1-7 PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah PGMI: JURNAL PENDIDIKAN GURU MADARASAH IBTIDAIYAH VOLUME: 3 NO: 1 TAHUN 2024 E-ISSN https://ejournal. id/index. php/pgmi/index PENGEMBANGAN MINAT DAN BAKAT SISWA DI MIN 1 KOTA MALANG Fitrah Hafidah1. Nuril Nadia2. Ulyatur RofiAoah3 Universitas Islam Malang1,2,3,Indonesia E-mail: 22101013053@unisma. 22101013071@unisma. Article history Submitted 11 /10/2024 Accepted 25/12/2024 Published 30/12/2024 ABSTRACT This study aims to explore the development of students' interests and talents at MIN 1 Malang City through a qualitative approach, focusing on the methods used by teachers and the school environment to nurture students' potential. Data were collected through in-depth interviews with teachers, students, and parents, allowing for a comprehensive understanding of the strategies and challenges faced in this process. The qualitative method was chosen to gain detailed insights into the experiences and perceptions of stakeholders in the education system at MIN 1 Malang City. The interviews revealed various factors influencing the development of students' interests and talents, including the availability of extracurricular activities, teacher support, parental involvement, and the schoolAos commitment to personalized education. Furthermore, challenges such as limited resources and time constraints were identified as obstacles to fully optimizing student potential. The study concludes that a collaborative approach involving teachers, parents, and the school management is essential in fostering student development, and that ongoing evaluation and adaptation of programs are necessary to address the evolving needs of students. Key Words: Development, interest and talent, parental role. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan minat dan bakat siswa di MIN 1 Kota Malang melalui pendekatan kualitatif, dengan fokus metode yang di gunakan oleh sekolah untuk menumbuhkan potensi siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru, siswa dan orang tua memungkinkan pemahaman yang komprehensif tentang strategi dan tantangan yang dihadapi dalam proses ini. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih rinci tentang pengalaman dan persepsi pemangku kepentingan dalam sistem pendidikan di MIN 1 Kota Malang. Hasil wawancara menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengembangan minat dan bakat siswa diantaranya termasuk adanya kegiatan ekstrakurikuler, dukungan guru, peran orang tua serta komitmen sekolah dalam menyediakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu, adanya tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan keterbatasan waktu merupakan hambatan dalam mengoptimalkan potensi siswa secara maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan kolaboratif yang melibatkan guru, orang tua dan manajemen sekolah sangatlah penting untuk meningkatkan perkembangan siswa. Evaluasi yang berkelanjutan dan adaptasi program juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan siswa yang terus berkembang. PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Kata Kunci: Pengembangan, minat dan bakat , peran orang tua PENDAHULUAN Informasi di lapangan ditemukan bahwa sistem manajemen siswa terus menggunakan teknik tradisional dan menempatkan penekanan yang lebih besar pada pengembangan kecerdasan yang terbatas dan kurang daripada peningkatan kemampuan kreatif peserta. Menurut beberapa ahli, siswa adalah orang yang menerima layanan pendidikan berdasarkan keterampilan, minat, dan potensinya agar dapat berkembang dengan baik dan merasa puas dengan ajaran yang diajarkan oleh guru (Munib. Ismail, and Solehoddin 2. Untuk mencapai tujuan pendidikan, minat dan bakat seseorang dipelihara dan Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa bakat adalah potensi yang masih harus dikembangkan dan dilatih secara serius dan metodis agar dapat direalisasikan. Atau Menurut definisi, lain bakat adalah kemungkinan seseorang yang memiliki bakat harus melakukan pekerjaannya lebih cepat daripada seseorang yang kurang berbakat. Sementara itu, minat adalah proses perkembangan yang menggabungkan semua keterampilan seseorang saat ini untuk membimbingnya menuju aktivitas yang menurutnya menarik (Magdalena et al. Pada penelitian terdahulu yang di tulis oleh Rizal Rachman dan Amirul Mukminin . dengan judul Au Penerapan Metode Certainty Factor pada Sistem Pakar Penentuan Minat dan Bakat Siswa SDAy. Hasil penelitian tersebut menyatakan Untuk mengetahui potensi peserta didik, baik akademis maupun non-akademis, minat dan bakat mereka harus Pengetahuan ini diperlukan untuk mendampingi dan mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan bakat yang dimiliki. Untuk mengoptimalkan bakat peserta didik sehingga mereka dapat bersaing setelah lulus sekolah, terutama di dunia kerja, keterampilan perlu dikembangkan sejak dini (Rachman and Mukminin 2. Dan paenelitian terdahulu yang di tulis oleh Vincensia Herta Arbi Herrin . yang berjudul AuPeran Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Pengembangan Minat Dan Bakat Siswa Di SMPN SendawarAy. Mengatakan bahwa Menurut Prayitno . , bakat adalah milik istimewa seseorang yang tidak dimiliki oleh orang lain. Itu istimewa karena itu adalah anugrah atau hadiah dari Tuhan. Sebaliknya. Muhammad . menyatakan bahwa bakat adalah potensi yang harus dilatih dan dikembangkan. Dengan mengidentifikasi minat dan bakat seorang siswa, mereka dapat mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka untuk mendukung karir dan masa depan mereka (Herta and Herrin 2. Perbedaan penelitian yaitu, peneliti lebih fokus terhadap minat dan bakat dari guru bimbingan dan konseling sedangkan penelitian ini peneliti lebih fokus terhadap perkembangan minat dan bakat siswa dari peran orang tua. Peneliti menemukan pembaharuan penelitian yaitu pengembangan minat dan bakat siswa dengan peran orang tua melalui UPMB (Unit Pengembangan Minat Baka. Selain itu, peran orang tua dalam pengembangan minat dan bakat sangat berguna untuk siswa karena dalam pemilihan UPMB (Unit Pengembangan Minat Baka. orang tua turut serta untuk pemilihan tersebut dengan cara membagikan kuesioner pada orang tua melalui wali kelas masing-masing siswa. Dengan demikian judul peneliti tentang pengembangan minat dan bakat siswa di MIN 1 Kota Malang menarik di bahas dalam artikel ini, karena pengembangan minat dan bakat siswa di MIN 1 Kota Malang lebih fokus pada kegiatan ekstrakulikuler atau lebih di kenal dengan istilah UPMB (Unit Pengembangan Minat dan Baka. Para siswa mengembangkan minat dan bakat dari kegiatan tersebut, serta peran orang tua yang turut andil dalam hal PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah METODE PENELITIAN Metode dalam mengumpulkan dan menganalisis data penelitian ini adalah kualitatif. Mendekati hal ini dipilih karena selaras dengan tujuan penelitian, yaitu untuk memahami bagaimana kegiatan ekstrakurikuler dapat berfungsi sebagai platform bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka. Penelitian kualitatif digunakan untuk menyelidiki dan memahami orang atau kelompok yang menjadi fokus penelitian. Dalam penelitian ini, mengumpulkan data deskriptif yang diperoleh dari pengumpulan data dengan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di MIN 1 Kota Malang jl. bandung no 7C. subjek dari penelitian ini ialah para siswa dan siswi di MIN 1, dijadikan subjek penelitian utama informan kunci karena sebagai pelaksana pengembangan Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan wawancara dengan beberapa guru yang ada di MIN 1 serta koordinator kurikulum dan waka kurikulum Untuk melengkapi data, peneliti juga melakukan dokumentasi dan catatan lapangan. Selain itu, peneliti melakukan kuesioner dengan memberi pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada peserta, yaitu siswa dan siswi. Teknik analisis data yang di gunakan sesuai dengan metodologi penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis yang dikembangkan oleh Milles dan Huberman yaitu Reduksi data, penyampaian data, dan verifikasi data. Reduksi data untuk membuat data yang kompleks menjadi rangkuman yang mudah dipahami dan rinci. Proses obervasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan adalah sumber data. Setelah data direduksi, mereka disajikan dalam bentuk yang lebih sederhana sebagai paparan naratif dan temuan penelitian tentang pengembangan bahan ajar. Langkah terakhir adalah memverifikasi Setelah data diproses, kesimpulan dibuat dalam bentuk pernyataan kalimat yang HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Pengembangan Minat Bakat Siswa Bakat adalah kapasitas bawaan untuk mempelajari hal-hal baru. luar biasa yang unik dan universal. Bakat seseorang Mencapai kesuksesan di sektor tertentu adalah layak. Namun, dibutuhkan usaha, pendidikan, pengalaman, dan tekad untuk mengubah bakat menjadi sukses. Dua unsur, khususnya faktor internal . inat, motivasi, keberanian atau risiko, keuletan dalam menghadapi rintangan, dan kegigihan dalam mengatasi kesulitan yang muncu. , dapat mempengaruhi bakat siswa. Komunitas tempat mereka tinggal, sarana dan prasarana, dukungan dan dorongan dari orang tua dan kerabat mereka, dan peluang terbesar untuk pertumbuhan pribadi adalah contoh variabel eksternal. Cara lain untuk berpikir tentang bakat adalah sebagai keterampilan alami individu yang masih membutuhkan pelatihan dan pengembangan. Akibatnya, sekolah harus dapat membangun pengaturan yang mendorong anak-anak untuk mengembangkan keterampilan mereka dan cukup mudah beradaptasi untuk mengakomodasi tuntutan siswa dengan berbagai potensi (Aulia Balqis. Patra Aghtiar Rakhman, and Ana Nurhasanah 2. Bakat adalah kumpulan sifat, atribut, atau karakteristik yang alami dan hadir sejak lahir, seperti kemampuan potensial, yang memengaruhi peluang seseorang untuk sukses dalam bidang pekerjaan tertentu. Keterampilan ini masih membutuhkan pelatihan atau Meskipun seseorang sudah memiliki potensi ini, namun tetap membutuhkan pelatihan dan pertumbuhan yang signifikan, metodis, dan berkelanjutan untuk dicapai. Seseorang dengan keterampilan tidak akan mendapatkan keuntungan darinya jika mereka tidak dilatih atau dikembangkan (Muh Idris 2. PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Anak-anak harus diajarkan keterampilan, minat, dan kreativitas yang dibutuhkan untuk perusahaan. Ada sejumlah pedoman pembinaan, pelatihan, motivasi, dan bahkan sanksi yang dirancang dan diatur secara metodis untuk membantu setiap siswa mencapai tujuan mereka dan melakukan yang terbaik dari kemampuan mereka. Salah satu tanggung jawab guru adalah membantu siswa mereka dalam mewariskan bakat khusus mereka. Membiarkan seorang anak berkembang sendiri sering kali menimbulkan masalah karena pertumbuhan mereka yang tidak sempurna. Kemampuan berpikir kritis akan memburuk menjadi keragu-raguan, pola pikir yang bosan, dan bahkan kurangnya minat pada tugastugas duniawi yang diberikan di sekolah. Guru harus terlibat dalam berbagai kegiatan sebagai bagian dari upaya mereka untuk menumbuhkan kemampuan, minat, dan kreativitas siswa di kelas (Wintara and Dasar 2. Dalam rangka meningkatkan kapasitas atau kemampuan seseorang hingga mencapai otonomi . , pengembangan diri adalah proses pembentukan potensi, bakat, sikap, perilaku, dan kepribadian individu melalui pembelajaran dan pengalaman yang Dari membuat keputusan hingga mencapai puncak kemandirian dan aktualisasi diri, pengembangan diri adalah proses yang komprehensif. Tujuan perubahan dan pengembangan adalah untuk memungkinkan seseorang beradaptasi dengan lingkungannya (Alfazani and Khoirunisa A 2. Unsur-unsur pendukung seperti keterlibatan orang tua, guru, dan lingkungan sekitar dalam pengembangan potensi, minat, kemampuan, dan kreativitas anak sangat penting untuk mencapai tujuan utama pendidikan bermutu. Sebab, salah satu unsur utama dalam upaya mendukung keberhasilan pendidikan bermutu adalah minat, keterampilan, dan daya cipta peserta didik. Sementara bakat merupakan kemampuan seseorang yang diperoleh melalui latihan khusus sehingga memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan bakat khusus dalam bidang profesinya, seperti kemampuan bermusik atau berbahasa, minat merupakan sifat pribadi yang memiliki kecenderungan lebih besar untuk memperhatikan sesuatu yang disenanginya. Kegiatan ekstrakurikuler adalah program kegiatan yang diikuti siswa di luar kelas dan di luar kurikulum dengan tujuan membantu pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) mereka sendiri, termasuk yang berkaitan dengan penerapan ilmu yang diperoleh atau, lebih khusus lagi, untuk membantu siswa menemukan potensi dan bakat mereka sendiri melalui kegiatan wajib dan pilihan. Pada kenyataannya, setiap program kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di sekolah pada akhirnya akan menghasilkan banyak keuntungan yang tidak hanya memengaruhi anak-anak tetapi juga efisiensi proses Salah satu aspek pengembangan sekolah secara keseluruhan adalah pelaksanaan program kegiatan ekstrakurikuler (Shilviana and Hamami 2. Peran Orang Tua Dalam Pengembangan Minat Dan Bakat Siswa Keluarga merupakan lembaga pendidikan alamiah dengan berbagai fungsi pendidikan, dukungan, keterlibatan, dan perhatian orang tua yang memiliki dampak Anak-anak dan siswa menerima dukungan dari orang tua mereka, yang memengaruhi cara mereka belajar baik di dalam maupun di luar kelas (Sonjaya. Arifin, and Nurzaman 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu Yuli Astutik selaku koordinator unit beliau mengatakan AuSiswa memilih jenis PMB sesuai dengan minat dan bakat mereka melalui pengisian google form yang di isi oleh wali siswa (Tentunya pemilihan UPMB sudah didiskusikan terlebih dahulu oleh wali siswa dan siswa. Yang khusus yaitu pembinanya. Kami menyediakan pembina profesional di setiap jenis UPMB karena kita memiliki target-target di setiap jenis UPMB. Upaya yang dilakukan madrasah yaitu UPMB ada setiap hari sesuai dengan kelas dan jenisnya, penyediaan alat transportasi jika UPMB PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dilaksanakan di luar madrasah, penyediaan lapangan, alat UPMB serta tenaga pembina yang profesionalAy Keberhasilan anak dalam hidup tentu tidak lepas dari keterlibatan orang tua dalam setiap kegiatan, serta adanya kolaborasi antara pendidik dan orang tua. Guru dapat membantu mengarahkan orang tua tentang masalah dan kebutuhan anak-anak mereka. Untuk anak-anak yang berbakat, guru dapat membantu merencanakan kegiatan pengayaan seperti program bimbingan atau acara akhir pekan. Guru dengan pengetahuan atau kemampuan khusus dapat membantu mengajar komputer, musik, atau melukis. Untuk meningkatkan pilihan yang dapat diberikan sekolah kepada anak-anak berbakat, orang tua juga dapat menjadi sukarelawan dalam membantu bimbingan belajar, menyiapkan transportasi untuk kunjungan lapangan, dan membawa anak-anak mereka ke lokasi khusus (Haprabu. Sudarsono, and Purna 2. Agar anak dapat tumbuh dengan rasa percaya diri yang tinggi, kedua orang tua harus bekerja sama dengan baik. Orang tua memegang peranan penting karena mereka bertanggung jawab untuk mendukung anak sesuai dengan kebutuhannya di setiap tahap Sebagai panutan bagi anak, orang tua harus memberikan contoh sebaik mungkin agar anak dapat mengikuti jejak mereka dan memiliki acuan yang tepat dalam kehidupan (Fadhlani 2. Setiap keluarga harus mampu memberikan materi pendidikan karakter kepada anak dalam konteks kehidupannya, agar anak dapat berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya dan membentuk konsep karakteristik pendidikan dalam perilaku dan sikapnya. Hal ini dikarenakan orang tua memegang peranan penting dalam membantu anak memahami pendidikannya agar anak mampu menghadapi tantangan dunia, baik di dalam maupun di luar lingkungan keluarga. Strategi Sekolah Membangun fasilitas yang memfasilitasi penggunaan pendidikan karakter, seperti sekolah yang bebas puntung rokok, toilet bersih, tempat sampah yang cukup, dan semua fasilitas yang memadai. Siswa harus selalu terus terlibat dalam kegiatan-kegiatan ini. Setiap hari Senin, misalnya, ada upacara pengibaran bendera, salam di gerbang sekolah, tanggung jawab kelas, doa sebelum dan sesudah kelas, antri untuk masuk, dll. Partisipasi dalam kegiatan terjadwal. Setelah merencanakan nilai-nilai yang akan dimasukkan ke dalam tindakan-tindakan tertentu, strategi ini dijalankan (Shinta and Ain 2. Berdasarkan wawancara dengan salah satu guru yang ada di MIN 1 Kota Malang beliau mengatakan ada beberapa faktor yang memperngaruhi strategi sekolah AuFaktor pendukung yaitu Kepala Madrasah beserta waka, bapak ibu guru, serta para wali murid yang kooperatif. Faktor penghambat: Ada beberapa siswa yang kurang maksimal dalam mengikuti kegiatan UPMB (Jarang masu. karena jenis UPMB yang dipilih oleh wali murid dilakukan tanpa diskusi terlebih dahulu dengan siswa. Jadwal pelaksanaan: Kelas 1 dan 2 di hari Senin - Rabu. Kelas 3 & 4 di hari Kamis, dan Kelas 5 dihari Jumat. UPMB yang paling banyak diminati yaitu robotik. Kita memiliki sekitar 5 kelas robotik dalam 1 Hal yang mendasari yaitu terkait dengan pembelajaran digital madrasah dan rancang bangun material robot. Banyak lomba yg telah diikuti dan mencapai prestasi yaitu seperti panahan, robotik, basket, dan futsalAy Beliau juga mengatakan AuFaktor penghambat UPMB yaitu kurangnya fasilitas dari sekolah untuk beberapa bidang minat bakat siswa, namun sekolah selalu mengupayakan agar kegiatan UPMB tetap terlaksana dengan melakukan aktifitas diluar. Seperti UPMB renang, sekolah selalu mengupayakan dengan mengadakan latihan di luarAy. Adapun faktor pendukung AuHarapan diadakannya UPMB untuk menarik minat bakat siswa pada beberapa bidang tertentu. Karena setiap siswa memiliki latar belakang minat yang berbeda sehingga PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah siswa dibebaskan memilih terhadap beberapa bidang yang diminatinya. Dari beberapa bidang yang disiapkan sekolah diharapkan siswa dapat memilih untuk mengembangkan bakatnya pada bidang yang diminatinya. Sekolah harus juga dapat memaksimalkan peran orang tua dalam pembentukan akhlak Sebab, dengan mempertimbangkan betapa pentingnya peran orang tua terhadap efektifitas program pendidikan karakter yang diselenggarakan sekolah (Wulandari and Kristiawan 2. PENUTUP Pengembangan bakat dan minat di MIN 1 Kota Malang berfokus pada pengembangan keterampilan non-akademik, siswa memilih jenis UPMB sesuai dengan minat dan bakat mereka melalui pengisian google form oleh wali murid yang sudah didiskusikan bersama dengan siswanya, namun juga ada beberapa UPMB yang terintegrasi dengan nila-nilai agama melalui kegiatan seperti MTQ dan mewarnai kaligrafi. Penelitian ini menegaskan bahwa bakat adalah kapasitas bawaan yang dapat berkembang menjadi keterampilan melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman. Kesuksesan dalam bidang tertentu tidak hanya bergantung pada bakat, tetapi juga pada usaha, motivasi, dan dukungan dari lingkungan, termasuk orang tua dan guru. Pengembangan bakat siswa perlu dilakukan secara sistematis, dengan melibatkan berbagai pihak dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Setiap jenis UPMB didampingi oleh pembina yang berprofesional dalam bidangnya, yang membantu siswa dalam mencapai target dan mengembangkan kemampuan mereka dalam bidang yang dipilih. Peran orang tua sangat krusial dalam mendukung minat dan bakat anak, terutama dalam menjalin kerjasama dengan sekolah. Keterlibatan aktif orang tua dapat memperkuat proses belajar anak dan meningkatkan rasa percaya diri mereka. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler atau yang biasa disebut UPMB di MIN 1 Kota Malang sekolah menjadi sarana penting untuk menemukan dan mengembangkan potensi siswa. Sekolah juga memiliki tanggung jawab untuk menyediakan fasilitas yang mendukung pengembangan karakter, minat dan bakat siswa. Strategi yang efektif meliputi keterlibatan siswa dalam kegiatan terjadwal dan menyediakan dukungan untuk berbagai bidang. Dengan demikian, kolaborasi antara orang tua, guru, dan lingkungan sekolah sangat diperlukan untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas dan mendukung pengembangan bakat siswa secara optimal. DAFTAR PUSTAKA