Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 58-65 Email: nurasjournal@gmail. PEMANFAATAN WAKTU LUANG DENGAN EDUKASI TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT MALARIA DI DUSUN SUKADANA KABUPATEN LOMBOK BARAT Komala Dini Program Studi Administrasi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi. Universitas Pendidikan Mandalika. Jalan Pemuda Nomor 59A. Mataram. Nusa Tenggara Barat 83125. Indonesia Email: komala. diinii@gmail. Submit: 02-04-2025. Revised: 16-04-2025. Accepted: 21-04-2025. Published: 30-04-2025 ABSTRAK: Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Dusun Sukadana. Desa Lelede. Kecamatan Kediri. Kabupaten Lombok Barat. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyebab, penularan, serta pencegahan malaria menjadi faktor utama tingginya angka kasus penyakit ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memanfaatkan waktu luang masyarakat secara produktif melalui edukasi tentang pencegahan malaria. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan interaktif, diskusi, dan pemutaran video edukatif. Kegiatan ini menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari remaja hingga orang tua, dengan harapan terciptanya kesadaran kolektif dalam mencegah penyebaran malaria. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, penggunaan kelambu saat tidur, serta pengenalan gejala awal malaria. Edukasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menurunkan angka kejadian malaria di Dusun Sukadana secara berkelanjutan. Kata Kunci: Edukasi. Malaria. Pemanfaatan Waktu. Pencegahan. ABSTRACT: Malaria is still a significant public health problem in several regions in Indonesia, including Sukadana Hamlet. Lelede Village. Kediri District. West Lombok Regency. Lack of public knowledge about the causes, transmission, and prevention of malaria is the main factor in the high number of cases of this disease. This community service activity aims to utilize people's free time productively through education about malaria prevention. The methods used in this activity include interactive counseling, discussions, and showing educational videos. This activity targets various age groups, from teenagers to the elderly, with the hope of creating collective awareness in preventing the spread of malaria. The results of the activity showed an increase in public understanding of the importance of maintaining environmental cleanliness, using mosquito nets when sleeping, and recognizing early symptoms of malaria. This education is expected to be the first step in reducing the incidence of malaria in Sukadana Hamlet in a sustainable manner. Keywords: Education. Malaria. Time Utilization. Prevention. How to Cite: Dini. Pemanfaatan Waktu Luang dengan Edukasi tentang Pencegahan Penyakit Malaria di Dusun Sukadana Kabupaten Lombok Barat. Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5. , 58-65. https://doi. org/10. 36312/nuras. Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is Licensed Under a CC BY-SA Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 58-65 Email: nurasjournal@gmail. Anopheles betina yang membawa parasit Plasmodium (Wasiyem et al. , 2. Meskipun program pemberantasan malaria telah dijalankan secara nasional, namun masih ditemukan kasus-kasus baru, terutama di daerah pedesaan. Santoso et al. menyatakan bahwa faktor lingkungan, kurangnya informasi, serta rendahnya kesadaran masyarakat menjadi penyebab utama sulitnya pengendalian penyakit ini. Oleh karena itu, pendekatan edukatif menjadi salah satu strategi penting dalam upaya pencegahan. Edukasi yang tepat dapat meningkatkan pengetahuan dan mendorong perilaku hidup sehat di masyarakat. Dusun Sukadana yang berada di Desa Lelede. Kecamatan Kediri. Kabupaten Lombok Barat, merupakan salah satu wilayah yang memiliki karakteristik lingkungan yang mendukung berkembangnya nyamuk vektor Menurut Soraya et al. , kondisi geografis, keberadaan genangan air, dan sanitasi yang kurang memadai menjadi tantangan tersendiri bagi upaya pencegahan penyakit. Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum memahami cara penularan, gejala, maupun langkah-langkah pencegahan malaria secara menyeluruh. Hal ini diperparah dengan keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan yang memadai. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang bersifat langsung, partisipatif, dan edukatif. Pendekatan ini harus disesuaikan dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Pemanfaatan waktu luang masyarakat untuk kegiatan edukatif merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kesehatan (Setyaningsih et al. , 2. Dalam konteks ini, waktu luang yang biasanya digunakan untuk aktivitas santai atau tidak produktif dapat diarahkan untuk kegiatan yang bermanfaat. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, edukasi tentang pencegahan malaria dapat disampaikan dengan cara yang interaktif dan Misalnya, dengan diskusi kelompok, pemutaran video edukasi, simulasi, dan penyebaran media informasi sederhana. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun semangat gotong royong dalam menjaga kesehatan lingkungan. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam keberhasilan kegiatan edukatif semacam ini. Salah satu tantangan dalam pemberantasan malaria di daerah pedesaan adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam program-program kesehatan. Banyak program yang dijalankan oleh pemerintah atau tenaga kesehatan gagal mencapai hasil optimal karena kurangnya keterlibatan warga secara langsung (Juliyanti, 2. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang memberdayakan masyarakat, terutama dengan melibatkan mereka dalam proses edukasi dan aksi nyata di lingkungan masing-masing. Kegiatan pengabdian yang berbasis komunitas mampu membangun rasa kepemilikan terhadap program kesehatan. Dengan demikian, edukasi tidak hanya menjadi kegiatan satu arah, tetapi menjadi proses pembelajaran bersama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Dusun Sukadana ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pencegahan malaria dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami. Pemanfaatan waktu luang sebagai momen pelaksanaan kegiatan ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk berpartisipasi tanpa mengganggu aktivitas utama mereka. Edukasi difokuskan pada pengenalan vektor penyakit, cara penularan, gejala yang muncul, serta Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 58-65 Email: nurasjournal@gmail. tindakan pencegahan seperti penggunaan kelambu, pengurasan tempat penampungan air, dan menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan kebiasaan masyarakat setempat. Dengan begitu, pesan kesehatan dapat tersampaikan secara efektif. Selain edukasi, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya peran setiap individu dalam menjaga kebersihan Menurut Asingizwe et al. , malaria bukan hanya masalah individu, tetapi juga masalah bersama yang membutuhkan solusi kolektif. Oleh karena itu, edukasi juga mencakup pentingnya kerja sama antarwarga dalam menciptakan lingkungan bebas nyamuk. Contoh nyata kerja sama ini misalnya melalui kegiatan gotong royong membersihkan saluran air, penanaman tanaman pengusir nyamuk, serta pembuatan jadwal rutin kebersihan lingkungan. Perubahan perilaku ini diharapkan menjadi kebiasaan jangka panjang. Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kendala dan masukan terhadap program yang dijalankan. Dusun Sukadana dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan wilayah yang memiliki potensi tinggi dalam pengembangan program pemberdayaan masyarakat berbasis kesehatan. Masyarakatnya dikenal aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan memiliki semangat gotong royong yang tinggi. Namun demikian, keterbatasan akses informasi dan pelayanan kesehatan masih menjadi kendala utama. Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan tercipta sinergi antara tim pelaksana kegiatan dengan masyarakat lokal. Sinergi ini dapat memperkuat upaya pencegahan malaria secara berkelanjutan. Dusun Sukadana juga dapat dijadikan sebagai percontohan untuk dusun-dusun lainnya di wilayah Kecamatan Kediri. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat, kader kesehatan desa, hingga kelompok pemuda setempat. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, diharapkan edukasi dapat menjangkau seluruh lapisan secara merata. Keterlibatan tokoh masyarakat sangat penting dalam membangun kepercayaan dan mendorong partisipasi aktif warga. Nainggolan et . menyatakan bahwa kelompok pemuda juga dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi dan mengajak sesama untuk ikut serta dalam kegiatan positif. Sinergi lintas generasi ini menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun budaya hidup sehat. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan edukasi diharapkan berdampak luas dan berkesinambungan. Pengabdian masyarakat ini menjadi wadah pembelajaran bagi para pelaksana kegiatan, baik dari kalangan akademisi, mahasiswa, maupun relawan. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, para pelaksana kegiatan dapat memahami lebih dalam kondisi nyata di lapangan. Pengalaman ini penting sebagai bekal dalam menyusun program-program kesehatan masyarakat di masa depan. Kegiatan ini juga dapat membuka ruang kolaborasi lebih lanjut antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kolaborasi ini penting untuk mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan. Kegiatan edukatif semacam ini merupakan wujud nyata kontribusi akademik kepada masyarakat. Dengan adanya kegiatan pengabdian yang mengangkat isu pencegahan malaria di Dusun Sukadana, diharapkan masyarakat memiliki pengetahuan dan Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 58-65 Email: nurasjournal@gmail. keterampilan yang lebih baik dalam melindungi diri dan lingkungan dari ancaman Kegiatan ini juga menjadi upaya nyata dalam mendukung program nasional eliminasi malaria yang ditargetkan tercapai pada tahun-tahun mendatang. Safnowandi . dan Sudarmono et al. menyatakan bahwa edukasi yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan bangsa. Oleh karena itu, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi dan kesadaran seluruh komponen masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan waktu luang masyarakat secara produktif melalui edukasi tentang pencegahan malaria. Melalui kegiatan ini, diharapkan terwujud masyarakat yang sehat, mandiri, dan peduli terhadap METODE Untuk mencapai tujuan dari kegiatan ini, digunakan beberapa metode pendekatan yang bersifat edukatif, partisipatif, dan aplikatif, antara lain: . sosialisasi dan penyuluhan interaktif yang dilaksanakan sehari A 2 jam dengan metode presentasi menggunakan media visual . Materi yang diberikan yaitu pengertian malaria, penyebab, cara penularan, gejala, serta langkah-langkah pencegahan dengan peserta warga Dusun Sukadana . okus pada ibu rumah tangga dan remaj. pembuatan dan pemasangan media edukasi berupa poster edukatif yang berisi pesan-pesan pencegahan malaria. Lokasi pemasangan di pos ronda, masjid, warung, dan tempat strategis lainnya di Dusun Sukadana yang bertujuan memberikan pengingat visual sehari-hari tentang bahaya dan pencegahan malaria. simulasi dan praktik langsung cara menggunakan kelambu dengan benar, demonstrasi menjaga kebersihan lingkungan . emberantasan sarang nyamu. , dan pemanfaatan tanaman pengusir nyamuk . eperti serai wangi atau lavende. yang bertujuan memberikan pengalaman langsung agar masyarakat dapat mengaplikasikan langkah pencegahan dengan mudah di rumah masing-masing. kampanye Aurumah bebas malariaAy menggunakan metode penilaian partisipatif ke beberapa rumah warga dengan kriteria sederhana . idak ada genangan air, penggunaan kelambu, dan lain-lai. yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan semangat warga untuk menjaga rumah dari risiko malaria. monitoring dan evaluasi yang dilakukan 1 minggu setelah kegiatan utama dengan kunjungan ke rumah-rumah warga dan wawancara singkat untuk mengetahui pemahaman dan perubahan perilaku pasca kegiatan. HASIL DAN DISKUSI Pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan interaktif selama A 2 jam berlangsung dengan cukup efektif. Dengan menggunakan media visual seperti poster, peserta terlihat lebih fokus dan mudah memahami materi. Ibu rumah tangga dan remaja sebagai sasaran utama menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama saat sesi tanya jawab berlangsung. Materi yang mencakup pengertian malaria, penyebab, penularan, gejala, serta pencegahan disampaikan secara sederhana namun informatif. Banyak peserta mengaku baru mengetahui bahwa malaria bisa dicegah dengan hal-hal sederhana yang dapat dilakukan di rumah. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang diberikan berhasil membuka wawasan Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 58-65 Email: nurasjournal@gmail. masyarakat mengenai pentingnya peran individu dalam pencegahan malaria. Kesadaran yang tumbuh ini tercermin dari meningkatnya partisipasi warga dalam mengikuti kegiatan. Kegiatan pembuatan dan pemasangan media edukasi berhasil menempatkan poster di lokasi-lokasi strategis seperti pos ronda, masjid, dan Media ini berfungsi sebagai pengingat visual yang efektif karena dapat dilihat setiap hari oleh masyarakat. Desain yang menarik dan pesan yang singkat namun padat membuat warga mudah memahami isi informasi. Beberapa warga bahkan menyampaikan bahwa mereka mulai mengingat dan mengulang isi pesan karena sering melihatnya. Efektivitas media ini juga didukung oleh pilihan lokasi yang memang sering dilalui warga, sehingga penyebaran informasi berjalan lebih Simulasi dan praktek langsung menjadi salah satu sesi yang paling diminati, terutama oleh ibu-ibu rumah tangga. Dalam praktek penggunaan kelambu, peserta diajarkan cara pemasangan yang benar untuk memastikan perlindungan maksimal saat tidur. Selain itu, demonstrasi menjaga kebersihan lingkungan mendapat perhatian khusus karena warga secara langsung diajak untuk mengenali dan mengeliminasi sarang nyamuk di sekitar rumah. Praktek pemanfaatan tanaman pengusir nyamuk seperti serai wangi juga mendapat respon positif karena dinilai murah dan mudah diterapkan. Metode praktek langsung ini terbukti lebih mudah diingat dan memotivasi warga untuk langsung menerapkannya di rumah. Kampanye AuRumah Bebas MalariaAy menjadi pendekatan partisipatif yang sangat efektif dalam meningkatkan kepedulian masyarakat. Penilaian sederhana terhadap rumah warga dilakukan dengan pendekatan yang ramah dan Kriteria seperti bebas genangan air, penggunaan kelambu, dan kebersihan lingkungan digunakan untuk menilai kesiapan rumah dalam mencegah Rumah-rumah yang memenuhi kriteria diberikan penghargaan simbolis seperti piagam dan stiker AuRumah SehatAy, yang ternyata cukup membanggakan bagi pemilik rumah. Kegiatan ini menciptakan kompetisi sehat antar warga dan memotivasi mereka untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan masingmasing. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan seminggu setelah kegiatan utama menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Melalui kunjungan rumah dan wawancara singkat, ditemukan bahwa sebagian besar warga mampu menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan. Beberapa perubahan perilaku juga terpantau, seperti lebih banyak rumah yang sudah memasang kelambu dan membersihkan genangan air. Namun demikian, masih ada beberapa warga yang belum sepenuhnya menerapkan anjuran yang diberikan, terutama terkait penggunaan tanaman pengusir nyamuk, yang dianggap memerlukan perawatan Ini menjadi catatan penting untuk kegiatan lanjutan. Hasil evaluasi juga diketahui bahwa penyuluhan yang bersifat langsung dan interaktif jauh lebih berkesan dibanding sekadar membaca poster. Hal ini mempertegas pentingnya tatap muka dalam program penyuluhan kesehatan Interaksi langsung memungkinkan peserta untuk bertanya dan berdiskusi secara aktif, sehingga pemahaman menjadi lebih dalam. Ke depan. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 58-65 Email: nurasjournal@gmail. kegiatan semacam ini dapat diperluas jangkauannya ke dusun-dusun sekitar agar dampaknya lebih luas. Selain itu, pelibatan tokoh masyarakat dalam penyuluhan juga terbukti membantu dalam mendorong partisipasi warga. Penelitian Harpenas et al. menyimpulkan bahwa masyarakat menganggap malaria merupakan masalah biasa yang mereka bisa tangani sendiri sehingga kerap kali mendiagnosa berdasarkan trias malaria yang cenderung diobati sendiri. Namun, anggapan ini sangat berisiko karena trias malaria yang terdiri dari demam, menggigil, dan berkeringat juga merupakan gejala dari berbagai penyakit lain seperti demam tifoid, dengue, atau infeksi saluran Ketergantungan pada diagnosis mandiri dan pengobatan tanpa pemeriksaan laboratorium dapat menyebabkan keterlambatan penanganan yang tepat, memperburuk kondisi pasien, dan meningkatkan risiko komplikasi serius bahkan kematian. Penelitian Maifrizal & Khatami . mengatakan bahwa distribusi frekuensi responden berdasarkan tingkat pengetahuan dalam pencegahan penyakit malaria menunjukkan bahwa dari 68 responden yang diteliti, responden yang berpengetahuan baik sebanyak 48 orang . ,58%) dan responden berpengetahuan kurang baik sebanyak 20 orang . %). Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar responden telah memiliki pemahaman yang memadai mengenai upaya pencegahan malaria. Namun, masih terdapat sebagian responden dengan pengetahuan yang kurang, yang dapat menjadi perhatian dalam upaya peningkatan edukasi dan penyuluhan kesehatan di masyarakat, guna mencapai pencegahan yang lebih efektif terhadap penyebaran penyakit malaria. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan yang terstruktur, mulai dari edukasi hingga praktek langsung dan evaluasi, mampu menciptakan perubahan perilaku di masyarakat. Partisipasi warga yang tinggi dan hasil yang terlihat dalam waktu singkat menjadi indikator keberhasilan program ini. Meski masih ada tantangan, terutama dalam mempertahankan perubahan perilaku jangka panjang, namun fondasi yang telah dibangun melalui kegiatan ini cukup kuat. Upaya pendampingan lanjutan dan penyuluhan berkala sangat disarankan untuk menjaga semangat warga dan mendorong budaya hidup bersih dan sehat secara SIMPULAN Program pencegahan malaria berbasis masyarakat ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membentuk kebiasaan baru yang lebih sehat di Dusun Sukadana. Strategi yang melibatkan warga secara aktif terbukti lebih efektif daripada pendekatan satu arah. Evaluasi program ini menjadi dasar penting bagi perencanaan kegiatan serupa di masa depan, dengan penyesuaian dan peningkatan di beberapa aspek. Keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan menjadi kunci utama dalam keberhasilan program ini dan patut dijadikan model untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya. SARAN Saran untuk kegiatan selanjutnya antara lain: . lakukan pelatihan lanjutan bagi kader kesehatan dan relawan masyarakat agar memiliki pengetahuan dan Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 58-65 Email: nurasjournal@gmail. keterampilan yang lebih mendalam, terutama dalam deteksi dini dan penanganan kasus malaria. lakukan evaluasi rutin terhadap perubahan perilaku masyarakat dan efektivitas kegiatan, agar dapat dilakukan penyesuaian strategi secara dinamis. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Partisipasi aktif, semangat kolaboratif, dan dukungan yang luar biasa dari masyarakat telah menjadi kunci kesuksesan kegiatan ini. REFERENSI