SAINTEKES Ae VOLUME 2 NOMOR 2 . 145 - 152 EFEKTIFITAS SEDIAAN BIOSPRAY REVOLUTIK DALAM JUMLAH PMN L DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA MENURUNKAN Naomi Malaha1*. Dewi Sartika2. Rahmat Pannyiwi3. Zaenal4. Via Zakiah5 1,2,3,4,5 PT Star Billionaires Klub Article Information Article history: Received February 28, 2023 Approved April 21, 2023 Keywords: Wound. Biospray. PMN L Kata Kunci: Luka. Biospray. PMN L ABSTRACT Wound is a physical trauma that results in breaking the skin discontinuity. Wound healing is very important for the restoration of broken tissue, in this case the skin, both anatomically and functionally. Damaged tissue will start the wound healing process by replacing damaged tissues . ecrotic tissu. with new and healthy tissue. In this phase, a vascular reaction also occurs at the site of the wound, characterized by the large number of inflammatory cells bound to the wound and actively moving with leukocytes such as polymorphonuclear leukocytes (PMN L) or neutrophils. Neutrophils are cells that function to phagocytize foreign bodies and bacteria. The number increases rapid when there is inflammation and short-lived when there is no infection. Based on this, the researchers were interested in researching the role of Biospray by Nutric topically on the number of PMN leukocytes . , in accelerating the wound healing process at the Animal Laboratory. Faculty of Medicine. Unhas Laboratory of Medical Anatomy and Physiology. Unhas. Unhas RSP Research Laboratory. This study used a Randomized Post Test Control Group research design using Wistar rats as research subjects which were divided into 3 groups with different conditions and then each rat was given an acute wound model which was injured with a punch biopsy with a diameter of 0. 8 cm and then Biospray was administered. Revolutic topically on rat wounds. From the research conducted, it is proven that there is a relationship between wound healing using Biospray Revolutic preparation compared to 0. 9% Nacl solution and Biospray Revolutic Plus preparation which can provide significant results in reducing the number of PMN-L at the stage of wound healing. ABSTRAK Luka adalah suatu trauma fisik yang mengakibatkan terputusnya diskontinuitas Penyembuhan luka yang sangat penting untuk restorasi dari terputusnya jaringan, dalam hal ini kulit, baik secara anatomi maupun secara fungsional. Jaringan yang rusak akan memulai proses penyembuhan luka yaitu dengan penggantian jaringan-jaringan yang telah rusak . aringan nekrosi. dengan jaringan yang baru dan sehat. Fase ini, juga terjadi reaksi vaskuler pada tempat terjadinya luka ditandai dengan banyaknya sel radang yang terikat dalam luka dan aktif melakukan pergerakan dengan lekosites seperti leukosit MALAHA AT AL. - VOLUME 2 NOMOR 2 . 145 - 152 polimorfonuklear (PMN L) atau neutrophil. Neutrofil adalah sel yang berfungsi melakukan fagositosis benda asing dan bakteri. Jumlahnya meningkat cepat ketika terjadi inflamasi dan berumur pendek bila tidak terjadi infeksi. Berdasarkan hal ini, maka peneliti tertarik meneliti peranan Biospray by Nutric secara topikal terhadap jumlah leukosit PMN . , dalam mempercepat proses penyembuhan luka pada Laboratorium Hewan Fakultas Kedokteran Unhas Laboratorium Anatomi dan Fisiologi Kedokteran Unhas. Laboratorium Penelitian RSP Unhas. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Randomized Post Test Control Group dengan menggunakan tikus wistar sebagai subjek penelitian yang dibagi dalam 3 kelompok dengan kondisi yang berbeda lalu masing-masing tikus diberi model perlukaan akut yang dilukai dengan punch biopsy diameter 0,8 cm dan kemudian dilakukan pemberian Biospray Revolutic secara topikal pada luka tikus. Dari penelitian yang dilakukan terbukti bahwa hubungan antara penyembuhan luka dengan menggunakan sediaan Biospray Revolutic dibandingkan dengan larutan Nacl 0,9 % dan sediaan Biospray Revolutic Plus yang dapat memberikan hasil yang bermakna penurunan jumlah PMN-L pada tahapan penyembuhan luka. A 2022 SAINTEKES *Corresponding author email: naomi685941@mail. PENDAHULUAN Luka adalah suatu trauma fisik yang berperan penting antara lain fase koagulasi, fase mengakibatkan terputusnya diskontinuitas kulit. inflamasi, fase proliferasi, dan fase maturasi Penyembuhan luka yang sangat penting untuk atau remodeling (Atik Nur & Iwan Januarsih, restorasi dari terputusnya jaringan, dalam hal ini Hapsariani, 2. Proses vasokontriksi, kulit, baik secara anatomi maupun secara hemostasis, dan juga infiltrasi sel radang terjadi fungsional(Begum,2. pada fase inflamasi yang dimulai dalam fungsi utama melindungi tubuh dari pengaruh beberapa menit setelah luka dan berlangsung lingkungan, jika terluka akan mengganggu sampai beberapa hari (Puti et al, 2. Fase ini, aktivitas, menimbulkan nyeri, memudahkan juga terjadi reaksi vaskuler pada tempat terjadinya infeksi dan jika luka ini luas dan terjadinya luka ditandai dengan banyaknya sel dalam, akan sukar sembuh. radang yang terikat dalam luka dan aktif Kulit Jaringan yang rusak akan memulai proses melakukan pergerakan dengan lekosites seperti penyembuhan luka. Penyembuhan luka itu leukosit polimorfonuklear (PMN L) atau neutrophil (Hapsariani, 2. Sel PMN itu jaringan-jaringan yang telah rusak atau jaringan sendiri sangat penting terutama pada saat terjadi nekrosis dengan jaringan yang baru dan sehat luka, yaitu dengan terjadinya peningkatan (Rodhiyah & Sulistiyawati, 2. Pada proses jumlah sel PMN sebagai adanya respons terhadap gerakan dari sel tubuh atau disebut MALAHA AT AL. - VOLUME 2 NOMOR 2 . 145 - 152 mikroorganisme (Hapsariani, 2. Fase ini merupakan pembentukan jaringan granulasi dalam luka itu sendiri maka Neutrofil adalah sel yang berfungsi melakukan fagositosis benda asing dan bakteri, berperan (Rodhiyah & Sulistiyawati, 2007 . Jumlahnya meningkat cepat ketika terjadi Velnaret al, 2. Tahap proliferasi, epitelisasi inflamasi dan berumur pendek bila tidak terjadi merupakan komponen penting yang digunakan Neutrofil merupakan sel pertama yang 4 menuju daerah luka, mencapai puncaknya pada keberhasilan penyembuhan luka. Jika pada luka 24-48 jam. Berada di daerah luka selama 3 hari tidak ada re-epitelisasi, maka luka tidak dapat dan setelah hari ketiga jumlahnya akan menurun dianggap sembuh. Re-epitelisasi merupakan cepat kemudian perannya akan digantikan oleh sel makrofag yang berperan lebih besar (Dovi mobilisasi, migrasi, mitosis dan diferensiasi sel , 2004. Hamamoto dkk. , 2. Tahapan-tahapan Pada kondisi respons neutrofil yang akut mengembalikan integritas kulit yang hilang. dapat berdampak pada degranulasi dan lisisnya Permulaan kulit re-epitelisasi akan terjadi Hal ini menimbulkan akibat yang melalui pergerakan sel-sel epitel dari tepi fatal, karena selain mengandung enzimenzim Penyembuhan luka sangat dipengaruhi oleh re- mieloperoksidas. , granulagranula lisosomal epitelisasi, karena semakin cepat proses re- neutrofil juga mengandung enzim hidrolitik dan epitelisasi maka semakin cepat pula luka Sehingga bila neutrofil lisis dan tertutup sehingga semakin cepat penyembuhan enzim-enzim ini tumpah ke jaringan, dapat Kecepatan dari penyembuhan luka dapat menimbulkan kerusakan pada berbagai molekul dipengaruhi dari zat-zat yang terdapat dalam biologik di jaringan sekitarnya. Oleh karena itu, kelangsungan hidup neutrofil dalam merespons mempunyai kemampuan untuk meningkatkan adanya mikroba merupakan faktor yang sangat penyembuhan dengan cara merangsang lebih penting dalam respons inflamasi (Susilawati, cepat pertumbuhan sel-sel baru pada kulit (Isrofah, 2. ROS erutama NADPH Tanda-tanda inflamasi mereda seperti Tahap akhir pada proses penyembuhan rubor, calor, tumor, dolor dan function laesa luka, fase remodeling ditandai dengan adanya (Wijaya Y. A et al, 2. Selanjutnya terjadi remodeling jaringan dan kolagen, maturasi fase proliferasi dapat diperhatikan dengan epidermis, dan pengerutan luka atau dengan kata adanya epitelisasi, angiogenesis, dan proliferasi lain fase ini sangat bertanggung jawab untuk fibroblast dimulai pada hari ketiga setelah luka pengembangan epitel baru dan pembentukan dan berlangsung selama sekitar 2 minggu jaringan scar akhir. Fase remodeling itu sendiri MALAHA AT AL. - VOLUME 2 NOMOR 2 . 145 - 152 dapat berlangsung 1 atau 2 tahun, atau kadang- kadang untuk jangka waktu yang lebih lama makrofag dibandingkan latex. (Velnar et al, 2. Penelitian yang dilakukan Ary Andini. Biospray by Nutric adalah herbal yang 2020 menjelaskan Asam amino glisin berperan terbuat dari Colostrum susu sapi dan sari kedelai dalam sintesis kolagen yang berperan penting yang terdiri atas 2 . jenis yaitu Revolutic pada jaringan ikat, glutamine berperan selama Biospray yang megandung L-Arginine L- fase inflamasi dan proliferasi penyembuhan luka Ornithine. L-Glutamine dan L-Lysine dan sekaligus berperan sebagai sumber energi. Biospray Revolutic Plus yang mengandung sedangkan Arginin berperan dalam fungsi imun Growth Factor (IGF-1. IGF-2 dan IGF-) dan merangsang fungsi sel endotel. Gabungan Immune Factor (IgG. IgA dan IgM) Amino Acid dari ketiga asam amino tersebut mampu (L-Glutamin. L-Lysine. L-Arginine dan L- meningkatkan kesembuhan dari luka pasien. Ornithin. Vitamin ( vitamin A, vitamin B1. Uraian sebelumnya telah menjelaskan peran vitamin B2, vitamin B3, vitamin B6, vitamin penting dari PMN leukosit . pada fase B9, vitamin B12, vitamin C, vitamin D dan inflamasi dan epitelisasi pada fase proliferasi vitamin E). Mineral (Calcium. Chromium. Iron, dalam proses penyembuhan luka. Magnesium. Sodium. Phospaorous. Selenium. Potasium. Zinc. Coppe. berbentuk badan hukum yang Biospray Revolutic sebagai produk yang Star Billionaires Agent Klub Tunggal mengandung Arginine Ornitihine. Lysin akan Suplayer Biospray by Nutric di Indonesia bekerja sebagai Reactive Oxygen Species (ROS) dengan Visi Mensejahterahkan seluruh rakyat yang sangat kuat di mitochondria juga bisa Indonesia dan Mengemban Misi Meningkatkan mempercepat penyembuhan berbagai macam kesehatan rakyat Indonesia dan Meningkatkan Kandungan Glutamine. Ornitihine, perekonomian rakyat Indonesia menjadi pihak Arginine pada akhirnya juga berguna untuk sponsor untuk penelitian ini. meningkatkan proliferasi dan meningkatkan fungsi dari sel makrofag. meneliti peranan Biospray Revolutic secara Penelitian yang dilalukan Daslina1. Eryati Darwin2. Aziz Djamal Berdasarkan hal ini, maka peneliti tertarik 2. bahwa PMN , makrofag, fibroblast, epitelisasi dan Ae Glutamin adalah asam amino yang terdapat TGF dalam tubuh yang salah satu fungsinya dapat penyembuhan luka serta perbedaan diameter memodulasi imunitas tubuh terlihat bahwa Biospray Rvolutic Kelompok Biospray Plus dengan kelompok Nacl 0. 9 %. MALAHA AT AL. - VOLUME 2 NOMOR 2 . 145 - 152 METODE PENELITIAN Penelitian penelitian Randomized Post Test Control Group dengan menggunakan tikus wistar sebagai subjek penelitian. Di mana tikus wistar dibagi dalam 3 kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol dan Biospray Revolutic yang mana masingmasing kelompok tersebut dibagi 3 yakni hari ke -3, hari -7, dan hari ke -14. Perlakuan pemberian Biospray Revolutic secara topikal pada luka tikus model perlukaan akut setiap hari sampai hari ke-14, dengan hasil berupa jumlah PMN L . , makrofag, fibroblast, epitelisasi dan TGF Ae . Setelah dilakukan eksisi kemudian dilakukan perawatan luka dengan Larutan Nacl 0. 9 %. Biospray Revolutic. Biospray Revolutic Plus. Prosedur Penelitian yang dilakukan yaitu Gambar 1. Skema Rancangan Penelitian Perawatan luka pada wistar dilakukan setiap hari dengan menyemprotkan Biospray Revolitic dab Biospray Revolutic Plus dan prosedur pembuatan model perlukaan akut dan Larutan Nacl 0. 9 % pada luka pada masing- perawatan luka. Tikus dibedah dengan prosedur yang ada sehingga didapatkan luka berbentuk prosedur pengumpulan data yaitu pengumpulan lingkaran (Rodhiyah, 2. data dilakukan pada saat setelah mendapatkan Lalu ijin penelitian dan Ethical Clearance, prosedur eksisi biopsy lalu prosedur pembuatan preparat histopatologi dengan tahapan fiksasi organ, embedding/pemendaman, pemotongan blok jaringan, pewarnaan dengan metode HE (Hematoksilin Ae eosi. , dan terakhir pemeriksaan histopatologi PMN L . dan epitelisasi. Setelah data yang didapatkan, akan di analisis menggunakan program komputer SPSS dengan derajat kepercayaan 95% dan nilai O MALAHA AT AL. - VOLUME 2 NOMOR 2 . 145 - 152 Analisa univariat dilakukan pada masing- Selanjutnya hasil penelitian dianalisa masing variabel yang diteliti untuk mengetahui dengan menggunakan program SPSS dan gambaran distribusi frekuensi dan normalitas diuraikan sebagai berikut: data dari semua variabel penelitian. Data homogenitas menggunakan Levene test dan normalitas data menggunakan Shapiro Wilk test. Analisa bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan antar variabel, bila distribusi data Gambar 2. Hasil Analisa Menggunakan SPSS normal dilakukan uji Independen Sample T Test, 81 sedangkan bila distribusi data tidak normal menggunakan uji Mann Whitney. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa biospray revolutic memberikan efek yang tinggi pada penurunan jumlah PMN-L di hari ke-14 perlakuan jika dibandingkan dengan HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini jumlah sampel adalah dengan cadangan 2 ekor tiap kelompok. dilakukan permodelan akut dengan cara eksisi pada punggung atas dengan diameter 8 mm dengan menggunakan punc byopsi dan setiap tahapan waktu 3 hari,7 hari dan 14 hari dilakukan sacrifice. Perlakuan yang dilakukan pada hewan coba pada kelompok Kontrol luka wistar dirawat dengan mengoleskan NaCl 0,9% pada luka eksisi pada punggung. Perlakuan I luka wistar Biospray Revolutic pada luka eksisi punggung wistar, kelompok Perlakuan II, luka wistar Ekspresi Jumlah PMN L . untuk mengetahui efek pemberian ekstrak tepung implantasi pasca ovariektomi. Penelitian ini Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan masing-masing 7 kali Perlakuan . ontrol konsentrasi 50 pp. , perlakuan 3 dan 4 masingmasing dengan pemberian ekstrak tepung kedelai hitam dosis 0,31 g/ml dan 0,63 g/ml. Data dianalisis menggunakan uji One Way Anovadengan taraf kepercayaan 95% atau 0,05 dan dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Biospray Revolutic Plus pada luka eksisi punggung pemberian NaCl. 45 sampel yang terdiri atas 3 kelompok setiap kelompok terdiri dari atas 15 ekor wistar jantan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak tepung kedelai hitam selama MALAHA AT AL. - VOLUME 2 NOMOR 2 . 145 - 152 signifikan yaitu dosis 0,31 g/ml dan 0,63 g/ml mampu meningkatkan jumlah total leukosit dan jumlah leukosit agranulosit. SIMPULAN Penyembuhan Biospray Revolutic secara topikal lebih baik dibanding kelompok Nacl 0,9 % dengan bukti di fase akhir penyembuhan menunjukkan sel PMN L (Neutrofi. yang sangat menurun dibanding kelompok Nacl 0. 9 % dan Biospray Revolutic Plus dan Penelitian ini merupakan suatu bukti yang menjelaskan hubungan antara Biospray Revolutic dengan larutan Nacl 0,9 % dan sediaan Biospray Plus yang dapat memberikan hasil yang bermakna pada tahapan penyembuhan luka dalam fase inflamasi, proliferasi dan maturasi. Diperlukan studi lebih lanjut untuk dapat mengetahui mekanisme kerja sediaan Biospray Revolutic dengan menggunakan biomarker Selanjutnya mengenai penerapan klinis pada manusia sebab Biospray Revolutic menyembuhkan luka secara akut. DAFTAR PUSTAKA