Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN TENTANG PEREDARAN DARAHKU SEHAT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DI SD INPRES NEFOTES KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Oleh: Sofia Godeliva Un Lala1*. Andriyani Afliyanti Dua Lehan 2. Markus Sampe3 1*,2,3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana Kupang NTT *Email: sofia. lala@staf. Received: 06 November 2022 Article history: Revised: 06 November 2022 Published: 30 November 2022 Accepted: 18 November 2022 Abstrak AuPenerapan Model Problem Based Learning dalam Pembelajaran Tentang Peredaran Darahku Sehat untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Di SD Inpres Nefotes Kabupaten Timor Tengah selatanAy, dengan rumusan masalah adalah: bagaimana penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang Peredaran Darahku Sehat di kelas V SD Inpres Nefotes?. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Nefotes dalam pembelajaran tentang Peredaran Darahku Sehat melalui penerapan model Problem Based Learning . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, tes dan refleksi dengan mengambil lokasi penelitian di SD Inpres Nefotes Kabupaten Timor Tengah selatan. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswa kelas VB yang berjumlah 24 orang dengan rincian siswa laki-,laki 11 orang dan siswa perempuan 13 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan tes. Data yang terkumpul dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan teknik analisis data yakni deskriptif kualitatif. Hasil belajar siswa meningkat dari siklus I ke siklus II yaitu pada siklus I presentasi hasil belajar siswa mencapai 44, 83% dengan 11 orang yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sedangkan pada siklus II presentasi hasil belajar siswa mencapai 91,66% dengan 22 orang yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Selain itu, terdapat peningkatan rata-rata nilai rekapitulasi hasil belajar siswa dari 66,89 pada siklus I menjadi 80,20 pada siklus ke-II. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang Peredaran Darahku Sehat di kelas V SDI Nefotes terbukti tepat. Hal ini dibuktikan dengan hasil belajar siswa meningkat dari siklus I ke siklus II setelah guru menerapkan model Problem Based Learning dalam proses pembelajaran tentang Peredaran Darahku Sehat yaitu dengan memberikan pengalaman langsung kepada siswa melalui Problem Based Learning dimana siswa mengalami sendiri, menemukan sendiri serta mencari kebenaran tentang apa yang dipelajarainya. Kata Kunci : Problem Based Learning . Hasil Belajar. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan kebutuhan bagi setiap orang yang berupa usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar yang nyaman, menyenangkan agar dapat menciptakan proses pembelajaran dengan efektif dan efisien. Melalui pendidikan, setiap individu dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga dapat tercipta sumber daya manusia yang baik dan berkualitas untuk menunjang kemajuan bangsa. Baik saat ini maupun di masa yang akan datang, pendidikan memegang Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. peranan yang sangat penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kelangsungan hidup negara. Peningkatan mutu pendidikan menjadi perhatian utama guru, orang tua, masyarakat, pemerintah atau siswa itu sendiri. Hal ini bertujuan untuk memperoleh manusia yang maju, kreatif, dan mandiri, serta menyesuaikan dengan kemajuan ilmu teknologi, oleh karena itu, berbagai mata pelajaran diajarkan di sekolah dasar yakni bahasa Indonesia. IPS. PKn. Matematika dan juga IPA untuk Proses belajar mengajar dalam kurikulum 2013. pengajaran hendaknya dipusatkan pada peserta didik dan kegiatan belajar mengajar harus melibatkan keaktifan siswa secara penuh. Guru memposisikan diri sebagai pembimbing, fasilitator dan juga motivator dalam kegiatan-mengajar sehingga siswa dapat membangkitkan kemauan dan kemampuannya sendiri untuk mencari,menemukan,menyimpulkan dan mengkomunikasikan sendiri berbagai pengetahuan dan pengalaman belajarnya. Problem Based Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal untuk mendapatkan pengetahuan baru. Seperti yang diungkapkan oleh Rusmono . bahwa model pembelajaran berdasarkan masalah adalah proses pembelajaran yang titik awal pembelajaran dimulai berdasarkan masalah dalam kehidupan nyata, siswa dirangsang untuk mempelajari masalah berdasarkan pengetahuan dan pengalaman telah mereka miliki sebelumnya. Jenjang pendidikan dasar memegang peranan yang sangat penting dalam membina fisik, intelektual, moral, sosial, agama, emosional, pengetahuan, bahkan pengalaman siswa. Melalui pendidikan dasar diharapkan dapat menumbuhkan bakat dengan sumber daya manusia yang berkualitas. Upaya membangun masyarakat yang berkualitas merupakan tanggung jawab pendidikan, terutama melatih peserta didik menjadi subjek yang memiliki keunggulan, inovatif, mandiri dan profesional di bidangnya masing-masing. Upaya peningkatan mutu pendidikan dasar tidak dapat ditunda lagi, terutama di era globalisasi untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran sekolah dasar. Oleh karena itu, pembelajaran IPA di SD, tidak hanya untuk dapat memahami kumpulan fakta-fakta, tetapi juga mengajarkan cara berfikir dan bekerja ilmiah agar siswa dapat memecahkan suatu masalah yang Maka dapat diharapkan perlu ada peningkatan hasil belajar dan berusaha meningkatkan kualitas belajar IPA sehingga siswa dapat mencapai ketuntasan nilai minimal yang baik. Setelah melaksanakan observasi pendahuluan di kelas VB SD Inpres Nefotes, dalam pembelajaran IPA tentang Peredaran Darahku Sehat, pada materi ini hasil belajar siswa masih rendah dari observasi pendahuluan tersebut penulis maka mendapatkan beberapa permasalahan yaitu: Metode ceramah dalam proses pembelajaran masih menjadi pilihan utama, sehingga siswa memiliki kecenderungan pasif, rendahnya pemahaman siswa dalam pengusaan suatu materi yang disajikan dan rendahnya prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPA tema 4 sehat itu penting sub tema 1 Peredaran Darahku Sehat yang diukur dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Mata pelajaran IPA yaitu 70, dan dari 24 siswa kelas VB yang mendapat nilai Ou 70 dalam MID semester hanya 8 siswa. Artinya total ketuntasan hanya 33,33% sedangkan total siswa yang tidak tuntas lebih besar yaitu mencapai 66,66%. Maka di simpulkan bahwa nilai rata-rata untuk salah satu kelas Vb pada materi Peredaran Darahku Sehat masih di bawah KKM. Pada materi ini banyak siswa yang belum memahami materi yang disampaikan oleh guru sehingga berdampak pada hasil belajara siswa. Serta rendahnya motivasi siswa dalam belajar karena pelajaran masih sepenuhnya berpusat pada guru. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan sebelumnya menunjukan kurangnya kemampuan siswa dalam mencapai KKM pada pembelajaran IPA khususnya materi Peredaran Darahku Sehat. Oleh karena itu, untuk mengatasi siswa yang belum mencapai nilai KKM maka di perlukannya model pembelajaran salah satunya yaitu model Problem Based Learning (PBL). Untuk meningkatkan hasil belajar maka diperlukan perubahan dalam proses pembelajaran tersebut seperti pada penggunaan metode, model, dan strategi yang digunakan. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan belajar mandiri adalah model Problem Based Learning (PBL). PBL menurut Amir . pembelajaran dimulai dengan pemberian masalah, biasanya masalah memiliki konteks dengan dunia nyata, pembelajaran secara berkelompok aktif merumuskan masalah dan memngidentifikasi kesenjangan pengetahuan mereka, mempelajari dan Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. mencari sendiri materi yang terkait dengan masalah, dan melaporkan solusi dari masalah. Model PBL dilaksanakan dengan guru menghadapkan siswa pada suatu masalah, kemudian siswa menemukan penyebab dari masalah tersebut, serta menganalisisnya untuk menemukan pengetahuan baru berdasarkan pikiran mereka sendiri. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) karena penelitian ini di latar belakangi oleh masalah yang ditemukan dalam pembelajaran di kelas. Penelitian yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Reserc. Penelitian tindakan yang dilakukan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan di SDI Nefotes. Kec. Mollo Utara. Kab. TTS. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Penelitian ini direncanakan akan terlaksana pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Subjek penelitian siswa kelas V. B SDI Nefotes dengan jumlah siswa 24 orang yang terdiri atas 11 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan. Kegiatan observasi yang di laksanakan yaitu pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran pada pelaksanaan siklus yang sedang berlangsung dengan mengunakan lembar observsi yang di, isi Pengamat memberikan tanda centang (O. terhadap aspek yang diamati berdasarkan indikatornya yang sudah tersediah. Pada akhir pelaksanaan sikuus di adakan evaluasi yang berupa tes. HASIL DAN PEMBAHASAN Pra Siklus Tes kemampuan awal bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam memahami materi pada tema 4 sehat itu penting dan sub tema 1 Peredaran Darahku Sehat pembelajaran 1. Rendahnya prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPA tema 4 sehat itu penting sub tema 1 Peredaran Darahku Sehat yang diukur dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Mata pelajaran IPA yaitu 70, dan dari 24 siswa kelas VB yang mendapat nilai Ou 70 dalam MID semester hanya 8 siswa. Artinya total ketuntasan hanya 33,33% sedangkan total siswa yang tidak tuntas lebih besar yaitu mencapai 66,66%. Maka di simpulkan bahwa nilai rata-rata untuk salah satu kelas Vb pada materi Peredaran Darahku Sehat masih di bawah KKM. Pada materi ini banyak siswa yang belum memahami materi yang disampaikan oleh guru sehingga berdampak pada hasil belajara siswa. Serta rendahnya motivasi siswa dalam belajar karena pelajaran masih sepenuhnya berpusat pada guru. Berdasarkan nilai tes kemampuan awal siswa pra siklus dari 24 orang siswa yang tuntas hanya 8 orang sedangkan yang belum tuntas 16 orang. Siklus I Penelitian siklus I ini dilakukan secara prosedural mulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan releksi. Dari beberapa tahapan ini, diperoleh hasil penelitian siklus I yang terangkum dalam dua bagian yakni observasi aktivitas siswa serta hasil tes tertulis atau hasil Berikut penjelasan dari setiap tahap kegiatan yang di laksanakan yakni Kegiatan pertama dalam siklus I adalah adalah perencanaan yang terdiri dari menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, menyiapkan materi ajar dan media pembelajaran berkaitan dengan tema 3 sub tema 1 pembelajaran 1, dan menyusun dan menyiapkan instrumen penelitian yang terdiri dari lembar kerja peserta didik (LKPD), lembar evaluasi, dan lembar observasi aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran. Hal- hal yang perlu di perhatikan dalam perencanaan siklus 1 yaitu sebelum melaksanakan tindakan maka perlu di adakan persiapan kegiatan dengan tahapan sebagai berikut: Menyiapkan silabus. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terdiri dari 1 lampiran untuk satu kali pertemuan. RPP yang dibuat berisi materi tentang Peredaran Darahku Sehat, bahan ajar, media pembelajaran . edia gamba. LKPD . embar kerja pendidi. , soal tes/evaluasi dan kunci jawaban. Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Mempersiapkan lembar pengamatan untuk teman sejawat untuk mengamati selama berlangsungnya proses pembelajaran. Teman sejawat mencatat hal-hal yang ditemukan selama proses pembelajaran baik kelebihan maupun kekurangan untuk memberikan masukan setelah selesainya pembelajaran untuk perbaikan pembelajarn pada siklus sebelumnya. Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang di perlukan di kelas dalam pelaksanaan PTK, misalnya alat tulis, daftar hadir siswa dan kamera. Guru membuka pembelajaran dengan salam, dilanjutkan dengan doa pembuka, kemudiaan guru mengkodisikan kelas dan presensi/isi daftar hadir. Apersepsi dan motivasi oleh guru. Guru menyampaikan secara garis besar tujuan pembelajaran dan materi ajar. Pada tahap kedua merupakan tahap merencanakan tindakan dalam betuk perencanaan yang rinci untuk di lakukan. Kegiatan ini di laksanakan sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah di rencanakan. Kegiatan awal Guru dan siswa saling memberi salam, berdoa dan mengecek kehadiran siswa. Guru menanyakan kesiapan siswa dalam belajar. Guru memberi motivasi kepada siswa. Guru menyampaian topik, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Guru mengingatkan siswa tentang pelajaran sebelumnya dan mengaitkan dengan pelajaran yang akan disampaikan. Kegiatan inti guru menyampaikan masalah yang akan dipecahkan secara kelompok melalui teks Siswa di bagi menjadi 4-5 kelompok, tiap kelompok terdiri atas 5 orang siswa. Siswa mulai berdiskusi dan guru mengelilingi kelompok dan memberi bantuan kepada kelompok yang mengalami kesulitan dalam melakukan diskusi tentang sistem peredaran darah. Kelompok mengamati dan memahami masalah yang disampaikan guru atau yang di peroleh dari bahan bacaan yang disarankan. Guru memantau diskusi dan membimbing siswa sehingga hasil kerja/karya setiap kelompok siap untuk dipresentasikan Kegiatan akhir. Siswa diberikan kesempatan berbicara/bertanya dan menambahkan informasi. Guru mengumpulkan lembar kerja siswa untuk di portofoliokan. Sebagai penutup guru mereview semua kegiatan yang sudah dilakukan seharian dan meminta siswa melakukan refleksi kegiatan hari Pelajaran ditutup dengan doa bersama Kegiatan ketiga dalam siklus I adalah observasi yang dilakukan dengan mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil obervasi aktivitas siswa pada pembelajaran siklus I yang diamati oleh observer 1 dengan jumlah nilai 1494,94 dengan mendapat nilai 64,70, sedangkan untuk lembar obsevasi siswa pada siklus I yang diamati oleh observer 2 dengan jumlah skor 1515,77 dan mendapat nilai 67,64 sehingga nilai rata-rata hasil dari observasi siswa adalah 66,17 dan mendapat kriteria cukup baik (C). Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes. Hasil tes menunjukan jumlah siswa yang tuntas 11 orang dengan persentase 45,83% sedangkan siswa yang tidak tuntas sebanyak 13 orang dengan persentase 54,16% dengan rata rata keseluruhan 64,28. Hal ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa tentang Peredaran Darahku Sehat tergolong rendah pada siklus pertama. Sehingga perlu perbaikan pada siklus berikutnya. Berdasarkan hasil observasi dan tes seperti dilampirkan di atas, dan setelah dilakukan refleksi ditemukan ada beberapa kekurangan dan kendala yang dialami selama pembelajaran siklus I berlangsung yaitu: pada awal pembelajaran, peneliti tidak menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Peneliti menjelaskan materi dengan menggunakan model Problem Based Learning namun peneliti hanya menjelaskan materi pembelajaran secara singkat dan sistematis tanpa memberikan kesempatan kepada siswa yang ingin bertanya jika belum jelas. Peneliti tidak memberikan motivasi kepada siswa dalam belajar sehingga siswa tidak semangat dalam belajar dan banyak siswa yang terlihat pasif saat pembelajaran berlangsung. Peneliti belum menerapkan model Problem Based Learning dengan baik pada pembelajaran di siklus I. Proses pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti pada pembelajaran di siklus I kurang menarik perhatian siswa sehingga banyak siswa yang masih terlihat pasif saat belajar. Siklus II Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Penelitian siklus II ini merupakan perbaikan dari siklus I dan dilakukan secara prosedural mulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pada pertemuan ini dibahas mengenai materi Organ Peredaran Darah dan Fungsinya pada Manusia. Beberapa tahapan ini, di peroleh hasil penelitian siklus II yang terangkum dalam dua bagian yakni observasi aktifitas siswa serta hasil test tertulis atau hasil evaluasi. Kegiatan pertama dalam siklus II adalah perencanaan yang terdiri dari menyusun rencana pelaksanaan pembelajaranmenyiapkan materi ajar dan media pembelajaran berkaitan dengan tema 4 sub tema 1 pembelajaran 1, dan menyusun dan menyiapkan instrumen penelitian yang terdiri dari lembar kerja peserta didik (LKPD), lembar evaluasi, dan lembar observasi aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran. Tahap kedua merupkan tahap merencanakan tindakan dalam betuk perencanaan yang rinci untuk di lakukan. Kegiatan ini di laksanakan sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah di Kegiatan awal, guru dan siswa saling memberi salam, berdoa dan presensi/isi daftar Guru menanyakan kesiapan siswa dalam belajar. Guru memberi motivasi kepada siswa guru menyampaian topik, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Guru mengingatkan siswa tentang pelajaran sebelumnya dan mengaitkan dengan pelajaran yang akan disampaikan. Kegiatan inti dilakukan sebagai berikut. guru menyampaikan masalah yang akan dipecahkan secara kelompok melalui teks bacaan. Siswa dibagi menjadi 4-5 kelompok, tiap kelompok terdiri atas 5 orang siswa. Siswa mulai berdiskusi dan guru mengelilingi kelompok dan memberi bantuan kepada kelompok yang mengalami kesulitan dalam melakukan diskusi tentang sistem peredaran Kelompok mengamati dan memahami masalah yang disampaikan guru atau yang diperoleh dari bahan bacaan yang disarankan. Guru memantau diskusi dan membimbing siswa sehingga hasil kerja/karya setiap kelompok siap untuk dipresentasikan Pada kegiatan akhir siswa diberikan kesempatan berbicara/bertanya dan menambahkan Guru mengumpulkan lembar kerja siswa untuk di portofoliokan. Sebagai penutup guru mereview semua kegiatan yang sudah dilakukan seharian dan meminta siswa melakukan refleksi kegiatan hari itu. Pelajaran di tutup dengan doa bersama. Kegiatan ketiga dalam siklus II adalah observasi yang dilakukan dengan mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil obervasi aktivitas siswa pada pembelajaran siklus II yang diamati oleh observer 1 dengan jumlah nilai 1900,13 dengan nilai 79,17 dan yang diamati oleh observer 2 dengan jumlah skor 1. 993,69 dengan nilai 83,07 sehingga nilai rata-rata yang diperoleh adalah 81,44 dengan mendapat kriteria sangat baik (SB). Penilaian juga dilakukan dengan menggunakan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang tuntas 22 orang dengan memperoleh nilai 80,20 dengan presentase ketuntasan 91,66% telah mencapai kriteria ketuntasan minimal yang telah di tentukan oleh sekolah yaitu 70 yang artinya telah mencapai indikator keberhasilan. Hasil temuan pada siklus ini berpedoman pada hasil evaluasi atau post test siswa dan hasil observasi atau pengamatan terhadap aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian dikelas yang sama yakni kelas Vb untuk siklus II, ternyata hasil yang di peroleh siswa mengalami peningkatan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Jumlah siswa yang mencapai KKM adalah 22 orang dan yang belum mencapai KKM ada 2 orang dengan peningkatan presentase ketuntasan dari siklus sebelumnya sebesar 54,16%. Hasil yang di peroleh pada siklus kedua ini menunjukan bahwa penelitian ini tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya karena hasil penelitian siklus ke-2 menunjukan bahwa nilai rata-rata siswa diatas 80% dan hasil ketuntasan yang diperoleh 91,66% oleh karena itu penelitian ini dikatakan berhasil dan tidak di lanjutkan ke siklus berikutnya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat di simpulkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada materi Peredaran Darahku Sehat dengan penerapan Model Problem Based Learning . Hal tersebut ditunjukan pada perolehan nilai rata-rata siswa pada siklus I sebesar 65 dengan Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. presentase 45,83%, sedangkan pada siklus II di peroleh nilai rata-rata kelas sebesar 80,20 dengan presentase ketuntasan 91,66%. Penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan aktifitas siswa dan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung. DAFTAR PUSTAKA