DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Pengaruh Flash Sale dan Gratis Ongkir Terhadap Impulse Buying pada Produk Facetology Di Shopee Dea Afriani, 2Asma Zahroh Fauziyah, 3Ratih Pratiwi Prodi Manajemen. Universitas Wahid Hasyim. Semarang E-mail: 1deaafri16@gmail. com, 2asmazahroh2@gmail. com, 3rara@unwahas. ABSTRAK Pertumbuhan e-commerce di Indonesia mendorong semakin intensifnya strategi promosi digital, seperti Flash Sale dan Gratis Ongkir, yang kerap memicu perilaku Impulse Buying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Flash Sale dan Gratis Ongkir terhadap perilaku Impulse Buying konsumen produk Facetology di Shopee. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap impulse buying, dengan Flash Sale sebagai faktor yang lebih dominan. Secara simultan, keduanya mampu menjelaskan 95,4% variasi perilaku impulse buying. Kata kunci : Impulse buying, flash sale, gratis ongkir ABSTRACT The growth of e-commerce in Indonesia has led to more intensive digital promotion strategies, such as Flash Sales and Free Shipping, which often trigger impulse buying behavior. This study aims to determine the effect of Flash Sales and Free Shipping on the impulse buying behavior of Facetology product consumers on Shopee. The method used is a quantitative approach with purposive sampling of 100 respondents. Data was collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The results show that both variables have a significant effect on impulse buying, with Flash Sales being the more dominant factor. Simultaneously, both variables explain 95. 4% of the variation in impulse buying behavior. Keyword : Impulse buying, flash sale, free shipping Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. PENDAHULUAN Perkembangan e-commerce Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Menurut laporan e-Conomy SEA 2022 yang diumumkan oleh (Baijal et al. , 2. , nilai ekonomi digital Indonesia pada tahun 2022 tercatat USD diproyeksikan meningkat hingga USD 130 miliar pada tahun 2025. Laju pertumbuhan ini terutama ditopang oleh meningkatnya aktivitas belanja daring melalui marketplace besar, salah satunya Shopee. Permintaan yang semakin meningkat terhadap produk perawatan kulit telah menyebabkan persaingan di sektor bisnis menjadi semakin sengit. Para pelaku usaha senantiasa berupaya menonjolkan keunggulan produk mereka untuk memperoleh posisi yang lebih superior. Saat ini, berbagai merek produk perawatan kulit terus bermunculan di pasar, sehingga industri ini pun semakin (Sari, 2. Salah satu merek perawatan kulit asal Indonesia adalah Facetology, sebuah merek lokal yang baru didirikan pada Merek ini menawarkan beragam produk perawatan kulit, seperti sunscreen, facial gel cleanser, micellar water, moisturizer, dan toner. Pada tahun 2022. Facetology kerap muncul di akun TikTok milik influencer terkemuka di Indonesia. Produk lokal ini datang dengan motto "New era of your dream sunscreen", di mana sunscreen menjadi produk terlarisnya karena dikenal sebagai hybrid (Dewi et al. , 2. Program promosi semacam flash sale dan pembebasan biaya pengiriman di platform e-commerce pada dasarnya bertujuan untuk memberikan manfaat bagi konsumen, terutama melalui harga yang lebih terjangkau dan penghematan dalam biaya pembelian secara keseluruhan. Akan tetapi, dalam kenyataannya, inisiatif tersebut kerap kali justru menghasilkan dampak yang bertentangan dengan tujuan Dalam konteks ini, populasi tidak terbatas pada manusia semata, melainkan juga mencakup berbagai objek serta elemen-elemen alam lainnya. samping itu, promosi tidaklah sekadar tawaran diskon harga untuk periode singkat beserta layanan pengiriman . ahyaning utami, citra savitri, 2. mengungkapkan konsumen yang semula tidak memiliki rencana untuk membeli produk dapat terpikat untuk melakukan pembelian ketika tersedia penawaran flash sale atau pembebasan biaya pengiriman. Fenomena tersebut juga konsisten dengan pengamatan di lapangan, di mana promosi pada platform e-commerce terbukti memicu pola belanja impulsif yang sering kali menimbulkan penyesalan setelah transaksi selesai. (DetikFinance, 2. Flash sale memiliki peran penting dalam prilaku impulse buying. Flash sale atau penawaran khusus dapat membuat konsumen merasa tertekan untuk segera membeli sebelum penawaran berakhir. Perubahan ini menunjukan betapa besar pengaruh teknologi dan flash sale dalam membentuk prilaku konsumen saat ini. (Soleha & Permadi, 2. Program promosi berupa flash sale dan tageline AuGratis OngkirAy yang ditawarkan Shopee terbukti mampu menarik perhatian konsumen untuk melakukan pembelian secara impulsif. Konsumen yang pada awalnya tidak berniat membeli produk dalam periode flash sale, sering kali terdorong melakukan transaksi setelah memperoleh informasi produk dan menilai kesesuaiannya dengan kebutuhan Selain itu, tageline AuGratis OngkirAy juga menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan pembelian, karena konsumen merasa pengeluaran mereka berkurang ketika tidak perlu menanggung biaya pengiriman. (Ahmad Syauqi. Fauzi Arif Lubis, 2. Menurut penelitian (Renita & Astuti, 2. , flash sale memang bisa memicu Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. pembelian impulsif, tetapi penelitian tersebut hanya mencakup efek dalam jangka pendek dan belum membahas dampaknya dalam jangka panjang. Peneliti lain, (Oktavyana et al. , 2. juga mengemukakan pengaruh gratis ongkir terhadap impulse buying, tetapi penelitian mereka masih terbatas dalam mekanisme psikologis serta efek jangka Situasi ini menunjukkan perlunya penelitian lanjutan yang lebih luas agar strategi promosi e-commerce bisa lebih efektif dan berkelanjutan. Berdasarkan uraian diatas, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh flash sale dan gratis ongkir terhadap impulse buying konsumen pada produk facetology di shopee. LANDASAN TEORI Impulse buying didefinisikan sebagai jenis pembelian yang tidak direncanakan, yang muncul akibat paparan terhadap stimulus tertentu dan diputuskan secara spontan pada saat itu juga. Pascamelakukan cenderung mengalami respons emosional. (Ittaqullah et al. , 2. Baumeister dalam (Sari, 2. menambahkan bahwa impulse buying adalah dorongan yang tiba tiba datang untuk membeli barang, dimana pembelian ini tidak direncanakan atau tidak ada niat awal untuk membelinya, sehingga konsumen akan melakuakan pembelian atas dasar dorongan tanpa memikirkan dampak Berdasarkan Definisi tersebut, dapat diketahui ada empat karakteristik dari Impulse Buying, yaitu : Spontanitas, ketidakpeduliaan akan akibat (Rock dan Fisher dalam (Sari, 2. Flash sale dapat didefinisikan penawaran dalam jangka waktu yang terbatas untuk produk tertentu dengan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 tujuan agar pelanggan membeli suatu produk (Agrawal & Sareen, 2. Flash sale, atau yang sering disebut penjualan kilat, merupakan perkembangan dari price deals, yang menjadi salah satu instrumen promosi dalam strategi sales promotion. (Kedaton et al. , 2. Indikator Flash sale yang terdapat promosi penjualan menurut Kotler & Keller dalam (Simanjutak, 2. frekuensi promosi, kualitas promosi, waktu promosi, dan ketetapaan atau kesesuaian sasaran Gratis Ongkir adalah salah satu cara promosi yang diterapkan oleh penjual untuk menarik perhatian pembeli agar melakukan transaksi tanpa harus me mikirkan ongkos kirim. (Resta et al. mengatakan bahwa gratis ongkir merupakan jenis promosi yang diberikan oleh penjual mendorong pelanggan membeli produk secara online tanpa harus membayar biaya pengiriman. Promo ini dapat mengurangi keraguan konsumen terhadap total harga produk dan meningkatkan minat serta jumlah pembelian produk. Gratis ongkos kirim sebagai bentuk persuasif langsung dengan memanfaatkan berbagai bentuk insentif yang dapat menarik pelanggan untuk melakukan pembelian produk atau menambah jumlah barang yang akan dibeli oleh konsumen (Lubis et al. , 2. Menurut penelitian Sari & Satrio . dalam Indikator layanan gratis ongkos kirim mencakup beberapa aspek, yaitu memberikan perhatian, memiliki daya tarik, membangkitkan keinginan untuk membeli, mendorong untuk melakukan METODOLOGI Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan angka angka serta analisis Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah orang yang pernah atau menggunakan produk facetologyy di shopee. Dalam penelitian P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. ini digunakan teknik purposive sampling, yaitu metode penentuan sampel dengan cara memilih elemen populasi yang dianggap paling sesuai dengan tujuan penelitian sehingga data yang diperoleh lebih relevan. Mengingat jumlah populasi pembeli di Shopee tidak diketahui secara pasti, maka penentuan jumlah sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Lemeshow, dan diperoleh total sampel sebanyak 100 responden. 3 Uji Normalitas Tabel 3. Uji Normalitas HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Uji Validitas Validitas dan Reliabilitas dalam penelitian ini instrumen angket yang disampaikan kepada 100 responden. Dengan taraf signifikansi () = 0,05 dan jumlah sampel (N) = 100, maka derajat kebebasan . = N Ae 2 = 98, sehingga diperoleh nilai r tabel sebesar 0,1956. Tabel 1. Uji Validitas Flash Sale (X. Gratis Ongkir (X. Impulse Buying (Y) 0,963 0,919 0,929 0,944 0,980 0,951 0,952 0,975 0,967 0,918 0,967 0,955 0,1956 0,1956 0,1956 VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID 4 Uji Multikolinearitas Tabel 4. Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Realiability Statistics Impulse Buying Flash Sale Gratis Ongkir Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel VIF Flash Sale Gratis Tabel 5. Uji Regresi Linier Berdasarkan hasil uji reliabilitas di CronbachAos Alpha pada variabel Impulse Buying (Y). Flash Sale (X. Gratis Ongkir (X. lebih besar dari 0,60, maka dapat dikatakan bahwa keseluruhan item Tolerance Constant Berdasarkan multikolinearitas diketahui bahwa nilai Variabel Inflation Factors (VIF) variabel flash sale (X. dan gratis ongkir (X. Adalah 7,216 < 10 maka dapat disimpulkan data tersebut tidak terjadi 5 Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 2. Uji Reliabilitas Flash Sale Gratis Ongkir Dan Impulse Buying CronbachAos Alpha 0,965 0,954 0,968 Collinearity Statistics Ongkir 2 Uji Reliabilitas Variabel Berdasarkan hasil uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa nilai signifikasi 0,0759 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa residual berdistribusi normal. Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Constant Flash Sale Gratis Ongkir Dependent Variable: Impulse Buying Sig. Collinearity Statistics Tolera VIF Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Hasil tersebut dapat dimasukkan ke dalam rumus persamaan regresi linier berganda sehingga dapat diketahui persamaan sebagai berikut : Nilai Konstanta (Constan. : -0. Koefisiensi Regresi untuk Flash Sale (X. : 1. Koefisiensi Regresi untuk Gratis Ongkir (X. : 0. Dengan demikian, persamaan regresi linier berganda yang terbentuk dari hasil olah data ini adalah : Y = a b1 X1 b2 X2 e Y = - 0. 133 X1 0. 135 X2 Maka dapat disimpulkan bahwa : C Nilai konstanta sebesar -0,906 variabel Flash Sale (X. dan Gratis Ongkir (X. dianggap konstan pada angka 0, maka nilai Impulse Buying (Y) akan bernilai -0,906. Artinya, tanpa adanya pengaruh dari kedua variabel tersebut, kecenderungan seseorang untuk membeli impulsif cenderung rendah. C Koefisien regresi variabel Flash Sale (X. 1,133 menunjukkan bahwa Flash Sale memengaruhi Impulse Buying secara positif. Artinya, setiap peningkatan satu satuan pada Flash Sale meningkatkan Impulse Buying sebesar 1,133 dengan asumsi variabel lain tetap. C Koefisien regresi untuk variabel Gratis Ongkir (X. sebesar 0,135 juga menunjukkan pengaruh positif terhadap Impulse Buying. Artinya, setiap peningkatan satu satuan pada variabel Gratis Ongkir akan meningkatkan Impulse Buying sebesar 0,135, dengan asumsi variabel lain tetap. Dari kedua variabel bebas. Flash Sale (X. lebih berpengaruh dibandingkan Gratis Ongkir (X. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 melakukan pembelian impulsif. 6 Uji Persial (Uji . Tabel 6. Uji T Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Constant Flash Sale Gratis Ongkir Dependent Variable: Impulse Buying Sig. Collinearity Statistics Tolera VIF Berdasarkan tabel uji t hasil olah data, dapat disimpulkan bahwa: Variabel Flash Sale (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Flash Sale (X. secara parsial memiliki pengaruh yang Impulse Buying (Y). Variabel Gratis Ongkir (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,044 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Gratis Ongkir (X. secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Impulse Buying (Y). 7 Uji Simultan . Tabel 7. Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: Impulse Buying Predictors: (Constan. Gratis Ongkir. Flash Sale Hasil uji F menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Si. 000 adalah jauh lebih kecil dari Tingkat signifikasi yang di tetapkan yaitu 5% . Oleh karena itu berdasarkan kriteria statistic, dapat disimpulkan bahwa variabel Flash sale (X. dan Gratis Ongkir (X. secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel Impulse Buying (Y). P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. 8 Uji R Square / Koefisien Determinasi (R. Tabel 8. Uji R Model R Square Adjusted R Std. Error Square Estimate Predictors: (Constan. Gratis Ongkir. Flash Sale Diketahu nilai Adjusted R Square sebesar 0,954 maka memiliki arti bahwa variable flash sale dan gratis ongkir, memberikan sumbangan pengaruh secara bersama-sama sebesar 95% terhadap variable impulse buying. 9 Pembahasan Hasil penelitian ini menegaskan bahwa strategi promosi berbasis Flash Sale dan Gratis Ongkir yang diterapkan oleh Shopee memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku impulse buying Dari kedua variabel tersebut. Flash Sale terbukti lebih dominan dengan koefisien regresi sebesar 1,133 dan tingkat signifikansi 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa semakin sering konsumen terpapar promo berbatas waktu, semakin tinggi pembelian impulsif. Dalam praktiknya. Shopee secara konsisten memanfaatkan strategi berbasis scarcity dan urgency, misalnya melalui tampilan countdown timer, pembatasan stok produk, hingga penentuan slot waktu khusus seperti pukul 00, 18. 00, dan 00. Pola ini menciptakan fenomena fear of missing out (FOMO) yang terbukti efektif mendorong konsumen untuk segera melakukan transaksi tanpa banyak Dengan demikian. Flash Sale bukan sekadar potongan harga, tetapi juga merupakan mekanisme rekayasa membentuk kebiasaan belanja impulsif di platform Shopee. Sementara itu, variabel Gratis Ongkir juga berpengaruh signifikan meski dengan kontribusi lebih kecil, yakni nilai signifikansi 0,044. Program ini berfungsi sebagai pengurang hambatan tambahan dalam transaksi. Konsumen yang sensitif terhadap biaya pengiriman akan lebih pembelian ketika menemukan label AuGratis Ongkir. Ay Shopee menerapkan berbagai skema, mulai dari Gratis Ongkir tanpa syarat, hingga Gratis Ongkir dengan syarat minimum belanja tertentu, misalnya Rp0. Rp30. 000, atau Rp90. Pola ini tidak hanya mendorong konsumen menambah jumlah barang agar mencapai ambang batas, tetapi juga meningkatkan basket size sekaligus menjaga kepuasan konsumen. Di sisi lain, kerja sama Shopee dengan mitra logistik seperti J&T. SiCepat, dan Shopee Xpress memungkinkan program menguntungkan baik bagi penjual maupun konsumen. Apabila kedua strategi tersebut digabungkan, efeknya menjadi semakin Flash Sale berhasil menarik perhatian konsumen dengan menciptakan urgensi untuk segera membeli, sementara Gratis Ongkir menghapus hambatan biaya tambahan yang seringkali membuat konsumen menunda transaksi. Kombinasi keduanya menghasilkan peningkatan perilaku pembelian impulsif secara signifikan, bahkan mampu menjelaskan 95,4% variasi impulse buying dalam penelitian ini. Tidak mengherankan jika Shopee sering mengintegrasikan kedua program ini dalam kampanye besar seperti Shopee 9. 9 Super Shopping Day atau Shopee 12. 12 Birthday Sale, yang berhasil menciptakan pola belanja berulang dalam waktu singkat. Implikasi praktis dari temuan ini sangat jelas. Shopee dapat memperkuat Flash Sale dengan memperbanyak kategori produk yang ditawarkan sehingga konsumen lebih sering terpapar promo. Selain itu, personalisasi Flash Sale berdasarkan preferensi belanja pengguna melalui pemanfaatan machine learning dapat meningkatkan relevansi promosi dan efektivitas konversi. Di sisi lain, program Gratis Ongkir bisa dioptimalkan melalui Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. strategi bundling produk dengan syarat minimum belanja, sehingga tidak hanya meningkatkan frekuensi transaksi tetapi juga memperbesar nilai keranjang belanja. Kedua strategi ini juga perlu dikemas dalam kampanye terintegrasi yang ditampilkan pada notifikasi aplikasi, banner promosi, maupun media sosial agar konsumen terus merasakan urgensi sekaligus kemudahan dalam bertransaksi. Dengan demikian, penelitian ini memberikan bukti nyata bahwa strategi promosi yang menggabungkan urgensi waktu dan penghapusan hambatan biaya merupakan pendekatan yang sangat efektif dalam meningkatkan penjualan di e-commerce. Shopee dapat dijadikan sebagai contoh praktik terbaik . est practic. bagi platform e-commerce lain di Indonesia. Lebih jauh lagi, hasil ini juga memberikan panduan bagi para penjual dan UMKM yang bergabung di Shopee untuk aktif mengikuti program Flash Sale dan Gratis Ongkir, agar produk mereka tetap kompetitif di tengah dinamika perilaku belanja impulsif konsumen KESIMPULAN Penelitian ini membuktikan bahwa Flash Sale dan Gratis Ongkir berpengaruh signifikan terhadap perilaku Impulse Buying konsumen Facetology di Shopee. Di antara keduanya. Flash Sale memiliki dibandingkan Gratis Ongkir, sehingga dapat disimpulkan bahwa promosi berbatas waktu lebih efektif dalam pembelian impulsif. Secara simultan, menjelaskan sekitar 95,4% variasi perilaku pembelian impulsif, sementara sisanyadipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan penghargaan dan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 baik secara langsung maupun tidak langsung, selama proses penyusunan artikel ini. Terima kasih khusus disampaikan kepada pihak-pihak yang telah memberikan semangat, bimbingan, serta saran yang berharga, sehingga artikel ini dapat diselesaikan dengan baik. Kontribusi dan bantuan yang diberikan sangat berarti, dan tanpa dukungan tersebut, penyusunan artikel ini tidak akan berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA