Perwira Journal of Community Development Vol. 4 (No. 2024, 1-5 ISSN Online 2798-3706 PENINGKATAN KAPASITAS KEUANGAN KAMPUNG GARAM DESA TLOGOPRAGOTO MELALUI PELATIHAN MANAJEMEN KEUANGAN DASAR Afif Hendri Putranto1. Victor Bintang Panunggul2. Carolus Borromeus Krishna Sampurno3 1,2,3Universitas Perwira Purbalingga Penulis Korespondensi : Afif Hendri Putranto . fifhendri@gmail. ABSTRAK Desa Sentra Garam di Desa Tlogopragoto. Kecamatan Mirit. Kabupaten Kebumen memiliki peran vital dalam perekonomian lokal, namun menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan yang efektif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas keuangan kampung garam melalui pelatihan manajemen keuangan dasar. Kegiatan ini dilakukan melalui sesi presentasi, diskusi interaktif, dan praktek simulasi. Evaluasi dilakukan untuk mengukur pemahaman peserta dan dampak penerapan konsep manajemen keuangan. Pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman pengurus dan anggota kampung garam tentang pengelolaan keuangan. Dampak positif terlihat dalam peningkatan pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan. Evaluasi menunjukkan peningkatan keterlibatan anggota dalam mengawasi keuangan kampung garam Kata Kunci : kampung garam, manajemen keuangan, pelatihan keuangan dasar, perekonomian lokal. PENDAHULUAN otensi produksi garam di Indonesia sangat besar, diperkuat oleh kondisi geografisnya yang melibatkan banyak pulau dan memiliki garis pantai yang panjang. Lautan Indonesia menempati sekitar dua per tiga dari total luas wilayahnya, menjadikannya salah satu negara dengan sumber daya laut yang Indonesia juga dikenal memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, mencapai sekitar 093 kilometer (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2. Kondisi ini memungkinkan Indonesia untuk memiliki sumber daya laut yang melimpah, termasuk garam. Potensi garam di Indonesia telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai mata pencaharian. Keterlibatan masyarakat dalam pemanfaatan potensi garam menciptakan hubungan yang erat antara tradisi lokal dan keberlanjutan ekonomi berbasis sumber daya laut di Indonesia. Indonesia masih mengimpor sebagian besar garam untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri karena produksi domestik belum mencukupi. Meskipun potensi garam laut sangat besar, produksi dalam negeri belum bisa memenuhi sepenuhnya kebutuhan garam nasional. Untuk mencapai kemandirian, perlu dilakukan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan produksi garam dalam negeri, seperti pengembangan teknologi, dukungan kepada industri lokal, dan investasi dalam riset dan Pemerintah Indonesia telah mengakui pentingnya meningkatkan produksi garam dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor. Upaya ini mencakup pengembangan teknologi, dukungan penuh terhadap industri garam lokal, dan investasi dalam riset dan pengembangan. Dengan langkah-langkah serius ini, diharapkan Indonesia dapat mencapai kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan garam, mengurangi impor, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui industri garam lokal. Tahun 2010, pemerintah mengimpor 2,2 juta ton garam, dengan sebagian besar dipasok oleh Australia . %). India . %). China . %), dan sisanya berasal dari negara-negara lain (Novi, 2018: . Perwira Journal of Community Development Vol. 4 (No. 2024, 1-5 ISSN Online 2798-3706 Berdasarkan neraca garam nasional tahun 2020 . , tercatat kebutuhan total garam di Indonesia 670 ton, menggambarkan perannya yang strategis sebagai komoditas vital dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri. Sektor garam industri menunjukkan pertumbuhan konsisten, meningkat sekitar 5%-7% setiap tahunnya, dengan kebutuhan mencapai 3. 655 ton pada tahun 2020, mencerminkan kontribusinya yang semakin penting terhadap ekonomi dan industri nasional. Tren positif dalam kebutuhan garam industri ini mencerminkan adaptasi industri terhadap tuntutan pasar yang berkembang, memainkan peran yang signifikan dalam mendukung kegiatan industri di berbagai sektor. Desa Tlogopragoto, terletak di Kecamatan Mirit. Kabupaten Kebumen, yang terletak di sepanjang jalan di sisi selatan pantai, menjadi pusat produksi garam yang unggul di Indonesia. Seiring berjalannya waktu kampung garam ini diproduksi perkembangan zaman. Salah satu teknologi yang menggunakan teknik tunel garam. Garam memiliki dua klasifikasi utama, yakni garam konsumsi dan garam industri. Garam konsumsi mencakup garam meja dan garam dapur, yang memiliki perbedaan dalam kadar NaCl dan spesifikasi Sementara itu, penggunaan garam industri lebih terfokus pada sektor industri tertentu seperti soda Menariknya, mendapatkan garam industri dari garam krosok Hal ini dikarenakan adanya impurities yang terdapat di dalam kisi kristal garam krosok, sehingga membutuhkan proses rekristalisasi . Perencanaan usaha yang cermat dan terorganisir menjadi kunci kesuksesan bagi pelaku usaha dalam mencapai tujuan dengan efektif dan Di Kampung Garam, di mana pengetahuan keuangan sederhana masih terbatas di kalangan Keterbatasan ini dapat menghambat kemampuan mereka dalam mengidentifikasi strategi, mengelola risiko, dan mengoptimalkan sumber daya. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman keuangan melalui pelatihan dan pendidikan agar masyarakat Kampung Garam dapat lebih baik memahami pentingnya perencanaan usaha yang baik, memungkinkan mereka untuk mengoptimalkan potensi usaha dan mencapai tujuan dengan lebih efektif. Oleh karena itu, pelatihan keuangan dasar perlu dikaitkan dengan perencanaan usaha. Pelatihan ini dapat mengajarkan kepada anggota Kampung Garam tentang pentingnya perencanaan keuangan dalam usaha garam, serta teknik-teknik perencanaan keuangan sederhana. METODE Kelompok pengabdian masyarakat dari Universitas Perwira Purbalingga wawancara dan observasi guna memahami permasalahan dan melihat cara pengelolaan koperasi garam yang mengumpulkan dan mengolah hasil Observasi langsung proses pembuatan garam di lahan bersama petani garam dilakukan oleh tim Universitas Perwira Purbalingga. Mereka memberikan pelatihan intensif manajemen keuangan, mencakup aspek-aspek fundamental seperti penyusunan anggaran, pencatatan transaksi, dan analisis laporan keuangan. Dalam upaya mencapai tujuan pengabdian masyarakat, tim ini bertekad untuk mengaktifkan kelompok melalui penerapan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Sesuai dengan konsep yang diungkapkan oleh Sidu & Sugihen . PRA adalah metode yang menitikberatkan pada partisipasi masyarakat sebagai subjek, perencana, pelaksana, dan penilai dalam program pemberdayaan. Pendekatan ini diimplementasikan melalui FGD terbatas, pelatihan intensif manajemen keuangan, serta kegiatan monitoring, evaluasi, dan pendampingan. FGD terbatas menjadi wadah diskusi terfokus, sementara pelatihan memberikan pemahaman mendalam tentang aspek-aspek fundamental manajemen keuangan. Proses monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkesinambungan untuk memastikan implementasi hasil pelatihan, sementara pendampingan terusmenerus diberikan untuk mendukung kelompok masyarakat dalam mengaplikasikan praktik-praktik yang telah dipelajari. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini bukan hanya intervensi singkat, melainkan juga upaya pembangunan kapasitas dan permasalahan sehari-hari mereka FGD (Focuss Group Disscussio. Kegiatan pelatihan dimulai dengan FGD terbatas, yaitu pengumpulan informasi melalui diskusi kelompok yang dipandu oleh tim pelaksana bersama ketua kampung garam. Proses FGD ini dirancang untuk mendapatkan masukan yang berharga mengenai permasalahan yang bersifat lokal dan spesifik, sebagaimana disampaikan oleh Afiyanti . Perwira Journal of Community Development Vol. 4 (No. 2024, 1-5 ISSN Online 2798-3706 Dalam pelaksanaannya. FGD diarahkan untuk menggali potensi keterlibatan dan koordinasi pelaksanaan kegiatan, dengan melibatkan secara aktif peserta diskusi. Fokus dalam kegiatan pengabdian ini adalah menyelenggarakan pelatihan pengelolaan keuangan yang sederhana bagi anggota kampung garam. Dalam menghadapi kompleksitas permasalahan yang dihadapi, tim pengabdian dari Universitas Perwira Purbalingga menyelenggarakan pelatihan pengelolaan keuangan yang tidak hanya simpel, tetapi juga sesuai dengan kemampuan peserta. Materi pelatihan melibatkan berbagai aspek, termasuk signifikansi laporan keuangan bagi perusahaan, prosedur pencatatan transaksi usaha, dan teknik pembuatan laporan keuangan, terutama untuk anggota kampung garam. Upaya ini sejalan dengan tekad tim pengabdian untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas dan pemahaman masyarakat lokal terkait manajemen keuangan. Selain melibatkan mereka dalam proses pembelajaran, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik dalam mendukung keberlanjutan koperasi garam dan meningkatkan kesejahteraan anggota kampung garam. Pelatihan Fokus dari kegiatan pengabdian ini adalah menyelenggarakan pelatihan pengelolaan keuangan yang sederhana bagi anggota kampung garam. Dalam menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks, tim pengabdian dari Universitas Perwira Purbalingga mengambil langkah untuk menyelenggarakan pelatihan pengelolaan keuangan yang tidak hanya simpel, tetapi juga sesuai dengan kemampuan peserta. Pelatihan ini dihadiri oleh anggota masyarakat kampung garam, serta beberapa individu yang berperan sebagai mitra dalam pengembangan kampung garam. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pemahaman yang lebih baik tentang konsep pengelolaan keuangan yang sederhana namun efektif, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi masyarakat Setelah dilakukan beberapa kali pertemuan koordinasi antara tim pelaksana kegiatan pengabdian dan Pak Budi, yang menjabat sebagai ketua kampung garam, tercapai kesepakatan bahwa seluruh anggota kampung garam, yang berjumlah sekitar 14 orang, akan diikutsertakan sebagai peserta dalam pelatihan yang merupakan bagian integral dari kegiatan pengabdian ini. Kesepakatan ini dihasilkan melalui diskusi yang cermat, mencerminkan komitmen bersama untuk melibatkan dan memberdayakan seluruh komunitas kampung garam, dengan harapan bahwa pelatihan ini akan memberikan dampak positif dalam perkembangan dan kesejahteraan mereka. Monitoring dan Evaluasi Untuk mengukur dampak yang dihasilkan dari langkah-langkah pemantauan dan evaluasi yang teliti. Proses ini menjadi krusial setelah pelaksanaan kegiatan pelatihan, sebagai upaya untuk memahami sejauh mana materi pelatihan diterapkan dan sejauh mana dampak positif yang dihasilkan. Pemantauan berfungsi sebagai kontrol untuk memastikan bahwa konsep dan keterampilan yang dipelajari benar-benar terintegrasi dalam praktik sehari-hari, sementara evaluasi memberikan pemahaman mendalam tentang manfaat yang diperoleh peserta. Setelah melalui tahap pemantauan dan evaluasi ini, jika ditemukan kebutuhan atau kendala tertentu, peserta pelatihan dapat diberikan pendampingan Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan dukungan lebih lanjut kepada peserta dalam mengimplementasikan keterampilan yang telah efektivitas penerapan di lingkungan kerja mereka. Dengan demikian, pendekatan ini tidak hanya memastikan kesuksesan pelatihan, tetapi juga memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perkembangan peserta dan organisasi secara Pendampingan Pendampingan diimplementasikan untuk memberikan bantuan dalam menangani berbagai permasalahan yang mungkin timbul, terutama yang terkait dengan materi pelatihan. Proses monitoring dan pendampingan ini dilaksanakan secara berkala dan melibatkan interaksi daring, menggunakan media komunikasi yang telah disepakati, seperti WhatsApp (WA). Pendampingan dilakukan tidak hanya sebagai upaya pemecahan masalah, tetapi juga sebagai sarana untuk memastikan kelangsungan dan keberlanjutan penerapan konsep-konsep pelatihan dalam situasi dunia nyata. Dengan pendekatan ini, diharapkan peserta dapat merespons dengan cepat terhadap tantangan yang muncul, serta dapat terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka seiring waktu Perwira Journal of Community Development Vol. 4 (No. 2024, 1-5 ISSN Online 2798-3706 HASIL Pelatihan Pengelolaan Keuangan memiliki peran yang sangat penting sebagai dasar untuk menopang pertumbuhan dan kesejahteraan usaha. Tingkat efektivitas manajemen keuangan dan kualitas laporan keuangan menjadi faktor krusial yang menentukan keberhasilan suatu usaha. Meskipun demikian, di kampung garam, seringkali pemahaman akan kebutuhan manajemen keuangan terabaikan, terutama dalam konteks pentingnya memisahkan antara keuangan usaha dan keuangan rumah tangga. Hal ini mempengaruhi stabilitas dan perkembangan usaha di lingkungan tersebut. Pelatihan Pengelolaan Keuangan Manajemen keuangan yang efektif dan benar menjadi suatu keharusan bagi perkembangan usaha. Laporan keuangan seringkali menjadi dasar bagi penilaian dan dukungan modal, serta menjadi acuan dalam menjalin kerjasama bisnis. Kualitas laporan keuangan yang baik menandakan bahwa sebuah usaha beroperasi dengan kesehatan keuangan yang Namun, sayangnya, seringkali pelaku usaha di kampung garam mengabaikan pentingnya manajemen keuangan. Terjadi kecenderungan ketidakpahaman terhadap pemisahan keuangan usaha dengan keuangan rumah tangga. Laporan keuangan memiliki peran krusial sebagai indikator utama kinerja usaha. Bagi pengusaha kecil dan menengah, kemampuan menyusun dan menyajikan laporan keuangan dengan benar menjadi kunci penting untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Para pelaku usaha perlu melakukan pencatatan setiap transaksi yang terkait dengan kegiatan usaha, mencakup aspek seperti kas, pembelian . unai dan kredi. , penjualan . unai dan kredi. , piutang, dan utang. Proses penyusunan laporan keuangan melibatkan unsur neraca dan laporan laba/rugi (Income Statemen. Neraca, sebagai salah satu laporan keuangan, menggambarkan informasi terkait harta, utang, dan modal perusahaan pada waktu tertentu, dengan prinsip keseimbangan (Harta = utang Melalui neraca, perusahaan dapat mengevaluasi struktur modal, ukuran tingkat Laporan laba/rugi memberikan gambaran tentang keberhasilan operasional perusahaan selama Dengan menggunakan kedua jenis laporan ini, perusahaan diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja keuangan mereka untuk mencapai tujuan bisnis yang diinginkan. Melalui laporan ini, perusahaan memperoleh mencakup apakah hasilnya menguntungkan atau Laporan laba/rugi menginformasikan tentang penjualan bersih dan biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu. Ketika total pendapatan melampaui total biaya, perusahaan berada dalam kondisi untung. sebaliknya, jika total biaya melebihi pendapatan, perusahaan mengalami kerugian. Monitoring dan evaluasi Penyelenggaraan pelatihan, pemantauan, dan evaluasi menjadi langkah krusial untuk menilai sejauh mana efektivitas pelatihan yang disajikan kepada peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta belum mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan. Hanya sekitar 70% di antara mereka yang sudah mulai menerapkan konsep pembukuan keuangan. Meskipun demikian, hasil monitoring dan evaluasi daring menunjukkan bahwa semua peserta pelatihan memiliki pemahaman dan merasakan manfaat yang diperoleh dari mengikuti pelatihan Dengan memahami kondisi saat ini, diharapkan bahwa setelah situasi membaik, sebagian besar peserta pelatihan dapat mengaplikasikan secara efektif materi yang telah diberikan. Langkah ini diharapkan dapat membantu mereka meningkatkan kapasitas usaha. Gambar 1. Pelatihan laporan sederhana Perwira Journal of Community Development Vol. 4 (No. 2024, 1-5 ISSN Online 2798-3706 KESIMPULAN Dari laporan kegiatan pengabdian di kampung garam, dapat diambil kesimpulan bahwa pelatihan tersebut memberikan manfaat yang signifikan bagi Peserta berhasil memperoleh pemahaman mendalam mengenai prinsip pembukuan keuangan yang benar. Berdasarkan hasil pemantauan, dari total 14 peserta pelatihan, sekitar 70% yang telah menerapkan konsep pembukuan. Dengan demikian, diharapkan peserta dapat memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan untuk mengembangkan usaha mereka ketika kondisi DAFTAR PUSTAKA