Al Marhalah Volume. No. 2 November 2025 P-ISSN 0126-043X E-ISSN 27162-400 IMPLEMENTASI METODE IQRA BIL QALAM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QURAoAN PADA SISWA SMP ISLAM AL-AZHAR 18 SALATIGA Diva Anif Nafiah1. Rahayu Setianingbudi2. Luthfi Imam Fauzi3. Roviin4 Universitas Islam Negeri Salatiga Email: nafiahdiva@gmail. Universitas Islam Negeri Salatiga Email: rahayutya75@gmail. Universitas Islam Negeri Salatiga Email: luthfifauzi603@gmail. Universitas Islam Negeri Salatiga Email: roviin@iainsalatiga. ABSTRACT This study investigates the implementation of the Iqra Bil Qalam method in enhancing QurAoanic reading and writing skills among students at SMP Islam AlAzhar 18 Salatiga. The research was motivated by the fact that several students still struggled with reading hijaiyah letters fluently and writing Arabic script accurately, which hindered their overall QurAoanic literacy. Using a descriptive qualitative approach, the study involved seventh-grade students as participants, and data were gathered through classroom observations, teacher interviews, and QurAoanic reading and writing ability tests (BTQ). The findings demonstrate that applying the Iqra Bil Qalam method through systematic stagesAisuch as letter recognition, guided writing practice with the follow the line technique, and regular practice of reading short verses with correct articulation and tajwid led to significant improvements in studentsAo accuracy, fluency, and confidence in QurAoanic literacy. Furthermore, the availability of adequate instructional media, intensive teacher guidance, and strong student motivation were identified as key supporting factors in the success of this method. The study concludes that the Iqra Bil Qalam method provides an effective and practical strategy to strengthen studentsAo QurAoanic literacy and recommends its sustainable implementation in Islamic secondary schools. Keyword: Iqra Bil Qalam Method. QurAoanic Literacy. Reading and Writing Skills. Islamic Secondary Students. QurAoanic Learning. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji implementasi metode Iqra Bil Qalam dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Al-QurAoan pada siswa SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga. Latar belakang penelitian ini adalah adanya sebagian siswa yang masih mengalami kesulitan dalam melafalkan huruf hijaiyah secara fasih dan menulis huruf Arab dengan benar, sehingga berpengaruh terhadap tingkat literasi AlQurAoan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas VII, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan 185 | Al Marhalah | Diva Anif Nafiah. Rahayu Setianingbudi. Luthfi Imam Fauzi. Roviin melalui observasi kelas, wawancara guru, dan tes kemampuan baca tulis AlQurAoan (BTQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Iqra Bil Qalam melalui tahapan pengenalan huruf, latihan menulis dengan teknik follow the line, serta pembiasaan membaca ayat-ayat pendek sesuai makhraj dan tajwid, terbukti mampu meningkatkan ketepatan, kelancaran, dan rasa percaya diri siswa dalam literasi Al-QurAoan. Selain itu, tersedianya media pembelajaran yang memadai, pendampingan guru secara intensif, serta motivasi belajar siswa yang tinggi menjadi faktor pendukung utama keberhasilan metode ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Iqra Bil Qalam merupakan strategi yang efektif dan aplikatif untuk memperkuat kemampuan literasi Al-QurAoan siswa, serta direkomendasikan untuk diterapkan secara berkesinambungan di sekolah menengah Islam. Kata Kunci: Metode Iqra Bil Qalam. Literasi Al-QurAoan. Kemampuan membaca dan menulis. Siswa SMP Islam. Pembelajaran Al-QurAoan PENDAHULUAN Pendidikan Al-QurAoan pada jenjang sekolah menengah pertama memiliki peran strategis dalam membentuk kompetensi religius dan kecakapan membaca kitab suci secara benar. kemampuan baca-tulis Al-QurAoan (BTQ) bukan sekadar kemampuan teknis melafalkan huruf dan ayat, melainkan gerbang untuk memahami pesan teks suci serta pembentuk karakter religius siswa. Oleh sebab itu, implementasi metode pembelajaran yang efektif di sekolah formal seperti SMP menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan siswa tidak hanya bisa membaca tetapi juga menulis Al-QurAoan dengan kaidah yang tepat (Abidin dkk. Salah satu pendekatan yang semakin banyak digunakan dalam konteks pembelajaran baca-tulis Al-QurAoan adalah metode IqraAo Bil Qalam . tau IqroAo Bil Qolam / Iqro Bil Qalam / Aufollow the lineA. Metode ini menekankan keterpaduan antara menulis . otorik halu. dan membaca, peserta didik menulis huruf/fragmen ayat yang telah dicetak transparan . ollow-the-lin. sambil membacanya, sehingga proses visual-motorik dan vokalisasi saling memperkuat. Keunggulan pendekatan ini meliputi percepatan penguasaan bentuk huruf, latihan tata tulisan Al-QurAoan yang baku, serta terbentuknya kebiasaan menulis dan membaca secara serempak. Studi-studi pengabdian dan penelitian menunjukkan bahwa penerapan IqraAo Bil Qalam mampu meningkatkan keterampilan membaca dan menulis Al-QurAoan, terutama pada peserta didik yang sebelumnya belum lancar (Fitriyah & Sari, 2. Meskipun demikian, efektivitas implementasi metode ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti ketersediaan bahan ajar . ushaf/tulisan follow the lin. , kompetensi guru dalam membimbing latihan tulisan dan tajwid, frekuensi praktik, serta dukungan orang tua dan manajemen sekolah. Oleh karenanya penelitian yang fokus pada konteks SMP Islam AL-Azhar 18 Salatiga penting untuk menguji bagaimana implementasi IqraAo Bil Qalam berjalan di lapangan . urikulum lokal, jadwal ekstrakurikuler/KBM, dan monitoring pembelajara. , serta sejauh mana metoda ini berdampak pada peningkatan kemampuan baca-tulis Al-QurAoan siswa. Temuan tersebut akan memberikan rekomendasi praktis bagi guru BTQ/praktik tahsin di SMP tersebut dan sekolah-sekolah sejenis (Effendi, 2. 186 | Al Marhalah Implementasi Metode Iqra Bil Qalam Dalam Meningkatkan A METODE Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Community Based Research (CBR). Metode CBR yaitu penelitian dengan pola kolaborasi antara komunitas dengan dunia pendidikan tinggi yang berorientasi aksi dengan service learning untuk mendukung gerakan social demi terwujudnya keadilan sosial (Fitriyah & Sari, 2. Metode Community Based Research (CBR) merupakan pendekatan partisipatoris yang dirancang untuk mendorong adanya kolaborasi antara peneliti . dengan responden. Metode ini bertujuan tidak hanya untuk menemukan hasil penelitian yang lebih komprehensif, tetapi juga untuk mengubah temuan tersebut menjadi tindakan nyata yang bersifat praktis. CBR memberi ruang bagi keterlibatan aktif komunitas dalam setiap tahap penelitian, mulai dari perencanaan awal, proses pengumpulan serta analisis data, hingga pelaksanaan kegiatan pengabdian dan penerapan hasilnya. Dengan demikian, pendekatan ini menjadi sarana pengembangan masyarakat yang menempatkan mereka sebagai aktor sekaligus pengambil keputusan dalam upaya pembangunan di lingkungannya (Azah Zakiyatul Miskiyah et al. , 2. HASIL PEMBAHASAN Tahapan Metode Bil Qalam dalam Pembelajaran Metode Bil Qalam memiliki tahapan-tahapan khusus dalam proses pembelajaran Al-QurAoan. Tahapan ini merupakan rangkaian langkah yang perlu ditempuh guru ketika mengajarkan Al-QurAoan, sehingga setiap tahap harus dijalankan secara teratur dan berkesinambungan sesuai dengan prinsip dasar pembelajarannya (Ningsih, 2. Tahapan-tahapan metode Bil Qalam antara Pembukaan, yaitu guru menyiapkan kondisi siswa agar siap mengikuti pelajaran, kemudian memberikan salam serta memimpin doa pembuka Apresiasi, guru mengulang kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya dengan memberikan penghubung atau penjelasan singkat agar siswa memahami kaitan antara materi lama dengan yang baru. Penanaman konsep, di mana guru membantu siswa untuk memahami serta menginternalisasi pokok-pokok materi, bukan sekadar mengetahui secara permukaan, tetapi juga menangkap makna dan inti dari konsep yang dipelajari. Pemahaman, guru memberikan contoh-contoh bacaan di bawah pokok pembahasan, kemudian melatih siswa membaca agar lebih memahami materi yang telah dijelaskan. Latihan/keterampilan, kegiatan ini ditujukan untuk memperlancar bacaan siswa melalui pengulangan bacaan contoh maupun latihan yang terdapat pada halaman pembahasan dan latihan. Evaluasi, yaitu guru menilai bacaan setiap siswa satu per satu dengan berpedoman pada buku panduan yang telah ditetapkan oleh lembaga Penutup, di mana guru mengakhiri kegiatan dengan mengucapkan hamdalah, memimpin doa penutup bersama siswa, diikuti dengan salam sebagai tanda berakhirnya pembelajaran (Mahdhiyah, 2. Standar Kompetensi IqraAo Bil Qalam 187 | Almarhalah | Diva Anif Nafiah. Rahayu Setianingbudi. Luthfi Imam Fauzi. Roviin Standar kompetensi dalam penerapan metode IqraAo Bil Qalam mencakup kemampuan dasar yang harus dicapai peserta didik dalam pembelajaran membaca dan menulis Al-QurAoan. Menurut (Fitriyah & Sari, 2. , standar kompetensi metode ini diarahkan pada penguasaan keterampilan membaca huruf hijaiyah dengan pelafalan yang benar sesuai makhraj dan kaidah tajwid, serta kemampuan menuliskan kembali huruf-huruf tersebut secara tepat, rapi, dan Lebih lanjut, standar kompetensi tersebut tidak hanya menekankan aspek teknis membaca dan menulis, tetapi juga bertujuan membentuk keterampilan literasi Al-QurAoan yang menyeluruh, mulai dari pengenalan huruf, penggabungan dalam kata dan kalimat, hingga kelancaran membaca ayat-ayat Al-QurAoan secara utuh. Kompetensi utama yang dituju dalam penerapan metode IqraAo Bil Qalam adalah tercapainya kemampuan literasi Al-QurAoan secara menyeluruh pada peserta didik. Hal ini mencakup keterampilan membaca ayat-ayat Al-QurAoan dengan fasih, benar, dan sesuai kaidah tajwid, sehingga bacaan tidak hanya lancar tetapi juga bernilai ibadah. Selain itu, peserta didik diharapkan mampu mengenali dan mengaplikasikan hukum-hukum tajwid dasar, seperti mad, ghunnah, idgham, ikhfaAo, dan qalqalah, yang merupakan fondasi penting dalam menjaga kemurnian Aspek lain yang menjadi sasaran adalah pemahaman terhadap tanda baca waqaf dan ibtidaAo, sehingga siswa dapat berhenti dan memulai kembali bacaan pada tempat yang tepat tanpa mengubah makna ayat. Tidak kalah penting, peserta didik juga dilatih untuk menuliskan huruf Arab dengan kaidah khat yang benar, rapi, dan proporsional, sebagai wujud integrasi antara keterampilan membaca dan menulis (Rahmawati, 2. Kemampuan Baca Tulis QurAoan Siswa Kemampuan berasal dari kata mampu yang berarti kuasa . isa, sanggu. melakukan sesuatu, sedangkan kemampuan berarti kesanggupan, kecakapan, atau Kemampuan membaca merupakan modal utamadalam proses belajar. Dengan bekal kemampuan membaca, anak akan memperoleh pengetahuan serta mempermudah pola pikirnya untuk berpikir lebih kritis. Melalui pembelajaran membaca, siswa diharapkan dapat memberikan tanggapan yang tepat pada informasi yang telah dibaca. Selain itu, membaca juga dapat menjadi kunci pembuka ilmu pengetahuan, terutama dalam membaca Al Ae QurAoan (Tantri, 2. Membaca pada dasarnya merupakan aktivitas mengubah simbol atau kode dalam teks menjadi bunyi lisan dengan tujuan memperoleh serta memahami isi informasi yang terkandung di dalamnya. Esensi dari membaca adalah proses Dengan demikian, kemampuan membaca Al-QurAoan dapat dipahami sebagai keterampilan siswa dalam melafalkan ayat-ayat Al-QurAoan yang tertulis dengan tepat sesuai makhraj huruf dan aturan ilmu tajwid (Syarifah, 2. Mendorong anak untuk belajar menulis Al-QurAoan sejak usia dini merupakan hal yang sangat penting. Urgensi membaca dan menulis Al-QurAoan juga ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, khususnya pasal 24, yang menekankan bahwa pendidikan Al-QurAoan bertujuan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca, menulis, memahami, serta mengamalkan kandungan Al-QurAoan. Bentuk lembaga pendidikan Al-QurAoan antara lain Taman Kanak-Kanak Al-QurAoan (TKQ) dan Taman Pendidikan AlQurAoan (TPQ), dengan kurikulum yang meliputi kegiatan membaca, menulis, menghafal ayat-ayat Al-QurAoan, tajwid, serta doa-doa pokok. 188 | Al Marhalah Implementasi Metode Iqra Bil Qalam Dalam Meningkatkan A Kemampuan menulis Al-QurAoan bagi anak perlu mendapatkan perhatian khusus, sebab kemampuan tersebut bukan hanya membantu siswa memahami teks, tetapi juga menumbuhkan kecintaan pada keindahan Al-QurAoan, salah satunya melalui seni kaligrafi. Proses belajar menulis huruf Arab pada prinsipnya serupa dengan belajar menulis huruf Latin, dimulai dari pengenalan huruf-huruf tunggal yang kemudian disusun menjadi suku kata, dengan pendekatan metode eja (Ridwan, 2. Implementasi Metode Iqra Bil Qalam pada siswa SMP Islam ALAzhar 18 Salatiga Pemetaan masalah Identifikasi masalah dilakukan setelah peneliti melaksanakan observasi (Nasution, 2. pada kegiatan tahfidz dan tahsin yang berlangsung sebelum dimulainya proses pembelajaran. Dari hasil pengamatan tersebut diketahui bahwa masih terdapat sejumlah siswa yang belum mampu membaca al-QurAoan dengan baik dan benar, terutama dalam hal pengucapan huruf, penerapan tajwid, serta kelancaran bacaan. Fakta ini memperlihatkan bahwa peningkatan kemampuan baca tulis al-QurAoan masih menjadi kebutuhan mendesak bagi peserta didik di SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga. Adapun pemetaan awal yang dilaksanakan ketika proses penerimaan peserta didik baru juga mengungkapkan bahwa sebagian siswa masih berada pada tahap pemula dalam membaca al-QurAoan. Bahkan ada di antara mereka yang masih sangat awam, yakni belum bisa mengenali huruf-huruf hijaiyah dengan Temuan ini mempertegas bahwa keterbatasan kemampuan membaca alQurAoan bukan hanya dialami oleh segelintir siswa, tetapi sudah menjadi kondisi umum yang memerlukan penanganan serius. Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, penerapan metode IqraAo bil Qalam dipandang relevan sekaligus mendesak. Metode ini dirancang untuk melatih siswa secara bertahap dalam membaca dan menulis huruf hijaiyah, sehingga diharapkan mampu mengatasi kesenjangan kemampuan dasar baca tulis al-QurAoan dan memberikan hasil pembelajaran yang lebih optimal. Persiapan kegiatan Setelah pemetaan masalah dilakukan, tahap berikutnya adalah persiapan untuk pelaksanaan kegiatan. Adapun persiapan yang dilakukan oleh pendamping Menyediakan IqraAo bil qalam sebagai media utama untuk melatih keterampilan baca tulis al-QurAoan siswa secara bertahap. Menyiapkan alat tulis berupa buku tulis, bolpoin, dan penghapus untuk menunjang kelancaran kegiatan belajar menulis Al-QurAoan. Menyediakan buku pendamping yang difungsikan sebagai buku perkembangan siswa, guna memantau kemajuan kemampuan baca tulis al-QurAoan secara berkelanjutan. Menyusun langkah-langkah pelaksanaan kegiatan pelatihan secara sistematis agar kegiatan berjalan lebih terarah dan efektif. Pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan kegiatan dilakukan setelah siswa menunaikan shalat dhuha dan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Kegiatan berlangsung di tempat yang telah ditentukan bersama pembimbing tahfizh masing-masing. 189 | Almarhalah | Diva Anif Nafiah. Rahayu Setianingbudi. Luthfi Imam Fauzi. Roviin Secara khusus, kelompok siswa yang masih berada pada tahap IqraAo mengikuti kegiatan di perpustakaan, didampingi oleh empat pembimbing, yang terdiri atas dua orang guru dan dua orang mahasiswa program MBKM. Jumlah peserta dalam kelompok ini sebanyak 16 siswa. Alur kegiatan yang diterapkan adalah sebagai berikut: Menulis materi IqraAo Setiap siswa menyalin terlebih dahulu bacaan dari IqraAo sesuai tingkatannya menggunakan media tulis yang telah disediakan. Setoran bacaan IqraAo Setelah selesai menulis, siswa menyetorkan bacaan sesuai dengan tingkat IqraAo masing-masing kepada pembimbing. Pencatatan perkembangan Hasil bacaan siswa dicatat pada buku pendamping siswa sebagai instrumen pemantauan perkembangan kemampuan baca tulis al-QurAoan. Pencatatan ini dilakukan secara berkala untuk menilai peningkatan kompetensi dari waktu ke waktu. Melalui tahapan tersebut, kegiatan tidak hanya melatih siswa untuk membaca, tetapi juga membiasakan mereka menulis kembali teks IqraAo yang Dengan demikian, aspek membaca dan menulis terintegrasi sehingga tujuan penerapan metode IqraAo bil Qalam dapat tercapai secara optimal. Berikut foto-foto pelaksanaan kegiatan pengabdian Gambar 4. 1 pelaksanaan metode iqraAo bil qalam dan siswa menulis sebelum setoran baca Pembahasan Implementasi metode IqraAo bil Qalam dalam kegiatan pembelajaran menunjukkan bahwa pendekatan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan keterampilan baca tulis al-QurAoan siswa. Pola pembelajaran yang diawali dengan kegiatan menulis sebelum membaca menempatkan siswa pada proses belajar yang lebih aktif dan komprehensif. Melalui kegiatan menyalin terlebih dahulu teks IqraAo, siswa dilatih untuk menguasai aspek visual dan motorik, kemudian diperkuat dengan praktik membaca yang berfokus pada ketepatan pelafalan dan kelancaran bacaan. Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara konsisten setelah shalat dhuha dan sebelum dimulainya pembelajaran formal juga menciptakan suasana belajar yang disiplin dan terstruktur. Dukungan dari empat pendamping terdiri atas dua guru dan dua mahasiswa MBKM menjadi faktor penting dalam efektivitas kegiatan. Rasio pendamping dan peserta yang relatif seimbang . memungkinkan terjadinya bimbingan individual yang lebih intensif. Hal ini memberikan ruang bagi pembimbing untuk melakukan koreksi langsung terhadap kesalahan bacaan 190 | Al Marhalah Implementasi Metode Iqra Bil Qalam Dalam Meningkatkan A maupun tulisan siswa. Dengan demikian, interaksi belajar tidak hanya berlangsung secara klasikal, tetapi juga bersifat personal, sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. Keberadaan buku pendamping siswa sebagai instrumen pencatatan perkembangan juga terbukti efektif dalam memfasilitasi proses evaluasi. Setiap kemajuan yang diperoleh siswa, baik dalam aspek menulis maupun membaca, terdokumentasi secara sistematis. Mekanisme ini tidak hanya memudahkan guru dan mahasiswa dalam menilai capaian pembelajaran, tetapi juga berfungsi sebagai sarana motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan kompetensinya. Dari perspektif teoretis, metode IqraAo bil Qalam sejalan dengan pendekatan konstruktivistik, yang menekankan pada peran aktif siswa dalam membangun pengetahuannya melalui pengalaman belajar langsung (Rohmah et , 2. Integrasi aktivitas menulis, membaca, mendengar, dan melihat juga mendukung konsep multisensory learning, yang terbukti efektif dalam meningkatkan daya serap dan retensi peserta didik terhadap materi. Dengan demikian, keterlibatan berbagai indera dalam pembelajaran menjadikan proses internalisasi huruf dan bacaan al-QurAoan lebih kuat dan bertahan lama. Temuan ini konsisten dengan hasil penelitian terdahulu yang menekankan pentingnya kombinasi latihan membaca dan menulis dalam penguatan literasi alQurAoan. Namun, ciri khas metode IqraAo bil Qalam yakni penekanan pada kegiatan menulis sebelum membaca memberikan keunggulan tersendiri dalam membantu siswa pemula mengenali dan menguasai huruf hijaiyah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode IqraAo bil Qalam di SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga relevan sebagai solusi terhadap permasalahan rendahnya kemampuan baca tulis al-QurAoan. Metode ini tidak hanya menyentuh aspek kognitif, tetapi juga melibatkan dimensi psikomotorik dan afektif, sehingga menghasilkan pembelajaran yang lebih menyeluruh dan KESIMPULAN Isi kesimpulan ditulis dengan font Times New Roman 12. Kesimpulan merupakan ikhtisar dari penelitian yang telah dilakukan. Kesimpulan bukan merupakan ringkasan dari hasil pembahasan yang mengacu pada terori tertentu, tetapi hasil dari analisis/ uji korelasi data yang dibahas. Dibuat 1 kolom Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode IqraAo Bil Qalam di SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan baca tulis Al-QurAoan siswa. Melalui langkah pembelajaran yang menekankan latihan menulis terlebih dahulu sebelum membaca, siswa tidak hanya berlatih melafalkan huruf dan ayat Al-QurAoan, tetapi juga dibiasakan untuk menuliskannya sesuai bentuk khat yang benar. Strategi ini membantu mereka mengenali huruf hijaiyah dengan lebih jelas, memperkuat ingatan visual, serta meningkatkan keterampilan motorik halus yang selanjutnya berkontribusi pada kelancaran membaca dengan kaidah tajwid yang tepat. Dengan demikian, pendekatan ini terbukti efektif dalam mengatasi permasalahan siswa yang masih kesulitan dalam mengenal huruf, pengucapan makhraj, maupun kelancaran bacaan. Faktor yang turut mendukung efektivitas metode ini adalah adanya pendampingan intensif dari guru serta mahasiswa MBKM dengan rasio pendamping dan peserta yang seimbang. Pola bimbingan ini memungkinkan 191 | Almarhalah | Diva Anif Nafiah. Rahayu Setianingbudi. Luthfi Imam Fauzi. Roviin terjadinya interaksi personal, sehingga siswa memperoleh koreksi langsung terhadap kesalahan bacaan maupun tulisan. Selain itu, penggunaan buku pendamping sebagai instrumen evaluasi sistematis sangat membantu guru dalam memantau perkembangan kemampuan siswa, sekaligus memotivasi mereka untuk terus memperbaiki keterampilan baca tulis Al-QurAoan. Jadwal pelaksanaan yang konsisten setiap pagi setelah shalat dhuha juga menciptakan lingkungan belajar yang disiplin, teratur, dan kondusif untuk pembentukan kebiasaan positif. Dari perspektif pedagogis, metode IqraAo Bil Qalam sejalan dengan pendekatan konstruktivistik yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung. Kegiatan menulis, membaca, mendengar, dan melihat yang terintegrasi juga mendukung prinsip multisensory learning, yang terbukti efektif meningkatkan daya serap serta retensi siswa terhadap materi. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran tidak hanya menyentuh aspek kognitif, tetapi juga melibatkan ranah psikomotorik dan afektif, sehingga hasil yang diperoleh lebih menyeluruh dan berkelanjutan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode IqraAo Bil Qalam sangat relevan untuk menjawab tantangan rendahnya kemampuan baca tulis Al-QurAoan di tingkat SMP. Penelitian ini menegaskan pentingnya kombinasi antara strategi pembelajaran yang tepat, pendampingan intensif, evaluasi sistematis, serta dukungan manajemen sekolah dalam mewujudkan tujuan pendidikan Al-QurAoan. Ke depan, metode ini layak direkomendasikan untuk diadaptasi oleh sekolah lain dengan menyesuaikan sumber daya, kondisi siswa, serta dukungan lingkungan belajar, agar hasil yang dicapai semakin optimal dan DAFTAR PUSTAKA