Indonesian Journal of Educational Development Volume 1 Nomor 3, November 2020 DOI: 10.5281/zenodo.4285148 _________________________________________________________________________ MEWUJUDKAN METAMORFOSIS SD NEGERI 8 MAS MELALUI MANAJEMEN KETERLIBATAN MASYARAKAT LOKAL DAN GLOBAL Ida Ayu Putu Satyani SD Negeri 8 Mas Ubud, Gianyar, Indonesia; satyaniksp2016@gmail.com Abstrak. Best practice ini merupakan hasil karya yang penulis lakukan di SD Negeri 8 Mas. Berbagai permasalahan yang penulis hadapi ketika pertama kali ditugaskan menjadi kepala sekolah di sekolah ini. Hal tersebut memotivasi penulis untuk melakukan pembaharuan manajemen. Seperti orang yang sedang berperang, semangat, kerjasama ,dan strategi yang jitu akan memberikan kemenangan dan mempercepat mencapai tujuan. Demikian juga halnya dengan manajemen di sekolah. Dimulai dengan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) dan dilanjutkan dengan analisis SWOT, maka penulis memilih manajemen keterlibatan masyarakat lokal dan global untuk mewujudkan “metamorfosis” SD Negeri 8 Mas. Metamorfosis yang dimaksud adalah perubahan yang terjadi tahap demi tahap kearah kesempurnaan. Masyarakat tidak hanya dilibatkan dalam pendanaan saja, tetapi mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program sekolah. Adapun masyarakat yang dilibatkan adalah masyarakat sekitar baik lembaga maupun perorangan atau disebut masyarakat lokal serta relawan asing yang berasal dari negara lain disebut masyarakat global. Keterlibatan mayarakat ini memberikan kemajuan bagi sekolah di berbagai bidang antara lain: bangunan sekolah menjadi lebih baik dan semakin lengkap, halaman sekolah semakin tertata dan indah, kebersihan dan kesehatan warga sekolah semakin meningkat, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler semakin bervariasi dan berkualitas, serta prestasi sekolah, warga sekolah, dan alumni semakin meningkat. Melalui penerapan manajemen keterlibatan masyarakat lokal dan global, SD Negeri 8 Mas dapat bermetamorfosis di berbagai bidang. Kata Kunci: manajemen, keterlibatan masyarakat, lokal, global, metamorfosis Abstract. This best practice is the best author do in SD Negeri 8 Mas. Various problems that the author find when the first assigned as the head master of this school. Its motivate author to do update management. Like people who are at war, the spirit, cooperation, and accurate strategy will give victory and quickly reach the goal. Similarly, management in the school. Start with self evaluation of school and continued with SWOT analysis then the author chose the management involvement of the local and global community to realize the metamorphosis in SD Negeri 8 Mas. Metamorphosis its meant is the change that accur step by step toward perfection. The community is not only involved to funding the course but starting from planning, implementation, and supervition of the school program. The people involve is the surrounding community to both the institution and individuals or referred to the local community as well as foreign volunteers who come from other countries called global community. Community involvement gives the progress such us: the school in various fields school building be better and complete, the school yard more presentable and beautiful, The cleanliness an healt of the citizen of the school is increasing, learning activities and extracurricularare increasingly varied and high quality, as well as school achievement, school community and graduates is _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 417 Indonesian Journal of Educational Development, 1(3), hlm. 417-428, November 2020 increasing. Through the application of management involvement of the local and global community SD Negeri 8 Mas can be morphed in all fields. Keywords: Management, community involvement, local, global, metamorphose PENDAHULUAN Sekolah merupakan lembaga yang sangat berperan dalam pembentukan generasi bangsa. Mengingat pentingnya peran sekolah tersebut, sudah selayaknya sekolah bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah tetapi juga merupakan tanggung jawab masyarakat. Agar tingkat keberhasilan pendidikan bisa optimal, maka perlu dikelola melalui menajemen profesional yang merupakan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat (Juliana dan Widana, 2017). Keberadaan lembaga pendidikan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, begitu juga sebaliknya. Agar penyelenggaraan pendidikan bisa optimal maka keterlibatan semua pihak baik pemerintah, swasta, dan masyarakat pada umumnya sangat dibutuhkan oleh sekolah. Kerjasama yang baik antar komponen tersebut sangat diperlukan. Kerjasama bukan hanya menyangkut biaya tetapi juga pemikiran, tenaga, dan bersama-sama mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi (Widana et.al., 2019). Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 menekankan pada pemberdayaan masyarakat, menumbuhkan prakarsa dan kreativitas, meningkatkan peran serta masyarakat, mengembangkan peran dan fungsi daerah. Sejalan dengan peraturan tersebut, Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Bab 3 pasal 8 juga menyatakan bahwa masyarakat berhak untuk berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan. Peran serta masyarakat dalam dunia pendidikan meliputi peran perorangan, kelompok, keluarga, organisasi profesi, pengusaha, dan organisasi kemasyarakatan dalam upaya penyelenggaraan dan pengendalian mutu pendidikan. Beberapa peneliti dan praktisi pendidikan sudah melakukan pembuktian terhadap pentingnya peranan masyarakat dalam dunia pendidikan. Bentuk dan jenis partisipasipasi masyarakat dapat mendukung pelaksanaan pendidikan (Budi Wiranto, 2016). Penelitian tentang manajemen keterlibatan masyarakat dalam dunia pendidikan juga dilakukan oleh Normina seorang dosen di sekolah tinggi. Adapun hasil penelitian yang diberi judul Partisipasi Masyarakat Dalam Pendidikan. Lembaga-lembaga masyarakat atau kelompok sosial masyarakat baik langsung maupun tidak langsung mempunyai peranan dan fungsi edukatif (Normina, 2016). Bentuk partisipasi masyarakat dalam pendidikan cukup beragam yaitu partisipasi sebagai pengurus komite,partisipasi dalam kegiatan sekolah, dan partisipasi dalam menjaga keamanan sekolah (Abdul Kaliqa,2017). Sejalan dengan penelitian tersebut, Ersin Indrangingrum memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul Peran Kepala sekolah dan Partisipasi dari Masyarakat dalam Implementasi MBS untuk Mewujudkan Kualitas Pendidikan di MTs Negeri Kota Madiun. Peneliti tersebut menyatakan bahwa Kepala sekolah berhasil memajukan sekolah berkat dukungan steacholder dan partisipasi masyarakat. _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 418 Indonesian Journal of Educational Development, 1(3), hlm. 417-428, November 2020 Untuk mewujudkan partisipasi masyarakat, perlu kesiapan dan kemampuan pengelola pendidikan, khususnya sekolah agar mampu memberdayakan semua komponen yang ada di sekolah maupun luar sekolah agar berpartisipasi secara aktif dalam penyelenggaraan pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi penulis yang baru ditugaskan sebagai kepala sekolah.Walaupun dirasakan cukup berat, tugas tambahan ini merupakan sebuah mandat dan kepercayaan yang diberikan oleh Bapak Bupati Gianyar kepada penulis, dan sekaligus sebagai tantangan yang harus dipertanggungjawabkan. Tugas tambahan ini memberikan wahana bagi penulis untuk mengabdikan diri khususnya dalam dunia pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 8 Mas secara optimal. Sekolah Dasar Negeri 8 Mas adalah salah satu SD imbas di Gugus Mas yang terletak di Jalan Raya Abianseka, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Sekolah ini berdiri pada tanggal 11 Januari 1984. Lokasi sekolah yang strategis, semestinya membuat animo masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di SD Negeri 8 Mas tinggi,tetapi pada kenyataannya banyak warga pendatang maupun warga lokal yang lebih memilih sekolah di luar Banjar Abianseka bahkan luar Desa Mas. Masyarakat menggangap kualitas sekolah ini lebih rendah dari sekolah lain karena rendahnya aktivitas dan miskis prestasi. Penulis menemukan banyak permasalahan ketika ditugaskan di SD Negeri 8 Mas antara lain:rendahnya animo masyarakat untuk menyekolahkan putraputrinya di SD Negeri 8 Mas, ruang kelas dan sarana pembelajaran banyak yang rusak, belum dikelilingi pagar tembok, masih menyatu dengan sawah dan ladang penduduk,tidak tersedianya ruang bermain dan lapangan upacara yang cukup,tenaga pendidik dan kependidikan tidak sesuai dengan jumlah rombel yang ada dan kualifikasi pendidikan belum sesuai standar, belum memiliki ruang UKS dan perpustakaan, tata ruang yang kurang baik, lingkungan yang terkesan sumpek dan kumuh, serta rendahnya kreativitas dan miskinnya prestasi warga sekolah. Untuk memenuhi kekurangan tersebut di atas kita tidak dapat hanya menunggu uluran tangan pemerintah saja, tetapi perlu peran serta berbagai pihak. Permasalahan tersebut perlu segera dicarikan jalan keluar agar kegiatan di sekolah dapat berjalan dengan baik serta tujuan sekolah dapat tercapai. Berdasarkan evaluasi diri, analisis konteks, dan analisis SWOT penulis berupaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penulis menggunakan strategi yang telah penulis pikirkan dengan matang. Ibarat orang berperang, strategi ini sangat penting untuk meraih sebuah kemenangan. Strategi yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan menerapkan manajemen keterlibatan masyarakat. Penulis meningkatkan keterlibatan masyarakat dan relawan, naik masyarakat sekitar (lokal) maupun warga negara asing (masyarakat global) dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program sekolah. Semua bekerja sama _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 419 Indonesian Journal of Educational Development, 1(3), hlm. 417-428, November 2020 sesuai perannya masing-masing untuk mewujudkan metamorfosis SD Negeri 8 Mas. METODE Metamorfosis adalah sebuah istilah biologi. Metamorfosis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti perubahan bentuk atau susunan,peralihan bentuk (misal dari ulat menjadi kupu-kupu). Mengadopsi dari istilah tersebut, penulis bermaksud menggambarkan perubahan yang terjadi pada SD Negeri 8 Mas, berproses dari waktu ke waktu menuju ke arah yang lebih sempurna. Perubahan yang terjadi di segala bidang melalui tahapan-tahapan maupun proses tertentu, semakin hari, semakin berkualitas atau mendekati kesempurnaan. Metamorfosis ini dapat dicapai dengan melibatkan masyarakat secara luas melalui manajemen “Toleransi”. Manajemen “Toleransi”, yang merupakan singkatan dari tokoh, lembaga, relawan, dan relawan asing. Manajemen ini juga disebut manajemen keterlibatan masyarakat lokal dan global, karena pada manajemen ini juga dilibatkan tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, lembaga sekolah maupun kesehatan, serta relawan lokal maupun relawan asing. Manajemen ini melibatkan seseorang atau masyarakat secara mental, pikiran, dan emosi atau perasaan yang mendorong untuk memberikan sumbangan dalam usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan serta ikut bertanggungjawab terhadap kegiatan pencapaian tujuan tersebut. Jadi yang dimaksud dengan keterlibatan masyarakat adalah kemampuan atau keterampilan untuk memberdayakan masyarakat dalam perencanaan, pengambilan keputusan, penyelengaraan program, dan pengawasan untuk mencapai tujuan yaitu mengatasi permasalahan yang ada di SD Negeri 8 Mas. Pada manajemen ini, kepala sekolah tidak hanya menunggu uluran tangan pemerintah untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan di SD negeri 8 Mas, tetapi sangat memerlukan peran serta masyarakat. Komite, para relawan, lembaga, masyarakat sekitar (lokal) maupun warga negara asing (masyarakat global) berperan sesuai kompetensinya. Menjalin kerjasama dengan masyarakat perlu adanya komunikasi yang efektif. Komunikasi yang terjalin membuat masyarakat merasa ikut memiliki (ownership), sehingga dapat meningkatkan rasa tanggung jawab masyarakat terhadap sekolah. Rasa tanggung jawab akan semakin meningkat apabila ada kesamaan perhatian (common interest) atau kepentingan, saling mempercayai, dan saling menghormati. Strategi Implementasi Pada minggu pertama mengemban tugas tambahan sebagai kepala sekolah di SD Negeri 8 Mas penulis merasakan tugas ini sangat berat, karena merupakan tugas baru,dan usia penulis yang masih relatif muda serta harus memimpin yang lebih senior. Minimnya pengalaman membuat penulis menjadi bingung menentukan sikap harus dari mana mulai mengelola sekolah ini. Penulis mulai membaca peraturan perundang-undangan tentang tugas pokok dan fungsi kepala sekolah, agar langkah-langkah yang diambil _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 420 Indonesian Journal of Educational Development, 1(3), hlm. 417-428, November 2020 sesuai dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah. Adapun kompetensi tersebut adalah kompetensi kepribadian, sosial, supervisi, manajerial, dan kewirausahaan. Langkah pertama yang penulis lakukan adalah melaksanakan Evaluasi Diri Sekolah untuk mendapatkan data awal. Agar lebih fokus, maka proses observasi dan orientasi yang penulis lakukan berdasar kepada delapan standar nasional sesuai dengan PP 19 Tahun 2005. Hasil Evaluasi Diri Sekolah menunjukkan data sebagai berikut: Standar Kelulusan Nilai rata-rata UASBN cukup tinggi tapi masih perlu ditingkatkan. Standar Isi pengelolaan kegiatan intra kurikuler dan ekstra kurikuler belum optimal. Pada standar pendidik dan tenaga kependidikan, jumlah tenaga pendidik cukup, tetapi kualifikasi pendidikan belum sesuai standar (18% S1), tidak memiliki tenaga kependidikan. Standar proses sistem administrasi pembelajaran di kelas belum lengkap, pembelajaran belum menyiratkan PAIKEM, kontekstual, dan, inovatif, belum menggunakan IT. Standar penilaian, pelaporan nilai pada raport sudah menggunakan sistem KKM tapi belum maksimal. Standar pengelolaan peranan komite sekolah perlu ditingkatkan, keterlibatan masyarakat belum maksimal. Standar sarana dan prasarana, sarana dan prasarana banyak yang rusak dan belum memadai. Standar pembiayaan, dana BOS pusat masih banyak tersisa di rekening, karena tidak dikelola dengan baik. Setelah mendapat data tentang kondisi awal sekolah, tahap selanjutnya melakukan observasi, analisis, dan identifikasi dalam berbagai hal baik secara internal maupun eksternal. Hasil analisis dan identifikasi penulis jadikan bekal untuk melakukan analisis konteks tentang kekuatan dan kelemahan sekolah (SWOT Analysis). Hasil evaluasi diri sekolah dan analisis yang telah dilakukan terhadap kondisi SD Negeri 8 Mas dijadikan dasar untuk menentukan kebijakan pengembangan sekolah. Pada dasarnya SD Negeri 8 Mas memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan dengan fokus pengembangan pada Standar Nasional Pendidikan. Untuk mendapatkan hasil yang optimal perlu penguatan manajerial kepala sekolah dengan titik fokus pada implementasi Manajemen Berbasis Sekolah. Secara umum hasil analisis dan identifikasi terhadap Sekolah Dasar Negeri 8 Mas adalah sebagai berikut. Kekuatan sekolah terletak pada antusias masyarakat untuk meningkatkan kualitas sekolah cukup tinggi. Sedangkan kelemahannya adalah areal sekolah cukup luas sehingga memerlukan dana yang cukup banyak untuk penataan, perawatan, perawatan, menjaga kebersihan. Daya dukung dan motivasi guru untuk meningkatkan kualitas diri dapat dijadikan modal bagi sekolah untuk maju sedangkan biaya penataan dan pengadaan sarana dan prasarana yang sangat tinggi serta jumlah peserta didik yang dinamis menjadi ancaman bagi sekolah. Berdasarkan kekuatan dan peluang tersebut manajemen keterlibatan masyarakat adalah pilihan yang tepat. Masyarakat dilibatkan dalam menentukan visi, misi, tujuan, penyusunan RKAS, dan melaksanakan program. Melalui penggunaan sumber daya secara efektif penulis berharap _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 421 Indonesian Journal of Educational Development, 1(3), hlm. 417-428, November 2020 dapat mencapai sasaran, dan tujuan yang telah ditetapkan. Sebagai pemimpin penulis bertanggung jawab atas jalannya program yang telah dibuat. Ada beberapa teknik yang dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan. Lembaga pendidikan mengupayakan agar masyarakat mengetahui, mengenal, meyakini, mempercayai dan merasa memerlukan pendidikan berkualitas. Untuk mengomunikasikan hal tersebut kepada masyarakat, secara umum penulis menggunakan teknik-teknik sebagai berikut: teknik tatap muka, observasi dan partisipasi serta surat menyurat dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan peyelenggaraan pendidikan. Adapun bentuk keterlibatan masyarakat yang dilakukan di SD Negeri 8 Mas adalah melibatkan masyarakat dalam berbagai perencanaan.Masyarakat dilibatkan dalam menentukan visi, misi, dan tujuan. Kerjasama ini menjadi dasar terciptanya program sekolah selanjutnya yaitu penyusunan RKS baik jangka menengah maupun jangka panjang. RKS merupakan rencana untuk mencapai visi dan tujuan sekolah. Setelah dilibatkan dalam perencanaan masyarakat juga dibatkan dalam pelaksanaan program yang telah dibuat. Masyarakat dilibatkan dalam melaksanakan program yang tertuang dalam RKS.Adapun program yang sudah terlaksana berkat kerja sama tersebut adalah: pembangunan pagar tembok sebelah utara sekolah, pembangunan pagar tembok sebelah timur sekolah, pembangunan sumur bor, pembangunan senderan sekolah, penataan halaman sekolah, pemanfaatan dan perbaikan bangunan tua (bekas rumah dinas kasek dan guru), pembangunan padmasana (pura sekolah), pembangunan perpustakaan, pembuatan ruang pembelajaran agama Islam, penataan kebun sekolah, perbaikan gedung sekolah (pengeramikan), relokasi ruang kepala sekolah, pembangunan patung Dewi Saraswati serta peningkatan sarana dan prasarana. Selain dalam perencanaan program dan pelaksanaan, masyarakat juga dilibatkan dalam pembelajaran. Adapun kegiatan pembelajaran yang melibatkan masyarakat adalah sebagai berikut. SD Negeri 8 Mas bekerjasama dengan masyarakat global dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran Bahasa Inggris. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Yayasan Mimpi Nusantara Bersinar.Yayasan ini menyediakan volunteer dari berbagai negara untuk mengajar bahasa Inggris dan perlindungan anak. Para volunteer melaksanakan pembelajaran bahasa Inggris baik pada kegiatan intra kurikuler maupun ekstra kurikuler berkolaborasi dengan guru Bahasa Inggris. Selain belajar Bahasa Inggris anak-anak juga diajarkan cara-cara melindungi diri dari orang jahat, khususnya pedofilia. Masyarakat juga dilibatkan dalam kegiatan seni dan budaya. Seni dan budaya sudah menjadi nafas masyarakat Bali. Sekolah mempunyai kewajiban untuk tetap menjaga dan melestarikan warisan yang adiluhung tersebut. Selain membelajarkan seni dan budaya pada kegiatan intra _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 422 Indonesian Journal of Educational Development, 1(3), hlm. 417-428, November 2020 kurikuler, SD Negeri 8 Mas juga melatih siswa tentang seni dan budaya pada kegiatan ekstrakurikuler. Dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan ini SD Negeri 8 Mas bekerjasama dengan Masyarakat diantaranya adalah Desa Adat Abianseka, Banjar Abianseka, Sekaa Teruna Widya Kesuma, LPD Abianseka, dan LKP Dewi. Generasi emas dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan serta memiliki karakter yang kuat. Oleh karena itu masyarakat juga dilibatkan dalam pendidika agama dan pendidikan karakter Kegiatan keagamaan tidak bisa lepas dari kegiatan sekolah, oleh karena itu, SD Negeri 8 Mas memperkenalkan dan menyiapkan anak sejak dini agar mereka tidak hanya belajar agama secara teori saja, tetapi juga dapat mengenal dan mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari.Sekolah bekerjasama dengan dengan masyarakat, baik masyarakat lokal maupun pendatang dalam bidang keagamaan dan pendidikan karakter. Karakter yang kuat, pengetahuan dan keterampilan yang tinggi juga harus disertai dengan penguasaan teknologi yang tinggi pula, agar generasi penerus mampu bersaing di era global ini. Pada era globalisasi ini, kegiatan yang kita lakukan tidak bisa lepas dari teknologi. Mau atau tidak mau, suka tidak suka kita pasti akan berhadapan dengan teknologi yang berkembang dengan sangat cepat. Teknologi bukan hanya menyangkut hal yang rumit, hal sederhana juga merupakan bagian dari teknologi. Di sekolah kami anak anak sudah diperkenalkan teknologi sederhana sejak dini, salah satunya adalah membuat kompos. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan berdampak pada lingkungan sekolah. Siswa diperkenalkan bentuk-bentuk energi baru terbarukan serta dilatih membuat baling-baling sederhana yang dapat menghasilkan energi listrik bekerjasama dengan Komunitas Bengkel Energi. Penguasaan teknologi akan dapat dicapai apabila memiliki kesehatan yang prima. Kesehatan sangat diperlukan untuk menunjang segala aktivitas di sekolah maupun di luar sekolah. Kesehatan memiliki tingkat urgensi yang paling tinggi dalam kehidupan. Kualitas hidup seseorang ditentukan oleh kualitas kesehatannya. Sekolah merupakan lembaga tempat memberikan pembelajaran kesehatan, baik secara teoritis maupun praktis.Walaupun penting, gizi bukan satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan. Selain gizi, cara hidup dan cara merawat diri juga perlu dipahami oleh anak-anak. Anakanak, khususnya anak sekolah dasar perlu diberikan pelatihan tentang cara merawat diri. Dalam hal ini SD Negeri 8 Mas bekerja sama dengan LKP Dewi yang bergerak dibidang perawatan kulit dan kecantikan, puskesmas, mahasiswa kedokteran gigi, serta Rumah Sakit Ari Santi.Prestasi siswa dipengaruhi oleh kesehatannya. Mengingat pentingnya peranan kesehatan untuk meningkatkan prestasi, kami berupaya untuk dapat memberikan pengetahuan kesehatan kepada siswa SD Negeri Mas dengan maksimal. Untuk itu, kami bekerjasama dengan masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan di sekolah kami. Jadi SD Negeri 8 Mas melibatkan masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Kerjasama dilakukan bukan saja kepada _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 423 Indonesian Journal of Educational Development, 1(3), hlm. 417-428, November 2020 individu, tetapi juga melibatkan lembaga, organisasi baik lokal maupun global. Sekolah melibatkan masyarakat dalam kegiatan pembelajaran, seni dan budaya, keagamaan dan penguatan karakter, serta perawatan diri, dan kesehatan. Melalui kegiatan ini kualitas SD Negeri 8 Mas dapat meningkat dan berhasil mengalami metamorfosis. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil yang diperoleh dari pemanfaatan manajemen keterlibatan masyarakat adalah terjadinya peningkatan kualitas di segala bidang. Perubahan ini terjadi tahap demi tahap kearah positif, yang penulis sebut dengan istilah metamorfosis. Adapun Metamorfosis SD Negeri 8 Mas setelah menerapkan managemen keterlibatan masyarakat (Manajemen Toleransi) meliputi metamorfosis bangunan/fisik sekolah, halaman, kebersihan dan kesehatan, pembelajaran, ekstrakurikuler, serta prestasi. Metamorfosis bangunan terlihat sangat jelas. Pada awalnya di sekolah banyak bangunan tua yang tidak berfungsi dan membuat sekolah terlihat kumuh dan terkesan sempit. Bangunan tersebut sekarang telah direnovasi dan difungsikan sehingga terlihat bersih dan rapi. Seperti terlihat pada foto berikut. Sebelum Sesudah Gambar 1.Metamorfosis Bangunan Ruangan Keterampilan Keadaan yang sama terjadi pada halaman sekolah. Halaman sekolah kami cukup luas, tetapi terkesan sempit dan kumuh karena penataan yang kurang baik. Siswa tidak bisa berbaris dengan baik (berdesak-desakan) saat upacara, karena di lapangan upacara dibangun kolam dengan peta timbul berbentuk pulau Bali yang cukup besar. Halaman depan sekolah dan belakang sekolah ditumbuhi semak-semak dan kotor. Keadaan tersebut berangsur-angsur membaik berkat upaya dari warga sekolah yang membuat bibit untuk meremajakan kebun sekolah dan mengolah sampah menjadi kompos untuk memeliharanya. Selain itu keterlibatan masyarakat dalam membangun tembok sekolah dan menyumbangkan bibit tanaman dan membangun patung Dewi Saraswati membuat halaman sekolah kami menjadi semakin asri dan indah. _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 424 Indonesian Journal of Educational Development, 1(3), hlm. 417-428, November 2020 Sebelum Sesudah Gambar 2. Metamorfosis Halaman Sekolah Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Slogan tersebut bukan hanya menjadi slogan di sekolah kami, tetapi sudah dilakukan, dirasakan dan dibuktikan kebenarannya. Kebersihan dan kesehatan warga sekolah di SD Negeri Mas semakin baik, hal ini terbukti dari meningkatnya kebersihan sekolah dan menurunnya siswa absen karena sakit, serta tidak ada lagi siswa yang pingsan saat mengikuti kegiatan sekolah, terutama saat upacara bendera. Meningkatnya kebersihan juga terlihat dari kebersihan toilet dan halaman sekolah. Sebelum Sesudah Gambar 3. Metamorfosis Kebersihan Toilet Meningkatnya kesehatan warga sekolah berdampak pada meningkatnya kreativitas warga sekolah. Keterlibatan masyarakat terhadap sekolah baik dalam pembiayaan maupun pengawasan dapat memberikan dampak bagi kreativitas sekolah. Pada awal penulis ditugaskan di sekolah ini, pembelajaran masih bersifat konvensional. Hal ini disebabkan karena pengetahuan guru yang kurang tentang pembelajaran inovatif, sarana prasarana yang kurang, serta kreativitas yang rendah. Melalui supervisi, diskusi, dan lesson study, kreativitas guru dalam pembelajaran semakin meningkat. Meningkatnya kreativitas guru juga dipengaruhi oleh para volunteer dari berbagai negara yang menyajikan pembelajaran inovatif. Kreativitas para volunteer dapat dijadikan model oleh guru di sekolah kami. _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 425 Indonesian Journal of Educational Development, 1(3), hlm. 417-428, November 2020 Gambar 4. Kegiatan Pembelajaran yang Variatif Kegiatan ekstakuriler juga meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas. Pada awal penulis ditugaskan di sekolah ini, hanya terdapat tiga macam ekstrakurikuler yaitu, pramuka, menari,dan seni ukir. Dengan melibatkan masyarakat lokal dan global, ekstrakurikuler semakin berkembang dan semakin berkualitas. Saat ini sekolah kami memiliki ekstrakurikuler menari, menabuh (kerawitan) pencak silat, uperengga, gate ball, Baca tulis Quran (BTQ) dan Bahasa Inggris. Disamping itu juga ada pembinaan bakat Mipa, masatua (mendongeng Bahasa Bali), nyastra, dan macepat (menyanyi). Kegiatan ini dilakukan untuk persiapan lomba dan mengisi kegiatan jeda sekolah. Hasil dari kegiatan ekstrakuler dipentaskan pada akhir tahun ajaran, sehingga masyarakat dapat menyaksikan hasil dari pembinaan dan kerjasama yang dilakukan selama setahun. Gambar 5. Kegiatan Ekstrakurikuler dan Pentas seni Meningkatnya kebersihan, kesehatan, serta kualitas pembelajaran berdampak pada peningkatan prestasi. Prestasi sekolah sejak menggunakan majemen keterlibatan masyarakat dapat ditingkatkan, hal ini terbukti dari meningkatnya nilai akreditasi sekolah. Nilai akreditasi sekolah pada kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya adalah 85,39 sedangkan pada tahun 2016 setelah menerapkan manajemen keterlibatan masyarakat meningkat menjadi 94,97. Selain tu, SD Negeri 8 Mas juga mewakili lomba Budaya Mutu Sekolah ke tingkat Nasional, tetapi belum mendapat juara. Berikut adalah data peningkatan prestasi siswa di SD Negeri 8 Mas. _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 426 Indonesian Journal of Educational Development, 1(3), hlm. 417-428, November 2020 Tabel 1 Metamorfosis Prestasi Siswa No Tingkat Sebelum Sesudah 1. 2. 3. 4. Gugus Kecamatan Kabupaten Provinsi 11 6 1 0 48 33 16 6 Selain siswa, guru-guru di SD Negeri 8 Mas juga mampu meraih prestasi dalam lomba guru teladan serta terpilih sebagai pengurus KKG dan mendapatkan nilai baik uji kompetensi guru. Kepala sekolah dalam hal ini penulis juga mendapat tugas tambahan di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi maupun nasional. Selain itu juga sering ditugaskan menjadi narasumber/instruktur dan aktif mengikuti lomba di lingkungan Depdikbud. Penulis juga dapat meraih prestasi ditingkat kabupaten, nasional, maupun regional. Alumni kami juga diterima di sekolah favorit dan meraih prestasi di sekolah tersebut, bahkan dua orang siswa kami mampu menjadi juara umum di SMPN 1 Gianyar, demikian juga di sekolah lainnya. Setelah sekolah mengalami metamorfosis secara fisik, ditandai dengan gedung sekolah dan halaman yang bersih, serta sarana dan prasarana yang semakin lengkap, membuat SD Negeri 8 Mas sering digunakan untuk tempat pelatihan, KKG maupun rapat. Suasana yang sejuk dan nyaman membuat acara tersebut dapat terlaksana dengan baik, tanpa mengganggu aktivitas belajar siswa. SIMPULAN Penerapan manajemen keterlibatan masyarakat di SD Negeri 8 Mas memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas sekolah,dan berdampak pula terhadap masyarakat. Masyarakat awalnya menganggap sekolah hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Pola pikir tersebut menjadi kendala dalam pengembangan manajemen ini. Kendala tersebut diatasi dengan menjalin kerjasama dengan tokoh-tokoh kunci untuk dapat mengubah pola pikir tersebut. Sekarang masyarakat sudah menyadari pentingnya menjalin kerjasama dengan sekolah. Berdasarkan fakta-fakta yang telah diungkapkan, manajemen keterlibatan masyarakat dapat membuat SD Negeri 8 Mas mengalami metamorfosis secara fisik maupun non fisik. Keberhasilan ini merupakan bagian kecil dari apa yang penulis lakukan untuk mewujudkan sekolah yang kreatif dan berkualitas. Semoga dari pengalaman kecil ini, dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih disampaikan kepada kepada pengelola Indonesian Journal of Educational Development atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk mempublikasikan best practice ini. _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 427 Indonesian Journal of Educational Development, 1(3), hlm. 417-428, November 2020 DAFTAR PUSTAKA Arifin, D., & Arifin, P. (2010). Sekolah mandiri dalam meningkatkan mutu pendidikan. Pustaka Alkasyaf. Indrangingrum, E. (2018) Partisipasi dari Masyarakat dalam Implementasi MBS untuk Mewujudkan Kualitas Pendidikan di MTs Negeri Kota Madiun. Jurnal Studi Sosial, 3(1). http://doi.org/10.25273/gulawentah.v3i1.2826. Juliana, D. G., Widana, I. W., & Sumandya, I. W. (2017). Hubungan motivasi berprestasi, kebiasaan belajar dan minat belajar terhadap hasil belajar matematika. Emasains, 6(1), 40-60. Kaliqa, A. (2017). Manajemen partisipasi masyarakat. Jurnal Transformasi, 1(1). https://doi.org/10.23971/tf.v1i1.666. Normina. (2016). Partisipasi Masyarakat Dalam Pendidikan. Ittihad Jurnal Kopertis Wilayah XI Kalimantan, 14(26), 72-84. Nur, A. & Rosalin, E. (2011). Manajemen pendidikan. Alfabeta. Poerwadarminta, W. J. S. (1984). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Widana, I. W., Suarta, I. M., Citrawan, I. W. (2019). Application of simpang tegar method: Using data comparison. Jour of Adv Research in Dynamical & Control Systems, 11(2)-Special Issue on Social Sciences, 1825-1832, http://www.jardcs.org/abstract.php?id=1563. Winarto, B. (2016) Partisipasi Masyarakat dalam Pendidikan. Jurnal Ilmu Sosial, 26(1), 1-11. _________________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 428