Volume 3 Nomor 1 . Pages 35 Ae 46 EduBase : Journal of Basic Education Email Journal : edubase. bbc@gmail. Web Journal : http://journal. id/index. php/edubase Peningkatan Keterampilan Menulis Cerita Bahasa Inggris Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Menggunakan Teknik Mind Mapping Tri Nopatmawati 1A. Jajang Bayu Kelana2 SDK BPK PENABUR KBP, 2PGSD IKIP Siliwangi Email : penabur. tri@gmail. com1,jajang-bayu@ikipsiliwangi. Received: 2022-01-11. Accepted: 2022-02-27. Published: 2022-02-28 Abstract This study aimed to describe the implementation of mind mapping technique in improving story writing skills in English of fourth-grade students. This research is a descriptive qualitative research. The data were collected through survey, interview, assignment, and document analysis. The results of the research indicate that there is a significant improvement in studentsAo writing ability, as can be seen from the results of the post assignment that is higher than the pre-assignment by 16%. The significant improvement is evident in all writing indicators given. Moreover, the results of questionnaires show that most students . 4%) gave positive responses toward the use of mind mapping technique in writing story. Finally, the results of interviews suggest that the students found this technique to be useful since it helped them increase vocabulary and creativity, generate and organize ideas. It is then recommended that mind mapping technique be used in teaching writing in different text types and levels of fluency. Kata Kunci: Story Writing skill. Mind map. Abstrak Penelitian ini ditujukan untuk menggambarkan penggunaan teknik untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita dlam bahasa Inggris siswa kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, penugasan, dan analisis dokumen . Hasil dari penelitian menunjukkan bahwaada peningkatan hasil yang signifikan dalam keterampilan menulis siswa, yang dapat dilihat dari perbandingan hasil tugas akhir dan tugas awal dengan selisih sebesar 16%. Peningkatan hasil ini terlihat di seluruh indicator menulis yang diberikan. Selanjutnya, hasil kuisioner menunjukkan bahwa sebagian besar siswa . ,4%) memberikan respon positif terhadap penggunaan teknik mind mapping dalam penulisan cerita. Akhirnya, hasil wawancara juga menunjukkan bahwa siswa merasakan manfaat dari penggunaan teknik ini karena dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengembangakan dan mengorganisasikan ide mereka. Oleh karena itu, penulis merekomendasikan penggunaan teknik mind map dalam mengajarkan keterampilan menulis untuk tipe teks yang berbeda-beda dan kemampuan bahasa yang juga berbeda. Keywords: Keterampilan menulis cerita. Mind map. Copyright A 2022. Author. This is an open-access article under the CC BY-NC-SA 4. DOI: https://doi. org/10. 47453/edubase. How to Cite : Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 36 | Penerapan Metode Blended learning untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta didik Selama Masa Pandemi Covid-19 PENDAHULUAN Bahasa Inggris telah menjadi salah satu bahasa internasional yang penting untuk dikuasai agar dapat bersaing secara global. Salah satu usaha pemerintah dalam mendorong perkembangan penguasaan bahasa Inggris bagi rakyat Indonesia adalah dengan memberikan ruang bagi pengajaran Bahasa Inggris sebagai salah satu pelajaran muatan lokal dari tingkat pendidikan dasar. Pada saat sesorang mempelajari bahasa Inggris maka terdapat empat keterampilan berbahasa yang perlu dikuasai yaitu, speaking, listening, reading and writing. Apabila keempat keterampilan tersebut dikuasai dengan baik maka pesserta didik dapat menjadi penutur bahasa yang fasih. Diantara keempat keterampilan bahasa tersebut, menulis merupakan keterampilan berbahasa yang juga berhubungan dengan proses berpikir dan keterampilan berekspresi dalam bentuk tulisan. Seorang pakar bahasa LG Alexander dalam pengantar bukunya AoPractice and ProgressAo. Longman menyatakan bahwa Aulearning language had to follow these rules. Nothing should have been spoken before it had been heard. nothing should have been read before it had been spoken, and nothing should have been written before it had been read. Ay Lebih lanjut lagi, menurut St. Slamet . 8: . Auketerampilan menulis dikuasai seseorang sesudah menguasai keterampilan berbahasa yang lainAy. Dari kedua kutipan tersebut dapat kita simpulkan bahwa menulis merupakan keterampilan berbahasa yang menjadi hasil dari penguasaan keterampilan bahasa yang lain sehingga sering menjadi hal yang sulit untuk dikuasai khususnya bagi siswa di tingkat dasar. Menurut Sabarti Akhaidah . 4: . kegiatan menulis merupakan suatu proses, yaitu proses penulisan. Sebagai sebuah proses maka terdapat tahap-tahap yang harus dilalui antara lain . tahap prapenulisan . tahap penulisan . tahap Ketiga tahap penulisan tersebut saling berkaitan dan dapat membantu seorang penulis, dalam hal ini siswa untuk menghasilkan hasil tulisan yang bermutu. Seperti telah disebutkan sebelumnya menulis menjadi tantangan tersendiri bagi siswa, khususnya siswa tingkat dasar. Tidaklah mudah bagi sebagian besar siswa untuk menuangkan ide dan pemikiran dalam bahasa Inggris yang merupakan bahasa asing bagi mereka. Kendala inipun dialami oleh siswa kelas IV di SDK BPK PENABUR KBP. Sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam menuangkan ide dalam menyusun cerita sehingga menjadi suatu teks yang lengkap. Penulisan kalimat yang baik dan benar, penentuan gagasan pokok, serta penyusunan gagasan antar paragraf masih menjadi bagian yang menantang dalam proses Berdasarkan kendala yang dihadapi tersebut, maka diperlukan sebuah teknik dalam penulisan yang dapat menghubungkan ide-ide atau pokok pikiran cerita, sehingga siswa merasa mudah untuk menulis suatu cerita dan pada akhirnya akan membantu meningkatkan kemampuan menulis cerita siswa. Salah satu teknik yang dapat menghubungkan ide-ide dan pokok pikiran suatu cerita secara nyata adalah teknik Peta Pikiran (Mind mappin. Setelah menelaah kendala yang dihadapi dan dalam rangka mengembangkan kemampuan menulis cerita siswa dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, maka penulis merasa perlu mengadakan penelitan tentang peningkatan kemampuan menulis siswa dengan menggunakan teknik Mind map. Pada dasarnya, teknik Mind mapping merupakan cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak (Tony Buzan, 2008: . Melalui penggunaan teknik tersebut siswa akan mudah mencurahkan ide dan pengalaman yang telah dia miliki ke dalam cerita yang ingin mereka buat. Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 37 Selain itu. Mind mapping juga merupakan alat yang dapat membantu siswa untuk berpikir secara teratur, dan mampu memetakan pikiran dalam bentuk simbol-simbol nyata. Sehingga dengan teknik Mind mapping siswa mudah dalam menyusun ide-ide dan pikiran pokok tentang cerita yang akan ditulisnya. Mind mapping bisa digunakan dalam tahap pra-penulisan dimana siswa dapat menuangkan gagasan mereka secara bebas yang selanjutnya akan dikembangkan menjadi sebuah teks yang utuh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan teknik Mind map dalam proses pra penulisan dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita dalam bahasa Inggris bagi siswa kelas IV di SDK BPK PENABUR KBP. Berdasarkan rumusan masalah yang sudah disampaikan, maka tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui apakah teknik mind map dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita dalam bahasa Inggris bagi siswa kelas IV SD. METODOLOGI PENELITIAN Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor . alam Nugrahani. ( Altaftazani,et al, 2. , penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif dalam bentuk ucapan, tulisan, dan perilaku dari orang-orang yang diamati. Melalui metode penelitian ini dapat diperoleh pemahaman tentang kenyataan melalui proses berpikir induktif. Sedangkan menurut Best . alam Hartoto, 2. (Kelana, dkk . menjelaskan bahwa penelitian deskriptif merupakan Aumetode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanyaAy. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa metode deskriptif kualitatif merupajan teknik analisis data yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk kata tertulis dari subjek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan upaya yang dilakukan oleh guru dalam rangka meningkatkan kemampuan menulis cerita dalam bahasa Inggris pada siswa SD kelas V dengan menggunakan teknik Mind mapping. Prosedur penelitian yang penulis lakukan adalah sebagai berikut: . Tahap Persiapan dalam tahap persiapan, peneliti melakukan studi pendahuluan untuk menentukan sampel penelitian, studi literatur, intrumen berupa instrument angket, observasi dan rubrik yang akan divalidasi oleh ahli. Membuat Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan media pembelajaran yang akan digunakan. Tahap Pelaksanaan kegiatan dilakukan berdasarkan pada skenario pembelajaran yang telah direncanakan dan dirancang serta memanfaatkan teknik Mind mapping yang akan diaplikasikan dalam tahap prapenulisan. Dalam tahapan penelitian di atas, peneliti membagi kedalam langkah-langkah penelitian, yaitu: Siswa diberi tugas awal membuat sebuah cerita pendek dalam bahasa Inggris tanpa menggunakan teknik Mind mapping, siswa mendapat materi pembelajaran sesuai skenario pembelajaran selama dua kali pertemuan dengan pengisian lembar observasi oleh peneliti, setelah proses pembelajaran selesai, maka dilakukan evaluasi berupa pemberian tugas kepada siswa untuk mengukur kemampuan menulis cerita menggunakan teknik Mind map sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Hasil belajar ini kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui kemampuan menulis cerita siswa dengan menggunakan teknik Mind mapping. Tahap Evaluasi untuk mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis data yang telah dikumpulkan. Kemudian membandingkan antara draft dan tulisan akhir yang dibuat oleh masing-masing siswa. Jika terdapat perbedaan skor tugas maka diasumsikan sebagai akibat Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 38 | Peningkatan Keterampilan Menulis Cerita Bahasa Inggris Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Menggunakan Teknik Mind Mapping perlakuan menggunakan teknik Mind mapping saat melakukan rencana penulisan. Setelah itu dilakukan analisis deskriptif untuk mengetahui kemampuan menulis cerita siswa menggunakan teknik Mind mapping. Data yang telah diperoleh akan dianalisis secara kualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskriptif. Analisis data kualitatif adalah bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh selanjutnya dikembangkan pola hubungan tertentu. Data yang telah diperoleh akan dianalisis secara kualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskriptif serta bantuan Ms. Excel. Seluruh data dalam penelitian ini diolah dengan cara analisis kualitatif dari hasil lembar angket guru dan siswa. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis cerita pada siswa SD kelas IV dengan menggunakan teknik Mind mapping. Indikator kemampuan menulis cerita yang digunakan dalam penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu originalitas ide, penggunaan unsur-unsur cerita, keterpaduan isi cerita, kefasihan dalam merangkai kata dan penggunaan aturan penulisan teks yang tepat. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Teknik mind mapping dalam penelitian ini digunakan dalam tahap pre-writing. Dalam tahap ini, siswa menggunakan template mind map yang telah disiapkan. Mind map dibagi menjadi beberapa cabang sesuai dengan elemen cerita yang perlu dituliskan oleh siswa yaitu, judul, karakter, seting, dan plot. Dengan menerapkan teknik mind mapping dalam pembelajaran menulis cerita, siswa dapat menentukan judul atau tema dari cerita yang akan ditulis, kemudian siswa dapat menuliskan elemen-elemen cerita selanjutnya yaitu karakter dan latar yang Melalui teknik ini diharapkan siswa dapat melakukan brainstorming untuk memberikan gambaran dan ide untuk penulisan cerita. Teknik ini juga diharapkan dapat membantu siswa mengorganisir pemikiran mereka sehingga tidak ada elemen cerita yang Setelah menuliskan elemen cerita awal, siswa melanjutkan dengan menuliskan plot cerita yang dibagi menjadi bagian awal, tengah, dan akhir. Pada bagian ini, siswa diminta menuliskan paling sedikit lima kalimat pada masing-masing bagian. Strategi ini diharapkan dapat membantu siswa mencurahkan ide dan memberikan kesempatan untuk memeriksa kembali tulisan mereka sehingga bisa melihat keterpaduan cerita dan terhindar dari kesalahan penulisan kata serta penggunaan tanda baca. Penelitian ini ditujukan untuk melihat peningkatan kemampuan menulis siswa di sekolah dasar setelah menggunakan teknik mind map. Berikut adalah contoh penggunaan mind map oleh siswa pada saat tahap pre-writing. Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 39 Gambar 1. Contoh penggunaan mind map Sebelum perlakuan menggunakan teknik mind map digunakan, siswa diberikan tugas pendahuluan untuk menulis sebuah cerita bertema superhero dengan hanya memberikan tahap pre-witing dengan singkat untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Berdasarkan hasil penugasan awal, diperoleh nilai sampel. Kemudian siswa kembali diberikan tugas menulis cerita pendek bertema superhero dengan perlakuan dimana siswa diberikan waktu untuk melakukan tahap pre-writing dengan mengaplikasikan teknik mind mapping. Setelah siswa menyelesaikan pengisian atau pembuatan mind mapping, kegiatan dilanjutkan dengan menulis cerita berdasarkan mind map yang sudah dibuat. Tabel 1 Perbandingan Rata-rata Nilai Akhir Penilaian. Nilai Rata-Rata Persentase Peningkatan Pre-test Pos-test Pre-test Pos-test Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa rata-rata nilai yang diperoleh siswa pada saat pengerjaan tugas pertama adalah 66. Sedangkan nilai rata-rata yang diperoleh siswa saat pengerjaan tugas kedua menggunakan teknik mind mapping adalah 82 Terjadi kenaikan sebanyak 16 %. Secara lebih detail tabel di bawah ini menunjukkan perbandingan perolehan nilai siswa berdasarkan masing-masing indikator. Tabel 2. Perbandingan Skor Rata-Rata Siswa per Indikator Kriteria Jumlah Skor RataPersentase Peningkatan Rata Pre-test Pos-test Pre-test Pos-test Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 40 | Peningkatan Keterampilan Menulis Cerita Bahasa Inggris Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Menggunakan Teknik Mind Mapping Kriteria Jumlah Skor RataRata Pre-test Pos-test Rata-rata Persentase Pre-test Peningkatan Pos-test 25,75% Tabel di atas menunjukkan bahwa terjadi perubahan hasil rata-rata pada masing Ae masing Pada indikator idea terjadi kenaikan sebesar 33%, pada indikator organization terjadi kenaikan sebesar 24%, pada indikator fluency terjadi kenaikan sebesar 25%, dan pada indikator conventions terjadi kenaikan sebesar 21%. Dari keempat indikator yang digunakan, dapat dilihat bahwa kenaikan terbesar terjadi pada indikator idea. Selain didasari oleh hasil kerja siswa, penelitian juga dikuatkan dengan hasil angket yang diberikan kepada siswa. Diagram 1. Perbandingan Hasil Perhitungan Angket Respon Siswa Terhadap Minat Siswa Terhadap Kegiatan Menulis Cerita Berdasarkan grafik di atas, dapat dilihat bahwa 45,5% dari jumlah siswa menunjukkan ketertarikan yang besar dalam mempelajari keterampilan menulis cerita, 40,9% dari jumlah siswa menunjukkan ketertarikan yang dalam mempelajari keterampilan menulis cerita, 9,1% dari jumlah kurang tertarik untuk mempelajari keterampilan menulis ceritam dan 4. 5% dari jumlah siswa tidak tertarik untuk mempelajari keterampilan menulis cerita Sedangkan apabila dilihat dari grafik pendapat siswa mengenai keterampilan menulis dapat dilihat bahwa presentase antara siswa yang setuju dan tidak setuku dengan pernyatan Aomenulis adalah hal yang sulitAo menunjukkan hasil yang cukup berimbang yaitu, 40,9% menyatakan tidak setuju dan 40,9% menyatakan setuju. Apabila memperhitungkan presentase jumlah siswa yang sangat idak setuju sebesar 13,6% dan sangat setuju sebesar 4,6% maka ada sedikit selisih yaitu sebesar 9% yang menunjukkan kebanyakan siswa menganggap keterampilan menulis tidak sulit. Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 41 Diagram 2. Hasil Perhitungan Angket Respon Siswa Terhadap Usaha Siswa Dalam Menghasilkan Karya Tulis Yang Baik Hasil yang menarik ditunjukkan oleh grafik respon siswa terhadap pernyataan AoSaya perlu meningkatkan kemampuan saya dalam menulis'. Sebanyak 63,6% dari jumlah siswa sangat setuju dengan pernyataan tersebut dan 31,8% dari jumlah siswa setuju dengan pernyataan tersebut. Hanya 4,6% dari jumlah siswa yang tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Dari hasil yang ditunjukkan oleh ketiga diagram di atas dapat dilihat bahwa meskipun siswa tertarik dengan kegiatan menulis dan menganggap kegiatan menulis tidak sulit, kebanyakan siswa masih merasa perlu untuk meningkatkan kemampuan menulis mereka. Salah satu strategi yang ditawarkan adalah dengan penggunaan Teknik mind map yang diaplikasikan pada tahap kegiatan pre-writing. Untuk mengetahui respon siswa setelah penggunaan Teknik mind map, dapat dilihat pada diagram, berikut. Diagram 3. Hasil Perhitungan Angket Respon Siswa Terhadap Pengaruh Teknik Mind map Dalam Proses Menulis Cerita Dari data tabel diatas terlihat bahwa 54,5% siswa tidak setuju dan 22,7% siswa sangat tidak setuju dengan pernyataan bahwa mind map membuat mereka bingung sedangkan 18,2% siswa menyatakan setuju dan sisanya menyatakan sangat setuju. Respon siswa terhadap pernyataan mind map membantu mereka dalam menuangkan ide adalah 54,5% menyatakan sangat setuju, 40, 9% setuju, dan hanya 4,6% menyatakan tidak setuju. Untuk mengetahui pendapat siswa, peneliti juga melakukan wawancara terhadap siswa setelah mereka menggunakan teknik mind map. Melalui hasil wawancara ini dapat dilihat Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 42 | Peningkatan Keterampilan Menulis Cerita Bahasa Inggris Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Menggunakan Teknik Mind Mapping respon siswa terhadap kegiatan menulis cerita serta dapat diketahui lebih detail manfaat penggunaan Teknik mind map bagi siswa. Hasil wawancara dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Hasil Wawancara Siswa Mengenai Respon terhadap Kegiatan Menulis dan Manfaat Mind mapping Pertanyaan Jawaban siswa Bagaimana pendapatmu mengenai tugas Dari 22 siswa ada 4 orang yang menulis cerita? tidak/kurang menyukai tugas atau kegiatan menulis cerita. Hampir sebagian besar siswa menjawab bahwa mereka kegiatan menulis cerita karena mereka dapat menuangkan ide mereka. Sebanyaj 4 orang siswa berpendapat bahwa kegiatan menulis cerita itu seru tetapi sulit. Apa saja yang menjadi penghambat saat kamu menulis cerita? Apa saja manfaat dari penggunaan Teknik mind map saat proses menulis? Sebagian siswa, yaitu 5 dari 22 siswa menjawab bahwa kesulitan dalam mendapatkan ide cerita menjadi penghambat mereka untuk menulis. Sebagian siswa, yaitu 5 dari 22 siswa menjawab bahwa kesulitan dalam menyusun kalimat yang baik menjadi penghambat mereka untuk menulis. Sebagian siswa, yaitu 6 dari 22 siswa menjawab bahwa kesulitan dalam menentukan elemen dan menyusun struktur cerita yang baik menjadi penghambat mereka untuk menulis. Sebagian kecil siswa menjawab faktor lingkungan yang kurang kondusif menghambat mereka dalam menulis Dari 22 siswa, ada 1 siswa yang tidak merasakan manfaat dari penggunaan teknik mind map. Sebanyak 10 siswa menyatakan bahwa taknik mind map membantu mereka dalam menyusun cerita dengan runtut. Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 43 Pertanyaan Apakah membantumu saat menulis cerita? Jawaban siswa Sebanyak 2 siswa menyatkan bahwa teknik mind map membantu mereka dalam mendapatkan ide untuk menulis cerita. Sebagian siswa mendapatkan manfaat menggunakan teknik mind map dalam hal kerapian dan lainnya. Sebanyak 18 siswa menjawab bahwa teknik mind mao membantu mereka dalam menulis cerita. Sebagian kecil merasa sedikit terbantu dan 2 siswa merasa tidak terbantu saat menggunakan teknik mind map. Berdasarkan hasil wawancara, dapat dilihat bahwa sebagian besar siswa memiliki minat dalam mempelajari dan mengasah keterampilan menulis karena bisa menjadi sarana untuk menuangkan ide dan mengasah kemampuan berbahasa. Akan tetapi, menurut hasil wawancara sebagian besar siswa mengalami hambatan dalam menulis. Hambatan yang dialami diantaranya kesulitan menuangkan ide kedalam cerita, kesulitan mengorganisasikan cerita dan kesulitan menulis kalimat dengan struktur bahasa yang sesuai. Setelah pengaplikasian teknik mind map dapat dilihat dari hasil wawancara bahwa sebagian besar siswa merasakan manfaat dari penggunaan teknik tersebut. Sebagian siswa merasakan manfaat dalam hal menyusun cerita sesuai struktur dan menuliskan kalimat dengan lebih rapi. Ada sebagian kecil siswa juga merasakan manfaat dalam hal menuangkan ide saat menulis. Diskusi/Pembahasan Pada bagian pembahasan ini, penulis akan memaparkan hubungan antara minat siswa terhadap peningkatan kemampuan menulis, hambatan saat menulis, dan manfaat penggunaan mind map dalam proses menulis. Pembahasan ini didasarkan oleh hasil penelitian yang penulis lakukan serta hasil dari penelitian -penelitian terdahulu yang berkaitan dengan oenggunaan teknik mind mapping dalam peningkatan keterampilan menulis. Sebagai salah satu keterampilan yang perlu dikuasai oleh siswa pada saat mempelajari sebuah bahasa dan sebagai salah satu cara berkomunikasi maka keterampilan menulis merupakan keterampilan yang perlu dikuasai dengan baik oleh siswa. Hal ini didukung oleh pendapat Usen dalam Nurlaila . 3, . yang menyatakan AuWriting is the way to express ideas in written form using letters, words, art or media, and it requires mental process in order to express the ideas. Hasanudin . juga menyatakan bahwa tujuan belajar menulis adalah agar siswa dapat mengkomunikasikan ide atau opini dalam bentuk tulisan. Menulis adalah kegiatan untuk mengekspresikan sains, pengalaman hidup, ide, gambar, dan aspirasi. Akan tetapi, penguasaan dan peningkatan keterampilan menulis siswa merupakan hal yang terus berkembang dan perlu dikembangkan karena menulis merupakan salah satu keterampilan yang cukup sulit untuk dikuasai. Hal ini sejalan dengan pendapat Westwood . alam Nurlaila, 2. yang menyatakan bahwa bahasa tulisan mungkin adalah keterampilan bahasa yang paling sulit untuk dikuasai karena perkembangannya melibatkan koordinasi dari proses-proses kognitif. Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 44 | Peningkatan Keterampilan Menulis Cerita Bahasa Inggris Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Menggunakan Teknik Mind Mapping linguistik, dan psikomotor yang berbeda. Pendapat ini dikuatkan juga oleh pendapat Hasanudin . ( Altaftazani, dkk, 2. yang menyatakan AuWriting is a skill that requires ongoing and continuous training. Through writing exercises gradually, it is expected to build students' writing skills to improve even more. Ay Berdasarkan pendapat yang telah disampaikan dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis merupakan keterampilan yang penting namun sulit untuk dikuasai. Dalam penelitian yang dilakukan, peneliti menemukan bahwa siswa menyadari akan pentingnya keterampilan menulis untuk mereka kuasai. Hal ini ditunjukkan dengan hasil angket yang menunjukkan 86,4% siswa menyatakan ketertarikan dalam mempelajari cara penulisan cerita dengan baik. Menurut hasil penelitian dapat dilihat juga bahwa 95,4% siswa menyadari bahwa mereka perlu meningkatkan kemampuan menulis mereka. Sebagai salah satu keterampilan bahasa yang sulit untuk dikuasai, tentu saja terdapat hambatan-hambatan atau tantangan yang dialami oleh siswa. Dari hasil penelitian dapat diketahui hambatan yang umumnya dihadapi oleh siswa saat menulis cerita. Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa 72,7% siswa mendapatkan hambatan dari segi ide dan pengorganisasian cerita dalam hal ini menentukan elemen-elemen cerita. Hal ini juga sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Cahyo Hasanudin dengan judul AoThe Implementation of Mind mapping Method as an Effort to Improve Narrative WritingAo . yang menemukan bahwa beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan menhulis siswa kelas IV di salah satu SD swasta adalah siswa sulit mengembangkan ide cerita, siswa kesulitan untuk menguraikan cerita secara detail, dan siswa belum bisa menulis jalan cerita secara runut. Hambatan dan tantangan dalam menguasai keterampilan menulis yang baik dalam penelitian ini dapat diatasi dengan penggunaan teknik mind map. Hal ini sejalan dengan pendapat Wycoff dalam Maimanah . (Kelana & Wardani, 2. Aomind mapping is an excellent way to generate and organize ideas before writing. Ao Menurut hasil penelitian, setelah menggunakan teknik mind map terdapat peningkatan dari hasil belajar siswa. Peningkatan yang terjadi adalah pada indikator pengembangan ide ceita yang meningkat sebesar 33%. Peningkatan juga terjasi pada indikator penyusunan cerita yang meningkat sebesar 24%. Pada indikator penulisan kalimat juga terjadi kenaikan sebesar 25%, dan pada indikator penulisan sesuai kaidah bahasa terjadi kenaikan sebesar 21%. Hasil ini juga sejalan dengan hasil penelitian Hasanudin . dengan judul AoThe Implementation of Mind mapping Method as an Effort to Improve Narrative WritingAo yang menyimpulkan bahwa penggunaan Teknik mindmap meningkatkan penguasaan keterampilan menulis narasi siswa kelas IV Sekolah Dasar secara signifikan. Hasil serupa juga didapati melalui penelitian yang dilakukan oleh Alma Prima Nurlaila dalam Jurnalnya yang berjudul AoThe Use of Mind mapping Technique in Writing Descriptive TextAo. Di dalam jurnal tersebut terdapat kesimpulan yang menyatakan bahwa penggunaan Mind mapping dapat membantu siswa meningkatkan keterampilan menulis teks deskriptif dalam hal memperkaya kosakata, meningkatkan kreativitas, meningkatkan kemampuan menyusun kalimat dan ide. Teknik ini secara khusus cocok digunakan dalam tahap perencanaan. Sesuai dengan pendapat yang disampaikan dalam panduan belajar Writing Center the University of Adelaide . 4, . Mind mapping can be used for assignments and essay writing especially in the initial stages, whereit is an ideal strategy to use for your AothinkingAo. Mind mapping can be used for generating, visualising, organising, note-taking. Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 45 problem-solving, decision-making, revising and clarifying your university topic, so that you can get started with assessment tasks. Essentially, a mind map is used to AobrainstormAo a topic and is a great strategy for students. Dapat disimpulkan bahwa teknik mind mapping cocok digunakan dalam tahap perencanaan menulis . re-writing stag. untuk membantu siswa mengembangkan, mengorganisasikan, dan memvisualisasikan ide mereka sehingga hasil tulisan yang dihasilkan dapat sesuai standar dalam segi pengembangan ide, pengoranisasian cerita, dan penggunaan tata bahasa yang baik dan benar. Perbadingan antara hasil kerja siswa sebelum dan sesudah menggunakan teknik mind mapping dapat dilihat pada gambar berikut. KESIMPULAN Dari hasil dan pembahasan yang dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknik mind mapping cocok digunakan dalam tahap pre-witing dimana siswa dapat menggunakannya untuk brainstorming sehingga dapat mempermudah siswa dalam mengembangkan ide cerita. Penggunaan teknik mind mapping juga membantu siswa dalam mengorganisasi pemikiran mereka melalui cabang-cabang dalam mind map yang menunjukkan hubungan antar ide dan elemen-elemen penting dalam sebuah cerita . arakter, seting, dan alu. sehingga pada akhirnya siswa dapat menghasilkan sebuah karya tulis dengan kualitas yang lebih Hal ini dibuktikan melalui presentasi peningkatan skor siswa dan juga hasil wawancara yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa terbantu dengan penggunaan teknik mind map dalam menulis cerita. DAFTAR PUSTAKA