Strategi Guru Dalam Motivasi Belajar Siswa (Studi Survey di SMKN 14 Jakart. Muhammad Miftahul Huda1. Mugiyono2 Universitas Islam Jakarta1, 2 Email: mmiftahulhuda333@gmail. mugiyonompdi@gmail. P-ISSN : 2745-7796 E-ISSN : 2809-7459 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi guru terhadap motivasi belajar siswa di SMKN 14 Jakarta. Motivasi belajar siswa merupakan faktor krusial dalam mencapai keberhasilan akademik, namun seringkali terkendala oleh metode pembelajaran yang monoton dan kurangnya pendekatan individual dari guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 47 siswa kelas XI sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan teknik korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif sebesar 0,678 antara strategi guru (Variabel X) dan motivasi belajar siswa (Variabel Y), yang tergolong dalam kategori cukup kuat. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa 46% variasi motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh strategi guru, sementara 54% sisanya dipengaruhi oleh faktor Temuan ini membuktikan bahwa strategi guru, seperti penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi dan pemberian umpan balik positif, secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Sekolah disarankan untuk mendukung guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan memotivasi. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan motivasi siswa di SMKN 14 Jakarta. Kata Kunci: Strategi Guru. Motivasi Belajar. Pembelajaran Inovatif. SMKN 14 Jakarta. Korelasi http://jurnal. id/index. php/aujpsi DOI : https://doi. org/10. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, tantangan dalam dunia pendidikan saat ini semakin kompleks, salah satunya adalah rendahnya motivasi belajar siswa. Motivasi belajar menjadi faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam mencapai prestasi Siswa dengan motivasi belajar yang rendah cenderung kurang aktif dalam proses pembelajaran, sering menunjukkan sikap apatis, dan sulit mencapai hasil belajar yang optimal. Faktor-faktor seperti kurangnya minat siswa terhadap materi pelajaran, metode pembelajaran yang monoton, serta minimnya Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 1, pp. 93-100, 2025 | 93 Strategi Guru Dalam Motivasi Belajar Siswa (Studi Survey di SMKN 14 Jakart. Muhammad Miftahul Huda. Mugiyono dukungan lingkungan belajar sering kali menjadi penyebab rendahnya motivasi Dalam hal ini, peran guru menjadi sangat krusial. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga dituntut mampu memotivasi siswa untuk lebih bersemangat dalam belajar. Strategi yang diterapkan guru, seperti penggunaan metode pembelajaran yang pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, dapat menjadi solusi untuk meningkatkan Namun, kenyataannya, banyak guru yang masih konvensional yang kurang menarik bagi Hal ini menjadi tantangan yang harus diatasi guna menciptakan pembelajaran yang lebih efektif. Guru adalah pencipta kehidupan siswa di masa depan. dia juga pemimpin dan pelopor dalam memberi contoh dan memberikan inspirasi atau dorongan kepada murid-muridnya (Nadiah et al. , 2023, p. Dalam proses pembelajaran, guru mempunyai peran yang sangat penting. Bagaimanapun hebatnya teknologi, peran guru tetap diperlukan. Dalam hal ini teknologi tidak mungkin bisa menggantikan peran guru. Guru diperlukan untuk membantu peserta didik agar mampu melakukan adaptasi terhadap berbagai tantangan kehidupan yang berkembang dalam dirinya (Sutikno, 2021, p. Menurut Oemar Hamalik dalam (Djarwo, 2020, p. Motivasi seseorang dapat dipengaruhi oleh dua hal, yaitu factor internal dan faktor eksternal. Faktor dari dalam . yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa diantaranya adalah fisik, intelegensi, sikap, minat, bakat, dan emosi. Dorongan dari luar diri siswa . diantaranya adalah keluarga, sekolah, dan Masyarakat. Menurut Sanjaya dalam (Suprihatin, 2015, p. , memperjelas tujuan yang ingin Tujuan yang jelas dapat membuat siswa paham kearah mana ia ingin dibawa. Pemahaman pembelajaran dapat menumbuhkan minat siswa untuk belajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar mereka. Semakin jelas tujuan yang ingin dicapai, maka akan semakin kuat motivasi belajar Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti didapatkan bahwa terdapat rendahnya motivasi belajar siswa dan masih terdapat guru yang menggunakan metode pembelajaran yang monoton. Maka perlu diadakan penelitian yang berjudul AuAnalisis Strategi Guru dalam Motivasi Belajar Siswa di SMKN 14 JakartaAy. Rumusan masalah pada dalam penelitian ini yaitu : Bagaimana strategi yang digunakan guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMKN 14 Jakarta ? . Bagaimana dampak penerapan strategi guru terhadap motivasi belajar siswa di SMKN 14 Jakarta ? Permasalahan penelitian yang diteliti yaitu strategi guru dan motivasi belajar siswa di SMKN 14 Jakarta. METODE Penulis menggunakan yaitu metode korelasional untuk melihat pengaruh anatara Variabel X (Strategi Gur. dan Variabel Y (Motivasi Belajar Sisw. Teknik digunakan ialah : Observasi Observasi merupakan suatu metode dimana peneliti mengamati objek secara langsung melalui penglihatan kemudian peneliti mengujinya untuk keperluan Angket Angket merupakan suatu teknik untuk memberikan beberapa pertanyaan tertulis kepada responden. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode angker Penelitian ini diberikan bobot oleh Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 1, pp. 93-100, 2025 | 94 Strategi Guru Dalam Motivasi Belajar Siswa (Studi Survey di SMKN 14 Jakart. Muhammad Miftahul Huda. Mugiyono peneliti terhadap setiap angketnya ialah menggunakan peraturan pengukuran skala Untuk bobot item positif, sangat setuju = 5, setuju = 4, kurang setuju = 3, tidak setuju = 2, dan sangat tidak setuju = 1. Sedangkan, untuk bobot item negatif, sangat setuju = 1, setuju = 2, kurang setuju = 3, tidak setuju = 4, dan sangat tidak setuju = 5. Tes Prestasi Tes prestasi merupakan salah satu teknik pengambilan data yang digunakan untuk Pada penelitian ini, peneliti melihat dari data nilai peserta didik pada kelas XI AKL 3 dan XI BR 2 untuk memperkuat hasil angket yang disebarkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Peneliti memperoleh analisis data tentang Strategi Guru dalam Motivasi Belajar Siswa dengan memberikan beberapa pernyataan atau angket kepada 47 siswa kelas 11 tahun ajaran 2024/2025, yang berjumlah 40 pernyataan, yang meliputi 20 pernyataan variabel X tentang pengaruh guru dan 20 pernyataan variabel Y tentang motivasi siswa. ANALISIS DATA Kemudian, data diolah dengan menggunakan metode skala likert dengan pemberian bobot pada item positif, sangat setuju = 5, setuju = 4, kurang setuju = 3, tidak setuju = 2, dan sangat tidak setuju = 1. Sedangkan, untuk bobot item negatif, sangat setuju = 1, setuju = 2, kurang setuju = 3, tidak setuju = 4, dan sangat tidak setuju = 5. Pemaparan jumlah skor dari seluruh angket yang telah diisi oleh peserta didik dapat dilihat pada table data dibawah ini : Hasil Skor dAngket Variabel X (Strategi Gur. Terhadap Variabel Y (Motivasi Belajar Sisw. VA VA 77 6400 5929 6160 90 7056 8100 7560 Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 1, pp. 93-100, 2025 | 95 Strategi Guru Dalam Motivasi Belajar Siswa (Studi Survey di SMKN 14 Jakart. Muhammad Miftahul Huda. Mugiyono JUML Peneliti menggunakan data pada tabel diatas untuk menganalisis data Strategis Guru dalam Motivasi Belajar Siswa. Kemudian peneliti membuat tabel distribusi frekuensi menggunakan langkah Ae langkah sebagai Langkah 1 : Mencari Skor Terbesar dan Skor Terkecil Dari Variabel X Skor terbesar Variabel X : 93 dan Y : 96 Skor terkecil Variabel X : 63 dan Y : 67 Langkah 2 : Mencari Rentang Kelas (R) Var. Var. 93 - 63 = 30 96 - 67 = 29 Langkah 3 : Mencari Banyak Kelas Interval (BK) Variabel X dan Y Dibulatkan = 1 3,3 log n = 1 3,3 log 47 ,6720. = 6,51792307 Langkah 4 : Mencari Panjang Kelas Panjang 4,45 Variabel BK 6,518 Langkah Membuat Tabel Distribusi Frekuensi Variabel X dan Variabel Y Distribusi Frekuensi Variabel X JUMLA KELAS INTERVA NILA TEN GAH Mengacu pada tabel skor di atas, terlihat bahwa jumlah responden terbanyak berada pada interval 93 Ae 97 dengan nilai tengah 95 sebanyak 1 orang, diikuti oleh interval 88 Ae 92 dengan nilai tengah 90 yang memiliki 7 Sementara itu, jumlah responden paling sedikit tercatat pada interval 63 Ae 67 dengan nilai tengah 65, yaitu sebanyak 2 Visualisasi data dalam bentuk grafik sebagai berikut : Grafik Frekuensi Variabel X (Strategi Gur. Interval . Panjang 4,60 5 Variabel BK 6,518 Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 1, pp. 93-100, 2025 | 96 Strategi Guru Dalam Motivasi Belajar Siswa (Studi Survey di SMKN 14 Jakart. Muhammad Miftahul Huda. Mugiyono Variabel X : OcX Variabel Y : OcY Langkah 7 : Mencari Angka Indeks Distribusi Frekuensi Variabel X KELAS NILAI INTERVAL TENGAH JUMLAH Berdasarkan data pada tabel skor di atas, dapat diketahui bahwa frekuensi tertinggi tercatat pada dua interval, yaitu 91 Ae 96 dengan nilai tengah 93,5 memiliki 7 Sementara itu, frekuensi terendah terdapat pada interval 67 Ae 70 dengan nilai tengah 68,5 yaitu sebanyak 5 responden. Grafik distribusi frekuensi dari masingmasing kelas ditampilkan sebagai berikut: Korelasi Antara Variabel X dan Y . Berdasarkan sebelumnya, diperoleh nilai korelasi antara variabel X (Strategi Gur. dan variabel Y (Motivasi Belajar Sisw. sebesar 0,678. Nilai ini menunjukkan adanya hubungan antara strategi guru dengan motivasi belajar siswa. Perhitungan diatas merupakan data analisis menggunakan korelasi pearson product moment yaitu untuk sejenis statistic Kemudian membandingkan perhitungan tersebut dengan perhitungan SPSS dengan hasil berikut: Tabel Hasil Deskriptif Statistik Variabel X Terhadap Variabel Y Langkah 6 : Mencari Rata Ae Rata (Mea. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 1, pp. 93-100, 2025 | 97 Strategi Guru Dalam Motivasi Belajar Siswa (Studi Survey di SMKN 14 Jakart. Muhammad Miftahul Huda. Mugiyono Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa rata Ae rata . untuk variabel X adalah 80,53, sedangkan untuk variabel Y adalah 81,00. Hasil ini sesuai dengan perhitungan statistik parametrik yang diperoleh pada langkah ke-6. Tabel Analisa Korelasi Variabel X Terhadap Variabel Y R disebut sebagai koefisien korelasi Nilai R dalam data di atas menunjukkan seberapa kuat hubungan antara variabel X dan variabel Y. Dari tabel tersebut, terlihat bahwa koefisien korelasi adalah sebesar 0,678. Hasil ini sejalan dengan perhitungan statistik parametrik yang ditampilkan pada langkah ke-7. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi guru terhadap motivasi belajar SMKN Jakarta mencapai 68%. R square disebut sebagai koefisien Koefisien determinasi menggambarkan seberapa besar pengaruh variabel X terhadap variasi yang terjadi pada variabel Y. Berdasarkan tabel tersebut, nilai R square (R. adalah 0,459, yang diperoleh dari pengkuadratan nilai korelasi 0,678 . ,678 y 0,678 = 0,459 atau 25%). Artinya, sebesar 46% variasi dalam motivasi belajar siswa sementara 54% sisanya dipengaruhi oleh dalam penelitian ini. Tabel Hasil Analisis Korelasi Variabel X Terhadap Variabel Y Berdasarkan hasil yang ditampilkan pada tabel di atas, diperoleh nilai korelasi sebesar 0,678 atau setara dengan 0,68. Nilai ini menunjukkan adanya pengaruh strategi guru terhadap motivasi belajar siswa di SMKN 14 Jakarta. Temuan ini diperkuat oleh nilai koefisien korelasi yang telah disesuaikan . adjusted ) sebesar 68%. INTERPRESTASI DATA Dari hasil perhitungan yang dilakukan, diperoleh nilai korelasi sebesar 0,678 yang menunjukkan adanya pengaruh strategi guru dalam motivasi belajar siswa. Hubungan antara kedua variabel tersebut dapat dipahami dengan menginterpretasikan nilai secara sederhana. Besarnya AurAy Interpretasi moment . 0,00 Ae 0,20 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi diabaikan . ianggap tidak ada korelasi antara variabel X dan variabel Y) 0,20 Ae 0,40 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang lemah 0,40 Ae 0,70 Antara variabel X dan cukupan/sedang 0,70 Ae 0,90 Antara variabel X dan Variabel Y terdapat korelasi Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 1, pp. 93-100, 2025 | 98 Strategi Guru Dalam Motivasi Belajar Siswa (Studi Survey di SMKN 14 Jakart. Muhammad Miftahul Huda. Mugiyono 0,90 Ae 1,00 yang tinggi/kuat Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang sangat tinggi/sangat Berdasarkan sebelumnya, diperoleh nilai rxy sebesar 0,678. Nilai indeks tersebut bersifat positif, yang menunjukkan adanya hubungan antara variabel X (Strategi Gur. dan variabel Y (Motivasi Belajar Sisw. , di mana strategi guru berpengaruh dalam mempengaruhi motivasi belajar siswa. Nilai rxy sebesar 0,678 berada dalam rentang 0,40 hingga 0,70 menurut pedoman pada tabel sebelumnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan antara kedua variabel berada pada kategori sedang atau cukup kuat. Untuk memahami nilai indeks korelasi AurAy product moment, dilakukan interpretasi dengan merujuk pada tabel nilai AurAy tersebut. Dalam menganalisis pengaruh antara dua variabel, digunakan dua jenis hipotesis, yaitu hipotesis alternatif (H. dan hipotesis nol (H. , dengan penjabaran sebagai berikut : Hipotesis Nihil (H. : Diasumsikan bahwa tidak ada pengaruh dari strategi guru terhadap motivasi belajar siswa. Hipotesis Alternatif (H. : Diasumsikan bahwa terdapat pengaruh strategi guru terhadap motivasi belajar siswa. Untuk menguji hipotesis, diperlukan pembuktian dengan membandingkan nilai AurAy hasil perhitungan atau nilai observasi . dengan nilai AurAy yang tercantum dalam Tabel Nilai AurAy product moment . Sebelum itu, perlu ditentukan terlebih dahulu derajat kebebasan . f atau degrees of freedo. dengan menggunakan rumus sebagai berikut: df = N - nr Keterangan : df : degress of freedom N : number of cases nr :banyaknya variabel yang dikorelasikan Jumlah peserta didik yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 47 orang (N = . Variabel yang dikorelasikan terdiri dari dua, yaitu variabel X dan Y, sehingga jumlah variabel . Dengan demikian, derajat kebebasan df = 47 Ae 2 = 45. Berdasarkan Tabel Nilai AurAy product moment, untuk df = 45, nilai AurAy pada tingkat signifikansi 5% adalah 0,288, sedangkan pada tingkat signifikansi 1% adalah 0,372. Hasil perbandingan antara nilai AuroAy dan AurtAy menunjukkan bahwa nilai AuroAy sebesar 0,678, sementara nilai AurtAy masing Ae masing adalah 0,288 pada taraf signifikansi 5% dan 0,372 pada taraf signifikansi 1%. Karena nilai ro > rt pada kedua tingkat signifikansi tersebut, maka Hipotesis Nol (H. ditolak, dan Hipotesis Alternatif (H. Ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari strategi guru terhadap motivasi belajar siswa di SMKN 14 Jakarta. PEMBAHASAN Berdasarkan interpretasi data yang telah disajikan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh strategi guru dalam motivasi belajar siswa di SMKN 14 Jakarta memiliki nilai korelasi sebesar 0,678. Nilai tersebut berada dalam rentang 0,40 Ae 0,70 yang termasuk kategori sedang atau cukup, yang mengindikasikan bahwa pengaruh strategi guru terhadap motivasi belajar mencapai sekitar 68%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi guru memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam motivasi belajar siswa SMKN 14 Jakarta. Selain itu, penerapan strategi guru yang tepat berpengaruh besar terhadap motivasi belajar siswa. Strategi yang menarik, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan siswa dapat keterlibatan aktif siswa dalam proses Ketika diperhatikan dan dihargai melalui pendekatan guru yang tepat, mereka akan lebih termotivasi untuk belajar, lebih percaya diri, dan memiliki keinginan kuat untuk mencapai Hal ini juga membantu menciptakan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 1, pp. 93-100, 2025 | 99 Strategi Guru Dalam Motivasi Belajar Siswa (Studi Survey di SMKN 14 Jakart. Muhammad Miftahul Huda. Mugiyono suasana belajar yang positif dan kondusif di seorang guru membuat mereka merasa dihargai dan dipercaya akan tetap KESIMPULAN Metode Pembelajaran Hasil penelitian yang dilaksanakan di Pada angket variabel Y, pernyataan SMKN 14 Jakarta mengenai "Strategi Guru nomor 18 memperoleh skor terendah . Memotivasi Belajar Siswa" yang mengindikasikan bahwa kebosanan menyimpulkan beberapa temuan kunci siswa selama pembelajaran masih menjadi Penelitian ini menyimpulkan bahwa Strategi guru terbukti efektif dalam metode pembelajaran yang ideal adalah yang memengaruhi motivasi belajar siswa. mampu membangkitkan rasa ingin tahu. Analisis data menunjukkan korelasi kuat mendorong berpikir kritis, serta menciptakan . antara Strategi Guru (Variabel X) pengalaman belajar yang bermakna bagi dan Motivasi Belajar Siswa (Variabel Y). peserta didik. Nilai ini melebihi rt . ,288 untuk signifikansi 5% dan 0,372 untuk 1%). DAFTAR PUSTAKA sehingga hipotesis nihil (HCA) ditolak dan maliyah. Damayanti. , & Faridha. Profesi Keguruan (Musdalifa & A. Amaliyah, hipotesis alternatif (HC. Dengan Eds. 1st ed. Penerbit Samudra Biru (Anggota demikian, terdapat pengaruh signifikan IKAPI). strategi guru terhadap motivasi belajar Arianti. Peranan Guru Dalam Meningkatkan siswa di SMKN 14 Jakarta. Motivasi Belajar Siswa. Didaktika : Jurnal Kependidikan, 12. , 117Ae134. Variasi metode pembelajaran terbukti meningkatkan motivasi siswa, sementara Ariska. Peran Guru Sebagai Pembimbing Dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Pancasila Pada kepercayaan yang diberikan guru Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pakel memperkuat rasa percaya diri mereka. Tulungagung Tahun Ajaran 2016-2017. Jurnal Dampak positif strategi ini meliputi. Rontal Keilmuan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 4. pemahaman materi yang lebih mudah dan peningkatan kemampuan berpikir Bariah. Tanjung. Ambarwati. , & Mardikawati. Buku Ajar Strategi kritis dan kreatif siswa. Pembelajaran. In Sepriano & Efitra (Eds. PT. Hasil penelitian ini membuktikan adanya korelasi positif yang signifikan antara strategi pengajaran guru dengan motivasi belajar Temuan mengungkap beberapa hal penting : Kompetensi kepribadian guru Data angket variabel X menunjukkan poin terendah pada pernyataan nomor 20 dengan skor 103, yang menyatakan bahwa komentar negatif guru dapat menurunkan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi kepribadian guru bukan melainkan pondasi fundamental dalam membangun karakter generasi. Peserta didik mungkin melupakan materi pelajaran, namun kesan bagaimana Sonpedia Publishing Indonesia . st ed. PT. Sonpedia Publishing Indonesia. Chusni. Andrian. Sariyatno. , & Hanifah, . Strategi Belajar Inovatif (U. Khasanah. Ed. 1st ed. Grup Penerbitan CV. Pradina Pustaka Grup. Dayana. , & Marbun. Motivasi Kehidupan. Guepedia Publisher. Djarwo. Analisis Faktor Internal Dan Eksternal Terhadap Motivasi Belajar Kimia Siswa SMA Kota Jayapura. Jurnal Ilmiah IKIP Mataram, 7. , 1Ae7. Nadiah. Ulfah. , & Salsabil. Pengaruh Partisipasi Pendidik Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Di MA Sejahtera Pare. El-Banar: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 6. , 41Ae57. Suprihatin. Upaya Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Sutikno. Strategi Pembelajaran (Nurlaeli. Ed. 1st ed. CV. Adanu Abimata. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 1, pp. 93-100, 2025 | 100