Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1086-1099 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pengaruh Kapasitas Individu. Skema Pemberian Intensif pada Budgetary Slack Dengan Technological Skills sebagai Variable Moderasi Anisah Nurul AzizahA. MusliminA Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur nisahsas24@gmail. ak@upnjatim. ABSTRACT The purpose of this study was to examine the effect of Individual Capacity, and intensive granting schemes on Budget Bargaining with technological skill as moderation. The population in this study were employees of Perumda Panglungan Jombang Regency. Sample withdrawal using purposive sampling technique. This research uses a quantitative approach with Statistical Program for Social Science (SPSS) 26 analysis techniques. The sample of this study was 74 respondents consisting of permanent employees and daily employees involved in the budget This study uses multiple linear regression analysis. Based on the results obtained from this study, it shows that individual capacity has an effect on budget constraints, intensive provision schemes also have a significant effect on budget constraints, so it can be concluded that the variables of Individual Capacity and Intensive Provision Schemes affect Budget Concealment. With the existence of tecnologicall skill as a moderating variable, it has an effect on individual capacity and intensive giving schemes on budget constraints. The technological skills possessed by employees can reduce the budget gap that occurs due to an increase in the individual capacity of employees. Keywords: Budgetary Slack. Individual Capacity, intensive granting schemes, tecnologicall skill ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Kapasitas Individu, dan skema pemberian intensif Terhadap Senjangan Anggaran dengan tecnologicall skill sebagai Populasi pada penelitian ini adalah karyawan Perumda Panglungan Kabupaten Jombang. Penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitin ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis Statistical Program for Social Science (SPSS) 26. Sampel penelitian ini sebanyak 74 responden terdiri dari pegawai tetap dan pegawai harian yang terlibat dalam proses anggaran. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini menjunjukan bahwa, kapasitas individu berpengaruh pada senjangan anggaran, skema pemberian intensif juga berpengaruh signifikan terhadap senjangan anggaran maka, dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel Kapasitas Individu dan Skema pemberian intensif berpengaruh terhadap Senjangan Anggaran. Dengan adanya tecnologicall skill sebagai variabel moderasi bepengaruh dengan kapasitas individu dan skema pemberian intensif pada senjangan anggaran. Skill teknologi yang dimiliki karyawan dapat mengurangi senjangan anggaran yang terjadi karena peningkatan pada kapasitas indididu karyawan. Kata kunci: Senjangan Anggaran. Kapasitas Individu. Skema Pemberian Intensif . Tecnologicall Skill 1086 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1086-1099 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. PENDAHULUAN Saat ini persaingan di dunia bisnis khususnya pada bidang pertanian di Indonesia sangat kompetitif. Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan sektor pertanian yang berkembang. Diiringi dengan adanya era globalisasi yang membawa banyak kemajuan IPTEK (Ilmu Pengetahuan Teknolog. sehingga sumber daya manusia yang dihasilkan juga semakin maju, akibatnya semakin banyak pula pesaing bisnis yang baru, maka dari itu perusahaan harus mampu memanajemen operasi perusahaan dengan baik agar tetap bertahan dan terus berkembang. Data terbaru yang diambil dari ekonomi. menyatakan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2022 mengalami kenaikan 20,32% yaitu sebesar US$290 juta. Kenaikan itu menjadikan pendapatan di bidang pertanian di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 1,36%. Selama Januari hingga Mei 2022, deputi bidang statistik, distribusi, dan jasa BPS Setianto mengatakan sektor pertanian naik sekitar 13,34% yaitu dari US$1,63 miliar menjadi US$ 1,84 miliar. Dari data diatas dapat diketahui bahwa pendapatan di bidang pertanian di Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan didukung dengan adanya dukungan dari pemerintah di Indonesia. Definisi manajemen operasi adalah serangkaian aktivitas yang dapat menghasilkan nilai dalam bentuk barang maupun jasa dengan merubah input menjadi output, sehingga penerapan ilmu manajemen operasi dapat digunakan untuk mengatur kegiatan operasi secara efektif, efisien dan agar tetap berkembang dengan cara menyusun, mengendalikan, melaksanakan dan mengevaluasi anggaran yang digunakan oleh perusahaan Kadim, . Lalu Anggaran merupakan rencana yang mencakup seluruh aspek kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam moneter untuk jangka waktu tertentu yang dapat membantu manajemen dalam melaksanakan fungsi fungsinya, untuk Menyusun anggaran perlu dilakukan manajer untuk merencanakan seluruh aktivitas operasional perusahaan agar proses penyusunan anggaran dapat berfungsi sebagai alat pengendalian, sehingga proses penyusunan anggaran dapat menanamkan rasa sense of commitment bagi penyusun, dan apabila tidak berhasil maka anggaran hanya sekedar rencana belaka tanpa ada rasa tanggung jawab ketika terjadi penyimpangan realisasi dengan anggaran (Hilton, 2. Terdapat berbagai masalah perilaku yang dapat muncul pada proses penyusunan anggaran. Menurut Widajantie . pada proses perencanaan anggaran, semua karyawan yang terlibat memiliki peranan yang penting dalam menentukan arah juga tujuan dari sebuah organisasi, yang dapat menyebabkan adanya perilaku yang berdampak positif maupun negatif Dampak positif tersebut tercermin dari kepuasan kerja, komitmen organisasi, kepercayaan pada organisasi, kepuasan dengan anggaran. Salah satu dampak negatif dalam proses penganggaran ini sering disebut dengan budgetary slack . enjangan anggara. Budgetary slack is defined as the amount by which a subordinate understates his productive capability when given a chance to select a work standard against which his performance will be 1087 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1086-1099 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. evaluated (Young-1985, 1. Artinya kesenjangan anggaran didefinisikan sebagai jumlah dimana bawahan mengecilkan kemampuan produktif ketika diberi kesempatan untuk memilih standar kerja agar dapat meningkatkan kinerjanya. Dari pernyataan tersebut senajangan anggaran dapat diartikan sebagai usaha yang dapat dilakukan oleh manajemen tingkat bawah guna menggunakan anggaran, sehingga anggaran yang direncanakan lebih mudah untuk direalisasikan. Indikasi adanya kasus budgetary slack pada Perusahaan Umum Daerah (Perumd. Panglungan Kabupaten Jombang dikarenakan tidak adanya transparansi pada laporan yang dihasilkan dengan rencana anggaran yang telah dibuat karena seringnya terjadi slack yang dipengaruhi oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lapangan dan ketidakpastian pendapatan dikarenakan oleh banyak faktor seperti cuaca, hama, dan kualitas tumbuhan yang mungkin mempengaruhi hasil panen yang berimbas pada rencana anggaran yang tidak sesuai. Sehingga Menurut Yuhertina, . kapasitas individu pada dasarnya terdiri dari proses pendidikan yaitu pendidikan umum, formal maupun informal. Individu yang terkualifikasi adalah orang yang memiliki pengetahuan terkait dengan proses penganggaran, lalu orang yang memiliki cukup informasi dapat mengalokasikan sumber daya yang sesuai dan Skema insentif dengan metode slack inducing dapat menimbulkan terjadinya slack anggaran lebih besar dibandingkan skema truth inducing karena tanpa sanksi sehingga bawahan tidak mempunyai motivasi melainkan akan menurunkan target agar insentif yang diperoleh lebih banyak (Candra, 2. Berbeda dengan Technology Skill sebagai variabel yang banyak dihubungkan dengan budgetary slack ditemukan memiliki pengaruh yang tidak konsisten. Pernyataan diatas sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Furkhon & Yuhertina . yang menyatakan bahwa, bawahan mengasosiasikan slack sebagai 5 misrepresentasi atau ketidak jujuran yang menekan bawahan untuk mengurangi slack. Sebaliknya, bawahan menganggap budgetary slack adalah etis dan berpengaruh positif, sehingga bawahan cenderung untuk menaikkan budgetary slack. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan pada latar belakang tersebut, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Apakah pengaruh kapasitas individu pada budgetary slack . ada Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jomban. Apakah pengaruh skema pemberian intensif pada budgetary slack . ada Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jomban. Apakah pengaruh kapasitas individu pada budgetary slack dengan memoderasi technological skills . ada Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jomban. Apakah pengaruh skema pemberian intensif pada budgetary slack dengan 1088 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1086-1099 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. METODE PENELITIAN Variabel Terikat (Dependen Variabl. (Y) yaitu Budgetary slack atau senjangan anggaran adalah perbedaan antara jumlah anggaran dengan sumber daya yang sebenarnya dibutuhkan antara sumber daya yang benar-benar diperlukan untuk melakukan tugas secara efektif dan jumlah yang lebih besar yang dialokasikan untuk tugas tersebut. Variabel Bebas (Independent Variabl. (X) yaitu Kapasitas Individu (X. Kapasitas Individu merupakan proses pendidikan secara umum, baik melalui pendidikan formal, nonformal maupun informal. Individu yang berkualitas adalah individu yang memiliki pengetahuan, maka dari itu individu yang memiliki cukup pengetahuan akan mampu mengalokasikan sumber daya secara optimal (Siswiraningtyas & Indrawati Yuhertiana, 2. Skema pemberian intensif (X. skema pemberian intensif adalah salah satu tindakan untuk memotivasi karyawan dalam meningkatkan kinerjanya serta mampu melampaui target yang ditetapkan (Patricia, 2. Variabel Moderating (Z) yaitu Skill Teknologi (Z) adalah keahlian secara teknis yang didapat melalui pembelajaran dalam bidang teknik seperti mengoperasikan komputer dan alat digital lainnya. Ada beberapa yang secara signifikan mempengaruhi kecerdasan dan keterampilan interpersonal ini meliputi bakat, pendidikan dan pelatihan, lingkungan dan fasilitas, motivasi, pengetahuan, serta teknologi dan manajemen (Hasibuan dkk, 2. Diagram 1. Kerangka Pemikiran Sumber: penulis, 31 maret 2023 Hipotesis yang tersusun dari kerangka pemikiran di atas yaitu Apakah kapasitas individu berpengaruh terhadap budgetary slack, apakah kapasitas individu berpengaruh terhadap budgetary slack dengan memoderasi technological skill, apakah skema pemberian intensif berpengaruh pada budgetary slack, apakah skema pemberian intensif berpengaruh pada budgetary slack dengan memoderasi technologicall skill. 1089 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1086-1099 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menganalisis informasi yang diperoleh. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai prosedur positivistic karena berlandaskan pada filsafat positivism yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan informasi memakai instrumen riset, serta analisis data yang bersifat statistic dan objek penelitian dalam penelitian ini yaitu kapasitas individu, skema pemberian intensif dalam meningkatkan dan memaksimalkan technological skills terhadap budgetary slack. Subjek penelitian atau yang sering disebut dengan responden yang digunakan dalam penelitian ini yaitu karyawan Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jombang. Kuesioner telah diberikan kepada karyawan yang bekerja pada Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jombang. Kuesioner diukur dengan menggunakan skala likert. Skala Likert yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (Sugiyono, 2013:94-. Populasi dari penelitian ini yaitu karyawan Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jombang sejumlah 273 karyawan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-probability sampling, yaitu purposive sampling. Menurut (Sugiyono, 2013:. teknik purposive sampling adalah teknik dengan melakukan penentuan kriteria tertentu pada sampel. Untuk menentukan jumlahnya peneliti menentukan sampel berdasar kriteria karyawan yang bekerja atau berpartisipasi dalam proses pembuatan rancangan Kriteria responden dalam penelitian ini adalah: Anggota direksi yang mempunyai wewenang dan memberikan pedoman dalam penyusunan anggaran. Karyawan tetap maupun honorer yang berhubungan dengan pencatatan Karyawan tetap maupun honorer yang berhubungan dengan perencanaan penjualan dan pemasaran. Karyawan tetap maupun honorer yang berhubungan dengan bagian umum untuk merancang anggaran kepegawaian Tabel 1. hasil sampel penelitian Sumber: penulis, 31 maret 2023 No. Keterangan Jumlah Anggota direksi yang mempunyai wewenang dan memberikan pedoman dalam penyusunan anggaran Jumlah Karyawan tetap maupun honorer yang berhubungan keuangan,manajer keuangan,danbagian lainnya yang berhubungan dengan keuangan Jumlah karyawan tetap maupun honorer yang berhubungan dengan perencanaan penjualan dan pemasaran. Jumlah karyawan tetap maupun honorer yang berhubungan dengan bagian umum untuk merancang anggaran Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 1090 | Volume 6 Nomor 3 2024 Jumlah Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1086-1099 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Dari kriteria yang dibuat maka dapat diperoleh bahwa dari 273 karyawan yang ada di Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jombang hanya terdapat 74 karyawan yang memenuhi syarat tersebut. Sehingga Jenis data dan sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer adalah data yang diambil secara langsung dari objek / obyek penelitian oleh peneliti. Data ini merupakan data pendapat dari responden, peneliti memformulasikan pertanyaan pertanyaan yang relevan dalam suatu daftar pertanyaan atau yang disebut kuesioner. Informasi yang dikumpulkan berbentuk jawaban subjek atas suatu persoalan, oleh karena itu tipe informasi dalam riset ini merupakan data subjek. Data subjek ialah tipe informasi penelitian berbentuk opini, sikap, pengalaman, ataupun karakteristik seseorang ataupun sekelompok orang yang menjadi responden dalam penelitian ini (Nuryadi, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Jumlah kuisioner yang disebar sebanyak 74 kuisioner yang telah diisi oleh karyawan dari Perumda Panglungan Jombang dimana dari 254 karyawan hanya 74 karyawan yang memenuhi kriteria yang diberikan oleh penulis. Berikut adalah uji validitas dari masing masing variable yang ada: Tabel 2. Uji Validitas Variabel Kapasitas individu Variabel Item Cronbach Alpha Kapasitasi Individu (X. Sumber: Data diolah, . Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan hasil pengujian validitas pada tabel diketahui seluruh item pernyataan variabel kapaitas individu menunjukkan nilai korelasi item total lebih besar dari 0,230 dengan nilai terendah 0,689 dan nilai tertinggi 0,712. Dengan demikian keseluruhan item pernyataan variabel diatas dinyatakan valid dan memenuhi syarat sebagai alat ukur variabel kapasitas individu. 1091 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1086-1099 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Tabel 3. Uji validitas variabel Skema pemberian intensif Cronbach Keterangan Alpha Valid Valid Valid Skema pemberian intensif (X. Valid Valid Valid Sumber: Data diolah, . Variabel Item Berdasarkan hasil pengujian validitas pada tabel diketahui seluruh item pernyataan variabel skema pemberian intensif menunjukkan nilai korelasi item total lebih besar dari 0,230 dengan nilai terendah 0,664 dan nilai tertinggi 0,686. Dengan demikian keseluruhan item pernyataan variabel diatas dinyatakan valid dan memenuhi syarat sebagai alat ukur variabel skema pemberian intensif. Uji Reliabilitas Tabel 4. Uji Reliabilitas Reliability Statistics N of Cronbach's Alpha Items 0,613 Sumber: Data Diolah Menggunakan SPPS 26 . Dapat dilihat pada nilai cronbachAos alpha dari 8 item, maka nilai cronbachAos alpha adalah 0,613 Nilai ini lebih besar dari E0,60 artinya indikato-indikator dalam penelitian itu telah reliabel. Tabel 5. Hasil Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model 1 (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error 1092 | Volume 6 Nomor 3 2024 Standardized Coefficients Beta Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1086-1099 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Sumber: Data diolah manggunakan SPSS 26 . Bedasarkan Tabel di atas maka dapat dikemukakan bentuk model persamaan regresi linear berganda antara lain Y= 17,744 0,5 -1,337 1,096 Interprestasi dari persamaan regresi linear bergada yang dihasilakn sebagai Berdasarkan nilai konstanta 17,744 artinya tanpa adanya pengaruh kapasitas individu, komitmen organisasi, dan skema pemberian intensif kerja pegawai pada Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jombang sebesar 17,744 Nilai koefisien regresi berganda kapasitas individu pegawai Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jombang adalah 0,5 artinya setiap peningkatan 1 satuan kapasitas individu pegawai Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jombang maka budgetary slack pada pegawai Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jombang meningkat 0,5 atau 50% dengan asumsi bahwa selain kapasitas individu ada faktor lain yang Nilai koefisien regresi berganda skema pemberian intensif pegawai Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jombang adalah 1,096 artinya setiap peningkatan 1 satuan skema pemberian intensif pegawai Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jombang maka budgetary slack pada pegawai Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jombang meningkat 1,096 atau 11% dengan asumsi bahwa selain skema pemberian intensif ada faktor lain yang mempengaruhi. Uji Hipotesis Uji T Uji t menguji masing-masing variabel independen terhadap variabel . ompemsasi dan motivas. secara versial mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen . epuasan kerj. Tabel 6. Pengujian Hipotesis dengan Uji T Coefficientsa Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. Std. Error Standardized Coefficients Beta Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 26 . 1093 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1086-1099 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Tabel 7. Pengujian Hipotesis dengan Uji T Coef_icients Penambahan Variabel Moderasia Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. Std. Error Standardized Coefficients Beta Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 26 . Uji Variabel Kapasitas Individu Berpengaruh terhadap Budgetary Slack Dari hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS 26 yang terlihat pada tabel diatas, dihasilkan nilai variabel X1 adalah sebesar thitung 2,692E dari ttabel 1,672 artinya hipotesis H1 diterima. Uji Hipotesis Skema Pemberian Intensif Berpengaruh terhadap Budgetary Slack Dari hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS 26 yang terlihat pada tabel diatas, dihasilkan nilai variabel X3 adalah sebesar thitung 3,970 E dari ttabel 1,672 artinya hipotesis H2 diterima. Uji Hipotesis Kapasitas Individu Berpengaruh terhadap Budgetary Slack Melalui Technological Skills Dari hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS 26 yang terlihat pada tabel diatas, dihasilkan nilai variabel X1*Z adalah sebesar thitung 2,692 E dari ttabel 1,672 artinya hipotesis H3 diterima. Uji Hipotesis Skema Pemberian Intensif Berpengaruh terhadap Budgetary Slack Melalui Technological Skills Dari hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS 26 yang terlihat pada tabel diatas, dihasilkan nilai variabel X3*Z melalui variabel moderasi adalah sebesar thitung 3,970E dari ttabel 1,672 artinya hipotesis H6 Uji F Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen . apasitas individu, dan skema pemberian intensi. secara simultan mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen . udgetary slac. 1094 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1086-1099 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Tabel 7 Pengujian Hipotesis dengan Uji F ANOVAa ANOVAa Sum of Mean Square Squares Regression Residual Total Sumber: Data diolah menggunakan SPPS 26 . Model Sig. Pengujian hipotesi dengan uji f seperti dalam tabel ANOVA. Pengujian ini bertujuan untuk mengatahui apakah variabel independen . apasitas individu, dan skema pemberian intensi. secara simultan mempunyai penguruh terhadap variabel dependen . udgetary slac. Dengan menggunakan tarah signipikan () = 5% . dan df 1=3 di peroleh nilai ftabel 2,79. Nilai phitung dalam tabel sebesar 92,036 sehingga nilai phitung besar dari ftabel . ,036Ou2,. dan nilai sigpikannya lebih kecil dari pada alpha =0. 007O0. Maka kesimpulan adalah menerima H1 dan menolak H0. Hal ini menunjukan bahwa secara bersama sama variabel independen berpengaruh signipikan terhadap variabel dependen. Dengan demikain hipotesis delam penelitian kapasitas individu, dan skema pemberian intensif secara bersama berpengaruh signipikan terhadap budgetary slack pada keryawan Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jombang dengan kata lain hipotesis yang diajukan diterima bahwa hipotesis H4 diterima. Koepisien Determinasi (R. Tabel 8 Hasil Uji Koe_isien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics R Square Change Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 26 . F Change Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai rsquare (R. adalah pengaruh kapasitas individu, komitmen organisasi, dan skema pemberian intensif kerja sebesar 0,132 atau 13,2% terhadap budgetary slack yang dari hasil olah data koesioner pada Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jombang. Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti atau diluar penelitian. 1095 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1086-1099 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pembahasan Pengaruh Kapasitas Individu Terhadap Budgetary Slack Kapasitas individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap budgetary slack pegawai pada Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jombang ini terlihat dari hasil analisis data sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya oyang dilakukan oleh Tambusay. , & Bahri. dan Widdo. Alamsyah. , & Utomo. , (Aziz, 2. dalam jurnal yang berjudul AuPengaruh Motivasi Kerja. Kapasitas individu dan Lingkungan Kerja Terhadap Budgetary slack Melalui Kepuasan Kerja Pada Pegawai Puskesmas Kecamatan Balapulang Kabupaten TegalAy menunjukkan bahwa variabel kapasitas individu berpengaruh Pengaruh Kapasitas Individu Terhadap Budgetary Slack Di Moderasi Oleh Technological Skills Variabel kapasitas individu berpengaruh posiitif dan signifikan terhadap budgetary slack pegawai pada Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jombang. Variabel Technological Skills sebagai moderasi menjadi paling dominan pada budgetary slack karyawan pada instansi Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jombang. Hal ini dapat diintrepetasi meningkatkatkan dan memaksimalkan budgetary slack karyawan, saat karyawan memiliki Kapasitas individu dan Lingkungan kerja karyawan yang baik dalam melaksanakan Hal ini dapat dibuktikan dengan besarnya nilai probabilitas T dan F Kapasitas individu secara parsial berpengaruh positif terhadap budgetary slack karyawan dengan nilai signifikansi yang sesuai Pengaruh Skema Pemberian Intensif Terhadap Budgetary Slack Skema pemberian intensif berpengaruh posiitif dan signifikan terhadap budgetary slack pegawai pada Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jombang ini terlihat dari hasil analisis data yang sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Tambusay. , & Bahri. dan Widodo. Alamsyah. , & Utomo. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin banyaknya itensitas pegawai mengikuti skema pemberian intensif yang sesuai dengan pekerjaannya, akan meningkatkan budgetary slack pegawai itu sendiri. Budgetary slack pegawai dapat ditingkatkan menjadi lebih besar dengan adanya peningkatan skema pemberian intensif pegawai. Pengaruh Skema Pemberian Intensif Terhadap Budgetary Slack Di Moderasi Oleh Technological Skills Pengaruh skema pemberian insentif terhadap budgetary slack yang dimoderasi oleh technological skills menyebabkan semua pegawai perlu diintrepertasi untuk dapat memanfaatkan teknologi. Institusi juga mau tidak mau dipaksa untuk memasuki budaya digital dan mencirikan mitigasi yang gagal mengatasi hak dan kewajiban pegawai. Secara ilmu manajemen dan sosial dalam mengidentifikasi kondisi skema pemberian insentif di Indonesia memiliki ciri khas 1096 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1086-1099 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. tersendiri dibandingkan dengan negara lain. Dengan demikian, institusi akan berhasil dalam meningkatkan jika mampu mengembangkan pemanfaatan teknologi yang disesuaikan dengan karakteristik tertentu. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan penelitian, hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan dalam menguji juga menganalisis pengaruh kapasitas individu, skema pemberian intensif pada budgetary slack dengan technological skills sebagai variable Maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini. Terdapat pengaruh yang signifikan dan positive kapasitas individu terhadap budgetary slack pada studi kasus Perumda Panglungan Kabupaten Jombang. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin meningkatnya kapasitas individu yang dimiliki oleh responden, akan mengakibatkan semakin menurunnya budgetary slack. Terdapat pengaruh positive dan signifikan terhadap budgetary slack pegawai pada Perusahaan Umum Daerah Panglungan Kabupaten Jombang. Dengan skema pemberian intensif yang sesuai oleh pegawai maka akan mengurangi terjadinya budgetary slack. Dengan adanya moderasi tecnologicall skill yang dimiliki karyawan akan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variable kapasitas individu dan skema pemberian intensif hal ini akan berpengaruh terhadap budgetary slack yang Saran Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan oleh peneliti, maka saran-saran yang dapat diberikan kepada beberapa pihak yaitu sebagai berikut :bagi peneliti selanjutnya dapat menambahkan variable mediasi maupun moderasi yang lain agar terjadinya budgetary slack dalam proses pelaksanaan rancangan nggarn dapat dikurangi. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan untuk menambahkan variabel Ae variabel lain yang memungkin memberikan pengaruh terhadap budgetary slack, serta memperluas sampel dan lokasi penelitian, sehingga dapat meningkatkan tingkat kepercayaan dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Pada seluruh perusahaan untuk memberikan pelatihan dan fasilitas yang memadai pula seperti : jaringan, perangkat, dan pengetahuan mengenai anggaran agar rancangan anggaran dapat berjalan dengan baik dan mencegah terjadinya budgetary slack. Selain perusahaan karyawan juga harus selalu aktif untuk mencari tahu atau menggali informasi terkait sistem penganggaran, dan terus belajar serta berlatih. 1097 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1086-1099 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. DAFTAR PUSTAKA