JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 96-108 EFIKASI DIRI MAHASISWA DALAM PENCARIAN INFORMASI DI WEBSITE PADA PERKULIAHAN ONLINE Herry Hermawan1*. Natalina Nilamsari2. Hamsinah3 Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragam. Jakarta. Indonesia *herry. hermawan1961@gmail. Abstract The COVID-19 pandemic caused learning to be done with an online system. Although much of the current literature recognizes the ability of the Internet as a medium of learning, less is known about students' self-confidence to use the Web, especially those who take part in online learning. This research is intended to understand students' abilities when using the Internet toward online information seeking. This study considers Self-Efficacy and Information Seeking Theory of online learning to examine influences of self-efficacy on behaviour toward online information seeking. Particularly, information seeking behaviour are explored as the consequences of belief in their capabilities to organize and execute the online learning. Data were collected through a quantitative study applying online questionnaire carried out in 2022, using a representative sample (N=. Findings showed self-efficay has a strong correlation with information seeking behaviour. Self-efficacy also has a significant influence on information seeking behaviour. If self-efficacy increase, then information seeking behaviour will increase. The findings has contributed to the evolving of the Self-Efficacy and Information Seeking Theory, particularly in online learning in developing contries like Indonesia. This study provides implications to e-learning, educators, colleges, government and website system developers of online learning sites dealing with education. Keywords: self-efficacy, e-learning, information seeking, online information, e-learners Abstrak Pandemi COVID-19 menyebabkan pembelajaran dilakukan dengan sistem daring. Meskipun banyak literatur saat ini mengakui kemampuan Internet sebagai media pembelajaran, tetapi kurang diketahui tentang keyakinan diri para peserta didik untuk menggunakan Web, khususnya mereka yang mengikuti pembelajaran secara online. Penelitian ini dimaksudkan untuk memahami bagaimana kemampuan diri mahasiswa ketika menggunakan Internet untuk mencari informasi yang berkaitan dengan perkuliahan. Studi ini menerapkan Teori Efikasi Diri dan Teori Pencarian Informasi untuk melihat pengaruh efikasi diri terhadap pencarian informasi mahasiswa di Web pada perkuliahan online. Secara khusus, perilaku pencarian informasi dieksplorasi sebagai konsekuensi dari keyakinan terhadap kemampuan diri untuk mengatur dan melaksanakan pembelajaran secara online. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kuantitatif dengan menggunakan kuesioner online yang dilakukan pada tahun 2022 dengan menggunakan sampel yang representatif (N=. Temuan menunjukkan, efikasi diri memiliki korelasi yang kuat dengan perilaku pencarian informasi. Efikasi diri juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku pencarian informasi. Jika keyakinan terhadap kemampuan diri tinggi, maka perilaku pencarian informasinya juga akan tinggi. Temuan ini berkontribusi pada berkembangnya Teori Efikasi Diri dan Teori Pencarian Informasi, khususnya dalam melaksanakan belajar secara online di negara berkembang seperti Indonesia. Studi ini memberikan implikasi kepada e-learning, pendidik, perguruan tinggi, pemerintah dan pengembang sistem situs Web yang berurusan dengan pendidikan. Kata kunci: efikasi diri, belajar online, pencarian informasi, informasi online, peserta didik online Submitted: January 2023. Accepted: March 2023. Published: March 2023 ISSN: 2614-8153 . ISSN: 2614-8498 . Website: http://journal. id/index. php/pustakom JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 96-108 PENDAHULUAN Pandemi Covid 19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 mengakibatkan seluruh bidang kehidupan harus melakukan perubahan dan adaptasi besar-besaran (UNICEF, 2021. Nurhayati-Wolff, 2. Pandemi Covid-19 menjadi kendala bagi seluruh masyarakat di dunia dan ini juga menjadi krisis kesehatan bagi manusia. COVID-19 disebabkan oleh coronavirus baru yang disebut SARS-CoV-2. WHO pertama kali mengetahui virus baru ini pada 31 Desember 2019, menyusul laporan sekelompok kasus 'pneumonia virus' di Wuhan. Republik Rakyat Tiongkok (World Health Organization. COVID-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2, antarmanusia, terutama ketika orang yang terinfeksi memiliki kontak dekat dengan orang lain. Virus dapat menyebar dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi dalam partikel cairan kecil saat mereka batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, atau bernapas dengan berat. Partikel-partikel cair ini datang dalam berbagai ukuran, mulai dari 'tetesan pernapasan' yang lebih besar hingga 'aerosol'yang lebih kecil. Karena WHO telah menetapkan wabah virus Corona sebagai pandemi global, maka beberapa negara pun menetapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown guna mencegah penyebaran virus corona. Indonesia sendiri, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan untuk menekan penyebaran virus ini. Karena Indonesia sedang menerapkan PSBB, maka segala aktivitas yang dilakukan di luar rumah harus dihentikan hingga pandemi ini mereda, termasuk bidang pendidikan. Dengan pemerintah mengambil langkah agar proses pembelajaran tidak tertinggal dan siswa tetap mendapat hak untuk menimba ilmu. Oleh karena itu, keputusan pemerintah selanjutnya adalah proses pembelajaran tetap berjalan namun tidak tatap muka melainkan secara online. Sekolah dan kampus di seluruh Indonesia harus melakukan pembelajaran dari rumah, untuk mencegah terjadinya kerumunan guna memutus rantai penularan virus Covid19. Adaptasi besar ini mengharuskan pihak kampus untuk menata dan mengelola sistem belajar secara online . Untuk melaksanakan pembelajaran online ini, tentu saja diperlukan ketersedian jaringan Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ini, yang sebelumnya lebih banyak digunakan sebagai penunjang pekerjaan sampingan atau bahkan hanya untuk rekreasi, kini berubah menjadi pekerjaan utama. Internet mewakili jaringan komputer yang terhubung secara global yang berkomunikasi secara elektronik kepada orang, bisnis dan perusahaan, lembaga pendidikan, lembaga pemerintah, dan bahkan negara (Jongeun, 2. Internet tidak hanya memfasilitasi transaksi antara pembeli dan penjual dari mana saja dan kapan saja, tetapi juga menyediakan berbagai pilihan untuk bertukar ide secara lebih efisien (Ding, 2. Dengan kata lain. Internet dapat digunakan sebagai media komunikasi dan pembelajaran elektronik. Adopsi Internet sebagai cara untuk menyampaikan materi belajar telah meningkat dalam waktu singkat. Internet memiliki pertumbuhan jumlah pengguna dan telah meningkatkan berbagai aktivitas komersial dan nonkomersial. Pesatnya perkembangan teknologi tidak hanya melihat munculnya pembelajaran di lingkungan online, tetapi juga mengubah preferensi pembelajar online tersebut tentang cara mereka mengakses sumber daya informasi (Tang & Tseng, 2. Internet juga telah menjadi aplikasi komunikasi yang layak bagi para pegiat dalam berbagai ktivitas untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam ekonomi global modern. Banyak penelitian telah menyelidiki penggunaan Internet yang EFIKASI DIRI MAHASISWA DALAM PENCARIAN INFORMASI DI WEBSITE PADA PERKULIAHAN ONLINE Herry Hermawan. Natalina Nilamsari. Hamsinah JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 96-108 digunakan untuk pencarian informasi, pencarian produk, belanja, pengiriman ecard, perbankan online, pembayaran tagihan, email dan chatting, mendengarkan musik, dan bermain game, dan lainnya. Tidak diragukan lagi bahwa penggunaan Internet dapat meningkatkan jumlah orang yang berpartisipasi. Hingga kuartal pertama tahun 2019 saja, sekitar 171 juta orang telah mengakses internet di Indonesia dan selama tahun 2000 hingga 2020, jumlah pengguna Internet tumbuh 560 persen. (Internet World Stats. Sedangkan pada Januari 2019, terdapat hampir 4,4 miliar pengguna internet aktif atau setara dengan 57% populasi global (Pensworth, 2. Indonesia menduduki peringkat keempat dengan jumlah pengguna internet terbanyak di dunia. Khususnya. Indonesia, negara terpadat keempat di dunia, saat ini menjadi yang terakhir dari lima pasar e-commerce teratas Asia berdasarkan penjualan (Kuo, 2. Meskipun banyak literatur saat ini mengakui kemampuan Internet sebagai alat atau media pembelajaran yang menawarkan potensi dan keuntungan besar, tetapi kurang diketahui tentang keyakinan diri untuk menggunakan Web, khususnya pada para peserta didik yang mengikuti pembelajaran secara online. Dengan kata lain, efikasi diri dalam pencarian informasi elektronik dapat secara langsung memengaruhi kepercayaan diri siswa, yang pada gilirannya memengaruhi pembelajaran dan kinerja Sementara penelitian umum tentang efikasi diri sangat penting, penelitian yang berfokus secara khusus pada hubungan antara efikasi diri untuk pembelajaran online dan keterampilan pencarian informasi pembelajar jarak jauh belum mendapatkan cakupan yang luas. Salah satu kerangka teoretis yang berhasil untuk menguji kepercayaan terhadap kemampuan diri ini terutama untuk memenuhi kebutuhan informasi yaitu Teori Efikasi Diri. Teori ini memiliki kedudukan yang cukup besar dalam psikologi sosial, yang pertama kali dikemukakan oleh Albert Bandura pada tahun 1977, kaitannya dengan Teori Kognisi Sosial (Haggbloom, 2. Efikasi diri berarti apa yang dapat dilakukan seseorang dalam serangkaian perilaku tergantung pada keyakinannya tentang dirinya sendiri dalam kaitannya dengan keberhasilan penyelesaian tindakan yang ada. Keyakinan efikasi diri ini bergantung pada pengetahuan seseorang tentang mekanisme Auapa yang harus dilakukanAy dan Aubagaimana melakukanAy, yang sebenarnya merupakan kelebihannya (Savolainen, 2. Efikasi diri merupakan keyakinan atau perasaan, bukan keterampilan. Efikasi diri hanyalah salah satu dari sekian banyak variabel afektif yang tersedia yang bertanggung jawab atas perilaku tertentu yang kita pilih untuk diterapkan pada saat Di sisi lain, keterampilan pencarian informasi sangat penting (Kurbanoglu. Pencarian informasi adalah upaya sadar untuk memperoleh informasi sebagai respons terhadap kebutuhan dan dapat dilihat sebagai proses aktif dimana individu berinteraksi dengan lingkungan mereka pengetahuan mere (Marchionini 1995. Case Dengan demikian, efikasi diri memiliki peran penting, terutama di media baru dan lingkungan informasi. Artina, perilaku pencarian informasi apa pun yang dilakukan akan didorong oleh perasaan di mana perasaan itu bisa berupa kepercayaan diri, kecemasan, ketidakpastian, optimisme, dan perasaan serupa lainnya. Oeh karena itu bagaimana efikasi diri, yang merupakan komponen afektif, memengaruhi pemikiran kognitif dan eksekusi sensori motorik seseorang (Nahl 2. Walaupun studi tentang peran pengaruh dalam pencarian informasi cukup baru, tetapi saat ini penelitian di bidang ini sedang banyak dilakukan. Sebagian besar EFIKASI DIRI MAHASISWA DALAM PENCARIAN INFORMASI DI WEBSITE PADA PERKULIAHAN ONLINE Herry Hermawan. Natalina Nilamsari. Hamsinah JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 96-108 studi di bidang efikasi diri telah dilakukan oleh para peneliti dalam beberapa tahun terakhir, di antaranya De Meulemeester . Ia meneliti mengenai peran efikasi diri literasi informasi dalam pembelajaran dan prestasi pendidikan mahasiswa. Hasil penelitiannya menunjukkan, tes peningkatan literasi informasi mahasiswa tidak berubah setelah tahun kedua sementara efikasi diri literasi informasi mereka meningkat dengan menaikkan tingkat pendidikan mereka. Penelitian lain yang serupa juga telah dilakukan oleh Ross. Perkins & Bodey . yang mengeksplorasi hubungan antara efikasi diri literasi informasi, motivasi akademik, dan pekerjaan di antara para Temuannya menunjukkan adanya huungan yang signifikan antara jumlah waktu yang dihabskan untuk belajar dengan efikasi diri literasi informasi, dan memperlihatkan pentingnya motivasi dalam literasi informasi efikasi diri. Tang & Tseng . , dalam penelitiannya, menemukan hubungan yang signifikan antara efikasi diri untuk mencari pembelajaran online, serta antara efikasi diri untuk mencari informasi dan efikasi diri untuk manipulasi informasi. Mahasiswa dengan efikasi diri pencarian informasi yang tinggi, lebih cenderung menggunakan mahasiswa dengan efikasi diri yang rendah, lebih sering memilih mesin pencari Penelitian lain tentang perilaku pencarian informasi, khususnya informasi digital, juga telah banyak dilakukan oleh para peneliti. Francis . fokus pada studi yang menggambarkan pencarian informasi perilaku fakultas ilmu sosial di University of the West Indies (UWI). Salah satu temuannya yaitunilmuwan sosial lebih memilih artikel jurnal dalam format elektronik daripada cetak. Penelitian lainnya dilakukan oleh Ellis Oldman informasi para peneliti dalam bidang sastra Inggris di universitas-universitas Inggris. Artikel rekomendasi untuk studi lebih lanjut penggunaan sumber daya elektronik dalam kaitannya untuk literasi informasi dan Bronstein dan Tivian . telah mempelajari konsep dalam kelompok informasi dan ilmu perpustakaan. Temuan penelitiannya menyiratkan, peserta memiliki tingkat efikasi diri yang tinggi dalam mengambil informasi. Salah satu perbedaan mencolok antara penelitian ini dan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh peneliti ilmu informasi terkemuka seperti De Meulemeester . Ross. Perkins & Bodey . Tang & Tseng . Francis . Ellis dan Oldman . , dan Bronstein dan Tivian . , adalah penelitian ini mempelajari secara mendalam, dan secara secara rinci, peran kepercayaan diri dalam pencarian informasi. Juga, studi ini dilakukan terhadap mahasiswa di perguruan tinggi, bukan pada siswa SMA. Penelitian ini dimaksudkan untuk memahami bagaimana kemampuan diri mahasiswa ketika menggunakan Internet untuk mencari informasi yang berkaitan dengan perkuliahan. Secara khusus. Penelitian ini, dari konteks Teori Efikasi Diri (Self Efficacy Theor. dan Teori Pencarian Informasi (Information Seeking Theor. , menyelidiki pengaruh efikasi diri pada perilaku pencarian informasi para mahasiswa online. Oleh sebab itu, pertanyaan penelitian adalah sebagai berikut: Apakah efikasi diri berpengaruh terhadap perilaku pencarian informasi di Website pada perkuliahan online? Dari segi teori, penelitian ini memberikan landasan teoritis untuk lebih memahami kepercayaan diri mahasiswa ketika menggunakan Internet saat mencari informasi secara online. Penelitian ini juga memberikan pemahaman empiris tentang pengaruh struktur efikasi diri pada perilaku pencarian informasi secara online. Dari segi EFIKASI DIRI MAHASISWA DALAM PENCARIAN INFORMASI DI WEBSITE PADA PERKULIAHAN ONLINE Herry Hermawan. Natalina Nilamsari. Hamsinah JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 96-108 praktik, penelitian ini memberikan implikasi dan arah strategis bagi perkembangan pembelajaran online di Indonesia. Hasil penelitian ini juga dapat memberikan wawasan yang berharga bagi para ahli komunikasi khususnya, para spesialis informasi, psikolog, perancang sistem informasi, dan juga pengguna umumnya. Istilah efikasi diri atau self-efficacy pertama kali diciptakan oleh psikolog Albert Bandura seorang psikolog Kanada-Amerika dan seorang profesor di Universitas Stanford. Menurut Bandura efikasi diri . merupakan seperangkat keyakinan orang untuk melakukan kontrol atas fungsi mereka sendiri dan atas peristiwa yang memengaruhi kehidupan mereka. Dengan seperangkat keyakinan ini seseorang menentukan seberapa baik seseorang dapat melaksanakan rencana tindakannya. Dalam istilah yang lebih sederhana, efikasi diri kemampuan mereka untuk berhasil dalam situasi tertentu (Lopez-Garrido, 2. Menurut Kolbe . kepercayaan pada kemampuan sendiri dapat menjadi vital dalam mengukur kekuatan kognitif. Kolbe percaya, efikasi diri melibatkan tekad dan Dengan demikian, efikasi diri dapat memberikan dasar untuk motivasi, kesejahteraan, dan pencapaian pribadi. Menurut Riopel . , efikasi diri berkenaan dengan: Intelektuaal, keluarga, pendidikan, professional, sosial, religious, erotis, moral, standar hidup, dan kesehatan. Jika intelektualnya tinggi berarti subjek puas dengan kinerja intelektual dan tingkat Begitu juga keluarga kelas atas berarti subjek percaya, keluarga mereka mempercayai mereka dan menawarkan dukungan sosial dan emosional yang Pendidikan tinggi berarti subjek puas dengan pendidikan yang mereka terima, sedangkan profesional berkenaan dengan Jika pribadinya tinggi berarti subjek merasa puas dengan posisi profesionalnya oleh rekan kerja. Begitu juga kesosialan yang tinggi berarti seseorang puas dengan status dan pengakuan sosialnya. Selanjutnya religius berarti seseorang berdamai dengan keilahian dan keyakinannya. Adapun erotis berkenaan dengan aspek moral. Jika moralnya tinggi berarti seseorang puas dengan kehidupan intim mereka. Orang yang bermoral tinggi juga berarti orang ini berdamai dengan keputusan dalam hal yang baik dan yang jahat. Berikutnya standar hidup yang tinggi berarti kepuasan dengan kesejahteraan pribadi. Kesehatan yang tinggi berarti seseorang merasa baik secara fisik dan emosional. Efikasi diri dan pencarian informasi saling terkait. Konsep ini merupakan konsep terpadu yang berkaitan dengan keyakinan menggunakan, berbagi dan mengevaluasi informasi (Kanjiani, 2. Menurut Keshavarz et al. dimensi paling penting dari pencarian informasi yaitu, pengenalan . , penemuan . , penilaian . , penafsiran . , penyampaian . Determinan pokok lainnya dikemukakan oleh Sommer et el. sebagai berikut, batasan kebutuhan informasi . , pengenalan strategi pencarian . , penemuan dan pengaksesan sumber . ocating & accessin. , penilaian dan pemahaman informasi . ssessing & comprehendin. , penafsiran, pensintesisan, dan penggunaan informasi . nterpreting, synthesizing & usin. , penyampaian informasi . dan pengevaluasian produk serta proses . Ge . menggambarkan enam karakteristik mendasar dari pencarian informasi yang dipraktikkan oleh para ilmuwan sosial: . memulai, . mengikat, . menjelajah, . membedakan, . memantau, dan . Memulai mengacu pada pola pencarian informasi dari EFIKASI DIRI MAHASISWA DALAM PENCARIAN INFORMASI DI WEBSITE PADA PERKULIAHAN ONLINE Herry Hermawan. Natalina Nilamsari. Hamsinah JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 96-108 peneliti yang mulai bekerja di area baru. Mengikat menggambarkan proses mengikuti rantai kutipan atau bentuk lain dari hubungan referensial antara bahan atau sumber yang diidentifikasi selama aktivitas "permulaan". Menjelajah didefinisikan sebagai "pencarian semi-terarah atau semiterstruktur di area yang berpotensi menarik. Membedakan "pengidentifikasian seperangkat sumber yang berbeda dari bahan yang terkandung di Memantau merujuk pada kegiatan yang terbatas pada orang-orang yang mengikuti perkembangan dalam bidang tertentu. Menggali mengacu pada aktivitas menelusuri sumber tertentu dan secara selektif mengidentifikasikan bahan yang relevan dari sumber itu. Menurut Ellis . ketika seseorang mencari informasi, maka perlu didukung oleh kemampuan yang tersedia di browser Web. Dengan demikian, seseorang dapat memulai berselancar di Web dari salah satu dari beberapa situs Web favorit . mengikuti tautan hypertext ke sumber informasi terkait . memindai halaman Web dari sumber yang dipilih . kemudian menandai sumber yang berguna untuk referensi . lalu memberi tahu pengguna tentang informasi atau perkembangan baru . dan mencari sumber atau situs tertentu untuk semua informasi di situs . Berdasarkan alur pemikiran ini, peneliti mengemukakan hipotesis berikut: H1: Efikasi diri mahasiswa memengaruhi perilaku pencarian informasi. H0: Efikasi diri mahasiswa tidak memegaruhi perilaku pencarian informasi. Efikasi Diri Pencarian Informasi Gambar 1. Kerangka kerja penelitian Model yang diusulkan seperti yang disajikan pada Gambar. 1 didasarkan pada kajian teoritik dan temuan-temuan penelitian sebelumnya, tetapi tidak dimaksudkan untuk Model ini mungkin dapat digunakan dalam pengembangan teori yang berkaitan dengan efikasi diri dan pencarian Model ini terdiri dari dua Model ini menunjukkan bagaimana variabel efikasi diri memengaruhi variabel perilaku pencarian informasi mahasiswa. Model tersebut juga menunjukkan, perilaku diperlakukan secara terpisah, dan tidak menutup kemungkinan ada faktor lain yang memengaruhi perilaku pencarian informasi. METODOLOGI PENELITIAN Populasi target adalah individu dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moesttopo (Beragam. Internet Oleh karena itu sampel target harus mahasiswa yang telah dan/atau sedang melakukan pembelajaran online. Dalam penelitian ini, peneliti memilih teknik convenience sampling. Kuesioner dirancang sesuai dengan survei online di google form. Google form dibagikan kepada anggota beberapa grup WhatsApp. Meskipun para mahasiswa berada di Kota Jakarta, tetapi bukan berarti mereka tinggal Di Jakarta. Hanya responden yang telah mengisi kuesioner yang akan diperhitungkan sebagai survei yang valid. Hingga batas waktu yang telah ditentukan ada 58 responden yang mengisi kuesioner. Penelitian penelitian survei untuk menguji pengaruh efikasi diri terhadap perilaku pencarian informasi di Website pada perkuliahan Survei dibagi menjadi tiga bagian dengan 21 pertanyaan yang dibagikan kepada responden penelitian, informasi demografis, efikasi diri, dan pencarian informasi. Bagian mengidentifikasi latar belakang sosio- EFIKASI DIRI MAHASISWA DALAM PENCARIAN INFORMASI DI WEBSITE PADA PERKULIAHAN ONLINE Herry Hermawan. Natalina Nilamsari. Hamsinah JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 96-108 demografi responden seperti jenis kelamin dan latar belakang sekolah. Bagian kedua dari kuesioner meneliti efikasi diri. Bagian ini mengkaji kepercayaan diri pada kemampuan seseorang untuk melakukan perilaku pencarian informasi. Aspek yang diukur berkenaan dengan intelektual, keluarga, pendidikan, professional, social, religious, erotis, moral, standar hidup, dan kesehatan (Riopel, 2. Bagian ketiga meneliti tentang perilaku pencarian informasi berkenaan dengan keterampilan dalam mencari informasi. Bagian ini terdiri dari pengenalan, penemuan, penilaian, pengevaluasian (Keshavarz et al. Skala pengukuran menggunakan Skala Likert dengan format 5 poin, yakni "1"--sangat tidak setuju dan "5"--sangat Butir-butir ini dimasukkan dalam satu pengukuran untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen. Pemprosesan dan analisis data dengan menggunakan SPSS, termasuk analisis korelasi dan regresi, diterapkan untuk mengukur efikasi diri, dan pencarian Pertama, analisis deskriptif dilakukan untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan profil demografi Kedua, uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas kuesioner yang digunakan untuk mengukur variabel efikasi diri dan variabel pencarian informasi. Ketiga, dilakukan analisis korelasi untuk menguji keeratan hubungan antara variabel variabel efikasi diri dan variabel pencarian informasi. Keempat, analisis regresi linier sederhana dilakukan untuk mengkaji arah hubungan antara variabel efikasi diri dan variabel pencarian informasi, apakah positif atau Analisis regresi juga digunakan untuk memprediksi nilai dari variabel pencarian informasi apabila nilai variabel efikasi diri mengalami kenaikan atau Kelima, digunakan untuk menentukan apakah data sampel diambil dari populasi yang berdistribusi normal. Keenam, pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah hipotesis didukung atau tidak Kelima. Pembahasan dan kesimpulan disajikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Demografi Respoden Dalam penelitian ini, mayoritas responden (N=. yang sebelumnya pernah belajar online adalah laki-laki . ,8%). Secara khusus, studi saat ini menemukan bahwa mayoritas mahasiswa (N=. yang belajar online di Fakultas Ilmu Komunikasi. Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragam. , memiliki latar belakang pendidikan menengah umum (SMU) . ,1%) seperti ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. Demografi Responden Variabel demografik Jenis kelamin Latar Belakang Sekolah Deskripsi Laki-laki Perempuan SMK (SMEA) SMK (STM) SMU Lain-lain Persen Sumber: Hasil olahan data penelitian, 2022. EFIKASI DIRI MAHASISWA DALAM PENCARIAN INFORMASI DI WEBSITE PADA PERKULIAHAN ONLINE Herry Hermawan. Natalina Nilamsari. Hamsinah JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 96-108 Uji Valditas dan Uji CronbachAos alpha Tabel 2. Uji Validitas dan CronbachAos alpha Variabel Efikasi Diri Pencarian Informasi Item Validitas Pencapaian sebagian besar tujuan Kemampuan menyelesaikan tugas Perolehan hasil yang penting Keberhasilan setiap usaha Keberhasilan mengatasi tantangan Melakukan tugas yang berbeda Melakukan tugas dengan sangat baik Tampil baik menghadapi kesulitan Memikirkan dulu jenis informasi Mengidentifikasikan poin penting Mengidentifikasikan sumber informasi Membatasi sttrategi pencarian Memulai strategi pencarian Menemukan informasi yang dicari Menggunakan berbagai sumber Menggunakan pencarian Inteernet Menentukan keandalan informasi Menggabungkan ide-ide utama CronbachAos Alpha Sumber: Hasil olahan data penelitian, 2022. Tabel 2 menunjukkan indikator efikasi diri berkisar antara 0,454 hingga 0,767 lebih besar dari r tabel = 0,2586 (N=58-2. , dan masingmasing dinyatakan valid. CronbachAos Alpha dihitung untuk setiap faktor, dan masingmasing ditemukan reliabel . = 0,454, 0,767, 0,600, 0,683, 0,690, 0,715, 0,756, dan 0,. Validitas informasi berkisar antara 0,409 hingga 0,796 lebih besar dari r tabel = 0,2586 (N=58-2. , dan masing-masing dinyatakan CronbachAos Alpha dihitung untuk setiap faktor, dan masing-masing ditemukan reliabel . = 0,726, 0,787, 0,796, 0, 737, 0,717, 0,703, 0,600, 0,409, 0,584, dan 0,. Tabel 2 juga menunjukkan nilai reliabilitas variabel efikasi diri CronbachAos Alpha = 0. 831 > dari nilai r tabel = 0,2586, dan lebih besar dari nilai tingkat keandalan Cronbach's Alpha minimum sebesar 0,70/0,700 yang ditetapkan oleh Eisingerich dan Rubera . Begitu juga, untuk variabel pencarian informasi CronbachAos Alpha = 0. 859 > dari nilai r tabel = 0,2586, dan lebih besar dari nilai tingkat keandalan Cronbach's Alpha minimum sebesar 0,70/0,700, yang ditetapkan oleh Eisingerich dan Rubera . Dengan demikian nilai reliabiitas variabel efikasi diri dan pencarian informasi, reliabel. Analisis Korelasi Koefisien korelasi memiliki nilai antara 0 dan 1 dan semakin dekat nilainya dengan 1, semakin kuat hubungannya. Tabel 3 menunjukkan hubungan antara variabel efikasi diri dengan pencarian informasi r = 0,643 yang merupakan hubungan positif yang kuat. Walaupun demikian koefisien determinasinya menunjukkan angka 0. Artinya variabel pencarian informasi dipengaruhi oleh variabel efikasi diri sebesar 41,3% 58,7%, dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. EFIKASI DIRI MAHASISWA DALAM PENCARIAN INFORMASI DI WEBSITE PADA PERKULIAHAN ONLINE Herry Hermawan. Natalina Nilamsari. Hamsinah JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 96-108 Tabel . Analisis Korelasi Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Predictors: (Constan. Efikasi_Diri Sumber: Hasil olahan data penelitian, 2022. Uji Normalitas Uji Uji Kolmogorov Smirnov Satu Sampel (OneSample Kolmogorov Smirnov Tes. untuk distribusi normal menunjukkan p = 0,916 lebih besar dari p > 0,05, dan karenanya dapat diasumsikan data berdistriusi normal (Tabel . Analisis Regresi Analisis regresi adalah seperangkat metode statistik yang digunakan untuk memperkirakan hubungan antara variabel Tabel 4. Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Unstandardized Predicted Value ,557 ,916 Sumber: Hasil olahan data penelitian, 2022. dependen dan satu atau lebih variabel Analisis ini dapat digunakan untuk menilai kekuatan hubungan antar variabel dan untuk memodelkan hubungan masa depan di antara mereka. Tabel 5. Uji Koefisien Korelasi dan Determinasi Model Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. Dependent Variable: Information Seeking Tabel 5 menunjukkan, jika variabel lain dianggap konstan, pencarian informasi akan meningkat sebesar 0,795 efikasi diri. Efikasi Diri R2 = 0. Pencarian Informasi Bentuk umum dari uji regresi dasar persamaan berikut: Y = a bX Dimana: X = Efikasi diri Y = Pencarian informasi Y = 14,602 0. EFIKASI DIRI MAHASISWA DALAM PENCARIAN INFORMASI DI WEBSITE PADA PERKULIAHAN ONLINE Herry Hermawan. Natalina Nilamsari. Hamsinah JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 96-108 Uji Hipotesis Table 6. Pengukuran Efikasi Diri dan Pencarian Informasi Hipotesis Bobot Regresi B coefficients Efikasi Diri Ie Pencarian Informasi p-value Didukung/Tidak Didukung Sumber: Hasil olahan data penelitian, 2022. Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah hipotesis yang diajukan berdasarkan tinjauan dari literatur yang ada didukung atau tidak. Hipotesis nol dalam penelitian ini menyatakan, efikasi diri mahasiswa tidak berpengaruh terhadap perilaku pencarian informasi. Berdasarkan hasil penelitian (Tabel . diketahui nilai signifikasi (Sig. ) sebesar 0,000 lebih kecil dari < 0,05, sehingga dapat disimpulkan. H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti Auada pengaruh efikasi diri mahasiswa terhadap perilaku pencarian Ay Pembahasan Efikasi diri berarti apa yang dapat dilakukan seseorang dalam serangkaian perilaku tergantung pada keyakinannya tentang dirinya sendiri dalam kaitannya dengan keberhasilan penyelesaian tindakan yang ada. Keyakinan efikasi diri ini bergantung pada pengetahuan seseorang tentang mekanisme apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya, yang sebenarnya merupakan kelebihannya (Savolainen, 2. Dengan menerapkan Teori Efikasi Diri (Self Effication Theor. (LopezGarrido, 2020. Kolbe, 2009. Riopel, 2. dan Teori Pencarian Informassi (Information Sseeking Theor. (Keshavarz et al. , 2016. Ge, 2. , penelitian ini berupaya mengeksplorasi pengaruh efikasi diri terhadap pencarian informasi di Web pada Penelitian mempelajari secara mendalam, dan secara secara rinci, peran kepercayaan diri dalam pencarian informasi. Secara khusus, pencarian informasi ini dieksplorasi sebagai konsekuensi dari adanya efikasi diri pada perkuliahan online. Studi ini menyimpulkan skor ratarata keterampilan mencari informasi adalah 3,99 sedangkan skor efikasi diri adalah 3,93. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan antara keterampilan mencari informasi dengan efikasi diri . = 0,643. P < 0,. Kendati demikian, besaran pengaruh efikasi diri terhadap pencarian informasi sebesar 41,3%. Temuan ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Keshavarz et al. yang juga menunjukkan semakin tinggi efikasi diri semakin tinggi pula keberhasilan pencarian informasi yang diharapkan. Studi ini menemukan, efikasi diri berperan penting dalam memengaruhi perilaku pencarian informasi dalam pembelajaran online. Mahasiswa dengan efikasi diri yang tinggi menunjukkan pengetahuan yang unggul tentang pemilihan sumber daya digital. Dengan demikian, efikasi diri berperan penting dalam memengaruhi perilaku pencarian informasi dalam pembelajaran online. Hasil ini searah dengan hasil penelitiannya Tang & Seng . yang mengungkapkan, pembelajar jarak jauh yang memiliki efikasi diri yang lebih tinggi memiliki kecakapan mencari informasi yang lebih tinggi dalam pembelajaran online. Selain itu mahasiswa dengan efikasi diri yang tinggi menunjukkan pengetahuan yang unggul tentang pemilihan sumber daya Walaupun efikasi diri memiliki pengaruh yang positif terhadap keterampilan EFIKASI DIRI MAHASISWA DALAM PENCARIAN INFORMASI DI WEBSITE PADA PERKULIAHAN ONLINE Herry Hermawan. Natalina Nilamsari. Hamsinah JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 96-108 pencarian informasi, tetapi Tuncer & Balci . mencatat, pengaruhnya terhadap Hasil penelitian ini mencerminkan pentingnya mempelajari perilaku pencarian informasi oleh mahasiswa untuk membantu mereka meningkatkan keterampilan mencari dan mengevaluasi informasi yang mereka Menurut Sommer et al. ada model empat tahapan dalam pencarian informasi sebagai berikut: . Memulai strategi pencarian, . Menilai dan memahami informasi, . Menafsirkan, mensintesis, dan menggunakan informasi, dan . Mengevaluasi produk dan proses. Sejalan dengan hasil yang diperoleh. Kanjiani . keterampilan mencari informasi harus dimasukkan dan dipraktekkan dalam penelitian serta mahasiswa harus termotivasi untuk mengambil bagian dalam proyek penelitian untuk meningkatkan efikasi diri . menambahkan, sumber daya informasi elektronik memengaruhi proses pencarian informasi dalam ilmu-ilmu sosial dan Menurut Kiliy-yNakmak . , agar berhasil dalam lingkungan pembelajaran jarak jauh, mahasiswa harus belajar cara menjadi orang yang melek pembelajaran yang tepat dan menjaga motivasi mereka tetap tinggi dalam proses Oleh karena itu. Koohang . menyarankan agar disediakan pula aksesibilitas tinggi dan fleksibilitas untuk mengumpulkan informasi. Studi ini memberikan implikasi untuk e-learning yang berurusan dengan layanan pendidikan. Pertama, informasi elektronik harus memberikan informasi yang berguna kepada peserta didik online. Kedua, e-lecturer harus mendidik membuat peserta didik online merasa senang dengan cara belajar secara online, karena nilai AohiburanAo dapat menjadi faktor pendorong penting dari sikap peserta didik terhadap belajar secara online, yang dapat menyebabkan peserta didik lebih puas dan senantiasa bergairah untuk kembali belajar secara online. Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi pada literatur sejauh yang kami ketahui. Studi ini, dimaksudkan untuk menyelidiki konsekuensi dari sikap terhadap belajar secara online. SIMPULAN Secara menunjukkan Teori Efikasi Diri dan Teori Pencarian Informasi menjelaskan dengan baik perilaku peserta didik online dalam memenuhi kebutuhan informasi secara Pertama, dari konteks Teori Efikasi Diri dan Teori Pencarian Informasi, pemahaman empiris tentang pengaruh efikasi diri terhadap perilaku pencarian informasi di Web pada perkuliahan online. Kedua, dari konteks budaya, penelitian ini telah berkontribusi pada berkembangnya Teori Efikasi Diri dan Teori Pencarian Informasi, khususnya dalam belajar secara online di negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian di masa depan harus mengumpulkan data kualitatif yang dapat digunakan untuk lebih memahami alasan pembelajar jarak jauh untuk tidak memilih sumber perpustakaan digital dalam pencarian informasi mereka, dan bagaimana informasi yang tidak memadai dari sumber lain mempengaruhi kinerja mereka pada proyek kursus. Selain itu, persepsi pembelajar jarak jauh tentang pembelajaran dan prosedur yang mereka gunakan untuk memproses informasi untuk proyek pembelajaran online mereka juga harus Hasil penelitian ini juga menyiratkan arah baru untuk penelitian lebih lanjut yang harus mencakup dimensi budaya untuk menghasilkan konteks yang lebih baik untuk EFIKASI DIRI MAHASISWA DALAM PENCARIAN INFORMASI DI WEBSITE PADA PERKULIAHAN ONLINE Herry Hermawan. Natalina Nilamsari. Hamsinah JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 96-108 Penelitian mengevaluasi dan menganalisis literatur tentang Teori Efikasi Dirri dan Teori Pencarian Informasi dari perbedaan budaya. Oleh karena itu, disarankan penelitian masa depan dapat direplikasi di negara-negara Asia lain atau populasi lain untuk melihat apakah hubungan yang diusulkan masih berlaku dan untuk mengidentifikasikan perbedaan budaya yang dapat berdampak pada pembentukan sikap dan niat peserta didik terhadap belajar secara online. Peneliti, berdasarkan hasil penelitian, menyarankan agar pihak perguruan tinggi dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan belajar secara online yang menyenangkan dan menguntungkan para peserta didik, yang dapat memacu para peserta didik untuk terus menerus mencari informasi tentang perkuliahan yang diikutinya. DAFTAR PUSTAKA