Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 6 Nomor 1 Januari 2024 e-ISSN: 2655-6. p-ISSN : 2655-657X http://jurnal. id/index. php/IJEC Penggunaan Flashcard Sugar (Suku Kata Bergamba. sebagai Media Efektif untuk Menstimulasi Minat Membaca Awal Anak Efvelin BS1 Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN). Kabupaten Tegal Email Korespondensi: efvelin@gmail. ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk menstimulasi minat membaca awal anak menggunakan Metode Sugar atau suku kata bergambar sehingga dapat meningkatkan kemampuan membaca serta membuat anak menjadi lebih antusias dan bersemangat dalam membaca beraneka jenis Menggunakan jenis penelitian deskriptif tindakan . ction researc. , karena penelitian dilaksanakan untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan minimnya minat pra membaca pada anak. Penelitian dilakukan selama beberapa semester dan melibatkan siswa TK Kiddy Care Tegal. Berdasarkan data, kemampuan minat literasi maupun memahami keaksaraan beberapa siswa tergolong rendah. Dari 13 siswa, 7 siswa diantaranya menunjukkan kesulitan dalam memahami lafal atau pengucapan, baik huruf konsonan, vokal, maupun suku kata, dan kata. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan membaca yang signitfikan setelah menggunakan Metode Sugar. Hal tersebut membuktikan Metode Sugar efektif dan efisien digunakan karena hasil setiap siklus yang meningkat, yaitu siklus I dan siklus II. Artinya dari sebelum tindakan hanya 6 siswa yang mampu mengenal bunyi huruf atau suku kata dan 7 siswa yang masih belum memahami bunyi lafal huruf atau suku kata. Sedangkan pada siklus II semua siswa sudah dapat memahami bunyi lafal huruf atau suku kata. Berdasarkan hasil observasi dapat disimpulkan bahwa minat membaca awal anak dengan menggunakan Metode Sugar meningkat karena Metode Sugar sangat mudah serta menyenangkan bagi anak sehingga dapat menumbuhkan kegemaran membaca. Kata Kunci: Membaca Awal. Minat Baca. Metode Sugar (Suku Kata Bergamba. The Use of Sugar Flashcards (Picture Syllable. as an Effective Media to Stimulate Children's Early Reading Interest ABSTRACT The purpose of this research is to stimulate children's pre-reading interest using the Sugar Method or picture syllables so that it can improve reading skills and make children more enthusiastic and excited in reading various types of books. Using descriptive action research, because the research was carried out to solve problems related to the lack of pre-reading interest in children. The research was conducted over several semesters and involved students of Kiddy Care Tegal Kindergarten. Based on the data, the ability of literacy interest and understanding literacy of some students is low. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. A Tahun Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 6 Nomor 1 Januari 2024 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Of the 13 students, 7 of them showed difficulty in understanding the pronunciation of consonants, vowels, syllables, and words. The results showed that there was a significant improvement in reading ability after using the Sugar Method. This proves that the Sugar Method is effective and efficient to use because the results of each cycle are increasing, namely cycle I and cycle II. This means that from before the action only 6 students were able to recognise the sound of letters or syllables and 7 students who still did not understand the pronunciation of letters or syllables. Whereas in cycle II all students were able to understand the pronunciation of letters or syllables. Based on the results of observations, it can be concluded that children's pre-reading interest using the Sugar Method increases because the Sugar Method is very easy and fun for children so that it can foster a love of reading. Keywords: Early Reading. Reading Interest. Sugar Method (Picture Syllable. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu aspek paling fundamental yang diperlukan untuk membangun pola pikir kreatif dan inovatif sehingga dapat menjadi modal utama bagi kemajuan masyarakat dalam sebuah bangsa. Dengan berkonsentrasi pada pembangunan sumber daya manusia, maka sudah sepantasnya sistem pendidikan terus dinamis dan berbenah secara berkesinambungan menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan kemajuan zaman. Melalui perbaikan mutu pendidikan, suatu bangsa dapat meraih tujuannya untuk mengembangkan kepribadian bangsa maupun memajukan kehidupan dan kesejahterannya. Menurut NurAoaeni, . pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, karenanya manusia memperoleh ilmu pengetahuan, nilai, sikap, serta keterampilan. Jadi, hakikat pendidikan adalah sebagai suatu proses menumbuhkembangkan eksistensi peserta didik yang membudaya dalam tata kehidupan yang berdimensi lokal, nasional, dan global. Perbaikan kualitas pendidikan tidak hanya perlu dilakukan pada jenjang tingkat atas maupun menengah, pada tingkat sekolah dasar dan pendidikan anak usia dini juga harus menjadi pusat perhatian. Apalagi di usia dini merupakan masa krusial atau disebut juga dengan fase fondasi. Konsep fondasi yang dimaksud adalah fase dimana dibangun banyak hal didalamnya seperti. kemampuan kognitif, sosial, emosional, hingga fisik motorik. Anak juga dilatih untuk mengkontruksi pengetahuan melalui berpikir kritis, kreatif, serta diajak mengeksplorasi berbagai hal di sekitarnya. Pada masa usia emas perkembangan . olden ag. , anak usia dini membutuhkan banyak rangsangan yang akan membantunya tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga kelak dapat menjadi manusia dewasa yang mumpuni. Pendidikan anak usia dini merupakan landasan pendidikan yang sangat menentukan kepribadian anak sehingga berpengaruh pada citra diri yang dipersepsikannya. Pola pendidikan pada anak usia dini diselenggarakan dengan bermain dan harus menyenangkan. Semua kegiatan harus ramah otak anak dan dilaksanakan melalui fun learning. Semua aspek kecerdasan anak usia dini perlu dikembangkan dan dilatih melalui cara-cara yang menyenangkan, tidak membosankan, apalagi penuh dengan tekanan maupun ancaman yang justru malah membuat anak tidak terstimulasi dengan baik. Salah satu aspek yang penting untuk dikembangkan adalah memahami keaksaraan dan menanamkan minat baca. Solehuddin . berpendapat bahwa minat membaca merupakan aktivitas yang dilakukan dengan penuh ketekunan dalam rangka membangun pola komunikasi dengan diri sendiri untuk menemukan makna tulisan dan menemukan informasi untuk mengembangkan intelektualitas yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan perasaan senang yang timbul dari dalam dirinya. Minat baca mempengaruhi kemapuan membaca yang dapat meningkatkan daya baca anak pada berbagai buku terutama buku bertemakan edukasi. Kemampuan membaca merupakan aktivitas yang kompleks serta melibatkan berbagai keterampilan yang mencakup beberapa kegiatan seperti mengenali huruf dan kata kata, menghubungkannya dengan bunyi, maknanya, serta Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 6 Nomor 1 Januari 2024 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X menarik kesimpulan mengenai maksud bacaan (Dhieni, 2. Menurut Lerner dalam Mulyono . kemampuan membaca adalah dasar untuk menguasai berbagai bidang studi. Jika anak pada usia sekolah awal tidak segera memiliki kemampuan membaca, maka ia akan mengalami banyak hambatan untuk mempelajari berbagai bidang studi pada jenjang berikutnya, oleh karena itu anak harus mulai belajar membaca agar ia dapat membaca untuk belajar dan tentunya memiliki minat dalam membaca juga. Dengan membaca dapat meningkatkan kemampuan literasi anak sehingga pemahaman dan kecerdasannya terinternalisasi menjadi kecakapan hidup sebagai masyarakat dunia yang berdaya saing. Persoalannya, tidak semua peserta didik memiliki ketertarikan untuk membaca. Banyak faktor yang menjadi penyebab hal itu diantaranya media membaca yang tidak ramah otak anak, yaitu belajar mengenal huruf atau kata dengan menggunakan buku bacaan klasikal, kemudian teknik yang terlalu membosankan hingga metode yang terlalu abstrak dan sulit dimengerti Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pendidik untuk terus mengembangkan formula jitu beragam cara yang dinilai lebih efektif disesuaikan dengan kebutuhan dan cara belajar Salah satu alternatif yang dapat disajikan guru agar membaca menjadi kegiatan menarik dan mampu untuk meningkatkan kemampuan literasi serta merangsang partisipasi aktif siswa adalah dengan mendesain penyajian pembelajaran yang menerapkan metode menarik dan kreatif sehingga anak-anak tidak akan merasa kalau sedang belajar, tetapi yang dirasakan adalah sedang bermain. Penggunaan metode mengajar yang tepat oleh seorang guru dalam proses belajar mengajar sangat berpengaruh terhadap keberhasilan mengajar. Atas dasar latar belakang tersebut maka penulis melakukan penelitian tindakan kelas tentang AuPenggunaan Flashcard Sugar Sebagai Media Efektif Untuk Menstimulasi Minat Membaca Awal AnakAy. Metode Sugar (Suku kata bergamba. merupakan sebuah metode yang dikembangkan untuk memberikan pengajaran pra membaca anak melalui kartu yang di dalamnya terdapat simbol huruf dan suku kata yang disertai gambar. Gambar dalam Metode Sugar melambangkan bunyi awal suku kata sehingga simbol suku kata tersebut dapat dengan mudah dipahami karena lebih bermakna. Suku kata bergambar terdiri dari 100 kartu yang melambangkan bunyi lafal huruf vokal, kemudian bunyi lafal huruf konsonan yang digabungkan dengan huruf vokal seperti contoh. simbol AubaAy akan dilambangkan dengan gambar baju. simbol AubiAy akan dilambangkan dengan gambar Bintang. simbol AubuAy akan dilambangkan dengan gambar buku. simbol AubeAy akan dilambangkan dengan gambar bebek. simbol AuboAy akan dilambangkan dengan gambar bola dan seterusnya. Metode membaca ini berpegang pada konsep yang mengembangkan aspek visual, auditurial dan kinstetik yang didalamnya terdapat unsur warna, gambar, dan fun learning. Metode ini merupakan salah satu metode yang sistemnya adalah mengingat bunyi suku kata melalui gambar bermakna yang biasanya ada di sekeliling kehidupan anak-anak. Dalam penerapannya metode ini berasosiasi . dalam persamaan bunyi dan bentuk visual. Keunggulan dari Metode Sugar adalah dapat mengoptimalkan kemampuan daya ingat anak untuk menyerap informasi sehingga tanpa disadari anak mampu menghafal simbol suku kata dengan cepat. METODE Menggunakan jenis penelitian tindakan . ction researc. karena dilakukan untuk memecahkan masalah kesulitan pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, karena mendeskripsikan temuan-temuan berdasarkan data-data yang dianalisis dan kemudian dilakukan penelitian secara mendetail. Pada hakikatnya penelitian ini diterapkan untuk mengatasi suatu permasalahan yang terdapat di dalam kelas yang dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pengajaran. Adapun penelitian ini menggunakan desain penelitian model spiral Arikunto. Penelitian juga memiliki prosedur atau aturan yang perlu diperhatikan. Prosedur tersebut berguna bagi para guru yang akan Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 6 Nomor 1 Januari 2024 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X melaksanakan penelitian tindakan. Arikunto . 3: . menjelaskan bahwa satu siklus penelitian tindakan terdiri dari empat langkah yaitu. perencanaan, . pelaksanaan, . pengamatan, . Waktu Dan Tempat Penelitian Waktu yang diperlukan oleh peneliti dalam melakukan penelitian di TK Kiddy Care Tegal adalah selama dua kali semester dan dilaksanakan secara berkala di tahun ajaran 20222023. Penelitian melibatkan peserta didik di TK B dengan rentang usia antara 5-6 tahun. Siklus PTK yang dikembangkan Kemmis dan Mc Tagart (Arikunto, 2. Perencanaan (Plannin. Pada tahap ini, peneliti mempersiapkan dan melakukan setting pengaturan semua rincian kegiatan dan segala keperluan penelitian sehingga dalam prosesnya dapat berjalan Tahap awal ini peneliti perlu mengelola, membuat keputusan, dan menetapkan prosedur yang formal untuk memperoleh hasil nyata yang sesuai harapan. Pelaksanaan atau Tindakan (Actin. Menurut Arikunto . menyatakan bahwa AuTahap pelaksanaan merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan yaitu menggunakan tindakan kelasAy. Pelaksanaan atau tindakan adalah merupakan sebuah proses implementasi kegiatan yang telah direncanakan secara matang dalam proses belajar mengajar. Tahap ini mengacu kepada proses kegaiatan belajar mengajar di dalam kelas yang sudah tersistem agar pembelajaran menjadi runtut, saling terintegrasi dan bermakna untuk peserta didik. Pengamatan (Observin. Tahap ini merupakan tahap pengumpulan berbagai data yang diamati dari fenomena yang terjadi pada saat perlakuan atau pemberian tindakan itu berlangsung. Dalam pengamatan, peneliti melakukan pengumpulan data informasi berdasarkan fenomena dan fakta lapangan yang ditemukan saat kegiatan berlangsung. Data kemudian dicatat dan menjadi bukti otentik yang akan menjadi dasar refleksi. Refleksi (Reflectin. Dalam langkah ini, peneliti melakukan Analisa dengan melihat dan mempertimbangkan atas hasil atau dampak dari tindakan dari berbagai sisi. Data. Instrumen. Dan Teknik Pengumpulan Data Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik di TK Kiddy Care Tegal dengan rentang usia 5 hingga 6 tahun. Data yang diperoleh dari berbagai instrumen pada tahap ini meliputi pengamatan dan analisa hasil pemahaman pra-membaca yang dikumpulkan dan kemudian dikelompokkan ke dalam data kualitatif dan data kuantitatif. Data Kualitatif Data kualitatif diperoleh peneliti dari instrumen pengumpul data hasil observasi saat proses pembelajaran berlangsung. Data Kuantitatif Data kuantitatif diperoleh dari tes hasil belajar peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari: wawancara, tes, refleksi, dokumentasi, observasi. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 6 Nomor 1 Januari 2024 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan selama penelitian dari awal hingga akhir kegiatan Rincian analisis dan observasi data yaitu sebagai berikut: Penelitian ini dilakukan pada kelompok belajar TK B sejumlah 13 anak melalui pembelajaran harian secara tatap muka langsung . Peneliti mengimplementasikan pembelajaran pramembaca atau membaca awal menggunakan Metode Sugar secara demonstrasi klasikal sebagai pembuka dan dilanjutkan dengan aktivitas kegiatan membaca awal yang dilaksanakan bergiliran secara individual. Data hasil penelitian kegiatan membaca awal secara individual tersebut dapat memetakan secara akurat kondisi kemampuan anak yang sebenarnya. Data diperleh dari pengukuran menggunakan indikator: . mengenal simbol, . mengenal huruf vokal, . mengenal huruf konsonan, . mengenal suku kata, . menggabungkan suku kata, . menemukan makna dari suatu kata atau tulisan . Analisis data diartikan sebagai upaya data yang sudah tersedia kemudian diolah dengan statistik dan dapat digunakan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian. Data dalam penelitian ini diperolah melalui dokumentasi dan praktek secara langsung pada proses pembelajaran membaca awal dan membaca di TK Kiddy Care Tegal. Data kemudian dianalisis dengan rumusan sebagai berikut: yaA ya x 100% Keterangan: P=Presentase tingkat perubahan. B=Indikator kemampuan membaca yang dicapai anak. A=Jumlah anak. Setelah persentase dihitung, dapat menentukan kriteria perkembangan peserta didik. Kriteria perkembangan kemampuan membaca anak yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: . Belum berkembang (BB), apabila anak sudah mengalami perkembangan kemampuan membaca dalam rentang 0% sampai 25%. Mulai berkembang (MB), apabila anak sudah mengalami perkembangan kemampuan membaca dalam rentang 26% sampai 50%. Berkembang sesuai harapan (BSH), apabila anak sudah mengalami perkembangan kemampuan membaca dalam rentang 51% samapai . Berkembang sangat baik (BSB), apabila anak sudah mengalami perkembangan membaca dalam rentang 76% sampai 100%. Digambarkan dalam tabel berikut: Besar Persentase % 76% Ae 100% 51% Ae 75% 26% Ae 50% 0% Ae 25% Interpretasi Berkembang sangat baik (BSB) Berkembang sesuai harapan (BSH) Mulai berkembang (MB) Belum berkembang (BB) HASIL DAN PEMBAHASAN Pada siklus I, kemampuan membaca awal anak rentang usia 5-6 tahun dengan metode buku membaca huruf alfabet biasa di TK Kiddy Care tidak dapat mencapai persentase di atas Dari 13 peserta didik, hanya 6 anak yang sudah mencapai kemampuan membaca awal. Artinya, kurang dari separuh anak yang masih belum dapat memenuhi capaian pembelajaran yang telah dirumuskan oleh peneliti. Atas dasar fakta tersebut, peneliti kemudian melakukan refleksi dengan mengganti metode lama dengan flash card Sugar sebagai langkah tindak Selanjutnya pada siklus II, peneliti melakukan penerapan Metode Sugar untuk meningkatkan kemampuan membaca awal anak dan melakukan beragam jenis kegiatan bermain dengan menggunakan flash card Sugar. Berdasarkan hasil pengamatan, peserta didik terlihat sangat antusias dan menikmati kegiatan pembelajaran dari awal aktivitas hingga selesai jam belajar. Peningkatan kemampuan membaca pada siklus II setelah diberi Tindakan melalui Metode flash card Sugar naik menjadi 96%. Beberapa kelebihan dari metode ini yaitu Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 6 Nomor 1 Januari 2024 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X disampaikan dengan bermain Bersama teman atau guru, bercerita tentang gambar dan maknanya sambal diulang terus menerus bunyi suku kata sesuai gambar, menebak bunyi lafal suku kata yang dideskripsikan gambar, dan mengamati benda di sekeliling sehingga lafal bunyi simbol huruf yang didengar mudah diingat oleh anak. Metode flash card Sugar membuat anak mengingat dengan melibatkan daya auditori, daya visual dan kinestetik secara bersamaan sehingga informasi yang didapat dari pembelajaran membaca awal tersebut dapat memberikan efek long term memory. Tabel 1 Hasil Persentase Siklus I Nama Jumlah Jumlah rata-rata Agustus Indikator September Oktober November Jumlah Persentase Berdasarkan tabel, pada siklus I, jumlah anak yang memiliki kemampuan membaca awal masih belum maksimal karena beberapa anak masih belum memahami simbol huruf serta pelafalan dan maknanya. Tabel 2 Hasil Persentase Siklus II Nama Jumlah Jumlah rata-rata Februari Indikator Maret April Mei Jumlah Persentase Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 6 Nomor 1 Januari 2024 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Data yang diperoleh pada siklus II, setelah tindakan selama empat bulan pertemuan rutin, dari 13 anak sudah meningkat dengan secara signifikan. Dapat dilihat dari kemampuan membaca huruf vokal, huruf konsonan, suku kata, kata dan kalimat sederhana. Anak juga dapat lebih focus selama kegiatan membaca awal. Dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan membaca awal anak dalam satu kelas yang terdiri dari 13 siswa, semuanya sudah mencapai tingkat indikator keberhasilan. SIMPULAN Dalam proses pelaksanaan yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan membaca awal anak dengan menggunakan Metode flash card Sugar di TK Kiddy Care telah menunjukkan perubahan yang drastis. Kegiatan membaca awal pada siklus I hanya dapat mencapai 59% atau dalam kriteria berkembang sesuai harapan, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan mencapai 96% atau dalam kriteria berkembang sangat baik. Penerapan Metode flash card Sugar sangat membantu dan sudah dibuktikan dapat meningkatkan kemampuan membaca awal anak secara maksimal. Metode flash card Sugar memang dirancang disesuaikan dengan kebutuhan anak yang cenderung atraktif, mudah bosan, membutuhkan contoh konkrit, dan memerlukan beragam variasi kegiatan pembelajaran. Metode ini membuat anak dapat menikmati setiap momen belajar membaca awal tanpa merasa Anak akan merasakan bahwa kegiatan membaca awal ini seperti kegiatan main yang mengasikkan karena tanpa disadari dilaksanakan dengan cara bermain. Untuk itu, diharapkan Metode flash card Sugar terus digunakan sebagai sarana pendukung dalam kegiatan belajar membaca awal agar kemampuan membaca awal anak menjadi meningkat. Dengan begitu dapat memupuk minat bacanya ke buku-buku pembelajaran lainnya yang lebih edukatif. Dalam hal ini, guru diharapkan mampu memahami psikologis anak dan mengetahui beragam trik jitu agar kemampuan membaca awal anak dapat terstimulasi dengan baik. Guru disarankan agar selalu melakukan improvisasi untuk dapat mengembangkan program pembelajaran membaca awal yang memungkinkan anak dapat belajar dengan berbagai metode dan variasi belajar, sehingga membuat anak merasa senang membaca tanpa merasa bosan. Anak juga dapat merasakan bahwa membaca menjadi aktivitas yang dibutuhkan oleh anak. Dapat disimpulkan bahwa penerapan Metode flash card Sugar sebagai metode membaca awal bagi anak rentang usia 5-6 tahun terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan dan minat membaca anak di TK Kiddy Care Tegal tahun pelajaran 2022/2023. Hasil penelitian membuktikan bahwa persentase kemampuan membaca awal anak pada siklus I hanya mencapai separuh dari ketentuan capaian pembelajaran yang telah dirimuskan di awal Persentase kemampuan membaca awal anak kemudian meningkat menjadi menjadi 96% atau seluruh peserta didik sejumlah 13 anak telah dapat menyelesaikan tantangan untuk bisa memahami makna maupun pelafalan kata dan kalimat sederhana. DAFTAR PUSTAKA