Volume 4 Nomor 1 (Jun. GENITRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN ISSN: 2964-7010 Inovasi Pemberdayaan AuKader SiagaAy Menuju Kehamilan Sehat Di Desa Kenteng. Nogosari Luluk Khusnul Dwihestie 1. Winarsih1. Herdini Widyaning Pertiwi 1. Habid Al Hasbi2 Prodi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan. STIKES Estu Utomo. Indonesia Prodi Pendidikan Profesi Ners. STIKES Estu Utomo. Indonesia Jl. Tentara Pelajar Mudal. Boyolali. Jawa Tengah. Indonesia Corresponding author: Luluk Khusnul Dwihestie Email: lulukh@stikeseub. ABSTRAK Masa kehamilan merupakan fase krusial dalam kehidupan perempuan yang membutuhkan perhatian Ibu hamil perlu beradaptasi dengan perubahan fisik dan psikologis, keduanya berperan penting dalam kesejahteraan ibu dan janin. Namun demikian, upaya pencegahan gangguan kesehatan psikologis seperti cemas, stres, dan depresi masih belum optimal dan sering luput dari penanganan yang tepat. Kader kesehatan berperan strategis dalam upaya promotif di masyarakat, sehingga peningkatan pengetahuan dan keterampilan diperlukan sebagai bekal dalam mendampingi ibu hamil. Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam pemantauan kesehatan ibu hamil di desa Kenteng. Kegiatan PKM dilaksanakan pada bulan Januari 2025 dihadiri oleh 33 kader di aula balai desa Kenteng, kecamatan Nogosari. Bahan dan metode yang digunakan meliputi media poster, modul pemeriksaan kesehatan ibu hamil, serta alat ukur status gizi dan skrining jiwa ibu hamil. Materi disampaikan dengan metode ceramah, demonstrasi, dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar kader mengalami peningkatan pengetahuan mengenai pemeriksaan status gizi dan kesehatan psikis ibu hamil, yaitu 61% termasuk kategori pengetahuan baik. Kesimpulan: terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader dalam mendampingi ibu hamil, baik dari aspek fisik maupun psikologis. Diharapkan kader mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan secara berkesinambungan agar lebih responsif dalam mendeteksi serta membantu mengatasi keluhan kesehatan ibu hamil. Kata Kunci: Ibu Hamil. Kader Kesehatan. Skrining Jiwa ABSTRACT Pregnancy is a crucial phase in a woman's life that requires special attention. Pregnant women need to adapt to physical and psychological changes, both of which play an important role in the wellbeing of the mother and fetus. However, efforts to prevent psychological health disorders such as anxiety, stress, and depression are still not optimal and often go unaddressed. Health cadres have a strategic role in promotive efforts in the community, so increasing knowledge and skills is needed as a provision in assisting pregnant women. This community service aims to improve the knowledge and skills of health cadres in monitoring the health of pregnant women in Kenteng village. The activity was held in January 2025, attended by 33 cadres at the Kenteng village hall. Nogosari sub-district. Materials and methods used include poster media, pregnant women's health examination modules, as well as measuring tools for nutritional status and mental screening of pregnant women. The materials were delivered using lecture, demonstration, and interactive discussion methods. The results of the activity showed that most cadres had increased knowledge about examining the nutritional status and psychological health of pregnant women, 61% of which were categorized as good knowledge. Conclusion: there is an increase Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm in the knowledge and ability of cadres in assisting pregnant women, both from the physical and psychological aspects. It is expected that cadres will be able to develop their knowledge and skills continuously to be more responsive in detecting and helping to overcome health complaints of pregnant Keyword: Pregnant Women. Health Cadres. Mental Screening PENDAHULUAN Masa kehamilan merupakan fase krusial dalam siklus kehidupan seorang perempuan sehingga memerlukan perhatian khusus. Dukungan yang memadai berperan agar ibu hamil mampu beradaptasi dengan perubahan fisik dan psikologis selama masa kehamilan. Kesehatan ibu hamil meliputi kesehatan fisik dan psikologis yang saling berkaitan untuk mencapai kesejahteraan ibu dan janin (Ahmad et , 2. Pada proses penyesuaian masa kehamilan, seringkali muncul permasalahan kesehatan baik secara fisik maupun psikologis. Namun demikian, upaya pencegahan terhadap permasalahan khususnya kesehatan psikologis belum dilakukan secara optimal. Gangguan kesehatan jiwa pada ibu hamil, contohnya rasa cemas yang berlebihan, stres, dan depresi, seringkali tidak terdeteksi bahkan belum mendapatkan penanganan yang tepat psikologis (Jalal et al. , 2024. Rahmawati & Wulandari. Kesehatan psikologis ibu hamil menjadi indikator kesehatan psikologis di tahap selanjutnya, yaitu pasca persalinan dan masa Selama ini asuhan kebidanan yang diberikan masih berfokus pada ibu yang mengalami postpartum blues, tanpa disadari bahwa kesehatan psikologis selama kehamilan juga perlu diperhatikan. Namun, koordinasi lintas sektor terkait kesehatan jiwa pada ibu hamil belum optimal (Damayani et al. , 2. Perubahan psikologis ibu hamil fluktuatif selama trimester satu hingga trimester tiga bahkan meningkat Ibu mengkhawatirkan hal-hal buruk yang belum tentu terjadi. Bahkan muncul keluhan sulit tidur disebabkan mengkhawatirkan proses persalinan yang akan dijalani. Kondisi ibu hamil yang sehat secara fisik dan psikologis berpotensi menurunkan angka kematian ibu secara global. Gejala permasalahan kesehatan psikologis masih belum banyak disadari oleh masyarakat seperti munculnya rasa tidak percaya diri ibu menjalani berkepanjangan (Qotimah et al. , 2. Kabupaten Boyolali menjadi peringkat ke-tiga angka kematian ibu tertinggi di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2024. Kecamatan Nogosari merupakan wilayah nomor satu dengan angka kematian ibu se-Kabupaten yaitu sejumlah 3 kematian ibu. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, permasalahan kesehatan ibu dan anak di Kecamatan Nogosari disebabkan kemandirian masyarakat di bidang kesehatan yang masih rendah. Upaya evaluasi program kesehatan kembali dikaji oleh Puskesmas, terutama berfokus pada promotif, preventif, dan kuratif di tahap awal. Screening kesehatan ibu dilakukan sejak awal kehamilan. Pemeriksaan terintegrasi bekerjasama antar tenaga kesehatan melibatkan kader kesehatan yang menjadi lini terdepan dan terdekat dengan Hal ini merupakan langkah strategis dalam upaya menurunkan angka kematian ibu. Deteksi dini diperlukan agar komplikasi dapat ditangani secara cepat dan tepat (Dinkes Kab. Boyolali, 2. Kader kesehatan memiliki peran penting dalam upaya promotif di masyarakat sehingga pengetahuan dan keterampilan kader perlu terus Pengetahuan menjadi bekal bagi kader untuk membantu mengatasi keluhan yang dialami ibu hamil (Puspita et al. , 2. (Lestari & Ulfa, 2. Program kunjungan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Nogosari telah berjalan, dilakukan pengkajian data ibu hamil beserta riwayat kesehatan ibu dan keluarga. Selain itu, dilakukan pemantauan tekanan darah, pengukuran lingkar lengan, dan disarankan untuk cek laboratorium lengkap di Puskesmas guna pencegahan anemia pada kehamilan. Namun demikian, deteksi kesehatan psikologis ibu hamil belum dilakukan. Kader kesehatan belum mengetahui bagaimana cara mendeteksi kesehatan jiwa ibu hamil, termasuk mengenali tanda-tanda awal gangguan seperti perasaan cemas, gelisah, dan takut. Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm Pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) edisi 2025, telah mencantumkan instrument yang dapat digunakan untuk melakukan skrining jiwa ibu hamil yaitu menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) terdiri dari 10 pertanyaan. Ibu hamil akan menjawab sepuluh pertanyaan tersebut sesuai kondisi terkini dan skor yang dihasilkan akan menentukan diagnose apakah ibu hamil tersebut sehat secara psikis atau terindikasi mengalami Desa Kenteng merupakan salah satu desa di Kecamatan Nogosari dengan ibu hamil sejumlah 73 ibu, namun ditemukan 48 ibu hamil . ,7%) termasuk berisiko tinggi. Risiko tinggi paling banyak disebabkan oleh hipertensi, anemia, dan kekurangan energi kronis (KEK). Data ini menunjukkan tingginya prevalensi ibu hamil dengan risiko tinggi di Desa Kenteng. Komplikasi kehamilan secara fisik dapat menambah beban pikiran ibu hamil, sehingga berdampak pada kondisi psikis ibu. Oleh sebab itu, diperlukan upaya pemantauan dan peningkatan kesehatan ibu hamil secara menyeluruh baik fisik maupun psikologis. Mulai tahun 2025. Posyandu di desa Kenteng mulai menerapkan Program Integrasi Layanan Primer (ILP) yang menekankan berkesinambungan. Pelaksanaan ILP melibatkan kader sebagai pelaksana awal dalam skrining dan edukasi kesehatan di masyarakat. Rendahnya pemahaman dan keterampilan kader dalam aspek kesehatan psikologis menjadi tantangan yang perlu diatasi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan Aukader siagaAy dalam mendukung kesehatan ibu hamil di desa Kenteng, kecamatan Nogosari. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di desa Kenteng, kecamatan Nogosari, kabupaten Boyolali. Jawa Tengah dengan sasaran adalah kader kesehatan sebanyak 33 Kegiatan dilakukan pada tanggal 21-25 Januari 2025. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa Kenteng, dilakukan melalui Tahap Persiapan Tahap ini dimulai dengan koordinasi antara tim pengabdian dan bidan Desa Kenteng. Ibu Tutik Lestari. Amd. Keb. Koordinasi dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2025, yang menghasilkan kesepakatan bahwa pelatihan kader kesehatan akan dilaksanakan di aula Balai Desa Kenteng. Selanjutnya, pada hari Selasa, 21 Januari 2025 tim pengabdian mempersiapkan undangan, daftar hadir, materi pelatihan, serta sarana dan prasarana penunjang kegiatan. Tahap Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Januari 2025 pukul 08. 00Ae11. 00 WIB di Balai Desa Kenteng dan diikuti oleh 33 kader Kegiatan brainstorming untuk menggali pemahaman awal kader mengenai peran kader mengenai peran dalam pendampingan kesehatan ibu hamil, dilanjutkan dengan pembagian kuesioner pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal. Materi pelatihan bertema AuKader Siaga: Mendukung Kesehatan Fisik dan Psikologis Ibu HamilAy disampaikan menggunakan metode ceramah, demonstrasi, dan diskusi interaktif. Bahan dan metode yang digunakan dalam pelatihan meliputi media poster edukatif, modul pemeriksaan kesehatan ibu hamil, serta alat ukur status gizi dan skrining kesehatan jiwa, yaitu Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Kader dilatih secara langsung melalui simulasi penggunaan EPDS dan praktik interpretasi hasil skrining menggunakan studi kasus. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang menunjukkan antusiasme kader dalam membahas permasalahan nyata yang dihadapi di Salah satu kasus yang dibahas adalah ibu hamil usia 23 tahun dengan kehamilan ke-2 yang mengalami cemas berlebihan hingga sulit tidur namun tidak berani menyampaikan kepada Sehari-hari ibu mengurus balita anak pertamanya dan mengerjakan pekerjaan rumah sehingga ibu merasa lelah, namun keluarga merasa ibu hamil tersebut baik-baik saja karena tidak pernah mengeluh. Di akhir sesi, dilakukan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan dibandingkan hasil pre-test, yang menunjukkan bahwa materi mudah dipahami dan dapat diaplikasikan oleh kader. Kegiatan diakhiri dengan simulasi lanjutan penggunaan EPDS berbasis studi kasus, yang meningkatkan kepercayaan diri kader dalam mendeteksi risiko gangguan kesehatan jiwa pada ibu hamil. Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian membagikan panduan praktis bagi kader sebagai referensi lapangan dan mendorong kader untuk berkoordinasi dengan petugas kesehatan apabila ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm Tahap Evaluasi Evaluasi dilakukan untuk menilai keberhasilan pelatihan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan. Evaluasi ini mencakup tiga tahap, yaitu evaluasi proses, evaluasi hasil, dan evaluasi tindak lanjut. Pada tahap evaluasi proses, tim pengabdian menilai kelancaran pelaksanaan kegiatan, tingkat keterlibatan kader, serta antusiasme selama sesi pelatihan dan diskusi interaktif. Evaluasi membandingkan nilai pre-test dan post-test, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman kader terkait kesehatan fisik dan psikologis ibu hamil, serta tujuan dan manfaat penggunaan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Selain itu, observasi selama simulasi juga digunakan untuk menilai kemampuan kader dalam mempraktikkan skrining dan merespons permasalahan kesehatan yang ditemukan di lapangan. Evaluasi tindak lanjut dilakukan melalui analisis rencana aksi kader setelah pelatihan. Tim pengabdian memberikan rekomendasi agar kader secara rutin melakukan pemantauan terhadap ibu hamil berisiko tinggi dan menjalin komunikasi aktif dengan bidan desa. Hasil evaluasi mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh untuk mendukung kesehatan fisik dan psikologis ibu hamil di wilayah masing-masing. Kader juga berkomitmen untuk melakukan edukasi dan pendampingan melalui grup WhatsApp dan kelas ibu hamil yang diadakan secara rutin setiap bulan. Rencana Tindak Lanjut Pada hari Sabtu, 25 Januari 2025 dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas refleksi terhadap pelaksanaan Didapatkan hasil bahwa pelatihan kader kesehatan memberikan dampak positif dalam peningkatan kapasitas kader, terutama dalam pemantauan kesehatan jiwa ibu hamil yang selama ini masih kurang diperhatikan. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara kader dan bidan desa setempat, serta membuka peluang pengembangan program berkelanjutan melalui pendekatan komunitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengetahuan Kader Pengetahuan Pengetahuan Pretest Pengetahuan Posttest Gambar 1. Hasil Pretest-Posttest Gambar 1. diketahui bahwa rata-rata nilai pretest adalah 78,18, sedangkan rata-rata nilai posttest meningkat menjadi 92,12, dengan ratarata peningkatan sebesar 13,94 poin. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader terkait kesehatan ibu hamil secara fisik dan psikologis, khususnya aspek skrining kesehatan jiwa menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Sebanyak 57,6% kader mengalami peningkatan skor setelah 42,4% mempertahankan nilai yang sudah tinggi sebelumnya, menunjukkan pemahaman dasar yang telah dimiliki dan diperkuat melalui kegiatan ini. Penggunaan metode ceramah, diskusi interaktif, dan simulasi berbasis studi kasus terbukti membantu kader dalam memahami konsep secara praktis. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa merupakan metode yang sesuai bagi pembelajaran orang dewasa dan dapat meningkatkan keterampilan kader secara signifikan dalam pelayanan kesehatan berbasis Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kader kesehatan setelah mengikuti kegiatan. Berdasarkan analisis nilai pretest dan posttest dari 33 kader, tersaji sebagai berikut: Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm Gambar 2. Penyampaian Materi Sesi penyampaian materi merupakan inti dari kegiatan pelatihan kader, yang dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai pentingnya peran kader dalam mendampingi ibu hamil, baik dari aspek fisik maupun psikologis. Materi disusun secara sistematis dan aplikatif. Penyampaian materi dilakukan melalui metode ceramah interaktif, demonstrasi pengisian instrument EPDS, serta diskusi berbasis studi kasus. Dalam sesi ini, pemateri menjelaskan indikator kesehatan ibu hamil, risiko tinggi kehamilan, serta gangguan psikologis yang sering tidak terdeteksi, seperti kecemasan, stres, dan gejala depresi ringan rendah (Elrassas et al. , 2. (Naaz & Muneshwar, 2. Kader diperkenalkan dengan alat ukur status gizi sederhana serta lembar Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) sebagai instrumen skrining jiwa yang dapat digunakan dalam pelayanan Posyandu maupun kunjungan rumah (Kemenkes, 2025. Hartati. Materi disampaikan secara bertahap, dimulai dari konsep dasar hingga praktik Kader diajak memahami pentingnya komunikasi empatik saat mendampingi ibu hamil, penggunaan bahasa yang tidak AumenghakimiAy, lebih responsif dan berperan sebagai pendengar yang baik, serta bagaimana mengidentifikasi tanda-tanda awal gangguan Kader berperan mengedukasi ibu hamil dalam persiapan fisik dan psikologis, sehingga persalinan dapat berjalan aman dan lancar (Hesti et al. , 2. (Abera et al. , 2. Pemateri juga memberikan contohcontoh nyata berdasarkan pengalaman lapangan untuk memudahkan kader menerima materi yang disampaikan. Simulasi penggunaan EPDS yang disertai dengan studi kasus mendorong kader untuk berpikir kritis dan kontekstual terhadap kondisi ibu hamil yang didampingi di Salah satu kasus yang dibahas menunjukkan bahwa gangguan psikologis ringan seperti kecemasan dan kelelahan emosional kerap tidak disadari oleh keluarga, kesejahteraan ibu hamil dan janin. Pada kasus ini, peran kader menjadi penting sebagai pelaksana deteksi awal dan penghubung antara masyarakat dan tenaga kesehatan, sejalan dengan Wulandatika et al. , . bahwa kader perlu ditingkatkan keterampilannya guna menjalankan tugas sebagai edukator bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, dalam hal ini kesehatan ibu dan anak. Kesehatan ibu dan anak akan berdampak pada penurunan angka kematian ibu dan neonatal. Selain penggunaan instrumen Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) untuk skrining kesehatan jiwa, pelatihan ini juga menekankan pentingnya pemanfaatan Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Ana. sebagai alat bantu yang terstandar secara nasional dan dimiliki oleh setiap ibu hamil. Buku KIA berisi catatan medis kehamilan, serta sebagai media edukatif yang memuat informasi penting mengenai tanda bahaya kehamilan, panduan pemeriksaan antenatal, hingga perawatan pascapersalinan (Imaroh & Mesra, 2. Namun, selama ini Buku KIA sering hanya Kader dapat memotivasi ibu untuk rajin membaca informasi yang ada di buku KIA. Sejalan dengan Wittiarika et al. , . Guntara & Rahmannia . , bahwa buku KIA dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan kader mengenai deteksi dini komplikasi kehamilan. Dengan demikian, risiko komplikasi dapat segera ditangani (Wardiyati & Rifiqoch, 2. (Bedaso et al. , 2. Sesi ini ditutup dengan ringkasan poinpoin penting, yang bertujuan memperkuat pemahaman kader sebelum masuk ke sesi posttest. Umpan balik dari peserta menunjukkan bahwa metode penyampaian yang digunakan sangat membantu, karena bersifat langsung, relevan dengan kondisi di lapangan, dan mudah Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm Gambar 3. Pelaksanaan Posttest Kader Gambar 3. menunjukkan kader kesehatan sedang mengerjakan post-test sebagai bagian dari evaluasi akhir setelah mengikuti pelatihan. post-test bertujuan untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader setelah menerima materi pelatihan terkait pemantauan kesehatan fisik dan psikologis ibu hamil. Suasana pelaksanaan terlihat serius dan fokus, mencerminkan kesungguhan kader dalam menyerap dan menerapkan materi yang telah diberikan. Selain peningkatan individu, pelatihan ini juga berdampak pada penguatan jejaring kader dengan tenaga kesehatan setempat. Dalam kesediaannya untuk mengintegrasikan skrining sederhana dalam kegiatan Posyandu dan kelas ibu hamil, serta mengaktifkan grup komunikasi melalui WhatsApp untuk sharing informasi dan pemantauan berkelanjutan. Kelas ibu hamil menjadi wadah bagi ibu untuk bertukar meningkatkan pengetahuan ibu seputar kehamilan dan persiapan menghadapi persalinan (Handayani et al. , 2. (Satriyandari & Estri. Ini menunjukkan kesiapan kader dalam mendukung implementasi Program Integrasi Layanan Primer (ILP) di tingkat desa Kenteng. Setelah pelatihan, tim pengabdian menanyakan kesan pesan kepada perwakilan kader, sebagai berikut: "Selama ini kami fokus ke timbang badan, lingkar lengan, dan tekanan darah saja. Sekarang saya tahu pentingnya juga mengecek perasaan dan kondisi jiwa ibu hamil. Saya merasa lebih percaya diri untuk mendampingi ibu hamil dengan pendekatan yang lebih Kader lain menambahkan: AuSaya jadi lebih paham, ternyata kesehatan ibu hamil itu bukan cuma soal fisik, tapi juga perasaan mereka. Kadang ibu hamil butuh diajak ngobrol dan didengarkanAy Pernyataan ini mencerminkan adanya pentingnya aspek psikologis dalam kehamilan, yang sebelumnya belum menjadi perhatian utama dalam praktik pendampingan di lapangan. Kader mulai menyadari bahwa gangguan emosional seperti kecemasan dan kelelahan mental dapat memengaruhi kondisi kehamilan secara keseluruhan. Dengan adanya pelatihan yang menyertakan materi skrining psikologis menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) serta simulasi studi kasus, kader menjadi lebih siap dan percaya diri dalam melakukan deteksi dini terhadap gangguan kesehatan jiwa ibu hamil. Selain dari kader, bidan desa Kenteng juga menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan ini, sebagai berikut: AuKami merasa sangat terbantu. Kader sekarang lebih peka dan komunikatif, terutama dalam mengenali keluhan ibu hamil yang mungkin selama ini tidak terlihat. Dengan adanya pelatihan ini, kami bisa lebih cepat tanggap jika ada ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus. Ay Pernyataan bidan desa ini menunjukkan peningkatan kolaborasi dan efektivitas komunikasi antara kader dan tenaga kesehatan. Pelatihan tidak hanya memperkuat kapasitas individu, tetapi juga mempererat sinergi lintas peran dalam pemantauan ibu hamil di komunitas. Hal ini selaras dengan kebijakan Program Integrasi Layanan Primer (ILP) yang menekankan pendekatan pelayanan berbasis kebutuhan masyarakat. SIMPULAN DAN SARAN Pelatihan kader kesehatan di Desa Kenteng pengetahuan dan keterampilan kader dalam pendampingan kesehatan ibu hamil, terutama aspek deteksi dini gangguan psikologis menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Rata-rata nilai post-test dibandingkan pre-test, dan sebagian besar kader mampu memahami serta mempraktikkan materi dengan baik. Pelatihan ini juga mendorong kader untuk lebih aktif memanfaatkan Buku KIA sebagai media edukasi dan deteksi dini komplikasi kehamilan. Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm Berdasarkan hasil kegiatan dan temuan di lapangan, pelatihan serupa disarankan untuk dilakukan secara berkala guna memperkuat kompetensi kader, tidak hanya dalam pendampingan kesehatan ibu hamil tetapi juga pada fase pascapersalinan dan kesehatan anak. Diperlukan pendampingan berkelanjutan dari tenaga kesehatan, yaitu bidan desa dan petugas mengimplementasikan keterampilan yang telah diperoleh secara optimal dalam kegiatan Posyandu maupun kunjungan rumah. DAFTAR PUSTAKA