JURNAL BASICEDU Volume 8 Nomor 4 Tahun 2024 Halaman 3400 - 3408 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Desain Subjek. Spesifik. Pedagogi (SSP) Berbasis Keterampilan Proses IPAS Kelas IV Kurikulum Merdeka Muhammad Subhan PGSD. Universitas Dharmas Indonesia. Indonesia E-mail: subhanundhari07@gmail. Abstrak Permasalahan yang timbul dalam pembelajaran saat ini adalah jika guru hanya mengandalkan pada buku sumber yang ada tanpa adanya perangkat pembelajaran tambahan, belum adanya perangkat pembelaajran seperti SSP. Upaya mengatasi permasalahan tersebut, dibutuhkan perangkat pendamping bagi guru dan siswa agar dapat mengembangkan keterampilan proses muatan IPAS siswa. Salah satu perangkat tersebut adalah Subject. Specific. Pedagogy (SSP) IPAS keterampilan proses IPAS kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat SSP IPAS pada sekolah dasar kelas IV yang layak diguanakan dalam Untuk mengembangkan perangkat SSP dalam penelitian pengembangan ini melalui langkah Borg & Gall yaitu penelitian pendahuluan dan mengumpulkan informasi, merencanakan, mengembangan draft, menguji validitas isi, serta merevisi produk pertama. Pengumpulan data pada penelitian ini malalui lembar validasi SSP. Hasil penilaian validator pada aspek modul ajar 92 . , hasil penilaian materi ajar 52 . , hasil penilaian LKPD 52 (Bai. , dan hasil penilaian pada lembar observasi keterampilan proses 27 (Bai. Dapat disimpulkan bahwa peragkat SSP kurikulum merdeka untuk mengembangkan keterampilan proses pada muatan IPAS penilaian perangkat SSP menurut ahli (Bai. dan layak untuk dilakukan ujicoba proses pembelajaran. Kata Kunci: kurikulum merdeka. SSP, keterampilan proses. Abstract The problem in learning is the teacher only relies on the teacher's book without any additional learning media, there are no learning media such as Subject. Specific. Pedagogy (SSP). The solve for this problem are accompanying media are needed for teachers and students to develop students' science content processing One of these media is the Subject. Specific. Pedagogy (SSP) science and science process skills for Merdeka curriculum. The research is to develope a SSP IPAS media for grade IV elementary schools, for use in learning. To develop the SSP device in research development, to developed, it used steps by Borg & Gall, that are preliminary analysis of research and collecting information of research , planning of research, draft development of research, expert validation testing, first product revision. The research uses data collection for the SSP device are validation sheet, and observation sheet. The validator assessment results on the teaching module aspect is 92 . , learning materials is 52 . , the results of the LKPD is 52 (Goo. , and the results of the science Process Skills observation sheet assessment is 27 (Goo. The research can be concluded is the independent curriculum SSP tools for developing process skills in science content are assessed by SSP tools according to experts (Goo. and are suitable for testing the learning process. Keywords: merdeka curriculum. SSP, science process skills. Copyright . 2024 Muhammad Subhan A Corresponding author : Email : subhanundhari07@gmail. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Desain Subjek. Spesifik. Pedagogi (SSP) Berbasis Keterampilan Proses IPAS Kelas IV Kurikulum Merdeka Ae Muhammad Subhan DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Buku digunakan sebagai salah satu sumber yang digunakan pada sat proses pembelajaran di kelas, kemudian bagi siswa sebagai sumber belajar siswa. Namun, jika dalam pelaksanaan pembelajaran hanya terfokus pada penggunaan buku guru dan buku siswa saja tanpa adanya bahan pendukung lainnya, dimungkinkan hasil yang diperoleh dalam peningkatan keterampilan proses IPAS siswa tidak maksimal dan kemampuan guru hanya akan terbatas karena hanya bergantung pada buku pegangan guru. Berdasarkan permasalahan yang telah dikaji, cara mengembangkan science process skills (SPS) siswa diperlukan panduan yang lebih komprehensif. Arti komprehensif dalam hal ini adalah, kegiatan yang dirancang mampu untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa melalui kegiatan pembelajaran yang bersifat penemuan. Tujuan desain ini adalah agar siswa mudah, memahami serta paham dengan konsepkonsep IPAS berdasarkan penemuan mereka sendiri. Guru mempunyai peranan dominan dalam membimbing dan mengarahkan siswa untuk menjadi generasi muda lebih kreatif, inovatif, dan produktif. Dalam pelaksanaan pembelajaan dibutuhkan perangkat yag mampu mengarahkan siswa untuk berkreasi, berinovasi dan produktif. Perangkat tersebut dapat berupa panduan praktikum, video animasi dan gambar. Ada beberapa jenis perangkat pembelajaran yang dapat dikembangkan guru diantaranya yaitu adalah perangkat Subject. Specific. Pedagogy (SSP). Perangkat tersebut adalah subject, specific, pedagogy (SSP) IPAS yang dapat membantu guru dalam membimbing siswa dalam mengembangkan keterampilan proses IPAS. Bagi siswa SSP dapat digunakan sebagai panduan pembelajaran IPAS agar lebih dapat mengembangkan keterampilan proses IPAS. Pada kurikulum merdeka terdapat 2 elemen CP pada IPA yaitu elemen pemahaman dan elemen keterampilan proses. Melalui observasi dan wawancara diperoleh data yaitu belum ada perangkat pendamping kurikulum Merdeka untuk guru pada aspek keterampilan proses siswa dan belum ada perangkat SSP berorientasi pada pengembangan science process skills pada muatan IPAS kelas IV sekolah dasar. Berlatar belakang pada masalah tersebut kemudian dilakukan pengembangan perangkat yaitu SSP (Science Process skil. yang dikembangkan untuk mengembangkan keterampilan proses muatan IPAS siswa pada kelas IV kurikulum Merdeka. SSP adalah merupakan perangkat pada kegiatan pembelajaran untuk guru dan siswa yang terdiri dari: capaian pembelajaran (CP). Tujuan Pembelajaran(TP), langkah pembelajaran, materi ajar, media, (LKPD), dan penilaian. Melalui pengembangan SSP harapannya dapat dijadikan sebagai perangkat tambahan bagi guru dalam membimbing dalam mengembangkan science process skills (IPAS). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya perangkat pendamping buku kurikulum Merdeka pada aspek keterampilan proses siswa. Belum adanya perangkat SSP berorientasi pada pengambangan science process skills pada muatan IPAS kelas IV sekolah dasar. Permasalahan tersebut dirumuskan menjadi Auapakah hasil pengembangan SSP IPAS berbasis Kurikulum Merdeka layak dan dapat mengembangkan SPS muatan IPAS siswa SD kelas IVAy. California State University menyatakan bahwa subjek specifik pedagogik juga dikenal sebagai PCK . edagogical content knowledg. SSP disebut juga sebagai pedagogical content knowledge, yaitu bagian dari proses berpikir guru dalam melaksanakan belajar mengajar. Pengetahuan dan proses guru dalam hal ini adalah pengetahuan ilmu dan cara mendidik yang terapkan kepada siswa dalam pembelajaran. Subjek spesifik pedagogik atau SSP merupakan salah satu bentuk dari perangkat pembelaajran yang dapat dikembangkan oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran. SSP mencakup dari beberapa bagian yaitu Capaian pembelajaran (CP), tujuan pembelajaran (TP), alur tujuan pembelajaran (ATP), metode, lagkah pembelajaran, dan penilaian. Berasarkan berbagai pendapat mengenai hakikat dan pengertian sains (IPAS) bisa diambil kesimpulan bahwa IPAS adalah mempelajari mengenai alam yaitu benda hidup dan benda matiserta mempelajari interaksinya, mengkaji interaksi manusia dengan lingkungan sebagai mahluk sosial. Banyak ilmu teknologi-teknologi yang Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Desain Subjek. Spesifik. Pedagogi (SSP) Berbasis Keterampilan Proses IPAS Kelas IV Kurikulum Merdeka Ae Muhammad Subhan DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. telah berkembang melalui sains. SSP dapat meningkatkan keterampilan proses IPA, (Handayani & Wilujeng, 2. Keterampilan proses pada level 2 yaitu terdiri dari 9 kemampuan yaitu sebagai berikut: Mengamati: Menggunakan fungsi indera untuk memperoleh informasi. Mungkin termasuk penggunaan alat dan bahan. Berkomunikasi: Memberi atau pertukaran informasi secara lisan, non lisan atau berbentuk tulisan. Memperkirakan: Menghitung kuantitas atau nilai berdasarkan pertimbangan. Mengukur: Membandingkan objek untuk memutuskan sendiri unit yang mungkin atau mungkin tidak Pengumpulan data: Mengumpulkan informasi tentang pengamatan dan pengukuran dengan cara yang Mengelompokkan: Pengelompokan atau memesan benda atau peristiwa sesuai dengan skema yang ditetapkan berdasarkan pengamatan. Menyimpulkan: memperoleh keputusan berdasarkan kajian dari pembahasan suatu permasalahan. Memprediksi: Memperkirakan hasil yang akan datang melalui data yang diketahui. Membuat model: Mengembangkan objek nyata. Penerapan 9 skill tersebut dIPASdukan dalam SSP melalui materi ajar dan lembar kerja siswa. Langkah memadukan keterampilan proses sains melalui pengembangan tema dan sub tema yang disesuaiakan dengan buku guru dan buku siswa. Ada tiga penelitian yang relevan dengan ini, diantaranya adalah penelitian (Ikawati et al. , 2. dengan hasil penelitian tersebut dapat merangsang perkembangan pemecahan masalah pada pembelajaran. Penelitian (Suyatno et al. , 2. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa Penelitian ini juga menghasilkan rancangan SSP berbasis Guided Discovery Learning, untuk merangsang kemampuan berpikir kritis siswa. Rancangan SSP dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam mengembangkan SSP. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan pada tahap pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Kemudian penelitian (Hidayah, 2. dengan hasil penelitiannya adalah kategori penilaian ahli adalah baik. Pencapaian hasil belajar yang tinggi pada beberapa aspek diantaranya jujur, kerja keras, rasa ingin tahu, dan disiplin. Penelitian yang dilaksanakan ini memiliki perbedaan dengan tiga rujukan penelitian yang sebelumnya dalam pembahasan penelitian ini peneliti mendesain SSP dengan memasukkan keterampilan proses IPAS pada proses pembelajaran yang diterapkan pada kurikulum terbaru yaitu kurikulum merdeka. Perbedaan lainnya yaitu pada langkah penelitian, materi yang dikembangkan dan bentuk keterampilan proses yang Tujuan pada penelitian ini menghasilkan desain Produk SSP yang layak berdasarkan hasil penilian ahli materi, modul ajar, bahasa media dan kegrafikan, dan lembar observasi. METODE Langkah penelitian ini yaitu melakukan kajian pendahuluan melalui pengumpulan informasi, perencanaan penelitian, mengembangkan draft SSP. Revisi produk pertama. Penelitian Pendahuluan dilakukan untuk studi literatur mengenai isi kurikulum Merdeka. Perencanaan meliputi langkah: Analisis capaian pembelajaran per elemen analisis tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran. tahap penyusunan Draft SSP meliputi: modul ajar, materi ajar. LKPD. Penilaian hasil belajar. Tahap Pengembangan Penilaian Kelayakan Draft 1 SSP dilakukan dengan memvalidasi komponen-komponen SSP yang terdiri dari modul ajar, materi ajar. LKPD, dan lembar observasi penilaian keterampilan proses siswa. Penilaian kelayakan draft 1 ini diperoleh dari ahli. Hasil validasi dari validator tersebut, kemudian dianalisis dan hasilnya digunakan untuk memperbaiki draft 1 SSP. Revisi 1yaitu hasil dari analisis penilaian kelayakan dari validator pada draftt 1 SSP untuk menghasilkan draft 2 SSP. Penelitian ini dilaksanakan di universitas Dharmas Indonesia yang Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Desain Subjek. Spesifik. Pedagogi (SSP) Berbasis Keterampilan Proses IPAS Kelas IV Kurikulum Merdeka Ae Muhammad Subhan DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Mei 2024. Objek dalam penelitian ini adalah perangkat SSP keterampilan proses sain kelas IV untuk sekolah dasar yang telah dikembangkan. Instrumen untuk pengumpul data menggunakan lembar penilaian SSP yaitu Lembar Penilaian Kelayakan materi, modul Ajar, bahasa, kegrafikan, lembar observasi. Validasi SSP melibatkan 5 orang validator sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Untuk memperoleh nilai hasil analisis data hasil penilaian kelayakan SSP dari validator menggunakan rumus berikut: yce ycu V= x100% . Data yang diperoleh untuk pengembangan produk SSP ini yaitu data hasil validator. Berikut penjelasan hasil validasi kelayakan dari masing-masing komponen SSP tersebut tabel 1. Tabel 1. Interval Penilaian Validasi Interval Nilai Kategori Sangat baik X > 1,80SBi Baik 0,60SBi < X O 1,80SBi Cukup baik -0,60SBi < X O 0,60SBi Kurang baik -1,80SBi < X O -0,60SBi Sangat kurang baik XO -1,80SBi HASIL DAN PEMBAHASAN Subject specific pedagogy (SSP) adalah perangkat pembelajaran berupa Modul ajar/RPP. LKPD, materi ajar, dan lembar penilaian. Senada dengan (Indriani & Zakariyah, 2. SSP terdiri dari tiga produk: silabus. RPP, dan lembar kerja siswa (LKS). Hasil pengembangan SSP keterampilan proses sains dijelaskan pada Gambar 1 memperlihatkan bahwa modul ajar hasil evaluasi oleh ahli pada aspek identitas mata pelajaran memperoleh skor 14 berkategori Ausangat baikAy, aspek rumusan tujuan memperoleh skor 14 berkategori Ausangat baikAy, aspek materi didapatkan skor 9 berkategori AubaikAy, aspek model pembelajaran memperoleh skor 10 berkategori AubaikAy, aspek kegiatan pembelajaran didapatkan skor 9 berkategori AubaikAy, aspek pemilihan media/sumber belajar memperoleh skor 13 berkategori AubaikAy, aspek penilaian hasil belajar memperoleh skor 13 berkategori AubaikAy, aspek kebahasaan memperoleh skor 10 berkategori Ausangat baikAy. Dengan demikian modul ajar pembelajaran IPA untuk mengembangkan keterampilan proses menurut ahli adalah AubaikAy. Secara keseluruhan modul hasil desain memperoleh hasil yang baik, salah satu agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik adalah dengan mengembangkan modul ajar yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan siswa, (Syalsabilla & Samsul Arif, 2. , menyatakan bahwa dengan modul ajar yang lengkap akan memberikan kualitas pembelajaran yang baik pula. Melalui modul ajar proses pembelajaran dikelas akan memberikan efektivitas, minat dan bakat siswa, senada dengan (Lastri, 2. , bahwa modul ajar mampu mengembangkan minat dan bakat siswa disekolah. Tabel 2. Data Hasil Penilaian modul ajar oleh Ahli Aspek Nilai Identitas mata pelajaran Sangat baik Rumusan tujuan Sangat baik Pemilihan materi Baik Model pembelajaran Baik Kegiatan pembelaajran Baik Pemilihan media Baik Penilaian hasil belajar Baik Baik Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Desain Subjek. Spesifik. Pedagogi (SSP) Berbasis Keterampilan Proses IPAS Kelas IV Kurikulum Merdeka Ae Muhammad Subhan DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Skor total Baik Gambar 1: Diagram Penilaian Modul ajar oleh Ahli Pada kurikulum merdeka pendidikan IPA serta IPS dilebur menjadi IPAS. Dalam pelaksanaan ditiap semesteranannya melalui langkah membegi menjadi bagian perbab yaitu 2 bab IPA serta 2 bab IPS, (Sugih et , 2. Proses pembelajaran IPAS tidak dapat dipisahkan aspek keterampilan proses siswa. Walaupun dalam penerapannya IPA dilebur menjadi IPAS, namun masih diperlukan upaya dalam mengembangkan keterampilan proses IPA siswa. Dalam mengembangakan sains diperlukan metode ilmiah, karena keterampilan proses sains sangat penting sekali dan dibutuhkan oleh peserta didik, (Hartati et al. , 2. Materi ajar pembelajaran IPAS untuk mengembangkan keterampilan proses menurut ahli adalah AubaikAy. Data pada gambar 2 memperlihatkan bahwa materi ajar hasil evaluasi oleh ahli pada aspek kesesuaian isi/materi mendapatkan skor 25 berkategori Ausangat baikAy, aspek konstruksi mendapatkan skor 18 berkategori AubaikAy, aspek teknis mendapatkan skor 9 berkategori AubaikAy. Skor yang didapatkan pada aspek materi ajar secara keseluruhan yaitu sebesar 52. Dengan demikian materi ajar pembelajaran IPA untuk mengembangkan keterampilan proses menurut ahli adalah AubaikAy dan valid untuk dilakukan uji coba produk selanjutnya. (Acesta, 2. SSP hasil pengembangan termasuk kriteria valid, artinya baik dan layak digunakan. Modul ajar mempunyai peranan penting dalam pelaksanaan kurikulum merdeka, untuk itu diperlukan proses pengembangan modul yang didasarkan pada kebutuhan peserta didik sehingga pembeljaran akan lebih bermakna, hal ini juga yang dinyatakan dalam penelitian (Rahmawati et al. , 2. , pelaksanaan kurikulum merdeka pada peserta didik memerlukan proses pembelajaran yang menarik dan bermakna. Tabel 3. Penilaian Validator Aspek Materi Ajar Aspek Nilai Materi Sangat baik Konstruksi Sangat baik Teknis Baik Skor total Baik Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Desain Subjek. Spesifik. Pedagogi (SSP) Berbasis Keterampilan Proses IPAS Kelas IV Kurikulum Merdeka Ae Muhammad Subhan DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Skor Materi Aspek Materi Ajar Gambar 2: Hasil Penilaian Validator Aspek Materi Ajar LKPD yang baik adalah yang dilakukan uji validitas isi sebelum dilakukan uji coba pemakaian. (Wewe & Bhoke, 2. LKS divalidasi oleh validator materi dan validator desain pembelajaran. Kemudian (Dwi Agustina et al. , 2. untuk menghasilkan LKPD yang baik diperlukan validasi materi, validasi desain, dan validasi bahasa. Data pada gambar 3 memperlihatkan LKPD hasil evaluasi oleh ahli pada isi/materi memperoleh didapatkan skor 22 berkategori Ausangat baikAy, aspek konstruksi didapatkan skor 21 berkategori AubaikAy, aspek teknis didapatkan skor 9 berkategori AubaikAy. Skor yang didapatkan pada aspek LKPD secara keseluruhan yaitu sebesar 52. Dengan demikian LKPD pembelajaran IPA untuk mengembangkan keterampilan proses menurut ahli adalah AubaikAy. Untuk mengetahui kelayakan LKPD dapat ditinjau dari penilaian validator materi, validator media, (Abdillah & Astuti, 2. Tabel 4. Hasil validasi LKPD Nilai Sangat baik Baik Baik Baik Aspek isi/materi Skor total Skor Materi LKPD Gambar 3. Hasil validasi LKPD Data pada gambar 3 memperlihatkan bahwa lembar observasi Keterampilan Proses IPAS siswa sesuai evaluasi oleh ahli pada aspek materi mendapatkan skor 9 berkategori Aucukup baikAy, aspek bahasa mendapatkan skor 9 berkategori Aucukup baikAy, aspek konstruksi mendapatkan skor 9 berkategori AubaikAy. Skor yang didapatkan pada 28 aspek lembar observasi Keterampilan Proses secara keseluruhan yaitu sebesar 27. Dengan demikian lembar observasi Keterampilan Proses tema peduli terhadap makhluk hidup untuk Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Desain Subjek. Spesifik. Pedagogi (SSP) Berbasis Keterampilan Proses IPAS Kelas IV Kurikulum Merdeka Ae Muhammad Subhan DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. mengembangkan Keterampilan Proses menurut ahli adalah Aucukup baikAy. (Purnaida, 2. , untuk meningkatkan hasil belajar siswa diperlukan produk pembelajaran Subject Spesific Pedagogy (SSP) layak. Tabel 5. Penilaian Lembar Observasi Keterampilan Proses oleh Validator No Aspek Nilai Materi Cukup baik Bahasa Cukup Baik Konstruksi Baik Skor total Cukup Baik Gambar 4. Penilaian Validator Aspek Lembar Observasi Keterampilan Proses SSP yang baik harus memenuhi kriteria kelayakan, (Afifah et al. , 2. SSP hasil pengembangan merupakan bagian dari komponen CP. TP. ATP,metode. Langkah pembelajaran dan lembar penilaian yang dipadukan dalam perangkat pembelajaran. Untuk menghasilkan SSP yang siap digunakan dalam pembelajaran diperlukan langkah validasi dari beberapa validator yang mempunyai kepakaran dalam bidangnya masingmasing. Kelayakannya perangkat pembelajaran memerlukan penilaian dari beberapa ahli, (Kartika et al. Secara keseluruhan hasil validasi SSP keterampilan proses siswa hasil penilaian oleh validator mendapatkan penilaian Baik, sehingga SSP keterampilan proses hasil desain ini dapat dilakukan pada tahap selanjutnya yaitu uji coba pemakaian dalam proses pembelajaran kelas IV disekolah dasar. Pemberian pengalaman secara langsung pada peserta didik dapat dilakukan melalui kterampilan proses sains, (Jery Dariansyah et al. , 2. Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu terbatas pada langkah pengembangan desain uji validitas isi, dan selanjutnya dapat dilaksanakan untuk uji hasil secara praktikalitas dan efektivitas, sehingga akan diperoleh data tentang hasil pengembangan terhadap keterampilan proses IPA siswa dikelas 4 SD. Hasil desain SSP keterampilan proses ini berdampak pada kelengkapan perangkat ajar materi IPAS yang sebelumnya hanya tersedianya perangkat pembelajaran konvensional saja. KESIMPULAN Hasil penelitian desain SSP keterampilan proses IPAS sesuai penilaian validator adalah dipergunakan pada pembelajaran. Ditinjau dari komponen SSP yaitu modul ajar, materi ajar. LKPD, dan lembar observasi keterampilan proses menurut ahli AubaikAy. Untuk langkah selanjutnya SSP keterampilan proses sains dapat dilanjutkan pada tahap ujicoba lapangan untuk mengetahui efektivitas perkembangan keterampilan proses IPAS untuk siswa di sekolah dasar pada kelas IV. Hasil penelitian ini terbatas untuk hasil desain pengembangan melalui valiadasi isi, untuk selanjutnya dapat dikembangkan pada tahap penggunaan produk pada ujicoba lapangan. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Desain Subjek. Spesifik. Pedagogi (SSP) Berbasis Keterampilan Proses IPAS Kelas IV Kurikulum Merdeka Ae Muhammad Subhan DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. DAFTAR PUSTAKA