Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 230-239 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Restrukturisasi Kognitif sebagai Upaya Preventif dan Kuratif terhadap Perilaku Self-injury Siswa SMK Nur Dhian M 1*. Abdul Saman2 M. Amirullah3 1,2,3 Ubimbingan dan Konseling. Universitas Negeri Makassar. Coresponden Email: nudhiankmustang@gmail. Received: July-2025. Reviewed: July-2025. Accepted: August-2025. Published: August-2025. Abstract. This study investigates how well cognitive restructuring strategies work to lower self-harming behavior among State Vocational High School XYZ students. The study used a quantitative approach with a non-equivalent control group and a quasi-experimental methodology. Ten students, five in the experimental group and five in the control group, were the participants. They were chosen purposefully based on signs of selfharm. Self-harm behavior scales and non-participant observation were used to gather data, and the Mann-Whitney test was used for analysis. Following cognitive restructuring intervention, the experimental group's conduct changed from a high to a lower category, indicating a significant drop in self-harming behavior. In contrast, there was no discernible difference in the control group. Statistical analysis yielded a significance value of 0. 009, confirming a notable difference between the two groups. These results indicate that cognitive restructuring is beneficial in helping students identify, challenge, and alter negative thought patterns that drive self-injury, thereby fostering healthier emotional regulation and adaptive coping skills. Keywords: Selfinjury. Cognitive Vocational High School students. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif teknik restrukturisasi kognitif dalam mengurangi perilaku melukai diri pada siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri XYZ. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif, menggunakan desain quasi eksperimen dan menggunakan kelompok kontrol nonekuivalen. Sepuluh siswa yang terlibat dalam penelitian dipilih secara purposif berdasarkan indikator perilaku menyakiti diri. Mereka kemudian dibagi ke dalam dua kelompok, dengan masing-masing lima siswa dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Setelah data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipasi dan skala perilaku melukai diri, uji MannAeWhitney digunakan untuk menganalisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang menerima intervensi restrukturisasi kognitif mengalami penurunan perilaku melukai diri yang signifikan, dengan pergeseran kategori dari tinggi ke lebih rendah. Sebaliknya, tidak ada perubahan yang signifikan dalam kelompok kontrol. Analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi 0,009, yang menandakan adanya perbedaan nyata antara kedua kelompok. Temuan ini memperlihatkan bahwa restrukturisasi kognitif efektif dalam membantu siswa mengenli, menantang, dan mengubah pola pikir negatif yang mendorong perilaku melukai diri, sehingga mendukung regulasi emosi yang lebih sehat serta keterampilan coping yang adaptif. Kata kunci: Selfinjury. Restrukturiasasi kognitif. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan 230 | How to cite this article: Nur. Saman. , & Amirullah. Restrukturisasi kognitif sebagai upaya preventif dan kuratif terhadap perilaku self-injury siswa SMK. Indonesian Journal of School Counseling, 6. , 130Ae239. https://doi. org/10. 26858/ijosc. 74602 A 2025 The Author. Journal: Indonesian Journal of School Counseling. Publisher: Guidance and Counseling Study Program. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar. Link: https://ojs. id/ijosc Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 230-239 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X PENDAHULUAN Pendidikan karakter memiliki tujuan untuk membentuk kepribadian siswa/peserta didik agar dapat memiliki akhlak mulia, integritas yang kuat, dan karakter positif, sehingga mereka dapat menghadapi tantangan secara adaptif (Sukiyat, 2. Fortim . mengatakan bahwa kecelakaan diri adalah perilaku kompulsif yang mirip dengan kecanduan, sedangkan Friedman . mengatakan bahwa distorsi kognitif cara berpikir irasional dan keliru dapat menyebabkan masalah kesehatan mental serta perilaku destruktif seperti penyalahgunaan zat dan ide bunuh diri. Sengaja menyakiti diri sendiri untuk meredakan tekanan psikologis, biasanya dilakukan dengan menggores, mengiris, atau membakar tubuh, dikenal sebagai self injury (Walsh, 2. Menurut The Oxford Handbook of Nonsuicidal Self-Injury. Stredlow. Pearlstein. Sandel, dan Johnson . , peningkatan intensitas emosi negatif sering mendahului terjadinya self-injury. Seringkali, tindakan ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap distorsi kognitif yang sulit diungkapkan secara verbal. Pendapat ini sejalan dengan teori Whitlock (Afrianti, 2. , selfinjury berfungsi sebagai strategi coping yang tidak efektif ketika seseorang memiliki keterbatasan dalam mengelola emosi dan komunikasi. penyebab kematian tertinggi kedua di dunia bagi usia 18Ae29 tahun disebabkan oleh bunuh diri (WHO dalam Indrawati, 2. Pada tahun 2022, penyebab kematian tertinggi kedua adalah bunuh diri pada usia 15Ae29 tahun, 000 kematian setiap tahun (WHO, 2. Di Indonesia, 36,9% penduduk pernah melakukan self injury , dua dari lima di antaranya remaja (Widyawati, 2. Penelitian Afrianti . menemukan 21,7% siswa SMK berada pada tingkat sedang dan 48,3% pada tingkat tinggi, sedangkat Hasil survei deskriptif menggunakan Self-Harm Inventory (SHI) pada siswa SMK Kuncup Samigaluh mengungkap adanya perilaku self-injury di kalangan peserta didik, dengan pemetaan pada aspek kognitif, afektif, dan perilaku yang menunjukkan peran dominan faktor kognitif (Wibowo & Suwarjo. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menegaskan bahwa teknik restrukturisasi kognitif dalam kerangka Cognitive Behavioral Therapy efektif membantu remaja mengenali dan mengubah pola pikir maladaptif yang memicu perilaku destruktif, sehingga mendukung strategi koping yang lebih sehat (Nabila & Putri, 2. Sofiannisa. Mori. Lisbeth, dan Khairat . juga menunjukkan bahwa teknik ini mampu mengubah pola pikir maladaptif menjadi adaptif, mengurangi gejala psikologis, serta meningkatkan strategi koping, fungsi sosial, dan perilaku adaptif. Afriyani dan Saputra . menegaskan bahwa Cognitive Behavioral Therapy efektif mengembangkan strategi koping adaptif, menurunkan gejala depresi, kecemasan, dan kemarahan, serta meningkatkan harga diri dan kualitas hubungan sosial pada remaja yang terdampak perceraian orang tua. Sejumlah penelitian relevan telah mengidentifikasi faktor penyebab maupun intervensi. Putri . menemukan hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dan risiko self injury melalui mekanisme perbandingan sosial dan paparan konten negatif. Jannah et al. menekankan faktor keluarga dan hubungan interpersonal sebagai pemicu utama. Aristia et al. , . membuktikan efektivitas Rational-Emotive Behavior Therapy / REBT dalam menurunkan intensitas self injury melalui konseling individual. Namun, intervensi tersebut berfokus pada pengelolaan emosi, bukan langsung pada pola pikir negatif sebagai akar Meskipun banyak penelitian membahas faktor penyebab, dampak, dan intervensi berbasis emosi, masih sedikit studi yang menguji penanganan langsung pada aspek kognitif 231 | Nur Dhian M. Abdul Saman, & M. Amirullah. Restrukturisasi Kognitif sebagai Upaya Preventif dan Kuratif terhadap Perilaku Self-injury Siswa SMK Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 230-239 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X melalui konseling kelompok di lingkungan sekolah. Pendekatan CBT yang menggunakan teknik restrukturisasi kognitif, bertujuan membantu orang mengubah pikiran negatif mereka menjadi lebih realistis, meningkatkan kemampuan mereka untuk mengatasi stres dengan cara yang lebih adaptif, dan menghentikan mereka dari melakukan perilaku yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Penelitian ini menerapkan metode ini ke dalam layanan konseling kelompok di sekolah, dengan harapan memberikan dukungan sosial antar siswa dan layanan yang efektif. Oleh karena itu, selama konseling kelompok di SMKN XYZ, restrukturisasi kognitif berbasis CBT difokuskan pada perubahan pola pikir negatif yang terkait dengan perilaku selfinjury. Tujuan utama penelitian ini ialah untuk mengetahui efektifitas metode restrukturisasi kognitif dalam mengurangi perilaku menyakiti diri pada siswa SMKN XYZ. Hipotesis penelitian menyatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada tingkat perilaku menyakiti diri siswa sebelum dan sesudah intervensi restrukturisasi kognitif diberikan kepada mereka. METODE Desain Penelitian Untuk mengetahui seberapa efektif restrukturisasi kognitif untuk mengurangi perilaku self-injury terhadap siswa SMK, penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen, yang menekankan pengukuran berbasis angka dan analisis statistik untuk mengevaluasi hubungan variabel bebas dan variabel terikat (Creswell & Creswell, 2. Variabel bebas adalah penerapan restrukturisasi kognitif, dan variabel terikat adalah perilaku self-injury (Creswell & Creswell, 2. Panduan Creswell & Creswell . Kadir . , dan Pandang & Anas . digunakan sebagai referensi untuk desain penelitian. Sampel dan Lokasi SMK Negeri XYZ memiliki 71 siswa kelas X Listrik 1 dan XI TESHA pada tahun akademik 2024/2025. Sampling purposive dilakukan pada siswa berusia 15 hingga 18 tahun yang menunjukkan indikasi perilaku kecelakaan diri. Sepuluh siswa dari hasil seleksi dibagi dua kelompok masing-masing lima siswa di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Creswell & Creswell, 2. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara, dokumentasi, serta penggunaan skala perilaku self-injury. Instrumen penelitian terdiri dari 32 item valid dan 35 item reliabel sesuai hasil uji instrumen yang dilakukan menggunakan SPSS versi 25 (Creswell & Creswell, 2. Proses skoring dilakukan dengan arahan guru Bimbingan dan Konseling. Uji reliabilitas menghasilkan nilai 0,833, yang menunjukkan tingkat konsistensi instrumen tergolong tinggi. Skala ini digunakan untuk mengukur perubahan perilaku siswa sebelum dan sesudah intervensi. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif untuk menunjukkan perilaku self-injury Selain itu, kelompok eksperimen dan kontrol dibandingkan dengan menggunakan uji hipotesis MannAeWhitney U. Data diproses menggunakan program SPSS versi 25. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa, setelah intervensi restrukturisasi kognitif diberikan kepada kedua kelompok terdapat perbedaan signifikan. 232 | Nur Dhian M. Abdul Saman, & M. Amirullah. Restrukturisasi Kognitif sebagai Upaya Preventif dan Kuratif terhadap Perilaku Self-injury Siswa SMK Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 230-239 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini berjudul AuLayanan Konseling Kelompok dengan Teknik Restrukturisasi Kognitif dalam Mereduksi Perilaku Self-Injury pada Siswa SMK Negeri XYZAy. Pengujian hipotesis dilakukan melalui metode eksperimen dengan menggunakan uji MannAeWhitney yang dianalisis melalui aplikasi IBM SPSS versi 23. Dari hasil pengujian tersebut, diperoleh beberapa temuan penelitian sebagai beriku: Deskripsi Nilai Pretest dan Post Test pada Kelompok Eksperimen Tabel 1. Skor Pretest dan Posttest pada Kelompok Eksperimen Inisial Pretest Skor Kategori Sedang Tinggi Sedang Sedang Tinggi Sumber: Hasil Skala kelompok eksperimen Posttest Skor Kategori Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah Perbedaan Skor Tabel diatas memperlihatkan bahwa seluruh sampel mengalami penurunan skor setelah diberikan perlakuan atau intervensi. Sampel pertama menunjukkan penurunan sebesar 25 poin, sampel kedua dan ketiga masing-masing menurun sebesar 28 poin, sampel keempat mengalami penurunan sebesar 22 poin, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada sampel kelima dengan selisih 29 poin. Deskriptif Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Sebelum pemberian perlakuan, digunakan metode restrukturisasi kognitif dengan tujuan memperoleh data awal . yang nantinya menjadi dasar perbandingan dengan hasil pasca-tes. Pretest dilaksanakan pada tanggal 10 April, dengan data diperoleh melalui observasi serta skala perilaku menyakiti diri pada sepuluh siswa yang telah teridentifikasi memiliki kecenderungan melakukan self-injury. Kesepuluh siswa tersebut kemudian dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Intervensi restrukturisasi kognitif diberikan kepada kelompok eksperimen sebelum dilakukan posttest. Selanjutnya, pengukuran pasca-tes dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2025 untuk dibandingkan dengan hasil pretest, dapat dilihat pada Tabel 2. 233 | Nur Dhian M. Abdul Saman, & M. Amirullah. Restrukturisasi Kognitif sebagai Upaya Preventif dan Kuratif terhadap Perilaku Self-injury Siswa SMK Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 230-239 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Tabel 2. Data Statistik Kelompok Eksperimen dan kontrol Pretest Posttest Pretest control Posttest N Range Minimu Maksim Mean Std. Err Std. Deviati Tabel 2 menyatakan bahwa rata-rata . skor pada kelompok eksperimen mengalami perubahan, yakni sebesar 88,4 pada pretest dan menurun menjadi 64,4 pada posttest setelah diberikan perlakuan. Hal ini menunjukkan adanya penurunan skor yang berarti setelah intervensi dilakukan. Sedangkan kelompok kontrol, nilai rata-rata pretest dan posttest sama-sama sebesar 84,4, sehingga tidak menunjukkan adanya penurunan. Perbedaan hasil tersebut juga dapat diamati secara lebih jelas melalui grafik berikut. Pretest Kontrol Posttest Eksperimen Pretest Posttest Eksperimen Eksperimen Gambar 1. Grafik Rata-rata Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen dan Kontrol Grafik mean memperlihatkan bahwa kelompok kontrol tidak mengalami perubahan yang berarti, karena skor perilaku mereka cenderung tetap pada tingkat yang sama. Sebaliknya, kelompok eksperimen menunjukkan perbedaan yang jelas, dengan adanya perubahan perilaku yang berarti sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil posttest kelompok eksperimen menunjukkan adanya peningkatan positif dibandingkan dengan skor pretest, yang menandakan efektivitas intervensi yang diberikan. Pengujian Persyaratan Analisis . Uji Normalitas Untuk memastikan apakah data sampel penelitian memiliki distribusi yang normal, dilakukan uji normalitas. Pengujian ini merupakan syarat penting sebelum dilakukan analisis statistik parametrik. Apabila data tidak terdistribusi normal, maka analisis parametrik tidak dapat diterapkan dan perlu diganti dengan uji statistik nonparametrik. Data berdistribusi normal jika signifikansi > 0,05, dan tidak normal jika signifikansi < 0,05. 234 | Nur Dhian M. Abdul Saman, & M. Amirullah. Restrukturisasi Kognitif sebagai Upaya Preventif dan Kuratif terhadap Perilaku Self-injury Siswa SMK Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 230-239 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Hasil Prettest eksperimej Posttest Prettest kontrol Posttest kontrol KolmogorovSmirnov Sig. Sig. ShapiroWilk Hasil uji normalitas menunjukkan nilai pretest dan posttest pada kelompok eksperimen maupun kontrol sama-sama 0,200 (>0,. Dengan demikian, seluruh data dinyatakan berdistribusi normal. Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui perbedaan varians dalam populasi, terutama saat memakai analisis parametrik seperti uji-t atau ANOVA. Dalam penelitian ini, uji tersebut dilakukan untuk melihat kesamaan varians antara kelompok eksperimen dan kontrol. Data dinyatakan homogen jika nilai signifikansi > 0,05. Tabel 4. Hasil Uji Homogenitas Dasar pengujian Based on mean Based on median Based on median and with adjusted df Based on trimmed mean Sumber : Olah data IBM SPSS 26 Levene statistic Df1 Df2 Hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa data pretest dan posttest pada kelompok eksperimen maupun kontrol memiliki nilai signifikansi < 0,05. Hal ini berarti data tidak homogen, sehingga uji parametrik seperti uji-t tidak dapat digunakan. Oleh karena itu, analisis dilakukan dengan metode non-parametrik menggunakan uji MannAe Whitney. 235 | Nur Dhian M. Abdul Saman, & M. Amirullah. Restrukturisasi Kognitif sebagai Upaya Preventif dan Kuratif terhadap Perilaku Self-injury Siswa SMK Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 230-239 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Pengujian Hipotesis . Uji beda Uji Mann Whitney Dalam penelitian ini, hipotesis diuji menggunakan uji MannAeWhitney untuk mengetahui perbedaan rata-rata skor antara kelompok eksperimen dan kontrol yang bersifat independen. Penelitian menetapkan dua hipotesis, yaitu Ho: teknik restrukturisasi kognitif tidak berpengaruh terhadap penurunan perilaku self-injury pada siswa SMK Negeri XYZ, dan Ha: restrukturisasi kognitif efektif menurunkan perilaku selfinjury pada siswa SMK Negeri XYZ. Analisis dilakukan dengan bantuan SPSS versi 26, dengan Kriteria keputusan: Ho diterima jika sig. > 0,05, dan Ha diterima jika sig. < 0,05. Hasil uji MannAeWhitney disajikan pada tabel berikut. Tabel 5. Hasil Uji Mann Whitney !"##$%&'(#)* , %'/0121# % 9:*. ='>. ?6$("'/)@A B2"0( ='>. C6M?3$("'/)@ ='>. --- --- $6. --8 --FG Nilai Asymp. Sig sebesar 0,009 (< 0,. menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor self-injury siswa, sehingga hipotesis alternatif (H. diterima dan teknik restrukturisasi kognitif dinyatakan efektif. Pembahasan Analisis statistik menunjukkan bahwa siswa dalam kelompok eksperimen yang mendapatkan konseling kelompok dengan teknik restrukturisasi kognitif mengalami penurunan perilaku self-injury secara signifikan. Secara umum, hasil ini menggambarkan bahwa restrukturisasi kognitif dalam konseling kelompok berperan penting dalam membantu siswa mengidentifikasi, menantang, serta mengganti pola pikir negatif yang mendorong munculnya perilaku merusak diri sendiri. Melalui intervensi ini, siswa mampu mengembangkan strategi koping yang lebih sehat dan konstruktif dalam mengelola emosi, sejalan dengan prinsip konseling kognitif. Temuan penelitian ini konsisten dengan Ningsih dkk. yang melaporkan bahwa restrukturisasi kognitif efektif dalam mengubah pola pikir maladaptif menjadi lebih adaptif. Hasil ini juga sejalan dengan Lurigio dkk. yang menegaskan bahwa self-injury merupakan masalah signifikan di kalangan remaja, sehingga diperlukan intervensi psikologis yang tepat. Meskipun demikian, faktor lain seperti dukungan sosial, kondisi keluarga, dan pengaruh media juga berpotensi memengaruhi perilaku self-injury. Namun, desain penelitian ini berfokus pada efek teknik restrukturisasi kognitif sehingga variabel luar tersebut tidak dievaluasi secara mendalam. Relevansi klinis dari temuan ini terletak pada penerapan restrukturisasi kognitif sebagai salah satu strategi dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah untuk pencegahan serta penanganan perilaku self-injury yang dialami remaja. Keterbatasan penelitian ini meliputi jumlah sampel yang relatif kecil serta pemilihan subjek secara purposif, sehingga generalisasi temuan perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk 236 | Nur Dhian M. Abdul Saman, & M. Amirullah. Restrukturisasi Kognitif sebagai Upaya Preventif dan Kuratif terhadap Perilaku Self-injury Siswa SMK Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 230-239 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X penelitian mendatang, disarankan melibatkan jumlah partisipan yang lebih besar, membandingkan efektivitas dengan intervensi lain seperti Dialectical Behavior Therapy atau Mindfulness-Based Therapy, serta menilai efek jangka panjang restrukturisasi kognitif terhadap perilaku self-injury. SIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini membuktikan bahwa konseling kelompok dengan penerapan teknik restrukturisasi kognitif efektif dalam menurunkan perilaku self-injury pada siswa SMK Negeri XYZ. Setelah diberikan intervensi, skor perilaku self-injury pada kelompok eksperimen mengalami penurunan dari kategori tinggi menjadi kategori sedang. Hasil uji MannAeWhitney dengan nilai signifikansi 0,009 (< 0,. menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Temuan tersebut menegaskan bahwa restrukturisasi kognitif mampu membantu siswa mengenali, menantang, sekaligus mengganti pola pikir negatif yang memicu perilaku menyakiti diri sendiri. Melalui proses ini, siswa dapat mengembangkan keterampilan koping yang lebih positif dan adaptif. Dari sisi praktik, hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi layanan bimbingan dan konseling di sekolah, terutama dalam merancang intervensi kelompok untuk pencegahan dan penanganan perilaku berisiko pada remaja. Lebih lanjut, penelitian di masa depan disarankan untuk memadukan restrukturisasi kognitif dengan pendekatan lain yang telah terbukti efektif, seperti Dialectical Behavior Therapy (DBT). Mindfulness-Based Therapy, atau Acceptance and Commitment Therapy (ACT). Pendekatan komparatif semacam ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman sekaligus memperluas wawasan mengenai efektivitas berbagai metode intervensi dalam menangani perilaku merugikan diri sendiri di lingkungan pendidikan Indonesia. 237 | Nur Dhian M. Abdul Saman, & M. Amirullah. Restrukturisasi Kognitif sebagai Upaya Preventif dan Kuratif terhadap Perilaku Self-injury Siswa SMK Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 230-239 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X DAFTAR RUJUKAN Afrianti. Intensi melukai diri remaja ditinjau berdasarkan pola komunikasi orang tua. Mediapsi, 6. , 37Ae47. Afriyani. , & Saputra. Beyond the divorce: Membangun strategi koping yang kuat pada remaja melalui CBT. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5. , 706Ae714. Alfani. Cognitive behavior therapy melalui self healing Al-QurAoan dalam mengatasi perilaku self-injury pada seorang wanita di Klinik Pratama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur (Skrips. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Aristia. Halida. , & Putri. Studi kasus penerapan konseling individual menggunakan rational-emotive perilaku untuk mengatasi self-injury peserta didik. Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman, 10. , 84Ae96. Creswell. , & Creswell. Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches . th ed. SAGE. Creswell. , & Creswell. Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches . th ed. SAGE. Fabbrini. , & Fortim. #Self-harm: The symbolic expression of non-suicidal self-injury. Junguiana, 40. , 171Ae186. Friedman. The thinking traps that ruin your happiness: How to recognize, challenge, and overcome cognitive distortions. Social Science Research Network. Iswanti. Lai. Kandar. Kusuma Dewi. , & Cahyaningrum. The predictor of non-suicidal self-injury behavior among adolescents: A cross-sectional Jurnal Ners, 19. https://doi. org/10. 20473/jn. Indrawati. Gambaran pengetahuan mahasiswa tingkat 3 D-i keperawatan tentang self-harm di ITSK RS Dr. Soepraoen Malang (Tugas akhir diplom. ITSK RS Dr. Soepraoen. Islamarida. Tirtana. , & Devianto. Gambaran perilaku self-injury pada remaja di wilayah Sleman Yogyakarta. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 11. , 347Ae355. Jannah. Dermawan. Puriani. , & Putri. Perilaku self-injury pada remaja: Literature review. Edu Research, 6. , 885Ae892. Kadir. Statistika terapan: Konsep, contoh, dan analisis data dengan program SPSS. Lisrel dalam penelitian. PT RajaGrafindo Persada. Lurigio. Nesi. , & Meyers. Nonsuicidal self-injury among young adults and adolescents: Historical, cultural and clinical understandings. Social Work in Mental Health, 22. , 122Ae148. https://doi. org/10. 1080/15332985. Ningsih. Suarni. , & Dharsana. The effectiveness of cognitive counseling with cognitive restructuring techniques to increase studentsAo interest in literacy. Bisma The Journal of Counseling, 7. , 59Ae65. Pandang. , & Anas. Penelitian eksperimen dalam bimbingan konseling: Konsep dasar & aplikasinya tahap demi tahap. Badan Penerbit UNM. Pandang. Harum. , & Umar. Analisis statistik inferensial dalam penelitian bimbingan konseling (Modul latihan analisis data menggunakan aplikasi SPSS). Putri. Literature review: Pengaruh penggunaan media sosial terhadap perilaku non-suicidal self-injury. Departemen Psikologi Klinis & Kesehatan Mental, 2. , 1Ae11. 238 | Nur Dhian M. Abdul Saman, & M. Amirullah. Restrukturisasi Kognitif sebagai Upaya Preventif dan Kuratif terhadap Perilaku Self-injury Siswa SMK Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 230-239 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Sofiannisa. Mori. Lisbeth. , & Khairat. Teknik cognitive restructuring dalam konseling: Mengubah pola pikir negatif menjadi positif melalui pendekatan Conseils: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 5. , 119Ae128. Sukiyat. Strategi implementasi pendidikan karakter. Jakad Media Publishing. Swerdlow. Pearlstein. Sandel. , & Johnson. Negative affect and nonsuicidal self-injury. In E. Klonsky. Muehlenkamp, & K. Kline (Eds. The Oxford handbook of nonsuicidal self-injury . 226Ae. Oxford University Press. Walsh. Treating self-injury: A practical guide. Guilford Press. World Health Organization. Suicide worldwide in 2022: Global health estimates. Wibowo. , & Suwarjo. Marc. Identification of the prevalence of self-harm behaviors in students with the Self-Harm Inventory (SHI). In International Seminar on Delivering Transpersonal Guidance and Counselling Services in School (ISDTGCSS 2. 84Ae. Atlantis Press. https://doi. org/10. 2991/978-94-6463-144-9_10 Widyawati. Pengaruh paparan media sosial terhadap perilaku self-harm pada pengguna media sosial emerging adulthood (Disertasi doktora. Universitas Airlangga 239 | Nur Dhian M. Abdul Saman, & M. Amirullah. Restrukturisasi Kognitif sebagai Upaya Preventif dan Kuratif terhadap Perilaku Self-injury Siswa SMK