Manajemen & Kewirausahaan, 2021, 2. : 160-167 MANAJEMEN & KEWIRAUSAHAAN KINERJA BISNIS PEREMPUAN PELAKU UMKM: PERAN KOGNISI KEWIRAUSAHAAN DAN MODEL BISNIS Grace Jenny Soputan1. Oskarolina Paka2. Irnasari Asina3 1,2,3 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Manado 1gracesoputan@unima. id, 2pakaoskarolina@gmail. com, 3irnasina@gmail. Diterima: 27-12-2021 Direvisi : 31-12-2021 Disetujui: 03-01-2022 Abstrak Paper ini menganalisis kognisi kewirausahaan dan model bisnis terhadap kinerja bisnis perempuan pelaku UMKM. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Minahasa khususnya di kecamatan Kawangkoan. Kecamatan Sonder, dan Pusat kota Tondano. Populasi sasaran adalah perempuan pelaku UMKM sebanyak 98 responden. Data penelitian tentang ketiga variabel dijaring melalui angket. Teknik analisis menggunakan regresi dan korelasi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja bisnis dipengaruhi oleh Kognisi kewirausahaan dan model bisnis. Kata kunci: Kognisi kewirausahaan, model bisnis, perempuan pelaku UMKM Abstract This paper analyzes entrepreneurial cognition and business models on the business performance of women entrepreneurs of SMEs. This research was conducted in Minahasa Regency, especially in Kawangkoan sub-district. Sonder sub-district, and Tondano city center. The target population is female SMEs as many as 98 respondents. Research data on the three variables were collected through a questionnaire. The analysis technique uses multiple regression and correlation. The results show that business performance is influenced by entrepreneurial cognition and business Keywords: Entrepreneurial cognition, business model, women entrepreneurs of SMEs PENDAHULUAN Kualitas sumberdaya manusia sampai saat ini masih menjadi prioritas program kegiatan baik pihak pemerintah maupun non pemerintah. Hal ini sejalan dengan misi presiden Joko Widodo pada saat ini yaitu pembangunan sumberdaya manusia menjadi unggul. Banyak dari sumber daya manusia dalam hal ini perempuan sudah unggul tapi masih banyak juga perempuan yang perlu ditingkatkan kapasitas dan ketrampilannya di berbagai bidang. Termasuk dalam bidang ekonomi. Kesetaraan gender dalam bidang ekonomi masih dirasakan kurang karena masih banyak yang membedakan laki-laki dan perempuan dalam kinerja bisnisnya. Masih terdapat kesenjangan dalam aktivitas ekonomi antara laki-laki dan Memang benar secara realita dilapangan bahwa untuk mengakses perempuan lebih kecil dibandingkan lakilaki. Pelaku UMKM di Minahasa termasuk yang dimiliki oleh perempuan masih banyak yang belum memiliki legalitas usaha, inovasi produk, dan meningkatkan daya saing (Soputan, 2. Beberapa perempuan pelaku UMKM kewirausahaan dalam hal ini kemampuan permasalahan yang dihadapi calon konsumen, serta motivasi untuk bersaing. Kinerja Bisnis Perempuan Pelaku UMKM: Peran KognisiI Kewirausahaan dan Model Bisnis Sebagian besar pemilik usaha hanya mewarisi usaha, meniru orang lain, ikutikutan Fenomena tersebut memberikan indikasi bahwa mereka menjalankan usaha tanpa perencanaan atau suatu model bisnis yang Perempuan Pelaku UMKM ditingkatkan kinerja bisnisnya supaya dapat menghapus stigma bahwa kinerja bisnis perempuan lebih rendah dari lakilaki. Permasalahan pada pelaku usaha dalam menjalankan usahanya hanya bermodalkan keberanian untuk bertindak tanpa menganalisis terlebih dahulu siapa pelanggannya, pemasok bahan baku, strategi pemasaran, dan produk yang akan Selain perempuan pelaku usaha masih relatif banyak yang kinerja bisnisnya belum maksimal sehingga ada yang bisnisnya tidak berkelanjutan. Tujuan paper ini menganalisis pengaruh model bisnis dan kognisi kewirausahaan terhadap kinerja bisnis dari perempuan pelaku UMKM. TINJAUAN LITERATUR Kognisi Kewirausahaan Didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengidentifikasi peluang adalah salah satu keterampilan terpenting yang dimiliki pengusaha sukses (Ardichvili et al dalam Shepherd & Patzelt, 2. Kemampuan inilah yang membedakan seorang pengusaha dan non pengusaha. Penelitian tentang kognisi kewirausahaan kewirausahaan (Husna, 2. Kognisi individu dengan cara berpikir dan bertindak yang berbeda dari seorang pengusaha dan bukan pengusaha (Abdelnaeim & ElBassiouny, 2. Kognisi wirausaha adalah struktur pengetahuan yang digunakan orang-orang untuk melakukan asesmen, penilaian, dan pengambilan keputusan, yang melibatkan evaluasi kesempatan, penciptaan dan pengembangan usaha (Chaston & SadlerSmith, 2. Kognisi didefinisikan sebagai "pengetahuan yang sangat berkembang, berurutan" yang "struktur berbasis tindakan" yang digunakan oleh pengusaha (Mitchell et al, dalam Yang. Penelitian Yang, . mengangkat tiga indikator dari kognisi kewirausahaan yaitu kognisi pengaturan, kemauan, dan ability. Abdelnaeim & ElBassiouny, . menyatakan kognisi wirausaha adalah proses mengubah informasi menjadi pengetahuan dan mendasarkan keputusan atas keputusan Fakta dianggap berpikir berbeda dari nonpengusaha memahami perbedaan antara pengusaha dan non-pengusaha mengenai tingkat skrip kognitif mereka. Mitchell et al. , . dalam penelitiannya menganalisis tiga dimensi dari kognisi kewirausahaan yaitu Ability Cognitions Willingness Cognitions and Arrangement Cognitions. Dalam kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai cara berpikir dan kemampuan seseorang pengusaha dalam mengambil keputusan kesuksesan dalam bisnis. Model Bisnis. Berbicara tentang model bisnis tidak lain yang dimaksud adalah bagaimana strategi bisnis yang akan diterapkan guna mendapatkan hasil yang Studi tentang model bisnis kewirausahaan karena seringkali studi cenderung memeriksa usaha baru atau industri yang digerakkan oleh inovasi. Model bisnis dapat mewakili suatu bentuk penciptaan peluang kewirausahaan. Model bisnis adalah sebuah model dasar yang menjelaskan bagaimana sebuah bisnis dapat menghasilkan keuntungan. Definisi model bisnis sangat bervariasi, seperti yang dirangkum oleh George & Bock, . atas hasil penelitian beberapa Soputan. Paka. Asrina . orang menggabungkan narasi organisasi, proses yang mengubah inovasi menjadi nilai, resep untuk kegiatan perusahaan yang menggabungkan desain dan strategi organisasi , "arus" informasi dan sumber daya, dan struktur yang dirancang seperti kumpulan transaksi yang mencakup batas Model bisnis biasanya mendeskripsikan dan merefleksikan . desain organisasi, . pandangan berbasis sumber daya (RBV) dari perusahaan, . naratif dan sensemaking, . sifat inovasi, . sifat peluang, dan . struktur transaktif. Dengan adanya model bisnis akan mengetahui apa produk yang ia ciptakan serta target pasar yang akan dituju. Kerangka model bisnis yang berpusat pada peluang menghasilkan tiga dimensi pada struktur organisasi: struktur sumber daya, struktur transaktif, dan struktur nilai. Struktur sumber daya mengacu pada statis arsitektur organisasi perusahaan, teknologi produksi, dan sumber daya inti yang dimanfaatkan untuk melayani pelanggan. Struktur transaktif adalah konfigurasi organisasi yang menentukan transaksi utama dengan mitra dan pemangku Terakhir, struktur nilai adalah sistem aturan, ekspektasi, dan mekanisme yang menentukan aktivitas penciptaan dan penangkapan nilai perusahaan. Fjeldstad & Snow, . melihat dua wacana berjalan melalui literatur model bisnis yang dapat ditelusuri ke karya-karya Drucker. Wacana pertama berkaitan dengan operasi bisnis dan bagaimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan menyesuaikan nilai dengan melakukan aktivitasnya secara efisien dan efektif. Wacana kedua berkaitan dengan dinamika bagaimana perusahaan memodifikasi elemen model bisnisnya dari waktu ke waktu untuk beradaptasi dengan perubahan dan gangguan di lingkungannya. Morten Rask mengutip pendapat Tongur & Engwall, . definisi model bisnis yaitu mengacu pada proposisi nilai perusahaan, penciptaan nilai, dan logika pengambilan nilai. Inti dari model bisnis adalah mendefinisikan cara dimana perusahaan memberikan nilai kepada pelanggan, membujuk pelanggan untuk pembayaran tersebut menjadi keuntungan. Kerangka model bisnis berisi tiga jenis komponen: prinsip desain, sumber daya, dan kemampuan. Tujuan dari konstruk menggambarkan peluang manajerial bagi perusahaan fokus untuk mempengaruhi penciptaan nilai bersama (Nenonen & Storbacka, 2. Berdasarkan beberapa konsep dan definisi di atas peneliti mengsintesiskan model bisnis adalah strategi bisnis yang mendeskripsikan elemen-elemen kegiatan merealisasikan ide bisnis. Kinerja Bisnis Kinerja bisnis merupakan hasil kerja yang dicapai oleh pelaku bisnis dalam kurun waktu tertentu. Biasanya kinerja tersebut diukur atau dilihat melalui pertumbuhan dan perkembangan bisnis, dan pertumbuhan pendapatan. Pada UMKM lebih khusus usaha mikro dan kecil kinerja bisnis dilihat dari perkembangan omset yang dicapai dalam kurun waktu Kinerja bisnis adalah pencapaian perusahaan dalam kurun waktu tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan Beberapa literatur yang dibahas dalam penelitian Van Looy & Shafagatova . mengangkat isu pengukuran kinerja bisnis berdasarkan Balance Scorecard (BSC) dikemukakan oleh Kaplan dan Norton yaitu terdapat empat dimensi. Dimensi tersebut yaitu perspektif finansial. perspektif proses bisnis perspektif pembelajaran Soto-Acosta et al. , . organisasi bisnis adalah: Business Business Business Indikator tersebut kemudian diturunkan berupa: peningkatan angkatan kerja. perputaran penjualan. peningkatan modal dan peningkatan laba. Kinerja bisnis adalah berbagai cara tergantung pada tujuan. Sebuah organisasi memiliki serangkaian tujuan, seberapa banyak organisasi mencapai tujuan ini. Kinerja Kinerja Bisnis Perempuan Pelaku UMKM: Peran KognisiI Kewirausahaan dan Model Bisnis seberapa banyak organisasi dapat mengatasinya faktor lingkungan yang tanggung jawab sosial dan kelangsungan hidup bisnis (Cho & Lee, 2. Peneliti mensintesiskan bahwa kinerja bisnis merupakan pencapaian tujuan perusahaan (UMKM) dalam periode tertentu yang dapat diukur melalui aspek finansial dan non finansial. Penelitian yang dilakukan oleh Jimynez et al. , . menetapkan indikator kinerja bisnis sebagai berikut: . Quality in products and services relative to the competition. Employee satisfaction. Customer satisfaction. Employee Sementara itu. Cho & Lee, . mengklasifikasi kinerja bisnis terdiri dari dua dimensi: . dimensi finansial. dimana ROA. ROE, growth in revenue, dan return on sales menjadi tolak ukur dari kinerja bisnis, dan. dimensi non finansial, dimana loyalti. stability, customer satisfaction menjadi titik Sementara itu, pendapat lain menyatakan adaptability, productivity, and efficiency menjadi tolak ukur kinerja bisnis (Karayanni, 2. Kinerja Bisnis dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain kapasitas kewirausahaan ((Jimynez et al. , 2. Faktor mempengaruhi kinerja UMKM atas hasil penelitian (Lanang et al. , 2. adalah faktor internal, meliputi pemasaran, akses permodalan, kemampuan berwirausaha. SDM, pengetahuan keuangan dan rencana Karakteristik psikologis, modal manusia, modal sosial, faktor industri, dan faktor budaya merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja bisnis UMKM khususnya perempuan wirausaha di Sri Lanka (Ummah et al. , 2. Peneliti variabel kinerja bisnis yaitu peningkatan pendapatan, penjualan produk, lapangan kerja, hubungan pelanggan. Hipotesis Penelitian Hubungan Kognisi Wirausahawan dan Model Bisnis dengan Kinerja Bisnis Sebagai perusahaan dalam suatu periode, kinerja bisnis memuat ukuran finansial dan non Sebagai bagian dari non finansial, kognisi kewirausahaan dan model bisnis menjadi peletak dasar kinerja Kognisi merujuk pada kemampuan individu dalam mengambil keputusan berkenaan dengan dirinya sebagai pelaku bisnis. Hal yang sama berlaku pada model bisnis yang mencakup strategi yang diambil oleh individu atas keputusan yang berhubungan dengan dirinya sebagai pelaku bisnis. Oleh karena itu, baik Lanang et al. maupun Ummah et al. , . menyatakan kinerja bisnis terutama dalam skala UMKM lebih didominasi oleh faktor berwirausaha, dan faktor psikologis faktor industri termasuk model bisnis berperan lebih dalam. Dengan demikian: H: Kognisi kewirausahaan dan model bisnis mempengaruhi kinerja bisnis UMKM Kognisi Kewirausahaan Kinerja Bisnis Model Bisnis Gambar 1 Model Penelitian Soputan. Paka. Asrina . METODOLOGI PENELITIAN Koefisien Korelasi Determinasi Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini kewirausahaan, model bisnis, dan kinerja Populasi sasaran yaitu perempuan pelaku UMKM di tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Minahasa. Anggota populasi sebanyak 6161 orang. Ukuran rumus Slovin ycu = ( ) Pengujian Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Berdasarkan HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN Analisis Data Analisa pembehasan pada sesi ini untuk menganalisa pengaruh yang diberikan oleh kognisi kewirausahaan dan model bisnis terhadap kinerja bisnis secara Dengan bantuan SPSS, hasil pengujian ditunjukkan pada tabel berikut ini. Tabel 1. Hasil Uji Asumsi Klasik Pengujian Uji Normalitas Uji Multikolinearitas Uji Heterokedasitis Eligibilitas Hasil 0,074 110 1,001 0,05 0,924 Sumber: Hasil olahan data Berdasarkan tabel 1 ditemukan hasil uji asumsi klasik baik normalitas, multikolinearitas, maupun heterokedasitis berada pada ambang yang bisa diterima. Dengan Nilai Sumber: Hasil olahan data Dari tampilan tabel 2 terlihat hasil pengujian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 89,5% baik kognisi kewirausahaan dan model bisnis akan mempengaruhi kinerja bisnis. Senada dengan temuan tersebut, nilai koefisien determinasi menunjukkan baik kognisi memberikan kontribusi sebesar 80% kepada kinerja bisnis. Dengan demikian, 20% sisanya diberikan oleh faktor lain yang kebetulan tidak diukur dalam penelitian ini. Pengujian Hipotesis Hasil pengujian hipotesis dapat disajikan pada tabel 3. Tabel 3 Uji Hipotesis Uji Asumsi Klasik Pada bagian ini sejumlah temuan ditampilkan berkaitan dengan hasil uji Koefisien Hasil pengujian koefisien korelasi dan koefisien determinasi dapat disajikan pada tabel 2. Tabel 2 Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi rumus tersebut dibutuhkan minimal 98 orang sample. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah proportional sampling. Regression Residual Total Sum of Squares 1364,154 340,254 1704,408 Mean Square 682,077 3,582 190,438 Sig. Sumber: Hasil olahan data Berdasarkan tabel 3, pengujian simultan menunjukkan angka 190,434 dengan tingkat signifikasi 0. 00 jauh diambang batas. Dengan demikian, hipotesis dalam penelitian ini diterima. Kinerja Bisnis Perempuan Pelaku UMKM: Peran KognisiI Kewirausahaan dan Model Bisnis Pembahasan Pengaruh Kognisi Kewirausahaan dan Model Bisnis terhadap Kinerja Bisnis Model bisnis merupakan suatu strategi yang ditetapkan oleh pelaku usaha untuk mendapatkan keberhasilan dari usaha yang dijalankan. Dengan memiliki model bisnis maka pelaku usaha sudah pasarnya, siapa pemasok, berapa banyak tenaga kerja yang akan dilibatkan, sumber modalnya dari mana, dan proposisi nilai dari produk yang akan dihasilkan. Dengan memiliki model bisnis serta ditunjang kewirausahaan maka kinerja bisnis akan Dalam hal ini kinerja bisnis hubungan pelanggan. Perempuan pelaku UMKM kinerja bisnis agar dapat setara dengan pelaku UMKM yang dimiliki oleh laki-laki. Fakta di lapangan bahwa perempuan pelaku UMKM relatif belum dihargai kinerja bisnisnya dimata lembaga keuangan. Mengapa demikian, karena beberapa lembaga keuangan masih meminta tanggung jawab suami dari perempuan pelaku UMKM untuk menandatangani kontrak kredit pinjaman modal tersebut. Artinya lembaga keuangan belum percaya sepenuhnya terhadap kinerja bisnis dari perempuan pelaku UMKM. Oleh sebab itu perlu peningkatan kognisi kewirausahaan bagi perempuan pelku UMKM di Minahasa. McMullen and Shepherd dalam Dew et al. Individu semakin efisien dalam bertindak saat mereka memperoleh berhubungan dengan bisnis. Roessler et , 2. mendukung penelitian ini dimana mereka menyimpulkan bahwa situasi implikasi pada desain model bisnis. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan telaah literatur dan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan Kognisi kewirausahaan dan Model bisnis terhadap Kinerja Bisnis Perempuan pelaku UMKM. Saran Disarankan kepada pemerintah Kabupaten Minahasa untuk memberikan penguatan terhadap perempuan pelaku UMKM dalam hal Pengetahuan dan pemahaman tentang model bisnis supaya kinerja bisnis akan meningkat dan setara dengan pelaku UMKM milik laki-laki. Sejalan terdahulu bahwa ketrampilan wirausaha UMKM meningkatkan kinerja bisnis UMKM khususnya bidang kuliner. Penelitian tentang upaya kognisi kewirausahaan untuk memahami bagaimana beberapa individu mengidentifikasi dan bertindak kewirausahaan, dan mengapa yang lain Hal ini sekaligus mendukung temuan Soputan. Paka. Asrina . DAFTAR PUSTAKA