BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin DOI: https://doi. org/10. 62667/ begibung. E-ISSN: 3025-7743 Vol. No. Juli 2024 Hal. Homepage: https://berugakbaca. org/index. php/begibung PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS XI UPT SMA NEGERI 16 BONE Asrianti1 . Haeril2 . Sandi3 1,2,. Universitas Muhammadiyah Bone Informasi Artikel ABSTRAK Sejarah Artikel: Diterima 14 Juli 2024 Perbaikan 15 Juli 2024 Disetujui 17 Juli 2024 Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Instruction. Kemandirian Belajar Siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Instruction dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa. pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 16 Bone Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel yang diteliti adalah siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 16 Bone yang berjumlah 29 siswa. Variabel dalam penelitian ini menggunakan dua variabel yakni Problem Based Instruction dengan Kemandirian Belajar Siswa. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tipe tertutup yakni pilihan jawaban sudah tersedia pada lembar Teknik pengumpulan data menggunakan data primer berupa jawaban siswa terkait Problem Based Instruction dalam Kemandirian Belajar Siswa yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Teknik analisis data dengan data kuantitatif yang diperoleh dari kuesioner, akan diolah menggunakan pendekatan instrumen penelitian. Data dianalisis sesuai statistik deskriptif melalui tabel Hasil penelitian menunjukkan bahwa Problem Based Instruction Untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa lelas XI IPS 3 SMA Negeri 16 Bone berada pada kategori sedang. sehingga sesuai dengan dasar pengambilan keputusan uji t dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh variabel Problem Based Instruction (X) terhadap Kemandirian Belajar (Y). Ditunjukkan oleh nilai t hitung = 0,364 < t tabel = 1,661 dengan tingkat signifikansi r hitung 0,717 > 0,05, sehingga H. 1 diterima ada Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Instruction dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa. A 2024 BEGIBUNG *Surat ielektronik ipenulis: realmegold24@gmail. haerilkacong@gmail. sandidila261@gmail. PENDAHULUAN Konstitusi menekankan bahwa sistem serta mengefektifkan pengelolaan pendidikan, pendidikan nasional harus mampu menjamin sesuai dengan tuntutan perubahan. pada tingkat pemerataan kesempatan berbagi kesempatan lokal, nasional, dan global. Oleh karena itu, pendidikan perlu direformasi secara terencana, meningkatkan mutu dan efektivitas pendidikan, terkelola, dan berkelanjutan. Page 105 Pendidikan saat ini sangatlah penting bagi mengembangkan pengetahuan baru bagi siswa kita semua akan tetapi ketika pendidikan tidak ditakkan dengan aturan, pendidikan akan membutuhkan penyelesaian nyata sehingga disalah gunakan. Seperti pendidikan diindonesia membuat siswa berpartisipasi aktif dalam kurangnya kesadaran dalam menerapkan aturan, kegiatan pembelajaran. dimana aturan itu berupa tata tertip yang di Pembelajaran berbasis masalah bukan jadikan acuan di sekolah. Tata tertip sangat penting diterapkan untuk kelangsungan dan pertanyaan-pertanyaan praktis. Pembelajaran kenyamanan saat kita belajar, menurut Undang- berbasis masalah memperkuat keterampilan Undang Nomor 20 tahun 2003. siswa melalui kemampuan menghadapi masalah Pendidikan merupakan suatu cara untuk secara menarik, mengeksplorasi masalah dan menciptakan kemampuan masyarakat dalam menemukan solusi secara kolaboratif, serta menggunakan pemikiran rasionalnya sebagai mengkomunikasikan hasil kerjanya kepada solusi terhadap berbagai permasalahan yang orang lain. Model pembelajaran berbasis akan timbul di masa depan. Pelatihan juga masalah memberikan kesempatan kepada siswa secara sadar dirancang untuk mencapai tujuan untuk meningkatkan keterampilannya dengan yang diinginkan. Salah satu tujuan pendidikan kegiatan search, solve, dan Discovery. Dalam adalah meningkatkan kualitas tenaga kerja. pembelajaran, siswa didorong untuk bekerja Melanie, pendidikan yang bagus, pekerjaan kita keras mencari jawaban atas permasalahan, akan mudah mengikuti perkembangan masa situasi atau situasi yang ditemuinya dan depan khususnya perkembangan di bidang ilmu mengambil keputusan dengan berpikir ilmiah, pengetahuan dan teknologi (IPTEK). rasional dan komprehensif. Salah satu model pembelajaran yang dapat Negeri 16 Bone, fenomena yang didapatkan Model oleh peneliti bahwa belum pernah ada guru-guru Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI). menerapkan model pembelajaran problem based Model pemebelajaran problem based instruction instruction saat pembelajaran, dikarenakan guru hanya menggunakan metode konvensional yaitu pendekatan pembelajaran siswa pada masalah metode ceramah dimana metode ceramah hanya autentik. Nadz dan Haq, . Problem guru yang berperan aktif dalam menyampaikan based instruction merupakan suatu model materi sehingga siswa dapat mendengar materi pembelajaran yang menggunakan masalah tampa ada penyelesaian solusi bersama-sama. Berdasarkan hasil observasi di UPT SMA sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Page 106 Penelitian ini bertujuan untuk pentingnya penerapan model pembelajaran problem based yaitu selama 2 bulan yang pada bulan Mei sampai dengan bulan Juni tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah kemandirian siswa. Penelitian ini diharapkan seluruh siswa kelas XI dengan jumlah siswa menjadi hasil kajian yang dapat dimanfaatkan sebanyak 121 orang. para tenaga pendidik khususnya guru dalam Tabel 1. Populasi Penelitian. mempersiapkan diri agar memiliki kompetensi dalam menerapkan metode pembelajaran yang No Kelas 1 XI IPS 1 2 XI IPS 2 3 XI IPS. Dari uraian di atas, maka penulis tertarik 4 XI IPS 4 untuk melakukan penelitian dengan judul Jumlah peserta didik. AyPenerapan Model Pembelajaran Problem Laki-laki Perempuan Jumlah Sumber : SMA Negeri 16 Bone Tahun 2023 Based Instruction sebagai Upaya Meningkatkan Adapun Sampel dalam penelitian ini Kemandirian Siswa Pada Mata Pelajaran ditentukan secara random sampling, yakni XI Ekonomi siswa kelas XI IPS di UPT SMA IPS 3 dengan jumlah siswa 29 orang. Negeri 16 BoneAy. Tabel 2. Sampel Penelitian No Kelas 1 XI IPS 3 METODE PENELITIAN Jumlah Penelitian penelitian kuantitatif dalam bentuk experimen. Laki-laki Perempuan Jumlah Sumber : SMA Negeri 16 Bone Tahun 2023 Dalam penelitian ini instrument yang Adapun desain bagan pada penelitian ini digunakan untuk pengumpulan data-data yaitu dapat digambarkan, sebagai berikut: menggunakan metode observasi, dokumentasi dan angket/koesioner, sebanyak 20 nomor. Variable penelitian dalam penelitian ini Penelitian ini dilaksanakan di UPT SMA Negeri 16 Bone yang berlokasi dijalan poros Bone Ae Sengkang KM, 8 Desa Paccing Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone. Adapun waktu pelaksanaan dalam penelitian ini BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin yaitu variable bebas (X) adalah Problem Based Intruction dan variabel terikat (Y) adalah Kemandirian Belajar Siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan . , kuesioner, dan dokumentasi. Page 107 Teknik analisis data dalam Uji Instrumen Linear sederhana Syarat untuk melakukan uji analisis regresi linear sederhana yaitu valid dan Dari tabel diatas bisa dilihat bahwa menggunakan Pengujian validitas, reliabilitas. Untuk Uji Hipotesis menggunakan Regresi 0,639 0,4555 Valid 0,4555 Valid 0,4555 TidakValid 0,4555 Tidak Valid 0,4555 Valid Dasar interelasi dari masing-masing item diperoleh pengambilan keputusan dalam uji regresi linear skor masing-masing pernyataan untuk variabel sederhana dapat mengacu pada dua hal yaitu X dan Y, semuanya menghasilkan nilai r-hitung membandingkan nilai signifikansi dengan nilai > r-tabel. Maka nomor 2,5, 8, 9 tidak Valid item pernyataan variabel nomor lainnya penelitian Hasil uji reliabilitas HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil uji validitas Setiap item pernyataan divalidasikan sesuai dengan dasar pengambilan keputusan bahwa Rhitung > Rtabel dengan taraf signifikan = 5% maka item tersebut valid atau sebaliknya. Tabel 3 Hasil Uji Validitas Model Pembelajaran Problem Based Interaction Item Pertanyaan rhitung rtabel Keterangan 516 0,4555 Valid 680 0,4555 Valid 505 0,4555 Valid 515 0,4555 Valid 728 0,4555 Valid 511 0,4555 Valid 603 0,4555 Valid 492 0,4555 Valid 445 0,4555 Tidak Valid 447 0,4555 Tidak Valid Tabel 4. Hasil Uji Validitas Kemandirian Belajar Siswa 786 0,4555 Valid 435 0,4555 Tidak Valid 690 0,4555 Valid 731 0,4555 Valid 386 0,4555 Tidak Valid BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Uji Reliabilitas adalah instrumen yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh informasi yang digunakan dapat dipercaya sebagai alat ukur untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas Variabel . Item cronbachAos Tingkat Pertanyaan alpha Reliabilitas Ket Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Page 108 Pada tabel diatas hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa setiap variabel memiliki koefisien alpha yang lebih besar dari 0,50 sehingga bisa dikatakan Nomor, 2,5,8, dan 9 Tidak variabel dari kuesioner dan nomor lainnya adalah Reliabel. Semua pernyataan pada cronbachAos alpha pada setiap variabel > 0. Berdasarkan Penilaian yang dilakukan berdasarkan 6 seberapa cepat mengerjakan soal dan seberapa banyak soal yang dikerjakan yang benar sebelum Problem Based Instruction Dengan penerapan pembelajaran Problem Based Instruction saya terlibat aktif dalam proses - 13,7 1 13,7 9 57, 2 13,7 Tabel 6. Penilaian Responden Pada Variabel Problem Based Instruction NO. Indikator Tabel 7. Penilaian Responden Pada Variabel Frekuensi Jawaban . rang/%) STS TS KS S SS Berdasarkan dijelaskan oleh guru sesuai topik 27,5 65,5 - 6,89 materi pembelajaran dengan mengunakan Model pembelajaran Problem Based Instruction Dengan penerapan pembelajaran Problem Based Instruction - 3,4 6,89 4 9 6 membuat saya selalu ingin terlihat dalam mempelajari materi pembelajaran Memberikan waktu tertentu 1 untuk mengerjakan soal 3,4 - 26,3 8 26,3 menggunakanProblem Based Instruction Memberikan waktu tertentu untuk mengerjakan soal menggunakanProblem Based Instruction Penilaian yang dilakukan berdasarkan seberapa cepat mengerjakan soal Problem Based Instruction 3,4 6,89 6 52,6 - 3,4 15,8 1 13,7 BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Kemandirian Belajar Siswa NO. Frekuensi Jawaban . rang/%) Indikator STS TS KS S Siswa bertanya kepada guru atau teman bila ada materi pembelajaran yang belum siswa mengerti Siswa mengerjakan sendiri setiap ada tugas ataupun ujian dari Siswa membuat jadwal pelajaran setiap Siswa mencari buku atau media lain yang menunjang ketika siswa belajar Siswa meluangkan waktu siswa setiap hari untuk belajar Siswa mampu mengerjakan tugas yang mudah dan sulit sekalipun tanpa ragu 6,89 27,5 65,51 10 72 17,24 ,3 ,4 13 62 24,13 ,7 ,0 10 65 24,13 ,3 ,5 10 3 47,4 ,3 6, 21,1 36,8 24,13 Page 109 Saya menghabiskan waktu pulang sekolah untuk belajar dari pada Saya senang 8 mengerjakan soal-soal yang ada di LKS walaupun guru belum Siswa mencatat setiap materi pada buku 21,1 42,1 24,13 Nilai koefisien Problem Based Instruction 10,3 65,5 24,13 pengembangan Kemandirian Belajar dalam penambahan Kemandirian Belajar sebesar 0. Siswa mengikuti arah guru cara menulis dipapan tulis yang konstanta 22,927 ,3 6, 057 dengan taksiran variabel lain konstan. Adapun analisis data dan perhitungan regresi sederhana Problem Based Instruction (X) dengan Kemandirian Belajar siswa (Y) diperoleh persamaan regresi Y = 22,927 ,057 Hal ini menunjukkan bahwa variabel tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Y. Tabel 8. Hasil Uji T Coefficientsa Unsta. Coef Model 1 (Constan. Std. Error 22,927 3,524 ProblemBased ,057 Instruction ,081 Stand Coef Beta PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sig. pengaruh Problem Based Instruction terhadap 6,506 ,000 ,169 ,707 ,489 Dependent Variable: Kemandirian belajar Kemandirian Belajar siswa. Pengaruh tersebut telah diukur melalui indikator yang telah dicapai pada sistem pembelajaran. Indikator Problem Based Hasil persamaan dari : Y = a bX Y = 22,927 , 057 X Ketentuan: Y : Kemandirian Belajar Instruction mengikuti pelajaran kelas, kebiasaan membaca a : Nilai konstanta (Pengetahua. , b : Nilai koefisien regresi psikomotorik (Tingkah lak. Dari persamaan di atas dijelaskan bahwa : kebiasaan memanfaatkan prpustakaan. Indikator X : Problem Based Instruction Nilai 22,927 (Karakte. Pada penelitian ini telah dilakukan dua membuktikan bahwa jika variabel dependen yaitu Problem Based Instruction adalah nol mengajukan izin penelitian terhadap siswa yang maka Kemandirian Belajar adalah sebesar menjadi objek penelitian, serta menjelaskan BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin sekolah,untuk Page 110 tahap penelitian yang dilakukan. Pada tahap kedua yaitu pembagian kuesioner pada siswa Kemandirian Belajar ternyata tidak diikuti oleh pertanyaan tentang instrumen penelitian,dan peningkatan prestasi siswa pada 6 indikator. siswa menjawab semua pernyataan secara jujur. Artinya Siswa Berdasarkan hasil analisis data dan Kemandirian Belajar yang baik tidak serta merta perhitungan regresi linear sederhana Problem memiliki prestasi belajar yang tinggi baik baik Based Kemandirian dari aspek kognitif. Afektif dan psikomotorik. Belajar. Hal ini dapat terlihat pada nilai sig. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat sebesar 0,489. Karena nilai signifikan sebesar faktor-faktor lain yang lebih berpotensi untuk 0,489 > 0,05, maka sesuai dasar pengambilan meningkatkan prestasi siswa. Bukan hanya keputusan dalam pengujian. Variabel Problem Based Instruction Instruction kebiasaan mencatat. Kebiasaan merangkum. Belajar Kebiasaan meminjam buku dan Kebiasaan Selanjutnya, berdasarkan hasil uji t diperoleh memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat nilai sig. yaitu Problem Based Instruction sebesar 0,489 > 0,05, sehingga sesuai dengan SIMPULAN DAN SARAN media pembelajaran belajar seperti Kemandirian dasar pengambilan keputusan uji t dapat Berdasarkan disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh variabel disimpulkan bahwa ada Pengaruh Model Problem Pembelajaran Problem Based Instruction dalam Kemandirian Belajar (Y). Ditunjukkan oleh Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa, nilai t hitung = 0,364 < t tabel = 1,661 dengan ditandai dengan nilai signifikan sebesar 0,489 > tingkat signifikansi 0,717 > 0,05. Hal ini sejalan 0,05. Nilai koefisien Model Pembelajaran Problem Based Instruction sebesar 0, 057 Based Instruction (X) (Poerwati, 2. yang menyatakan bahwa Problem Problem Based Instruction dalam satuan angka terhadap Kemandirian Belajar siswa ditolak. akan mengakibatkan penambahan Kemandirian Tidak Based Instruction Instruction Model Pembelajaran Problem Based Belajar sebesar 0,057. Variabel Problem Based Kemandirian Belajar Instruction belajar ada berperuh terhadap Based Kemandirian Problem Belajar Instruction siswa SMA Negeri 16 Bone, tidak Selanjutnya, berdasarkan hasil uji t diperoleh mampu mendorong peningkatan prestasi siswa. nilai sig. yaitu Problem Based Instruction Hasil sebesar 0,489> 0,05, sehingga sesuai dengan menunjukkan cukup tingginya respon siswa dasar pengambilan keputusan uji t dapat BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Page 111 disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh variabel Pendidikan Geografi. Malang: Universitas Problem Negeri Malang. Based Instruction (X) Kemandirian Belajar (Y). Ditunjukkan oleh nilai t hitung = 0,364< t tabel = 1,661 dengan Rusman. Model-model Pembelajaran tingkat signifikansi 0,717 > 0,05, maka Ho (Mengembangkan Profesionalisme Gur. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. DAFTAR PUSTAKA