Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 129-132 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Melalui Bermain Gerak Dan Lagu Di Paud Dahlia II Desa Air Bening Kecamatan Bermani Ulu Raya Lisda Putri Affiliation: Paud DAHLIA II Desa Air Bening Kecamatan Bermani Ulu Raya Kabupaten Rejang Lebong Corresponding Author: lisdaputriaz@gmail. Abstract Penelitian ini dilatar belakangi oleh Hasil observasi pada proses pembelajaran di Paud Dahlia II kecamatan Bermani Ulu Raya, khususnya anak kelompok B nilai motorik kasar anak dalam pembelajaran gerak dan lagu kurang berkembang. Karena kegiatan atau pembelajaran yang digunakan guru kurang bervariasi tanpa menggunakan gerak yang melibatkan semua tubuh sehingga permainan yang berkaitan dengan motorik kasar pun kurang maksimal. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik kasar melalui gerak dan lagu anak yang masih kurang optimal dan maksimal pada kelompok B Paud Dahlia II kecamatan Bermani Ulu RayaAy. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus terdiri dari 2 pertemuan setiap siklusnya. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas B dengan jumlah 10 murid terdiri dari 4 anak perempuan dan 6 anak laki-laki. Pada siklus pertama terdapat berkembang sesuai harapan (BSH) 35% anak. Dan pada siklus II berkembang sesuai harapan (BSH) 85%. Dengan demikian penelitian tindakan kelas yang telah peneliti lakukan, yaitu bahwasanya kegiatan gerak dan lagu dapat meningkatkan motorik kasar anak usia dini di Paud Dahlia II. Kata kunci : Meningkatkan motorik kasar, gerak dan Lagu Pendahuluan Masalah Pendidikan Anak Usia Dini merupakan suatu ilmu pendidikan yang memiliki pemahaman, pembinaan, pengembangan potensi anak sedini mungkin. Di dalam Pendidikan Anak Usia Dini terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam rangka mendidik anak sesuai dengan perkembangan usianya. Peran dari orang tua merupakan hal yang tidak kalah penting dalam pendidikan anak, orang tua wajib memiliki pengetahuan agar dapat mendidik dan mengasuh anaknya menjadi generasi penerus bangsa yang Kegiatan motorik atau pembelajaran melalui gerakan merupakan salah satu cara yang dapat diterapkan dalam proses belajar anak PAUD. Karena pada dasarnya anak cenderung aktif dan suka bergerak dan sejalan dengan hal tersebut anak juga akan lebih mudah mengerti suatu pembelajaran apabila pembelajarannya diikuti oleh gerakan. Menurut penulis. Pendidikan anak usia dini itu dunia bermain sambil belajar dan taman kanak-kanak yang membantu anak untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangannya. Semakin kuat terampilnya gerak seorang anak, membuat Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 129-132 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 anak senang bermain dan tak lelah untuk menggerakkan seluruh anggota tubuhnya disaat bermain. Anak juga memiliki dunia sendiri yang khas dan harus dilihat dengan kaca mata anak-anak Proses perkembangan anak itu melalui pembiasaan, fisik motorik, baik fisik motorik kasar maupun fisik motorik halus, bahasa, kognitif. Perkembangan tersebut berkembang pada masa pertumbuhan anak yang luar biasa. Pada masa ini merupakan periode yang sangat kritis dalam tahap perkembangan manusia. Perkembangan motorik kasar yang melibatkan gerakan seluruh tubuh, kaki, dan lengan yaitu merupakan salah satu aspek pertumbuhan anak anak yang begitu jelas dan terlihat, kadang-kadang kita atau pendidik kurang mengamati aktifitas yang berkaitan tentang motorik kasar anak. Beberapa karakteristik perkembangan motorik kasar antara lain: Gerak motorik kasar melibatkan seluruh bagian-bagian tubuh anak terutama otot-otot besar. Misalnya bermain gerak dan lagu Pertumbuhan relative stabil, anggota badan terus tumbuh dengan cepat dalamp roposi yang seimbang, keseimbangan perkembangan jadi lebih baik. Gerak motorik kasar membutuhkan tenaga yang banyak karena seluruh anggota tubuh ikut gerak Pembelajaran anak usia dini tidak bisahanya menekankan pada. Untuk meningkatkan perkembangan kemandirian anak dalam pembelajaran hanya dengan kemampuan akademis anak saja seperti baca, nulis, dan berhitung. Namun perlu juga diberikan rangsangan melalui permainanAeusia bermain sehingga bermain sambil belajar itu sangat dibutuhkan anak, agar anak tidak terbebani dan merasa senang dalam mengikuti proses pembelajaran. Hasil observasi pada proses pembelajaran di PAUD DAHLIA II khususnya anak kelompok B nilai motorik kasar anak dalam pembelajaran gerak dan lagu kurang berkembang. Karena kegiatan atau pembelajaran yang digunakan guru kurang bervariasi tanpa menggunakan gerak yang melibatkan semua tubuh sehingga permainan yang berkaitan dengan motorik kasar pun kurang maksimal. Hal ini terlihat dari gerakan gerakan yang belum dikuasai anak dalam melangkahkan kaki setengah meloncat, kurangnya perkembangan anak dalam mengayunkan tangan berlawan dengan gerak kaki, kurangnya perkembangan anak dalam mengayunkan tangan berlawanan dengan gerak kaki, kurangnya kemampuan anak berdiri dengan satu kaki, kurangnya peerkembangan anak dalam melakukan gerakan tangan kimbang . dan kurangnya perkembangan anak dalam melakukan gerakan mengikuti sesuai lagu. Berdasarkan observasi selanjutnya ditemukan bahwa di PAUD DAHLIA II pada kelompok B ternyata permainan yang digunakan guru hanya itu itu saja jadi membuat anak mudah bosan dan menjadikan anak kurang semangat bahkan cenderung hanya duduk dan diam kurang semangat dalam pembelajaran yang menggunakan fisik motorik kasar. Anak yang memasuki usia dini memiliki banyak keuntungan dalam setiap kegiatan tersebut mempunyai nilai positif terhadap perkembangan motorik kasar, meskipun perkembangan tersebut akan berbeda pada setiap anak. Namun hal ini sesuai dengan perkembanganya. Salah satu indikator untuk permainan. Anak anak usia dini merupakan perkembangan motorik kasar anak-anak di PAUD DAHLIA II tingkat pencapaian melatih keseimbangan, kelincahan, dan keberanian adalah dilakukannya senam bersama, itupun masih belum maksimal. Terlihat masih banyak anak yang kurang dapat mengikuti kegiatan senam yang dicontohkan oleh guru bahkan ada beberapa anak yang tidak ikut serta dalam senam tersebut. Tingkat motorik kasar anak melalui kegiatan ataupun permainan yang diberikan Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 129-132 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 guru pada 20 anak ada 10 anak yang sudah bisa tetapi juga kadang masih dibantu dan sisanya masih banyak dibantu bahkan ada 2 anak yang sama sekali tidak bisa jadi kira-kira 50% anak yang bisa menirukan tetapi masih dibantu. Metode Penelitian Operasional variabel adalah penjabaran lebih lanjut terhadap suatu objek penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga memperoleh informasi tentang suatu yang dijadikan objek penelitian objek tindakan yaitu variabel terikat (Y) dan variabel bebas (X). Sugiyono . telah menjelaskan dalam bukunya yang berjudul: Statistika untuk Penelitian. Variabel bebas adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel terikat. Berdasarkan pengertian di atas variabel bebas dalam penelitian ini adalah bermain gerak dan lagu. (Sugiyono, 2006: . Gerak dan lagu merupakan sarana ekpresi dan mengalihkan ketakuatan, kesedihan, kemarahan, kenikmatan, dan sebagainya. Gerak juga merupakan ekspresi pembebasan dari belenggu ketidakberdayaan simbolis. AydisplacementAy maupun katarsis, khususnya pada anak-anak mereka mengekspresikan dirinya secara langsung dan efektif melalui gerakan. Hasil Penelitian Penelitian yang telah dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari II Siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil yang diperoleh pada siklus ini didapat dari data yang berupa lembar observasi. Dari data lembar observasi tersebut hasilnya akan digunakan untuk mengetahui peningkatan yang terjadi pada anak. (PTK) ini variabel yang akan diteliti sebagai Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa adanya peningkatan sesuai dengan indikator kriteria yang di inginkan peneliti. Analisis yang di lakukan oleh peneliti upaya meningkatkan kemampuan motoric kasar pada anak melalui metode gerak dan lagu berhasil dengan nilai 90% sesuai dengan indikator yang di tentukan oelh peneliti dengan kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 129-132 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas (PTK) da analisis data yang dilakukan secara kaloboratif antara guru dan peneliti, dapat ditarik kesimpulan bahwa gerak dan lagu dapat meningkatkan motorik kasar anak pada Paud Dahlia II. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan presentase motorik kasar anak setelah dilakukan tindakan siklus I dan siklus II. Keberhasilan ini dapat dilihat pada peningkatan motorik kasar anak pada setiap siklusnya. Pada siklus pertama terdapat berkembang sesuai harapan (BSH) 35% anak. Dan pada siklus II berkembang sesuai harapan (BSH) 85%. Dengan demikian penelitian tindakan kelas yang telah peneliti lakukan, yaitu bahwasanya kegiatan gerak dan lagu dapat meningkatkan motorik kasar anak usia dini di Paud Dahlia siklus I. Persentase hasil pencapaian pada siklus II sebesar 91% dalam kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) artinya mencapai kriteria ketuntasan keberhasilan penelitian 75%- 100%. Daftar Pustaka