Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Volume 3. Nomor 2. Mei 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal. DOI : https://doi. org/10. 61132/jepi. Available Online at: https://journal. id/index. php/jepi Strategi Pemasaran Efektif dalam Meningkatkan Daya Saing Bank Syariah di Era Digital Zuhrinal M. Nawawi1*. Aulia Syahfitri2 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Indonesia E-mail: zuhrinal. nawawi@uinsu. id1, auliasyahfitri267@gmail. *Korespondensi penulis: zuhrinal. nawawi@uinsu. Abstract. This research uses a qualitative method to examine effective marketing strategies implemented by Islamic banks in enhancing competitiveness in the digital era. Amid increasingly intense competition in the financial industry and rapid technological advancements. Islamic banks are required to adapt and utilize various digital platforms as marketing tools. This study focuses on analyzing digital marketing strategies such as the use of social media, mobile banking, and content marketing to build brand awareness and customer loyalty. Data were collected through in-depth interviews with Islamic banking practitioners and observation of their digital marketing activities. The findings reveal that integrating sharia values with digital technology creates a unique, relevant, and highly competitive marketing approach. Furthermore, the ability of Islamic banks to understand the needs of the millennial and Gen Z generations is a key factor in expanding their market share. Therefore, adaptive, innovative, and value-based marketing strategies are essential foundations for facing the digital era. Keywords: Competitiveness. Digital Marketing. Islamic Bank. Marketing Strategy. Social Media. Abstrak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengkaji strategi pemasaran efektif yang diterapkan oleh bank syariah dalam meningkatkan daya saing di era digital. Di tengah persaingan industri keuangan yang semakin ketat dan perkembangan teknologi yang pesat, bank syariah dituntut untuk mampu beradaptasi dan memanfaatkan berbagai platform digital sebagai sarana pemasaran. Penelitian ini berfokus pada analisis strategi digital marketing seperti pemanfaatan media sosial, mobile banking, dan content marketing dalam membangun brand awareness serta loyalitas nasabah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan praktisi bank syariah dan observasi terhadap aktivitas pemasaran digital yang dilakukan oleh lembaga tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara nilai-nilai syariah dengan teknologi digital mampu menciptakan pendekatan pemasaran yang unik, relevan, dan berdaya saing tinggi. Selain itu, kemampuan bank syariah dalam memahami kebutuhan generasi milenial dan generasi Z menjadi faktor kunci dalam memperluas pangsa pasar. Oleh karena itu, strategi pemasaran yang adaptif, inovatif, dan berbasis nilai menjadi fondasi penting dalam menghadapi era digital. Kata Kunci: Bank Syariah. Daya Saing. Digital Marketing. Media Sosial. Strategi Pemasaran. PENDAHULUAN Pada era digital saat ini, transformasi teknologi telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk cara lembaga keuangan memasarkan produk dan layanannya. Bank syariah sebagai lembaga keuangan yang berbasis prinsip syariah dituntut untuk menyesuaikan strategi pemasaran mereka agar tetap relevan dan kompetitif. Kemunculan teknologi digital membuka peluang besar bagi bank syariah untuk menjangkau nasabah secara lebih luas melalui platform daring, media sosial, dan aplikasi digital. Namun, peluang ini juga diiringi tantangan berupa perubahan perilaku konsumen, persaingan antar lembaga keuangan, serta tuntutan akan kecepatan dan kenyamanan layanan. Untuk itu, strategi pemasaran yang efektif dan berbasis Received April 17, 2025. Revised Mei 23, 2025. Accepted Mei 18, 2025. Published Mei 21, 2025 Strategi Pemasaran Efektif dalam Meningkatkan Daya Saing Bank Syariah di Era Digital nilai syariah sangat dibutuhkan agar bank syariah tidak hanya dapat bertahan tetapi juga Inovasi dalam pemasaran digital harus dilakukan dengan tetap menjaga integritas nilai-nilai Islam yang menjadi dasar operasional bank syariah. Oleh karena itu, analisis terhadap strategi pemasaran yang diterapkan oleh bank syariah di era digital menjadi penting untuk menjawab tantangan tersebut. (Wahyu & Nurul, 2. Peningkatan daya saing bank syariah tidak dapat dipisahkan dari strategi pemasaran yang digunakan dalam menghadapi era digital yang dinamis dan disruptif. Dalam menghadapi kompetitor yang agresif, baik dari sektor konvensional maupun fintech, bank syariah perlu membangun positioning yang kuat di benak masyarakat. Digitalisasi layanan menjadi keharusan, bukan lagi pilihan, dalam rangka memberikan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi kepada nasabah. Namun demikian, sekadar menerapkan teknologi tanpa strategi pemasaran yang matang justru berpotensi menurunkan kepercayaan publik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pemasaran yang tidak hanya fokus pada promosi, tetapi juga membangun relasi jangka panjang, edukasi publik, dan pemanfaatan big data untuk memahami kebutuhan pasar. Strategi ini harus dikembangkan dengan mempertimbangkan segmen pasar utama, terutama generasi milenial dan Z yang sangat akrab dengan teknologi digital. Bank syariah juga perlu menciptakan diferensiasi produk dan layanan berbasis nilai-nilai Islam yang menjawab kebutuhan masa kini. (Rahmawati & Hidayat, 2. Strategi pemasaran berbasis digital yang diterapkan oleh bank syariah juga harus memperhatikan aspek keunikan nilai-nilai syariah sebagai kekuatan kompetitif yang tidak dimiliki oleh lembaga keuangan konvensional. Transparansi, keadilan, dan larangan riba adalah prinsip dasar yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang peduli terhadap etika dalam aktivitas keuangan. Dalam konteks ini, pemasaran tidak hanya bertujuan untuk menjual produk, tetapi juga menjadi sarana dakwah ekonomi Islam. Oleh karena itu, bank syariah perlu menggunakan narasi dan komunikasi pemasaran yang menekankan nilainilai syariah secara modern, kontekstual, dan mudah diterima generasi digital. Penggunaan influencer muslim, konten edukatif berbasis media sosial, serta kampanye digital bertema islami dapat menjadi pendekatan yang efektif. Strategi semacam ini tidak hanya memperluas jangkauan pasar, tetapi juga memperkuat citra bank syariah sebagai institusi keuangan yang relevan dan solutif dalam kehidupan masyarakat modern. (Yusuf & Lestari, 2. Pemasaran digital yang sukses di bank syariah juga membutuhkan dukungan dari infrastruktur teknologi yang memadai serta kompetensi sumber daya manusia dalam bidang digital marketing. Banyak bank syariah masih menghadapi tantangan dalam hal transformasi digital karena keterbatasan teknologi internal dan keterampilan karyawan yang belum merata. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Ae Volume 3. Nomor 2. Mei 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal. Oleh karena itu, pelatihan dan pengembangan kompetensi digital menjadi aspek penting dalam mendukung strategi pemasaran yang efektif. Selain itu, kolaborasi dengan pihak ketiga seperti agensi digital, startup fintech, maupun universitas dapat menjadi cara untuk mempercepat adopsi teknologi dan pemasaran berbasis data. Penyesuaian regulasi oleh otoritas juga diperlukan untuk memberikan ruang inovasi bagi bank syariah dalam mengembangkan pemasaran digital yang tetap sesuai dengan prinsip syariah. Dalam hal ini, strategi pemasaran bukan hanya tanggung jawab divisi pemasaran semata, tetapi menjadi bagian dari transformasi organisasi secara keseluruhan. (Fatimah & Zulkarnain, 2. Akhirnya, keberhasilan strategi pemasaran digital bank syariah akan sangat ditentukan oleh kemampuan bank dalam membangun relasi emosional dan spiritual dengan nasabah. era digital yang serba cepat, konsumen tidak hanya mencari efisiensi, tetapi juga kepercayaan dan nilai-nilai yang sejalan dengan keyakinan mereka. Oleh karena itu, bank syariah harus memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman nasabah yang personal, interaktif, dan bermakna. Kampanye pemasaran berbasis kisah inspiratif, testimoni, dan program loyalitas berbasis nilai Islam menjadi kunci untuk membangun keterikatan jangka panjang. Melalui pendekatan ini, bank syariah dapat membedakan diri dari pesaing dan membentuk komunitas nasabah yang loyal. Kesuksesan strategi pemasaran digital juga harus diukur dengan indikator non-finansial seperti tingkat kepuasan nasabah, brand engagement, dan partisipasi komunitas. Dengan demikian, strategi pemasaran tidak hanya menjadi alat untuk meningkatkan profit, tetapi juga media untuk menguatkan identitas dan nilai-nilai syariah dalam dunia digital. (Hasanah & Rizki, 2. TINJAUAN TEORITIS Strategi pemasaran merupakan rangkaian perencanaan dan tindakan yang dilakukan oleh suatu organisasi dalam rangka menarik, mempertahankan, dan meningkatkan jumlah pelanggan melalui penyampaian nilai yang unggul. Dalam konteks bank syariah, strategi pemasaran tidak hanya mempertimbangkan aspek keuntungan komersial, tetapi juga kesesuaian dengan prinsip-prinsip syariah seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab Kotler dan Keller . mendefinisikan strategi pemasaran sebagai cara organisasi dalam menyusun rencana jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan pasar yang menjadi Bank syariah harus mampu merancang strategi pemasaran yang relevan dengan dinamika pasar digital, memanfaatkan teknologi informasi tanpa mengabaikan prinsip-prinsip etik Islam. Oleh karena itu, pendekatan pemasaran holistik yang mencakup segmentasi, targeting, positioning (STP), serta bauran pemasaran . arketing mi. perlu diadopsi dengan Strategi Pemasaran Efektif dalam Meningkatkan Daya Saing Bank Syariah di Era Digital menyesuaikan nilai-nilai Islami. Pendekatan ini menciptakan sinergi antara pencapaian tujuan bisnis dan pelaksanaan nilai moral. (Maulana & Fitria, 2. Digital marketing adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital dan internet untuk mempromosikan produk atau jasa kepada konsumen secara lebih efektif dan Dalam praktiknya, digital marketing mencakup berbagai aktivitas seperti manajemen media sosial, search engine optimization (SEO), email marketing, content marketing, hingga pemanfaatan big data analytics. Dalam sektor perbankan syariah, penerapan digital marketing memungkinkan peningkatan akses nasabah, efisiensi biaya, dan personalisasi layanan berdasarkan data perilaku konsumen. Keunggulan digital marketing terletak pada kemampuan untuk menjangkau audiens yang lebih luas, melakukan komunikasi dua arah secara real-time, serta mengukur efektivitas kampanye secara akurat. Hal ini memungkinkan bank syariah merespons perubahan kebutuhan dan preferensi pasar dengan lebih cepat dan tepat. Dengan mengintegrasikan digital marketing ke dalam strategi bisnis, bank syariah dapat memperkuat daya saingnya dalam lanskap keuangan yang semakin digital. (Salim & Anisa, 2. Daya saing merupakan kemampuan suatu organisasi untuk menciptakan keunggulan yang berkelanjutan dibandingkan pesaingnya. Dalam konteks perbankan syariah, daya saing tidak hanya diukur dari kinerja keuangan, tetapi juga dari kepuasan nasabah, inovasi layanan, dan kemampuan menjaga integritas syariah. Porter . menyatakan bahwa keunggulan bersaing dapat diperoleh melalui keunggulan biaya, diferensiasi, atau fokus pasar. Bank syariah perlu mengidentifikasi keunggulan khas yang tidak dimiliki bank konvensional, seperti nilai spiritual, etika transaksi, dan prinsip keadilan sosial. Dengan demikian, strategi pemasaran bank syariah harus mampu mengomunikasikan keunikan tersebut kepada masyarakat secara Peningkatan daya saing juga memerlukan pemanfaatan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman nasabah. Oleh karena itu, strategi pemasaran yang efektif akan sangat berkaitan erat dengan pencapaian posisi kompetitif bank syariah di tengah perubahan digital. (Putri & Nugraha, 2. Prinsip-prinsip pemasaran syariah merupakan pedoman moral dan etis dalam kegiatan pemasaran yang mengacu pada ajaran Islam. Konsep ini menekankan pada kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi produk, menetapkan harga, serta menjalin relasi dengan konsumen. Dalam praktiknya, pemasaran syariah menghindari unsur penipuan . , riba, dan eksploitasi. Prinsip ini menjadikan pemasaran sebagai aktivitas yang tidak hanya bertujuan komersial, tetapi juga memiliki nilai dakwah. Oleh sebab itu, bank syariah harus membangun strategi komunikasi yang menjelaskan produk dan layanan dengan jujur serta memberikan manfaat sosial. Nilai-nilai ini semakin penting di era digital, di Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Ae Volume 3. Nomor 2. Mei 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal. mana informasi tersebar luas dan cepat, sehingga kredibilitas menjadi modal utama. Dengan menerapkan prinsip pemasaran syariah secara konsisten, bank syariah dapat membangun kepercayaan jangka panjang yang menjadi pondasi loyalitas nasabah. (Nursalim & Azizah. Transformasi digital dalam perbankan syariah telah menjadi faktor penting dalam mengembangkan strategi pemasaran yang adaptif dan kompetitif. Perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada teknologi menuntut bank syariah untuk menyediakan layanan berbasis digital seperti aplikasi mobile, layanan chatbot, hingga pembayaran digital berbasis QRIS. Transformasi ini bukan hanya menyangkut aspek teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja, model bisnis, dan interaksi dengan nasabah. Dalam konteks pemasaran, digitalisasi membuka ruang untuk menjangkau lebih banyak segmen pasar dengan biaya yang lebih efisien. Namun, transformasi digital juga harus dibarengi dengan komitmen terhadap prinsip-prinsip syariah agar tidak melenceng dari esensi ekonomi Islam. Oleh karena itu, strategi pemasaran bank syariah di era digital harus menggabungkan antara inovasi teknologi, pemahaman pasar, dan komitmen syariah sebagai satu kesatuan yang saling (Syahrani & Dewi, 2. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk menggali secara mendalam strategi pemasaran yang diterapkan oleh bank syariah dalam meningkatkan daya saing di era digital. Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu menggambarkan dan menganalisis fenomena pemasaran digital yang terjadi di lingkungan perbankan syariah secara sistematis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam . n-depth intervie. terhadap beberapa praktisi pemasaran di bank syariah, serta observasi langsung terhadap kegiatan promosi dan interaksi digital yang dilakukan melalui media sosial dan platform digital resmi bank tersebut. Informan dalam penelitian ini dipilih secara purposive, yaitu mereka yang memiliki pengalaman dan pemahaman tentang strategi pemasaran digital dalam institusi perbankan syariah. Selain itu, dokumentasi berupa laporan pemasaran, statistik digital engagement, dan data internal bank turut digunakan sebagai sumber data sekunder untuk memperkuat analisis. Analisis data dilakukan dengan metode analisis tematik, yaitu mengelompokkan data berdasarkan tema-tema tertentu yang relevan dengan fokus penelitian, seperti penggunaan media sosial, content marketing, loyalitas nasabah, serta penerapan nilainilai syariah dalam strategi promosi digital. Strategi Pemasaran Efektif dalam Meningkatkan Daya Saing Bank Syariah di Era Digital HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank syariah telah mengadopsi berbagai strategi pemasaran digital yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga konsisten dengan prinsip-prinsip syariah. Media sosial seperti Instagram dan Facebook digunakan sebagai saluran utama untuk membangun interaksi dengan nasabah dan menyebarkan konten edukatif bernuansa Islami. Selain itu, penggunaan aplikasi mobile banking dengan fitur-fitur informatif dan promosi produk keuangan berbasis syariah terbukti efektif dalam meningkatkan kenyamanan dan loyalitas nasabah, khususnya generasi milenial dan Z. Strategi ini didukung oleh content marketing islami yang menyentuh aspek emosional dan spiritual masyarakat, serta kampanye kolaboratif dengan tokoh muslim digital, yang semakin memperkuat citra positif bank syariah di tengah persaingan industri keuangan. Dalam perspektif teori pemasaran berbasis nilai . alue-based marketin. , bank syariah berhasil memposisikan diri bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai agen dakwah ekonomi Islam melalui strategi digital. Hal ini diperkuat oleh pendekatan relationship marketing yang fokus pada pembangunan relasi jangka panjang, bukan sekadar transaksi Loyalitas nasabah terbentuk tidak hanya karena keunggulan teknologi, tetapi karena adanya kesesuaian nilai antara lembaga dan konsumennya. Hasil ini memperlihatkan bahwa daya saing bank syariah di era digital sangat ditentukan oleh kemampuan mengintegrasikan nilai syariah dalam semua aspek pemasaran digital, mulai dari konten hingga layanan yang berbasis empati dan kejujuran. Tabel 1. Media Digital yang Digunakan oleh Bank Syariah dalam Pemasaran Jenis Media Digital Media Sosial (Instagram. Facebook. Twitte. Website Resmi Aplikasi Mobile Banking YouTube Email Marketing Fungsi Utama Meningkatkan interaksi dan edukasi publik Menyediakan informasi produk dan layanan Memfasilitasi transaksi dan loyalitas Media edukasi dan kampanye visual Komunikasi personal dan penawaran khusus Bank syariah memanfaatkan berbagai media digital untuk mendukung strategi pemasaran yang efektif. Media sosial menjadi platform utama dalam membangun interaksi dengan publik secara cepat, murah, dan luas. Website resmi berfungsi sebagai pusat informasi resmi dan representasi digital dari lembaga, sedangkan mobile banking tidak hanya memudahkan transaksi tetapi juga menjadi alat promosi melalui fitur-fitur khusus seperti pemberitahuan produk baru. YouTube digunakan sebagai sarana kampanye visual dengan pendekatan naratif islami, sedangkan email marketing berfungsi untuk mempertahankan Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Ae Volume 3. Nomor 2. Mei 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal. hubungan personal dengan nasabah melalui penawaran eksklusif atau konten tematik Dalam perspektif teori pemasaran digital, pemilihan media yang tepat sangat menentukan efektivitas pesan dan daya jangkau pemasaran. Menurut teori Integrated Marketing Communication (IMC), sinergi antar media harus dibangun agar pesan yang diterima konsumen konsisten dan berkesinambungan. Bank syariah harus menyelaraskan pesan dakwah ekonomi Islam dengan karakteristik masing-masing media digital, sehingga membentuk brand image yang kohesif dan membedakan diri dari kompetitor konvensional. Tabel 2. Strategi Komunikasi Pemasaran Digital yang Diterapkan Strategi Komunikasi Content Marketing Islami Influencer Muslim Engagement Program Referral Berbasis Syariah Live Streaming Interaktif Campaign Sosial Keislaman Karakteristik Utama Mengedukasi melalui nilai dan kisah Islami Kolaborasi dengan tokoh muslim digital Mendorong loyalitas dan partisipasi Meningkatkan keterlibatan audiens secara real-time Membangun citra spiritual dan empati publik Strategi komunikasi digital bank syariah mengedepankan pendekatan edukatif dan berbasis nilai. Penggunaan content marketing islami membantu memperkenalkan produk melalui artikel, video, atau infografis bertema syariah yang membangun kesadaran sekaligus Influencer engagement memperluas pengaruh melalui tokoh-tokoh muslim di dunia digital yang dipercaya oleh komunitasnya. Program referral dan campaign sosial mendorong loyalitas sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam prinsip Islam. Teori Relationship Marketing menjelaskan bahwa keberhasilan strategi komunikasi tidak hanya ditentukan oleh frekuensi komunikasi, tetapi oleh kualitas relasi yang dibangun antara lembaga dan konsumen. Bank syariah yang mengedepankan nilai spiritual dalam pesannya memiliki peluang besar untuk membangun emotional bonding dengan segmen pasar Konsistensi dalam menyampaikan nilai keislaman melalui berbagai format komunikasi digital menjadi kekuatan yang membentuk loyalitas dan brand trust jangka Tabel 3. Faktor Pendorong Efektivitas Strategi Pemasaran Digital Faktor Utama Integrasi Nilai Syariah Adaptasi Teknologi Segmentasi Generasi Milenial & Z Inovasi Produk Pelatihan SDM Digital Deskripsi Konsistensi dengan prinsip Islam dalam pesan dan konten Kecepatan adopsi sistem digital terbaru Penyusunan konten sesuai karakteristik generasi muda Penyesuaian layanan dengan kebutuhan digital konsumen Peningkatan kompetensi karyawan di bidang pemasaran online Strategi Pemasaran Efektif dalam Meningkatkan Daya Saing Bank Syariah di Era Digital Efektivitas strategi pemasaran bank syariah sangat ditentukan oleh beberapa faktor Pertama, integrasi nilai syariah menjadi pembeda utama dari lembaga keuangan Kedua, kemampuan beradaptasi dengan teknologi menentukan sejauh mana bank mampu menjawab kebutuhan masyarakat digital. Ketiga, pemahaman terhadap segmen generasi muda menjadi vital karena kelompok ini mendominasi populasi pengguna digital Pelatihan SDM juga menjadi komponen penentu karena keterampilan digital marketing memerlukan pengetahuan dan ketepatan strategi berbasis data. Dalam teori Resource-Based View (RBV), keunggulan kompetitif perusahaan sangat dipengaruhi oleh kemampuan internal yang unik dan sulit ditiru. Bank syariah yang mampu membangun kompetensi digital berbasis nilai akan memiliki daya saing yang berkelanjutan. Selain itu, teori Market Orientation menyatakan bahwa organisasi yang fokus pada kebutuhan pelanggan dan perubahan pasar akan lebih responsif dan unggul dalam jangka panjang, khususnya dalam era yang sangat bergantung pada teknologi dan inovasi. Tabel 4. Dampak Strategi Pemasaran Digital terhadap Loyalitas Nasabah Dampak yang Dirasakan Kepuasan atas layanan digital Rasa percaya terhadap nilai bank Kedekatan emosional Keterlibatan sosial Persepsi positif terhadap inovasi Bentuk Loyalitas yang Muncul Kembali menggunakan produk bank syariah Menjadi promotor merek di media sosial Interaksi aktif dalam program komunitas syariah Partisipasi dalam kampanye dakwah ekonomi Islam Terbuka terhadap produk baru dari bank syariah Strategi pemasaran digital bank syariah berdampak signifikan terhadap pembentukan loyalitas nasabah. Melalui pelayanan berbasis aplikasi yang mudah digunakan, konten-konten islami yang relevan, dan kampanye digital yang menyentuh aspek emosional, nasabah merasa lebih dekat dan percaya pada bank syariah. Loyalitas nasabah tidak hanya tercermin dalam bentuk transaksi berulang, tetapi juga dalam peran mereka sebagai promotor merek di lingkup komunitas digital. Menurut teori Customer Loyalty, loyalitas terbentuk ketika perusahaan mampu memenuhi kebutuhan fungsional dan emosional konsumennya. Dalam konteks bank syariah, kebutuhan emosional berkaitan erat dengan nilai-nilai spiritual dan sosial yang ditawarkan dalam layanan. Oleh karena itu, strategi pemasaran digital yang mengutamakan nilai, pengalaman positif, dan interaksi komunitas akan memberikan kontribusi besar terhadap daya saing lembaga secara menyeluruh. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Ae Volume 3. Nomor 2. Mei 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal. KESIMPULAN Kesimpulan ini menyatakan bahwa strategi pemasaran digital yang diterapkan oleh bank syariah di era digital terbukti mampu meningkatkan daya saing melalui pendekatan yang adaptif, inovatif, dan berbasis nilai-nilai syariah. Penggunaan media sosial, aplikasi mobile banking, serta content marketing bernuansa Islami menjadi kunci utama dalam membangun brand awareness dan loyalitas nasabah. Strategi komunikasi yang melibatkan kolaborasi dengan tokoh muslim digital dan penyelenggaraan kampanye sosial keislaman berhasil menciptakan keterlibatan emosional nasabah yang lebih kuat. Hal ini menunjukkan bahwa bank syariah tidak hanya menjual produk, tetapi juga menawarkan nilai spiritual dan sosial yang menjadi pembeda dari bank konvensional. Kesimpulan ini juga menegaskan bahwa efektivitas pemasaran digital bank syariah sangat bergantung pada kemampuan integrasi antara teknologi dan prinsip syariah secara Peningkatan daya saing tidak hanya tercermin dari pertumbuhan jumlah nasabah, tetapi juga dari meningkatnya kepercayaan dan partisipasi mereka dalam aktivitas digital bank. Dengan mengedepankan transparansi, edukasi, dan inovasi yang sesuai syariah, bank syariah memiliki potensi besar untuk memperluas pangsa pasar, terutama di kalangan generasi milenial dan Z. Oleh karena itu, strategi pemasaran yang berorientasi pada nilai dan hubungan jangka panjang menjadi fondasi penting dalam menjawab tantangan era digital. REFERENSI