Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi ISSN (Onlin. : 2807-3878 DOI: 10. 59818/jpi. Vol. No. September 2025 Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Penyesuaian Diri Siswa Kelas VII UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang Kristina Beso Jawan1. Maria Erlinda2 & Stefanus Lio 3 1 Universitas Katolik Widya Mandira Kupang. Kupang. Indonesia Telp: 6282249136175 E-mail: kristinajawan6@gmail. 2 Universitas Katolik Widya Mandira Kupang. Kupang. Indonesia Tel/Fax: 6281216347770 E-mail: mariaerlinda54@gmail. 3 Universitas Katolik Widya Mandira Kupang. Kupang. Indonesia Tel/Fax: 6281336545026 E-mail: liostef@yaho. RIWAYAT ARTIKEL Received: 2025-08-25 Revised : 2025-09-09 Accepted: 2025-09-11 KEYWORD Self- confidence self-adjustment KATA KUNCI Kepercayaan Diri Penyesuaian Diri ABSTRACT The purpose of this study is to examine the relationship between self-confidence and self-adjustment among seventh-grade students in class VII-G at UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang in the 2024/2025 academic year. This study uses a quantitative approach. The independent variable (X) is self-confidence, while the dependent variable (Y) is self-adjustment. The population and sample consist of 32 seventh-grade students in the 2024/2025 academic year. Data were collected using questionnaires, and analysis was performed using Pearson's product-moment correlation. The analysis produced a correlation coefficient in the range of 0. 60Ae0. 799 and a significance value of 0. 000 < 0. These findings indicate a significant relationship between self-confidence and self-adjustment among seventh-grade students at UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang in the 2024/2025 academic year. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara kepercayaan diri dan penyesuaian diri di kalangan siswa kelas VII-G di UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang pada tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Variabel independen (X) adalah kepercayaan diri, sedangkan variabel dependen (Y) adalah penyesuaian diri. Populasi dan sampel terdiri dari 32 siswa kelas VII-G pada tahun ajaran 2024/2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, dan analisis dilakukan melalui korelasi momen produk Pearson. Analisis menghasilkan koefisien korelasi dalam rentang 0,60Ae0,799 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dan penyesuaian diri di kalangan siswa kelas VII di UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang pada tahun ajaran 2024/2025. Pendahuluan Adaptasi diri memainkan peran yang sangat penting bagi semua orang, terutama bagi siswa yang memasuki lingkungan sekolah baru. Mereka diharuskan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai aspek lingkungan, termasuk kegiatan akademik, peraturan institusi, serta fasilitas dan infrastruktur yang tersedia. Rahmat menyelaraskan diri dengan hati nurani pribadi atau norma sosial yang berlaku, sambil juga mengelola reaksi saat menghadapi konflik atau kesulitan. 49 | JPI. Vol. No. September 2025 Demikian pula. Willis . mendefinisikan penyesuaian diri sebagai kemampuan untuk menciptakan interaksi yang harmonis dan memuaskan antara individu dan lingkungannya. Seorang penyesuaian diri yang baik ketika mereka mampu merespons dengan cara yang matang, efektif, memuaskan, dan sehat. Penyesuaian yang efektif memungkinkan siswa untuk membangun interaksi konstruktif dengan lingkungan sekitarnya, mengelola stres dengan lebih efektif, dan mencapai prestasi akademik terbaik Namun, proses ini tidak selalu mudah bagi setiap siswa. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Aspek internal yang penting yang memengaruhi kemampuan siswa untuk beradaptasi adalah kepercayaan diri. Hal ini mencerminkan keyakinan individu terhadap kemampuan mereka sendiri, yang memberikan keyakinan untuk mengejar tujuan hidup dan beradaptasi dalam lingkungan sekitarnya (Laksmiwati, 2. Komara . menyatakan bahwa kepercayaan diri merupakan ciri kepribadian yang ditandai oleh keyakinan pada potensi diri, optimisme, dan pola pikir positif, kesiapan untuk konstruktif, serta kemampuan untuk menerima Peserta didik yang memiliki kepercayaan diri yang kuat umumnya menunjukkan tingkat optimisme yang lebih tinggi, motivasi yang lebih kuat, dan ketahanan dalam menghadapi tantangan dan tekanan di lingkungan sekolah. Sebaliknya, mereka yang memiliki kepercayaan diri rendah seringkali kesulitan dalam interaksi sosial, enggan menghadapi tantangan, dan mengalami stres yang lebih besar saat berusaha beradaptasi. Kepercayaan diri sangat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk beradaptasi. Menurut Santana . , tingkat kepercayaan diri merupakan faktor krusial dalam proses penyesuaian. dengan kepercayaan diri yang kuat dan positif umumnya mampu beradaptasi dengan sukses di lingkungan mereka. Sebaliknya, mereka yang gagal memenuhi ekspektasi lingkungan mungkin menghadapi kesulitan yang dapat menyebabkan perilaku maladaptif. Pandangan ini sejalan dengan Sri . , yang menyoroti bahwa ketidakmampuan untuk mencapai penyesuaian positif dapat mengakibatkan bentuk penyesuaian yang tidak tepat atau kurang akurat. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara kepercayaan diri dan kemampuan Peserta didik yang percaya pada kemampuan mereka sendiri umumnya lebih siap menghadapi rintangan, membuat pilihan yang bijaksana, dan membangun hubungan sosial yang konstruktif dengan teman sebaya dan guru. Untuk mengumpulkan data awal, para peneliti mengadministrasikan Kuesioner Kebutuhan Siswa (AKPD) pada tanggal 7 Oktober 2024 kepada siswa kelas VII G di UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang. Hasil survei AKPD (Kuesioner Kebutuhan Sisw. menunjukkan bahwa 29 dari 32 siswa, atau 90,62%, di kelas VII-G di UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang memilih pernyataan nomor 8: Saya merasa Persentase ini dikategorikan sebagai tinggi, menunjukkan bahwa mayoritas siswa di kelas ini mengalami masalah kepercayaan diri yang rendah. Temuan ini menyoroti bahwa masalah terkait kepercayaan diri umum terjadi di kalangan kelompok siswa ini. Selain analisis data AKPD, para peneliti juga melakukan wawancara dengan guru kelas tujuh di UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang pada tanggal 4 Desember 2024. Pembicaraan tersebut menunjukkan bahwa sejumlah besar siswa masih menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang rendah. Mereka cenderung pasif dan menghindari aktivitas yang membutuhkan partisipasi aktif, seperti berpartisipasi dalam diskusi kelompok. Siswa dengan kepercayaan diri yang rendah seringkali menunjukkan kemampuan sosial yang lemah, kesulitan beradaptasi, dan lebih memilih untuk menarik diri dari orang lain. Sebuah studi yang dilakukan oleh Faiq . berjudul Hubungan Antara Kepercayaan Diri dan Penyesuaian Diri Siswa Laki-Laki Kelas VII di SMP Al Musyaffa Kendal menemukan koefisien korelasi r = 0. 455, menunjukkan adanya hubungan positif Untuk mengonfirmasi temuan ini, hasilnya dibandingkan dengan nilai rtable menggunakan sampel 62 siswa pada tingkat signifikansi 5%. Karena nilai rtable 240, hal ini membuktikan bahwa kepercayaan diri yang lebih tinggi terkait dengan penyesuaian yang lebih baik dalam lingkungan akademik maupun sosial di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara kepercayaan diri dan penyesuaian diri siswa, dengan harapan bahwa peningkatan kepercayaan diri dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk beradaptasi di lingkungan sekolah. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan topik hubungan antara kepercayaan diri dengan penyesuaian diri siswa kelas VII-G UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang tahun pelajaran 2024/2025. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. September 2025 | 50 Tinjauan Literatur Kepercayaan Diri Amin . mendefinisikan kepercayaan sebagai keyakinan atau harapan yang positif bahwa individu akan menghindari perilaku oportunistik, baik melalui kata-kata, tindakan, maupun kebijakan. Widjaya kepercayaan diri merujuk pada keyakinan seseorang terhadap kemampuannya untuk menyelesaikan tugas atau mengatasi kesulitan. Orang yang memiliki kepercayaan diri memandang diri mereka sebagai individu yang layak dan mampu menghadapi tantangan hidup, mengevaluasi alternatif, dan mengambil keputusan secara mandiri. Ciri-ciri Kepercayaan Diri Fatima . , mengemukakan bahwa ciriciri dari kepercayaan diri yang proporsional yaitu: A Memiliki keyakinan pada kemampuan diri sendiri tanpa bergantung pada pujian, pengakuan, atau penghormatan dari orang lain. A Menahan diri dari perilaku yang bertujuan semata-mata untuk mendapatkan persetujuan atau penerimaan dari suatu kelompok. A Merasa nyaman dalam mengekspresikan diri yang sebenarnya. A Menunjukkan tingkat disiplin diri yang tinggi. A Memiliki locus of control internal, dengan keyakinan bahwa hasil tidak ditentukan oleh orang lain sambil tetap termotivasi dengan kuat. A Menjaga perspektif positif terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar. A Menetapkan ekspektasi realistis mengenai kemampuan pribadi. Faktor-faktor Kepercayaan Diri Santrock . 3:336-. menjelaskan bahwa kepercayaan diri berkembang dari masa kanakkanak hingga dewasa dan sangat dipengaruhi oleh interaksi sosial individu. Faktor-faktor yang memengaruhi kepercayaan diri meliputi hal-hal Faktor Internal A Konsep diri: Pertumbuhan rasa percaya diri dimulai dengan pembentukan konsep diri, yang melibatkan penilaian terhadap aspekaspek tertentu dari diri sendiri. Secara umum, individu yang memiliki konsep diri yang positif atau ideal cenderung lebih mungkin mengembangkan rasa percaya diri yang lebih A Kondisi fisik: Kondisi fisik seseorang dapat diamati secara langsung dan merupakan bagian penting dari identitasnya. Rasa percaya diri seringkali dipengaruhi oleh kesadaran seseorang terhadap penampilan fisiknya, yang mencerminkan cara mereka memandang, menerima, atau menolak citra tubuh mereka. Mereka yang merasa puas menunjukkan rasa percaya diri yang lebih tinggi, menunjukkan hubungan yang kuat antara kondisi fisik dan tingkat kepercayaan A Pengalaman: Pengalaman hidup seseorang memainkan peran penting dalam membentuk Pengalaman-pengalaman tersebut dapat mencakup peristiwa masa kanak-kanak, kondisi kehidupan awal, dan dukungan yang diterima dalam lingkungan keluarga, yang semuanya berkontribusi dalam membangun kepercayaan diri. Bagi remaja, merefleksikan dan mengevaluasi tantangan masa lalu dapat kepercayaan diri mereka. A Pendidikan: Latar belakang pendidikan seseorang memiliki pengaruh terhadap tingkat kepercayaan dirinya. Individu dengan bergantung pada dan terpengaruh oleh orangorang yang dianggap lebih berpengetahuan. Di sisi lain, orang-orang dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi umumnya menunjukkan kepercayaan diri yang lebih besar, karena mereka menyadari tanggung jawab yang diperlukan untuk mencapai tujuan mereka. Konsep ini sejalan dengan konsep self-efficacy Bandura, yang merujuk kemampuannya untuk menangani situasi tertentu dan mencapai hasil yang diinginkan. Faktor Eksternal A Orang Tua: Penilaian dan ekspektasi yang ditetapkan oleh orang tua memengaruhi cara individu memandang diri mereka sendiri. Ketika seseorang tidak memenuhi ekspektasi tersebut atau ketika prestasi mereka diabaikan, hal ini dapat menyebabkan perasaan inferioritas dan penurunan harga Selain itu, keharmonisan keluarga dan keterlibatan anak-anak dalam aktivitas rumah tangga juga berperan dalam menumbuhkan rasa percaya diri. A Sekolah: Sekolah berfungsi sebagai tempat bimbingan bagi anak-anak di luar lingkungan Siswa yang sering dimarahi atau Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi 51 | JPI. Vol. No. September 2025 dihukum biasanya mengalami kesulitan lebih besar dalam membangun kepercayaan diri dibandingkan dengan mereka yang secara teratur mendapatkan pengakuan dan apresiasi atas prestasi mereka. Selain itu, dorongan dan dukungan dari teman sebaya sangat penting dalam membentuk kepercayaan diri remaja. A Teman sebaya: Citra diri seseorang sebagian terbentuk oleh pengakuan yang mereka dapatkan dari teman-teman. Ketika seseorang merasa dihargai, diterima, dan dihormati dalam kelompok teman sebayanya, mereka kepercayaan diri yang lebih kuat dan motivasi untuk mengembangkan potensi mereka. Penyesuaian Diri Wulandari . menjelaskan penyesuaian diri sebagai proses di mana individu berusaha untuk mengatasi dan memenuhi kebutuhan mereka guna menciptakan harmoni baik di dalam diri mereka sendiri maupun dengan lingkungan sekitarnya. Penyesuaian diri adalah konsep psikologis yang luas dan multifaset yang mencerminkan cara orang merespons tuntutan dari lingkungan eksternal mereka dan pengalaman internal mereka (Desmita, 2014:. Selain itu. Sobur . menekankan bahwa penyesuaian diri pada dasarnya adalah kemampuan untuk membangun hubungan yang memuaskan antara individu dan lingkungannya. Faiq dkk. menggambarkan penyesuaian diri sebagai proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu guna membangun hubungan yang lebih sesuai antara individu dan Dari sudut pandang para ahli yang disebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa penyesuaian diri merupakan proses dinamis di mana individu berusaha beradaptasi, mengubah perilaku mereka, dan memenuhi kebutuhan mereka terkait dengan lingkungan sekitar dan diri mereka sendiri. Metode Sesuai dengan masalah dan tujuan yang telah dinyatakan, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Studi ini melibatkan populasi dan sampel sebanyak 32 siswa kelas VII di UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang, yang dipilih melalui metode sampling saturasi. Data diperoleh menggunakan kuesioner yang berisi 40 item untuk setiap variabel. Uji validitas menunjukkan bahwa semua item valid, sementara uji reliabilitas menunjukkan bahwa kedua variabel kepercayaan diri dan penyesuaian diri reliabel dan sesuai untuk penelitian ini. Data dianalisis melalui regresi dengan CronbachAos alpha, menggunakan SPSS for Windows Hasil Analisis Korelasi Produk Moment menggunakan SPSS versi 24 menghasilkan koefisien korelasi Pearson sebesar 0. 713 untuk hubungan antara kepercayaan diri dan penyesuaian diri dengan N = 28. Karena angka ini berada dalam rentang 0. 60Ae0. hal ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara kedua variabel tersebut. Selain itu, nilai Sig. -taile. 05 menunjukkan bahwa hubungan antara kepercayaan diri dan penyesuaian diri secara statistik Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kepercayaan diri dan penyesuaian diri di antara siswa kelas VII SMP Negeri 11 Kota Kupang pada tahun ajaran 2024/2025. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa hipotesis nol (H. , yang mengasumsikan tidak adanya hubungan antara kepercayaan diri dan penyesuaian diri, ditolak. Di sisi lain, hipotesis alternatif (H. , yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara kepercayaan diri dan penyesuaian diri di antara siswa kelas tujuh di SMP Negeri 11 Kota Kupang pada tahun ajaran 2024/2025, diterima. Diskusi Hasil penelitian ini menunjukkan korelasi positif yang kuat dan signifikan antara kepercayaan diri dan kemampuan beradaptasi di kalangan siswa kelas VII di UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang pada tahun ajaran 2024/2025 . = 0. 713, p = 0. 000 < 0. Hal ini menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi lebih mampu beradaptasi dalam konteks akademik maupun sosial. Di sisi lain, tingkat kepercayaan diri yang rendah dapat menghambat proses penyesuaian, sehingga membuat siswa lebih sulit menghadapi tantangan dan interaksi sosial. Hasil penelitian ini konsisten dengan beberapa studi sebelumnya. Hasmayni . melaporkan bahwa kepercayaan diri memiliki hubungan positif dengan kemampuan beradaptasi di kalangan siswa MAN I Rantau Utara, menunjukkan bahwa siswa yang lebih percaya diri mampu beradaptasi dengan lebih mudah baik dalam lingkungan akademik maupun sosial. Demikian pula. Shella dkk. menemukan korelasi yang signifikan antara kepercayaan diri dan adaptasi terhadap lingkungan belajar di kalangan siswa kelas 10 program matematika dan ilmu alam di SMAN 1 Semarang. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. September 2025 | 52 Selain itu. Faiq dkk. , dalam studi mereka terhadap siswa laki-laki kelas 7 di SMP Al Musyaffa Kendal, juga menemukan bahwa kepercayaan diri yang lebih tinggi menghasilkan hasil adaptasi yang lebih baik. Secara teoritis, hubungan ini dapat dipahami melalui konsep self-efficacy yang dikemukakan oleh Bandura . Individu dengan self-efficacy yang kuat cenderung memandang diri mereka lebih mampu dalam menghadapi tantangan, yang pada gilirannya meningkatkan kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan situasi baru. Dalam konteks pendidikan, siswa yang memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi cenderung lebih bersedia berinteraksi dengan teman sebaya dan guru, serta lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan belajar. Selain itu, temuan studi ini diperkuat oleh teori Angelis . , yang mengidentifikasi kepercayaan diri sebagai unsur penting dalam pertumbuhan psikososial anak-anak dan remaja. Peserta didik yang memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi cenderung menunjukkan optimisme yang lebih besar, pengendalian emosi yang lebih kuat, dan kemampuan yang lebih baik dalam membentuk hubungan positif dengan teman sebaya dan guru. Oleh karena itu, kepercayaan diri memainkan peran vital dalam mendukung penyesuaian siswa terhadap lingkungan sekolah dan sosial. Kesimpulan Berdasarkan analisis dan interpretasi data penelitian, disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif yang kuat dan signifikan antara kepercayaan diri dan penyesuaian diri di antara siswa kelas VII di SMP Negeri 11 Kota Kupang pada tahun ajaran 2024/2025. Analisis menunjukkan koefisien korelasi Pearson sebesar 0. 713 dengan nilai signifikansi (Sig. 2-taile. 000, yang mengonfirmasi adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara kedua variabel tersebut. Akibatnya, hipotesis alternatif (H. diterima, sementara hipotesis nol (H. Persembahan Penelitian ini didukung oleh Maria Erlinda dan Stefanus Lio yang telah membantu secara profesional maupun finansial dalam menyelesaikan penelitian ini. Referensi