Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. PENGELOLAAN KEUANGAN UMKM KULINER SECARA SEDERHANA: STUDI KASUS NASI IGUT DI BANJARMASIN Rina Andini. Monika Handayani. email : rinaandini774@gmail. com, monika_handayani@akutansipoliban. Program Studi D3 Administrasi Bisnis. Jurusan Administrasi Bisnis. Politeknik Negeri Banjarmasin Program Studi D3 Sistem Informasi Akuntansi. Jurusan Akuntansi. Politeknik Negeri Banjarmasin Ringkasan UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. Menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di sektor kuliner yang terus berkembang. Di Banjarmasin, salah satu makanan yang cukup banyak diminati adalah nasi igut dan makanan tersebut banyak dijadikan para pelaku usaha mikro sebagai sumber penghasilan utama, serta pelaku usaha kuliner seperti penjual nasi igut memiliki peran yang besar dalam memenuhi konsumsi Masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pelaku UMKM nasi igut menerapkan pengelolaan keuangan secara sederhana, serta mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi dalam mengelola keuangan usaha secara mandiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada salah satu pelaku UMKM nasi igut di Kota Banjarmasin. Selama tujuh hari, data dikumpulkan melalui hasil observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi pencatatan harian. Pencatatan keuangan meliputi pemasukan, pengeluaran, dan perhitungan laba sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan dilakukan secara manual dengan pencatatan harian menggunakan buku tulis, tanpa sistem digital, dan belum ada pemisahan yang jelas antara keuangan pribadi dan keuangan usaha. Selain itu, tidak terdapat evaluasi keuangan mingguan atau bulanan yang terstruktur. Meskipun demikian, pelaku usaha menunjukkan kesadaran akan pentingnya pencatatan keuangan dan mengakui perlunya pembelajaran lebih lanjut dalam manajemen keuangan. Studi ini merekomendasikan adanya pelatihan manajemen keuangan sederhana berbasis digital untuk meningkatkan keberlanjutan UMKM kuliner lokal. Kata Kunci : UMKM. Pengelolaan Keuangan, pencatatan Sederhana. Kuliner Nasi Igut Banjarmasin PENDAHULUAN UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. memiliki peranan strategis dalam mendorong Di Indonesia. UMKM menyerap lebih dari 90% tenaga kerja dan menyumbang sekitar 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) (Kemenkop UKM, 2. Di Tingkat daerah, keberadaan UMKM turut mendorong perputaran ekonomi karena mampu bergerak cepat dan menyesuaikan diri, sehingga salah satu sektor UMKM yang berkembang dengan baik di daerah ini adalah sektor kuliner. Salah satu kuliner yang cukup diminati oleh masyarakat Banjarmasin adalah nasi igut, yaitu hidangan berbahan dasar nasi yang disajikan dengan berbagai daging olahan yang dibumbui khas. Cita rasanya yang kuat, harganya yang terjangkau, serta keberadaannya yang mudah ditemukan menjadikan nasi igut sebagai salah satu makanan yang digemari oleh berbagai kalangan. Hal ini menciptakan peluang bisnis yang potensial bagi pelaku usaha kuliner lokal untuk mengembangkan usaha nasi igut sebagai bentuk UMKM. Namun, di balik potensi tersebut, masih banyak pelaku UMKM kuliner yang belum memiliki sistem pengelolaan keuangan yang baik dan terstruktur. Sebagian besar pelaku UMKM, khususnya pelaku usaha mikro, masih mengandalkan pencatatan sederhana yang dilakukan secara manual. Tidak jarang pencatatan tersebut bercampur antara keuangan pribadi dan usaha, sehingga menyulitkan mereka dalam melakukan evaluasi dan pengambilan keputusan bisnis secara rasional. Permasalahan utama yang sering dihadapi UMKM di sektor kuliner adalah kurangnya literasi keuangan, keterbatasan akses terhadap teknologi pencatatan digital, serta belum adanya pemisahan ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive keuangan yang memadai. Hal ini membuat pelaku usaha rentan terhadap kerugian, kesulitan dalam memperkirakan laba, dan tidak mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana praktik pengelolaan keuangan sederhana diterapkan oleh pelaku usaha nasi igut di Banjarmasin. Penelitian ini juga berusaha menggambarkan kondisi nyata pengelolaan keuangan di lapangan, termasuk kendala yang mereka hadapi, serta memberikan saran strategis untuk meningkatkan kemampuan manajerial keuangan secara bertahap dan aplikatif. Studi ini diharapkan akan memunculkan kesadaran dari berbagai pihak, baik pelaku usaha maupun pembuat kebijakan, untuk lebih memperhatikan aspek manajemen keuangan sebagai fondasi penting dalam keberlangsungan UMKM. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk pengembangan program pelatihan atau pendampingan UMKM secara lebih sistematis, khususnya di sektor kuliner. KAJIAN PUSTAKA UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. UMKM merupakan salah satu pilar penting dalam struktur ekonomi nasional. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah. UMKM dikelompokkan berdasarkan jumlah aset dan omzet tahunan. Usaha mikro adalah usaha yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50 juta . idak termasuk tanah dan bangunan tempat usah. dan memiliki omzet tahunan paling banyak Rp300 juta. UMKM berperan penting dalam penyediaan lapangan kerja, distribusi pendapatan, dan pengembangan ekonomi daerah. Di sektor kuliner. UMKM berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan lokal, pelestarian kuliner tradisional, dan peningkatan potensi wisata kuliner di daerah (Fauzan & Lestari, 2. Pengelolaan Keuangan Sederhana Pengelolaan keuangan sederhana dalam konteks UMKM merujuk pada praktik pengelolaan keuangan yang tidak rumit dan mudah diterapkan oleh pelaku usaha. Ini mencakup: Pencatatan kas masuk dan keluar, meski hanya dalam buku tulis biasa. Perencanaan pengeluaran, seperti pengadaan bahan baku dan pembayaran gaji harian. Penghitungan laba rugi secara sederhana, walau tanpa laporan keuangan formal. Pemisahan keuangan pribadi dan usaha, yang seringkali masih diabaikan pelaku UMKM. AuPenerapan laporan keuangan sederhana, yang terdiri dari laporan laba/rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas, dapat membantu UMKM Kedu Emas dalam mengoptimalkan pengelolaan Laporan keuangan sederhana memudahkan pemilik UMKM dalam memantau kinerja keuangan, pengambilan keputusan, dan perencanaan keuangan yang lebih baik. Ay (Widyawati et al. Literasi Keuangan UMKM Literasi keuangan didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola informasi keuangan untuk pengambilan keputusan yang tepat. Dalam konteks UMKM, literasi keuangan rendah menyebabkan: Tidak adanya pencatatan transaksi usaha Kesulitan dalam menghitung laba rugi Ketidaksiapan dalam menghadapi fluktuasi ekonomi Penelitian dari Yuliana . menunjukkan bahwa pelaku UMKM yang memiliki literasi keuangan yang baik lebih siap menghadapi ketidakpastian ekonomi dan mampu menjaga kelangsungan usahanya. Penelitian Terdahulu Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan pentingnya pengelolaan keuangan sederhana pada UMKM. Contohnya: Rahayu & Fitriani . : Mengungkapkan bahwa UMKM yang menggunakan aplikasi pencatatan digital lebih cepat dalam mengambil keputusan usaha dibandingkan yang manual. Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Hasanah . : Studi kasus UMKM di Kalimantan Selatan menemukan bahwa 78% pelaku usaha tidak memisahkan uang pribadi dengan usaha, yang menyebabkan kerancuan dalam evaluasi Fauzan & Lestari . : Evaluasi aplikasi pencatatan digital menunjukkan peningkatan efisiensi keuangan pada UMKM METODE PENELITIAN Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif kuantitatif, yaitu pendekatan yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena yang sedang berlangsung dalam bentuk angka atau data numerik, namun tetap memuat penjelasan secara deskriptif. Jenis ini dipilih karena peneliti ingin mengetahui praktik nyata pengelolaan keuangan sederhana yang dilakukan oleh pelaku UMKM nasi igut di Banjarmasin, berdasarkan data riil dari kegiatan operasional harian. Penelitian dilaksanakan di Kota Banjarmasin. Kalimantan Selatan, tepatnya pada salah satu pelaku usaha nasi igut yang telah beroperasi lebih dari satu tahun. Pengumpulan data dilakukan selama satu minggu berturut-turut, dimulai dari hari Senin hingga Minggu. Subjek penelitian adalah pelaku UMKM yang menjalankan usaha nasi igut dengan bentuk usaha mikro, beroperasi secara mandiri, dan belum menerapkan sistem akuntansi formal. Data diperoleh melalui beberapa teknik, yaitu: Wawancara langsung dengan pemilik usaha untuk mengetahui pemahaman dan kebiasaan dalam mengelola keuangan. Observasi lapangan untuk melihat secara langsung praktik pencatatan dan transaksi harian. Dokumentasi pencatatan keuangan, yaitu data pemasukan dan pengeluaran yang ditulis secara manual selama satu minggu operasional. Instrumen penelitian meliputi pedoman wawancara, lembar observasi harian, serta format pencatatan sederhana . uku ka. untuk mengumpulkan data pemasukan, pengeluaran, dan laba kotor. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, yang Rekapitulasi data harian pemasukan, pengeluaran, dan keuntungan Penyusunan tabel untuk memudahkan analisis perbandingan antarhari Pembuatan grafik batang dan garis untuk memvisualisasikan tren keuangan mingguan Analisis dilakukan untuk menggambarkan secara rinci bagaimana proses pengelolaan keuangan berlangsung, apa saja kendala yang muncul, serta bagaimana pelaku usaha menyikapi setiap tantangan keuangan yang dihadapi. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan selama tujuh hari pada salah satu pelaku UMKM kuliner yang menjual nasi igut di Banjarmasin. Fokus utama dari penelitian adalah bagaimana pelaku usaha mengelola keuangan secara sederhana, mencatat pemasukan dan pengeluaran harian, serta bagaimana pemilik usaha memperkirakan keuntungan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi pencatatan harian. Pencatatan Keuangan Harian Pelaku UMKM mencatat seluruh transaksi usaha secara manual menggunakan buku tulis. Setiap hari, pemilik usaha mencatat jumlah bahan yang dibeli . dan total penjualan . berdasarkan hasil penjualan nasi igut. Berikut adalah ringkasan data keuangan selama satu minggu: Gambar dan Tabel Tabel 1. Rekap Keuangan Harian Hari Senin Selasa Rabu Pemasukan (R. Pengeluaran (R. Laba (R. ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Hari Kamis Jumat Sabtu Minggu Pemasukan (R. Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive Pengeluaran (R. Laba (R. Analisis Laba Harian Data menunjukkan bahwa usaha nasi igut menghasilkan laba positif setiap hari. Laba tertinggi terjadi pada hari Senin, yaitu sebesar Rp1. 000, sementara laba terendah terjadi pada hari Jumat, yaitu Rp580. Ini menunjukkan perbedaan perilaku konsumen sepanjang minggu, dimana tingkat penjualan meningkat pada awal minggu, kemungkinan karena banyak pelanggan yang tidak sempat sarapan dirumah ataupun malas memasak, terutama pada hari kerja . Dan rata-rata laba selama tujuh hari adalah sekitar Rp780. 000 per hari, yang berarti dalam seminggu usaha ini bisa memperoleh laba bersih sekitar Rp5. Tingkat Efisiensi Jika dibandingkan antara pemasukan dan pengeluaran, proporsi laba terhadap pemasukan cukup stabil, berada di kisaran 5862%. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku usaha mampu menjaga efisiensi dalam penggunaan bahan baku dan operasional sehari-hari. Namun, pencatatan masih dilakukan dengan cara manual tanpa ada format terstruktur. Tidak ada kategori pengeluaran yang dibagi . isalnya: bahan baku, gas, transportasi, dl. Hal ini dapat menyulitkan evaluasi jika terjadi pembengkakan biaya di salah satu pos. Tantangan yang Dihadapi Berdasarkan wawancara, beberapa tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam pengelolaan keuangan adalah: Tidak adanya pemisahan keuangan pribadi dan usaha, sehingga keuntungan sering digunakan untuk keperluan pribadi. Tidak ada laporan keuangan bulanan, sehingga sulit mengetahui apakah usaha benar-benar berkembang dari waktu ke waktu. Tidak memanfaatkan teknologi digital seperti aplikasi kasir atau pembukuan sederhana. Kurangnya literasi dalam menyusun laporan laba rugi sederhana. Peluang Perbaikan Dengan modal pengelolaan yang sudah cukup disiplin dalam pencatatan harian, pelaku UMKM sebenarnya sudah memiliki dasar yang baik. Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan. Menggunakan format pencatatan sederhana dengan pemisahan kategori pengeluaran. Mulai memanfaatkan aplikasi pencatatan gratis seperti BukuWarung atau Catatan Keuangan. Melakukan evaluasi mingguan atau bulanan terhadap laba dan biaya. Memisahkan rekening usaha dengan rekening pribadi. KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan praktik pengelolaan keuangan sederhana pada UMKM kuliner yang menjual nasi igut di Banjarmasin. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, dapat disimpulkan bahwa: Pengelolaan keuangan dilakukan secara manual menggunakan pencatatan harian, yang mencakup pemasukan dan pengeluaran. Meski sederhana, metode ini telah membantu pelaku usaha mengetahui estimasi laba harian. Usaha nasi igut menunjukkan tingkat efisiensi keuangan yang cukup baik, dengan rata-rata laba bersih harian sebesar Rp780. 000 dan stabilnya rasio pengeluaran terhadap pemasukan. Puncak penjualan terjadi pada Hari Kerja, terutama hari Senin, yang menunjukkan pentingnya strategi penjualan di hari-hari ramai. Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Pelaku usaha belum melakukan pemisahan keuangan pribadi dan bisnis, serta belum menggunakan alat bantu digital, yang menjadi kendala dalam pengelolaan jangka panjang. Saran Berdasarkan temuan penelitian ini, penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut: Pemisahan keuangan pribadi dan usaha agar pelaku UMKM dapat menghitung laba bersih yang Penggunaan aplikasi keuangan sederhana seperti BukuWarung. Catatan Keuangan Harian, atau Excel, guna membantu proses pencatatan lebih akurat dan efisien. Pelatihan keuangan dasar untuk UMKM, khususnya pencatatan kas dan penyusunan laporan laba rugi, sebaiknya diselenggarakan oleh pemerintah daerah atau komunitas UMKM. Melakukan evaluasi usaha secara rutin . ingguan/bulana. , agar pelaku dapat mengambil keputusan berdasarkan data, bukan hanya perkiraan. Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan pendekatan yang lebih luas . ebih dari satu pelaku UMKM) agar hasil dapat digeneralisasi dan menghasilkan kebijakan yang mendukung sektor UMKM DAFTAR PUSTAKA