Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index Program Peningkatan Srada Dan Bakti Umat Hindu Dengan Media Simakrama Di Pura Goa Lawah Kota Mataram. Nusa Tenggara Barat Program to Increase Srada and Community Service for Hindus with Media Simakrama at Goa Lawah Temple. Mataram City. West Nusa Tenggara Province Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi1*. Ida Bagus Made Arjana1 . I Made Sudarmaa1 Ida Bagus Beni Surya Adi Pranama1. I Nyoman Sueca2. Made Sutha Yadnya3 Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram. Mataram-NTB. Jalan Pancaka 7B Mataram Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa. Denpasar Bali. Jalan Kenyeri 57 Denpasar Universitas Mataram. Jalan Majapahit 62 Mataram Korespondensi : sinarayu@iahn-gdepudja. Artikel history : Received Revised Published : 20 Februari 2024 : 26 April 2024 : 30 April 2024 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. ABSTRAK Konsep Nyegara-Gunung memberi arti bahwa manusia memberikan akal dan budi yang selalu harus dibersihkan, membersihkan atau melukat dari atas sampai ke bawah salah satunya digelar di Pura Goa Lawah Kota Mataram. Pemberian bantuan terop dan kursi yang dilakukan dapat memberikan media untuk menampung aspirasi masyarakat dalam posisi duduk serta kenyamanan dari terik matahari berkomunikasi terkait pengetahuan Tattwa. Etika, dan Acara(Upakar. perwujudan dari simakrama dalam areal Pura Goa Lawah. Di Pura Goa Lawah yang awalnya dalam melakukan kegiatan panas oleh terik matahari sekarang sudah dapat lebih sejuk karena ada terop serta bagi yang manula yang susah untuk menekuk lutut sudah bisa menggunakan kursi untuk meluruskan kaki tanpa bersila, pelaksanaan sukses menghadirkan warga secara perwakilan pengurus serta warga yang datang di setiap kepala keluarga. Kata Kunci : Komunikasi. Media. Hindu. Simakrama. Goa Lawah ABSTRACT The concept of Nyegara-Gunung means that humans give their minds and minds which must always be cleaned, cleaned or wound from top to bottom, one of which is held at the Goa Lawah Temple. Mataram City. The provision of telescopes and chairs can provide a medium to accommodate people's aspirations in a sitting position as well as comfort from the hot sun to communicate regarding knowledge of Tattwa. Ethics and Events (Upakar. the embodiment of simakrama in the Goa Lawah Temple area. At Goa Lawah Temple, which was initially hot in the heat of the sun, can now be cooler because there is a telescope and for elderly people who find it difficult to bend their knees, they can now use chairs to straighten their legs without crossing their legs. comes to every head of the Keywords: Communication. Media. Hindu. Simakrama. Goa Lawah Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index PENDAHULUAN Manusia sebagai mahluk individu juga sebagai mahluk sosial seyogyanya mempunyai sikap menghargai semua mahluk ciptaannya. Sejatinya sikap toleransi ini yang sangat dianjurkan disemua ajaran agama yang percaya adaya Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam agama Hindu sikap ini diistilahkan dengan Tat Twam masi (Auanda adalah saya dan saya adalah andaA. Dari pandangan agama Islam , menjadi muslimin dan muslimat harus memiliki sikap toleransi dan harmonisasi pada Imannya dalam dirinya (Syamsul, 2. Toleransi atau tasamuh . suatu konsep pemikiran yang kekinian untuk mengaplikasikan perbedaan kedalam bentuk yang telerasin dan kebersamaan damai dan tertata harmonis(Sinar,2. Sikap ini mencerminkan sikap saling menghormati dan saling bekerjasama diantara kelompok masyarakat yang berbeda-beda baik secara etnis, bahasa, budaya, politik, maupun agama. Toleransi sendiri dapat dilihat dari memenegerial dari media masa yang ada(Mulyana, 2. Media masa saat ini merupakan satu kekuatan kekuatan besar dalam membentuk persepsi dan pemahaman masyarakat secara umum ataupun pada wilayah/eal yang menjadi tareget suatu informasi. Dalam t berbagai hal, termasuk kepercayaan atau termasuk agama. Dalam konteks agama, representasi media dapat memengaruhi bagaimana suatu agama dipandang oleh masyarakat luas. Dalam unsur berkomunikasi dengan masa akan memberikan suatu persepsi masyarakat terhadap agama, dengan fokus mayoritas yang beragama agama Hindu yang hidup berada pada prulal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Perkembangan agama dan kepercayaan tidak dipisahkan dari : paravidyA dan aparavidya, membuka ruang lebar bagi inklusivitas keberagamaan yang bersifat plural khususnya di Indonesia berkembang (Naim , 2. Di mana setiap agama memiliki kebenaran mutlak ke dalam pengikutnya, dan menjadi absolut relatif ke luar bagi diluar Konsekuensi logis dari kebenaran ini berarti setiap agama wajib memberikan tuntunan untuk saling menghormati, menghargai, toleransi satu dengan yang lain, karena yang lain juga memiliki kebenaran dimata tuhan adalah sama yang tunggal , yang bersumber dari Yang Satu serta memberikan pemahaman yang benar pemahaman agama agar religusitasnya tetap pada ajaran paravidya dan aparavidya (Rudia 2. Media masa memiliki potensi besar untuk mempromosikan budaya dan tradisi, baik secara lokal maupun global. Dalam konteks ini, media dapat menjadi alat yang kuat dalam melestarikan warisan budaya dan memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih Pada media masa dapat membantu mempromosikan budaya dan tradisi, dengan fokus pada konteks budaya Hindu. (Kriyantono, 2. Hal yang penting adalah hal yang menunjukan pada wilayah yang dapat Media masa, seperti televisi, film, dan surat kabar, seringkali menjadi sumber utama informasi dan pengetahuan bagi masyarakat tentang agama. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index Representasi agama Hindu dalam media dapat mencakup berbagai hal, mulai dari ritual keagamaan, mitologi, hingga kontroversi sosial atau politik yang terkait dengan agama Media masa juga berperan penting dalam memberikan pendidikan dan informasi tentang budaya Hindu kepada generasi muda dan masyarakat umum. Program televisi, film dokumenter, dan situs web khusus dapat memberikan wawasan mendalam tentang sejarah, filosofi, dan nilai-nilai budaya Hindu. Media masa memiliki peran dalam pelestarian tradisi dan praktik keagamaan Hindu yang dapat terancam punah. Rekaman audiovisual tentang upacara keagamaan, cerita rakyat, dan praktik tradisional lainnya dapat diabadikan melalui media untuk generasi mendatang. Pada pengabdian kepada masyarakat sebagai akademisi Hindu, menyempatkan melaksanakan pengabdian agar salah satu aset yang dimiliki tidak punah dan selalu bersilahturahmi pada masyarakat lingkungan sekitarnya ( Pierre, 2. Media masa mengandung tutunan dan aturan lewat cerita pewayangan salah satunya adalah cerita lokal. Hal yang penting pertama, sebagai cerita sejarah, cerita berfungsi untuk menyampaikan nilai-nilai moral dan etika kepada pembaca atau pendengar. Kedua. Itihasa juga berperan sebagai sarana hiburan dan penghibur bagi masyarakat. Selain itu. Itihasa juga memiliki nilai religius dan spiritual yang penting dalam tradisi Hindu (Canggara, 2. Cerita yang disebarkan dengan memiliki akar dalam tradisi Hindu, kisah-kisah yang terdapat dalam epos cerita juga menjadi bagian dari warisan budaya dunia. Banyak orang di luar masyarakat Hindu juga menghargai dan mempelajari cerita-cerita dalam Itihasa kanomer 5 rena nilai-nilai universal yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu. Itihasa tidak hanya penting bagi masyarakat Hindu, tetapi juga bagi masyarakat global yang tertarik dengan kekayaan sastra dan kebijaksanaan kuno (Sinar, 2. Bertempat pada Pura Goa Lawah yang ada di Kota Mataram yang terletak dengan posisi Jalan Bondowoso IV nomor 5 Pagesangan Timur. Namanya seperti pura yang terkenal di Bali yang berada di Kabupaten Karangasem (Bali. Hal yang membuat sama adalah ada goa dan kelelawar sebagai penghuni didalamnya. Pura Goa Lawah yang terletak di Taman Baru Kota Mataram merupakan tempat sembahyang pemeluk agama Hindu sejak tahun : Pada ajaran agama Hindu dikenal dengan pokok bahasan adalah Itihasa merupakan istilah dalam bahasa Sanskerta yang secara harfiahbermakna AusejarahAy atau Aucerita sejarahAy. Itihasa merujuk pada genre sastra kuno dalam tradisi Hindu yang berisi cerita-cerita epik. Goa Lawah di Kota Mataram memiliki cerita yang unik yang perlu diketahui serta menjadi satu gambaran kejadian di masa lalu. dan mitologi, seperti Mahabharata dan Ramayana (Hafis, 1. Alkisah cerita dalam makna terkandung didalamnaya hampir mirip dengan yang di Bali yaitu : Konsep Nyegara-Gunung memberi arti bahwa manusia memberikan akal dan budi yang selalu harus dibersihkan, membersihkan atau melukat dari atas sampai ke bawah salah satunya digelar di Pura Goa Lawah, mengandung makna terima kasih serta selalu eling dan ingat pada ke hadapan Sang Hyang Widhi dengan perwujudan atau dalam Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index manifestasi yang Agung (Mahadewa/ Siw. dipuncak gunung yang tertinggi pembersih pentyerap semua kekotoran yang bermuara ke laut yaitu Dewa Baruna sebagai penguasa laut. Manusi dari sejak awal tercipta dari konsep suci dan bersih selalu diberi jalan oleh para leluhur atas pemberian amerta baik kepada Sang Dewa Pitara yaitu jiwa leluhur yang telah suci kepada penerusnya. Kebersiha adalah suatu dasar konsep Umat Hindu memuliakan gunung dan laut sebagai salah satu kekuatan sumber energi serta sumber Bentuk, fungsi, serta makna dalam berkomuniksi dengan siapapun dan dimanapun selalu harus paham dengan . esa, kala, dan patra/ tempat, waktu, serta atura. yang berlaku. Aturan Nyegara-Gunung sebagai sumber pembersihan dan energi di gunung dan di laut (Bali. METODE KEGIATAN Dalam pengabdian kepada masyarakat agama memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia sebagai kiblat agar manusia selalu ingat dan berbakti pada Yang Maha Kuasa. mengingat agama merupakan keyakinan dan kepercayaan yang biasaya diberikan secara turun temurun pada suatu keluarga, agama dapat sebagai penunjuk arah dikala manusia tersesat dari jalan yang salah menuju kebebaran hakiki, sesuai dengan tuntunan ajaran agama Hindu. Menyadari peran agama sangat penting dalam kehidupan umat manusia, maka tempat suci yang paling terdekat sebagai tempat bersembahyang atau silahturahmi bagi umatnya serta untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan agama Hindu di luar pendidikan formal (Wirawan, 2. Gambar 1. Simakrama sebelum adanya terop dan kursi untuk sarana media Proses simakrama merupakan proses pertemuan dua belah pihak atau lebih, yang langsung berkomunikasi tanpa media karena ada suatu masalah atau keinginan Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index untuk berbicara secara langsung atau mendapatkan informasi yang mendalam, sehingga terbangun pengetahuan, pemahaman, pengertian yang sama menuju nilai harmonis dan toleransi beragama sesuai dengan relasi kehidupan serta norma dan etika kemanusiaan. Simakrama menjadi ruang suatu media komunikasi langsung dalam kehidupan sehari-hari sebagai mahluk sosial. Istilah ini memberikan sebuah payung untuk menuju Aureunifikasi sosialAy di tengah masyarakat yang beragama Hindu sesuai tempat, waktu dan aturan (Widana, 2. Ada juga getar kegelisahan di Dalam istilah ini juga terbuka kemungkinan dan harapan. Simakrama ajang pertunjukan prestasi dan ketercapaian serta membuka diri untuk memasuki peluang, harapan dan jalan untuk membongkar logika yang anomali sehingga dapat memuliakan harkat manusia. Simakrama dilaksanakan untuk mengetahui permasalahan atau tindakan yang menyimpang sebagai media untuk kebuntuan adat, kebuntuan budaya, kebuntuan keagamaan dan kebuntuan sosial lainnya. Hal ini menyebabkan penyelenggaraan simakrama adalah proses diskusi untauk pengasah pendapat untuk kemajuan peradaban manuasi kemanusiaan terkini atau terupdate Aonew social engineeringAo atau paling tidak sebuah pencapaian kehidupan sosial yang berubah kesejahteraannya Aosocial reunificationAo di tengah kegelisahan masyarakat umat Hindu yang sedang berkembang dinamis akibat perubahan lingkungan strategisnya yang demikian cepat dan massif. Pada Gambar. 1 Proses simakrama yang dilakukan di Pura Goa Lawah Kota Mataram Gambar 2. Penyerahan terop dan kursi untuk sarana media persembahyangan Pada Gambar 2. Terlihat penyerahan terop dan kursi yang berguna untuk kepentingan acara beragama. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index memberikan pengaruh positif untuk melakuakan kediatan di Pura Goa Lawah yang awalnya dalam melakukan kegiatan panas oleh terik matahari sekarang sudah dapat lebih sejuk karena ada terop serta bagi yang manula yang susah untuk menekuk lutut sudah bisa menggunakan kursi untuk meluruskan kaki tanpa bersila, pelaksanaan sukses menghadirkan warga secara perwakilan pengurus serta warga yang datang di setiap kepala keluarga. HASIL DAN PEMBAHASAN Bantuan ini diharapkan pada tempat waktu yang tepat serta mampu memberikan kontribusi yang positif bagi umat Hindu dalam menjalankan ritual keagamaanya, guna meningkatkan Sradha dan Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Simakrama diselenggarakan membuka komunikasi timbal balik dengan masyarakat, serta menampung aspirasi masyarakat terkait pengetahuan Tattwa. Etika, dan Acara(Upakar. , juga bukan sekedar menjalin komunikasi, konsultasi, tukar menukar informasi, serta melakukan perencanaan, pemerosesan serta evaluasi kinerja suatu institusi untuk kegiatan sosial . esuai prinsip-prinsip good governance and clean governmen. , perkembangan pada masa sekarang menjadikan dalam simakrama terkandung semangat menuju pemulihan atau meningkatkan kesejahteraan relasi hidup, kehidupan dan kemanusiaan. Kegatan perlu dilaksanakan secara kontinyu simakrama umat sangat perlu diadakan dengan mengundang segenap masyarakat untuk hadir dalam kegiatan simakrama dan mekanisme simakrama dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dilakukan secara formal maupun non formal. Dari simakrama di Pura Goa Lawah menghasilan peningkatan srada bakti dengan kegiatan yang semakin lancar dan nyaman. Pengabdian Kepada Masyarakat ini memberikan pengaruh positif untuk melakuakan kediatan di Pura Goa Lawah yang awalnya dalam melakukan kegiatan panas oleh terik matahari sekarang sudah dapat lebih sejuk karena ada terop serta bagi yang manula yang susah untuk menekuk lutut sudah bisa menggunakan kursi untuk meluruskan kaki tanpa bersila, pelaksanaan sukses menghadirkan warga secara perwakilan pengurus serta warga yang datang di setiap kepala keluarga. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bantuan ini telah mampu memberikan kontribusi yang positif bagi umat Hindu dalam menjalankan ritual keagamaanya, guna meningkatkan Sradha dan Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, peningkatan kesadaran umat beragama agar terus dilaksanakan pembersihan diri segala kekotoran yang dilakukan baik jasmani maupun rohani, karena warga negara hidup dalam pengabdian kepada Sang Pencipta dan Maha Kuasa. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini memberikan pengaruh positif untuk melakuakan kediatan di Pura Goa Lawah yang awalnya dalam melakukan kegiatan panas oleh terik matahari sekarang sudah dapat lebih sejuk karena ada terop serta bagi Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index yang manula yang susah untuk menekuk lutut sudah bisa menggunakan kursi untuk meluruskan kaki tanpa bersila, pelaksanaan sukses menghadirkan warga secara perwakilan pengurus serta warga yang datang di setiap kepala keluarga. UCAPAN TERIMA KASIH Dalam melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat untuk publikasi dengan biaya mandiri, dengan sumbangan diberikan yang diserahkan dari DIPA IAHN Gde Pudja Mataram No: DIPA 747. 1/Ihn. 3/TL. 01/05/2024 pada tanggal 3 Mei 2024. Ucapan terima kasih secara personal diberikan kepada Mahasiwa Pasca IAHN Gde Pudja Mataram : Dewa Komang Krisna. Anak Agung Ayu Raka Parwati. Risna Aka Putri, dan I Wayan Mardawa Santa. Pembina yang dipantau dari Mataram oleh: I Wayan Getas SAg. Ag. DAFTAR PUSTAKA