Jurnal Syntax Admiration p-ISSN : 2722-7782 e-ISSN : 2722-5356 Vol. 3 No. 12 Desember 2022 Sosial Teknik Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK . pada Proyek Preservasi Jalan Simpang Siak Sri Indrapura Ae Mengkapan/Buton (MYC) di Kabupaten Siak Ahmad Rivin Damanik. Zaid Perdana Nasution. Gina Cynthia R. Hasibuan Universitas Sumatera Utara. Indonesia Email: ahmadrivind@gmail. com, zpn. usu@gmail. com , gina. hasibua@usu. INFO ARTIKEL Diterima 7 Desember 2022 Direvisi 14 Desember 2022 Disetujui 21 Desember 2022 Kata kunci: Kinerja Penyedia Jasa. SMK3. Kesehatan Kerja. Analytical Hierarchy Process. Keywords: Service Provider Performance. SMK3. Occupational Health. Analytical Hierarchy Process. How to cite: E-ISSN: Published by: ABSTRAK Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan instrumen yang memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. K3 bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja . ero acciden. Dalam bidang jasa konstruksi banyak ditemukan permasalahan mengenai belum optimalnya penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK. , adapun belum optimalnya penerapan tersebut disebabkan dari beberapa faktor. Salah satu kegiatan yang berpengaruh dalam keberhasilan pekerjaan adalah kapasitas dan kapabilitas dari penyedia jasa. Evaluasi penilaian kinerja penyedia jasa adalah proses mengukur, menganalisis, dan mengelola kinerja penyedia yang bertujuan mengurangi biaya, mengurangi resiko dan mengarahkan perbaikan yang berkelanjutan dalam nilai dan Penelitian ini berupaya melakukan evaluasi kinerja penyedia jasa dalam penerapan SMK3 berdasarkan Kriteria Penerapan SMK3 dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Proces. Lokasi penelitian adalah proyek Preservasi Jalan Simpang Siak Sri Indrapura Ae Mengkapan/ Buton (MYC) di Kabupaten Siak. Provinsi Riau yang merupakan salah satu proyek konstruksi yang memiliki resiko kecelakaan kerja yang tinggi. ABSTRACT Occupational safety and health is an instrument that protects workers, companies, the environment, and the surrounding community from hazards due to work accidents. This protection is a human right that must be fulfilled by the company. K3 aims to prevent, reduce, even eliminate the risk of work accidents . ero In the field of construction services, there are many problems regarding the not yet optimal implementation of the Occupational Safety and Health Management System (SMK. , while the implementation has not been optimal due to several One of the activities that influence the success of the job is the capacity and capability of the service provider. Evaluation of service provider performance appraisal is the process of measuring, analyzing, and managing provider performance with the aim of reducing costs, reducing risk and directing continuous improvement in value and operations. This study seeks to evaluate the performance of service providers in implementing SMK3 based on the SMK3 Implementation Criteria using the AHP (Analytical Damanik. Ahmad Rivin et. Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK . pada Proyek Preservasi Jalan Simpang Siak Sri Indrapura Ae Mengkapan/Buton (MYC) di Kabupaten Siak. Jurnal Syntax Admiration, 3. https://doi. org/10. 46799/jsa. Ridwan Institute Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK . pada Proyek Preservasi Jalan Simpang Siak Sri Indrapura Ae Mengkapan/Buton (MYC) di Kabupaten Siak Hierarchy Proces. The research location is the Siak Sri Indrapura - Meng Kapan / Buton (MYC) Simpang Siak Road Preservation project in Siak Regency. Riau Province which is one of the construction projects that has a high risk of work accidents. Pendahuluan Pembangunan infrastruktur menjadi fokus pemerintahan saat ini dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing nasional di tingkat regional dan global, serta mengurangi kurang meratanya pembangunan antara wilayah barat, timur dan disparitas antar wilayah. (Burhanuddin, 2. Ukuran keberhasilan pembangunan infrastruktur selain ditentukan oleh kinerjanya, yang mencakup kehandalan bangunan dan kebermanfaatan bagi masyarakat, juga ditentukan oleh keselamatan dalam proses pelaksanaan konstruksinya (Alexander et al. , 2. Berbagai kegagalan bangunan yang terjadi akhir-akhir ini memperlihatkan bahwa masalah Keselamatan konstruksi masih terabaikan. Untuk itu perlu upaya yang serius dan koordinasi yang baik antara Pemerintah dan seluruh stakeholders konstruksi agar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Konstruksi diimplementasikan pada seluruh proyek konstruksi (Burhanuddin, 2. Proyek konstruksi memiliki sifat yang khas, antara lain tempat kerjanya di ruang terbuka yang dipengaruhi cuaca, jangka waktu pekerjaan terbatas, menggunakan pekerja yang belum terlatih, menggunakan peralatan kerja yang membahayakan keselamatan dan kesehataan kerja dan pekerjaan yang banyak mengeluarkan tenaga. Berdasarkan sifat-sifat unik itu pula, maka sektor jasa kontruksi mempunyai resiko biaya kecelakaan fatal (Pangkey et al. , 2. Di Indonesia, permasalahan kecelakaan konstruksi, merupakan yang terburuk diantara negara-negara lain di dunia (Latupeirissa et al. , 2. Sebagai gambaran, data angka kecelakaan kerja dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat, jumlah kecelakaan kerja di Indonesia sebanyak 234. 270 kasus pada 2021. Jumlah tersebut naik 5,65% dari tahun sebelumnya yang sebesar 221. 740 kasus. Untuk memperkecil risiko kecelakaan kerja pemerintah telah mengeluarkan peraturan tentang keselamatan kerja khusus untuk sektor konstruksi yaitu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 21 tahun 2019 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi. Keselamatan dan kesehatan kerja (K. merupakan instrumen yang memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja . ero acciden. Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak biaya . perusahaan, melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang member keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan datang (Prasetyo & Firdaus, 2. Penyedia jasa merupakan salah satu unsur penting yang patut untuk diperhatikan dan sangat menentukan keberhasilan kegiatan. Dari hal tersebut maka perlu adanya upaya Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Ahmad Rivin Damanik. Zaid Perdana Nasution. Gina Cynthia R. Hasibuan sistematis dari pengguna jasa untuk melakukan evaluasi penyedia jasa dalam mencapai keberhasilan dan efisiensi penggunaan anggaran dengan memastikan bahwa penyedia jasa yang memenuhi syarat yang akan melaksanakan suatu proyek. Program Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. yang dilaksanakan oleh perusahaan diharapkan dapat mempertinggi derajat kesehatan dan keselamatan pekerja konstruksi (Mentang et al. , 2. Apabila masalah kesehatan dan keselamatan ini, tidak diperhatikan akan dapat menjadi sebuah permasalahan yang serius bagi perusahaan dan pekerja konstruksi itu sendiri. Bagi pekerja konstruksi yang kondisi kesehatannya buruk jelas tentu berdampak pada penyelesaian pekerjaannya, sehingga membuat kinerja menurun. Menurut (Sedarmayanti, 2. dan (Hartono, 2. , adanya program kesehatan yang baik dan memenuhi syaratakan menguntungkan pegawai secara material, karena pegawai jarang absen, bekerja dengan lingkungan yang lebih menyenangkan, sehingga secara keseluruhan akan mampu bekerja lebih lama, lebih produktif. Dari pernyataan di atas tampak jelas, bahwa Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. berhubungan erat dengan kinerja pekerja. Apabila perusahaan dapat menciptakan suasana kerja yang kondusif pada akhirnya akan meningkatkan kinerja. Adapun dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, banyak argument atau penyebab-penyebab belum optimalnya penerapan SMK3 dalam pekerjaan konstruksi. Oleh karena itu, perlu dilakukannya suatu penelitian yang bertujuan untuk merancang suatu model penilaian terhadap penerapan SMK3 yang berupa uraian kriteria penilaian dengan bobotnya masing Ae masing serta tata cara penilaiannya, sebagai salah satu contoh penelitian yang akan dilakukan ini pada Proyek Preservasi Jalan Simpang Siak Sri Indrapura Ae Mengkapan/ Buton (MYC) di Kabupaten Siak Sri Indrapura yang dikerjakan oleh perusahaan PT. Dimana perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan bergerak dibidang jasa konstruksi . pada pembangunan jalan dan jembatan. Proyek Preservasi Jalan Simpang Siak Sri Indrapura Ae Mengkapan/ Buton dilaksanakan dengan kontrak tahun jamak (MYC) selama 18 . elapan bela. bulan dalam 3 . tahun anggaran yaitu 20 November 2020 Ae 18 Mei 2022. Dalam pelaksanaannya, selain harus mencapai target waktu, mutu dan biaya namun juga tentunya harus menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat No. 21 Tahun 2019. Maka berdasarkan penjelasan di atas, agar dapat mengetahui permasalahan yang berkaitan dengan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. khususnya pada proyek tersebut, penulis melakukan penelitian untuk mengevaluasi penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. pada Proyek Preservasi Jalan Simpang Siak Sri Indrapura Ae Mengkapan/ Buton (MYC) di Kabupaten Siak dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Proces. dan diharapkan dapat menjadi bahan rujukan dalam melakukan evaluasi tersebut secara lebih rinci dan terukur. Analytical hierarchy process (AHP) (Chen, 2. merupakan dasar untuk membuat suatu keputusan, yang didesain dan dilakukan secara rasional dengan membuat penyeleksian yang terbaik terhadap beberapa altenatif yang dievaluasi dengan multikriteria. Dalam penentuan kriteria, peneliti mencoba membandingkan dari beberapa penelitian yang relevan Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK . pada Proyek Preservasi Jalan Simpang Siak Sri Indrapura Ae Mengkapan/Buton (MYC) di Kabupaten Siak yang terkait langsung didalam evaluasi penerapan SMK3. Penelitian (Prayoga, 2. menggunakan metode kuantitatif dengan kriteria mengacu pada PP Nomor 50 Tahun 2012 berupa Perencanaan K3. Peninjauan dan Evaluasi Kinerja K3. Peninjauan dan Peningkatan Kinerja K3 dan Pelaksanaan K3 dan Penetapan Kebijakan dan tanpa adanya sub kriteria dalam menganalisis penerapan SMK3 pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi i A. Hasil yang diperoleh dalam penelitian tersebut faktor dominan didapat berupa kriteria perencanaan K3 dengan metode yang digunakan yaitu menggunakan metode pembobotan atau scoring didapatkan bobot persentase sebesar 95,45% dalam mengevaluasi penerapan SMK3. Clinten . dalam penelitiannya menggunakan kriteria seperti Komitmen dan Kebijakan K3. Perencanaan Pekerjaan. Pelaksanaan Lapangan dan Pelaksanaan. Tindak Perbaikan dan Tindakan Manajemen dan tanpa ada sub kriteria. Berdasarkan hasil analisa didapatkan Indikator yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan Penerapan SMK3 di lapangan yaitu Pelaksanaan Lapangan dengan nilai 88,75%. (Zhang et al. , 2. melakukan penelitian Safety Assessment in Road Construction Work System Based on Group AHP Ae PCA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif (Sarwono, 2. dan (Van der Merwe, 2. dengan menggunakan metode GAHP Ae PCA (Analytical Hierarchy Procces Ae Principhal Component Analysi. , pemilihan jenis kriteria didalam penelitian ini berupa Human factors. Material factors. Equipment factors. Management factors and Environmental factors dan dari semua kriteria tersebut terdapat sejumlah 28 sub kriteria. Adapun hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yang menjadi faktor dominan berupa kriteria Human Factor dengan bobot persentase sebesar 33,33% dan untuk sub kriteria sendiri Proffesional Skill menjadi factor terpenting dari beberapa sub kriteria. Selanjutnya (Wiwoho & Ratnawinanda, 2. dalam penelitiannya Analisis Tingkat Resiko Kecelakaan Kerja Pada Proyek Konstruksi Dengan Metode (AHP), menggunakan 4 kriteria, yaitu Faktor Manusia. Faktor Material. Faktor Lingkungan dan Faktor Peralatan dengan jumlah total sub kriteria dari 4 kriteria tersebut sebanyak 19 sub kriteria dan setelah dilakukan Analisa data, didapatkan tingkat risiko kecelakaan kerja pada proyek konstruksi tinggi, faktor manusia menjadi faktor utama dalam kecelakaan kerja dengan tingkat skala meninggal dan memiliki bobot 47,5 %, tingkatan skala berat dengan faktor material mendapatkan bobot 18 %, tingkat skala sedang dengan faktor lingkungan mendapatkan bobot 17,9 % dan yang terakhir tingkat skala ringan dengan factor peralatan mendapatkan bobot 16,7 %. Metode Penelitian Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian diawali dengan melakukan studi pendahuluan yang terdiri atas: identifikasi daerah studi, tinjauan pustaka, identifikasi data dan perangkat lunak yang digunakan. Dari studi pendahuluan yang dilakukan, dilanjutkan identifikasi masalah sehingga dapat disusun latar belakang masalah dan rumusan masalah serta penetapan tujuan penelitian ini. Selanjutnya dilakukan pengumpulan data baik diperoleh dari data primer maupun dari data sekunder. Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui kuisioner atau wawancara kepada pihak-pihak berkompeten dalam Penerapan SMK3 pada proyek Preservasi Jalan Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Ahmad Rivin Damanik. Zaid Perdana Nasution. Gina Cynthia R. Hasibuan Simpang Siak Sri Indrapura Ae Mengkapan/Buton (MYC). Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari data pelakanaan SMK3 Proyek Preservasi Simpang Siak Sri Indrapura Ae Mengkapan/Buton (MYC). Langkah selanjutnya akan dilakukan penentuan urutan prioritas penanganan jalan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang diawali dengan penyusunan hirarki yaitu dengan penentuan Kriteria dan penentuan Subkriteria. Selanjutnya dilakukan analisis pembobotan dalam penentuan skala prioritas jalan dengan metode AHP. Adapun langkahlangkah dalam penelitian ini disajikan pada Gambar 1. Gambar 1. Bagan Alir Penelitian Hasil dan Pembahasan Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK . pada Proyek Preservasi Jalan Simpang Siak Sri Indrapura Ae Mengkapan/Buton (MYC) di Kabupaten Siak Struktur Hirarki Untuk memodelkan permasalahan dalam metode AHP maka diperlukan pembentukan struktur hirarki. Adapun struktur hirarki dari penelitian ini dapat dilihat seperti pada Gambar 2. Gambar 2. Struktur Hirarki (Sumber: Olahan Peneliti, 2. Data Responden Pengumpulan data responden dilakukan selama empat belas hari . Agustus s. September 2. dengan menyebarkan kuisioner kepada responden yang termasuk pada instansi objek penelitian. Adapun daftar responden penelitian dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Daftar Responden Penelitian Instansi Jabatan Balai Pelaksanaan C Kasi dan Asisten Pembangunan BPJN Riau Jalan Nasional (BPJN) C Satker PJN W II Riau Riau. C Kaur TU PPK. 1 Prov. Riau C Koordinator Lapangan PPK. 1 Prov. Riau C Pengawas Lapangan Konsultan Pengawas C Proffesional Staff C Pengawas Lapangan Kontraktor Pelaksana C Manager Proyek C Manager Teknik Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Jumlah 2 Orang 1 Orang 1 Orang 1 Orang 1 Orang 4 Orang 3 Orang 1 Orang 1 Orang Ahmad Rivin Damanik. Zaid Perdana Nasution. Gina Cynthia R. Hasibuan Instansi Jabatan Quantity Engineer Quality Engineer Ahli K3 Konstruksi Ahli Kendali Mutu Pelaksana Pekerjaan C Jumlah 2 Orang 2 Orang 1 Orang 1 Orang 4 Orang 25 Orang (Sumber: Olahan Peneliti, 2. Perhitungan Bobot Kriteria Perhitungan bobot tiap kriteria dilakukan melalui perbandingan matriks berpasangan . air-wise matri. dengan bantuan perangkat lunak Expert Choice versi 11. Data kuisioner tiap responden digabungkan . dengan menggunakan program untuk mendapatkan data pair-wise matrix yang mewakili (Prawiro et al. , 2. Hasil kombinasi data perbandingan matriks berpasangan dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 3. Perbandingan matriks berpasangan individual (Sumber: Olahan Peneliti, 2. Gambar 4. Kombinasi perbandingan matriks berpasangan kriteria (Sumber: Olahan Peneliti, 2. Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK . pada Proyek Preservasi Jalan Simpang Siak Sri Indrapura Ae Mengkapan/Buton (MYC) di Kabupaten Siak Menentukan Rasio Konsistensi berdasarkan tabel rasio konsitensi dimana untuk ukuran matriks . 5 maka nilai IR = 1,12. Gambar 5. Rasio Konsistensi Kriteria (Sumber: Olahan Peneliti, 2. Nilai konsisten rasio untuk kriteria adalah 0,00248. Dari hasil tersebut maka telah memenuhi syarat yaitu nilai CR harus lebih kecil dari 0. Hasil perhitungan bobot untuk kriteria dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil sintesis bobot kriteria Kriteria Bobot Management 0,335 Human 0,333 Equipment 0,092 Material 0,115 Environmental 0,127 Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat bahwa kriteria management factor memiliki bobot paling tinggi . Hal ini menunjukkan kriteria indikator Management memiliki dampak paling besar dalam penentuan prioritas evaluasi penerapan SMK3. Kriteria yang memiliki dampak terbesar kedua adalah human faktor yang diikuti environmental faktor, material faktor dan equipment faktor. Perhitungan Bobot Sub Kriteria Perhitungan bobot tiap sub kriteria dilakukan sama seperti perhitungan bobot kriteria yaitu melalui perbandingan matriks berpasangan . air-wise matri. dengan bantuan perangkat lunak Expert Choice versi 11. Data kuisioner tiap responden digabungkan . dengan menggunakan program untuk mendapatkan data pair-wise matrix yang Tabel 3. Hasil sintesis bobot sub kriteria management Sub Kriteria Bobot Perencanaan 0,232 SOP 0,313 Pelatihan 0,132 Evaluasi 0,131 Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Ahmad Rivin Damanik. Zaid Perdana Nasution. Gina Cynthia R. Hasibuan Komunikasi 0,192 (Sumber: Olahan Peneliti, 2. Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat bahwa dalam sub kriteria SOP memiliki bobot paling tinggi . Hal ini menunjukkan sub kriteria SOP pada Kriteria Management, memiliki dampak paling besar dalam penentuan prioritas evaluasi penerapan SMK3. Sub kriteria yang memiliki dampak terbesar kedua adalah perencanaan yang diikuti komunikasi, pelatihan dan evaluasi. Tabel 4. Hasil sintesis bobot sub kriteria human Sub Kriteria Sikap Kondisi Keterampilan Kesadaran Psikologis Prioritas 0,168 0,158 0,191 0,193 0,290 (Sumber: Olahan Peneliti, 2. Berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat bahwa dalam sub kriteria Psikologis memiliki bobot paling tinggi . Hal ini menunjukkan sub kriteria Psikologis pada Human Factor, memiliki dampak paling besar dalam penentuan prioritas evaluasi penerapan SMK3. Sub kriteria yang memiliki dampak terbesar kedua adalah kesadaran yang diikuti keterampilan, sikap dan kondisi. Tabel 5. Hasil sintesis bobot sub kriteria equipment factor Sub Kriteria Prioritas Pemilihan Peralatan 0,246 Kondisi Alat 0,232 Perawatan 0,298 Perlengkapan 0,223 (Sumber: Olahan Peneliti, 2. Berdasarkan Tabel 5 dapat dilihat bahwa dalam sub kriteria pemilihan perawatan memiliki bobot paling tinggi . Hal ini menunjukkan sub kriteria perawatan pada equipment factor, memiliki dampak paling besar dalam penentuan prioritas evaluasi penerapan SMK3. Sub kriteria yang memiliki dampak terbesar kedua adalah pemilihan peralatan yang diikuti Kondisi alat, dan perlengkapan. Tabel 6. Hasil sintesis bobot sub kriteria material Sub Kriteria Prioritas Kualitas 0,491 Tempat Penyimpanan 0,148 Limbah Bahan 0,172 Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK . pada Proyek Preservasi Jalan Simpang Siak Sri Indrapura Ae Mengkapan/Buton (MYC) di Kabupaten Siak Penempatan 0,190 (Sumber: Olahan Peneliti, 2. Berdasarkan Tabel 6 dapat dilihat bahwa dalam sub kriteria kualitas memiliki bobot paling tinggi . Hal ini menunjukkan sub kriteria kualitas pada material factor memiliki dampak paling besar dalam penentuan prioritas evaluasi penerapan SMK3. Sub kriteria yang memiliki dampak terbesar kedua adalah penempatan yang diikuti limbah bahan, dan tempat penyimpanan. Tabel 7. Hasil sintesis bobot sub kriteria environmental Sub Kriteria Base Camp Utilitas Bangunan Sekitar Lingkungan Kerja Fasilitas Prioritas 0,117 0,214 0,147 0,152 0,370 (Sumber: Olahan Peneliti, 2. Berdasarkan Tabel 7 dapat dilihat bahwa dalam sub kriteria fasilitas memiliki bobot paling tinggi . Hal ini menunjukkan sub kriteria fasilitas pada kriteria environmental memiliki dampak paling besar dalam penentuan prioritas evaluasi penerapan SMK3. Sub kriteria yang memiliki dampak terbesar kedua adalah utilitas yang diikuti lingkungan kerja, bangunan sekitar dan base camp. Hasil Analisis AHP dengan Expert Choice Pada tahap pengolaan data dengan Expert Choice mendukung collaborative decision dan sistem perangkat keras yang memfasilitasi grup pembuatan keputusan yang lebih efisien, analitis, dan yang dapat dibenarkan. Memungkinkan interaksi real-time dari tim manajemen untuk mencapai consensus on decisions. Adapun nilai pembobotan sub kriteria dan kriteria masing Ae masing berdasarkan penggunaan Expert Choice dapat dilihat pada Gambar 6 dan 7. Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Ahmad Rivin Damanik. Zaid Perdana Nasution. Gina Cynthia R. Hasibuan Gambar 6. Hasil Pembobotan Kriteria dan sub kriteria (Sumber: Olahan Peneliti, 2. Gambar 7. Hasil Pembobotan Sub Kriteria Gabungan (Sumber: Olahan Peneliti, 2. Skoring Kinerja Penyedia Jasa Skoring penilaian kinerja penyedia jasa dihitung berdasarkan perkalian sub kriteria dan kriteria dengan bobot masing Ae masing yang selanjutnya dijumlahkan (Anita, 2. Hasil skoring penilaian kinerja penyedia dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Skor Penyedia Jasa Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK . pada Proyek Preservasi Jalan Simpang Siak Sri Indrapura Ae Mengkapan/Buton (MYC) di Kabupaten Siak Kriteria Management Human Equipment Material Environmental Sub Kriteria Bobot Sub Kriteria Perencanaan 0,078 Standard Operating Procedure 0,105 Pelatihan 0,044 Evaluasi 0,044 Komunikasi 0,064 Sikap 0,056 Kondisi 0,052 Keterampilan 0,064 Kesadaran 0,064 Psykologis 0,096 Pemilihan Peralatan 0,023 Kondisi Alat 0,021 Perawatan 0,027 Perlengkapan 0,02 Kualitas 0,056 Tempat Penyimpanan 0,017 Limbah Bahan 0,02 Penempatan 0,022 Base Camp 0,015 Ulititas 0,027 Bangunan Sekitar 0,019 Lingkungan Kerja 0,019 Fasilitas 0,047 (Sumber: Olahan Peneliti, 2. Bobot Kriteria Skor 0,3350 0,3320 0,0910 2,6553 0,1150 0,1270 Berdasarkan Tabel 8 dapat dilihat skor kinerja penyedia jasa dalam penerapan SMK3 adalah 2,6553. Hal tersebut menunjukkan kinerja penyedia jasa termasuk predikat baik . Pembahasan Dari lima kriteria penerapan SMK3, dua kriteria dengan bobot terbesar adalah management . dan human . Kriteria tersebut serupa dengan penelitian terdahulu (Xianyong Zhang et al, 2. namun dengan urutan prioritas yang sedikit berbeda yaitu human . ,2. dan management . ,2. Kedua kriteria tersebut penting karena merupakan komponen utama agar penerapan SMK3 dapat berfungsi dengan baik. Hasil gabungan 23 . ua puluh tig. sub kriteria bobot yang paling besar adalah Sistem Operasional Prosedur . Pada kriteria Management, dari lima sub kriteria, bobot terbesar adalah SOP . Berbeda dengan penelitian terdahulu (Xianyong Zhang et al, 2. dimana bobot terbesar Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Ahmad Rivin Damanik. Zaid Perdana Nasution. Gina Cynthia R. Hasibuan adalah pelatihan . ,2. Perbedaan ini mungkin dipengaruhi adanya perbedaan kebijakan dilokasi studi kasus. Selanjutnya pada kriteria Human, dari lima sub kriteria, bobot terbesar adalah psikologis . Berbanding terbalik dengan penelitian terdahulu (Xianyong Zhang et al, 2. bobot terbesar adalah keterampilan . ,3. Perbedaan ini mungkin karena perbedaan kondisi pekerja dilokasi studi kasus. Kriteria Equipment yang terdiri dari empat sub kriteria, bobot terbesar adalah perawatan . Sub kriteria ini sama dengan penelitian terdahulu (Xianyong Zhang et al, 2. bobot terbesar adalah perawatan . ,3. Untuk kriteria material yang terdiri dari empat sub kriteria, bobot terbesar adalah kualitas . Sama dengan penelitian terdahulu (Xianyong Zhang et al, 2. bobot terbesar adalah kualitas . ,3. Terakhir adalah kriteria environmental yang terdiri dari lima sub kriteria, dimana bobot terbesar adalah fasilitas . penelitian terdahulu (Xianyong Zhang et al, 2. bobot terbesar adalah kualitas . ,2. Kesimpulan Dari Hasil analisis dapat menggambarkan bahwa dalam pelaksanaan proyek Preservasi Jalan Simpang Siak Sri Indrapura Ae Mengkapan/Buton (MYC), management factor merupakan kriteria yang paling berpengaruh pada penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. dengan nilai sebesar 33,5 %, dengan Sub Kriteria yang paling berpengaruh adalah Sistem Operasional Prosedur (SOP). Sedangkan untuk kriteria lainnya seperti Human Factor merupakan prioritas kedua dengan nilai 33,26%, dengan sub kriteria yang paling berpengaruh adalah Aspek Psikologis. Environmental Factor menempati urutan prioritas ketiga dengan nilai 12,66 % dengan sub kriteria yang paling berpengaruh adalah Aspek Fasilitas. Material Factor mendapatkan peringkat prioritas ke empat dengan nilai sebesar 11,45 % sedangkan sub kriteria yang paling berpengaruh adalah Aspek Kualitas. Prioritas yang terakhir adalah Equipment Factor dengan nilai 9,15 % dengan sub kriteria utama adalah Aspek Perawatan. Gabungan dari 23 . ua puluh tig. Sub Kriteria yang paling berpengaruh pada penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. adalah Sistem Operasional Prosedur (SOP) dengan nilai 10,5 %. Sedangkan sub kriteria dengan prioritas terendah adalah Base Camp dengan nilai 1,5%. Kinerja penyedia jasa dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMKK) berdasarkan kriteria yang telah ditinjau, mendapatkan skor kinerja sebesar Hal tersebut menunjukkan kinerja penyedia jasa termasuk predikat Baik . Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK . pada Proyek Preservasi Jalan Simpang Siak Sri Indrapura Ae Mengkapan/Buton (MYC) di Kabupaten Siak BIBLIOGRAFI Alexander. Nengsih. , & Guspari. Kajian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Konstruksi Balok Pada Konstruksi Bangunan Gedung. Jurnal Ilmiah Poli Rekayasa, 15. , 39Ae47. Google scholar Anita. Perancangan dan pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan metode performance prism pada PT. Prastiwahyu Trimitra Engineering. SKRIPSI-2012. Google scholar Chen. -F. Applying the analytical hierarchy process (AHP) approach to convention site selection. Journal of Travel Research, 45. , 167Ae174. Google scholar Hartono. Penentuan Kompensasi Untuk Meningkatkan Kinerja Dan Kesejahteraan Karyawan Pada Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Jember. Google scholar Latupeirissa. Marzuki. , & Wirahadikusumah. Persepsi Tentang Contingency Cost Kontraktor di Indonesia: Sebuah Survey. Jurnal Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 7. , 287Ae299. Google scholar Mentang. Tjakra. Langi. , & Walangitan. Evaluasi penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada peningkatan fasilitas PT. Trakindo Utama Balikpapan. Jurnal Sipil Statik, 1. Google scholar Pangkey. Malingkas. , & Walangitan. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. Pada Proyek Konstruksi di Indonesia (Studi Kasus: Pembangunan Jembatan Dr. Ir. Soekarno-Manad. Jurnal Ilmiah Media Engineering, 2. , 100Ae113. Google scholar Prasetyo. , & Firdaus. Pengaruh infrastruktur pada pertumbuhan ekonomi wilayah di Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Pembangunan, 2. , 222Ae236. Google Scholar Prawiro. Setyawan. , & Pane. Studi komparasi metode entropy dan roc dalam menentukan bobot kriteria. Jurnal Tekno Insentif, 15. , 1Ae14. Google Prayoga. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi iA). Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik Sipil, 1. Google scholar Sarwono. Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Google scholar Sedarmayanti. Tata Kerja dan Produktivitas. Bandung: CV. Mandar Maju. Google Van der Merwe. Identifying potentially valuable flavour fractions from South African botanical extracts using LC Taste as a rapid screening method. Stellenbosch: Stellenbosch University. Google scholar Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022 Ahmad Rivin Damanik. Zaid Perdana Nasution. Gina Cynthia R. Hasibuan Wiwoho. , & Ratnawinanda. Analisis Tingkat Resiko Kecelakaan Kerja Pada Proyek Konstruksi Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Student Journal Gelagar, 2. , 252Ae257. Google scholar Zhang. Huang. Yang. Tu. , & Jin. Safety assessment in road construction work system based on group AHP-PCA. Mathematical Problems in Engineering. https://doi. org/10. 1155/2020/6210569. Google scholar Copyright holder : Ahmad Rivin Damanik. Zaid Perdana Nasution. Gina Cynthia R. Hasibuan . First publication right : Jurnal Syntax Admiration This article is licensed under: Syntax Admiration: Vol. No. 12 Desember 2022