Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember 2025 https://doi. org/10. 52060/mp. E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 WORKING MEMORY DAN KREATIVITAS DALAM PENELITIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Muhammad Iqbal Harisuddin1. Zaenuri2. Yohanes Leonardus Sukestiyarno3. St. Budi Waluya4. Emi Pujiastuti5 Doctoral Program in Mathematics Education. Faculty Of Mathematics and Natural Sciences. Universitas Negeri Semarang Indonesia e-mail: *1muhammad_iqbal_harisuddin@students. id, 2zaenuri. mipa@mail. 3sukestiyarno@mail. id, 4s. waluya@mail. id, 5emi. mat@mail. ABSTRAK Penelitian terhadap pembelajaran matematika semakin meningkat dan berkembang. Namun ide penelitian empiris mengenai kemampuan working memory (WM) dan kreativitas masih sangat terbatas. Tenaga pendidik harus melatih keterampilan WM peserta didik sebagai tambahan memberikan penguatan pembelajaran matematika. Tinjauan literatur sistematis mengikuti 10 langkah pendekatan oleh Gough et al. Pertanyaan penelitian terdiri dari: Bagaimana gagasan mengenai definisi, komponen dan kemampuan working memory? Gagasan Working Memory pada pembelajaran matematika yang berkaitan dengan reasoning, problem solving dan kreativitas? Peneliti menentukan periode terbit artikel yang relatif terbaru pada tahun 2015 Ae 2024. Peneliti melakukan penelusuran basis data pada PsycInfo. MathEduc. HarzingAos Publish or Perish dan scopus. Sedangkan untuk mengetahui kualitas jurnal tersebut peneliti berdasarkan basis data pada ScimagoJR. Setelah disortir artikel-artikel yang dianalisis sebanyak 37 dengan ditemukan di 18 jurnal berbeda. Terdapat enam definisi mengenai WM, empat kaitannya dengan komponen working memory, terdapat 10 mengenai kemampuan working memori, dua berkaitan dengan deskripsi working memory mengenai reasoning dan problem solving, terdapat tiga berkaitan deskripsi mengenai kreativitas serta tiga gagasan WM pada pembelajaran matematika yaitu aritmatika, geometri dan aljabar. Kata kunci: Kreativitas. Tinjauan Literatur. Working Memory ABSTRACT Research on mathematics learning is increasing and developing. However, empirical research ideas on working memory (WM) and creativity are still very limited. Educators must train students' WM skills in addition to providing reinforcement for mathematics learning. A systematic literature review follows the 10-step approach by Gough et The research questions consist of: What are the ideas about the definition, components and abilities of working memory? The idea of Working Memory in mathematics learning related to reasoning, problem solving and creativity? The researcher determined the publication period of the relatively latest articles in 2015 - 2024. The researcher conducted a database search on PsycInfo. MathEduc. Harzing's Publish or Perish and Scopus. Meanwhile, to determine the quality of the journal, the researcher based it on the database on ScimagoJR. After sorting, the articles analyzed were 37 found in 18 different journals. There are six definitions of WM, four related to working memory components, 10 related to working memory abilities, two related to working memory descriptions of reasoning and problem solving, three related to descriptions of creativity and three ideas of WM in mathematics learning, namely arithmetic, geometry and algebra. Keywords: Creativity. Literature Review. Working Memory PENDAHULUAN Faktor mempengaruhi kemampuan seorang siswa (McGonnell et al. , 2. Selain itu, nilai-nilai memproses informasi saat menyelesaikan masalah matematika (Atkinson et al. , 2. WM diasumsikan penting untuk menyimpan tugas-tugas kompleks . isalnya, belaja. yang berinteraksi dengan sistem kognitif lainnya. Selain itu, perbedaan individu dalam pengetahuan sebelumnya, kapasitas kemampuan untuk mempelajari konten yang berbeda, minat, kepribadian, dan lain-lain telah terbukti memiliki pengaruh pada pembelajaran (Aslaksen & Loryus, 2. Bagian terpenting dari WM diantaranya fungsi eksekutif, dimana fungsi eksekutif inti terdiri dari penghambatan kontrol . emampuan untuk mengendalikan perhatian, perilaku, pikiran, dan emosi, yang memungkinkan seseorang untuk menolak perilaku impulsif dan mengabaikan ganggua. , fleksibilitas kognitif . emampuan untuk beradaptasi dan beralih di antara tugas atau pikiran, yang memungkinkan penyesuaian terhadap aturan atau prioritas bar. , dan kemampuan untuk sementara waktu menahan, memperbarui, dan memanipulasi informasi (Sankalaite et al. , 2. Selain itu, literatur telah memberikan beberapa bukti bahwa terdapat variasi dalam hal usia, jenis kecerdasan yang dapat mempengaruhi kinerja perilaku dalam memori kerja dan kemampuan https://ejournal. id/index. php/mp This is an open access article under the cc-by license | 453 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . matematika selama masa kanak-kanak (Wang & Yao, 2. Intervensi pola pikir bertujuan untuk memanipulasi keyakinan siswa tentang pembelajaran dan kemampuan intelektual mereka (Holden & Goldstein, 2. Praktiknya, menggunakan skor IQ sebagai cara sederhana untuk mengetahui tentang pengaruh IQ secara keseluruhan pada matematika, dan para peneliti jarang memasukkan perbedaan antara kemampuan dan prestasi matematika sebagai kriteria inklusi untuk peserta dalam penelitian (Consalvi et al. , 2. WM telah banyak digunakan dipelajari dan dikenali sebagai fungsi kognitif mendasar karena ditemukan berhubungan erat dengan fungsi kognitif penting lainnya seperti kemampuan penalaran, (Syderqvist & Bergman, 2. Tes pilihan memaksa siswa memilih jawaban tanpa menjelaskan pemikiran mereka serta tidak dapat membedakan bagaimana cara berpikir yang sangat berbeda (Matthews. Hal ini menunjukkan bahwa jika ingin meningkatkan kemampuan matematika siswa, peneliti harus melatih keterampilan WM mereka sebagai tambahan memberikan penguatan pembelajaran matematika melalui tambahan latihan (Synchez-Pyrez et al. , 2. Sedangkan kapasitas memori kerja ditemukan lebih kuat terkait dengan pemikiran konvergen dibandingkan pemikiran kreatif divergen (Gerver et al. , 2. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjawab pertanyaan penelitian yang terdiri dari: Bagaimana gagasan mengenai definisi, komponen dan kemampuan working memory? Gagasan Working Memory pada pembelajaran matematika yang berkaitan dengan reasoning, problem solving dan METODE Tinjauan literatur sistematis peneliti mengikuti 10 langkah pendekatan oleh Gough et al. (Tahun 2. , yang awalnya dikembangkan untuk bidang politik dan telah ditransfer ke pembelajaran matematika oleh Nilsson et al. (Tahun 2. Lebih tepatnya, peneliti melakukan apa yang disebut Gough et sebagai tinjauan konfiguras, yaitu tinjauan yang dilakukan untuk mengembangkan ide atau teori secara induktif dari literatur yang diteliti, dengan fokus pada heterogenitas dan keragaman artikel yang terlibat. Pendekatan ini terdiri dari sepuluh langkah yaitu: The Need for Review. Review Question and Conceptual Framework. Scope. Search Strategy. Screening. Coding. Mapping the research field. Appraising the quality and relevance of studies. E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Synthesis. Communicate (Reporting of a Langkah 1 dan 2: The Need for Review. Review Question and Conceptual Framework Kebutuhan akan suatu review berkaitan dengan siapa yang mengajukan pertanyaanpertanyaan penelitian (RQ) dan apa yang akan Pertanyaan tinjauan dan kerangka kerja konseptual berkaitan dengan apa yang akan dilakukan oleh tinjauan tersebut dan asumsi apa yang mendasarinya telah dijelaskan dalam pendahuluan artikel. terdiri dari: Bagaimana gagasan mengenai definisi, komponen dan kemampuan working memory? Gagasan Working Memory pada pembelajaran matematika yang berkaitan dengan reasoning, problem solving dan Langkah 3: Scope Scope dalam hal ini menetapkan kriteria inkluisi yang digunakan untuk memilih studi. Peneliti menentukan beberapa parameter sebelum mencari literatur dengan menetapkan kriteria inklusi yang nantinya akan digunakan untuk memilih penelitian. Peneliti sebagian besar mengakses open jurnal dikarenakan keterbatasaan biaya. Supaya kualitas artikel yang akan dipertimbangkan untuk ditinjau peneliti tetap terjaga, peneliti hanya memilih . artikel jurnal yang bereputasi internasional, peneliti juga hanya memasukkan artikel . yang ditulis dalam bahasa Inggris sesuai dengan kemampuan bahasa peneliti ketika Selanjutnya peneliti lebih fokus pada . artikel empiris, karena tujuan penelitian yaitu untuk menguraikan gagasan working memory yang dibahas dalam penelitian empiris. Selain itu peneliti lebih fokus hanya pada . working memory siswa bukan pada guru. Peneliti menentukan periode terbit artikel yaitu . tahun 2015 Ae 2024. Langkah 4: Search strategy Strategi pencarian untuk menemukan sumber-sumber yang menjanjikan berdasarkan scope yang telah ditentukan atau yang relevan. Basis data bibliografi dari artikel jurnal yang diterbitkan adalah tempat yang umum digunakan untuk mencari penelitian yang relevan, yang menyediakan rincian seperti judul penelitian, sumber publikasi, dan abstrak. Basis data ini biasanya mencakup disiplin ilmu dan/atau bidang topik tertentu. Penelusuran basis data dilakukan untuk mencari kata apa pun yang muncul dalam catatan basis data untuk setiap https://ejournal. id/index. php/mp | 454 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . publikasi sesuai scope. Bidang psikologi peneliti melakukan penelusuran basis data berorientasi PsycInfo. Sedangkan untuk pembelajaran matematika peneliti melakukan penelusuran basis data pada MathEduc. Selain itu peneliti melakukan penelusuran baik bidang psikologi maupun pembelajaran matematika menggunakan basis data dengan HarzingAos Publish or Perish dan scopus. Sedangkan untuk mengetahui kualitas jurnal tersebut peneliti menggunakan rangking Q1 dan Q2 berdasarkan basis data pada ScimagoJR. Supaya untuk mempersempit data bidang psikologi sehingga kualitas lebih tinggi dan relevansi untuk pembelajaran matematika dan scope no . , peneliti memasukan kategori pembelajaran . , dan memory dengan search term: (AumathAy AND ). E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 AND AulearningA. terdapat 233 artikel, kemudian search term: (AumathAy AND AulearningAy AND AumemoryA. terdapat 22 artikel. Selanjutnya data jurnal yang ada pada MathEduc, dimana terdapat 18 Journals mathematics education, science and ICT, 26 Journals Education and Research, 3 Journals Education and Kemudian menggunakan HarzingAos Publish or Perish dan scopus didapat 200 artikel, kemudian membaca . judul, abstrak, kata kunci, topik Selanjutnya membaca pertanyaan penelitian dengan mengecualikan artikel lebih lanjut di luar parameter penelitian . tidak memenuhi kriteria 2 Ae 4 pada langkah 3. Banyaknya jumlah artikel pengecualian sebagian besar disebabkan menggunakan istilah pencarian yang tidak ada hubungannya dengan working matematika, dimana artikel-artikel tersebut disortis diawal sebelum analisis peneliti Hasil proses penyaringan pada analisis akhir menghasilkan total 37 artikel, seperti terlihat pada gambar 1. Langkah 5: Screening Pertama-tama . data psykologinya dalam hal ini working memory dengan search term: (AumathA. terdapat 822 artikel, lalu search term: (AumathAy Scope & Search strategy Database: PsycInfo Search term: (AumathA. 822 Search term: (AumathAy AND AulearningA. 233 hits Search term: (AumathAy AND AulearningAy AND AumemoryA. 22 hits Screening Reading of title, abstract, and working memory. Reading up on the research question exclusion of further articles outside 2 remaining articles Scope & Search strategy Database: MathEduc 18 Journals mathematics education, science and ICT 26 Journals Education and Research 3 Journals Education and Screening Reading of title, abstract, and keywords central topic: working memory. Reading up on the research question exclusion of further articles outside research 31 remaining articles Scope & Search strategy Database: HarzingAos Publish or Perish dan scopus, years: 20142024 Title words: math Keywords: working memory, 200 papers Screening Reading of title, abstract, and keywords central topic: working memory. Reading up on the research question exclusion of further articles outside research 37 remaining articles Screening rankings Q1 & Q2 based basic data on ScimagoJR 37 remaining articles Map & Appraise coding of statements and further content analysis 37 remaining articles Gambar 1. Flowchart of the search process for the systematic literature review memory sebanyak 8 artikel. Hasil lengkap Terdapat 37 artikel ini ditemukan di 18 banyaknya sebaran artikel tiap jurnal terdapat jurnal berbeda. Jurnal dengan jumlah artikel pada tabel 1. tertinggi yaitu Frontiers in Psychology dengan jumlah artikel yang berkaitan dengan working https://ejournal. id/index. php/mp | 455 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . Tabel 1 Nama jurnal dan jumlah artikel yang diurutkan berdasarkan rangking Journal Cognitive Psychology Journal of Educational Psychology PLoS ONE Learning and Individual Differences Scandinavian Journal of Educational Research British Journal Educational Psychology Sex Roles Ie Access Educational Psychology Contemporary Educational Psychology Journal for Research in Mathematics Education Journal of Research on Educational Effectiveness Teaching and Teacher Education International Journal of Science Education Studies in Educational Evaluation Frontiers in Psychology Education Sciences Acta Psychologica Number of Ranks Langkah 6: Coding Sesuai dengan tujuan penelitian yang peneliti lakukan, dan setelah membaca serta mendalami artikel-artikel secara intensif, peneliti memfokuskan analisis pada bagian peserta/demografi Sebagai persiapan analisis konten peneliti melakukan pernyataan-pernyataan yang dikodekan. Dalam artikel ini, pernyataan didefinisikan sebagai proporsi yang dibuat mengenai working memory dalam konteks matematika yang dikaitkan dengan referensi. Aturan ketat ini akan dapat melindungi data dari pengaruh pendapat pribadi penulis, peneliti akan selalu menangkap pernyataan yang berdasarkan pada teori yang mendasarinya. Pada pernyataanpernyataan tersebut peneliti sortir kedalam dua kategori, yaitu: karakter working memory pada siswa, dan penerimaan working memory ketika Kemudian mengidentifikasi tiga karakter pernyataan, diantaranya: definisi, komponen dan deskripsi. Pernyataan merupakan kalimat-kalimat yang dimana penulisnya secara jelas menyatakan bahwa pernyataan tersebut adalah suatu definisi dari working memory. Pernyataan komponen merupakan kalimat yang menggambarkan E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 working memory secara spesifik. Selanjutnya, pernyataan deskripsi merupakan kalimat yang berisi lebih banyak kumpulan property yang lebih longgar lagi mengenai working memory, pernyataan deskripsi ini meliputi kata-kata yang berkaitan dengan working memory pada penelitian pembelajaran matematika sesuai dengan tujuan penelitian peneliti. Secara keseluruhan terdapat 456 pernyataan yang dikodekan sesuai tujuan artikel peneliti dengan rincian: 6 pernyataan definisi, 11 pernyataan komponen, serta 439 pernyataan deskripsi yang diikutsertakan untuk dianalisis lebih lanjut. Langkah 7 dan 8: Mapping the research field (Pemetaan penelitian yang terkai. serta Appraising the quality and relevance of studies (Penilaian kualitas dan relevansi penelitia. Pemetaan . dasar analisis dari pernyataan-pernyataan pada langkah 6 . yang telah dikodekan. Selanjutnya pernyataan-pernyataan tersebut dikelompokkan secara induktif yang berkaitan dengan working memory dengan titik awalnya pernyataan-pernyataan dari kategori definisi, komponen dan deskripsi. Pada pemetaan ini bagi peneliti memiliki dua tujuan yaitu. memberikan suatu gambaran kasar tentang working memory. sabagai dasar untuk Setiap gagasan working memory kemudian dapat dianalisis lebih lanjut dari berbagai macam aspek yang berkaitan dengan penilaian kualitas dan relevansi penelitian. Peneliti menetapkan batasan dalam tinjauan peneliti mengenai working memory untuk jumlah pernyataan guna membuat sebuah Ketika melakukan penilaian kualitas, gagasan yang berbeda tentang working memory dalam matematika dievaluasi guna Sering kali langkah penilaian bersifat interpretative, tetapi pada saat yang sama sulit menemukan kriteria untuk mengevaluasi gagasan yang berbeda tersebut. Oleh karena itu peneliti menentukan beberapa titik konvergensi, diantaranya melihat sejak kapan gagasan working memory yang akan diintegrasikan pada tinjauan peneliti digunakan dalam artikel tersebut. Selanjutnya peneliti melakukan penyelidikan penyebaran geografis dengan mengevaluasi penyebaran masingmasing gagasan mengenai working memory pada berbagai kelompok penelitian. Langkah 9 dan 10: Synthesis (Mensintesi. dan mengkomunikasikan (Reporting of a revie. Langkah terakhir yaitu mensintesis dan mengkomunikasikan (Reporting of a revie. hasil tinjauan pustaka peneliti. Seintesis https://ejournal. id/index. php/mp | 456 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . merupakan produk akhir dari suatu tinjauan pustaka dengan menggabungkan hasil dan menjawab pertanyaan penelitian. Gough dkk mengkomunikasikan (Reporting of a revie. mengacu pada temuan yang dihasilkan. Synthesis (Mensintesi. mengkomunikasikan (Reporting of a revie. peneliti sajikan pada bagian hasil dan HASIL DAN PEMBAHASAN Pada tahapan ini, peneliti menyajikan data yang telah ditemukan berkaitan dengan Bagaimana gagasan mengenai definisi, komponen dan kemampuan working memory. Serta gagasan working memory pada pembelajaran matematika yang berkaitan dengan reasoning, problem solving dan Hasil yang peneliti dapat mengenai working memory seperti pada gambar 2 berikut. Gambar 2 Diagram Gagasan Working Memory Dari gambar diagram gagasan working memori menunjukkan bahwa terdapat enam definisi mengenai working memory yang tercantum pada enam artikel yang berbeda dari 37 judul artikel yang telah discreening. Walaupun para ahli tersebut mendifinisikan working memory tidak berbeda jauh, yakni berkaitan dengan proses kognitif, sistem kognitif, proses penyimpanan dan pertukaran informasi informasi, serta berkaitan dengan Adapun kaitannya dengan komponen working memory terdapat 11 pernyataan dari 11 artikel yang Komponen working memory yaitu phonological loop, visuospatial sketchpad, verbal and visuospatial central executive (McGonnell executive phonological, executive visuo-spatial (Finell et al. , 2. Pada tahun 2000 Baddeley working memory terdiri dari satu central executive control system dan tiga slave systems yang terdiri dari phonological loop, visuospatial sketchpad dan episodic buffer (Pals et al. , 2018. Lee & Bull. Central executive dan dua slave system yaitu phonological loop and the visuospatial E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 sketchpad (Fanari et al. , 2. loop, visuospatial sketchpad, central executive . an der Ven et al. , 2017. Baddeley et al. , 2021. Vos et al. , 2023. Wallinheimo et al. , 2024. McGonnell et al. , 2. Pada tahun 2010 Ecker working memory terdiri dari retrieval . , transformasi dan subtitusi (Pelegrina et al. , 2. Selanjutnya gagasan working memory yang paling banyak dimana terdapat 26 artikel dan 207 pernyataan mengenai kemampuan working memori. Diantaranya mengenai gagasan bahwa kemampuan verbal dan visuospasial penting untuk kemampuan perhitungan matematika konsisten dengan banyak teori tentang Peneliti dapat menggunakan kemampuan verbal verbal ketika peneliti menghitung atau menggunakan pengulangan verbal untuk membantu perkembangan memori fakta-fakta membandingkan membandingkan jumlah atau nilai perkiraan, dan angka-angka tertulis yang berguna dan sering kali diperlukan untuk perhitungan yang rumit (Consalvi et al. , 2. Kemudian deskripsi working memory mengenai reasoning dan problem solving, deskripsi ini erat kaitannya dengan kreativitas pembelajaran matamatika dimana terdapat 134 pernyataan. WM memiliki kapasitas terbatas dan hanya dapat menampung sejumlah informasi tertentu untuk jangka waktu yang singkat, dalam hitungan detik, sebelum meluruh. WM telah dipelajari secara ekstensif dan diakui sebagai fungsi kognitif fundamental karena telah ditemukan berhubungan erat dengan fungsi kognitif penting lainnya seperti kemampuan penalaran, kontrol penghambatan, dan perhatian (Engle et al. , 1999. Conway et al. 2001, 2003. Kane et al. , 2001, 2. Dalam penalaran ini, peningkatan kapasitas dan perhatian WM diasumsikan dapat membantu anak-anak lebih memperhatikan apa yang diajarkan di kelas serta tetap lebih fokus saat mengerjakan pekerjaan sekolah mereka pembelajaran (Syderqvist & Bergman Nutley. Deskripsi mengenai kreativitas dari 23 artikel terdapat 98 pernyataan yang berkaitan dengan indikator kreativitas. Pada artikel ini peneliti menggunakan indikator kreativitas yang meliputi berpikir divergen, flexibilitas, fluency, kebaruan, elaborasi, kemasukakalan dan prsoses inkubasi. Dengan siswa menyadari kelupaan sendiri, maka mereka lebih siap untuk berkembang solusi dan strategi kreatif untuk mencegah lupanya informasi penting di kemudian hari, hal ini sangat bagus penting untuk meningkatkan WM (Sankalaite et , 2. Sentral eksekutif mempunyai fungsi https://ejournal. id/index. php/mp | 457 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . eksekutif yang merupakan salah satu komponen working memory yang sangat Fungsi eksekutif (EF) adalah serangkaian proses mental yang diperlukan untuk konsentrasi dan perhatian selektif dengan tiga fungsi eksekutif utama, yaitu penghambatan . enghambatan perilaku dan kogniti. , fleksibilitas kognitif, dan memori kerja (Sankalaite et al. , 2. Temuan menunjukkan bahwa pada berbagai tingkat penguasaan keterampilan, memori kerja lebih terlibat dalam perolehan keterampilan baru, yaitu sebelum siswa dapat mengingat kembali strategi yang telah dipraktikkan dengan baik dari memori jangka panjang (Bull dan Scerif, 2001. Andersson, 2. Visuospatial Working Memory dikaitkan dengan kinerja dalam matematika (De Smedt et al. , 2009. Ashkenazi et al. , 2. , keterampilan membaca (Bourke et , 2. , dan keterampilan motorik (McClelland dan Cameron, 2. , bisa dibilang sebagai pengaruh mendasar dalam pengadaan keterampilan baru (Bull dan Scerif, 2001. Andersson, 2008. Gathercole et al. , 2. Selanjutnya mengenai bidang matematika, terdapat 26 artikel yang mengaitkan dengan aritmatika, geometri dan aljabar. Dimana aritmatika merupakan bidang matematika yang paling banyak dibahas berkaitan dengan working memory yaitu 23 artikel. Peneliti menganalisis isi pernyataan berdasarkan dua research question yang telah Bagaimana mengenai definisi, komponen dan kemampuan working memory. Serta gagasan working memory pada pembelajaran matematika yang berkaitan dengan reasoning, problem solving dan indikator kreativitas. Terdapat enam artikel yang membahas mengenai definisi working memory. Definisi menurut Cowan bahwa working memory sebagai seperangkat proses kognitif yang bekerja pada memori jangka panjang dengan dipandu oleh suatu perhatian, misalnya berupa pengambilan dan pemeliharaan (Sankalaite et , 2. WM adalah salah satu fungsi eksekutif (EF) utama dan mencakup kumpulan proses kognitif yang menyimpan informasi untuk sementara waktu dalam keadaan yang dapat diakses, cocok untuk melakukan berbagai tugas mental (Sankalaite et al. , 2. Sebelumnya pada tahun 1974 menurut Baddeley dan Hitch mendefinisikan working memory sebagai sistem kognitif atau sebagai konstruksi yang terdiri dari sistem kontrol atensi atau eksekutif pusat, prosesor bebas yang memanipulasi informasi dan memilih strategi untuk mernyelesaikan tugas-tugas yang ada, selain itu working memory bertanggung jawab E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 untuk menyimpan dan memproses informasi dalam jangka waktu singkat, tidak hanya mencakup mengenai penyimpanan informasi pasif atau sering disebut sebagai memori jangka pendek, tetapi juga merupakan proses eksekutif pusat yang dapat memanifulasi informasi dalam proses penyimpanannya (Baddeley, 2003. Finell et al. , 2. Menurut Baddeley bahwa working memory didefinisikan sebagai sistem berkapasitas terbatas yang mencakup fungsi-fungsi terkait dengan penyimpanan informasi untuk penyimpanan sementara dan pemrosesan informasi dalam mendukung kognisi dan tindakan serta sekaligus memproses informasi lain control perhatian terkait dengan fungsi-fungsinya (Baddeley et al. , 2021. SzczygieC, 2021. Swanson et al. , 2. Selain itu, working memory didefinisikan sebagai kemampuan mempertahankan perhatian serta menyimpan dan memanipulasi sejumlah informasi dalam waktu singkat (Malling et al. , 2. Definisi selanjutnya mengenai working memory merupakan bagian dari otak manusia yang memungkinkan peneliti untuk memikirkan sesuatu, menyimpan informasi sementara, dan apabila penyimpanan informasi tersebut diteruskan ke memori jangka panjang (Atkinson et al. , 2. Kaitannya komponen working memory peneliti menemukan terdapat 11 artikel yang membahas hal tersebut. Menurut McGonnell et al. berdasarkan hasil penelitian bahwa terdapat empat komponen working memory yaitu phonological loop, visuospatial sketchpad, verbal and visuospatial central executive (McGonnell et al. , 2. , penilti yang lain menyebutkan komponen working memory terdiri dari phonological, visuo-spatial, central executive phonological, executive visuo-spatial (Finell et al. , 2. Pada tahun 2000 Baddeley mengemukakan bahwa working memory terdiri dari satu central executive control system dan tiga slave systems yang terdiri dari phonological loop, visuospatial sketchpad dan episodic buffer (Pals et al. , 2. Phonological loop, visuospatial sketchpad merupakan sistem penyimpanan jangka pendek . hort term memor. yang bertanggung jawab menyimpan dan melatih pendengaran dan informasi spasial visual masing-masing, sedangkan episodic buffer memfasilitasi pertukaran informasi antara central executive dengan long term bertanggung jawab atas pemrosesan dan penyimpanan informasi secara simultan (Lee & Bull. Working https://ejournal. id/index. php/mp | 458 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . digambarkan sebagai satu kesatuan komponen dalam hal ini central executive yang memproses informasi, dan dua slave system yaitu phonological loop and the visuospatial sketchpad yang bertanggung jawab untuk menyimpan dan menjaga ketersediaan informasi verbal dan visuospasial (Fanari et al. Jika dibandingkan dengan komponen working memory berdasarkan Baddeley and HitchAos model multi komponen dari memori hanya ada tiga yaitu: phonological loop, visuospatial sketchpad, central executive . an der Ven et al. , 2017. Baddeley et al. , 2021. Vos et al. , 2023. Wallinheimo et al. , 2. Penjelasan visuospatial sketchpad, central executive sebagai berikut (McGonnell et al. , 2. Komponen berdasarkan teorinya mengandung dua bagian, diantaranya berupa penyimpanan fonologis yang dapat menyimpan informasi untuk waktu yang sangat singkat, dan sistem latihan artikulatoris yang memungkinkan peneliti untuk secara singkat meningkatkan kapasitas penyimpanan fonologis melalui latihan verbal. Selajutnya, komponen kedua yaitu visuospasial sketsa yaitu sistem yang memungkinkan peneliti untuk menyimpan atau memanipulasi informasi visual dan/atau informasi spasial yang diterima dari indera atau diakses dari memori jangka panjang. Kemudian komponen ketiga yaitu central executive dimana dapat mengakses informasi verbal atau visuospatial yang tersimpan melalui salah satu sistem lain, tetapi memiliki sistem kontrol atensi yang bertanggung jawab mempertahankan atau mengalihkan fokus. Pada tahun 2004 DeStefano & LeFevre menyatakan bahwa ketiga komponen working memory tersebut memainkan peranan yang penting dalam aritmatika mental, tetapi dalam kondisi yang berbeda (Wallinheimo et al. , 2. Pada tahun 2010 Ecker dan teman-teman penelitiannya mengidentifikasi ada tiga komponen yang ditemukan dalam berbagai tugas working memory update yaitu: retrieval . yaitu mengakses informasi yang akan diperbaharui, transformasi yaitu proses merubah informasi yang disimpan pada working memory dan subtitusi yaitu mengganti konten yang ada pada working memory dengan informasi baru (Pelegrina et al. , 2. Fungsi Eksekutif inti terdiri dari penghambatan kontrol . emampuan untuk mengendalikan perhatian, perilaku, pikiran, dan emosi, yang memungkinkan seseorang untuk menolak perilaku impulsif dan mengabaikan ganggua. , fleksibilitas kognitif . emampuan untuk beradaptasi dan beralih di antara tugas E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 atau pikiran, yang memungkinkan penyesuaian terhadap aturan atau prioritas bar. , dan WM . emampuan menahan, memperbarui, dan memanipulasi Selain itu, para guru menyadari anak-anak menghadapi tantangan dan mengalami Pendekatan seperti ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati dan meniru strategi pemecahan masalah yang digunakan oleh orang lain, yang menghasilkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan pengaktifan WM mereka. Gangguan yang disebabkan oleh kebisingan dan gerakan kebisingan dan gerakan yang berlebihan oleh siswa lain dapat merangsang siswa secara berlebihan dan menghambat kemampuan mereka untuk berkonsentrasi. Strategi tersebut secara langsung mendukung, menantang, dan melatih/memperbaiki kemampuan WM anakanak. Strategi ini tidak hanya tentang membantu siswa dalam konteks langsung, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan untuk menghadapi tantangan di masa depan. Sementara perhatian dan perhatian dan fokus memainkan peran penting dalam kemampuan anak untuk menangkap dan memahami instruksi atau tugas, faktorfaktor ini saja tidak menentukan keberhasilan Keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada atribut, kebutuhan, dan atribut siswa, kebutuhan, dan kemampuan masing-masing siswa, di samping faktor-faktor aspek-aspek berhubungan dengan guru dan kondisi lingkungan (Sankalaite et al. , 2. Intervensi pola pikir bertujuan untuk memanipulasi keyakinan siswa tentang pembelajaran dan kemampuan intelektual mereka. Meskipun intervensi ini tetap menjadi pendekatan yang populer untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan perubahan sikap dan kinerja, sebuah pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara intervensi pola pikir dan ukuran kemampuan kognitif masih diperlukan (Holden & Goldstein, 2. Working Memory Capacity adalah prediktor yang dapat diandalkan untuk kemampuan kognitif dan terkait dengan banyak hasil kinerja yang sama dalam lingkungan akademis seperti pola pikir (Holden & Goldstein, 2. Meskipun penting untuk dicatat bahwa dari penelitian ini menunjukkan pentingnya mendorong mendorong siswa keterampilan visuospasial saat mereka belajar matematika (Consalvi et al. , 2. Baik dalam studi resolusi ambiguitas dan studi interferensi proaktif, kelompok pemahaman yang baik dan buruk diciptakan dengan mencocokkan, https://ejournal. id/index. php/mp | 459 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . terkadang berdasarkan kasus per kasus, berdasarkan usia, keakuratan membaca kata, atau kefasihan membaca, dan terkadang untuk kemampuan kognitif nonverbal (Marcia et al. Memori kerja mencakup kemampuan mengarahkan dan mempertahankan perhatian, serta menyimpan dan memanipulasi sejumlah informasi dalam jangka waktu singkat. Perbedaan antara aspek-aspek yang saling terkait ini memori kerja, yaitu. Pembaruan memori kerja merupakan kemampuan untuk menyimpan satu informasi untuk waktu yang sangat singkat dan berturut-turut memperbarui informasi tunggal ini. Kapasitas memori kerja merupakan jumlah informasi yang dapat disimpan untuk jangka waktu singkat. Manipulasi kemampuan untuk memanipulasi informasi yang disimpan untuk jangka waktu yang singkat (Malling et al. , 2. Keterampilan dasar dalam mengolah angka tetap penting bagi kemampuan matematika orang dewasa bahkan saat memasukkan kapasitas WM dalam model, yang penting diman jalur-jalur tersebut bervariasi dalam hal kekuatan relatifnya tergantung pada jenis masalah matematika yang sedang dipecahkan (Shi & Liu, 2. sisi lain, masalah numerasi menuntut dalam hal perhitungan multi langkah dan penalaran abstrak, yang menjelaskan mengapa kinerja pada ukuran numerasi lebih dipengaruhi oleh WM. Hal ini dikarenakan yang pertama menggunakan strategi penyelesaian yang lebih kompleks dan intensif WM, sehingga menurunkan kinerja ketika beban meningkat (Smeding et al. , 2. Selain itu, proses WM memungkinkan penyimpanan sementara hasil antara perhitungan yang terlibat dalam penyelesaian masalah (Shi & Liu, 2. Hubungan positif WM atau kinerja WM seharusnya cukup kuat untuk tugas kognitif memerlukan aturan dan tujuan agar berhasil diselesaikan, yang merupakan operasi mental yang lebih baik dilakukan oleh individu dengan WM tinggi daripada rekan mereka dengan WM Hal ini menjelaskan mengapa kinerja mereka menurun . engapa mereka di bawah tekana. , tetapi tidak demikian halnya dengan WM rendah yang menggunakan strategi pemecahan yang kurang kompleks sejak awal . ehingga mengurangi pengaruh faktor kontekstual terhadap kinerj. (Smeding et al. Penelitian selanjutnya juga harus matematika lainnya lebih responsif terhadap intervensi, meskipun ada kemungkinan bahwa keterampilan prosedural seperti berhitung lebih E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 responsif daripada keterampilan lain yang memerlukan pembuatan model matematika dan model situasi . emecahan masala. Demikian pula, apakah efeknya akan serupa untuk aspek dan jenis WM lainnya untuk orang dewasa adalah pertanyaan terbuka yang Memberikan fokus yang lebih seimbang pada memori verbal dan visuo-spasial mungkin merupakan cara yang baik untuk melangkah (Muyez et al. , 2. Deskripsi matematika pada working memory untuk geometri biasanya menggunakan bentuk, sedangkan aljabar dan aritmatika yang digunakan pengoperasiannya sederhana. Operasi Span (OSPAN) otomatis diselesaikan pasca manipulasi untuk memperoleh status WMC siswa. Tugas OSPAN mengharuskan penyelesaian serangkaian soal aritmatika sambil mengingat daftar huruf. Misalnya, uji coba individu dalam daftar akan mengambil bentuk berikut: Au. 5 = 45? Ya atau Tidak?Ay. Peserta memecahkan persamaan, menjawab ya atau tidak, lalu mengingat huruf tersebut untuk diingat nanti (Holden & Goldstein, 2. Arah yang menarik untuk penelitian di masa depan adalah menyelidiki apakah sketsa visuospasial juga penting dalam jenis keterampilan matematika lainnya . oal cerita, geometri, interpretasi grafi. dan untuk subtipe keterampilan kalkulasi matematika . isalnya, fakta penjumlahan dasar, fakta perkalian dasar, penjumlahan yang memerlukan membawa, pengurangan yang memerlukan peminjama. (McGonnell et al. , 2. Beberapa faktor kognitif dan emosional berkontribusi pada pemrosesan numerik orang dewasa dengan dan tanpa gangguan koordinasi perkembangan (DCD), yaitu dengan Penelitian menjembatani kesenjangan dalam penelitian dan menawarkan kemajuan signifikan dalam memahami tantangan matematika yang dihadapi oleh orang dewasa dengan DCD, sehingga membangun dasar awal untuk mendatang tentang pemrosesan WM dan kinerja matematika. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa anak-anak dengan Developmental Coordination Disorder (DCD)/Dispraxia memiliki kinerja matematika yang lebih buruk dibandingkan dengan anakanak neurotipikal (NT). Namun, belum ada penelitian yang meneliti faktor kognitif dan matematika orang dewasa dengan DCD. Hasil https://ejournal. id/index. php/mp | 460 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . penelitian mengamati bahwa populasi DCD memiliki kinerja lebih buruk daripada NT dalam Tugas matematika melibatkan tugas aritmatika mental sederhana yang memerlukan pengambilan fakta aritmatika, di mana peserta diminta untuk menyelesaikan tugas sebanyak mungkin dalam satu menit. Tugas-tugas ini termasuk penjumlahan, pengurangan, dan perkalian satu digit, tetapi memberlakukan tekanan waktu. Peneliti menemukan bahwa individu dengan DCD menyelesaikan lebih sedikit tugas secara akurat dalam waktu yang dialokasikan, pemrosesan yang lebih lambat selama tugas numerik ini. Meskipun penelitian tidak mengukur kecepatan pemrosesan, hasil tugas memberikan wawasan tentang kecepatan pemrosesan orang dewasa DCD ketika tugas kognitif diselesaikan di bawah tekanan waktu (Wallinheimo & Gentle, 2. KESIMPULAN Definisi Working Memory (WM) yaitu bagian dari otak manusia dengan sistem berkapasitas terbatas terkait kemampuan memori yang terdiri dari seperangkat proses kognitif . erhatian, mengarahkan, memikirkan, memilih strateg. dan proses informasi . engambil, memonitor,merencanakan, mernyelesaikan tugas-tugas termasuk tugas mental dengan waktu yang singkat dan sementara, apabila penyimpanan informasi tersebut dilakukan secara berulangkali maka diteruskan ke memori jangka panjang. Komponen WM terbagi menjadi: satu central executive control system dan tiga slave systems . honological loop, visuospatial sketchpad dan episodic buffe. Selain itu, ada komponen WM menjadi komponen WM yang baru, yaitu: verbal and visuospatial central executive, central executive phonological, executive visuo-spatial. Deskripsi ability pada WM meliputi. engarahkan mempertahanka. perhatian, perilaku, pikiran, . leksibilitas kogniti. kemampuan menyimpan, memperbarui, dan memanipulasi informasi. kemampuan mengamati dan meniru strategi pemecahan masalah. kemampuan pemecahan kemampuan menangkap dan memahami instruksi atau tugas. kemampuan intelektual. kemampuan memprediksi. kemampuan kognitif Deskripsi Problem Solving dan E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 reasoning pada WM, yaitu berupa keterampilan menggunakan strategi penyelesaian untuk memerlukan perhitungan multi langkah dan penalaran abstrak. Kinerja WM seharusnya cukup kuat untuk tugas kognitif tingkat tinggi, karena tugas tersebut memerlukan aturan dan tujuan agar berhasil diselesaikan. Meskipun ada kemungkinan bahwa keterampilan prosedural seperti berhitung lebih responsif daripada keterampilan lain yang memerlukan pembuatan model matematika dan pemecahan Deskripsi kreativitas pembelajaran matematika pada WM yaitu baru berupa kelancaran dalam menyelesaikan masalah geometri, aljabar ataupun aritmatika yang memerlukan perhitungan multi langkah dan penalaran abstrak. DAFTAR PUSTAKA