Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL ANALISA KUALITAS FISIK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN USAHA TANI DESA PADA PROGRAM KETAHANAN PANGAN DANA DESA (Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ili. NENSI NOVIANTI Program Pascasarjana. Program Studi Magister Teknik Sipil. Universitas Bina Darma Palembang Email: eci. uii2002@gmail. DOI: http://dx. org/10. 31869/rtj. Abstract: This study analyzes the physical quality of agricultural road construction in four villages in Tanjung Lubuk District. Ogan Komering Ilir Regency, in the village fund food security program. The methods used include a questionnaire survey to measure community and village apparatus satisfaction and a Hammer Test to assess the quality of road concrete. The results of the study indicate that although the community is generally satisfied with the road construction, the quality of the concrete produced is still below the established standards (SNI 03-6468-2000 and ACI . , with an average compressive strength value of <10 MPa. The main factors influencing the low quality of roads include a lack of technical understanding in concrete mixing, weak supervision, and limited resources in the construction process carried out independently by the community. Some common damages found include sinking, release of aggregate grains, and longitudinal cracks. Therefore, increased supervision, technical education for workers, and better road maintenance are needed so that the infrastructure built can be more durable and beneficial to the community. Keywords: Concrete Quality. Village Road Infrastructure. Community Satisfaction. Hammer Test. Construction Supervision Abstrak: Penelitian ini menganalisis kualitas fisik pembangunan jalan usaha tani di empat desa di Kecamatan Tanjung Lubuk. Kabupaten Ogan Komering Ilir, dalam program ketahanan pangan dana Metode yang digunakan meliputi survei kuesioner untuk mengukur kepuasan masyarakat dan perangkat desa serta uji Hammer Test untuk menilai mutu beton jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun masyarakat umumnya merasa puas dengan pembangunan jalan, mutu beton yang dihasilkan masih di bawah standar yang ditetapkan (SNI 03-6468-2000 dan ACI . , dengan nilai kuat tekan rata-rata <10 MPa. Faktor utama yang memengaruhi rendahnya kualitas jalan meliputi kurangnya pemahaman teknis dalam pencampuran beton, lemahnya pengawasan, serta keterbatasan sumber daya dalam proses pembangunan yang dilakukan secara swakelola oleh masyarakat. Beberapa kerusakan umum yang ditemukan meliputi amblas, pelepasan butiran agregat, serta retak memanjang. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, edukasi teknis bagi pekerja, serta pemeliharaan jalan yang lebih baik agar infrastruktur yang dibangun dapat lebih tahan lama dan bermanfaat bagi Kata Kunci: Kualitas Beton. Infrastruktur Jalan Desa. Kepuasan Masyarakat. Hammer Test. Pengawasan Konstruksi Pendahuluan Infrastruktur jalan memiliki peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan. Jalan yang berkualitas tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga memperlancar distribusi hasil pertanian, mempercepat mobilitas penduduk, dan menunjang layanan sosial seperti pendidikan dan kesehatan (Hernowo. Dalam konteks ini. Program Ketahanan Pangan Dana Desa menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur jalan usaha tani guna mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional (Peraturan Menteri Desa No. 8 Tahun 2. Namun, dalam pelaksanaannya, ditemukan berbagai permasalahan terkait kualitas fisik infrastruktur jalan yang dibangun melalui program ini. Kerusakan seperti retak, amblas, dan ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL penurunan permukaan sering terjadi, menunjukkan kurang optimalnya pengawasan kualitas konstruksi (Bachnass, 2. Hal ini diperparah dengan kurangnya tenaga ahli di bidang infrastruktur di tingkat desa serta pelaksanaan pembangunan yang lebih berfokus pada kuantitas dibandingkan kualitas (Hansen & Basuki, 2. Berdasarkan penelitian terdahulu, kualitas konstruksi sangat dipengaruhi oleh pengawasan, ketersediaan tenaga ahli, serta kesesuaian metode konstruksi yang digunakan (Mortaheb et al. , 2. Di banyak daerah, proyek infrastruktur pedesaan dikelola dengan pola padat karya tunai, di mana masyarakat setempat bertanggung jawab atas pengerjaannya. Sayangnya, lemahnya pengawasan dalam sistem ini sering kali menyebabkan hasil pembangunan yang tidak sesuai dengan standar teknis (Luthfi et al. , 2. Dalam konteks pembangunan jalan desa, mutu beton yang digunakan menjadi faktor utama yang menentukan ketahanan jalan dalam jangka panjang. Menurut Direktorat Jenderal Bina Marga DPU . , jalan beton harus memiliki kuat tekan minimal 20 MPa agar mampu menahan beban kendaraan dan kondisi lingkungan yang berubah-ubah. Namun, penelitian Yuono . menunjukkan bahwa banyak proyek jalan desa yang menggunakan beton dengan kuat tekan di bawah 12,25 MPa, yang hanya tergolong sebagai rabat beton, bukan beton struktural. Hal ini berisiko menyebabkan kerusakan dini, seperti pelepasan butiran agregat dan retak memanjang, yang sering ditemukan dalam penelitian lapangan. Penelitian ini memiliki urgensi yang tinggi karena bertujuan untuk mengevaluasi kualitas fisik infrastruktur jalan usaha tani yang dibangun melalui Program Ketahanan Pangan Dana Desa. Infrastruktur yang tidak memadai dapat menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan beban biaya operasional para petani (Cakrawijaya et al. , 2. Oleh karena itu, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan perbaikan kebijakan pembangunan infrastruktur di tingkat desa, khususnya dalam aspek pengawasan mutu konstruksi (Paerah & Tuloli, 2. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas infrastruktur jalan pertanian yang dibangun dengan metode rabat beton di desa-desa Kecamatan Tanjung Lubuk. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi standar fisik selama proses pembangunan infrastruktur jalan desa melalui Program Dana Desa, serta mengevaluasi sejauh mana standar fisik telah diterapkan dalam konstruksi jalan tersebut. Selain itu, penelitian ini juga akan mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap hasil pembangunan infrastruktur jalan, sebagaimana disarankan oleh Karna . yang menekankan bahwa kepuasan pengguna tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi teknis, tetapi juga oleh manfaat fungsional jalan dalam kehidupan sehari-hari. Metodologi Penelitian Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di empat desa di Kecamatan Tanjung Lubuk, yaitu Desa Tanjung Baru. Seritanjung. Pengaraian, dan Jambu Ilir, yang menerima alokasi Dana Desa untuk pembangunan jalan usaha tani pada tahun 2023. Jumlah Responden Responden penelitian mencakup masyarakat desa dan perangkat desa yang terlibat dalam program Metode non-probability sampling digunakan untuk menentukan responden, dengan jumlah sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% (Slovin, 2. Metode Pengumpulan Data Data Primer Melalui observasi langsung, pengujian kualitas beton menggunakan hammer test, kuesioner berbasis skala Likert untuk mengukur kepuasan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan di lapangan. Data Sekunder Meliputi data administrasi desa seperti Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDe. , profil desa, serta dokumen terkait pembangunan jalan. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Teknik Analisis Data Analisis Kualitas Infrastruktur Menggunakan hammer test untuk mengukur kekuatan tekan beton, serta analisis kondisi jalan dengan metode PCI (Pavement Condition Inde. untuk mengidentifikasi jenis dan tingkat kerusakan jalan (Mubarak, 2. Analisis Kepuasan Masyarakat Data dari kuesioner diolah menggunakan software SPSS versi 26 untuk analisis statistik, seperti uji validitas, reliabilitas, normalitas, regresi linier berganda, koefisien determinasi (RA), uji F, dan uji Jadwal Penelitian Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, dimulai dari persiapan survei awal, pengumpulan data, analisis, hingga penyusunan laporan dan penarikan kesimpulan. Pembahasan dan Analisa Profil Responden Penelitian ini menganalisis karakteristik responden berdasarkan lokasi, jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan menggunakan SPSS 25. Distribusi Responden Tabel 1. Objek Penelitian Masyarakat Responden Percent Cumulative Percent Jambu Ilir Tanjung Baru Pengaraian Seri Tanjung Total 100,00 Tabel 2. Objek Penelitian Pemerintah Desa Responden Percent Cumulative Percent Jambu Ilir Tanjung Baru Pengaraian Seri Tanjung Total Responden masyarakat tersebar di Desa Jambu Ilir . ,6%). Tanjung Baru . ,2%). Pangaraian . ,5%), dan Seri Tanjung . ,7%). Responden perangkat desa tersebar merata di empat desa dengan persentase masing-masing 25%. Jenis Kelamin Tabel 3. Jenis Kelamin Responden Masyarakat Cumulative Responden Percent Percent Laki-laki Perempuan Total 100,00 ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Tabel 4. Jenis Kelamin Responden Pemerintah Desa Cumulative Responden Percent Percent Laki-laki Perempuan Total 100,00 Mayoritas responden masyarakat adalah laki-laki . ,6%) dan perempuan . ,4%). Responden perangkat desa didominasi laki-laki . ,3%), sementara perempuan hanya 16,7%. Usia <30 Tahun 31-40 Tahun 41-50 Tahun 51-60 Tahun >60 Tahun Total Tabel 5. Usia Responden Masyarakat Responden Percent Cumulative Percent 100,00 Tabel 6. Usia Responden Pemerintah Desa Responden Percent Cumulative Percent <30 Tahun 31-40 Tahun 41-50 Tahun 51-60 Tahun >60 Tahun Total 100,00 Sebagian besar responden masyarakat berusia 41-50 tahun . ,9%), diikuti oleh 51-60 tahun . ,1%) dan 31-40 tahun . ,6%). Responden perangkat desa juga mayoritas berusia 41-50 tahun . ,7%), diikuti oleh 31-40 tahun . ,2%). Tingkat Pendidikan Tabel 7. Tingkat Pendidikan Responden Masyarakat Responden Percent Cumulative Percent Tidak tamat SD SLTP SLTA Diploma i Sarjana (S-. Total Tingkat 8. Tingkat Pendidikan Responden Pemerintah Desa Responden Percent Cumulative Percent Tidak tamat SD SLTP ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL SLTA Diploma i Sarjana (S-. Total Mayoritas responden masyarakat berpendidikan SLTA . ,7%), diikuti oleh SLTP . ,1%) dan SD . ,5%). Hanya 1,6% yang berpendidikan Sarjana. Responden perangkat desa didominasi oleh lulusan SLTA . ,2%) dan Sarjana . ,8%). Jenis Pekerjaan Tabel 9. Jenis Pekerjaan Responden Masyarakat Responden Percent Cumulative Percent Petani Pedagang Karyawan PNS Buruh Lainnya Total Tabel 10. Jenis Pekerjaan Responden Pemerintah Desa Responden Percent Cumulative Percent Petani Pedagang Karyawan Buruh Lainnya Total Sebagian besar responden masyarakat bekerja sebagai petani . ,9%), diikuti oleh pedagang . ,4%) dan pekerjaan lainnya. Responden perangkat desa mayoritas juga petani . ,7%), diikuti oleh karyawan . ,5%) dan pedagang . ,3%). Hasil ini menunjukkan bahwa responden didominasi laki-laki, berusia 41-50 tahun, berpendidikan SLTA, serta mayoritas bekerja sebagai petani. Analisis Frekuensi Analisis frekuensi dilakukan untuk menilai tingkat kepuasan masyarakat dan pemerintah desa terhadap pembangunan jalan di empat desa yang diteliti. Kepuasan Masyarakat Tabel 11. Deskripsi Kepuasan Masyarakat Nilai Kepuasan Masyarakat Desa Desa Desa Desa Variabel Jambu Tanjung Total Pengaraian Seritanjung Ilir Baru n = 245 n = 289 n = 530 n = 183 n = 1247 X1 Prosedur dalam pemilihan Lokasi 3,88 3,96 4,31 4,88 17,03 X2 Persyaratan dan ketentuan dalam 3,89 3,96 4,24 4,69 16,78 ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL pemilihan Lokasi Pembangunan jalan dan desa Rata-rata kepuasan Lokasi (X. X2. 1 Keterbukaan dalam pemilihan tenaga kerja yang melaksanakan Pembangunan jalan desa X2. 2 Kemampuan dan keahlian pekerja dalam melaksanakan Pembangunan jalan desa X2. 3 Keadilan dalam penentuan Lokasi Pembangunan jalan desa X2. 4 Kesopanan dan keramahan pekerja dalam melaksanakan Pembangunan jalan desa Rata-rata kepuasan Tenaga Kerja (X. X3. 1 Kondisi jalan yang baik dan tidak sempit untuk dilalui selama X3. 2 Jarak tempuh menjadi singkat X3. 3 Jangkauan perjalan menjadi luas X3. 4 Jangkauan jalan yang dibangun sesuai dengan harapan masyarakat Rata-rata kepuasan Kualitas Pekerjaan (X. Y1 Masyarakat merasa puas dengan hasil pembangunan Y2 Sikap Masyarakat dalam menjaga dan memelihara jalan desa Rata-rata kepuasan Masyarakat (Y) Rata-Rata Kepuasan Keseluruhan 3,89 3,88 3,96 4,01 4,28 4,13 4,79 4,65 3,67 3,98 4,36 4,73 16,92 16,67 16,74 3,64 3,98 4,27 4,71 3,57 3,98 4,32 4,66 3,69 3,84 3,99 4,02 4,27 4,43 4,69 4,54 4,54 4,59 3,92 3,96 4,01 3,97 4,54 4,42 4,39 4,69 4,69 4,75 4,22 3,81 3,99 3,98 4,44 4,37 4,67 4,77 3,96 4,28 4,52 3,88 3,97 3,98 4,32 4,33 4,64 4,70 16,53 16,64 16,83 17,73 17,71 17,03 17,32 16,93 16,36 16,63 16,89 Lokasi (X. : Desa Seri Tanjung memiliki tingkat kepuasan tertinggi . , diikuti Pengaraian . Tanjung Baru . , dan Jambu Ilir . Tenaga Kerja (X. : Kepuasan tertinggi di Desa Seri Tanjung . , lalu Pengaraian . Tanjung Baru . , dan Jambu Ilir . Kualitas Pekerjaan (X. : Desa Seri Tanjung tertinggi . , disusul Pengaraian . Jambu Ilir . , dan Tanjung Baru . Kepuasan Masyarakat (Y): Desa Seri Tanjung tertinggi . , lalu Pengaraian . Tanjung Baru . , dan Jambu Ilir . Kepuasan Pemerintah Desa Tabel 12. Deskripsi Kepuasan Pemerintah Desa Nilai Kepuasan Perangkat Desa Desa Desa Desa Desa Variabel Jambu Tanjung Pengaraian Seritanjung Ilir Baru X1. 1 Material yang digunakan saat 1,50 4,33 2,50 5,00 X1. 2 Peralatan yang tidak sesuai dengan 1,83 4,00 2,33 4,83 ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Total n = 24 13,33 12,99 Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Rata-Rata Kepuasan Material (X. X2. 1 Ketepatan waktu dalam pelaksanaan pembangunan jalan desa X2. 2 Kecepatan pekerja dalam melaksanakan pembangunan jalan desa X2. 3 Kedisiplinan pekerja dalam pelaksanaan pembangunan jalan desa X2. 4 Tanggung jawab pekerja dalam melaksanakan pembangunan jalan desa Rata-Rata Kepuasan Tenaga Kerja (X. X3. 1 Kewajaran anggaran biaya pembangunan jalan desa X3. 2 Ketepatan biaya untuk pembangunan jalan Rata-Rata Kepuasan Biaya (X. Y1. 1 Umur beton belum cukup hari sudah di Y1. 2 Perawatan setelah pelaksanaan pembangunan jalan desa Rata-Rata Kepuasan Perawatan (Y. Rata-Rata Kepuasan Keseluruhan 1,67 4,50 4,17 4,17 2,42 4,00 4,92 5,00 13,18 17,67 4,17 4,00 4,17 5,00 3,17 4,17 4,00 4,83 4,17 4,00 4,00 5,00 4,00 3,83 4,08 4,33 4,04 3,83 4,96 5,00 3,83 4,33 4,17 5,00 17,34 16,17 17,17 17,08 16,99 3,83 3,33 4,33 4,50 4,00 2,50 5,00 4,83 2,67 3,67 2,33 4,83 17,33 17,16 15,16 3,00 3,13 4,08 4,17 2,42 3,22 4,83 4,93 14,33 15,45 Material (X. : Kepuasan tertinggi di Desa Seri Tanjung . , diikuti Tanjung Baru . Pengaraian . , dan Jambu Ilir . Tenaga Kerja (X. : Desa Seri Tanjung memiliki kepuasan tertinggi . , lalu Tanjung Baru . Pengaraian . , dan Jambu Ilir . Biaya (X. Kepuasan tertinggi di Desa Seri Tanjung . , disusul Tanjung Baru . Pengaraian . , dan Jambu Ilir . Perawatan (Y. : Desa Seri Tanjung memiliki kepuasan tertinggi . , diikuti Tanjung Baru . Jambu Ilir . , dan Pengaraian . Secara keseluruhan. Desa Seri Tanjung menunjukkan tingkat kepuasan tertinggi baik dari masyarakat maupun pemerintah desa, dibandingkan tiga desa lainnya. Uji Data Sebelum analisis lebih lanjut, dilakukan Uji Validitas dan Uji Reliabilitas untuk memastikan data sesuai harapan. Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana indikator dalam kuesioner mewakili variabel penelitian. Suatu pertanyaan dianggap valid jika mampu mengukur konsep yang dimaksud, diuji dengan korelasi Pearson. Tabel 13. Hasil Uji Validitas Kuesioner Masyarakat Butir Corrected Total r Tabel Keterangan Pertanyaan Item Correlation X1. 0,342 0,052 Valid X1. 0,322 0,052 Valid X2. 0,324 0,052 Valid X2. 0,410 0,052 Valid X2. 0,471 0,052 Valid X2. 0,358 0,052 Valid X3. 0,321 0,052 Valid ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL X3. X3. X3. Y1. Y1. 0,333 0,162 0,431 0,484 0,052 0,052 0,052 0,052 0,052 Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 14. Hasil Uji Validitas Kuesioner Pemerintah Desa Butir Corrected Total r Tabel Keterangan Pertanyaan Item Correlation X1. 0,782 0,404 Valid X1. 0,839 0,404 Valid X2. 0,425 0,404 Valid X2. 0,632 0,404 Valid X2. 0,621 0,404 Valid X2. 0,716 0,404 Valid X3. 0,578 0,404 Valid X3. 0,498 0,404 Valid Y1. 0,599 0,404 Valid Y1. 0,404 Valid Semua butir pertanyaan dalam kuesioner masyarakat dan perangkat desa memiliki nilai r hitung > r tabel, sehingga dinyatakan valid. Nilai r tabel: 0,052 . dan 0,404 . erangkat des. Semua indikator dalam penelitian memenuhi kriteria validitas. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas mengukur konsistensi hasil pengukuran. Sebuah kuesioner dianggap reliabel jika menghasilkan jawaban yang konsisten dalam kondisi serupa. Pengukuran dilakukan dengan CronbachAos Alpha (). Tabel 15. Uji Reliabilitas Kuesioner Masyarakat Variabel N of Item Cronbach's Aplha () 1 Lokasi (X. 0,750 2 Tenaga Kerja (X. 0,733 3 Kualitas (X. 0,789 4 Kepuasan (Y. 0,751 Tabel 16. Uji Reliabilitas Kuesioner Pemerintah Desa Variabel N of Item Cronbach's Aplha () 1 Material (X. 2 Tenaga Kerja (X. 3 Biaya (X. 4 Perawatan (Y. Semua variabel memiliki nilai > 0,70, sehingga dianggap reliabel dan dapat digunakan dalam analisis lebih lanjut. Masyarakat: Lokasi . Tenaga Kerja . Kualitas . Kepuasan . Pemerintah Desa: Material . Tenaga Kerja . Biaya . Perawatan . Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh variabel penelitian valid dan reliabel, sehingga data dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk menilai apakah sebaran data pada variabel penelitian mengikuti distribusi normal atau tidak. Pengujian menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov. Tabel 17. Uji Normalitas Kuesioner Masyarakat One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation . Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Tabel 18. Uji Normalitas Kuesioner Pemerintah Desa One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation . Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Hasil Uji Normalitas Kuesioner Masyarakat: Asymp. Sig. = 0,200 (> 0,. Ie Normal. Kuesioner Pemerintah Desa: Asymp. Sig. = 0,128 (> 0,. Ie Normal. Berdasarkan hasil uji normalitas, data dari kuesioner masyarakat dan pemerintah desa berdistribusi normal, sehingga dapat digunakan untuk analisis statistik lebih lanjut. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dilakukan untuk memastikan tidak adanya korelasi signifikan antar variabel independen dalam model regresi. Jika terdapat multikolinearitas, maka model regresi harus diperbaiki, misalnya dengan menghilangkan salah satu variabel. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Tabel 19. Multikolinieritas Kuesioner Masyarakat Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF Lokasi tenaga kerja . Kualitas Dependent Variable: yy Tabel 20. Multikolinieritas Kuesioner Pemerintah Desa Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF Material Tenagakerja Biaya Dependent Variable: perawatan Hasil Uji Multikolinearitas: Kuesioner Masyarakat: Semua variabel memiliki VIF < 10 dan Tolerance > 0,1. Kuesioner Pemerintah Desa: Semua variabel memiliki VIF < 10 dan Tolerance > 0,1. Berdasarkan hasil uji multikolinearitas, tidak terdapat gejala multikolinearitas pada data kuesioner masyarakat maupun pemerintah desa, sehingga data dapat digunakan untuk analisis regresi lebih lanjut. Uji Koefisien Korelasi Berganda (R) Uji korelasi berganda digunakan untuk menganalisis hubungan antara beberapa variabel independen (X1. X2. dengan variabel dependen (Y) secara bersama-sama. Korelasi ini diukur dengan nilai R yang berkisar antara 0 hingga 1, di mana nilai mendekati 1 menunjukkan hubungan yang semakin erat, sedangkan nilai mendekati 0 menunjukkan hubungan yang semakin lemah. Tabel 21. Uji Koefisien Korelasi Kuesioner Masyarakat Model Summary Std. Error Change Statistics Adjusted R of the R Square F Model R Square Square Estimate Change Change df1 Predictors: (Constan. , kualitas, lokasi, tenaga kerja Sig. Change Tabel 22. Uji Koefisien Korelasi Kuesioner Pemerintah Desa Model Summary Std. Error Change Statistics Adjusted R of the R Square F Model R Square Square Estimate Change Change df1 Predictors: (Constan. , biaya, tenaga kerja, material ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Sig. Change Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Hasil Uji Korelasi: Kuesioner Masyarakat: Nilai R = 0,641 . ubungan kua. Sig. F Change = 0,000 (< 0,. , menunjukkan adanya hubungan signifikan antara variabel independen (Lokasi. Tenaga Kerja. Kualita. dengan variabel dependen (Kepuasan Masyaraka. Kuesioner Pemerintah Desa: Nilai R = 0,854 . ubungan sangat kua. Sig. F Change = 0,025 (< 0,. , menunjukkan adanya hubungan signifikan antara variabel independen (Material. Tenaga Kerja. Biay. dengan variabel dependen (Kepuasan Perawata. Hasil uji korelasi berganda menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara variabel independen dan dependen pada kuesioner masyarakat (R = 0,. serta hubungan yang sangat kuat pada kuesioner pemerintah desa (R = 0,. Hal ini membuktikan bahwa variabel bebas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat dalam penelitian ini. Uji Regresi Berganda Uji regresi berganda dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan. Tabel 23. Hasil Regresi Berganda Kuesioner Masyarakat Coefficients Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. Lokasi tenaga kerja . Kualitas Dependent Variable: kepuasan Persamaan Regresi: Y = 0,552 0,059X1 0,256X2 0,176X3 Jika Lokasi (X. meningkat 1 unit, maka Kepuasan Masyarakat meningkat 0,059 unit. Jika Tenaga Kerja (X. meningkat 1 unit, maka Kepuasan Masyarakat meningkat 0,256 unit. Jika Kualitas (X. meningkat 1 unit, maka Kepuasan Masyarakat meningkat 0,176 unit. Nilai konstanta 0,552 menunjukkan bahwa jika semua variabel independen tetap. Kepuasan Masyarakat tetap berada di angka 0,552. Tabel 24. Hasil Regresi Berganda Kuesioner Pemerintah Desa Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. Material Tenagakerja Biaya Dependent Variable: perawatan Persamaan Regresi: Y = 7,130 0,886X1 0,209X2 1,092X3 Jika Material (X. meningkat 1 unit, maka Kepuasan Perangkat Desa meningkat 0,886 unit. Jika Tenaga Kerja (X. meningkat 1 unit, maka Kepuasan Perangkat Desa meningkat 0,209 unit. Jika Biaya (X. meningkat 1 unit, maka Kepuasan Perangkat Desa meningkat 1,092 unit. Nilai konstanta ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL 7,130 menunjukkan bahwa jika semua variabel independen tetap. Kepuasan Perangkat Desa tetap berada di angka 7,130. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa semua variabel independen (Lokasi. Tenaga Kerja. Kualitas. Material, dan Biay. memiliki pengaruh positif terhadap variabel dependen (Kepuasan Masyarakat dan Kepuasan Perangkat Des. Variabel yang paling berpengaruh adalah Tenaga Kerja (X. pada masyarakat dan Biaya (X. pada pemerintah desa, yang memiliki nilai koefisien regresi tertinggi. Uji Koefisien Determinasi (RA) Uji Koefisien Determinasi (RA) digunakan untuk mengukur seberapa besar variabel bebas (X) berkontribusi terhadap variabel terikat (Y) dalam bentuk persentase. Tabel 25. Hasil Uji Koefisien Determinasi Kuesioner Masyarakat Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R R Square Square Estimate Predictors: (Constan. , kualitas, lokasi, tenaga kerja Tabel 26. Hasil Uji Koefisien Determinasi Kuesioner Pemerintah Desa Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R R Square Square Estimate Predictors: (Constan. , biaya, material, tenagakerja Hasil Uji Koefisien Determinasi: Kuesioner Masyarakat: RA = 0,411 . ,1%). Artinya, 41,1% kepuasan masyarakat dipengaruhi oleh variabel Lokasi (X. Tenaga Kerja (X. , dan Kualitas (X. 58,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Kuesioner Pemerintah Desa: RA = 0,992 . ,2%). Artinya, 99,2% kepuasan perangkat desa dipengaruhi oleh variabel Material (X. Tenaga Kerja (X. , dan Biaya (X. Hanya 0,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Model regresi pada Kuesioner Pemerintah Desa memiliki kontribusi yang jauh lebih besar . ,2%) dibandingkan Kuesioner Masyarakat . ,1%). Ini menunjukkan bahwa faktor Material. Tenaga Kerja, dan Biaya sangat menentukan kepuasan perangkat desa, sedangkan kepuasan masyarakat lebih dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Uji F Uji F digunakan untuk menguji apakah seluruh variabel bebas (X) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (Y) pada tingkat kepercayaan tertentu. Tabel 27. Uji F Kuesioner Masyarakat ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: kepuasan Predictors: (Constan. , kualitas, lokasi, tenaga kerja ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Sig. Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Tabel 28. Uji F Kuesioner Pemerintah Desa ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: perawatan Predictors: (Constan. , x2tenagakerja, material, x3biaya Sig. Hasil Uji F: Kuesioner Masyarakat: F hitung = 289,473 > F tabel = 2,61 Ie Hipotesis diterima. Signifikansi = 0,000 (< 0,. Ie Variabel X berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kepuasan masyarakat. Kuesioner Pemerintah Desa: F hitung = 408,277 > F tabel = 3,10 Ie Hipotesis Signifikansi = 0,000 (< 0,. Ie Variabel X berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kepuasan perangkat desa. Variabel bebas dalam kedua model berpengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel terikatnya karena nilai F hitung lebih besar dari F tabel dan nilai signifikansi < 0,05. Model yang digunakan dalam penelitian ini layak digunakan karena memenuhi kriteria signifikansi (< 0,. Uji T Uji T digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas (X) secara parsial terhadap variabel terikat (Y). Jika t hitung > t tabel dan signifikansi < 0,05, maka variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Tabel 29. Uji T Kuesioner Masyarakat Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. Lokasi tenaga kerja . Kualitas Dependent Variable: kepuasan Hasil Uji T: Kuesioner Masyarakat: Lokasi (X. : t hitung = 2,254 > t tabel = 1,962. Sig. = 0,063 (> 0,. Ie Tidak signifikan. Tenaga Kerja (X. : t hitung = 14,997 > t tabel = 1,962. Sig. = 0,000 (< Ie Signifikan. Kualitas (X. : t hitung = 10,346 > t tabel = 1,962. Sig. = 0,000 (< 0,. Ie Signifikan. Tabel 30. Uji T Kuesioner Pemerintah Desa Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. Material Tenagakerja ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Biaya Dependent Variable: perawatan Kuesioner Pemerintah Desa: Material (X. : t hitung = 32,003 > t tabel = 2,021. Sig. = 0,000 (< Ie Signifikan. Tenaga Kerja (X. : t hitung = 4,179 > t tabel = 2,021. Sig. = 0,000 (< 0,. Ie Tidak signifikan. Biaya (X. : t hitung = 16,292 > t tabel = 2,021. Sig. = 0,000 (< 0,. Ie Tidak Pada kuesioner masyarakat: Tenaga Kerja dan Kualitas berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat, sedangkan Lokasi tidak signifikan. Pada kuesioner pemerintah desa: Material berpengaruh signifikan, sedangkan Tenaga Kerja dan Biaya tidak signifikan terhadap kepuasan perangkat desa. Hasil Pengujian Hammer Test Pengujian mutu beton menggunakan Hammer Test dilakukan di empat desa: Tanjung Baru. Seritanjung. Pengaraian, dan Jambu Ilir dengan metode pengambilan sampel setiap 25 meter sepanjang ruas jalan yang diuji. Setiap titik diuji dengan 10 kali tembakan alat, dan hasil kuat tekan rata-rata dihitung dalam satuan MPa. Hasil Pengujian di Desa Tanjung Baru Panjang jalan yang diuji: 510 meter Gambar 1. Rata-Rata Kuat Tekan (MP. Pengujian Hammer Test di Desa Tanjung Baru Hasil Mayoritas nilai rebound (R) <10, menunjukkan mutu beton yang sangat rendah. Kerusakan utama: C STA 0 100: Jalan amblas akibat beban kendaraan berat dan kondisi tanah persawahan yang tidak stabil. C STA 0 300: Pelepasan butiran agregat akibat campuran beton yang tidak sesuai dan pemadatan yang kurang optimal. C STA 0 400: Retak memanjang karena beban kendaraan berat serta kepadatan tanah yang rendah sebelum pengecoran. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Hasil Pengujian di Desa Seritanjung Panjang jalan yang diuji: 612 meter Gambar 2. Rata-Rata Kuat Tekan (MP. Pengujian Hammer Test di Desa Seritanjung Hasil STA 0 000 hingga 0 175 memiliki nilai rebound <10 MPa. STA 0 175 hingga 0 612 memiliki mutu beton rata-rata 16 MPa, lebih baik dibandingkan segmen sebelumnya. Kerusakan utama: C STA 0 175: Jalan dipenuhi rumput dan semak akibat kurangnya pemeliharaan. C STA 0 612: Jalan ditumbuhi lumut dan mengalami retak karena genangan air serta beban kendaraan berat. Hasil Pengujian di Desa Pengaraian Panjang jalan yang diuji: 640 meter Gambar 3. Rata-Rata Kuat Tekan (MP. Pengujian Hammer Test di Desa Pengaraian Hasil Mayoritas titik memiliki nilai rebound <10 MPa, menandakan kualitas beton yang buruk. Kerusakan utama: ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL C Jalan mengalami pelepasan agregat dan retakan akibat pemadatan yang kurang optimal serta penggunaan material yang tidak sesuai. Hasil Pengujian di Desa Jambu Ilir Panjang jalan yang diuji: 460 meter Gambar 4. Rata-Rata Kuat Tekan (MP. Pengujian Hammer Test di Desa Jambu Ilir Hasil Pengujian STA 0 000 s/d 0 075: Nilai rebound (R) <10, beberapa titik tidak terbaca oleh STA 0 100 s/d 0 275: Mutu beton berkisar antara 15,60 MPa hingga 18 MPa. STA 0 300 s/d 0 375: Nilai rebound (R) <10, beberapa titik tidak terbaca oleh alat. STA 0 400 s/d 0 460: Mutu beton antara 16,10 MPa hingga 18,30 MPa. Kerusakan utama: C STA 0 075: Pelepasan butiran agregat akibat pelapukan material, penggunaan bahan kotor, serta pemadatan yang kurang optimal. C STA 0 300: Retak memanjang dan genangan air yang mempercepat kerusakan jalan, disebabkan oleh penurunan elevasi tanah, kurangnya pemadatan awal, serta beban kendaraan yang tidak sesuai rencana. C Umum: Kombet . lat perontok pad. sering melintasi jalan pada musim panen, serta adukan beton tidak sesuai standar. Mutu beton di empat desa umumnya tidak memenuhi standar yang dipersyaratkan untuk jalan beton pedesaan. Banyaknya titik dengan kuat tekan rendah (<10 MP. menunjukkan ketidaksesuaian dalam material, metode pengerjaan, dan perawatan jalan. Kerusakan yang terjadi, seperti retak dan pelepasan agregat, diperburuk oleh faktor lingkungan dan penggunaan alat berat yang tidak sesuai. Untuk meningkatkan kualitas jalan, perlu dilakukan perbaikan material, perencanaan yang lebih baik, serta pemeliharaan rutin agar daya tahan beton sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hubungan Kepuasan Masyarakat terhadap Kualitas Jalan Beton Meskipun kualitas beton di empat desa (Tanjung Baru. Seritanjung. Pengaraian, dan Jambu Ili. umumnya rendah, kepuasan masyarakat terhadap pembangunan jalan tetap dikategorikan baik. Hal ini disebabkan oleh persepsi bahwa jalan beton lebih baik dibandingkan jalan tanah yang becek dan sulit ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Tabel 31. Rekapitulasi Nilai Kuat Tekan Beton Desa STA Mutu Beton Keterangan Tanjung Baru 0 000 s/d 0 510 < 10 MPa Semua mutu beton rendah 0 000 s/d 0 175, 0 225, 0 450 < 10 MPa Mutu beton terendah Seri Tanjung 00 MPa Mutu beton tertinggi 0 000 s/d 0 500 < 10 MPa Mutu beton terendah Pangaraian 80 MPa Mutu beton tertinggi 0 000 s/d 0 075, 0 300 s/d < 10 MPa Mutu beton terendah Jambu Ilir 30 Mpa Mutu beton tertinggi Mayoritas jalan desa yang diteliti memiliki mutu beton rendah dengan kuat tekan kurang dari 10 MPa, jauh di bawah standar minimal 20 MPa menurut SNI 03-6468-2000. ACI 318, dan ACI 363R92. Bahkan, mutu beton tertinggi yang tercatat hanya berkisar antara 16,00 hingga 18,30 MPa, masih di bawah standar jalan beton berkualitas baik. Rendahnya mutu beton ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan teknis masyarakat dan pekerja bangunan yang lebih mengandalkan pengalaman daripada pemahaman mengenai campuran beton yang tepat. Selain itu, sistem pembangunan dengan pola Padat Karya Tunai, yang dikelola secara swakelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa, mengakibatkan lemahnya pengawasan terhadap kualitas konstruksi, dengan fokus utama lebih pada kuantitas proyek dibandingkan kualitasnya. Meskipun kualitas jalan beton yang dibangun tergolong rendah, masyarakat tetap merasa puas karena jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini menjadi lebih layak digunakan. Kurangnya pemahaman tentang standar mutu beton membuat masyarakat tidak terlalu mempermasalahkan kualitas yang kurang optimal. Untuk meningkatkan kualitas jalan desa ke depannya, diperlukan edukasi bagi pemerintah desa dan pekerja lapangan mengenai pentingnya mutu beton yang sesuai Selain itu, pelatihan mengenai perancangan campuran beton yang tepat serta pengawasan yang lebih ketat dari pihak internal dan eksternal sangat diperlukan agar pembangunan jalan dapat memenuhi standar yang berlaku dan lebih tahan lama. Penutup Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada jalan desa di empat desa di Kecamatan Tanjung Lubuk, dapat ditarik beberapa kesimpulan terkait pembangunan dan pemeliharaan jalan desa: Pengaruh Variabel terhadap Kepuasan C Pada masyarakat, kepuasan dipengaruhi oleh Lokasi (X. Tenaga Kerja (X. , dan Kualitas Bangunan (X. Hal ini terbukti pada uji F dengan nilai signifikansi 0,000 yang berarti secara simultan keseluruhan variabel berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat. C Pada perangkat desa, kepuasan dipengaruhi oleh Material (X. Tenaga Kerja (X. , dan Biaya (X. Hal ini terbukti pada uji F dengan nilai signifikansi 0,025 yang berarti secara simultan keseluruhan variabel berpengaruh signifikan terhadap kepuasan perangkat desa. Variabel Dominan C Lokasi (X. menjadi variabel yang paling berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai koefisien tertinggi yaitu 0,342. C Material (X. menjadi variabel yang paling berpengaruh terhadap kepuasan perangkat desa dengan nilai koefisien tertinggi yaitu 0,518. Kerusakan Jalan C Kerusakan jalan meliputi amblas, pelepasan butiran, retak samping, dan retak memanjang. C Kurangnya pemeliharaan menyebabkan jalan ditumbuhi rumput dan semak, serta lumut. Kualitas Beton Rendah C Hasil uji Hammer Test menunjukkan kekuatan tekan beton rata-rata kurang dari 10 MPa. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL C Beton yang digunakan tergolong mutu rendah . i bawah 125 kg/cm. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, berikut adalah beberapa saran yang dapat diberikan untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan pemeliharaan jalan desa: Fokus pada Variabel Penting C Pemerintah desa harus memprioritaskan variabel yang dianggap penting oleh masyarakat dan perangkat desa dalam pembangunan jalan. C Pemerintah desa perlu memperhatikan dengan sungguh-sungguh variabel yang mempengaruhi kepuasan masyarakat dan perangkat desa serta menyempurnakannya sehingga benar-benar dapat mempertahankan kepuasan masyarakat dan perangkat desa. Peningkatan Kapasitas Pelaksana C Pelaksana lapangan perlu diberikan pelatihan sebelum memulai pembangunan agar meminimalisir kesalahan teknis dan menjaga kualitas serta kuantitas kegiatan. C Sebelum memulai kegiatan pembangunan, pelaksana di lapangan sebaiknya diberikan peningkatan kapasitas atau pembekalan terlebih dahulu. Penggunaan Material Berkualitas C Material yang digunakan harus memiliki standar kualitas yang baik. Pemeliharaan Jalan C Pemerintah desa dan masyarakat perlu melakukan pemeliharaan rutin terhadap jalan beton agar jalan tetap terpelihara dengan baik. Pengawasan yang Ketat C Pengawasan internal dan eksternal diperlukan untuk mengendalikan kegiatan pembangunan di desa. Pembangunan Sesuai Kaidah C Pembangunan jalan desa dengan perkerasan beton yang dilakukan dengan model pemberdayaan masyarakat tetap harus dilaksanakan sesuai dengan kaidah yang disyaratkan oleh Dinas Pekerjaan Umum, sehingga kerusakan dapat dicegah dan diminimalisir. Kerjasama dan Koordinasi C Pemerintah desa perlu menjalin kerjasama dan koordinasi yang baik dengan pemerintah kecamatan dan OPD terkait dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan desa. Dengan memperhatikan kesimpulan dan saran ini, diharapkan kualitas jalan desa dapat ditingkatkan dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Daftar Pustaka