Kabilah: Journal of Social Community Print-ISSN: 2502-9649 Online-ISSN: 2503-3603 Terakreditasi Nasional SK No. 14/E/KPT/2019 Vol. 6 No. 2 Desember 2021 PELAKSANAAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM KEHIDUPAN MENUJU INDONESIA YANG UNGGUL Sri Widjajanti1. Mohammad Rudiyanto2. Ria Kasanova3 Universitas Madura1,2,3 widjajanti57@unira. Abstrak: Pendidikan multikultural adalah pendidikan yang bertumpu pada standar dan standar multikulturalisme, khususnya gagasan tentang keragaman yang mempersepsi, mengakui, dan menekankan pada kontras dan persamaan manusia berkenaan dengan orientasi seksual, ras, dan kelas, agama tergantung pada kualitas dan mayoritas. pemahaman tentang aturan-aturan yang membentuk pluralisme sosial. dengan tujuan akhir memerangi bias dan segregasi. Karena pentingnya pendidikan multikultural di Indonesia, terutama sebagai metode elektif kompromi, siswa diandalkan untuk tidak meninggalkan akar sosialnya, dan pendidikan multikultural sangat cocok digunakan untuk sistem berbasis demokrasi yang ada seperti sekarang ini. Kata kunci: Pendidikan Multikultur. Kehidupan Unggul Abstract: Multicultural education is education that relies on the standards and standards of multiculturalism, specifically the idea of diversity that perceives, recognizes, and emphasizes human contrasts and similarities with regard to sexual orientation, race, and class, religion depends on the quality and majority of understanding of the rules that make up social pluralism. with the ultimate goal of combating bias and segregation. Due to the importance of multicultural education in Indonesia, especially as an elective method of compromise, students are relied on not to leave their social roots, and multicultural education is very suitable for use for the existing democracy-based system as it is today. Keywords: Multicultural Education. Superior Life PENDAHULUAN Pendidikanadalah pekerjaan yang sungguh-sungguh untuk bekerja dengan orang lain dalam mencapai otonomi dan perkembangan mental sehingga mereka dapat bertahan dalam pertentangan hidup mereka. Dalam latihan instruktif, siswa adalah tujuan . dan sekaligus sebagai subjek pendidikan. Oleh karena itu, dalam memahami konsep siswa, guru harus dilengkapi dengan pemahaman tentang kualitas siswa secara keseluruhan, khususnya: Siswa dalam kondisi terlibat, menyiratkan bahwa mereka mampu untuk menggunakan kapasitas, keinginan, dll, ( . Siswa ingin berkreasi menuju kedewasaan, . Siswa memiliki landasan sosial, etnis, dan ketat yang khas, . Siswa mempelajari unsur-unsur lingkungan biasa dengan potensi-potensi penting yang mereka miliki secara eksklusif. Dalam pandangan Tilaar, sekolah multikultural dimulai dengan majunya kemungkinan AuantarkulturalismeAy pasca konflik dunia II. Munculnya pemikiran dan perhatian terhadap "interkulturalisme" tidak hanya diidentikkan dengan perbaikan dalam isu-isu pemerintahan di seluruh dunia dalam hal kebebasan dasar, otonomi dari ekspansionisme dan pemisahan rasial dan lain-lain, seperti halnya mayoritas yang berkembang di negara-negara Barat sendiri karena relokasi yang dari bangsa luar. periode baru kebebasan Amerika dan Eropa (Tilaar, 2004:. Struktur masyarakat Indonesia juga dapat mengangkat isu tentang bagaimana Kabilah: Journal of Social Community Print-ISSN: 2502-9649 Online-ISSN: 2503-3603 Terakreditasi Nasional SK No. 14/E/KPT/2019 Vol. 6 No. 2 Desember 2021 masyarakat Indonesia terintegrasi di tingkat nasional. Masyarakat multikultural tidak dapat disamakan dengan masyarakat yang memiliki unit-unit kekerabatan yang tersegmentasi, dan tidak dapat disamakan dengan masyarakat yang memiliki diferensiasi atau spesialisasi yang tinggi yaitu masyarakat yang terbagi beraneka ragam. LANDASAN TEORI Pendidikan Multikultural Banyak ahli telah mencirikan gagasan sekolah multikultural. Secara etimologis istilah pengajaran multikultural terdiri dari dua istilah, yaitu pendidikan khusus dan multikultural. Pengajaran menyiratkan cara yang paling umum untuk menciptakan perspektif dan perilaku individu atau pertemuan dengan tujuan akhir untuk dikembangkan melalui pengajaran, persiapan, siklus dan metode pengajaran1. Sedangkan multikultural dicirikan sebagai keragaman sosial, amenabilitas yang berbeda. Untuk sementara, sejauh kata-kata, pendidikan multikultural menyiratkan cara yang paling umum untuk membina semua kemungkinan manusia yang menganggap mayoritas dan heterogenitas sebagai akibat dari keragaman sosial, etnis, dan sosial. kebangsaan dan golongan . Kesepakatan ini memiliki konsekuensi yang sangat luas di sekolah, karena pendidikan dianggap sebagai interaksi yang tak berkesudahan atau tindakan yang mengakar. Akibatnya, pengajaran multikultural membutuhkan penghormatan dan penghargaan yang paling tinggi terhadap kebanggaan Yakin mengemukakan bahwa pengajaran multikultural adalah prosedur instruktif yang diterapkan pada berbagai mata pelajaran dengan memanfaatkan kontras sosial yang ada pada siswa seperti kontras etnis, agama, bahasa, jenis kelamin. , kelas sosial, ras, kapasitas dan usia dengan tujuan agar sistem pembelajaran menjadi sukses dan sederhana. Sekolah multikultural adalah pengajaran yang bergantung pada standar dan standar gagasan multikulturalisme, khususnya gagasan tentang keragaman yang mempersepsi, mengakui, dan membuktikan kontras dan kemiripan manusia terkait dengan orientasi seksual, ras, dan kelas, agama bergantung pada kualitas dan pemahaman. sistem aturan mayoritas yang membentuk pluralisme sosial dengan tujuan akhir untuk memerangi bias dan pemisahan2. Sumber Pendidikan Multikultural Multikultural adalah bermacam-macam status sosial-sosial termasuk yayasan, tempat, agama, ras, identitas dan lain-lain. Penyelenggaraan pendidikan multikultural adalah suatu karya yang sengaja diterapkan untuk membina karakter di dalam dan di luar sekolah yang mengetahui tentang berbagai macam posisi masyarakat, ras, kebangsaan, agama untuk membentuk karakter yang lihai dalam mengelola persoalan-persoalan keragaman sosial. Seperti yang ditunjukkan oleh UU no. 20 Tahun 2003 tentang Kerangka Pendidikan Umum pasal 1 ayat 1, pengajaran adalah suatu pekerjaan yang disadari dan diatur untuk menjadikan suasana belajar dan ukuran pembelajaran agar siswa secara efektif mengembangkan kemampuannya untuk memiliki kekuatan, kebijaksanaan, watak, wawasan, orang yang terhormat, dan kekuatan duniawi yang ketat3. kemampuan yang dibutuhkan tanpa bantuan orang lain, daerah setempat. , negara dan negara. Multikultural berarti keragaman sosial. Sumirah Butet. Djoko Saryono, and Taufik Dermawan. AuKonstruksi Pengetahuan Multikultural Dalam Buku Tematik Terpadu Untuk SD/MI Kelas IV,Ay Jurnal Pendidikan: Teori. Penelitian, dan Pengembangan 3, no. (March 1, 2. : 334Ae339, accessed May 27, 2021, http://journal. id/index. php/jptpp/article/view/10644. Sulistyani Puteri Ramadhani. Arita Marini, and Arifin Maksum. AuImplementasi Pendidikan Multikultural Dilihat Dari Perspektif Guru. Kepala Sekolah Dan Kegiatan Siswa Di Sekolah Dasar,Ay Jurnal Basicedu 5, no. 1 (November 17, 2. : 140Ae150, accessed May 27, 2021, https://doi. org/10. 31004/basicedu. Hendra Kurniawan. AuTingkat Literasi Multikultural Mahasiswa Pendidikan Sejarah Dalam Memahami Materi Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia Pendahuluan,Ay AGASTYA 11, no. : 83Ae97. Kabilah: Journal of Social Community Print-ISSN: 2502-9649 Online-ISSN: 2503-3603 Terakreditasi Nasional SK No. 14/E/KPT/2019 Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Multikulturalisme pada dasarnya dapat diartikan sebagai penegasan dari pluralisme sosial. Basis dari multikulturalisme adalah budaya, yaitu budaya tertentu yang dilihat dari kapasitasnya sebagai pembantu eksistensi manusia. Berkaitan dengan fabrikasi negara, istilah multikultural telah membentuk filosofi yang disebut multikulturalisme. Multikulturalisme adalah bermacam-macam perjumpaan yang membentuk kesan umum cukup tua, jenis kelamin, status keuangan, jenis karakter sosial, bahasa, ras dan kebutuhan luar biasa. Berdasarkan kedua pengertian di atas, pendidikan multikultural merupakan suatu upaya penyadaran untuk menumbuhkan karakter di dalam dan di luar sekolah yang mengetahui tentang berbagai macam kesejahteraan ekonomi, ras, identitas, agama untuk membentuk karakter yang berwawasan luas dalam mengelola isu-isu keragaman sosial4. Pokok-pokok Pendidikan Multikultural Ada tiga standar pendidikan multikultural yang dikemukakan oleh Tilaar5, antara lain sebagai berikut: . Pendidikan multikultural bergantung pada metode pengajaran keseragaman manusia . alue teaching metho. Pendidikan multikultural difokuskan pada pengakuan insan Indonesia yang cerdas dan menciptakan insan Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan Dengan tiga standar pengajaran multikultural yang dikemukakan Tilaar di atas dapat menggambarkan bahwa bantalan pengetahuan multikulturalisme adalah untuk membuat individu yang tersedia untuk berbagai kemajuan kesempatan dan berbagai bagian yang berbeda dari kehidupan hari ini. Tujuan Pendidikan Multikultural Motivasi di balik pendidikan multikultural dalam UU RPP adalah untuk menambah rasa kasih sayang, rasa hormat, penghargaan dan simpati terhadap pengikut dari berbagai agama dan masyarakat. Gorski6 pengajaran multikultural berarti bekerja dengan pertemuan belajar yang memungkinkan siswa untuk mencapai potensi terbesar mereka sebagai siswa dan sebagai orang yang dinamis dan memiliki pengaruh ramah yang tinggi di tingkat terdekat, publik dan dunia dan membuat sebuah negara. yang kokoh, maju, adil, makmur dan sejahtera tanpa pembedaan7. identitas, ras, agama dan budaya. Dengan jiwa mengembangkan ketabahan di segala bidang guna mencapai kemajuan bersama, memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan disegani oleh berbagai negara8. KarakterPendidikan Multikultural Pendidikan multikultural adalah suatu kursus menciptakan mentalitas dan perilaku individu atau kumpulan individu dengan tujuan akhir untuk mengembangkan usaha manusia Titi Kadi. AuLITERASI AGAMA DALAM MEMPERKUAT PENDIDIKAN MULTIKULTURALISME DI PERGURUAN TINGGI,Ay JURNAL ISLAM NUSANTARA 04, no. 01 (October 3, 2. : 81Ae91, accessed May 27, 2021, http://jurnalnu. com/index. php/as/index. ROOSTRIANAWAHTI SOEKMONO. AuPENDIDIKAN MULTIKULTURAL MELALUI PROGRAM BAHASA HOLISTIK (PENELITIAN PENGEMBANGAN DI KELOMPOK B TAMAN KANAK-KANAK NASIMA SEMARANG),Ay JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini 11, no. 2 (November 30, 2. : 308Ae322. Yoyo Zakaria Ansori. Indra Adi Budiman, and Dede Salim Nahdi. AuISLAM DAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL,Ay Jurnal Cakrawala Pendas 5, no. 2 (July 7, 2. , accessed May 27, 2021, http://jurnal. id/index. php/CP/article/view/1370. Roostrianawahti Soekmono and Dhita Paranita Ningtyas. AuModel Pembelajaran Pendidikan Multikultural Melalui Pendekatan Proyek Kolaboratif,Ay Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 4, no. 2 (March 25, 2. : 1029, accessed May 27, 2021, https://obsesi. id/index. php/obsesi/article/view/444. Di Sekolah Menegah et al. AuPendidikan Multikultural Dalam Pembelajaran Agama Islam,Ay LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidika. 11, no. 2 (December 30, 2. : 80Ae95, accessed May 27, 2021, https://ejo id/index. php/LITERASI/article/view/1305. Kabilah: Journal of Social Community Print-ISSN: 2502-9649 Online-ISSN: 2503-3603 Terakreditasi Nasional SK No. 14/E/KPT/2019 Vol. 6 No. 2 Desember 2021 dalam mengajar, mempersiapkan, siklus, kegiatan dan metode pengajaran yang memperhatikan mayoritas dan heterogenitas secara humanistik. Ada tiga kesulitan utama dalam melaksanakan pengajaran multikultural di Indonesia, khususnya: . Agama, identitas dan adat istiadat yang ketat benar-benar menjadi ikatan utama dalam keberadaan orang Indonesia sebagai sebuah negara. Ini akan merusak bila digunakan sebagai senjata politik atau kantor untuk orang-orang atau pertemuan keuangan. Kepercayaan merupakan komponen utama dalam aktivitas publik. Perkembangan keragu-raguan/ketakutan atau keragu-raguan terhadap orang lain juga dapat muncul ketika tidak ada korespondensi dalam masyarakat yang majemuk. Ketahanan Perlawanan adalah struktur yang paling tinggi ketika kita sampai pada suatu keyakinan yang dapat berubah. Ketahanan juga merupakan metodologi dalam mengembangkan perspektif, sedikit pengetahuan dan pemikiran9. Faktor Penyebab Multikultural Komponen-komponen penyebab terjadinya multikulturalisme . Unsur Geografis, faktor yang secara signifikan mempengaruhi apa dan bagaimana kecenderungannya bagi masyarakat umum. Sehingga dalam ruang yang memiliki kondisi geologi yang beragam, akan terjadi kontras di arena publik . Dampak masyarakat asing, mengapa masyarakat asing menjadi alasan multikulturalisme, karena individu yang pasti menyadari masyarakat asing mungkin akan terpengaruh oleh pandangan mereka dan memiliki efek antara masyarakat asing dan masyarakat negara mereka sendiri. Kondisi iklim yang beragam, yang berarti secara praktis setara dengan kontras di wilayah topografi suatu Pendekatan Pendidikan Multikultural Pendekatan dalam pengajaran multikultural meliputi: . Pengajaran yang diberikan kepada individu-individu yang unik secara sosial dilengkapi dengan aksentuasi sehingga terjadi perubahan sosial di antara mereka . Memfokuskan pada pentingnya hubungan manusia dengan membimbing atau memberdayakan siswa untuk memiliki sentimen yang baik, menumbuhkan rasa percaya diri. ide, menumbuhkan ketahanan dan mengakui orang . Membuat lapangan belajar dalam satu arisan. Sekolah multikultural dilakukan sebagai upaya untuk memberi energi pada keadilan konstruksi sosial dan pluralisme sosial dengan apropriasi kekuatan yang setara di antara pertemuan-pertemuan. Pembelajaran multikultural juga merupakan suatu karya reproduksi sosial sehingga terdapat korespondensi konstruksi sosial dan pluralisme sosial yang sepenuhnya bertujuan untuk mengatur setiap penduduk agar secara efektif mencari keseimbangan desain sosial11. Urgensi Pendidikan Multikultural di Indonesia Sehubungan dengan pentingnya pendidikan multikultural di Indonesia, khususnya sebagai metode elektif untuk menyelesaikan perjuangan, siswa diandalkan untuk tidak meninggalkan akar sosialnya, dan pendidikan multikultural sangat dapat diterapkan untuk digunakan pada sistem berbasis suara yang ada seperti apa adanya hari ini 12. khususnya dalam budaya Indonesia yang terdiri dari komponen sosial dan sosial yang Ibid. Ibid. Tuti Bahfiarti et al. AuLITERASI MULTIKULTURAL KOMUNITAS ETNIK KAMPUNG RAMA KECAMATAN PANAKUKANG KOTA MAKASSAR,Ay JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 26, no. 2 (May 5, 2. : 55. Miftahul Husni. AuImplementasi Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural Di Perguruan Tinggi (Studi Kasus Di Prodi PGSD Universitas PGRI Palembang Sumatera Selata. ,Ay AR-RIAYAH : Jurnal Pendidikan Dasar 3, no. : 119. Kabilah: Journal of Social Community Print-ISSN: 2502-9649 Online-ISSN: 2503-3603 Terakreditasi Nasional SK No. 14/E/KPT/2019 Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Dengan demikian, pendidikan multikultural dapat menjadi metode pilihan untuk menyelesaikan perjuangan sosial-sosial. Konstruksi sosial budaya Indonesia yang sangat berbeda cukup sulit bagi semesta pengajaran untuk menangani perbedaan-perbedaan ini menjadi sumber daya, bukan sumber perpecahan. luar di masa globalisasi dan bergabung dengan negara yang sebenarnya yang terdiri dari masyarakat yang berbeda. Sejujurnya, pendidikan multikultural belum dimanfaatkan secara tepat. Selanjutnya, sekolah dan perguruan tinggi sebagai organisasi instruktif dapat mengembangkan rencana pendidikan pendidikan multikultural dengan model yang terpisah sesuai dengan kemandirian sekolah atau sekolah mereka sendiri. Model pembelajaran yang berkaitan dengan etnisitas harus dipastikan dapat diakses saat ini. Namun, masih belum ada pilihan untuk melihat nilai dalam perbedaan setiap suku, budaya, dan kebangsaan. Hal ini terlihat dari maraknya pertentangan pendapat dengan kebenaran kehidupan bermasyarakat dan bernegara saat ini. Ini menyiratkan bahwa pemahaman perlawanan di arena publik masih sangat kurang. Pelaksanaan pembelajaran multikultural dapat dikatakan efektif jika dalam setiap siswa dibingkai mentalitas ketahanan bersama, non-agresi, dan non-perjuangan yang ditimbulkan oleh kontras dalam budaya, kebangsaan, bahasa, dll. Seperti yang ditunjukkan oleh Sleeter13 sekolah multikultural seharusnya berbuah jika interaksinya melibatkan seluruh komponen masyarakat. Ini karena adanya bagian kehidupan multidimensi yang dikenang untuk pendidikan multikultural. Perubahan yang wajar adalah terciptanya kondisi-kondisi yang menyenangkan, tenang, lunak dalam kehidupan individu, dan bentrokan-bentrokan pada umumnya tidak muncul karena perbedaan-perbedaan sosial dan SARA. Agar peserta didik tidak meninggalkan akar budaya Selain sebagai sarana alternatif penyelesaian konflik, pendidikan multikultural juga signifikan dalam upaya membina peserta didik agar tidak meninggalkan akar budaya yang dimilikinya sebelumnya, ketika dikaitkan dengan realitas sosial budaya. di era globalisasi. Perjumpaan antarbudaya di era globalisasi ini dapat menjadi ancaman 'serius bagi siswa. Menyikapi kenyataan ini, para siswa ini harus diberikan berbagai pengetahuan. Sehingga siswa tersebut memiliki kemampuan global, termasuk budaya. Dengan keragaman budaya baik di dalam maupun di luar negeri, siswa perlu diberikan pemahaman yang luas tentang banyak budaya, agar siswa tidak melupakan asal-usul budayanya. Menurut Fuad Hassan14, saat ini diperlukan langkahlangkah antisipatif terhadap tantangan globalisasi, khususnya dalam aspek budaya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi . dapat memperpendek jarak dan mempermudah kontak antarbudaya. Tantangan dalam pendidikan kita saat ini sangat berat dan kompleks. Maka, upaya mengantisipasinya harus ditanggapi dengan serius dan disertai dengan solusi yang konkrit. Jika tidak ditanggapi secara serius, khususnya dalam bidang pendidikan yang bertanggung jawab terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), para siswa ini akan kehilangan arah dan melupakan asal usul budayanya sendiri. Karena keragaman budaya dan ras yang ada di Indonesia merupakan kekayaan yang harus kita jaga dan lestarikan15. Sebagai dasar pengembangan kurikulum nasional, pendidikan multikultural sebagai dasar pengembangan kurikulum menjadi sangat penting apabila memberikan sejumlah materi dan isi pelajaran yang harus dikuasai oleh peserta didik dengan ukuran dan jenjang tertentu. Pengembangan kurikulum pendidikan berbasis Multikulturalisme dapat Abdullah Aly Waston. AuPendidikan Multikultural Dalam Perguruan Tinggi Islam Sebuah Implementasi Konseptual Pemikiran James A. Banks,Ay Prosiding Konferensi Nasional Ke- 8 Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah (ApTMA) . : 1Ae11, isbn: 978-602-50710-9-6. Yenny Puspita. AuPentingnya Pendidikan Multikultural,Ay Seminar Nasional Pendidikan Universitas PGRI Palembang . : 285Ae291. Ainul Yaqin. AuNilai-Nilai Multikultural Dalam Kehidupan Mahasiswa Difabel Di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta,Ay THAQAFIYYAT: Jurnal Bahasa. Peradaban dan Informasi Islam 16, no. : 98Ae120. Kabilah: Journal of Social Community Print-ISSN: 2502-9649 Online-ISSN: 2503-3603 Terakreditasi Nasional SK No. 14/E/KPT/2019 Vol. 6 No. 2 Desember 2021 dilakukan berdasarkan langkah-langkah sebagai berikut: a. Mengubah falsafah kurikulum dari yang diterapkan secara serentak seperti sekarang menjadi falsafah pendidikan sesuai dengan tujuan, misi, dan fungsi masing-masing jenjang pendidikan dan satuan pendidikan. Harus mengubah teori isi . urriculum conten. yang mendefinisikannya sebagai aspek substantif yang berisi fakta, teori, generalisasi, menuju pemahaman yang mencakup nilai moral, prosedur, proses, dan keterampilan yang harus dimiliki oleh generasi muda. Teori pembelajaran yang digunakan harus memperhatikan unsur keragaman sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Proses pembelajaran yang dikembangkan harus didasarkan pada bagaimana belajar dalam kelompok dan bersaing dalam kelompok dalam situasi yang positif. Dengan cara ini, perbedaan antar individu dapat dikembangkan sebagai kekuatan kelompok dan siswa dibiasakan hidup dengan keragaman budaya. Evaluasi yang digunakan harus mencakup seluruh aspek kemampuan dan kepribadian siswa sesuai dengan tujuan dan isi yang dikembangkan16. Menuju budaya Indonesia yang multikultural. Perwujudan dari standar perubahan Indonesia adalah membuat mayoritas menguasai masyarakat umum, dan menerapkan hukum untuk kualitas pemerataan yang tiada tara, administrasi yang dibebaskan dari KKN, pengakuan permintaan sosial dan keyakinan bahwa semuanya baik-baik saja di arena publik yang menjamin kelancaran kemanfaatan warga, dan kehidupan keuangan yang mensejahterakan masyarakat Indonesia. Contoh budaya Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya menyangkut keragaman etnis tetapi juga menyangkut keragaman sosial yang ada dalam budaya Indonesia secara keseluruhan. Adanya keragaman tersebut dapat dilihat dari adanya pengakuan kesamaan, penghargaan, dan perlawanan antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya17. Ide-ide berbeda yang berlaku untuk multikulturalisme menggabungkan sistem aturan mayoritas, kesetaraan dan hukum, kualitas dan etos sosial, harmoni dalam kontras yang setara, identitas, kebangsaan, budaya etnis, keyakinan ketat, artikulasi sosial, ruang pribadi dan publik, kebebasan dasar, area sosial lokal hak, dan gagasan penting lainnya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menarik diri dari penelitian perpustakaan yang diarahkan oleh analis melalui metodologi subjektif. Penelitian penulisan yang disinggung dalam makalah ini adalah penelitian yang memanfaatkan bahan pustaka sebagai sumber dasar eksplorasi. Sementara itu, teknik subyektif untuk situasi ini sebagaimana dikomunikasikan oleh Eko18 adalah sejenis pemeriksaan yang penemuannya tidak diperoleh melalui sistem terukur atau berbagai jenis perhitungan dan bermaksud mengungkap manifestasi secara komprehensif berorientasi melalui pengumpulan informasi dari pengaturan biasa dengan menggunakan ilmuwan itu sendiri sebagai instrumen kunci. Sedangkan menurut Denzin dan Lincoln19adalah penelitian yang memanfaatkan setting karakteristik dengan tujuan menguraikan keajaiban yang terjadi dan dilakukan dengan memasukkan berbagai teknik yang ada. Mengenai instrumen yang digunakan dalam tinjauan ini, para ahli kemudian, pada saat itu, menggunakan instrumen sebagai dokumentasi dan persepsi dengan penyelidikan informasi pemeriksaan mendalam. Atin Supriatin and Aida Rahmi Nasution. AuImplementasi Pendidikan Multikultural Dalam Praktik Pendidikan Di Indonesia,Ay Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 3, no. : 1. Ibid. Ambar Sri Lestari. AuPenerapan Pembelajaran Multikultural Berbasis Teknologi Dengan Pendekatan Konstruktivistik,Ay Zawiyah Jurnal Pemikiran Islam 1, no. : 59Ae78. Agi Januarti and Amrazi Zakso. AuIMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SEKOLAH ( Studi Kasus Di SMA Negeri 1 Teluk Keramat ),Ay Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran . : 1Ae7. Kabilah: Journal of Social Community Print-ISSN: 2502-9649 Online-ISSN: 2503-3603 Terakreditasi Nasional SK No. 14/E/KPT/2019 Vol. 6 No. 2 Desember 2021 HASIL DAN PEMBAHASAN ImplementasiPendidikan Multikultural Pendidikan multikultural dapat diterapkan dalam ranah pendidikan dengan berbagai cara: . Multikulturalisme dalam program pendidikan. Penyajian masyarakat atau masyarakat yang berbeda merupakan langkah awal yang harus dilakukan ketika menunjukkan kualitas Seperti yang diungkapkan di atas, budaya di sini menggabungkan berbagai bagian sosial masyarakat yang membentuk karakter mereka, seperti identitas, ras, dan agama. Pengenalan budaya perlu digunakan sebagai bagian penting dari rencana pendidikan di setiap tingkat pendidikan Presentasi masyarakat yang berbeda dapat dikoordinasikan dalam mata pelajaran yang berbeda yang memungkinkan pengenalan budaya terjadi. Kita tahu bahwa Indonesia sangat kaya akan budaya yang dibentuk oleh keberadaan agama, keragaman etnis, dan keadaan geologis kerabatnya. Mahasiswa harus berkenalan dengan berbagai kelompok masyarakat yang membentuk budaya Indonesia. Perkumpulan orang-orang yang dimaksud adalah perkumpulan orang-orang yang menyusun karakter manusia, baik secara keseluruhan maupun eksklusif. Perkumpulan orang-orang ini dapat berupa perkumpulan yang bergantung pada agama, kebangsaan, atau identitas tertentu. Penyajian kepribadian dari berbagai perkumpulan sangatlah penting agar mahasiswa mengetahui tentang keberadaan perkumpulan mereka dan adanya berbagai perkumpulan yang memiliki karakter yang berbeda-beda20. Dengan menghadirkan keragaman sosial negara Indonesia, para mahasiswa akan dipersilahkan untuk memahami bahwa negara Indonesia memiliki kekayaan sosial yang luar biasa besar. Perbedaan yang mereka lihat dan alami harus dianggap sebagai kelimpahan dan bukan sebagai pemisah antara satu pertemuan dengan pertemuan lainnya. Selain prolog keragaman sosial yang digerakkan oleh negara multi-etnis Indonesia, siswa juga harus diingatkan bahwa mereka penting bagi penduduk dunia. Oleh karena itu, prolog ke berbagai komunitas asing juga harus diberikan, terutama untuk siswa di tingkat tambahan atas. Sejujurnya, kekayaan sosial Indonesia bukan hanya hasil dari kreativitas murni orang-orang Indonesia pertama, tetapi banyak juga dipengaruhi oleh masyarakat dari luar Indonesia, seperti Arab. India dan Cina. Pengembangan kualitas multikultural dalam pembelajaran21. Pengembangan kualitas multikultural tidak terbatas pada penyajian masyarakat Indonesia dan dunia yang berbeda, tetapi juga mencoba membentuk pandangan yang menggembirakan terhadap keragaman ini. Pengembangan kualitas multikultural dapat dilakukan pada setiap siklus pembelajaran di wali kelas. Jika penyajian keragaman sosial dilengkapi dengan metodologi intelektual, penanaman kualitas multikultural menyentuh bagian yang penuh perasaan siswa. Kualitas multikultural yang dimaksud meliputi: kepribadian diri, keadilan, objektivitas, mendapatkan kontras, perlawanan, dan kasih sayang. Kualitas ini dapat diberikan melalui koneksi pendidik dan siswa di ruang belajar. Pengembangan ini tidak hanya menjadi kewajiban pengajar mata pelajaran tertentu, tetapi mencakup semua pendidik yang memiliki hubungan dengan siswa di wali kelas. Sejalan dengan itu, suasana kelas harus dibentuk sedemikian rupa, untuk memajukan kualitas multikulturalisme dengan tidak mengabaikan hak-hak istimewa orang-orang di dalamnya. Penyamaran sifat multikultural dalam pembelajaran dilakukan melalui pemilihan teknik dan sistem pembelajaran di ruang Meilatia Kartikasari. Cahyo Budi Utomo, and Syaiful Amin. AuImplementasi Pendidikan Multikultural Pada Pembelajaran Sejarah Bermuatan Materi Sejarah Kontroversi Di SMA Negeri 5 Semarang,Ay Indonesian Journal of History Education 6, no. : 103Ae114. Abdul Aziz Bin Mustamin and Bahrul Ulum. AuPENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PENGEMBANGAN LITERASI INFORMASI DI PERGURUAN TINGGI,Ay At-TaAolim : Media Informasi Pendidikan Islam 17, no. 1 (October 5, 2. : 1, accessed May 27, 2021, https://ejournal. id/index. php/attalim/article/view/1176. Kabilah: Journal of Social Community Print-ISSN: 2502-9649 Online-ISSN: 2503-3603 Terakreditasi Nasional SK No. 14/E/KPT/2019 Vol. 6 No. 2 Desember 2021 belajar/di luar wali kelas. Strategi yang digunakan harus fokus pada standar keseragaman, objektivitas dan resistensi. Pedoman kesetaraan menyiratkan bahwa semua siswa memiliki hak dan kebebasan yang sama untuk terlibat secara efektif dengan sistem pembelajaran. Guru perlu menjamin kontribusi setiap individu siswa secara bersamaan dan tidak membiarkan satu individu atau kumpulan individu menguasai yang lain. Harus dipahami bahwa dengan berbagai dasar dan atribut individu, setiap siswa memiliki kecenderungannya sendiri untuk mengikutsertakan dirinya dalam perkumpulan orang. Ada orang-orang yang pada umumnya akan dinamis, kuat dan dominan. Ada juga orang yang pada umumnya akan menyendiri, menyerah dan mengikuti. Di sinilah tugas pendidik menjadi penting untuk memastikan bahwa setiap siswa tahu tentang keadilan mereka sebagai siswa. Sangat sedikit tidak sama dengan standar keseimbangan, pendidik harus memperlakukan semua siswa secara adil. Pengaturan pendidik adalah dalam pengembangan karakter positif pada siswa, dengan menjauhi perilaku yang membantu individu atau kumpulan individu dan merugikan orang lain. Perilaku target pendidik akan sangat mempengaruhi siswa yang sebenarnya. Sikap target pendidik terhadap semua siswa akan memberikan kesan kepada siswa bahwa memperlakukan orang lain harus bijaksana dan bijaksana. Sehingga lambat laun sifat tersebut akan tersamarkan pada siswa. Perlawanan sebenarnya merupakan penyimpangan dari pengaturan atau kualitas yang Bertahan berarti membiarkan orang lain menentang norma yang telah ditetapkan. Dengan cara ini, penggunaan standar resistensi harus diselesaikan dengan hati-hati, diperkirakan dan dibatasi. Budaya Multikultural di Sekolah Pemahaman tentang keragaman sosial sangat penting untuk diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan, sehingga usia yang lebih muda benar-benar memahami gagasan multikulturalisme dengan baik. Bagaimanapun, melihat saja tidak cukup, karena pengaturan intelektual tidak ada artinya jika tidak disertai dengan Memang, individu yang memahami gagasan multikulturalisme dengan baik tidak benar-benar siap untuk menerapkan kualitas multikultural tersebut. Pengembangan kualitas multikultural akan lebih berhasil jika masyarakat multikultural dapat dijadikan sebagai ciri budaya sekolah. Sekolah saat ini, khususnya di daerah perkotaan besar, adalah salah satu tempat bertemunya individu-individu dari berbagai yayasan sosial. Sekolah di perkotaan dan metropolitan pada umumnya akan lebih plural dibandingkan sekolah di perkotaan. Oleh karena itu, sekolah harus berubah menjadi fasilitas penelitian sosial multikultural. Budaya multikultural adalah budaya yang bertumpu pada gagasan multikulturalisme, di mana sekelompok masyarakat terdiri dari individu-individu yang memiliki berbagai landasan. Budaya multikultural dimulai dengan penegasan dari berbagai masyarakat ini, dan tidak membuat satu budaya menguasai yang lain22. Pengakuan ini diikuti oleh mentalitas yang berbeda, seperti ketahanan, kasih sayang, dan penghargaan. Untuk sekolah negeri penggunaan kualitas ini tampaknya harus dilakukan dengan alasan bahwa sekolah negeri lebih terbuka terhadap kontras, terutama kontras ketat. Bagaimanapun, sekolah-sekolah yang ketat juga dapat menerapkan sifat-sifat multikultural ini meskipun siswa hanya terdiri dari orang-orang yang memiliki keyakinan yang sama. Meskipun mereka memiliki agama yang sama, setiap siswa harus memiliki karakter sosial yang mungkin tidak sama dengan teman-temannya, dapat dibedakan dalam kebangsaan, identitas, dan kesejahteraan ekonomi. Latihan pendukung untuk sekolah multikultural Lembaga pendidikan dapat menyelesaikan berbagai jenis proyek singkat atau latihan yang ditujukan untuk menanamkan Syarif Hidayat. AuIMPLEMENTASI PENDIDIKAN NILAI MULTIKULTURALISME DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH INDOENSIA,Ay Jurnal Artefak 6, no. 2 (September 7, 2. : 59, accessed May 27, 2021, https://jurnal. id/index. php/artefak. Kabilah: Journal of Social Community Print-ISSN: 2502-9649 Online-ISSN: 2503-3603 Terakreditasi Nasional SK No. 14/E/KPT/2019 Vol. 6 No. 2 Desember 2021 kualitas multikultura23l. Latihan-latihan tersebut dapat berupa latihan-latihan yang secara eksplisit menyampaikan mata pelajaran multikultural atau latihan-latihan dengan topik tertentu yang diselenggarakan secara multikultural. Melalui latihan-latihan ini siswa berkenalan dengan gaya hidup dan kualitas jaringan yang berbeda. Sudut pandang multikultural yang berbeda dapat digunakan untuk memperkenalkan perbedaan yang berbeda dengan siswa. Misalnya, sudut pandang agama, sudut pandang negara/negara, sudut pandang identitas, dan sudut pandang jejaring sosial tertentu. Selain mendukung latihan di sekolah, yayasan pendidikan juga dapat mengadakan kunjungan ke tempat-tempat yang dapat menjunjung tinggi pengakuan terhadap pendidikan multikultural. Mengunjungi gedunggedung pameran, tempat-tempat cinta agama yang berbeda, kota-kota daerah tertentu, atau sekolah-sekolah yang berbeda di mana sebagian besar siswa memiliki identitas tertentu adalah contoh lain dari latihan yang mendukung pendidikan multikultural. KESIMPULAN Pendidikan di Indonesia, yang masyarakat umumnya terdiri dari berbagai ras, kelompok etnis, masyarakat, negara, dan agama, dianggap penting untuk melaksanakan sekolah multikultural. Karena jelaslah bahwa dengan beragamnya budaya Indonesia hal ini secara teratur menjadi alasan berkembangnya berbagai macam perjuangan. Pendidikan multikultural adalah sistem pembelajaran yang diterapkan pada berbagai mata pelajaran dengan memanfaatkan kontras sosial yang ada pada siswa seperti kontras etnis, agama, bahasa, orientasi seksual, kelas sosial, ras. , kapasitas dan usia dengan tujuan agar sistem pembelajaran menjadi layak dan sederhana. Pengajaran multikultural tidak hanya bersifat ilmiah di sekolah biasa. Mungkin, pendidikan multikultural harus direnungkan lebih luas di daerah setempat, secara tidak resmi melalui berbagai macam percakapan, perkenalan. Menjadikan budaya Indonesia yang tentram dan damai. DAFTAR REFERENSI Ansori. Yoyo Zakaria. Indra Adi Budiman, and Dede Salim Nahdi. AuISLAM DAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL. Ay Jurnal Cakrawala Pendas 5, no. 2 (July 7, 2. Accessed May 27, http://jurnal. id/index. php/CP/article/view/1370. Bahfiarti. Tuti. Arianto Arianto. Jeanny Maria Fatimah, and Muhammad Farid. AuLITERASI MULTIKULTURAL KOMUNITAS ETNIK KAMPUNG RAMA KECAMATAN PANAKUKANG KOTA MAKASSAR. Ay JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 26, no. 2 (May 5, 2. Butet. Sumirah. Djoko Saryono, and Taufik Dermawan. AuKonstruksi Pengetahuan Multikultural Dalam Buku Tematik Terpadu Untuk SD/MI Kelas IV. Ay Jurnal Pendidikan: Teori. Penelitian, dan Pengembangan 3, no. 3 (March 1, 2. : 334Ae339. Accessed May 27, http://journal. id/index. php/jptpp/article/view/10644. Hidayat. Syarif. AuIMPLEMENTASI PENDIDIKAN NILAI MULTIKULTURALISME DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH INDOENSIA. Ay Jurnal Artefak 6, no. 2 (September 7, 2. : 59. Accessed May 27, 2021. https://jurnal. id/index. php/artefak. Husni. Miftahul. AuImplementasi Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural Di Perguruan Tinggi (Studi Kasus Di Prodi PGSD Universitas PGRI Palembang Sumatera Selata. Ay ARRIAYAH : Jurnal Pendidikan Dasar 3, no. : 119. Diah Ambar Susanti. AuPemahaman Dan Praktik Pendidikan Multikultural Dalam Pembelajaran Di Sekolah,Ay Skripsi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta . , https://core. uk/download/pdf/153440188. Kabilah: Journal of Social Community Print-ISSN: 2502-9649 Online-ISSN: 2503-3603 Terakreditasi Nasional SK No. 14/E/KPT/2019 Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Januarti. Agi, and Amrazi Zakso. AuIMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SEKOLAH ( Studi Kasus Di SMA Negeri 1 Teluk Keramat ). Ay Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran . : 1Ae7. Kadi. Titi. AuLITERASI AGAMA DALAM MEMPERKUAT PENDIDIKAN MULTIKULTURALISME DI PERGURUAN TINGGI. Ay JURNAL ISLAM NUSANTARA 04, no. 01 (October 3, 2. : 81Ae91. Accessed May 27, 2021. http://jurnalnu. com/index. php/as/index. Kartikasari. Meilatia. Cahyo Budi Utomo, and Syaiful Amin. AuImplementasi Pendidikan Multikultural Pada Pembelajaran Sejarah Bermuatan Materi Sejarah Kontroversi Di SMA Negeri 5 Semarang. Ay Indonesian Journal of History Education 6, no. : 103Ae114. Kurniawan. Hendra. AuTingkat Literasi Multikultural Mahasiswa Pendidikan Sejarah Dalam Memahami Materi Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia Pendahuluan. Ay AGASTYA 11, 1 . : 83Ae97. Lestari. Ambar Sri. AuPenerapan Pembelajaran Multikultural Berbasis Teknologi Dengan Pendekatan Konstruktivistik. Ay Zawiyah Jurnal Pemikiran Islam 1, no. : 59Ae78. Menegah. Di Sekolah. Atas Negeri. Kendawangan Kabupaten. Ketapang Sukino. Oktariansyah Prodi. Pai Ftik. Iain Pontianak, and Erwin Pascasarjana. AuPendidikan Multikultural Dalam Pembelajaran Agama Islam. Ay LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidika. 11, no. 2 (December 30, 80Ae95. Accessed May https://ejournal. id/index. php/LITERASI/article/view/1305. Mustamin. Abdul Aziz Bin, and Bahrul Ulum. AuPENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PENGEMBANGAN LITERASI INFORMASI DI PERGURUAN TINGGI. Ay At-TaAolim : Media Informasi Pendidikan Islam 17, no. 1 (October 5, 2. : 1. Accessed May 27, 2021. https://ejournal. id/index. php/attalim/article/view/1176. Puspita. Yenny. AuPentingnya Pendidikan Multikultural. Ay Seminar Nasional Pendidikan Universitas PGRI Palembang . : 285Ae291. Ramadhani. Sulistyani Puteri. Arita Marini, and Arifin Maksum. AuImplementasi Pendidikan Multikultural Dilihat Dari Perspektif Guru. Kepala Sekolah Dan Kegiatan Siswa Di Sekolah Dasar. Ay Jurnal Basicedu 5, no. 1 (November 17, 2. : 140Ae150. Accessed May 27, 2021. https://doi. org/10. 31004/basicedu. SOEKMONO. ROOSTRIANAWAHTI. AuPENDIDIKAN MULTIKULTURAL MELALUI PROGRAM BAHASA HOLISTIK (PENELITIAN PENGEMBANGAN DI KELOMPOK B TAMAN KANAKKANAK NASIMA SEMARANG). Ay JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini 11, no. 2 (November 30, 2. : 308Ae322. Soekmono. Roostrianawahti, and Dhita Paranita Ningtyas. AuModel Pembelajaran Pendidikan Multikultural Melalui Pendekatan Proyek Kolaboratif. Ay Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 4, no. 2 (March 25, 2. : 1029. Accessed May 27, 2021. https://obsesi. id/index. php/obsesi/article/view/444. Supriatin. Atin, and Aida Rahmi Nasution. AuImplementasi Pendidikan Multikultural Dalam Praktik Pendidikan Di Indonesia. Ay Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 3, no. : 1. Susanti. Diah Ambar. AuPemahaman Dan Praktik Pendidikan Multikultural Dalam Pembelajaran Sekolah. Ay Skripsi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta . https://core. uk/download/pdf/153440188. Waston. Abdullah Aly. AuPendidikan Multikultural Dalam Perguruan Tinggi Islam Sebuah Kabilah: Journal of Social Community Print-ISSN: 2502-9649 Online-ISSN: 2503-3603 Terakreditasi Nasional SK No. 14/E/KPT/2019 Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Implementasi Konseptual Pemikiran James A. Banks. Ay Prosiding Konferensi Nasional Ke- 8 Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah (ApTMA) . : 1Ae isbn: 978-602-50710-9-6. Yaqin. Ainul. AuNilai-Nilai Multikultural Dalam Kehidupan Mahasiswa Difabel Di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ay THAQAFIYYAT: Jurnal Bahasa. Peradaban dan Informasi Islam 16, no. : 98Ae120.