Jurnal SAINTEK Volume 04 No 01. Tahun 2024. P-ISSN: 2797-6297. E-ISSN: 3048-1473 Penerbit : LPPM. Universitas Sari Putra Indonesia Tomohon STUDI PENGGUNAAN METODE TIME COST TRADE OFF UNTUK PERCEPATAN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN DAN OPRIT BOULEVARD II Flowerin V. A RottieA. Franky I. RuntuA. Arnold H. UmbohA Santo J. Bumbungan4 Mahasiswa Fakultas Teknik. Universitas Sariputra Indonesia Tomohon 2,4,3 Dosen Fakultas Teknik Universitas Sariputra Indonesia Tomohon Coprespondent Author:israel. runtu@gmail. Abstract- The project is a series of activities carried out with a limited period of time to obtain satisfactory results in the future. The planning stage will have a significant impact on the construction implementation stage, so it is necessary to make the right decisions so that the use of resources becomes efficient. The purpose of this research is to calculate the acceleration time and the total cost required to complete the construction project of the Bridge and Oprit Boulevard II. The acceleration method used is the Time Cost Trade Off (TCTO) method by adding 2 hours of work . to work that is on the critical path obtained from the Microsoft Project program. The results of the calculation of the Rescheduling of the Bridge Construction Project and Oprit Boulevard II, the completion time that can be saved is 21,66 %. The total cost that can be saved due to acceleration is Keywords: Project Acceleration. Critical Path. Time Cost Trade Off. Abstrak- Proyek merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan kurun waktu terbatas untuk memperoleh hasil yang memuaskan diwaktu yang akan datang. Tahap perencanaan akan berdampak signifikan pada tahap pelaksanaan konstruksi, jadi perlu membuat keputusan yang tepat sehingga penggunaan sumber daya menjadi efisien. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menghitung waktu percepatan dan total biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek pembangunan Jembatan dan Oprit Boulevard II. Metode percepatan yang digunakan yaitu metode Time Cost Trade Off (TCTO) dengan menambahkan 2 jam kerja . pada pekerjaan yang berada pada lintasan kritis yang diperoleh dari program Microsoft Project. Hasil perhitungan Penjadwalan ulang Proyek Pembangunan Jembatan dan Oprit Boulevard II, diperoleh waktu penyelesaian yang dapat dihemat sebesar 21,66%. Total biaya yang dapat dihemat akibat percepatan 1,67 %. Kata Kunci: Percepatan Proyek. Lintasan Kritis. TCTO. PENDAHULUAN Proyek merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan kurun waktu terbatas untuk memperoleh hasil yang memuaskan diwaktu yang akan datang. Suatu pembangunan akan mengalami beberapa tahap kompleks dalam siklus hidup proyek. Tahap perencanaan akan berdampak signifikan pada tahap pelaksanaan konstruksi, jadi perlu membuat keputusan yang tepat sehingga penggunaan sumber daya menjadi efisien. Waktu dan biaya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan kegagalan suatu proyek. Tolak ukur keberhasilan proyek biasanya dilihat dari waktu penyelesaian yang singkat dengan biaya yang minimal tanpa meninggalkan mutu hasil Pengelolaan proyek secara sistematis Jurnal Saintek Volume 04 No. Tahun 2024 pelaksanaan proyek sesuai dengan kontrak atau bahkan lebih cepat, sehingga biaya yang dikeluarkan bisa memberikan keuntungan, dan juga menghindarkan dari adanya denda akibat keterlambatan penyelesaian proyek (Muhyi and Hasan 2. Manajemen dapat mengkoordinasikan pengendalian sumber daya untuk mencapai efisiensi pelaksanaan proyek. Tujuan tersebut dapat berupa penghematan waktu. Dengan demikian prestasi suatu proyek tidak hanya dinilai dari kualitasnya, melainkan dari segi biaya dan waktu pula. Penyelesaian suatu pekerjaan harus seimbang dengan biaya dan waktu sehingga memungkinkan tindakan Rottie et al. Pembangunan Jembatan dan Oprit Boulevard II, merupakan pembangunan jembatan baru yang dikerjakan oleh PT. Pacifik Nusa Indah. Adapun pelaksanaan Jembatan Oprit Boulevard II ini, diharapkan akan dapat meningkatkan pembangunan daerah dan transportasi darat lalu lintas perekonomian. Metode Time Cost Trade Off (TCTO) bertujuan untuk mengatasi keterlambat-an dalam suatu pembangunan proyek dengan cara crashing. Inti dari pengendalian Time Cost Trade Off bahwa beberapa elemen seperti teknis, jadwal, dan resiko biaya . Metode ini dapat dilakukan dengan mengubah metode konstruksi, menambah jumlah pekerja, mengadakan shift pekerjaan, menggunakan material yang lebih cepat penggunaannya dan dengan (Andrianto, 2009: 2 dalam Andhita 2. Untuk mencegah keterlambatan penambahan jam kerja, maka penulis tertarik melakukan penelitian mengenai AuStudi Penggunaan Metode Time Cost Trade Off Untuk Percepatan Waktu Pada Proyek Pembangunan Jembatan Dan Oprit Boulevard IIAy. perencanaan tersebut. Variabel yang digunakan dalam hal ini adalah variabel waktu dan biaya yang diperoleh dari pelaksana konstruksi. METODE PENELITIAN Hasil Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian studi kasus . ase stud. Studi ini menggambarkan kondisi proyek tertentu dengan data-data yang ada. Analisis data menggunakan metode analitis dan deskriptif. Analitis yang artinya data yang sudah ada diolah sedemikian rupa untuk menghasilkan hasil yang dapat disimpulkan. Sedangkan deskriptif adalah dengan memaparkan masalahmasalah yang sudah ada atau tampak. Metode Time Cost TradeOff (TCTO) untuk mengkaji kecenderungan jadwal pada suatu proyek yang dikhawatirkan mengalami keterlambatan. Untuk melakukan studi percepatan waktu pada proyek Pembangunan Jembatan dan Oprit Boulevard II. Kota Manado. Provinsi Sulawesi Utara, adapun data yang dibutuhkan adalah data sekunder dan data primer yang didapat dari Instansi terkait seperti kontraktor dan hal lain Lintasan dan Kegiatan Kritis Tabel 1. Pekerjaan yang berada pada Lintasan Kritis Jurnal Saintek Volume 04 No. Tahun 2024 Variabel Waktu Data yang diperlukan untuk variabel waktu adalah time schedule yang terdapat pada kurvaS, meliputi: Jenis kegiatan . Presentase kegiatan . Durasi kegiatan Variabel Biaya Data yang diperlukan dalam variabel biaya antara lain: Daftar rencana anggaran biaya (RAB), meliputi: Jumlah biaya normal. Durasi . Daftar-daftar harga bahan dan upah. Rekapitulasi perhitungan biaya proyek. Analisa Data Dalam proses mempercepat penyelesaian proyek dengan melakukan penekanan waktu aktivitas, diusahakan agar biaya yang ditimbulkan seminimal mungkin. Disamping itu harus di perhatikan pula bahwa penekananannya hanya dilakukan pada aktivitas-aktivitas yang ada pada lintasan kritis. HASIL DAN PEMBAHASAN Uraian Pekerjaan Satuan Volume Mobilisasi 1,00 Manajemen dan Keselamatan Lalu 1,00 Titik 2,00 1,00 790,00 DIVISI 1. UMUM Durasi/Hari Lintas Pengujian Vibrasi Lingkungan untuk Kenyamanan dan Kesehatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja DIVISI 2. DRAINASE Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air Pasangan Batu dengan Mortar 444,00 Bahan Drainase Porous atau 112,00 Penyaring (Filte. DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK Galian Struktur dengan kedalaman 831,32 831,33 0 - 2 meter Timbunan Pilihan dari Sumber Galian DIVISI 7. STRUKTUR Beton Struktur, fc30 Mpa 898,38 Penyediaan Unit Pracetak Gelagar Buah 5,00 Tipe I Bentang 25 meter Rottie et al. Penyediaan Unit Pracetak Buah 5,00 Buah 5,00 Buah 5,00 955,00 778,00 851,20 Gelagar Tipe I Bentang 50 meter Pemasangan Unit Pracetak Gelagar Tipe I Bentang 25 meter Pemasangan Unit Pracetak Gelagar Tipe I Bentang 50 meter Beton Pracetak untuk Diafragma fc45 Mpa termasuk Pekerjaan pasca tarik . ost-tensio. Fondasi Cerucuk. Penyediaan dan Pemancangan Pasangan Batu Pasangan Batu Kosong 913,00 Papan Nama Jembatan Buah 2,00 DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN DAN PEKERJAAN LAIN-LAIN Marka Jalan Termoplastik 965,93 Rambu Jalan Tunggal Dengan Buah 2,00 Permukaan Pemantul Engineering Grade Patok Pengarah Buah 200,00 Kerb Pracetak Jenis 1 806,00 (Peninggi/Mountabl. Pada table diatas, pekerjaan yang berada pada lintasan kritis yaitu pekerjaan dengan nomor kegiatan 2, 3, 4, 5, 7, 8, 9, 11, 12, 22, 25, 26, 27, 28, 29, 32, 37, 38, 43, 47, 48, 49 dan 50. Pada penelitian ini, hanya menambahkan durasi pada pekerjaan yang dapat dipercepat. Produktivitas Harian Normal Produktivitas pembagian antara volume dan durasi pekerjaan. Produktivitas Normal = Volume/Durasi . Contoh perhitungan produktivitas harian normal pada pekerjaan Divisi 2. Drainase Oe Galian Untuk Selokan Drainase dan Saluran Air: Produktivitas Jam Normal Produktivitas per jam = Prod. harian/Jam kerja normal harian Contoh perhitungan produktivitas jam normal pada pekerjaan Divisi 2. Drainase Oe Galian Untuk Selokan Drainase dan Saluran Air: Penerapan Metode Time Cost Trade Off . Produktivitas Penambahan Jam Kerja . Percepatan dengan penambahan jam kerja/lembur Produktivitas lembur = Jam kerja lembur x Koefisien produktivitas x produktivitas Contoh Perhitungan Produktivitas Penambahan Jam Kerja (Lembu. pada pekerjaan Divisi 2. Drainase Galian Untuk Selokan Drainase dan Saluran Air: 2 jam x 80% x 91,56 M3 = 146,496 M3 . Produktivitas Harian Setelah di Crash Produktivitas harian setelah crash = Produktivitas harian Produktivitas Contoh Perhitungan pada pekerjaan Divisi 2. Drainase: Galian Untuk Selokan Drainase dan Saluran Air: 732,50 M3 146,496 M3 = 878,996 M3 Crash Duration Setelah produktivitas harian meningkat maka waktu untuk menyelesaikan pekerjaan akan lebih cepat dari Untuk perhitungan crash duration produktivitas, akan dijumlahkan antara volume pekerjaan dibagi dengan produktivitas setelah dipercepat. Crash Duration = Contoh perhitungan crash duration pada pekerjaan Divisi 2. Drainase: Galian Untuk Selokan Drainase dan Saluran Air: Biaya Tenaga Kerja Biaya tenaga kerja = Upah x Jumlah tenaga Contoh Perhitungan pada pekerjaan Divisi 2. Drainase: Bahan Drainase Porous atau Penyaring (Filte. (Rp. 250 x . Rp. 424 = Rp. 224/hari Biaya Lembur Harian Pada penelitian ini terdapat alternatif penambahan jam kerja . yang otomatis dapat melibatkan penambahan jam kerja pada alat juga. Contohnya penambahan jam kerja alat pada pekerjaan struktur. Oleh karena itu perlu Jurnal Saintek Volume 04 No. Tahun 2024 Rottie et al. Biaya Total Lembur Harian = Upah Tenaga Kerja (Biaya Lembur x Jumlah Tenaga Kerj. Gaji lembur jam ke-1 dikali 1,5 . Gaji lembur jam ke-2 dan seterusnya Contoh perhitungan biaya langsung dengan penambahan jam kerja tenaga kerja pada Divisi 3. Pekerjaan tanah dan geosintetik: Galian Struktur dengan Kedalaman 0 Ae 2 meter Pekerja/Buruh = (Rp. Rp. x 10 = Rp. Mandor = . x 1 = Rp. Total = Rp. Penambahan jam kerja alat termasuk penambahan jam kerja operator, pembantu operator, supir dan pembantu supir yang diperhitungkan sesuai jumlah alat yang Crash Cost = (Biaya sewa alat perjam x jam lembu. iaya tenaga kerja x jam lembur x durasi setelah crashin. Contoh perhitungan penambahan jam kerja alat pada pekerjaan Divisi 2. Drainase: Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air Biaya Sewa alat Excavator = Rp. 988,77/jam Jumlah alat Dump Truck =Rp. 292,61/jam Jumlah Alat = 4 Jam lembur = 2 jam Biaya tenaga kerja alat perjam. Operator = Rp. 000,00 Pembantu Operator = Rp. 000,00 Supir = Rp. 000,00 Pembantu Supir = Rp. 500,00 Lembur jam 2 jam = Rp. 000,00 Durasi setelah crashing = 10 hari Crash cost = Rp. 184,20 Upah Normal Upah Normal = Biaya Tenaga Kerja x Durasi Crash. Divisi 3. Pekerjaan Tanah dan Geosintetik Galian Struktur dengan Kedalaman 0 Ae 2 meter: Rp. 224 x 30 = Rp. Crash Cost Divisi 7. Struktur Beton Struktur fcAo30 Mpa: Rp. 328 x 115 = Rp. Jurnal Saintek Volume 04 No. Tahun 2024 Cost Crash Total Divisi 3. Pekerjaan Tanah dan Geosintetik Galian Struktur dengan Kedalaman 0 Ae 2 meter: Penambahan Jam Kerja Alat = Rp. Upah Normal = Rp. Upah Lembur = Rp. Biaya Bahan = Rp. Biaya Alat = Rp. Total = Rp. Nilai Efisiensi Waktu dan Biaya Proyek Efisiensi Waktu proyek (E. Et = Efisiensi Biaya Proyek (E. Ec = Ec= Pembahasan Pada penelitian ini, percepatan waktu proyek hanya diterapkan untuk kegiatan yg berada pada lintasan kritis yang pekerjaannya dapat Perhitungan durasi pekerjaan diperhitungkan total biaya setelah diterapkan metode time cost trade off dengan penambahan jam kerja . selama 2 jam : Durasi Normal : 360 hari Biaya Normal:Rp. 041,33 PPN 10% :Rp. 304,13 Durasi Cepat : 282 hari Biaya Cepat: Rp. 191,42 PPN 10% : Rp. 619,14 Durasi Durasi normal Ae Durasi percepatan : 360 hari Ae 282 hari = 78 hari KESIMPULAN . Penjadwalan ulang Proyek Pembangunan Jembatan dan Oprit Boulevard II dengan menerapkan metode Time Cost Trade Off diperoleh waktu penyelesaian akibat percepatan adalah 282 hari. Waktu yang Rottie et al. dapat dihemat 21,66 % atau sebanyak 78 . Biaya yang dapat dihemat 1,76% atau. SARAN Diharapkan untuk peneliti selanjutnya agar menggunakan alternatif percepatan lainnya pergantian atau penambahan peralatan untuk memperoleh hasil yang lebih efektif. Untuk percepatan waktu pada proyek dengan menggunakan aplikasi Microsoft project sebaiknya memiliki data time schedule, rencana anggaran biaya lengkap dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan agar dapat mempermudah analisis dan hasilnya akan lebih akurat. REFERENSI