kemungkinan mereka untuk mempertimbangkan investasi sebagai pilihan yang layak. Literasi keuangan Dalam penelitian ini, literasi keuangan berperan dalam kemampuan mahasiswa membuat keputusan investasi secara lebih tepat dan terukur dengan memahami konsep dasar keuangan, mulai dari pengelolaan dana, pemahaman risiko dan imbal hasil, hingga investasi dan perencanaan keuangan. (Yasa et al. , 2. Jika dikaitkan dengan Theory of Planned Behavior (TPB), literasi keuangan berperan dalam memperkuat perceived behavioral control, yaitu keyakinan mahasiswa terhadap kemampuan dirinya untuk melakukan suatu tindakan, termasuk dalam hal berinvestasi. Mahasiswa dengan literasi keuangan yang tinggi biasanya memiliki pemahaman lebih mendalam tentang karakteristik berbagai instrumen investasi, mekanisme pasar, serta potensi risiko dan return, sehingga merasa lebih yakin dan siap dalam membuat keputusan investasi. Pandangan ini didukung oleh berbagai penelitian terdahulu. Wicaksono & Sundari . menemukan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi, karena pemahaman finansial yang memadai membantu individu mengevaluasi pilihan investasi secara lebih rasional. Temuan tersebut sejalan dengan penelitian Latifah & Juwita . yang menekankan pentingnya pemahaman keuangan serta kemampuan mengelola keuangan pribadi dalam proses pengambilan keputusan Yasa et al. juga menguatkan hasil penelitian dengan menyatakan bahwa literasi keuangan memiliki peran signifikan dalam mendorong mahasiswa untuk mulai Selain itu. Chawla et al. menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan yang tinggi mampu membentuk perilaku investasi yang lebih terencana dan rasional pada generasi muda. Meskipun Pradipa et al. menemukan hasil yang tidak signifikan ketika financial technology digunakan sebagai variabel mediasi, secara umum mayoritas penelitian tetap menunjukkan adanya hubungan positif antara literasi keuangan dan keputusan investasi. Hal ini menegaskan bahwa penguasaan konsep keuangan memungkinkan mahasiswa mengambil keputusan investasi secara lebih rasional, tepat, dan terukur. Financial behavior Financial behavior merujuk pada cara individu mengelola keuangan pribadinya dalam kehidupan sehari-hari, yang mencakup pola konsumsi, pengaturan arus kas, pengelolaan kredit, serta kebiasaan menabung dan berinvestasi (Siskawati & Ningtyas. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 832 2. Dalam kerangka Theory of Planned Behavior (TPB), perilaku yang terbentuk dari pengalaman sebelumnya dapat memengaruhi niat dan perilaku di masa mendatang. Mahasiswa yang terbiasa mengelola keuangan dengan baik, seperti mencatat pengeluaran, menabung secara rutin, dan menghindari pembelian impulsif, umumnya memiliki tingkat disiplin finansial yang lebih baik. Kondisi ini dapat menjadi modal awal yang mendorong kesiapan mereka dalam mengambil keputusan investasi. Sejumlah penelitian terdahulu mendukung pandangan tersebut. (Yasa et al. , 2. menemukan financial behavior berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi, karena kebiasaan keuangan yang bijak mencerminkan kesiapan individu dalam mengalokasikan dana ke instrumen investasi. Temuan ini diperkuat oleh Wicaksono & Sundari, . menunjukkan disiplin pada pengelolaan keuangan berperan membantu individu mengambil keputusan investasi yang lebih terencana. Hasil serupa juga ditunjukkan oleh Latifah & Juwita . , menegaskan bahwa perilaku keuangan memiliki peran penting dalam mendorong pengambilan keputusan investasi yang lebih tepat. Meskipun Putri et al. menemukan pengaruh negatif dalam konteks tertentu, secara umum mayoritas penelitian tetap menunjukkan adanya hubungan positif antara financial behavior dan keputusan investasi. Hal ini memperlihatkan bahwa mahasiswa dengan perilaku keuangan yang baik cenderung lebih siap dalam mengambil keputusan investasi karena telah terbiasa mengelola keuangan secara bijak dan disiplin. Berdasarkan pemaparan landasan teori tersebut, kerangka konseptual penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan investasi mahasiswa dipengaruhi oleh tiga variabel independen, yaitu paparan konten keuangan di media sosial, literasi keuangan, dan financial behavior. Model penelitian disusun dengan mengacu pada Theory of Planned Behavior (TPB), yang menekankan bahwa keputusan individu terbentuk melalui kombinasi sikap, pengetahuan, serta kontrol perilaku yang dipersepsikan. Hubungan antarvariabel dalam penelitian ini selanjutnya dirangkum dalam kerangka konseptual yang disajikan pada Gambar 2. Kerangka Konseptual Gambar 1 Model Kerangka Pemikiran Teoritis Sumber: Diolah dari berbagai sumber, 2025 Paparan konten keuangan melalui media sosial berkontribusi dalam membentuk cara pandang dan sikap mahasiswa terhadap investasi. Penyajian informasi keuangan yang edukatif, informatif, dan dikemas secara menarik dapat membantu meningkatkan pemahaman awal sekaligus mendorong ketertarikan mahasiswa pada kegiatan investasi. Berdasarkan Theory of Planned Behavior, informasi yang diterima individu akan memengaruhi sikap yang terbentuk, yang selanjutnya berperan dalam menentukan niat hingga keputusan untuk berinvestasi. Penelitian sebelumnya menunjukkan media sosial Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 833 berfungsi sebagai sarana pembelajaran finansial yang efektif bagi investor pemula, meskipun kualitas dan kredibilitas konten tetap menjadi faktor penentu. Oleh sebab itu, semakin tinggi paparan mahasiswa terhadap konten keuangan yang kredibel, semakin besar kecenderungan mereka untuk mengambil keputusan investasi. Sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut: H1: Paparan konten keuangan di media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi mahasiswa. Literasi keuangan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam menilai dan mengevaluasi berbagai alternatif investasi secara rasional. Mahasiswa yang memiliki literasi keuangan tinggi cenderung lebih memahami risiko, potensi imbal hasil . , serta cara kerja beragam instrumen investasi, sehingga mampu mengambil keputusan investasi dengan lebih terencana dan terukur. Dalam perspektif Theory of Planned Behavior (TPB), literasi keuangan juga berperan dalam meningkatkan perceived behavioral control, yakni keyakinan mahasiswa terhadap kemampuan diri dalam melaksanakan suatu tindakan, termasuk aktivitas investasi. Berdasarkan temuan penelitian sebelumnya yang secara konsisten menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif terhadap kualitas keputusan investasi, khususnya di kalangan mahasiswa, hipotesis penelitian dirumuskan sebagai berikut: H2: Literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi mahasiswa. Financial behavior mencerminkan cara mahasiswa mengatur keuangan pribadinya, termasuk pengendalian pengeluaran, kebiasaan menabung, serta perencanaan keuangan jangka panjang. Mahasiswa yang memiliki perilaku keuangan yang baik cenderung lebih disiplin dan siap dalam mengalokasikan dana untuk tujuan investasi. TPB menjelaskan bahwa perilaku masa lalu memengaruhi niat dan perilaku di masa depan, sehingga kebiasaan keuangan yang baik mendorong orang untuk membuat keputusan investasi secara lebih rasional. Penelitian terdahulu menunjukkan individu dengan financial behavior yang baik memiliki kecenderungan lebih besar untuk berinvestasi secara terencana, hipotesis penelitian dirumuskan sebagai berikut H3: Financial behavior berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi mahasiswa. Metodologi Penelitian Penelitian ini memakai metode kuantitatif dengan rancangan kausal asosiatif untuk menguji pengaruh paparan konten keuangan, literasi keuangan, dan perilaku keuangan terhadap keputusan investasi mahasiswa. Generasi Z Universitas Dian Nuswantoro Semarang lokasi penelitian dipilih karena mahasiswa UDINUS merupakan generasi Z yang memiliki tingkat penggunaan yang tinggi terhadap media digital serta berbagai layanan investasi berbasis online. Pendekatan sejalan dengan tujuan penelitian yang menitikberatkan pada pengujian hubungan. Pendekatan sesuai dengan tujuan penelitian yang menekankan pengujian hubungan antar variabel laten secara simultan. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif Universitas Dian Nuswantoro yang termasuk Generasi Z dan menggunakan platform media sosial. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling yang didasarkan pada kriteria berikut: mahasiswa aktif 2024/2025, pengguna aktif minimal satu media sosial, serta memiliki pengalaman investasi. Jumlah sampel mengikuti pedoman Hair et al. dalam (Anastasya et al. , 2. yaitu antara 5 sampai 10 responden pada tiap indikator, sehingga dengan 14 indikator diperlukan 70Ae140 responden. penelitian melibatkan 142 responden, jumlah yang memadai untuk analisis PLS-SEM Hair et al. dalam Anastasya et al. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 834 Data primer dikumpulkan melalui kuesioner online yang disebarkan menggunakan Google Form. Instrumen terdiri atas identitas responden dan pernyataan untuk mengukur empat variabel penelitian. Setiap item menggunakan skala Likert 1Ae5, sebagaimana lazim digunakan dalam penelitian perilaku keuangan untuk menangkap persepsi secara terukur. Sebelum penyebaran, instrumen diuji secara awal untuk memastikan validitas dan Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least SquaresAeStructural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4. Pemilihan metode tersebut dipilih sebab mendukung pengolahan data dengan distribusi non-normal, ukuran sampel moderat, serta tujuan prediktif (Hair et al. , 2019. dalam Anastasya et al. , 2. Tahap analisis mencakup: evaluasi outer model melalui outer loading. Average Variance Extracted (AVE). Fornelarcker Criterion. HTMT, serta reliabilitas komposit. evaluasi inner model melalui nilai RA dan signifikansi path coefficients . -statistic dan p-valu. menggunakan bootstrapping. Kerangka analisis teoritis merujuk pada Theory of Planned Behavior Ajzen, . dalam Pandurugan & Al Shammakhi . yang menyatakan perilaku keuangan individu ditentukan sikap, pengetahuan, serta pengendalian perilaku. Dalam studi ini, tindakan investasi mahasiswa dipengaruhi oleh paparan konten keuangan, kemampuan literasi keuangan, dan financial behavior mereka. Tabel 1 Tabel Definisi operasional Variabel Paparan Konten Keuagan Literas Keuangan Financial Behavior Keputusan Kode Indikator Referensi PK-1 PK-2 PK-3 LK-1 LK-2 LK-3 LK-4 FB-1 FB-2 FB-3 FB-4 KI-1 Keingintahuan Kepercayaan Keinginan untuk mengikuti Knowledge Experience Awareness Skill Consumption Cash Flow Management Credit Management Saving and Invesment Return (Wiyono, 2. KI-2 KI-3 Risk The Time Factor (Siskawati Ningtyas, 2. (Siskawati Ningtyas, 2. (Sutejo, 2. Sumber: Diolah Dari Penelitian Terdahulu oleh Peneliti . Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil Penelitian Bagian hasil penelitian menampilkan temuan empiris yang diperoleh dari pengolahan data secara sistematis sesuai dengan metode penelitian yang telah diterapkan. Penyajian hasil diawali dengan Tabel Karakteristik Responden yang memuat gambaran umum profil responden penelitian, yang berfungsi sebagai dasar dalam memahami karakteristik data serta sebagai landasan untuk analisis variabel penelitian selanjutnya. Tabel 2 Karakteristik Responden Karakteristik Responden Jenis Kelamin Laki Ae Laki Perempuan Fakultas Fakultas Ilmu Komputer Fakultas Teknik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Fakultas Ilmu Budaya Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 835 Frekuensi Presentase 37,3% 62,7% 7,3% 45,3% 7,3% Fakultas Kesehatan Fakultas Kedokteran Semester 5 (Lim. 7 (Tuju. 9 (Sembila. Apakah anda telah melakukan Investasi untuk saat ini? Tidak Platform Media Sosial yang di gunakan untuk memperoleh informasi Investasi Tiktok Instagram X (Twitte. Youtube Facebook Bursa Efek Indonesia Instrumen Investasi apa yang di pilih? Saham Reksa dana Emas fisik/Digital Crypto Forex Deposito 56,7% 9,3% 94,7% 5,3% 54,2% 28,9% 34,5% 2,1% 1,4% 14,8% 14,8% 40,8% 24,6% 3,5% 1,4% Sumber: Data yang di olah, 2025 Data pada Tabel 2 menunjukkan karakteristik 142 responden yang valid dari total 150 Perempuan mendominasi responden penelitian ini . ,7%), dengan sebagian besar berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. ,3%). Mayoritas berada pada semester 7 . ,7%) dan sebagian responden telah memiliki pengalaman investasi . ,7%). Untuk sumber informasi. Instagram dan TikTok menjadi platform yang paling sering digunakan. Sementara itu, instrumen yang paling diminati adalah emas fisik/digital, diikuti crypto dan reksa dana. Uji Validitas Pengujian validitas pada penelitian ini mencakup validitas konvergen dan validitas Validitas konvergen dievaluasi melalui nilai factor loading. di atas 0,70. AVE melebihi 0,50, serta pemeriksaan cross loading dan kriteria FornellAeLarcker digunakan untuk menegaskan setiap indikator Cross loading dan kriteria FornellAeLarcker digunakan guna menegaskan setiap indikator telah mencerminkan konstruk yang tepat. Pengujian validitas diskriminan dilakukan menggunakan kriteria FornellAeLarcker dan HTMT guna menegaskan tiap konstruk memiliki batas konsep yang jelas. Tabel 3 Hasil Uji Validitas Konvergen Variabel Paparan Konten Keuangan Literasi Keuangan Financial Behavior Item PK-1 PK-2 PK-3 LK-1 LK-2 LK-3 LK-4 FB-1 FB-2 Outer Loading Ave 0,659 0,644 0,586 Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 836 Validitas Vallid Vallid Vallid Vallid Vallid Vallid Vallid Vallid Vallid FB-3 FB-4 KI-1 KI-2 KI-3 Keputusan Investasi 0,664 Vallid Vallid Vallid Vallid Vallid Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SEM-PLS, 2025 Sesuai dengan hasil pengujian validitas, seluruh indikator pada setiap variabel menunjukkan nilai outer loading di atas 0,70. Hasill menegaskan setiap indikator mampu menggambarkan variabel yang diukurnya secara memadai. Selain itu, nilai Average Variance Extracted Nilai (AVE) yang melampaui 0,50 menunjukkan setiap variabel telah menjelaskan setiap indikator secara memadai. Variabel dapat menjelaskan sebagian besar varian indikatornya. Dengan terpenuhinya kedua syarat tersebut, hasil tersebut menegaskan semua indikator valid dan dapat digunakan karena telah mewakili konstruk yang diukur dengan baik. Tabel 4 Hasil Uji Validitas Diskriminan Cross Loading Paparan Konten Keuangan Literasi Keuangan Financial Behavior Keputusan Investasi PK-1 0,832 0,361 0,367 0,350 PK-2 0,764 0,387 0,350 0,257 PK-3 0,836 0,343 0,343 0,321 LK-1 0,350 0,794 0,424 0,556 LK-2 0,327 0,804 0,477 0,494 LK-3 0,355 0,822 0,407 0,461 LK-4 0,392 0,790 0,579 0,494 FB-1 0,327 0,504 0,810 0,328 FB-2 0,256 0,399 0,759 0,316 FB-3 0,426 0,370 0,730 0,299 FB-4 0,327 0,519 0,761 0,324 KI-1 0,329 0,533 0,385 0,831 KI-2 0,228 0,451 0,274 0,804 KI-3 0,371 0,541 0,344 0,810 Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SEM-PLS, 2025 Hasil cross loading tersebut memperlihatkan setiap indikator memiliki nilai loading tertinggi pada variabel tempatnya berada dibandingkan dengan variabel lain. Dengan demikian, instrumen yang digunakan telah memenuhi syarat validitas diskriminan. Tabel 5 Hasil Uji Validitas Diskriminan Fornell-Lacker Criterion Keputusan Investasi Financial Behavior Financial Behavior 0,766 Literasi Keuangan Keputusan Investasi 0,414 0,815 Literasi Keuangan 0,588 0,628 0,803 Paparan Konten Keuangan 0,434 0,386 0,444 Paparan Konten Keuangan 0,812 Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SEM-PLS, 2025 Efek cross loading tersebut memperlihatkan setiap indikator menunjukkan nilai loading tertinggi pada variabel yang diukur dibandingkan dengan variabel lainnya. Dengan demikian, dapat dinyatakan syarat validitas diskriminan telah terpenuhi. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 837 Tabel 6 Hasil Uji Validitas Diskriminan HTMT Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SEM-PLS, 2025 Hasil analisis di atas, dapat diketahui matriks HTMT variabel paparan konten keuangan, literasi keuangan, financial behavior dan Keputusan investasi yang diperoleh <0,9 disimpulkan tidak terdapat persoalan validitas diskriminan pada penelitian ini. Uji Reliabilitas Untuk menilai reliabilitas suatu konstruk, digunakan dua ukuran, yaitu CronbachAos Alpha dan Composite Reliability. Konstruk dianggap reliabel kalau kedua nilainya lebih dari 0,70. Tabel 7 Hasil Uji Reliabilitas Cronbach's 0,743 Composite 0,852 Literasi Keuangan 0,816 0,879 Financial Behavior 0,764 0,850 Keputusan Investasi 0,749 0,856 Paparan Konten Keuangan Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SEM-PLS, 2025 Semua variabel pada penelitian ini dinyatakan reliabel karena nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability masing-masing berada di atas 0,7. Paparan Konten Keuangan. Literasi Keuangan. Financial Behavior, dan Seluruh indikator pada variabel Keputusan Investasi menunjukkan memiliki konsistensi internal yang memadai, sehingga instrumen pengukuran dinyatakan layak untuk digunakan dalam analisis selanjutnya. R-Square Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana paparan konten keuangan, literasi keuangan, dan financial behavior memengaruhi keputusan investasi. Tabel 8 Hasil R-square R-square R-square adjusted Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SEM-PLS, 2025 Dengan nilai R-square 0. 396%, dapat disimpulkan model dalam penelitian memiliki kekuatan prediksi pada level moderat. Meski begitu, selain itu ada faktor lain yang mempengaruhi keputusan investasi, namun paparan konten keuangan dan literasi keuangan terbukti memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam membentuk keputusan investasi seseorang. Uji Hipotesis Hubungan antar variabel dinyatakan signifikan secara statistik apabila memenuhi dua syarat, yaitu nilai t-statistik berada pada atau di atas 1,65 dan nilai p-value berada pada atau di bawah 0,05. Tabel 9 Uji Hipotesis FB -> KI LK -> KI PK -> KI STDEV Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SEM-PLS, 2025 Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 838 Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang disajikan pada Tabel 8, dapat diketahui bahwa hanya variabel Literasi Keuangan (LK) yang terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan investasi. dengan nilai T 6,200 dan P 0,000, sehingga dapat dinyatakan pemahaman keuangan yang lebih baik mampu mendorong meningkatnya minat mahasiswa untuk berinvestasi. Sementara itu. Financial Behavior (FB) memiliki nilai T 0,349 dan P 0,363, serta Paparam Konten Keuangan (PK) memiliki t-statistic 1,228 dan p-value 0,110 keduanya berada di atas batas signifikansi 0,05. Kondisi ini menunjukkan meskipun koefisien pengaruh FB . dan PK . berada pada arah positif, pengaruh tersebut belum cukup kuat secara statistik untuk menjelaskan keputusan investasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan merupakan satu-satunya variabel yang terbukti berpengaruh signifikan dalam model penelitian ini. Pembahasan Pengaruh Paparan Konten Keuangan di Media Sosial Terhadap Keputusan Investasi Hasil pengujian memperlihatkan paparan konten keuangan memiliki hubungan yang searah dengan keputusan investasi, namun secara statistik pengaruh tersebut tidak signifikan, dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,128 (P=0,110>0,. , sehingga hipotesis H1 Meski arah hubungannya positif, pengaruhnya belum cukup kuat secara statistik. Temuan ini dapat dijelaskan melalui kerangka TPB, di mana paparan konten berhasil membentuk sikap positif . ttitude toward behavio. Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk mewujudkan sikap menjadi niat berperilaku . ehavioral intentio. yang konkret. Mahasiswa mengonsumsi konten keuangan lebih sebagai bagian dari tren atau mencari wawasan umum, bukan sebagai rujukan serius dalam pengambilan keputusan. Hasil ini sejalan dengan Saputri et al. yang juga menemukan pengaruh lemah dari paparan konten, mengindikasikan kredibilitas dan kualitas konten menjadi moderator penting. Paparan konten di media sosial lebih berperan sebagai sumber informasi awal yang membuka kesadaran awal, namun memerlukan dukungan literasi keuangan untuk ditransformasikan menjadi keputusan investasi yang matang. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Keputusan Investasi Literasi keuangan terbukti menjadi faktor penentu yang paling kuat dengan koefisien jalur sebesar 0,547, jauh lebih besar dibandingkan dua variabel lainnya. Hasil ini mengonfirmasi hipotesis H2 dan sangat konsisten dengan komponen perceived behavioral control dalam TPB. Literasi keuangan meningkatkan keyakinan mahasiswa terhadap kemampuannya dalam mengevaluasi risiko, menghitung potensi return, dan memahami mekanisme kerja berbagai instrumen investasi. Pemahaman ini memberikan dorongan bagi mahasiswa untuk memiliki kesiapan yang lebih baik serta meningkatkan rasa percaya diri dalam pengambilan keputusan investasi. Sejalan dengan itu. Maheshwari et al. menekankan bahwa literasi keuangan harus dipadukan dengan sikap positif untuk menghasilkan keputusan investasi yang tepat. Pengaruh yang besar ini menunjukkan literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan teknis tentang cara berinvestasi, tetapi juga mencakup pemahaman strategis tentang tujuan dan manfaat investasi jangka Hal ini menunjukkan literasi keuangan berperan dalam menumbuhkan pola pikir investasi yang lebih terencana dan rasional. Mahasiswa berdasarkan tingkat literasi keuangan yang tinggi cenderung mengevaluasi sejumlah aspek sebelum menetapkan keputusan, sehingga tidak hanya bergantung pada tren atau informasi sesaat. Besarnya pengaruh literasi keuangan . ,547 berbanding 0,128 dan 0,. menegaskan pengetahuan merupakan fondasi utama dalam pembentukan keputusan investasi Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 839 mahasiswa. Temuan ini sejalan dengan penelitian Latifah & Juwita . yang menyatakan literasi keuangan memungkinkan individu untuk melakukan evaluasi investasi secara rasional. Hasil penelitian ini menunjukkan, upaya untuk meningkatkan minat investasi mahasiswa perlu difokuskan pada penguatan literasi keuangan melalui pendidikan finansial yang terstruktur dan komprehensif, bukan hanya melalui paparan konten media sosial yang bersifat parsial. Pengaruh Financial Behavior Terhadap Keputusan Investasi Financial behavior menunjukkan pengaruh positif namun sangat lemah terhadap keputusan investasi dengan koefisien jalur 0,034 dan tidak signifikan secara statistik, sehingga hipotesis H3 ditolak. Temuan cukup menarik mengingat TPB menyatakan perilaku masa lalu dapat memprediksi niat berperilaku di masa depan. Namun, data menunjukkan kebiasaan finansial jangka pendek tidak secara otomatis bertransformasi menjadi perilaku investasi jangka panjang. Analisis lebih lanjut menunjukkan mahasiswa memiliki financial behavior yang cukup baik dalam konteks pengelolaan keuangan sehari-hari, seperti membuat anggaran, menabung secara rutin, dan menghindari pengeluaran impulsif. Akan tetapi, perilaku-perilaku masih berfokus pada pemenuhan kebutuhan konsumtif jangka pendek, belum pada alokasi dana untuk tujuan investasi jangka panjang. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara money management behavior dan investment behavior. Mahasiswa yang disiplin dalam menabung belum tentu siap untuk mengalokasikan dana ke instrumen investasi yang memiliki karakteristik berbeda, yaitu risiko yang lebih tinggi, likuiditas yang lebih rendah, dan kompleksitas yang lebih besar. Lemahnya pengaruh ini dapat dijelaskan melalui tahap perkembangan finansial Mayoritas mahasiswa masih berada pada fase stabilisasi keuangan pribadi, yaitu memastikan kebutuhan dasar dan pengeluaran rutin dapat terpenuhi. Mereka belum memasuki fase akumulasi aset melalui investasi yang memerlukan surplus dana dan pemahaman yang lebih mendalam. Temuan ini berbeda dengan hasil penelitian Yasa et . , namun mendukung Putri et al. yang juga menemukan pengaruh lemah dalam konteks mahasiswa. Maka dari itu, peningkatan keputusan investasi mahasiswa tidak bisa hanya bergantung pada kebiasaan menabung atau pengelolaan anggaran. Diperlukan pemahaman yang lebih baik tentang investasi, dan hal ini menjelaskan mengapa literasi keuangan menjadi faktor yang paling berperan dalam penelitian ini. Simpulan Penelitian Penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan merupakan faktor yang paling dominan dalam memengaruhi keputusan investasi mahasiswa, sedangkan paparan konten keuangan di media sosial dan financial behavior tidak berpengaruh signifikan. Model penelitian mampu menjelaskan 39,6% variasi keputusan investasi mahasiswa. Hal ini menandakan faktor pengetahuan lebih penting dibandingkan faktor paparan media dan perilaku keuangan dalam mendorong keputusan investasi. Mahasiswa perlu meningkatkan literasi keuangan melalui seminar, pelatihan, dan sumber edukatif kredibel untuk memahami risiko, return, dan instrumen investasi. Kampus sebaiknya memperbanyak program edukatif literasi keuangan melalui workshop, kuliah umum, atau kolaborasi dengan lembaga keuangan. Penelitian berikutnya dapat memasukkan variabel lain seperti financial technology, risiko persepsian, atau self-efficacy, serta menggunakan metode campuran untuk pemahaman lebih mendalam. Praktisi keuangan dan influencer perlu membuat konten edukatif yang akurat, terarah, dan menekankan aspek risiko agar mahasiswa tidak hanya fokus pada tren investasi. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel yang belum dikaji, khususnya Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 840 faktor psikologis dan teknologi finansial. Variabel psikologis seperti risk tolerance dan overconfidence terbukti memengaruhi keputusan investasi (Hermawanti & Widajayantie, 2. , sementara financial self-efficacy berperan dalam meningkatkan keyakinan individu saat mengambil keputusan finansial (Badriatin et al. , 2. Selain itu, variabel financial technology, seperti fintech literacy dan perceived ease of use, relevan untuk menjelaskan perilaku investasi generasi muda di era digital (Helmalianika & Siregar, 2. Penelitian mendatang juga dapat menambahkan variabel mediasi atau moderasi, misalnya sikap keuangan atau tingkat pendapatan, guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang keputusan investasi mahasiswa. Daftar Pustaka