e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) 2025. Vol. 5 (No. : Halaman: 1-9 Studi Fenomenologi: Peran Keluarga Dalam Perawatan Pasien Dengan Skizofrenia Phenomenological Studies: The Role Of The Family In The Care Of Patients With Schizophrenia Anindya Arum Cempaka1. Maria Theresia Arie Lilyana2* & Ira Ayu Maryuti3 1,2*,3Fakultas Keperawatan. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Indonesia Disubmit: 14 Mei 2025. Diproses: 11 Juni 2025. Diaccept: 07 Juli 2025. Dipublish: 30 Juli 2025 *Corresponding author: E-mail: arie. lilyana8@gmail. Abstrak Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat penyebab gangguan terhadap realita, kesulitan berkomunikasi normal, afek tak wajar, kognitif terganggu dan ketidakmampuan melakukan kegiatan harian. Gangguan yang terjadi menyebabkan tingkat ketergantungan pada anggota keluarga sebagai caregiver. Peran caregiver dalam merawat pasien skizofrenia bermanfaat pada tingkat kesembuhan, kemandirian serta kualitas hidup yang baik. Tujuan penelitian: memberikan gambaran peran keluarga dalam perawatan pasien dengan skizofrenia. Metode penelitian menggunakan studi kualitatif untuk mendapatkan gambaran dari peran caregiver dalam perawatan pasien dengan skizofrenia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara mendalam pada 14 caregiver yang memenuhi kriteria inklusi, selanjutnya dilakukan transkrip verbatim dan analisa data dengan metode colaizzi untuk mendapatkan tema hasil penelitian. Tema hasil penelitian yaitu: pengalaman stigma dan perlakuan diskriminatif pada ODGJ. peran keluarga dalam konsep sehat dan sakit. aktualisasi diri dengan kondisi sakit. Peran keluarga sebagai pemberi asuhan dalam konsep sehat sakit secara signifikan berpengaruh pada kondisi kesehatan dan kualitas hidup orang dengan skizofrenia. Aktualisasi diri bagi pasien skizofrenia dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki merupakan bentuk peran keluarga yang positif. Kondisi lingkungan sekitar yang positif dan tidak memberi label negatif berkontribusi bagi kondisi individu skizofrenia ke arah yang lebih baik sehingga mampu mandiri dan produktif dan mencegah Kata Kunci: Peran Keluarga. Perawatan Pasien Skizofrenia. Studi Fenomenologi Abstract Schizophrenia is a severe mental disorder that causes disruption to reality, difficulty communicating normally, abnormal affect, impaired cognition, and the inability to perform daily activities. The resulting disorders lead to a high level of dependence on family members as caregivers. The role of caregivers in caring for schizophrenic patients is beneficial for the level of recovery, independence, and a good quality of The purpose of this study is to provide an overview of the role of families in caring for patients with The research method used a qualitative study to obtain an overview of the role of caregivers in caring for patients with schizophrenia. Data collection was conducted through in-depth interviews with 14 caregivers who met the inclusion criteria, followed by verbatim transcription and data analysis using the Colaizzi method to obtain the research findings. The research findings are: experiences of stigma and discriminatory treatment in ODGJ. the role of the family in the concept of health and illness. self-actualization in illness. The role of the family as caregivers in the concept of health and illness significantly influences the health condition and quality of life of people with schizophrenia. Selfactualization for schizophrenic patients by utilizing their potential is a form of positive family role. Positive environmental conditions and not giving negative labels contribute to the condition of individuals with schizophrenia moving in a better direction so that they are able to be independent and productive and prevent relapse. Keywords: The Role of the Family. Caring for Schizophrenia Patients. Phenomenological Study DOI: 10. 51849/j-bikes. v%vi%i. Rekomendasi mensitasi : Cempaka. AA. Lilyana. MTA. , & Maryuti. IA. Studi Fenomenologi: Peran Keluarga Dalam Perawatan Pasien Dengan Skizofrenia. Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES), 5 . : Halaman. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes PENDAHULUAN Kesehatan hanya keadaan tanpa penyakit atau kelemahan tetapi adalah keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial. Manusia dikatakan sehat jika segala aspek pada dirinya dalam kondisi tidak terganggu baik fisik, psikis dan atau sosial. Tingkat kesehatan yang optimal dapat diperoleh dengan tak mengabaikan salah satu aspek yaitu kesehatan dalam hal kejiwaan. Di era saat ini, peningkatan gangguan kejiwaan semakin tinggi sebagai dampak globalisasi dan perdagangan bebas. Salah satu masalah kesehatan jiwa yang cukup banyak ditemui adalah skizofrenia. Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang ditandai oleh adanya gangguan realita, tidak mampu berkomunikasi normal, ketidakwajaran afek, gangguan berpikir atau kognitif dan hendaya atau ketidakmampuan melakukan kegiatan harian (Stuart, 2. Diperkirakan oleh WHO sebanyak 450 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan kejiwaan. Usia mengalami gangguan kejiawaan biasanya terjadi pada dewasa muda antara usia 18Ae 21 tahun. Menurut National Institute of Mental Health, angka kejadian gangguan jiwa diperkirakan akan berkembang menjadi 25% di tahun 2030. Prevalensi keseluruhan penderita skizofrenia di Indonesia sebanyak 315. 621 penduduk. Gangguan jiwa yaitu skizofrenia di Provinsi Jawa Timur memiliki data 588 penduduk (Riskesdas. Keluarga adalah sumber dukungan bagi pasien gangguan jiwa skizofrenia yang menjadi kunci dalam membaiknya kualitas pengobatan dan kualitas hidup pasien selama dirawat di rumah serta (Sheila Videbeck. Peran memengaruhi kondisi kesehatan dan keadaan umum pasien skizofrenia yang dirawat di rumah atau rawat jalan sehingga tetap stabil. Peran keluarga dalam memberikan perawatan kesehatan bagi anggota keluarganya contohnya dengan mengingatkan minum obat dan mengantar ke poli rawat jalan untuk Keluarga memiliki pengaruh yang besar terhadap perbaikan kondisi pasien kekambuhan (Samudro & dkk, 2. Stigma gangguan jiwa adalah salah satu permasalahan yang kerap ditemui. Stigma negatif dari lingkungan sekitar, tidak hanya membuat pasien terkucil dari lingkungan namun juga menjadi beban psikologis yang menghambat proses kekambuhan atau perburukan kondisi kesehatan pasien. (Hartanto et al. , 2. Stigma adalah ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh Definisi stigma juga berarti sebuah fenomena yang dialami saat individu diberi label, separation, dan mengalami diskriminasi (Anggraeni & Herdiyanto, 2. Stigma merupakan sikap negatif atau diskriminasi terhadap manusia yang mengalami gangguan kejiwaan dan berakibat manusia tersebut mengalami isolasi sosial dan penurunan kualitas hidup (Shahzadi & Bhati, 2. Konsekuensi stigma sangat sehingga individu yang mengalami gangguan kejiwaan merasa tertekan dan menyembunyikan keadaan dilecehkan dan dikritik oleh orang-orang di sekitar mereka (Adventinawati, 2. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Individu dengan skizofrenia juga memiliki kebutuhan untuk aktualisasi diri. Aktualisasi diri adalah kebutuhan individu untuk memenuhi kebutuhan dasar sehingga individu dapat menerima dan menyempurnakan segala potensi yang ada dalam dirinya (Krismona et al. , 2. Aktualisasi seseorang untuk menyempurnakan diri dengan mendorong semua potensi yang mengupayakan untuk maju, berjuang, dan memiliki fungsi secara penuh sebagai individu yang dicita-citakan (Krems et al. Berdasarkan hal di atas, maka mengeksplorasi peran keluarga dalam perawatan anggota keluarga dengan fenomena, mengambil makna dari penyataan partisipan yang signifikan, kelompok tema, menggabungkan sehingga mendapatkan deskripsi lengkap, membuat deskripsi lengkap menjadi struktur pernyataan yang mempunyai esensi, memvalidasi hasil, dan data baru yang Saturasi data tercapai pada responden ke 14 karena dari pertanyaan yang diberikan tidak lagi diperoleh data yang baru (Vignato et al. , 2. Penelitian ini telah melalui perijinan dari Rumah Sakit Jiwa Menur. Proses etik dilakukan di Komisi Etik RS Jiwa Menur 2/8263/102. 8/ 2024. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari penelitian kualitatif berupa tema penelitian. Wawancara mendalam yang dilakukan dengan responden menghasilkan 3 tema yaitu: pengalaman stigma dan perlakuan diskriminatif pada individu dengan . peran keluarga dalam konsep sehat dan sakit. aktualisasi diri dengan kondisi sakit. Tiga tema tersebut akan dijelaskan di bawah ini beserta hasil wawancara yang diperoleh selama penelitian berlangsung. Tema 1 tentang pengalaman stigma dan perlakuan diskriminatif pada ODGJ, responden ditanya sebagai berikut AuApakah bapak atau ibu mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dengan anggota keluarga yang sakit?Ay. Jawaban dari responden adalah sebagai berikut: Partisipan 1: AuowAtidak ada, alhamdulilahAy Partisipan 2: AutidakAy Partisipan 3: AunggakAy METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian kualitatif melibatkan 14 partisipan yaitu family caregiver pasien skizofrenia di poli rawat jalan salah satu rumah sakit jiwa di Jawa Timur. Teknik digunakan adalah purposive sampling. Kriteria inklusi dalam penelitian ini partisipan keluarga yang merawat pasien skizofrenia di rumah minimal satu tahun, memenuhi syarat usia legal untuk menandatangani inform consent, dapat berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa Indonesia, serta bersedia untuk berpartisipasi dalam Metode menggunakan Colaizzi untuk memeriksa data naratif hingga sampai pada deskripsi mendalam tentang fenomena Langkahlangkah ini meliputi pembacaan semua transkrip verbatim berulangkali, ekstraksi penyataan signifikan yang terkait dengan e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Partisipan 5: Autidak ada mbak, malah keluarga saya itu dirangkul dan dinasehatiAsudah pikiran itu jangan macem-macemAy. Partisipan Aunggak dikucilkanA. malah dia suka nge warkop, yahAtemannya banyak. Ay Partisipan 11: Auiya. biasa saja. Soalnya kan sudah tahu. Tapi kalau biasa . aat tak kambu. dia kan suka ngopi di warungAy. Partisipan 12: Auya enggak adaAyang menjauhi tuh enggak adaAy. Partisipan 14: AuohAkalau itu nggak adaAy Responden berikut ini masih mendapatkan perlakuan yang kurang baik di masyarakat, dengan ungkapan sebagai Partisipan 4: Aumungkin, waktu saya mau minta surat ke desa. YahAminta surat rujukan dari desa, jadi itu saya terus terang bahwa saya mau bawa anak saya berobat ke RSJ, tapi RSJ minta rujukan dulu dari RS P, mungkin omongan dari kelurahan ituA. mungkin orang-orang omong omong gituAF. eluarga dengan skizofreni. gini, giniAtapi yo nggak apa lahAy Partisipan Auiya diskriminasiA. kan teman-temannya di Surabaya itu anak kecil, nakal-nakal Kalau di sidoarjo kan aman nggak ada diskriminasi. Ay Tema 2 tentang peran keluarga dalam konsep sehat dan sakit. Makna dari tema ini adalah bentuk dukungan dan bantuan dalam perawatan anggota keluarga yang sakit. Pada studi ini menerapkan perannya dengan mengenali masalah dan membuat keputusan untuk membawa keluarga yang sakit mencari pengobatan seperti ungkapan berikut ini: Partisipan 1: AupernahA. baru satu kaliA. baru saja tanggal 19 November . aat ditanya apa keluarga yang sakit pernah dirawat dan membawa yang sakit berobat dan dirawat di Rumah saki. Ay Partisipan 2: Aubegitu dibawa ke sini (RSJ) ya lumayan gitu, mungkin karena telat kontrolnya seharusnya dikontrol tanggal 30 kemarin. Au Partisipan 5: Auiya tiap bulan. memang dokter bilang harus tetap kontrolAy Fungsi merawat anggota keluarga yang sakit diungkapkan sebagai berikut: Partisipan 1: AuyahAkita harus dekatin dia saja gitu, harus dielus. Karena kalau kasih keras yah jadinya kerasA. Ay Partisipan 2: Auya. dirawat dengan sabar gituAy Partisipan 3: AuiyaAsekarang saya biarkan saja, saya cuma awasi sajaAy Partisipan 5: AuohAnggak saya bebaskan kok, tapi saya dampingi terus kemana-mana, ada diaA. ada sayaAy Kondisi Kesehatan keluarga yang berubah merupakan tantangan bagi anggota keluarga yang sehat agar mampu merawat anggota keluarga yang sakit. Kemampuan merawat dipengaruhi oleh pemahaman yang dimiliki tentang penyakit tersebut dari edukasi atau sumber informasi lainnya, mekanisme dan strategi koping yang dimiliki anggota keluarga yang sehat dan kemampuan beradaptasi (Qasim, 2. Tema 3 adalah aktualisasi diri dengan kondisi sakit. Makna tema ini adalah meski anggota keluarga sakit, namun masih memiliki kesempatan menunjukkan diri dan peran mereka sesuai potensi yang mereka miliki dengan e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes dukungan keluarga yang merawat. Pernyataan pendukung tema ini sebagai Partisipan 3: Aunggak ini sebetulnya Ini masih kuliah mbak, nanti masuk jam 12Ay Partisipan 4: Audia kan jualanA. warkop gitu. Kalau malam jual sendiriAy Berdasarkan tema ini menunjukkan bahwa keluarga tidak hanya berperan dalam pengobatan yang dijalani anggota keluarga yang sakit. Potensi yang dimiliki oleh anggota keluarga dengan skizofrenia juga menjadi perhatian bagi caregiver yang merawatnya. Dukungan dari caregiver sesuai kebutuhan yang sakit tergambar dari pernyataan di atas kesempatan untuk hidup mandiri dan nyaman bagi individu dengan skizofrenia. Efek lain dari stigma adalah individu menjadi malu dan menunda pengobatan atau sama sekali tidak mamu mencari Stigma negatif juga akan membuat individu dengan skizofrenia merasa terisolasi dan sendirian dalam menghadapi kondisinya (Adventinawati. Perkembangan saat ini menunjukkan bahwa keluarga dengan skizofrenia harus dapat diterima dengan baik yang merupakan bentuk pandangan yang Pandangan positif tersebut dipengaruhi oleh pemahaman bahwa skizofrenia bukanlah suatu kutukan dari yang kuasa, tidak diperlukam lagi isolasi gangguan kejiwaan skizofrenia tidak perlu dipasung, keluarga memiliki peran penting dalam memberikan obat yang perlu dikonsumsi rutin. Pandangan positif tersebut dipengaruhi pula dengan pengalaman dan informasi dari berbagai media massa (Mane et al. , 2. Pengalaman dan informasi yang tepat memengaruhi sikap dari masyarakat sekitar(Mane et al. , 2. Pandangan positif yang dimiliki memampukan masyarakat dalam memberikan dukungan Bentuk pandangan positif dialami oleh beberapa responden berikut ini: Partisipan Aunggak malah dia suka nge warkop, yahAtemannya banyak. Ay Partisipan 11: Auiya. biasa saja. Soalnya kan sudah tahu. Tapi kalau biasa . aat tak kambu. dia kan suka ngopi di warungAy. Tema 1: pengalaman stigma dan perlakuan diskriminatif pada ODGJ Keluarga dengan anggota keluarga yang sakit karena gangguan jiwa umumnya mendapatkan diskriminasi dari lingkungannya seperti dikutip dalam (Gabriel Mane, 2. Orang dengan gangguan jiwa mendapatkan stigma di sepanjang sejarah manusia. Stigma kekerasan, diskriminasi di tempat kerja dan sekolah. Stigma juga berarti sebuah fenomena yang dialami saat individu diberi label, stereotip, separation, dan mengalami diskriminasi (Anggraeni & Herdiyanto. Stigma atau pemberian label negatif mengakibatkan pengucilan bagi pasien dan anggota keluarganya. Stigma tersebut menyebabkan pasien dijauhi orang lain, memperoleh komentar yang negatif, kehilangan status dan rasa hormat dari orang sekitarnya, kehilangan mata pencaharian pekerjaan, pendidikan, status perkawinan bahkan pemasungan. Dampak e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Partisipan 12: Auya enggak adaAyang menjauhi tuh enggak adaAy. Responden di atas dapat diterima dengan baik oleh komunitasnya karena berbagai factor pendukung salah satunya adalah pengetahuan yang baik dari masyarakat tentang skizofrenia. Peran keluarga dan masyarakat mendukung secara signifikan berpengaruh terhadap kesembuhan yang sakit. Pengetahuan tersebut memampukan komunitas untuk menerima pasien skizofrenia sebagai bagian dalam kehidupan bermasyarakat. Kendala menghadapi stigma masih dijumpai pada partisipan 4 dan 6 pada anggota keluarganya yang sakit, sehingga mengganggu interaksi sosial. Stigma yang diterima dapat prasangka dan diskriminasi. Stereotipe umum skizofrenia contohnya dianggap kegilaan, kepribadian ganda, berbahaya dalam berperilaku dan tidak terduga sehingga berdampak pada keputusasaan bagi pasien dan keluarganya. Prasangka yang diterima pada pasien skizofrenia disebabkan pasien skizofrenia dianggap tidak dapat diduga dan berbahaya dibandingkan gangguan mental lainnya. Diskriminasi terjadi saat penderita mengalami gejala positif, hal itu dialami saat mereka berada dalam komunitas masyarakat umum. Penelitian dari Fatin et , . memberikan saran agar lebih banyak usaha dalam pencapaian standar perawatan kesehatan mental yang menghargai penderita skizofrenia dengan mempertimbangkan prinsip menghormati pasien (Fatin et al. , 2. Responden 4 dan 6 mengalami stigma berdasarkan hasil wawancara penelitian ini dengan berbagai bentuk sehingga menjadi bahan gosip warga sekitar bagi responden 4 dan mengalami bullying pada responden 6. Tema 2 tentang peran keluarga dalam konsep sehat dan sakit Tugas keluarga menurut Friedman antara lain: mengenali masalah kesehatan, keperawatan yang tepat, merawat anggota keluarga yang sakit, memodifikasi lingkungan dan yang terakhir adalah merujuk ke pelayanan kesehatan (Lita. Partisipan 5 telah melakukan tugas keluarga sesuai perannya yaitu dengan merawat serta membawa pasien ke pelayanan kesehatan poli rawat jalan sesuai petunjuk tenaga medis seperti pernyataan berikut ini: Partisipan 5: Auiya tiap bulanA. memang dokter bilang harus tetap kontrolAy Keluarga adalah sumber dukungan bagi pasien gangguan jiwa skizofrenia yang menjadi kunci dalam membaiknya kualitas pengobatan dan kualitas hidup pasien selama dirawat di rumah serta (Sheila Videbeck, 2. Peran keluarga sebagai sumber dukungan utama pasien sehingga kualitas hidup telah dilakukan sebagaimana diungkapkan oleh partisipan 1 dan 2: Partisipan 1: AuyahAkita harus dekatin dia saja gitu, harus dielus. Karena kalau kasih keras yah jadinya kerasA. Ay Partisipan 2: AuyaA. dirawat dengan sabar gituAy Peran keluarga terdiri dari peran formal dan informal. Peran formal dalam perawatan pasien skizofrenia di rumah atau selama rawat perawatan, rekreasi, sosialisasi, dan Peran informal keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan skizofrenia adalah peran pendorong, e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes untuk menjaga kondisi tetap harmonis, inisiator-kontributor, menjaga situasi tetap damai, menghibur, dan perantara diantara anggota keluarga dengan keluarga yang lain. Keluarga dalam memberikan perawatan kesehatan bagi anggota keluarganya contohnya dengan mengingatkan jadwal untuk minum obat dan mengantar ke poli rawat jalan untuk kontrol rutin. Oleh sebab itu, keluarga memiliki pengaruh yang besar terhadap perbaikan kondisi pasien skizofrenia serta pencegahan kekambuhan (Samudro et al. Tema 3 tentang aktualisasi diri dengan kondisi sakit Aktualisasi diri dibuktikan dengan peran yang masih bisa dilakukan oleh anggota keluarga yang skizofrenia sesuai potensi yang dimiliki dengan dukungan yang baik dari caregiver. Pernyataan pendukung diperoleh seperti berikut ini: Partisipan 3: Aunggak ini sebetulnya Ini masih kuliah mbak, nanti masuk jam 12Ay. Caregiver Pasien diantar berobat sesuai jadwal dan masih diberikan kesempatan melanjutkan studi sesuai usia tumbuh Partisipan 4: Audia kan jualanA. warkop gitu. Kalau malam jual sendiriAy Aktualisasi penerimaan mereka sebagai manusia seutuhnya karena tindakan perawatan merugikan misalnya pemasungan akan berdampak pada kelumpuhan dan gangguan fisik, psikologi dan dampak sosial (Rahayu et al. , 2. Perawatan dan dukungan yang tepat berdampak pada kehidupan yang memuaskan serta produktif dengan cara memberikan pembelajaran agar mampu hidup, bekerja, belajar dan berpartisipasi dalam hidup di Dukungan keluarga pada responden 3 sebagai pelajar dan responden 4 yang penghasilan secara mandiri merupakan bentuk penghargaan potensi yang dimiliki Kesempatan mengembangkan potensi diri merupakan bentuk aktualisasi diri pasien skizofrenia merasa dirinya sebagai manusia yang Penelitian dari Rosdiana . menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan dalam berbagai bentuk mampu Kemampuan keluarga dalam modifikasi lingkungan fisik, sosial dan psikologi dengan cara interaksi yang baik antar anggota keluarga, memahami anggota keluarga satu sama lain sehingga keluarga merupakan tempat yang aman dan nyaman bagi anggotanya (Rosdiana. Aktualisasi diri adalah keinginan seseorang untuk menyempurnakan diri dengan mendorong semua potensi yang mengupayakan untuk maju, berjuang, dan memiliki fungsi secara penuh sebagai individu yang dicita-citakan (Krems et al. Maslow juga menyatakan bahwa aktualisasi diri adalah individu yang telah memenuhi kebutuhan dasarnya, sehingga individu tersebut dapat fokus pada kesehatan, kehidupan dan pertumbuhan dirinya (Kaufman, 2. Aktualisasi diri terhadap potensi yang masih dimiliki sehingga individu sadar untuk memenuhi e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes kebutuhan dasar sehingga mampu menerima dan menyempurnakan segala potensi yang dimiliki dalam hidupnya (Ortiz, 2. Aktualisasi diri dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain konsep diri, kepercayaan diri, peningkatan diri, penerimaan positif dari diri sendiri maupun orang lain, keseimbangan, penghargaan yang berkelanjutan, dan pengalaman puncak (Gopinath, 2. Aktualisasi diri dengan kondisi sakit perlu faktor pendorong seperti: motivasi, penerimaan diri. Pencapaian aktualisasi diri dapat menggunakan strategi seperti: mengenali diri sendiri, membangun kepercayaan diri, mencintai diri sendiri, mengembangkan pola berpikir, menjaga kesehatan mental, berorientasi pada orang lain dan melakukan kegiatan positif (Azzahra & Asfari, 2. Responden 3 dan 4 dalam penelitian ini mencapai aktualisasi diri melalui faktor pendorong hubungan sosial dengan hidup sebagai pelajar bagi responden 3 dan pekerja untuk dapatkan penghasilan secara mandiri bagi responden 4, dan tak lepas dari dukungan keluarganya mendapatkan kesempatan tersebut orang dengan skizofrenia. Dukungan dan peran keluarga yang positif akan membuat individu dengan skizofrenia mampu melakukan aktualisasi diri secara maksimal, mandiri dan produktif. Kondisi lingkungan sekitar yang positif dan tidak memberi label negatif juga turut berkontribusi bagi kondisi individu skizofrenia ke arah yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA