Journal of Elemantary School (JOES) Volume 3. Nomor 2. Desember 2020 e-ISSN : 2615-1448 p-ISSN : 2620-7338 DOI : https://doi. org/10. 31539/joes. UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN SISWA MELALUI PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN KARTU KATA PADA KELAS I SDN 170 BENGKULU UTARA Parlena SD Negeri 170 Bengkulu Utara Parlenasdn170bu@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah penerapan media pembelajaran kartu kata pada pembelajaran bahasa Indonesia dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan kemampuan menulis permulaan siswa. Desain penelitian yang digunakan merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus pembelajaran. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah siswa kelas I SD Negeri 170 Bengkulu Utara yang terdiri dari 20 orang siswa. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan terhitung dari bulan September 2019 hingga bulan November 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran kartu kata terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia, dimana pada uji awal persentase motivasi belajar siswa sebesar 40%, meningkat di siklus I sebesar 60% dan meningkat pada siklus II sebesar 85%. Media pembelajaran kartu kata juga terbukti mampu meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia, dimana pada uji awal tingkat ketuntasan klasikal sebesar 35%, meningkat pada siklus I menjadi sebesar 55% dan pada siklus II meningkat menjadi sebesar 85%. Simpulan, media pembelajaran kartu kata efektif meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan menulis awal siswa SD Negeri 170 Bengkulu Utara Kata kunci: kartu kata, kemampuan menulis, media pembelajaran, motivasi belajar. ABSTRACT This study aims to prove whether the application of word card learning media in Indonesian language learning can increase students' motivation and pre-writing skills. The research design used was classroom action research with two learning cycles. The research subjects in this study were students of class I SD Negeri 170 Bengkulu Utara which consisted of 20 students. The research was conducted for two months starting from September 2019 to November 2019. The results showed that the word card learning media was proven to be able to increase student learning motivation in Indonesian language learning, where in the initial test the percentage of student learning motivation was 40%, increasing in cycle I by 60% and increased in cycle II by 85%. The learning media for word cards were also proven to be able to improve students' initial writing skills in Indonesian language learning, where in the initial test the classical completeness level was 35%, increased in cycle I to 55% and in cycle II increased to 85%. In conclusion, the learning media for word cards were effective in increasing learning motivation and initial writing skills of SD Negeri 170 Bengkulu Utara Keywords: word cards, writing skills, instructional media, learning motivation. Journal of Elemantary School (JOES)3. :85-97 PENDAHULUAN Kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar, terutama di kelas rendah lebih ditujukan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa yang ada pada diri Pelaksanaan kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia di kelas rendah lebih menekankan pada pengembangan kemampuan menulis dan membaca pada diri siswa, kemampuan-kemampuan ini perlu ditingkatkan lebih lanjut karena dengan adanya kemamppuan ini, siswa akan lebih mudah memahami dan mempelajari materi pembelajaran di jenjang selanjutnya. Kemampuan menulis permulaan tidak jauh berbeda dengan kemampuan membaca Pada tingkat dasar/permulaan, pembelajaran menulis lebih diorientasikan pada kemampuan yang bersifat mekanik. Siswa dilatih untuk dapat menuiskan lambing-lambang tulisan yang jika dirangkaikan kedalam sebuah struktur tulisan, lambing-lambang tersebut akan memiliki makna. Pada kegiatan menulis permulaan, siswa diharapkan mampu menulis dengan terang, jelas, teliti dan mudah dibaca (Akhadiah, 1. Menulis permulaan merupakan kegiatan yang mempersyaratkan kematangan untuk membentuk atau membuat huruf, di samping mengenal apa yang dilambangkan oleh huruf tersebut. Merangkai huruf-huruf secara benar sehingga dapat membentuk kata dan kemudian kalimat menuntut kemampuan lanjutan yang lebih kompleks (I. K Wardhani, 2. Menurut pendapat Saleh Abbas . , keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain dengan melalui bahasa Ketepatan pengungkapan gagasan harus didukung dengan ketepatan bahasa yang digunakan, kosakata dan gramatikal dan penggunaan ejaan. keterampilan menulis sangat kompleks karena menuntut siswa untuk menguasai komponen Ae komponen di dalamnya, misalnya penggunaan ejaan yang benar, pemilihan kosakata yang tepat, penggunaan kalimat efektif, dan penyusunan paragraf yang baik. Pembelajaran menulis permulaan meliputi persiapan menulis dengan melatih siswa memegang pensil dan menggoreskannya di kertas, menulis huruf dan merangkainya menjadi suku kata, suku kata menjadi kata, dan kata menjadi kalimat sederhana. Menurut Lerner . alam Mulyono Abdurrahman, 2. kesulitan menulis permulaan dipengaruhi beberapa faktor, yaitu faktor motorik, perilaku, persepsi, memori, kemampuan melaksanakan cross modal, pengunaan tangan yang dominan, dan kemampuan memahami instruksi Journal of Elemantary School (JOES)3. :85-97 Guru yang inovatif harus mampu yang dialami peserta didik dapat teratasi (Febriandi, 2. Guna memperlancar kegiatan pembelajaran sehingga siswa dapat meningkatkan kemampuan menulis permulaannya, kegiatan pembelajaran perlu dilakukan untuk meningkatkan motivasi siswa agar terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Motivasi belajar siswa perlu dimunculkan agar siswa mau secara sadar terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Dengan keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas, kemampuan menulis permulaan siswa akan meningkat. Sayangya, observasi yang sudah dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa siswa kurang termotivasi untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Hal ini juga membuat kemampuan menulis permulaan siswa tergolong rendah. Penerapan media pembelajaran menjadi salah satu alternatif yang dapat diterapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaan dan motivasi belajar siswa. Kehadiran media pembelajaran dalam proses pengajaran diharapkan dapat menyentuh aspek-aspek psikologis sehingga terjadi proses belajar mengajar dalam diri siswa tersebut. Sadiman (Dadan Djuanda, 2. , menjabarkan media pembelajaran sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat digunakan menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, serta perhatian siswa agar proses belajar terjadi. Media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruhpengaruh psikologi terhadap siswa (Hamdani, 2. Media pembelajaran merupakan alat bantu yang berguna bagi guru dalam membantu tugas kependidikannya. Secara umum, media pembelajaran berfungsi mengarahkan siswa untuk memperoleh berbagai pengalaman belajar. Pengalaman belajar tergantung adanya interaksi siwa dengan media. Dengan penggunaan media yang tepat dan sesuai dengan tujuan pembelajaran, tentunya akan mempertinggi hasil belajar. Siswa sekolah dasar masih sebatas pada pemikiran yang konkret sehingga pada tahap ini, segala tindakan siswa didasarkan pada hal-hal yang konkret. Di sinilah media pembelajaran berperan yaitu dapat mengkonkretkan hal-hal yang bersifat abstrak. Menurut Kemp & Dayton (Dina Indriana, 2. , media dalam pembelajaran memiliki manfaat antara lain: . Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih mencapai Journal of Elemantary School (JOES)3. :85-97 . Pembelajaran menjadi lebih menarik. Pembelajaran menjadi lebih interaktif. Dengan menerapkan teori belajar, waktu pembelajaran dapat dipersingkat. Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan. Proses pembelajaran dapat berlangsung kapan dan di mana pun diperlukan. Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan. Peran guru berubah ke arah yang lebih positif. Pada penelitian ini, pembelajaran bahasa Indonesia dilakukan dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan dan membangkitkan motivasi dari dalam diri siswa agar siswa mau untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas. METODE PENELTIAN Peneliti memanfaatkan desain penelitian tindakan kelas pada pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata. Pada penelitian ini, kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan menerapkan dua siklus pembelajaran pada kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata. Masing-masing siklus pembelajaran diterapkan sesuai dengan tahapan-tahapan penelitian tindakan kelas yang dikemukakan oleh Kemmis & Taggart (Arikunto, 2008: . Tahapantahapan tersebut terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Saat kegiatan pembelajaran pada suatu siklus belum mencapai target pembelajaran yang diinginkan pada penelitian pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata, maka hasil observasi dan hasil refleksi pada siklus terebut akan dijadikan acuan perbaikan pada kegiatan pembelajaran di siklus Proses ini akan berulang hingga hasil pembelajaran mencapai target penelitian yang ingin dicapai. Bagan penelitian tindakan kelas pada penelitian pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata ditunjukkan pada Gambar 1 sebagai berikut: Journal of Elemantary School (JOES)3. :85-97 Gambar 1. Bagan Penelitian Tindakan Kelas Subjek penelitian pada penelitian pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata adalah siswa kelas I SD Negeri 170 Bengkulu Utara dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang siswa. Penelitian pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata dilaksanakan pada tahun pelajaran 2019/2020 pada semester I yang dilaksanakan dalam rentang waktu dua bulan terhitung dari bulan September 2019 hingga bulan November 2019. Penelitian pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata dilaksanakan di SD Negeri 170 Bengkulu Utara yang beralamat di Desa Air Merah. Kecamatan Arma Jaya. Kabupaten Bengkulu Utara. Provinsi Bengkulu. Pengumpulan data pada penelitian penerapan media pembelajaran kartu kata pada pembelajaran bahasa Indonesia dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan teknik tes. Teknik observasi pada penelitian ini digunakan untuk mengukur peningkatan motivasi belajar siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata. Instrument pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur motivasi belajar adalah lembar observasi tingkat motivasi belajar siswa yang terdiri dari empat aspek indikator peningkatan motivasi belajar siswa dan memanfaatkan skala likert untuk mengukur tingkat motivasi belajar siswa kelas I SD Negeri 170 Bengkulu Utara pada tiap siklusnya. Teknik tes digunakan untuk mengukur peningkatan kemampuan menulis permulaan siswa pada penelitian pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata. Instrument pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data kemampuan menulis permulaan siswa pada penelitian pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata menggunakan tipe soal uraian singkat dan dilaksanakan pada tiap akhir siklus pembelajaran. Journal of Elemantary School (JOES)3. :85-97 Data hasil penelitian penerapan media pembelajaran kartu kata dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data kuantitatif. Analisis peningkatan motivasi belajar siswa dilakukan dengan menghitung rata-rata skor lembar observasi tingkat motivasi belajar siswa kemaudian mengkategorikan hasil tersebut berdasarkan kisaran kategori skor pada skala likert seperti yang dikemukakan oleh Sugiyono . 0: . Kemampuan menulis permulaan siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata dianalisis dengan mengukur tingkat ketuntasan klasikal belajar siswa pada tiap siklus yang diukur dengan menggunakan persaman sebagai berikut: Indikator keberhasilan pada penelitian dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas I SD Negeri 170 Bengkulu Utara adalah sebagai berikut: . kemampuan menulis permulaan siswa dianggap telah AutuntasAy pada mata pelajaran bahasa Indonesia apabila nilai tes siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas I SD Negeri 170 Bengkulu Utara dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata mencapai nilai 70 atau lebih. standar ketuntasan klasikal siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia dianggap telah mencapai target pembelajaran pada penelitian penerapan media pembelajaran kartu kata apabila siswa yang tingkat kemampuan menulis permulaannya di atas KKM sebanyak 75% dari total keseluruhan . tingkat motivasi belajar siswa pada penelitian penerapan media pembelajaran kartu kata dianggap memenuhi target penelitian yang ingin dicapai apabila persentase motivasi belajar siswa mencapai 75% dengan rerata skor observasi motivasi belajar siswa mencapai 2,5. HASIL PENELITIAN Uji Kemampuan Awal Siswa Lembar Observasi Motivasi Belajar Siswa Motivasi belajar siswa kelas I SD Negeri 170 Bengkulu Utara selama mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata diukur menggunakan lembar observasi penilaian motivasi belajar siswa. Pada uji kemampuan awal siswa, tingkat motivasi belajar siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata kemudian dianalisis untuk Journal of Elemantary School (JOES)3. :85-97 menentukan tingkat motivasi belajar siswa pada fase uji kemampuan awal. Hasil analisis lembar observasi motivasi belajar siswa pada uji kemampuan awal siswa disajikan pada Tabel 1 sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Observasi Motivasi Belajar Siswa pada Uji Kemampuan Awal Siswa No. Kategori Tinggi Rendah Jumlah Siswa Persentase Rerata Skor Observasi Kemampuan Menulis Permulaan Kemampuan menulis permulaan siswa dianalisis berdasarkan hasil tes yang dilaksanakan pada tiap siklus penelitian. Pada fase uji kemampuan awal, kemampuan menulis permulaan siswa kelas I SD Negeri 170 Bengkulu Utara selama mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata ditunjukkan melalui Tabel 2 sebagai berikut: Tabel 2. Analisis Kemampuan Menulis Permulaan Siswa pada Uji Kemampuan Awal No. Item Pengamatan Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata nilai Siswa yang tuntas Siswa yang belum tuntas Ketuntasan Klasikal Pencapaian Siklus I Lembar Observasi Motivasi Belajar Siswa Pada siklus I, tingkat motivasi belajar siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata kemudian dianalisis untuk menentukan tingkat motivasi belajar siswa pada siklus I. Hasil analisis lembar observasi motivasi belajar siswa pada siklus I disajikan pada Tabel 3 sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Observasi Motivasi Belajar Siswa pada Siklus I No. Kategori Tinggi Rendah Jumlah Siswa Persentase Rerata Skor Observasi Journal of Elemantary School (JOES)3. :85-97 Kemampuan Menulis Permulaan Kemampuan menulis permulaan siswa dianalisis berdasarkan hasil tes yang dilaksanakan pada tiap siklus penelitian. Pada siklus I, kemampuan menulis permulaan siswa kelas I SD Negeri 170 Bengkulu Utara selama mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata ditunjukkan melalui Tabel 4 sebagai berikut: Tabel 4. Analisis Kemampuan Menulis Permulaan Siswa pada siklus I No. Item Pengamatan Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata nilai Siswa yang tuntas Siswa yang belum tuntas Ketuntasan Klasikal Pencapaian Siklus II Lembar Observasi Motivasi Belajar Siswa Pada siklus II, tingkat motivasi belajar siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata kemudian dianalisis untuk menentukan tingkat motivasi belajar siswa pada siklus II. Hasil analisis lembar observasi motivasi belajar siswa pada siklus II disajikan pada Tabel 5 sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Observasi Motivasi Belajar Siswa pada Siklus II No. Kategori Tinggi Rendah Jumlah Siswa Persentase Rerata Skor Observasi Kemampuan Menulis Permulaan Kemampuan menulis permulaan siswa dianalisis berdasarkan hasil tes yang dilaksanakan pada tiap siklus penelitian. Pada siklus II, kemampuan menulis permulaan siswa kelas I SD Negeri 170 Bengkulu Utara selama mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata ditunjukkan melalui Tabel 6 sebagai berikut: Tabel 6. Analisis Kemampuan Menulis Permulaan Siswa pada siklus II No. Item Pengamatan Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata nilai Siswa yang tuntas Siswa yang belum tuntas Pencapaian Journal of Elemantary School (JOES)3. :85-97 No. Item Pengamatan Ketuntasan Klasikal Pencapaian PEMBAHASAN Pada pembelajaran di sekolah dasar kelas rendah, kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia lebih mengutamakan untuk mengembangkan kemampuan menulis permulaan dan kemampuan membaca permulaan. Hal ini dilakukan karena kedua faktor tersebut merupakan aspek penting yang digunakan untuk mempelajari materi pelajaran yang lain. untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa, diperlukan adanya media pembelajaran yang membantu guru dalam membuat siswa lancar dalam menulis. Media pembelajaran ini juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar yang ada pada diri Pada penelitian ini, peneliti menerapkan media pembelajaran kartu kata pada kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia di kelas I SD Negeri 170 Bengkulu Utara. Penerapan media pembelajaran kartu kata ditujukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan kemampuan menulis permulaan siswa. Tingkat motivasi belajar siswa dan tingkat kemampuan menulis permulaan siswa kemudian dianalisis pada tiap siklus pembelajaran untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa pada tiap siklus. Pada fase uji kemampuan awal, dilakukan analisis untuk mengukur tingkat motivasi belajar awal siswa dan tingkat kemampuan menulis permulaan siswa sebelum diterapkannya kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata di kelas I SD Negeri 170 Bengkulu Utara. Pada fase uji kemampuan awal siswa, tingkat motivasi belajar siswa tergolong rendah dimana dari 20 orang siswa, hanya 8 orang siswa saja yang tingkat motivasi belajarnya termasuk dalam kategori tinggi. Persentase tingkat motivasi belajar siswa pada pembelajaran di fase uji kemampuan awal sebesar 40% dengan rerata skor observasi motivasi belajar siswa sebesar 2,0 dengan kategori cukup. Tingkat kemampuan menulis permulaan siswa pada fase uji kemampuan awal juga tergolong rendah dimana siswa yang tingkat kemampuan menulis permulaannya tergolong tuntas hanya 7 orang siswa dari 20 orang siswa. Tingkat ketuntasan klasikal yang dicapai siswa pada fase uji kemampuan awal sebesar 35% dengan rata-rata nilai kemampuan menulis permulaan yang dicapai siswa pada fase uji kemampuan awal sebesar 56. Journal of Elemantary School (JOES)3. :85-97 Pembelajaran di siklus I dilaksanakan dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata pada kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia di kelas I SD Negeri 170 Bengkulu Utara. Pada siklus I, tingkat motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dimana dari 20 orang siswa, sebanyak 12 orang siswa yang tingkat motivasi belajarnya termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase tingkat motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 60%. Rerata skor observasi tingkat motivasi belajar siswa pada pembelajaran di siklus I sebesar 2,7 dengan kategori baik. Tingkat kemampuan menulis permulaan siswa pada pembelajaran di siklus I juga mengalami peningkatan dimana dari 20 orang siswa, sebanyak 11 orang siswa yang tingkat kemampuan menulis permulaannya tergolong tuntas. Tingkat ketuntasan klasikal yang dicapai oleh siswa pada siklus I sebesar 55% dengan rata-rata nilai siswa sebesar 65. Meski mengalami peningkatan, tingkat motivasi belajar dan kemampuan menulis permulaan yang dicapai oleh siswa pada kegiatan pembelajaran di siklus I masih belum mencapai target minimum penelitian yang ingin dicapai pada penelitian pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan model pembelajaran kartu kata di kelas I SD Negeri 170 Bengkulu Utara. Gambar 1. Grafik Peningkatan Motivasi Belajar Siswa di Tiap Siklus Grafik peningkatan motivasi belajar siswa pada kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata pada tiap siklusnya ditunjukkan pada Gambar 1 diatas. Pada kegiatan pembelajaran di siklus II, pembelajaran bahasa Indonesia dilaksanakan dengan melakukan perbaikan pada kesalahan kegiatan pembelajaran berdasarkan hasil refleksi pada pembelajaran di siklus I. Pada pembelajara di siklus II, tingkat motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dimana sebanyak 17 orang siswa dari 20 orang siswa ynang tingkat motivasi belajarnya termasuk dalam kategori Persentase tingkat motivasi belajar siswa pada siklus II mencapai 85% dengan Journal of Elemantary School (JOES)3. :85-97 rerata skor observasi yang dicapai oleh siswa pada pembelajaran di siklus II sebesar 3,6 dengan kategori sangat baik. Pembelajaran di siklus II jugamenunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis permulaan siswa, dimana dari 20 orang siswa, siswa yang tingkat kemampuan menulis permulaannya termasuk dalma aktegori tuntas sebanyak 17 orang siswa. Tingkat ketuntasan klasikal yang dicapai oleh siswa pada kegiatan pembelajaran di siklus II dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata sebesar 85% dengan rata-rata nilai yang dicapai oleh siswa sebesar 81. Tingkat motivasi belajar dan kemampuan menulis permulaan siswa yang dicapai pada pembelajaran di siklus II sudah mencapai target penelitian yang ingin dicapai pada penelitian penerapan media pembelajaran kartu kata pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas I SD Negeri 170 Bengkulu Utara. Adapun peningkatan kemampuan menulis permulaan siswa pada tiap siklus pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan media pembelajaran kartu kata ditunjukkan pada Gambar 3 sebagai berikut. Gambar 3. Grafik Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan Siswa Penggunaan media kartu kata membua siswa menjadi lebih aktif mengikuti kegiatan pembelajaran. kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan ineraktif dan menyenangkan sehingga kegiatan pembelajaran menimbulkan motivasi di dalam diri siswa untuk emngikuti kegiatan pembelajaran. kegiatan pembelajaran yang interaktif jug amemmbuat kemampuan menulis permulaan siswa menjadi lebih meningkat disbanding Penerapan media pembelajaran kartu kata dapat digunakna untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan meningkatkan kemampuan menulis permulaan SIMPULAN Journal of Elemantary School (JOES)3. :85-97 Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian penerapan media pembelajaran kartu kata pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas I SD Negeri 170 Bengkulu Utara dapat ditarik kesimpulan sebagai yaitu, media pembelajaran kartu kata terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia di, dimana pada uji awal persentase tingkat motivasi belajar siswa sebesar 40%, meningkat di siklus I sebesar 60% dan meningkat pada siklus II sebesar 85%. Selanjutnya, media pembelajaran kartu kata terbukti mampu meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas I SD Negeri 170 Bengkulu Utara, dimana pada uji awal tingkat ketuntasan klasikal sebesar 35%, meningkat pada siklus I menjadi sebesar 55% dan pada siklus II meningkat menjadi sebesar 85%. Journal of Elemantary School (JOES)3. :85-97 DAFTAR PUSTAKA