KONEKTIVITAS ANGKUTAN KERETA API DENGAN ANGKUTAN JALAN ( STUDI KASUS : STASIUN TAMBUN. BEKASI ) Subarto. ATD. MM Dosen STTD Jl. Raya Setu No. Bekasi Telp. /Fax : . 8254640 Dr. Gloria Novita C. Dosen STTD Jl. Raya Setu No. Bekasi Telp. /Fax : . 8254640 Ir. Djamal Subastian. Dosen STTD Jl. Raya Setu No. Bekasi Telp. /Fax : . 8254640 Sahar Andika. SH. MH Dosen STTD Jl. Raya Setu No. Bekasi Telp. /Fax : . ABSTRACT Bekasi Regency area that is vast and most of the population working in the Jabotabek area causes the need for public transportation that has a long enough travel characteristics, see traffic condition and the condition of road network is not good. So that the service of rail transport (KA) becomes very important. Since the opening of train service from CikarangJakarta which also serve Tambun station, the number of passengers who got up/down at Tambun station continues to increase. The characteristics of train passengers at Tambun station, about 60% using motorcycles and motorcycle taxis and only 23% are using public Passenger train at the station Tambun 70% dominant stated that public transport service is good, but only 30% from non-public transport users who are willing to move mode to public transport if the service is provided. Currently there are 9 public transport routes with 156 units of vehicles that can serve passengers to/from the station Tambun. Bekasi. But with less good performance and tend to be bad. The improvement of public transport services can be mainly on headway, scheduling . liminating ngete. and extending operating hours, and all of them can still be accommodated by the number of vehicles currently operating . o need for the addition of a flee. Keywords : Transport. Station. Passenger ABSTRAKSI Wilayah Kabupaten Bekasi yang luas dan sebagian besar penduduknya yang bekerja di wilayah Jabotabek ini menyebabkan adanya kebutuhan terhadap angkutan umum yang memiliki karakteristik perjalanan yang cukup panjang, melihat kondisi lalu lintas dan kondisi jaringan jalan yang kurang baik. Sehingga adanya pelayanan angkutan kereta api (KA) menjadi sangat penting. Sejak dibukanya layanan kereta api dari Cikarang-Jakarta yang juga melayani Stasiun Tambun, jumlah penumpang yang naik/ turun di Stasiun Tambun terus Karakteristik penumpang kereta api di Stasiun Tambun, sekitar 60% menggunakan sepeda motor dan ojek dan hanya 23 % yang menggunakan angkutan umum. Penumpang kereta api di Stasiun Tambun 70% dominan menyatakan bahwa layanan angkutan umum baik, namun hanya 30% dari non-pengguna angkutan umum yang bersedia pindah moda ke angkutan umum jika disediakan layanan angkutan. Saat ini terdapat 9 trayek angkutan umum dengan jumlah kendaraan 156 unit yang dapat melayani penumpang menuju/ meninggalkan Stasiun Tambun. Bekasi. namun dengan kinerja yang kurang baik dan cenderung buruk. Peningkatan layanan angkutan umum dapat diutamakan khususnya pada headway, penjadwalan . enghilangkan ngete. dan memperpanjang jam operasional, dan semuanya masih dapat diakomodir oleh jumlah kendaraan yang beroperasi saat ini . idak perlu penambahan armad. Kata Kunci :Transportasi. Stasiun. Penumpang PENDAHULUAN Angkutan kereta Api sebagai bagian penting dari sistim angkutan umum di Indonesia dan merupakan salah satu elemen dari sistem transportasi perkotaan yang memegang peran yang sangat penting bagi suatu daerah atau wilayah. Salah satu indikator dari wilayah yang dapat ditandai, antara lain dengan melihat kondisi sistem transportasi khususnya angkutan Karakter wilayah Kabupaten Bekasi yang luas dan sebaran penduduk yang relatif dan dimana sebagaian besar penduduknya bekerja diluar kota atau di wilayah Jabotabek menyebabkan adanya kebutuhan terhadap angkutan umum yang karakteristik perjalanan yang cukup panjang, sehingga diperlukan jenis angkutan yang dapat melayani perjalanan jarak jauh, melihat kondisi lalu lintas dan kondisi jaringan jalan yang kurang baik menyebabkan pelayanan angkutan umum dengan basis jalan menjadi kurang optimal, sehingga adanya pelayanan angkutan kereta api (KA) menjadi sangat penting. Di samping itu, rute angkutan umum yang baik harus dapat dapat menjangkau seluruh wilayah dan memenuhi kepentingan beberapa pihak terkait seperti penumpang . , pengelola . dan pemerintah . , namun agar lebih optimal angkutan KA harus didukung oleh peyanan angkutan angkutan umum berbasis jalan sehingga tercipta konektivitas antara berbagai jenis pelayanan. Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi sebagai pembina transportasi di Kabupaten Bekasi tentunya sangat berkepentingan dalam membina angkutan umum di wilayahnya. Salah satu wujud pembinaan . erencanaan, pengaturan dan pengendalian pelayanan angkutan umu. yaitu melakukan kegiatan perencanaan pelayanan angkutan umum dalam trayek tetap dan teratur, khususnya angkutan perdesaan di Kabupaten Bekasi. Khususnya evaluasi konektivitas antara angkutan umum kereta api dengan angkutan umum lainnya. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian penelitian tentang Konektivitas Angkutan Kereta Api Dengan Angkutan Jalan ( Studi Kasus : Stasiun Tambun. Bekasi ) adalah : Untuk meningkatkan pelayanan Angkutan umum di Instansi dan wilayah terkait. Peranan angkutan kereta api dalam wilayah Kabupaten Bekasi. SASARAN PENELITIAN Sasaran utama studi ini lebih diarahkan sebagai bahan evaluasi dalam penetapan kebijakan perencanaan, angkutan jalan . yang berbasis pada konektivitas pelayanan kereta api pada Stasiun Tambun. RUANG LINGKUP PENELITIAN Ruang Lingkup Wilayah Ruang lingkup yang menjadi wilayah studi dari kegiatan ini adalah wilayah Kabupaten Bekasi. Ruang Lingkup Studi Adapun rincian ruang lingkup studi ini adalah pada operasional angkutan umum pada wilayah Stasiun Tambun. KELUARAN HASIL PENELITIAN Keluaran dari penelitian ini adalah berupa rekomendasi dari trayek-trayek angkutan umum yang melalui stasiun Tambun menuju daerah-daerah asal-tujuan penumpang yang menggunakan angkutan kereta api (Commuter Line-CL). METODOLOGI PENELITIAN Data Sekunder Angkutan Data jaringan Trayek, sosek dan studi angkutan KA Penentuan Jenis Survey Survey Inventarisasi Stasiun Data stasiun dan perjalanan Survey Wawancara Penumpang Data sebaran perjalanan . atrik OD) Interaksi Lintasann trayek & sebaran Penyesuaian kebutuhan angkutan Rencana penetapan jaringan trayek usulan Gambar : Metodologi Studi Penelitian ANALISIS DAN PEMBAHASAN Jaringan Pelayanan Angkutan Umum Yang dimaksud dengan jaringan pelayanan angkutan umum adalah jaringan trayek yang dilengkapi dengan terminal dan tempat perhentian, untuk wilayah sekitar Stasiun Tambun, angkutan umum dalam trayek yang melayani adalah: trayek Angkutan Pedesaan dan trayek Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi-AKDP. Angkutan Perdesaan tersebut melayani pergerakan masyarakat antar kecamatan di Kabupaten Bekasi, sedangkan AKDP melayani pergerakan masyarakat antar kota/ kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Tabel. : Daftar nama trayek dan jumlah armada. Kabupaten Bekasi NOMOR URAIAN TRAYEK TRAYEK K Ae 14 K Ae 14 A K - 16 K - 16 K - 16 K - 16 C K - 17 K -18 K - 18A K -23 K -29 K -29 A K -29 B K -32 K -32 A K - 33 K -35 JUMLAH ARMADA KET. Kp Utan Ae Setu Ae Serang pp Setu Ae Cibening Ae Psr Serang Ae Lippo City pp Tambun Ae Tambelang Ae Balong asem pp Tambun - Perum Villa Bekasi Indah. Tambun Ae Graha Prima Cikarang Ae Sukatani PP Cikaarang - Sukatani - Muara Gembong PP Tambun Ae Cimuning Ae Setu PP Cikarang Ae Bojong Ae Pabayuran-Sb Urip Ae Kp Garon PP Terminal Bekasi - Tambun Ae Perum Griya Asri Cikarang Ae Cibarusah PP Cikarang - Pebayuran PP Cikarang Ae Lm Abang Ae Kp juang Ae Rw Kuda Ae Kp Kramat- Pabayuran Cikarang Ae Wr Bongkok Ae Sk Danau Cikarang Ae Cibitung Ae MM 2100 PP Cikarang - Lm Abang - Psr Gombong Ae Serang PP Cikarang Ae Lm abang Ae Tegal Danas Ae Sukamahi PP K Ae 38 Cikarang Ae Sukamantri Ae Pule PP K - 39 Terminal Bekasi Ae Pasar Tambun K Ae 39 B K Ae 39 C Terminal Bekasi - Kompas Cikarang Ae Cibitung Ae SKU Ae Graha Prima PP NOMOR URAIAN TRAYEK TRAYEK Cikarang Ae Lm Abang Ae Psr K Ae 42 Gombong Ae Lippo City PP Cabang bugin Ae Bojong Karatan Ae K Ae 51 Taruma jaya Ae Marunda PP JUMLAH ARMADA KET. K -52 Cikarang Ae Citarik Ae Tg Danas PP K -53 Sukatani Ae Bojong Ae Pabayuran PP Cikarang Ae Kalijaya Ae Tambelang Kawasan Jababeka I Ae Perum K - 99 Cikarang Baru PP Cibitung ( Sn Jaya ) Ae Tg Gede Ae Tg K -61 Danas PP Sukamahi Ae Cicau Ae Cilangkara Ae Sn K -35. Jaya AeCikutul Ae Cibarusah PP Terminal Bekasi - Tambun - CBL K - 36 Ps. Malik - Bojong Koneng 31 K - 36B CBL - Tanah Angke PP Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, 2014 & sumber-sumber lain. K -57 Tabel. : Daftar nama trayek yang melayani sekitar Stasiun Tambun NOMOR TRAYEK K Ae 01 A K - 16 K Ae 16 K Ae 16 URAIAN TRAYEK JUMLAH ARMADA KET. Stasiun Bekasi Ae Tambun - Cikarang Tambun Ae Tambelang Ae Balong asem pp AKDP Angdes Tambun - Perum Villa Bekasi Indah. Angdes Tambun Ae Graha Prima Angdes Angdes Angdes K Ae 16 C K - 39 Terminal Bekasi - Tambun Ae Perum Griya Asri Terminal Bekasi Ae Pasar Tambun K Ae 39 B Terminal Bekasi - Kompas Angdes K Ae 23 Tambun Ae Cimuning Ae Setu PP Angdes Angdes K - 36 Terminal Bekasi - Tambun Ae CBL Sumber : Hasil Inventarisasi, 2019 Gambar : Peta Trayek Angkutan Umum yang Melintasi Stasiun Tambun FAKTOR MUATAN Tabel : Faktor muat rata-rata setiap Rute LOAD FACTOR (%) Peak Pagi Peak siang Peak sore NOMOR TRAYEK RATARATA PENILAIAN LOAD FACTOR K Ae 01 A < 70 % K - 16 < 70 % K Ae 16 BV < 70 % K Ae 16 BG < 70 % K Ae 16 C < 70 % K - 39 < 70 % K Ae 39 B < 70 % K Ae 23 < 70 % NOMOR TRAYEK K - 36 LOAD FACTOR (%) Peak Pagi Peak siang Peak sore RATARATA PENILAIAN LOAD FACTOR < 70 % Sumber : Hasil Survei & Analisis, 2019 Faktor muat angkutan pedesaan yang melayani disekitar wilayah Stasiun Tambun. Kabupaten Bekasi bervariasi, dimana rata-rata faktor muat angkutan umum adalah dibawah 70 %. KAPASITAS PELAYANAN Kapasitas pelayanan merupakan jumlah muatan penumpang maksimum . yang disediakan oleh pelayanan suatu trayek angkutan dalam tempo waktu tertentu. Berdasarkan pengolahan data hasil kompilasi dan verifikasi data survai menunjukkan bahwa kapasitas pelayanan angkutan pedesaan di Kabupaten Bekasi adalah sebesar 9. penumpang per hari, yang terdiri dari 9 trayek. Nilai ini diperoleh dari penjumlahan kapasitas penumpang di semua trayek yang merupakan fungsi perkalian antara kapasitas jenis kendaraan layanan, jumlah kendaraan beroperasi dan jumlah rit/hari. Secara terperinci jumlah kapasitas pelayanan per hari untuk setiap trayek dapat disajikan dalam Tabel berikut: Tabel : Data kapasitas pelayanan angkutan umum di sekitar Stasiun Tambun NOMOR TRAYEK Jenis Jumlah Kendaraan Beroperasi Jumlah Rit / Hari pelayanan /hari K Ae 01 A Bus Sedang K - 16 MPU K Ae 16 BV MPU K Ae 16 BG MPU K Ae 16 C MPU K - 39 MPU K Ae 39 B MPU K Ae 23 MPU K - 36 MPU Jumlah Sumber : Hasil Analisis, 2019 VOLUME PERMINTAAN Volume permintaan pelayanana angkutan umum merupakan jumlah penumpang yang telah diangkut dalam satuan waktu tertentu, yang dapat diukur dalam satuan waktu per hari atau per jam sibuk dan jam sepi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa volume permintaan pelayanan angkutan pedesaan di Kabupaten Bekasi adalah sebesar 5. 996 penumpang per hari dari keseluruhan trayek yang melayani di sekitar Stasiun Tambun, yang berjumlah 9 trayek. Secara terperinci jumlah kapasitas pelayanan angkutan umum/pedesaan di Kabupaten Bekasi per hari untuk masing-masing trayek dapat disajikan dalam Tabel berikut: Tabel : Volume Permintaan Pelayanan Angkutan Umum. Di Sekitar Stasiun Tambun NOMOR TRAYEK Jenis Kendaraan Kapasitas Kendaraan Load Faktor Dinamis (%) Kendaraan Beroperasi Jumlah Rit / Hari Jumlah Penumpang / Hari K Ae 01 A Bus Sedang 60,95 K - 16 MPU 59,03 MPU 66,59 MPU 76,90 K Ae 16 K Ae 16 K Ae 16 C MPU 64,95 K - 39 MPU 63,82 K Ae 39 B MPU 79,65 K Ae 23 MPU 69,32 K - 36 MPU 53,56 Jumlah Sumber : Hasil Analisis, 2019 ASAL DAN TUJUAN PERJALAN Asal perjalanan dari responden di Stasiun Tambun, sebahagian besar adalah dari wilayah Tambun . ,6 %), diikuti oleh Kecamatan Cibitung . ,6%) dan dari arah Karawang . ,6%). Kecamatan Bekasi Timur . ,8%). Kecamatan Mustika Jaya . ,2%). Kecamatan Setu . ,2%), rincian asal perjalanannya sebagaimana Tabel berikut. Tabel : Asal Perjalanan di Stasiun Tambun No. Asal Perjalanan Responden Kota/ Kab/ Kecamatan KABUPATEN BEKASI Asal Perjalanan Populasi Jumlah Prosentase Jumlah 88,8% Cibitung 2,6% Cikarang Selatan 0,2% Cikarang Timur 0,4% Cikarang Utara 0,6% Setu 1,2% Sukatani 0,2% Tambun 83,6% KARAWANG Karawang KOTA BEKASI 2,6% 2,6% 8,6% Bantargebang 0,2% Bekasi Barat 0,6% Bekasi Selatan 0,2% Bekasi Timur 1,8% Bekasi Utara 1,2% Jatiasih 1,0% Medan Satria 0,6% Mustika Jaya 1,2% Pondok Gede 0,8% Pondok Melati 0,2% Rawalumbu 0,8% Jumlah 100,0% 100,0% Gambar : Desire line asal perjalanan penumpang KA di Stasiun Tambun Adapun tujuan perjalanan dari responden di Stasiun Tambun, utamanya menuju DKI Jakarta . ,8%). Kabupaten Bekasi . ,4%). Depok . ,2%). Kota Bekasi . ,8%), dan Karawang . ,2%), sedangkan wilayah lainnya adalah Bogor dan Tangerang sekitar 1%. Secara rinci tujuan perjalanannya adalah sebagaiman Tabel 5. Gambar : Desire line tujuan perjalanan penumpang KA dari Stasiun Tambun Tabel : Tujuan Perjalanan dari Stasiun Tambun No. Tujuan Perjalanan Responden Tujuan Perjalanan Populasi Kab. / Kota Jumlah JAKARTA Jumlah Prosentase 75,8% Jakarta Utara 0,4% Jakarta Pusat 33,8% Jakarta Barat 8,6% Jakarta Timur 21,2% Jakarta Selatan 11,8% BOGOR 1,6% DEPOK 4,2% TANGERANG 1,0% KARAWANG 2,2% KAB BEKASI 11,4% KOTA BEKASI 3,8% Total KEBUTUHAN ANGKUTAN UMUM Berdasarkan hasil survei statis dan survei dinamis telah diperoleh jumlah armada yang beroperasi, headway dan jumlah rit per hari dari 9 . trayek yang melayani kawasan Stasiun Tambun. Bekasi. Tabel : Angkutan Umum di Stasiun Tambun Kode Trayek Jumlah Armada Ratarata (%) Kapasitas Kendaraan Jumlah Rit/ Hari Dinamis (%) Waktu . Headway saat ini Waktu Operasi K Ae 01 A 60,95 K - 16 59,03 K Ae 16 BV 66,59 K Ae 16 BG K Ae 16 C 64,95 K - 39 63,82 K Ae 39 B 79,65 K Ae 23 69,32 K - 36 53,56 Jumlah Dalam rangka memenuhi keinginan masyarakat, maka direncanakan layanan angkutannya sebagaimana Tabel 5. 8, utamanya pada penetapan headway maksimum 5 menit dan jam operasi menjadi 17 jam . , dan diperoleh bahwa jumlah total kendaraan yang diperlukan adalah 141 . eratus empat puluh sat. kendaraan, dan hal ini masih dapat dilayani oleh jumlah kendaraan yang beroperasi saat ini . Tabel : Rencana Operasi Angkutan Umum Jalan, di Stasiun Tambun. Kode Trayek Waktu . RTT (Meni. Headway saat ini Jam Operasi Headway Kebutuhan Kendaraan Juml. Rit/ Hari Renc. /hari K Ae 01 A K Ae 16 K Ae 16BV K Ae 16BG K Ae 16 C K Ae 39 K Ae 39 B K Ae 23 K Ae 36 Jumlah PENATAAN TRAYEK Mengenai angkutan umum di sekitar stasiun Tambun, khususnya jaringan trayek pedesaan di Kabupaten Bekasi berkaitan dengan peningkatan Stasiun Tambun, maka dapat disimpulkan bahwa: Untuk pergerakan jarak jauh dan memengah sudah cukup dijangkau oleh angkutan umum yang ada yaitu Angkutan K - 01A untuk pergerakan di jalur utama Kabupaten Bekasi. Sedangkan untuk wilayah Utara dan Selatan pada kisaran zona atau kecamatan sekitar Stasiun Tambun sudah dapat dilayani oleh angkutan K Ae 16. K Ae 16 BV. K Ae 16 BG. K Ae 16 C. K Ae 39. K Ae 39 B. K Ae 23. K Ae 36. Yang menjadi masalah adalah layanan angkutan umum, diantaranya adalah jadwal perjalanan dan headway yang tidak jelas, khususnya dengan kebiasaan untuk ngetem menunggu calon penumpang. Untuk itu perlu dilakukan penataan operasional angkutan umum di sekitar Stasiun Tambun, dengan meningkatkan headway menjadi setiap 5 menit pada jam sibuk dan meningkatkan waktu operasional angkutan umum dari rata-rata 13 jam menjadi 17 jam . KESIMPULAN Memperhatikan hasil survei dan analisis, dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu: Sejak dibukanya layanan kereta api dari Cikarang-Jakarta yang juga melayani Stasiun Tambun, jumlah penumpang yang naik/ turun di Stasiun Tambun terus meningkat, dari data bulan Januari 2019 tercatat sudah mencapai 13. 518 penumpang/ hari. Karakteristik penumpang kereta api di Stasiun Tambun, umumnya menggunakan sepeda motor dan ojek . otal sekitar 60%), dan hanya 23 % yang menggunakan angkutan umum. Walaupun penumpang kereta api di Stasiun Tambun dominan . %) menyatakan bahwa layanan angkutan umum baik, namun hanya 30% dari non-pengguna angkutan umum yang bersedia pindah moda ke angkutan umum jika disediakan layanan angkutan. 97% pengguna KA di Stasiun Tambun mengeluarkan dana untuk transportasi dibawah Rp. 1 juta, dan 56% penumpang menyatakan bahwa nilai pengeluaran untuk transport masih dibawah 10% dari pendapatannya. Saat ini terdapat 9 trayek angkutan umum dengan jumlah kendaraan 156 unit yang dapat melayani penumpang menuju/ meninggalkan Stasiun Tambun. Bekasi. namun dengan kinerja yang kurang baik dan cenderung buruk. Peningkatan layanan angkutan umum dapat diutamakan khususnya pada headway, penjadwalan . enghilangkan ngete. dan memperpanjang jam operasional, dan semuanya masih dapat diakomodir oleh jumlah kendaraan yang beroperasi saat ini . idak perlu penambahan armad. REKOMENDASI