GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. FAKTOR-FAKTOR GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN TERHADAP MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN FACTORS OF THE WARD MANAGER LEADERSHIP STYLE ON NURSING CARE SERVICE QUALITY Rahmad Fitrianto*1,Ermi Girsang2. Sri Lestari Ramadhani Nasution3 Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia (Email: rahmadfitriantoskm@gmail. ABSTRAK Gaya kepemimpinan seseorang dalam memimpin organisasi sangat penting karena dapat memengaruhi keberhasilannya dalam memimpin, yang dapat memberikan efek positif maupun negatif terhadap semangat kerja karyawannya. Kepala ruangan memiliki peran yang sangat besar terhadap kinerja perawat dalam pemberian pelayanan perawatan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan yang ada di rumah sakit tersebut, dan tim keperawatan merupakan salah satu komponen profesi yang dianggap sebagai kunci dari keberhasilan pemberian pelayanan di rumah sakit. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk menilai pengaruh faktor-faktor gaya kepemimpinan kepala ruangan terhadap mutu pelayanan keperawatan. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional yaitu Kajian potong lintang atau kajian lintas seksional adalah jenis penelitian observasional yang mengamati data-data populasi atau sampel satu kali saja pada saat yang sama. Penelitian ini dilakukan pada perawat dan pasien di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Royal Prima Jambi dengan metode total sampling. Analisa data menggunakan metode bivariat dan Berdasarkan hasil penelitian didapatkan Kemampuan baik sebanyak 20 reponden . ,7%) memiliki mutu pelayanan baik namun sebanyak 10 responden . ,3%) dengan memiliki mutu pelayanan kurang baik. Hasil tersebut juga menunjukkan dari faktor Kemampuan yang kurang baik terdapat 6 responden . %) memiliki mutu pelayanan yang kurang baik namun terdapat 2 responden . %) memiliki mutu pelayanan yang baik. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan P-Value 0,000 < ( 0,. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Faktor Kemampuan Kepala Ruangan Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RS Royal Prima Kota Jambi. Kata kunci : Gaya Kepemimpinan. Mutu Pelayanan. Keperawatan ABSTRACT A person's leadership style in leading an organization is very important because it can affect their success in leading, which can have a positive or negative effect on the work spirit of their employees. The head of the room has a very large role in the performance of nurses in providing care services in order to improve the quality of services in the hospital, and the nursing team is one of the components of the profession that is considered the key to the success of providing services in the hospital. The purpose of this study was to assess the influence of the leadership style factors of the head of the room on the quality of nursing JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. This study uses a cross-sectional method, namely a cross-sectional study or cross-sectional study is a type of observational study that observes population data or samples only once at the same time. This study was conducted on nurses and patients in the Inpatient Unit of the Royal Prima Jambi Hospital using the total sampling method. Data analysis used bivariate and multivariate methods. Based on the results of the study, it was found that 20 respondents . 7%) had good service quality, but 10 respondents . had poor service quality. The results also show that from the poor Ability factor, there are 6 respondents . %) who have poor service quality, but there are 2 respondents . %) who have good service quality. Based on the results of the statistical test, the P-Value is 0. 000 < . So it can be concluded that there is an influence of the Head of Room Ability Factor on the Quality of Nursing Services in the Inpatient Room of Royal Prima Hospital. Jambi City. Keywords : Leadership Style. Quality of Services. Nurse PENDAHULUAN Keperawatan pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan biologi, psikologi, sosial dan spiritual yang komprehensif, ditujukan pada individu, keluarga, dan masyarakat, baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan masyarakat (Asmuji, 2. Menurut Nursalam, 2012 gaya kepemimpinan terbagi menjadi empat diantaranya gaya kepemimpinan otoriter, gaya kepemimpinan demokratis, gaya kepemimpinan parsitipatif dan gaya kepemimpinan bebas tindak. Pada pelayanan kesehatan gaya kepemimpinan yang paling tepat di gunakan adalah gaya kepemimpinan partisipatif karena pemimpin yang menyampaikan hasil analisis masalah dan kemudian mengusulkan tindakan tersebut pada Pemimpin meminta saran dan kritik staf serta mempertimbangkan respon staf terhadap usulannya. Keputusan akhir yang diambil bergantung pada kelompok. Pelayanan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang diperlukan setiap orang. Hal ini disadari sejak berabad abad yang lalu, dari bentuk pelayanan kesehatan oleh murid-murid Aesculapius yang dikenal dengan persaudaraan Aesculapiad di Yunani. Dalam era globalisasi saat ini, dimana teknologi semakin maju, lingkungan cepat berubah dan pengetahuan berkembang sangat cepat sudah seharusnya pendekatan mutu layanan terpadu yang berorientasi pada kepuasan JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 pasien menjadi strategi utama bagiorganisasi pelayanan kesehatan di Indonesia, agar tetap eksis di tengah persaingan global yang semakin ketat (Panjaitan, 2. Berdasarkan data dari Rumah Sakit Royal Prima Jambi menunjukan bahwa tahun 2022 yaitu periode Mei-Juli jumlah indikator rawat inap mengalami fluktuatif yang cukup signifikan, dimana pada bulan Juli jumlah BOR yaitu 58,98% pada Mei 55,60% . LOS 3,98% pada bulan Juli menurun dibandingkan bulan Mei yaitu 5,02% dan TOI 2,59% pada bulan Juli dan jauh menurun dibandingkan pada bulan Mei yaitu 3,30%. Hal tersebut yang menjadi landasan terjadinya penurunan untuk setiap bulan nya. Manajemen kinerja sebagai proses komunikasi yang dilakukan secara terus menerus dalam kemitraan antara karyawan dengan atasan Proses komunikasi ini meliputi kegiatan membangun harapan yang jelas serta pemahaman mengenai pekerjaan yang akan Proses komunikasi merupakan suatu sistem, memiliki sejumlah bagian yang manajemen kinerja ini hendak memberikan nilai tambahan bagi organisasi, manager, dan karyawan (Wibowo, 2. Berdasarkan survey pendahuluan yang peneliti lakukan di Rumah Sakit Royal Prima Jambi dengan mewawancarai 5 orang perawat mengatakan bahwa gaya kepemimpinan kepala ruangan sejauh ini sudah bagus akan tetapi ada GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. beberapa hal yang di rasa kurang tepat pada tempatnya, misalnya dalam mengintruksikan tindakan tidak di diskusikan terlebih dahulu. Hal tersebut membuat perawat merasa tidak di Berdasarkan dari uraian latar belakang di atas, maka peneliti tertarik melakukan penelitian yang berjudul AuFaktor-faktor Gaya Kepemimpinan Terhadap Mutu Pelayanan Keperawatan di Rumah Sakit Royal Prima JambiAy. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang sebelumnya sudah dilakukan uji validitas dan realibilitas. Analisis data dilakukan secara bivariate dan multivariat. Tahap penelitian: Peneliti memberikan penjelasan kepada calon responden mengenai tujuan dan manfaat penelitian. Peneliti meminta kesediaan dan persetujuan responden untuk mengikuti informed consent. Setelah calon responden bersedia Setelah proses pengambilan data selesai, peneliti mulai melakukan pengecekan ulang terkait dengan data yang diperoleh sebelum diolah menjadi data deskriptif. Setelah selesai melakukan pengecekan data, kemudian data diolah dan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 25. 0 dan diakhiri dengan membuat laporan hasil penelitian. BAHAN DAN METODE Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif penelitian ini termasuk jenis penelitian cross sectional, yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan kausal antara variable-variabel melalui penghimpunan data (Arikunto & Suharsimi. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Royal Prima Jambi pada tanggal 1 - 20 Mei 2023. Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat dan bidan pelaksana yang bertugas di Rumah Sakit Royal Prima Jambi yang berjumlah 63 petugas dan Pasien yang sedang di rawat inap pada saat penelitian. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik total sampling yang berarti total semua subyek yang memenuhi kriteria selama kurun waktu HASIL Tabel 1. Pengaruh Faktor Komunikasi Kepala Ruangan Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RS Royal Prima Jambi Faktor Komunikasi Mutu Pelayanan Keperawatan P-value Baik Kurang Baik Total 0,007 Baik Kurang Baik Total 42, 1 Berdasarkan diatas menunjukan bahwa ada pengaruh faktor Komunikasi Kepala Ruangan Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan di ruang rawat inap Rs Royal Prima Kota Jambi. JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 Berdasarkan hasil tersebut diketahui dari faktor komunikasi baik sebanyak 18 reponden . %) memiliki mutu pelayanan baik namun sebanyak 7 responden . %) dengan memiliki mutu I ILM e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. pelayanan kurang baik. Hasil tersebut juga menunjukkan dari faktor komunikasi yang kurang baik terdapat 9 responden . ,2%) memiliki mutu pelayanan yang kurang baik namun terdapat 4 responden . ,8%) memiliki mutu pelayanan yang baik. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan P-Value 0,007 < ( 0,. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh faktor Komunikasi Kepala Ruangan Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RS Royal Prima Kota Jambi. Tabel 2. Pengaruh Faktor Perilaku Kepala Ruangan Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RS Royal Prima Jambi. Faktor Perilaku Baik Kurang Baik Total Mutu Pelayanan Keperawatan Baik Kurang Baik 42, 1 Berdasarkan Tabel diatas menunjukan bahwa ada pengaruh faktor Perilaku Kepala Ruangan Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan di ruang rawat inap Rs Royal Prima Kota Jambi. Berdasarkan hasil tersebut diketahui dari faktor perilaku baik sebanyak 14 reponden . %) memiliki mutu pelayanan baik namun sebanyak 6 responden . %) dengan memiliki mutu pelayanan kurang baik. Hasil tersebut juga menunjukkan dari faktor perilaku yang kurang P-value Total 0,005 baik terdapat 10 responden . ,6%) memiliki mutu pelayanan yang kurang baik namun terdapat 8 responden . ,4%) memiliki mutu pelayanan yang baik. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan P-Value 0,005 < ( 0,. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Faktor Perilaku Kepala Ruangan Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RS Royal Prima Kota Jambi. Tabel 3. Pengaruh Faktor Disiplin Kepala Ruangan Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RS Royal Prima Jambi Faktor Disiplin Mutu Pelayanan Keperawatan Baik Kurang Baik P-value Total Baik Kurang Baik Total 42, 1 Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa ada pengaruh faktor Disiplin Kepala Ruangan Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan di ruang rawat inap Rs Royal Prima Kota Jambi. Berdasarkan hasil tersebut diketahui dari faktor Disiplin baik sebanyak 13 reponden . ,2%) JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 0,000 memiliki mutu pelayanan baik namun sebanyak 5 responden . ,7%) dengan memiliki mutu pelayanan kurang baik. Hasil tersebut juga menunjukkan dari faktor Disiplin yang kurang baik terdapat 11 responden . %) memiliki mutu pelayanan yang kurang baik namun terdapat 9 I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. %) memiliki mutu pelayanan yang Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan PValue 0,000 < ( 0,. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Faktor Disiplin Kepala Ruangan Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RS Royal Prima Kota Jambi. Tabel 4. Pengaruh Faktor Kemampuan Kepala Ruangan Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RS Royal Prima Jambi Faktor Kemampuan Mutu Pelayanan Keperawatan Baik Kurang Baik Total P-value 0,000 Baik Kurang Baik Total 42, 1 Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa ada pengaruh faktor Kemampuan Kepala Ruangan Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan di ruang rawat inap Rs Royal Prima Kota Jambi. Berdasarkan hasil tersebut diketahui dari faktor Kemampuan baik sebanyak 20 reponden . ,7%) memiliki mutu pelayanan baik namun sebanyak 10 responden . ,3%) dengan memiliki mutu pelayanan kurang baik. Hasil tersebut juga menunjukkan dari faktor Kemampuan yang kurang baik terdapat 6 responden . %) memiliki mutu pelayanan yang kurang baik namun terdapat 2 responden . %) memiliki mutu pelayanan yang baik. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan P-Value 0,000 < ( 0,. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Faktor Kemampuan Kepala Ruangan Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RS Royal Prima Kota Jambi. Tabel 5. Hasil Regresi Logistik Berganda Faktor Komunikasi. Disiplin. Perilaku, dam Kemampuan dengan Mutu Pelayanan Keperawatan. Variabel Nilai p 95% CI Lower-Upper (Constan. Komunikasi 0,059 0,232 0,896 0,006 1,230 1,021-2,624 Perilaku 0,112 0,005 1,668 2,101-3,574 Disiplin 1,387 0,000 2,110 2,541-4,352 Kemampuan 1,537 0,000 3,002 2,026-4,672 Berdasarkan tabel menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan berpengaruh dengan mutu pelayanan keperawatan adalah faktor kemampuan JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 kepala ruangan (B=1,537. p=0,000. OR=3,002. CI= 2,026-4,. I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. PEMBAHASAN Pengaruh Faktor Komunikasi Kepala Ruangan Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RS Royal Prima Jambi. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat diketahui ada pengaruh faktor komunikasi Kepala Ruangan dengan Mutu Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RS ROYAL PRIMA Kota Jambi . value = 0,. Hasil penelitian Rudianti . juga menunjukkan bahwa ada hubungan antara komunikasi kepala ruangan dengan kinerja perawat. Adanya pengaruh komunikasi kepala ruangan dengan kinerja perawat dikarenakan komunikasi merupakan nilai yang sangat penting dalam suatu pekerjaan terutama pekerjaan yang berhubungan dengan kesehatan pasien. Seorang pemimpin dikatakan baik jika mampu Karena dari komunikasi yang dilakukan kepala perawat akan mengetahu keluh kesah yang bisa menjadi pemicu kurang kinerja dari perawat. Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang dilakukan secara terbuka antar dua orang atau lebih untuk menyampaikan dan meneruskan pesan yang berharga dari dan keluar Implementasi komunikasi di dalam ruang rawat inap dilakukan melalui kegiatan operan/timbang terima, conference . re, middle, pos. , diskusi kasus, ronde keperawatan, rapatrapat dan aktivitas lainnya. (Mugianti. Pengaruh Faktor Perilaku Kepala Ruangan Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RS Royal Prima Jambi. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat diketahui ada pengaruh faktor perilaku Kepala Ruangan dengan Mutu Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RS ROYAL PRIMA Kota Jambi . value = 0,. Perilaku pemimpin akan tercermin dari gaya kepemimpinannya yang muncul pada saat memimpin bawahannya. Kepemimpinan merupakan cara seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 bawahannya agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif demi tercapainya tujuan dari Hasil Penelitian (Lengkong & Jein, 2. : bahwa kepemimpinan ada hubungan nya dengan mutu kinerja perawat. Perawat yang merasa pemimpinya mampu bekerja sama dengan bawahannya, yaitu pemimpin yang berkerja dengan baik dan selalu merasakan kenyamanan dalam bekerja, tidak ada yang di sembunyikan antara pemimpin dan bawahan, semua secara transparan dan saling mendorong memberi inovasi dan kreatifitas dalam menjalankan tugas. Seorang pemimpin harus mampu memimpin bawahannya dengan segala ucapan, perbuatan, dan sikap yang mendorong dan megantarkan pelayanan yang hendak di capai (Wibowo 2. Pengaruh Faktor Disiplin Kepala Ruangan Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RS Royal Prima Jambi. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat diketahui ada pengaruh faktor disiplin Kepala Ruangan dengan Mutu Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RS ROYAL PRIMA Kota Jambi . value = 0,. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Adhar dan Ryman . juga menunjukkan terdapat hubungan disiplin kerja kepala ruangan dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Undata Palu dengan kesimpulan ada hubungan disiplin kerja kepala ruangan dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Undata Palu dan diperoleh p value 0,004. Penelitian ini juga sejalan dengan Alessandra . , bahwa dalam penelitiannya yang menganalisis hubungan antara disiplin kerja kepala ruangan dengan kinerja perawat rawat inap memiliki hasil yang bermakna dengan nilai p value = 0,000 atau nilai p < 0,05. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa disiplin mempengaruhi Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Seorang pemimpin yang baik dapat meluangkan GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. waktunya untuk memberikan pengarahan kepada perawat, menumbuhkan motivasi kerja kepada perawat, menumbuhkan rasa percaya diri para pekerja, bisa menugaskan bawahan untuk melaksanakan tugas-tugas, mengajak perawat untuk mematuhi aturan-aturan yang berlaku, menciptakan prosedur kerja yang jelas kepada bawahannya dapat bekerja dengan baik, bersemangat tinggi, dan mempunyai disiplin serta tanggung jawab tinggi terhadap tugastugasnya (Vanchapo, 2. Disiplin kerja akan menciptakan kondisi atau sikap taat terhadap peraturan yang berlaku sehingga memotivasi pegawai dalam melakukan Jika melanggar peraturan, maka pegawai yang bersangkutan harus sanggup menerima hukuman yang telah disepakati. Sanksi atau hukuman diperlukan untuk meningkatkan kedisiplinan dan mendidik pegawai agar taat dan patuh terhadap peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, peningkatan disiplin menjadi bagian yang penting dalam manajemen sumber daya manusia, sebagai faktor penting dalam peningkatan kinerja (Wexley dan Yukl, 2. Pengaruh Faktor Pengarahan Kepala Ruangan Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RS Royal Prima Jambi. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat diketahui ada pengaruh faktor pengarahan Kepala Ruangan dengan Mutu Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RS ROYAL PRIMA Kota Jambi . value = 0,. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Mahatvavirya dan Girsang . yang menganaliasa faktor Kepala Ruangan mempengaruhi kinerja perawat . value = 0,. , menurut peneliti adanya hubungan pengarahan kepala ruangan dengan kinerja perawat dikarenakan pengarahan merupakan salah satu yang menimbulkan semangat ataupun motivasi untuk seorang perawat didalam melakukan Hal ini dikarenakan, dengan adanya pengarahan dari kepala ruangan terhadap JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 perawat yang bekerja, perawat yang bekerja akan merasa dibimbing, dan dipantau untuk dapat menyelesaikan pekerjaannya sesuai asuhan Dalam unsur 2 masukan terdapat tenaga dan kepemimpinan mutu merupakan tenaga Kepemimpinan mutu merupakan menggerakkan semangat orang lain agar mereka memiliki komitmen dan tanggung jawab menyeluruh terhadap setiap upaya mencapai tujuan organisasi yang berorientasi pada terus-menerus (Pusdiklat Keseha-tan Depkes RI, 1999 dalam Bustami, 2. Kepala ruang sebagai pemimpin perlu melakukan pembinaan atau pengarahan kepada perawat pelaksana dan pengembangan motivasi, inisiatif, dan keterampilan agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dalam hal ini pemimpin harus mampu memberitahu, menjelaskan, bekerja sama, dan memonitor Kemampuan perawat sesuai dengan situasi yang ada untuk dapat meningkatkan motivasi kerja perawat sehingga dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang telah disepakati (Supratman dan Zulfikhar, 2. Disarankan agar setiap kepala ruangan memiliki gaya kepemimpinan yang baik agar memberikan mutu pelayanan yang baik pula untuk kinerja Karena Perawat merupakan ujung tombak dari pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, apabila kinerja unit dalam suatu organisasi/unit pelayanan kesehatan tinggi maka akan mempengaruhi kualitas dari organisasi tersebut, oleh sebab itu dibutuhkan leader atau kompetensi kepemimpinan yang mereka harus KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian ada pengaruh faktor komunikasi, perilaku, disiplin dan faktor kemampuan Kepala Ruagan terhadap Mutu Pelayanan Keperawatan. Berdasarkan uji regresi, faktor yang paling dominan berpengaruh dengan GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. mutu pelayanan faktor kemampuan kepala DAFTAR PUSTAKA