Vol. No. 1, 2025, pp. DOI: https://doi. org/10. 29210/1202525128 Contents lists available at Journal IICET Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. ISSN: 2476-9886 (Prin. ISSN: 2477-0302 (Electroni. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/jppi Peran PKBI kota bengkulu dalam penyebaran informasi kesehatan reproduksi pada remaja perempuan Dea Asti*). Hajar G. Pramudyasmono. Ika Pasca Himawati Universitas Bengkulu. Indonesia Article Info ABSTRAK Article history: Received Jan 12 , 2025 Revised Feb 20th, 2025 Accepted Feb 22th, 2025 Keyword: Peran PKBI Kesehatan reproduksi Perempuan Edukasi Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kota Bengkulu dalam penyebaran informasi kesehatan reproduksi serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja perempuan mengenai kesehatan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur dengan informan kunci, observasi non-partisipan, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKBI Kota Bengkulu berperan signifikan dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja perempuan melalui program edukasi, penyuluhan di sekolah, layanan konseling, serta pemanfaatan teknologi seperti aplikasi Oky. Selain itu. PKBI juga berperan sebagai agen perubahan dalam membentuk kesadaran remaja perempuan terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan seksual dan Upaya ini turut mendukung pencegahan perilaku berisiko yang dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang remaja Dengan demikian, keberadaan PKBI Kota Bengkulu menjadi faktor penting dalam membangun generasi muda yang lebih sehat, berpengetahuan, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan reproduksi. A 2025 The Authors. Published by IICET. This is an open access article under the CC BY-NC-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. Corresponding Author: Dea Asti. Univesitas Bengkulu Email: deaasty265@gmail. Pendahuluan Baik laki-laki maupun perempuan harus mengutamakan kesehatan reproduksinya. Menurut Yarza et al. seseorang dianggap sehat secara biologis apabila kesejahteraan fisik, mental, dan sosialnya selaras, bukan hanya terbebas dari penyakit dan cacat. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) didirikan pada 23 Desember 1957 dengan tujuan memberikan bantuan sukarela kepada masyarakat melalui pendekatan operasi klandestin (Hilmi et al. , 2. Konsep KB banyak mendapat tentangan pada tahun 1950-an. Saat itu, sebagian besar masyarakat dan akademisi memandang KB sebagai cara untuk membatasi jumlah kehamilan, yang dianggap sebagai bentuk perampasan kemerdekaan Indonesia yang baru saja diperoleh. Kesehatan ibu dan anak yang dikandungnya dipengaruhi oleh jumlah ibu hamil dan jumlah kelahiran yang terjadi pada masa tersebut (Ismoyo & Lestari, 2. Peran PKBI kota bengkulu dalam penyebaran informasiA Melihat hal ini, para pendiri PKBI semakin terdorong untuk membangun landasan yang kuat bagi sterilisasi di Indonesia. Keluarga merupakan landasan utama kesejahteraan masyarakat, menurut PKBI. Ini merupakan contoh keluarga yang bertanggung jawab namun masih kurang dalam beberapa hal, seperti menyediakan kesehatan, pendidikan, keamanan, dan prospek masa depan bagi anggotanya (Rondius, 2. PKBI Bengkulu bergabung dengan jaringan PKBI lainnya di negara ini dalam misinya untuk mendorong pengasuhan yang bertanggung jawab. Purwadi . menyatakan bahwa penekanannya tidak hanya terbatas pada keluarga berencana, tetapi juga mencakup kesehatan penduduk, perluasan ekonomi sosial, pendidikan, otonomi masyarakat, dan orientasi kesejahteraan masa depan. Lebih jauh. PKBI Bengkulu bekerja sama dengan berbagai entitas, termasuk lembaga pendidikan, klinik kesehatan, dan kelompok pemuda, untuk merencanakan dan melaksanakan sejumlah inisiatif sosial dan Inisiatif ini bertujuan untuk menghubungi remaja perempuan dan menyediakan mereka sumber daya yang akan meningkatkan kesehatan reproduksi mereka (Fakhihudin, 2. Tujuan dari program pendidikan kesehatan PKBI Bengkulu adalah untuk membantu remaja membuat keputusan yang tepat tentang kesehatan reproduksi mereka dan untuk mencegah mereka terlibat dalam perilaku seksual yang berisiko (Rahmi, 2. dengan menyediakan informasi yang mereka butuhkan. Penelitian, dengan konteks yang diperlukan. Di sini kita akan membahas peran PKBI Bengkulu dalam penyebaran informasi terkait kesehatan kepada remaja di Kota Bengkulu. Kendala yang dihadapi dan hasil yang diperoleh dari program yang dijalankan. Kami berharap dengan menganalisis data ini, kita dapat mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana PKBI Kota Bengkulu telah membantu masyarakat setempat dan remaja perempuan meningkatkan kesehatan reproduksi mereka. Pada bulan Agustus 2024, peneliti telah mewawancarai Ibu Vivi Monalisa bidan PKBI Kota Bengkulu. Hasil wawancara menunjukkan bahwa peran organisasi PKBI dalam menyebarluaskan informasi tentang kesehatan reproduksi remaja perempuan sangat penting karena berpotensi untuk memberikan edukasi dan pemahaman positif tentang topik penting ini. PKBI Bengkulu menyadari bahwa masyarakat yang terlibat dan partisipatif sangat penting bagi keberhasilan program kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, mereka berupaya untuk terlibat dalam semua aspek proses tersebut. Salah satunya adalah penyuluhan yang dilakukan di dalam lembaga pendidikan itu sendiri. Sebagai bagian dari inisiatif ini, penyuluh PKBI Kota Bengkulu menyebarkan informasi langsung ke sekolah-sekolah tentang berbagai topik kesehatan reproduksi, termasuk pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, pencegahan anemia, dan penyakit menular seksual (Galbinur et al. , 2. Peran edukasinya dalam mempromosikan reproduksi sehat pada remaja perempuan. PKBI juga memperkenalkan atau mendistribusikan aplikasi Oky. Aplikasi yang Tepat Pertama kali digunakan pada telepon , perangkat lunak ini mencatat menstruasi. Perangkat lunak ini membuatnya sederhana dan akurat bagi remaja perempuan untuk melacak siklus menstruasi mereka (Bariyyah Hidayati &. , 2. Aplikasi yang Tepat Kami mendidik pengguna tentang kesehatan reproduksi, pedoman kebersihan menstruasi, kapan harus mengunjungi ahli medis yang kuat, dan banyak lagi, selain membantu mereka memahami dan mengelola siklus menstruasi mereka dan masalah terkait kesehatan. Pekerjaan dan hal yang sama berlaku untuk lembaga Salah satu tujuan utama PKBI Kota Bengkulu adalah pendidikan (Lubis, 2. Siswa harus diajarkan pentingnya melindungi kesehatan reproduksi mereka sendiri sejak usia muda sebagai bagian dari program pendidikan berbasis sekolah (Pokhrel, 2. Menurut Suryana et al. PKBI Bengkulu bercita-cita untuk menanamkan pada generasi berikutnya informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan yang tepat tentang kesehatan dan reproduksi mereka. Sumber-sumber yang dipertimbangkan untuk penelitian ini adalah karya-karya (Sari et al. , 2. tentang subjek penelitian sebelumnya yang relevan. Ada korelasi yang jelas antara distribusi makna tentang kesehatan reproduksi pada remaja perempuan dan kesejahteraan individu dan masyarakat secara keseluruhan. Tentu saja, untuk tujuan pencegahan penyakit dan gangguan, salah satu alasan terpenting mengapa kesehatan reproduksi begitu penting. Memiliki informasi yang baik tentang kesehatan reproduksi memungkinkan seseorang untuk mencegah atau mengidentifikasi masalah sebelum berdampak pada kualitas hidup di masa depan, seperti PMS, kanker serviks, dan ketidakseimbangan hormon. Adapun pembeda penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penggunaan aplikasi Oky dalam penyebaran informasi kesehatan reproduksi kepada remaja perempuan. Aplikasi ini digunakan sebagai alat bantu bagi PKBI dalam memberikan edukasi yang lebih interaktif dan mudah diakses. Dengan adanya aplikasi Oky, remaja perempuan dapat melacak siklus menstruasi mereka secara akurat serta memperoleh informasi kesehatan reproduksi yang lebih sistematis dan terpercaya. Hal ini menjadikan penelitian ini lebih relevan dalam konteks pemanfaatan teknologi dalam edukasi kesehatan reproduksi. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Asti. , et al Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 1, 2025, pp. Metode Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif untuk memahami peran PKBI kota Bengkulu dalam penyebaran informasi kesehatan reproduksi pada remaja perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara semi-terstuktur dengan informan kunci, observasi non patisipan, dan analisis dokumen (Niko & Rahmawan, 2. Studi ini menggunakan model analisis Miles dan Huberman untuk menganalisis data, yang terdiri dari tiga tahapan utama: . Reduksi Data, yang mencakup proses memilah, menyaring, dan merangkum data yang diperoleh agar lebih fokus. Penyajian Data, di mana hasil dari reduksi disusun dalam bentuk narasi, tabel, atau visualisasi lainnya untuk memudahkan interpretasi. Penarikan Kesimpulan, yang dilakukan dengan menemukan pola dan hubungan antara variabel yang berbeda. Selain itu, penelitian ini menggunakan teori tindakan sosial dari Max Weber untuk memahami bagaimana PKBI berperan dalam menyebarluaskan informasi kesehatan reproduksi kepada remaja perempuan. Teori tindakan sosial Weber menjelaskan bahwa setiap tindakan manusia memiliki makna subjektif dan dapat dikategorikan ke dalam empat tipe utama: tindakan rasional instrumental, tindakan rasional berorientasi nilai, tindakan tradisional, dan tindakan afektif . utra et al,2. Dalam konteks penelitian ini, peran PKBI dapat dianalisis melalui dua aspek utama teori ini, yaitu rasionalitas instrumental dan rasionalitas nilai. Rasionalitas instrumental terlihat dalam strategi PKBI yang menggunakan berbagai media dan metode edukasi untuk mencapai tujuan penyebaran informasi kesehatan reproduksi. Sementara itu, rasionalitas nilai tercermin dalam komitmen PKBI untuk meningkatkan kesadaran dan kesejahteraan remaja perempuan sebagai bagian dari visi sosial yang lebih luas. Dengan menggunakan pendekatan ini, penelitian dapat lebih memahami bagaimana PKBI merancang dan melaksanakan program-programnya untuk mencapai dampak sosial yang lebih besar. bagaimana PKBI berperan dalam menyebarluaskan informasi kesehatan reproduksi kepada remaja perempuan. Teori ini membantu dalam menganalisis motif tindakan sosial yang dilakukan PKBI, baik dari aspek rasionalitas instrumental maupun rasionalitas nilai dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi. Hasil dan Pembahasan Peran PKBI dalam edukasi Kesehatan reproduksi Mengingat berbagai kesulitan yang dihadapi remaja perempuan dalam memahami dan menjaga kesehatan reproduksi yang baik, peran PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesi. dalam penyebarluasan informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja perempuan di Kota Bengkulu sangatlah penting. Peran PKBI dalam penyebarluasan mengenai kesehatan reproduksi remaja perempuan: . Instruksi dan konseling. PKBI memberikan konseling langsung ke sekolah untuk remaja putri dan wanita mengenai masalah kesehatan reproduksi termasuk menstruasi, anemia, dan pencegahan HIV/AIDS serta penyakit menular seksual lainnya. Pastikan bahwa remaja perempuan memperoleh informasi yang akurat dan sesuai usia melalui inisiatif komunitas, sekolah, dan penjangkauan PKBI. Remaja perempuan dapat berkonsultasi mengenai informasi tentang kesehatan reproduksi kepada PKBI melalui PKBI care untuk mendapatkan sumber informasi yang bagus, baik daring maupun luring. PKBI memanfaatkan berbagai platform media, termasuk media digital, elektronik, dan cetak. Pembentukan forum remaja oleh PKBI yang bertujuan untuk memberdayakan perempuan, dan membangun remaja-remaja yang aktif serta sebagai agen pengerak untuk remaja lainya. PKBI juga dikenal kerap berdiskusi tentang kesehatan reproduksi. PKBI secara aktif menyebarluaskan informasi faktual kepada remaja perempuan melalui inisiatif penjangkauan langsung dan media massa tentang topik-topik seperti kesehatan reproduksi dan seksualitas. Ini termasuk mengajarkan mereka tentang menstruasi, kehamilan yang aman, penyakit menular seksual, dan cara menggunakan alat kontrasepsi dengan percaya diri dan kompeten. PKBI memberikan instruksi kepada remaja putri dan perempuan sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang kesehatan dan reproduksi mereka. Para remaja mendapat manfaat dari hal ini karena mendorong mereka untuk bertanggung jawab atas kesehatan mereka sendiri dan membangun kepercayaan diri (Abdullah & Scientific, 2. Remaja yang mencari perawatan individual tentang kesehatan reproduksi dapat mencari bantuan dari Konseling PKBI (Rahmi, 2. dalam hal ini. Ketika remaja perempuan mendapatkan pengetahuan yang akurat melalui konseling, mereka lebih mampu mengatasi kesalahpahaman atau masalah terkait kesehatan Sebagai bagian dari misinya untuk mempromosikan kesehatan reproduksi holistik. PKBI memperhatikan kesejahteraan mental, emosional, dan fisik remaja perempuan. Hal ini akan membantu remaja dalam menyadari pentingnya menjaga keharmonisan antara diri fisik, mental, dan emosional mereka demi kesehatan reproduksi mereka (Noveri, 2. Selain hal-hal lain yang disebutkan. PKBI memainkan peran penting dalam mendidik generasi mendatang tentang hak dan kewajiban mereka, yang membantu mereka untuk menjaga kesehatan mereka, memiliki bayi yang sehat, dan memahami seksualitas mereka (Cahyo et al. , 2. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Peran PKBI kota bengkulu dalam penyebaran informasiA Strategi PKBI dalam Menjangkau Remaja Perempuan Terkait dengan penyebaran kesehatan reproduksi remaja perempuan. PKBI Selain memberikan layanan kesehatan gratis kepada ibu-ibu, sekolah, dan masyarakat umum. PKBI juga bekerja sama dengan lembaga pendidikan, penyedia layanan kesehatan, dan masyarakat luas. Kami menyediakan berbagai layanan, termasuk pemeriksaan gula darah, pemeriksaan golongan darah, dan pemeriksaan Kesehatan lainya. Penyebaran kesehatan reproduksi pada remaja perempuan merupakan salah satu program PKBI Kota Bengkulu yang mana dalam penyebaran Kesehatan reproduksi para penyulu PKBI langsung ke Lembaga Pendidikan untuk memberikan informasi mengenai Kesehatan reproduksi serta memberikan layanan Kesehatan gratis kepada siswa-siswi serta ibu guru. Selain itu media sosial menjadi salah satu sarana untuk menyebarluaskan informasi kesehatan reproduksi seperti media sosial Instagram, facebook, tiktok dan youtube untuk bisa dijangkau oleh masyarakat luas informasi yang diberikan mengenai Kesehatan reproduksi. Terkait dengan unsur-unsur yang mendukung PKBI, tujuannya jelas, yakni menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta memenuhi hak-hak perempuan dan remaja yang terpinggirkan dalam hal kesehatan reproduksi (Citrawathi, 2. Kesehatan reproduksi pada remaja perempuan strategi penyuluhan PKBI. Dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman di kalangan remaja dan masyarakat luas. PKBI menggunakan sejumlah strategi untuk menyebarluaskan informasi kesehatan reproduksi, termasuk yang ditujukan kepada remaja perempuan dan masyarakat luas. Terkait dengan upaya mengedukasi masyarakat tentang manfaat prokreasi sehat, keluarga berencana, dan pencegahan penyakit menular seksual (PMS). PKBI kerap menyelenggarakan lokakarya di sekolah, desa, dan kelompok usia produktif (Padang et al. , 2. Salah satu strategi PKBI dalam menyebarluaskan pengetahuan tentang reproduksi sehat adalah melalui media sosial. Organisasi ini memanfaatkan situs-situs seperti Instagram. Facebook. Twitter, dan YouTube untuk menyebarluaskan informasi ke seluruh dunia. Sebagai bagian dari strategi PKBI, program layanan mencakup kesehatan reproduksi, yang bertujuan untuk mendidik remaja perempuan melalui berdiskusi langsung selama sesi konseling di kelas dan masyarakat luas. Bekerja sama dengan lembaga pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). PKBI terlibat dalam advokasi kebijakan dalam upaya untuk memegaruhi para pembuat kebijakan untuk memprioritaskan dan menangani kesehatan reproduksi, hak-hak seksual, dan akses ke layanan kesehatan reproduksi sebagai masalah prioritas nasional. PKBI menggunakan sejumlah strategi untuk menyebarluaskan informasi kesehatan, memfasilitasi pemberdayaan masyarakat, dan meningkatkan pengambilan keputusan. Replikasi hal-hal baik adalah apa yang mereka lakukan. Topik yang tercakup dalam informasi sirkulasi yang diberikan tentang kesehatan reproduksi remaja meliputi anemia, kesehatan reproduksi, menstruasi, penyakit menular seksual (PMS), hak reproduksi, kesehatan seksual, pencegahan kehamilan remaja, dan dampak perubahan ini pada kesejahteraan mental dan fisik remaja Untuk membuat konten yang mudah dipahami oleh remaja perempuan, kami telah meringkasnya dan meletakkannya dalam format PowerPoint. Relevansi teori Max Weber Peneliti menggunakan teori Max Weber. Menurut Indra Hasbi . , ada empat jenis Tindakan sosial Max Weber, rasionalitas dalam teori Max Weber rasionalitas nilai, rasionalitas instrumental, rasionalitas tradisi, dan rasionalitas keterikatan. Studi sosial Max Weber berkaitan dengan empat tindakan sosial. Yang mana dalam Tindakan sosial Max Weber ini peneliti mengunakan tindakan instrumental dan tindakan nilai, yaitu nilai mengurangi pemerkosaan, seksualitas bebas serta nilai informasi yang diberikan, untuk tindakan instrumental PKBI mengunakan aplikasi oky sebagai alat yang digunakan dalam memberikan informasi kepada siswa-siswi. Baik rasionalitas instrumental maupun nilai Yang dalam logika menandai menurunkan angka kekerasan seksual, pelecehan, dan pemerkosaan serta kematian ibu dan bayi. Rasionalitas operasional digunakan oleh PKBI dalam penyebaran informasi yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan reproduksi remaja. dengan cara yang sama seperti telepon pintar dapat berfungsi sebagai alat untuk mempelajari informasi baru. Dalam arti tertentu, keduanya sederhana dan memberikan informasi yang akurat serta relevan. aplikasi yang memadai PKBI digunakan sebagai penarik daya pada remaja perempuan. Informasi tentang reproduksi yang sehat dapat diperoleh dari lokasi mana pun dengan menggunakan teknologi sederhana. Tantangan dalam implementasi program Akibat norma sosial dan budaya. PKBI menghadapi tantangan dalam menyebarluaskan informasi tentang kesehatan reproduksi dalam program kesehatannya. Misalnya, banyak orang memandang diskusi tentang kesehatan reproduksi, khususnya di kalangan remaja perempuan, sebagai hal yang tabu atau tidak layak untuk Penyebaran pengetahuan yang luas terhambat oleh norma-norma masyarakat yang terfokus secara sempit tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi. Penurunan angka kematian ibu dan bayi serta peningkatan jumlah remaja perempuan yang menggunakan situs web PKBI care Peduli untuk mendapatkan konsultasi kesehatan reproduksi merupakan dua indikator efektivitas program dan dirinya sendiri. Mencapai sasaran PKBI dalam penyebaran informasi kesehatan remaja perempuan dengan bantuan jaringan sosial dan keluarganya. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Asti. , et al Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 1, 2025, pp. seorang perempuan dapat meningkatkan pengetahuannya dan akhirnya mengubah perilakunya menjadi lebih Jumlah remaja putri dan wanita yang menggunakan aplikasi oky merupakan indikator lain dari keberhasilan program dalam mempromosikan reproduksi yang sehat. Sebagai sarana untuk memperoleh akses ke informasi yang mudah terlihat ketika seseorang menggunakan akal sehat. Aplikasi pelacakan menstruasi sangat bagus untuk memberikan informasi akurat tentang siklus menstruasi, menghilangkan kesalahpahaman, dan memberikan fakta tentang menstruasi, pubertas, pertumbuhan remaja perempuan, dan topik lainnya. Simpulan Pentingnya peran PKBI dalam penyebaran pengetahuan tentang kesehatan dan hak reproduksi remaja perempuan telah disorot dalam pembahasan sebelumnya tentang hasil. Remaja perempuan dapat memperoleh manfaat dari pendidikan, pemberdayaan, dan akses ke layanan kesehatan melalui PKBI dalam sejumlah cara, termasuk pengelolaan kesehatan reproduksi yang lebih baik, peningkatan pengetahuan tentang hak-hak mereka, dan perlindungan dari potensi ancaman terhadap masa depan mereka. Dalam hal kesehatan seksual dan reproduksi. PKBI memainkan peran penting dalam memastikan bahwa generasi mendatang memiliki informasi yang cukup, dewasa, dan kompeten dengan mengambil pendekatan holistik dan berfokus pada kesehatan. Harus ada perubahan dalam prioritas pendidikan remaja putri untuk membuat mereka lebih sadar diri tentang pentingnya melindungi kesehatan reproduksi mereka, mengembangkan hubungan intim dengan tubuh mereka, dan memiliki informasi yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan yang tepat tentang kesehatan seksual dan reproduksi mereka. Referensi