YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPOSISI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW KELAS X IPS 4 SMA NEGERI 4 BUKITTINGGI TAHUN AJARAN 2016/2017 -------------------------------------------------------------------------------------------------Osmimi Guru SMA Negeri 4 Bukittinggi (Naskah diterima: 12 Agustus 2018, disetujui: 12 Oktober 2. Abstract This study aims to obtain data and information about the application of the Jigsaw Cooperative Learning Model to improving learning outcomes in writing exposition texts of class X IPS 4 Bukittinggi Public High School 4 2016/2017 academic year. This type of research is Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. The subjects of this study were students of class X IPS 5, amounting to 36 people consisting of 17 male students and 19 female students. The technique of collecting data uses observation, observation, and tests. The data obtained is then analyzed to draw conclusions. The results of this study can be seen from the increase in the initial precycle average with a percentage of completeness of 38. 9%, after the first cycle increased to 75%, while the percentage of completeness in the second cycle increased significantly to 95%. The implication of this research is that the application of the Cooperative Learning Jigsaw Model can improve the learning outcomes of writing exposition texts of class X IPS 4 students at Bukittinggi 4 Public High School. Keywords: Improvement, exposition text writing skills. Jigsaw Cooperative Model Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi tentang penerapan Model Cooperative Learning Jigsaw terhadap peningkatan hasil belajar dalam menulis teks eksposisi siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 4 Bukittinggi tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 5 yang berjumlah 36 orang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Teknik pengumpula data menggunakan observasi, pengamatan, dan tes. Data yang diperoleh kemudian dianalisis guna menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat dilihat dari peningkatan rata-rata awal prasiklus dengan persentase ketuntasan sebesar 38,9%, setelah dilakukan siklus I meningkat menjadi 75%, sedangkan persentase ketuntasan pada siklus II meningkat secara signifikan menjadi 95%. Implikasi penelitian ini adalah penerapan Model Cooperative Learning Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar menulis teks eksposisi siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 4 Bukittinggi. Kata kunci: Peningkatan. Keterampilan menulis teks eksposisi. Model Kooperatif Jigsaw YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Pengetahuan dan kemampuan menulis PENDAHULUAN engajaran bahasa Indonesia bertujuan siswa semakin dituntut dengan melatih siswa ber- agar dapat menghasilkan berbagai bentuk bahasa Indonesia yang baik dan benar tulisan. Keterampilan menulis tidak secara serta memperoleh mutu anak didik yang otomatis dimiliki siswa, tetapi memerlukan Sejalan dengan perkembangan banyak latihan yang intensif agar tulisan yang kurikulum, pembelajaran bahasa Indonesia di dihasilkan dapat menjadi lebih baik. Secara memiliki optimal mata pelajaran bahasa Indonesia keterampilan berkomunikasi bahasa Indonesia. berpedoman kepada kurikulum yang berlaku. Keterampilan berbahasa mencakup empat segi. Pada kurikulum 2013, materi pembelajaran yaitu keterampilan menyimak, keterampilan bahasa Indonesia dibagi menjadi empat sub ber-bicara, dan aspek yaitu mendengar, berbicara, membaca, keterampi-lan Menyimak dan dan menulis. berbicara dikategorikan dalam keterampilan Salah satu aspek keterampilan menulis produktif, sedangkan menulis dan membaca yang dikembangkan dalam pelajaran bahasa dikategori-kan dalam keterampilan reseptif. Indonesia adalah menulis teks eksposisi. Keterampilan menulis sebagai salah Sesuai kurikulum 2013 kompetensi dasar (KD) satu keterampilan berbahasa dalam dunia Menulis pendidikan di samping tiga aspek keterampilan sistematis dalam bentuk paragraf ekspositif Karena perannya sangat penting, maka sedangkan indikator pencapaian kompetensi keterampilan menulis sudah diajarkan sejak 2 Menulis dan menyusun kerangka yang Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Di telah disusun menjadi paragraf eksposisi. SMA menulis teks sebagai salah satu aspek Menulis berarti menghasilkan atau memketerampilan berbahasa yang sangat penting produksi suatu karangan baik bersifat nyata karena maupun tidak. Teks eksposisi merupakan salah satu kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam gendre teks yang wajib dipelajari siswa memenuhi kebutuhan sehari-hari yang terkait SMA/MA dalam kurikulium 2013 mengarah dengan kegiatan tulis menulis. pada kemunculan berbagai efek positif bagi YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Penggunaan teks eksposisi sebagai kurangnya materi, sumber belajar, maupun sebagai sisipan pengertian, dalam pengembangan strategi pembelajaran menjawab pertanyaan . pa, mengapa, kapan, keberhasilan dan bagaimana serta bahasa lugas dan bahasa belajar siswa. Dengan kata lain teks eksposisi baku. Permasalahan tersebut terjadi disebabkan mampu menjadi salah satu sarana dalam karena motivasi siswa bagi menulis. Selain hal itu, siswa juga tidak mau perkembangan dan peningkatan kompetensi berfikir kritis dalam mengeluarkan ide untuk kebahasaan, berbahasa, serta mengembangkan menulis eksposisi. Selain siswa guru hal ilmu pengetahuan dengan cara mnjelaskan atau tersebut juga dapat disebabkan oleh guru yang hanya menggunakan mode atau metode yang Penulis selaku guru bahasa Indonesia di monoton. SMA Negeri Bukittinggi Berdasarkan kenyataan di atas, untuk beberapa masalah dalam pembinaan dan membantu mengatasi kendala yang dihadapi pengembangan pembelajaran menulis teks siswa dalam menulis teks eksposisi perlu diberi Masalah-masalah yang sering dialami model siswa saat proses belajar mengajar khususnya memotivasi minat dan bakat siswa dalam menulis teks eksposisi adalah sebagai berikut. Model pembelajaran yang dapat Pertama, minat siswa dalam menulis eksposisi membantu siswa dalam menulis teks eksposisi, masih rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari yaitu model pembelajaran kooperatif jigsaw, nilai keterampilan menulis eksposisi siswa model kooperatif merupakan suatu pendekatan masih di bawah KKM. Kedua, siswa belum yang mencakup kelompok kecil dari siswa ide-ide hasil yang bekerja sama sebagai suatu tim untuk pemikiran dalam bentuk tulisan yang logis dan memecahkan masalah, menyelesaikan suatu Ketiga, pendukung tugas, pembelajaran menulis teks eksposisi disekolah bersama. Ada dua alasan mengapa model kooperatif jigsaw diterapkan dalam suatu Keempat, masih banyak ditemui kesalahan pembelajaran. Pertama, pada teks eksposisi yang mereka tulis karena jigsaw dalam penelitian ini merupakan salah YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . satu model yang digunakan dalam proses diungkapkan dalam bahasa tulisAy. Menulis pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum merupakan kegiatan untuk menyatakan pikiran Kedua, model kooperatif jigsaw akan dan perasaan dalam bentuk tulisan yang siswa untuk mengkaji materi diharapkan dapat dipahami oleh pembaca dan dalam berfungsi sebagai alat komunikasi secara tidak kelompok-kelompok pakar sehingga mereka langsung. dapat membantu tim mereka bekerja dengan Suparno Yunus . 8:1. Penerapan model kooperatif JIGSAW Aukegiatan komunikasi berupa penyampaian meningkatkan pesan dengan menggunakan bahasa tulis keterampilan menulis tekseksposisi. Sehingga sebagai alat atau medianya. Pesan adalah isi dapat dirumuskan pertanyaan penelitian dalam atau muatan yang terkandung dalam suatu penelitian yaitu: Sedangkan tulisan, merupakan simbol Bagaimanakah proses peningkatan kemam- atau lambang bahasa yang dapat dilihat dan puan menulis teks ekpsosisi siswa kelas X disepakati pemakainyaAy. Dengan demikian. IPS SMA Negeri Bukittinggi dalam komunikasi tulis terdapat empat unsur menggunakan model pembelajaran Ko- yang terlibat: penulis sebagai penyampai operatif Jigsaw ditinjau dari struktur teks pesan, pesan atau isi tulisan, saluran atau media berupa tulisan, dan pembaca sebagai Bagaimanakah hasil peningkatan kemam- penerima pesan. puan menulis teks eksposisi siswa kelas X Menurut IPS SMA Negeri Harris Effendi Thahar Bukittinggi . , eksposisi artinya mengekspose atau pembelajaran mengungkapkan suatu objek yang selama ini Kooperatif Jigsaw ditinjau dari struktur teks tidak terungkap, tersembunyi, atau tertutup. Dalam II. KAJIAN TEORI mengungkapkan sesuatu, sesuatu itu adalah Menurut Imron Ausuatu menulis ide, buah pikiran, atau pendapat . menuangkan Misalnya, sesuatu yang hendak diungkapkan pikiran, gagasan, dan perasaan seseorang yang itu adalah tesis. Tesis disebut juga sebagai YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . tema yang biasanya untuk karangan eksposisi. sehingga penulis dapat memperbaiki hasil Sebuah tesis wacana eksposisi misalnya, kerjanya sendiri. Kemudian, penulis harus teliti Aumembeli obat tanpa resep dokter itu dalam melakukan perbaikan terhadap hasil berbahayaAy maka seluruh wacana itu mengarah tulisannya sehingga mudah dipahami, jelas, pada dukungan terhadap tesis di atas. dan bermanfaat bagi pembacanya. Menurut A. Chaedar Alwasilah dan Semmy Suzanna Alwasilah Mohammad Nuh , menjelaskan struktur teks eksposisi adalah eksposisi merupakan tulisan yang bertujuan struktur yang membentuk karangan eksposisi mengklarifikasi, menjelaskan, mendidik, dan yang terbagi atas 3 bagian, yaitu tesis Penulis . , argumentasi . , dan penegasan atau ulang . Tesis merupakan pernyataan Eksposisi pendapat . Argumentasi merupakan isi mengandalkan strategi pengembangan alinea yang dikemukakan atau elaborasi . seperti melalui contoh, proses, dalam suatu karangan. Terakhir, penegasan akibat, klasifiksasi, definisi, analisis. Untuk menarik ulang merupakan simpulan atau pengutan minat pembaca, maka penulis juga melakukan eksposisi penganalisisan terhadap hasil tulisannya agar Ketiga berbentuk sebuah karangan yang didasarkan pada peristiwa-peristiwa di sekitar tidak ditemukan berbagai kesalahan dalam tata penulis. Penjelasan dari struktur sebelumnya, dibuat dalam bentuk teks, yakni tesis bagian Menurut Aceng Hasani . 5: . , pendapat atau opini, argumentasi atau alasan bentuk tulisan yang mempengaruhi pendapat menyampaikan merupakan bagian Melalui penutup atau penguatan Kurikulum 2013, menjelaskan bahwa dipaksa untuk struktur menerima pendapat penulis. Setiap pembaca yang merupakan isi, dan penegasan ulang yang membentuk sebuah karangan eksposisi itu mencakup tiga aspek, yaitu hasil tesis/pembukaan, argumentasi/isi, tulisannya yang dikemukakan oleh penulis penegasan ulang/penutup. Tesis/pembukaan YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . dalam sebuah karangan eksposisi, berupa Aktivitas pertama dalam Jigsaw II adalah pendapat atau gagasan seorang pengarang mendistribusikan teks dan topik-topik pakar, dalam menulis karangan yang berbentuk memberikan satu topik untuk masing-masing definisi tentang suatu objek. Tesis atau anak, pembukaan ini terdapat pada awal paragraf. Argumentasi/isi Berikan lembar-lembar pakar dan kemudian pergilah dari teks kemasing-masing tim dan tunjukkan siswa eksposisi yang berupa uraian atau poin yang mana yang harus mengambil topik tertentu. akan dijabarkan melalui objek yang telah Jika tim terdiri atas lima anggota, mintalah Penegasan merupakan dua anggota mengambil salah satu topik bersama-sama. Begitu anak-anak kesimpulan mendapatkan topik, biarkan mereka membaca terdapat di akhir paragraph. bahan-bahan yang telah mereka terima. Siswa Menurut Slavin . 0: . , dalam yang telah selesai membaca terlebih dahulu pebelajaran kooperatif peserta didik belajar dapat kembali dan membuat catatan. dalam kelompok yang bersifat heterogen dari Diskusi segi tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku kelas pakar. Para siswa memiliki topik-topik pakar yang sama bertemu untuk saling membantu satu sama lain dalam untuk mendiskusikannya dalam kelompok- tujuan bersama. Selanjutnya, menurut Asma kelompok pakar. memilih pemimpin diskusi . 9: . JIGSAW adalah sebuah program untuk masing-masing Pemimpin komprehensif dalam pengajaran membaca dan diskusi tidak perlu seorang siswa yang Model JIGSAW ini memiliki kemampuan tertentu, dan semua melatih siswa bekerjasama dalam kelompok siswa harus mendapatkan kesempatan untuk dan menghilangkan dominasi guru dalam mengisi peran ini pada suatu saat. Pekerjaan pelaksanaan pembelajaran di kelas. pemimpin diskusi adalah sebagai moderator Menurut Asma . Kegiatan diskusi, memangil para anggota kelompok Jigsaw menempuh yang beberapa tahap . Membaca. Siswa menerima memastikan bahwa setiap orang berpartisipasi. topik-topik pakar dan membaca bahan yang Memberikan waktu sekitar dua menit kepada kelompok-kelompok pakar untuk membahas YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . topik-topik mereka. Para siswa telah mencoba i. METODOLOGI PENELITIAN menemukan informasi tentang topik-topik Penelitian ini merupakan penelitian mereka dalam teks dan mereka saling bertukar tindakan kelas . lassroom action researc. informasi ini dengan kelompok. Laporan Penelitian (PTK) Para siswa harus kembali dari kegiatan yang dilakukan oleh guru atau peneliti diskusi kelas pakar mereka dan bersiap-siap untuk memperbaiki atau meningkatkan proses untuk mengajarkan topik-topik mereka kepada pembelajaran dengan mengubah pendekatan, teman-teman Mereka harus metode, strategi, atau cara yang berbeda dari menghabiskan waktu sekitar lima belas menit biasanya (Arikunto, 2009:. untuk mengulas segala seseatuyang telah Penelitian ini menggunakan metode mereka pelajari tentang topik-topik yang deskriptif. Menurut Nazir . , metode mereka temukan dari bacaan dan diskusi deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan, mereka dalam kelompok-kelompok pakar. Tekankan kepada para siswa bahwa mereka sistematis, faktual dan akurat mengenai faktaharus bertanggung jawab kepada teman-teman fakta, serta hubungan antarfenomena yang dalam tim mereka untuk men-jadi guru yang diselidiki. Metode baik sekaligus menjadi sebagai pendengar mendeskripsikan proses dan hasil peningkatan yang baik. Tes. Para siswa mengambil kuis keterampilan menulis teks eksposisi melalui model Koperatif Jigsaw siswa kelas X IPS 4 Distribusikan kuis dan berikan waktu yang SMA 4 Bukittinggi. Penelitian tindakan kelas cukup bagi setiap orang menyelesaikannya. ini dilaksanakan melalui empat tahap dalam Seluruh anak-anak menukarkan kuis dengan siklus. Pelaksanaan penelitian pada setiap para anggota tim-tim yang lain untuk skoring, siklus atau kumpulkan kuis-kuis tersebut dan berikan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan skor sendiri. Penghargaan Kelompok. Subjek penelitian ini adalah siswa Pemberian penghargaan pada kelompok sesuai kelas X IPS 4 SMA Negeri 4 Bukittinggi yang rata-rata kualifikasi super, hebat dan baik. dengan terdaftar 2016/2017 berjumlah 36 orang yang terdiri dari 17 orang laki-laki dan 19 orang perempuan. YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Teknik pengumpulan data yang dpilih telah dicapai oleh siswa antara lain struktur disesuaikan dengan instrumen yang diguna- teks Data yang terkumpul kemudian diukur Pada tahap refleksi ada beberapa sesuai dengan kriteria penskorannya, kemudian faktor kendala saat proses pembelajaran dari disusun sehingga mudah diverifikasi untuk siswa. Faktor tersebut antara lain siswa tidak Agar data memperhatikan materi yang disampaikan, berlangsung secara teratur, sistematis dan Selanjutnya pada siklus II, menulis teks sukses, yang dilakukan adalah sebagai berikut: eksposisi lebih diarahkan pada indikator yang . menyiapkan instrumen secara lengkap belum tercapai pada siklus I dan memantapkan dalam bentuk lembaran observasi, tes unjuk proses peningkatan menulis teks ekposisi menetapkan melalui model Cooperatif Learning Jigsaw. sumber data, seperti responden, dokumen- Hal itu terlihat dalam perencanaan pelaksanaan dokumen yang diperlukan, dan sebagainya, . Pada tahap pelaksanaan, terjadi pelaksana peningkatan aktivitas belajar siswa, hal itu pengumpul data, . melakukan pengumpulan terlihat dari sikap antusias siswa dalam data secara sistematis sesuai dengan apa yang menulis telah direncanakan sebelumnya. Cooperatif IV. HASIL PENELITIAN pengamatan, tindakan yang dilaksanakan oleh Temuan Learning Jigsaw. Pada tahap prasiklus penulis telah berhasil meningkatkan proses menunjukkan bahwa siswa masih kesulitan menulis teks ekposisi sehingga aktivitas siswa dalam menulis teks ekposisi. Hal itu terlihat juga dari rendahnya perolehan nilai siswa pada keberhasilan Pada Cooperatif Learning prasiklus dengan persentase ketuntasan 38,9%. Jigsaw dalam menulis teks eksposisi tergolong Penerapan model Cooperatif Learning Jigsaw baik dan telah memenuhi deskriptor. pada siklus I dapat memudahkan siswa menulis Perencanaan dilakukan menulis teks ekposisi pada siklus I terlaksana berdasarkan observasi awal kegiatan pembelajaran. Kegiatan Berdasarkan lembar observasi, proses sudah Berdasarkan catatan lapangan, aktivitas siswa terlaksana sesuai perencanaan. Indikator yang selama mengikuti kegiatan menulis ekposisi YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . melalui model Cooperatif Learning Jigsaw disuruh mendiskusikan contoh teks eksposisi bersungguh-sungguh mulai yang menampilkan hasil diskusi mereka tentang teks tidak ada lagi siswa yang sibuk dengan eksposisi kedepan kelas dan menanggapi hasil aktivitas sendiri, semuanya memperhatikankan laporan siswa serta memberikan reward kepada langkah-langkah kelompok yang mendapatkan nilai bagus. Peningkatan Cooperatif Learning Jigsaw. Pada siklus II, eksposisi siswa dilakukan dengan memberikan semakin tes pada setiap siklus yang dilaksanakan. tindakan Setelah hasil tes dinilai berdasarkan indikator memperbaiki menulis teks eksposisi, hasil tes diolah kekurangan yang terdapat pada siklus I. Berdasarkan respon siswa terhadap pembelajaran, dapat Cooperatif Learning Jigsaw memudahkan siswa memahami keterampilan menulis teks ekposisi. Dengan menerapkan model Cooperatif Learning Jigsaw, siswa bisa memahami langkah-langkah menulis eksposisi. Selain Cooperatif Learning Jigsaw membantu guru untuk memudahkan siswa Dengan Cooperatif Learning Jigsaw, guru membagi siswa kedalam kelompok dan siswa secara pembelajaran Abdurrahman dan Ratna . keterampilan menulis teks eksposisi siswa dan berdiskusi tentang mataeri teks eksposisi dengan didampingi guru. Siswa Smax Selanjutnya menghitung rata-rata nilai. Berdasarkan perhitungan tersebut rata-rata nilai menulis teks eksposisi siswa pada setiap siklus meningkat. Pada prasiklus nilai rata-rata siswa berada pada persentase ketuntasan 38,9%, pada siklus I nilai meningkat menjadi 75% persentase ketuntasan, dan pada siklus II lagi secara signifikan dengan persentase ketuntasan 95%. Cooperatif Learning menulis teks eksposisi. Artinya model Jigsaw YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA