Vol . 19 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh Pengaruh Media Edukasi Kesehatan APE (Alat Permainan Edukas. Terhadap Pengetahuan Dokter Kecil Tentang Obat-Obatan Yang Terdapat Pada Kotak P3K di MIN 27 Kabupaten Aceh Besar The Influence of APE (Educational Game Tool. Health Education Media on Little Doctors' Knowledge of Medicines Found in First Aid Kits at MIN 27 Aceh Besar District Maulida1*. Yeni Rimadeni2 Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Aceh Jln. Soekarno-Hatta. Lagang. Kecamatan Darul Imarah. Kabupaten Aceh Besar *Email: maulida@gmail. Received date : 12-09-2025 Revised date : 20-09-2025 Accepted date : 27-09-2025 Abstrak: Dokter kecil merupakan peserta didik yang dipilih karena memenuhi kriteria dan dilatih untuk ikut melaksanakan usaha dalam peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya. Termasuk dalam pemberian obatobatan yang baik dan benar. Namun, pada usia dokter kecil pengetahuan mengenai obat-obatan masih sangat kurang sehingga diperlukan adanya pembekalan lebih lanjut. Terdapat banyak jenis kegiatan yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran salah satunya yaitu menggunakan media permainan edukasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh media edukasi kesehatan menggunakan Alat Permainan Edukasi (APE) tentang obat-obatan yang terdapat pada kotak P3K. ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan metode pre-eksperimen, perencanaan yang digunakan adalah one grup, pretest dan posttest design yaitu melakukan satu kali pengukuran didepan . sebelum adanya perlakuan . dan setelah itu dilakukan pengukuran lagi . ost tes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/i MIN 27 Kabupaten Aceh Besar yang terdaftar sebagai anggota dokter kecil yang berjumlah 41 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan siswa/i sebelum diberikan penyuluhan yaitu 6. 83 dan pengetahuan siswa/i sesudah dilakukan penyuluhan menjadi 14. 68, adanya peningkatan pengetahuan siswa/i sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan selisih 7,82. Dari hasil penelitian yang didapat dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh pemberian edukasi kesehatan menggunakan Alat Permainan Edukasi (APE) terhadap pengetahuan dokter kecil mengenai obat-obatan yang terdapat pada kotak P3K di MIN 27 Kabupaten Aceh Besar. Kata Kunci: Dokter Kecil. Permainan Edukasi. Obat P3K. Abstract: A "little doctor" is a student selected based on specific criteria and trained to participate in health improvement efforts for themselves, their friends, family, and environment. This includes administering medication correctly and properly. However, at the age of a little doctor, knowledge about medications is still very limited, so additional training is needed. There are many types of activities that can be used as learning media, one of which is using educational games. This study was conducted to determine the effect of health education media using Educational Play Equipment (APE) about medications found in a first aid kit (P3K). This research is descriptive-analytic using a pre-experimental method, with a one-group pretestposttest design. This design involves measuring before . and after . the treatment. The population in this study consisted of all the students of MIN 27 Aceh Besar who were registered as members Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Page | 92 Vol . 19 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh of the little doctor program, totaling 41 students. The sampling technique used was total sampling. The results showed that the average knowledge of the students before the intervention was 6. 83, and after the intervention, it increased to 14. 68, with a knowledge improvement of 7. 82 points. Based on these results, it can be concluded that there is an effect of health education using Educational Play Equipment (APE) on the knowledge of little doctors regarding the medications in the first aid kit (P3K) at MIN 27 Aceh Besar. Keywords: Little Doctor. Educational Games. First Aid Medications PENDAHULUAN Pengobatan yang sering dilakukan tanpa pengawasan memiliki efek yang sangat besar bagi kalangan anak-anak. Studi menunjukkan bahwa praktik pengobatan sendiri dengan menggunakan obat bebas (OTC), terutama pada golongan obat analgesik pada kalangan anak-anak telah dimulai pada usia 11 atau 12 Anak-anak usia kurang dari 12 tahun di Firlandia sudah melakukan pengobatan sendiri, terutama pada penggunaan vitamin D. Anak pada usia 11-15 tahun di Denmark juga sudah terbiasa dalam melakukan pengobatan sendiri untuk penyakit ringan yaitu penggunaan obat untuk sakit kepala, sakit perut, gugup serta sulit tidur. Hal yang sama juga terjadi di 20 negara yang telah disurvei, terjadi peningkatan prevalensi penggunaan obat bebas terutama untuk obat sakit kepala pada anak-anak berusia 11-15 tahun. menimbulkan keracunan sehingga dapat menyebabkan masalah bagi kesehatan. Pengobatan sendiri pada anak memungkinkan terjadinya masalah dalam pengobatan atau DRP (Drug Related Problem. DRP yang paling umum terjadi adalah dalam bentuk efek samping obat (ESO), ketidakpatuhan dalam penggunaan obat serta keracunan atau overdosis. Anakanak di Firlandia berusia di bawah 12 tahun yang melakukuan pengobatan sendiri, telah mengalami kejadian DRP seperti ADE (Edverse Drug Even. Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Hasil penelitian menunjukkan bahwa DRP pasien pediatrik di instalasi rawat jalan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan RSUD Kabupaten Sleman. mayoritas yang terjadi adalah mengenai kepatuhan sebanyak 9,88%, efek samping obat sebanyak 1,74%, interaksi obat sebanyak 56,40% dan penggunaan obat yang tidak tepat sebanyak 7,56%. Masalah lain yang dapat muncul akibat pengobatan sendiri terhadap anak adalah keracunan. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya keracunan obat bagi anak. Salah satunya yaitu pada tahun 2015 keracunan pada anak terjadi di Amerika Serikat, diperkirakan lebih dari 440. korban yang disebabkan karena diberi terlalu banyak obat atau menerima obat yang salah . esalahan terapi yang tidak disengaj. Pada tahun 2014 diperkirakan sekitar 57. kunjungan ke unit gawat darurat (UGD). Peran Dokter Kecil adalah sebagai promotor dan motivator dalam menjalankan usaha kesehatan terhadap diri masing-masing dan berperan aktif dalam kampanye kesehatan yang diselenggarakan di Sekolah, misalnya: pekan kebersihan, pekan penimbangan dan pengukuran tinggi, pekan gizi, pekan kesehatan gigi, pekan kesehatan mata, dan lain-lain. Program Dokter Kecil merupakan upaya pendekatan edukatif dalam rangka mewujudkan perilaku sehat diantaranya perilaku kebersihan perorangan, dimana anak didik dilibat-aktifkan sebagai pelaksananya. Page | 93 Vol . 19 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. Dokter Kecil merupakan kegiatan untuk melaksanakan usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya Oleh karena itu peran dan pelaksanaan program dokter kecil sangat penting karena dengan adanya program dokter kecil ini kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) menjadi lebih hidup dan partisipasi peserta didik dalam peningkatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) lebih meningkat. Upaya yang diberikan pihak sekolah belum cukup menunjang kesadaran dokter kecil dalam memilih obat-obatan yang tepat dan rasional, sehingga jika dokter kecil memilih obat yang tidak tepat dan tidak rasional akan menimbulkan berbagai permasalahan yang akan berpengaruh terhadap penurunan kualitas kesehatan dan melonjaknya anggaran pemerintah dalam Keterbatasan pengetahuan seseorang tentang obat dan penggunaannya menyebabkan kemungkinan terjadinya resiko pengobatan yang tidak rasional dan tidak tepat jika tidak diiringi dengan pemberian informasi yang benar. Dalam pemilihan metode pengajaran juga mempengaruhi media pembelajaran yang akan digunakan untuk menyampaikan materi Penggunaan media pembelajaran merupakan salah satu cara yang digunakan oleh pengajar untuk menyampaikan materi kepada peserta didik agar dapat dengan mudah memahami materi yang akan Media pembelajaran akan membantu keefektifan proses pembelajaran pada saat ini, dan juga mampu membangkitkan motivasi dan minat siswa dalam belajar. Media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik, terpercaya. P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh memudahkan penafsisran dan memadatkan Terdapat banyak jenis kegiatan yang dapat digunakan untuk memberikan edukasi mengenai obat-obatan kepada dokter kecil salah satunya yaitu dengan cara yang unik dan beraneka ragam. Cara yang paling efektif dalam memberikan edukasi kepada anak-anak adalah dengan memberikan metode AuFun LearningAy atau belajar yang menyenangkan. Salah satunya yaitu dengan menggunakan terapi bermain. Cara seperti ini meningkatkan semangat belajar anak sehingga mereka lebih mudah menyerap materi. Permainan edukasi digunakan sebagai salah satu media pembelajaran dengan tujuan proses sosial dan interaksi sosial terkait dengan komunikasi edukasi yang berlangsung secara efektif dan Permainan edukasi menjadi sebuah permainan yang digunakan dalam proses pembelajaran, dan dalam permainan tersebut mengandung unsur mendidik atau nilai-nilai Beberapa menunjukkan pengaruh media edukasi kesehatan dengan menggunakan permainan edukasi terhadap peningkatan pengetahuan siswa eksklusif terbukti efektif (P-value = 0,. Di sisi lain, menurut survei Zahrulianingdyah . , terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan siswa sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan media yang tepat, pendidikan kesehatan dapat lebih efektif dalam mencapai tujuan pendidikan Menurut penelitian para ahli, sekitar 75% - 87% pengetahuan manusia diperoleh melalui mata, dan sisanya 13% 25% dipandu melalui panca indera lainnya. Berdasarkan hasil survey awal yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 29 September 2023 di MIN 27 Kabupaten Aceh Page | 94 Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Vol . 19 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. Besar didapatkan data bahwa MIN 27 Kabupaten Aceh Besar tersebut mempunyai total siswa/i secara keseluruhan sejumlah 795 siswa/i dan yang terdaftar menjadi dokter kecil sejumlah 41 siswa/i. diharapkan bagi siswa/i yang menjalankan tugas dokter kecil mampu memberikan pertolongan terhadap siswa yang sedang sakit. Akan tetapi, pihak sekolah belum tentu dapat mengoptimalisasi seluruh dokter kecil dalam memberikan informasi tentang cara penggunaan obat dengan baik dan benar. Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di MIN 27 Kabupaten Aceh Besar belum adanya kegiatan dalam pemberian edukasi mengenai pengetahuan penggunaan obat. Oleh karena itu, perlu adanya perbekalan pengetahuan dasar tentang obat-obatan yang terdapat di P3K. Hal ini menjadi salah satu alasan peneliti untuk melakukan penelitian di MIN 27 Kabupaten Aceh Besar. Salah satu cara untuk memberikan pendidikan kesehatan dengan menggunakan alat permainan edukasi. Penulis berupaya membuat karya tulis ilmiah dengan judul AuPengaruh Media Edukasi APE (Alat Permainan Edukas. Terhadap Pengetahuan Siswa/i Tentang Obat-Obatan yang Terdapat di P3K di MIN 27 Kabupaten Aceh Besar. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode PreEksperimen, perencanaan yang digunakan adalah One Grup. Pretest dan Posttest design yaitu melakukan satu kali pengukuran didepan . sebelum adanya perlakuan . dan setelah itu dilakukan pengukuran lagi . ost tes. P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa rata-rata pengetahuan siswa/I sebelum diberikan penyuluhan yaitu 6. 83 dan pengetahuan siswa/I sesudah dilakukan penyuluhan menjadi 14. 68, artinya adanya peningkatan pengetahuan siswa/I sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan selisih 7,82: Tabel 1. Pengetahuan siswa/I Sebelum dan Sesudah diberikan edukasi permainan Pengetahuan Sebelum Sesudah Pengetahuan N Min Max Mean Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat hasil uji t-test melnunjukkan bahwa nil ail silgnilfilkan P= 0,000 (P < 0,. Hal ilnil melnunjukkan bahwa ada Pelngaruh Eldukasil Meldila Sosilal Ilnstagram Dalam Pelnilngkatkan Pelngeltahuan Silswa Telrhadap Pelncelgahan Stailn Gilgil Silswa Sman 1 Darul Ilmarah. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan alat permainan edukasi terhadap dokter kecil mayoritas responden memiliki pengetahuan yang kurang. Responden kurang tepat dalam menjawab kuisoner pre test mengenai indikasi dan cara penggunaan obat yang baik dan benar. Setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan menggunakan alat permainan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan sehingga mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik. Data ini diperkuat oleh hasil Analisa Univariat yang menunujukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan adanya peningkatan pengetahuan siswa/I sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan selisih 7,82. Page | 95 Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Vol . 19 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap pengaruh media edukasi APE (Alat Permainan Edukas. terhadap pengetahuan dokter kecil tentang obat-obatan yang terdapat pada kotak P3K di MIN 27 Kabupaten Aceh Besar dapat disimpulkan bahwa : Berdasarkan data yang diperoleh dari uji analisis univariat dapat dilihat bahwa nilai rata-rata pengetahuan siswa/i sebelum diberikan intervensi adalah 6. 83 dan sesudah diberikan intervensi menjadi 14,68 artinya, artinya adanya peningkatan pengetahuan siswa/i sesudah diberikan edukasi dengan selisih 7,82. Sedangkan berdasarkan data analisis bivariat dapat dilihat adanya pengaruh edukasi kesehatan menggunakan alat permainan edukasi terhadap pengetahuan dokter kecil tentang obat-obatan yang terdapat pada kotak P3K di MIN 27 Kabupaten Aceh Besar dibuktikan dengan nilai p 0,002 < 0,05. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih kepada Ibu Yeni Rimadeni. SKM. Si selaku pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan arahan serta motivasi dan bimbingan yang sangat berarti kepada penulis dari awal hingga akhir karya tulis ilmiah ini. Dosen-dosen pengajar dan staf Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Aceh yang telah memberikan ilmunya dengan ikhlas dan membantu selama penulis menempuh pendidikan. Teristimewa untuk yang tercinta dan yang tersayang Ibunda Salnidar dan Ayahanda Zulakli. Yang tidak henti-hentinya memberikan kasih sayang dengan penuh cinta dan selalu memberikan dukungan serta motivasi yang tak terhingga kepada penulis. P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh Terimakasih selalu berusaha dan berjuang untuk kehidupan penulis. Sehat selalu dan hiduplah lebih lama lagi untuk melihat setiap proses perjalanan dan pencapaian penulis. DAFTAR PUSTAKA