Paradigma. Volume 13. Number 2, 2024,141Ae150 Rasionalitas Elit Masyarakat Dalam Memilih Calon Presiden dan Wakil Presiden Pada Pemilu Tahun 2024 (Studi Kasus di Desa Candimulyo. Kabupaten Kebumen. Jawa Tenga. Dinda Kamalia Zahra1. Agus Machfud Fauzi2 Program Studi Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Negeri Surabaya 20088@mhs. Abstract The aim of this research is to find out the rationality of the Candimulyo Village elite in choosing the 2024 Presidential and Vice Presidential Candidates. This type of research uses qualitative data collection methods through interviews and documents. The data collected was primary and secondary data, while informants were determined using sampling. The data analysis techniques used in this research are: data reduction, data presentation and drawing conclusions. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana rasionalitas elit masyarakat Desa Candimulyo dalam memilih Capres dan Cawapres 2024. Tipe penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder, sedangkan penentuan informan dengan menggunakan sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keyword: General Election. Elite Society. Rationality Pendahuluan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI merupakan tahapan demokrasi untuk menentukan Presiden dan Wakilnya selama masa jabatan . tahun atau selama satu periode. Mengenai hal itu, memasuki pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2024, negara Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi yang sangat besar. Dengan demikian, rakyat Indonesia akan menentukan sosok pemimpin yang dinilai pantas untuk memimpin negara berdasarkan perspektif dan argumentasi yang Berkaitan itu, peserta mempersiapkan diri untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024. Dalam hal ini pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024 merupakan yang ke lima di Indonesia. Proses pemilihan Presiden dan Wakil Presiden diatur dalam pasal 6A UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan bersamaan secara langsung oleh rakyat dari gabungan berbagai partai politik (Muhammad Saad, 2. Selanjutnya, beberapa partai politik memberikan nama kandididatnya dalam pemilihan Presiden tahun Paradigma. Volume 13. Number 2, 141Ae150, 2024 Tiga nama pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yakni Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming serta Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Desa Candimulyo merupakan desa yang berada di Jawa Tengah Dengan total jumlah penduduk 161 jiwa yang terbagi menjadi tiga dusun dengan jumlah pemilih sebanyak 1. Dengan adanya pemilihan presiden yang akan dilaksanakan Februari tahun 2024 ini, menjadikan sebuah pesta demokrasi yang sangat besar di Indonesia salah satunya di Desa Candimulyo. Tiga calon presiden ramai di perbincangkan yakni Anies Baswedan. Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Dari ketiga calon presiden tersebut memiliki ruang tersendiri di hati para pendukungnya. Salah satu kandidat calon presiden, ada yang berasal dari Jawa Tengah, dan memiliki kedekatan khusus dengan masyarakat Jawa Tengah semasa menjabat menjadi Gubernur. Jawa Tengah merupakan provinsi dimana Desa Candimulyo berada sehingga memungkinkan Ganjar Pranowo akan paling banyak mendapatkan suara. Hal yang menarik dari penelitian ini untuk diteliti yaitu masyarakat Desa Candimulyo merupakan masyarakat Jawa Tengah yang seharusnya memiliki kedekatan khusus dengan Ganjar Pranowo. Hal ini terjadi karena beliau merupakan mantan Gubernur Jawa Tengah. Serta basis PDIP di Jawa Tengah yang tinggi. Namun menurut observasi awal saya atau dengan melihat suasana dimulainya kampanye saat ini masyarakat Desa Candimulyo lebih banyak membicarakan paslon lain seperti Prabowo Subianto dan Anis Baswedan kemudian baru disusul dengan Ganjar Pranowo. Apakah hal tersebut terjadi karena elektabilitas Ganjar yang menurun yang kemudian membuat masyarakat jarang Sedangkan Prabowo dan Anies Baswedan elektabilitasnya kian hari meningkat yang dapat dilihat melalui media masa serta media sosial. Sehingga dengan adanya hal tersebut apakah memberikan pengaruh terhadap masyarakat dalam menentukan pilihannya. Kajian Pustaka 1 Penelitian Terdahulu Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Khadijah, 2019 mengenai pandangan masyarakat terhadap calon presiden dalam penelitiannya memperlihatkan penelitian tersebut masyarakat hanya mengetahui proses pelaksanaan pemilu saja Dalam hal tersebut pemahaman dan perilaku masyarakat dalam proses pelaksanaan pemilu Presiden tahun 2019. Namun dalam masyarakat tetap menjaga keutuhan sehingga tidak terjadi perpecahan antara sesama pendukung maupun Paradigma. Volume 13. Number 2, 141Ae150, 2024 dengan lawan pendukung paslon. Dalam penelitian ini juga menyebutkan bahwasanya dalam menentukan pilihan calon Presiden maupun Wakil Presiden masih terpengaruh oleh beritaberita yang ada di media sosial. Ditambah dengan berbagai faktor yang tidak memungkinkan dalam menentukan pilihannya. Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwasannya masih terdapat beberapa masyarakat yang tidak terdaftar sebagai pemilih tetap, sehingga tidak dapat memberikan hak suaranya. Selanjutnya dalam penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran atau pemahaman kepada masyarakat bahwa betapa pentingnya suara yang kita berikan dan selalu turut aktif berpartisipasi dalam proses pemilihan Presiden dan dan Wakil Presiden. 2 Teori Tindakan Sosial Max Weber Penelitian ini menggunakan teori Rasionalitas Max Weber dalam menentukan pilihan calon Presiden melalui empat kategori tindakan. Beberapa konsep utama yang diterapkan dari teori Weber meliputi: Tindakan rasional instrumental (Zwerk Rationa. Tindakan instrumental adalah tindakan yang memiliki tingkat rasionalitas yang tinggi. Tindakan ini lebih mempertimbangkan alat dan tujuan. Pemilihan pilihan dilakukan secara sadar dan disesuaikan dengan tujuan yang ingin di capai. Dalam tindakan ini lebih mengutamakan efektivias dan efisiensi. Tindakan rasional instrumental ini dilakukan setelah mempertimbangkan tujuan dan cara untuk mencapai tujuan dengan melihat halhal yang masuk akal secara subyektif. Tindakan berorientasi nilai (Werk Rationa. Tindakan yang dilakukan secara sadar atas pertimbangan yang matang Namun, lebih mempertimbangkan manfaat dari pada tujuan. Tindakan berorientasi nilai ini lebih di dasarkan dari nilai-nilai yang berlaku di masyarakat tanpa melihat kelogisan atau kemasuk akalannya. Tindakan Tradisional (Traditional Actio. Paradigma. Volume 13. Number 2, 141Ae150, 2024 Tindakan tradisional dilakukan berdasarkan kebiasaan yang terjadi secara berulangulang. Tindakan ini dilakukan cenderung tanpa adanya perencanaan, pertimbangan secara matang dan refleksi yang sadar. Pasalnya tindakan tradisonal ini dilakukan atas dasar kebiasaan masyarakat yang dilakukan secaraturun temurun. Tindakan afektif Tindakan afektif yaitu tindakan secara spontan yang muncul melalui perasaan dan emosional seseorang dan tidak berdasarkan dari pertimbangan yang logis. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan data secara mendalam. Dalam mengetahui bagaimana rasionalitas elit masyarakat Dalam Memilih calon Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024. Pada penelitian kualitatif cenderung menggunakan analisis serta berusaha memahami makna suatu peristiwa menurut pandangan peneliti. Dalam penelitian kualitatif ini peneliti menggunakan pendekatan etnografi. Dimana dalam pendekatan ini memahami sudut pandang kehidupan untuk mendapatkan persepsinya. Dalam penelitian ini data yang dihasilkan berupa observasi dan wawancara. Dengan menggunakan data deskriptif berupa bahasa tertulis maupun lisan dari subjek maupun objek yang telah di teliti. Oleh sebab itu alasan peneliti menggunakan metode pendekatan kualitatif yaitu karena data yang diperlukan berasal dari subjek yaitu partisipan yang diperoleh baik dalam bentuk lisan maupun data yang ada di Sehingga diharapkan dari adanya penelitian ini mampu memberikan suatu gambaran yang Hasil dan Pembahasan 1 Pentingnya Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Menurut Elit Masyarakat Desa Candimulyo Peran masyarakat Desa Candimulyo dalam proses pemilu Presiden dan Wakil Presiden itu sangatlah penting. Sejalan dengan itu sebuah pemilu dapat dikatakan berhasil apabila ada keterlibatan masyarakat sebagai subjek utama penentu keberhasilan didalamnya dapat turut mengikuti proses Sehingga, pentingnya partisipasi masyarakat secara langsung dalam sebuah pemilu untuk memilih calon rakyat yang diinginkannya. Pelaksanaan pemilu merupakan suatu tahapan demokrasi di Paradigma. Volume 13. Number 2, 141Ae150, 2024 Indonesia. Kesadaran masyarakat terhadap partisipasi politik sangatlah penting. Dimana partisipasi politik dilaksanakan secara individu maupun kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari subjek bahwa mayoritas masyarakat Desa Candimulyo menyatakan pemilu merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan untuk memilih pemimpin selama satu periode kedepan. Seperti halnya pada subjek penelitian yang merupakan tokoh masyarakat. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden merupakan suatu proses yang sangat penting untuk dilakukan. Ini dilakukan karena sebagai orang yang beragama hal tersebut merupakan suatu ajaran bahwa memilih pemimpin merupakan suatu kewajiban. Serta memilih pemimpin sesuai dengan hati nurani tanpa adanya pengaruh dari orang lain. Partisipasi masyarakat dalam pemilu adalah salah satu aspek penting suatu demokrasi. Adanya Keputusan politik ini menyangkut dan mempengaruhi kehidupan warga negara (Mulyadi, 2. Pemilu menjadi sebuah indikator negara demokrasi, dimana warganya memiliki kekuasaan penuh untuk menentukan sosok pemimpin yang sesuai dengan kriteria yang diinginkannya. Pelaksanan pemilu tanpa adanya upaya melibatkan masyarakat maka pelaksanaan pemilu hanya menjadi sebuah formalitas semata. Ikut turut serta berpartisipasi dalam proses pemilu menandakan adanya kepercayaan masyarakat pada demokrasi dalam bentuk pemilu. Sehingga partisipasi masyarakat dalam pemilu merupakan aspek penting dalam suatu demokrasi. Sehingga dalam hal ini peran masyarakat Desa Candimulyo khususnya dalam pelaksanaan pemilu sangatlah penting. Dari ke enam narasumber subjek seluruhnya mengatakan bahwa pelaksanaan pemilu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden sangatlah penting untuk dilakukan. Itu artinya masyarakat Desa Candimulyo mayoritas menganggap bahwa pemilu sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan negara kedepannya dengan memilih sosok pemimpin yang sesuai 2 Persepsi Elit Masyarakat Desa Candimulyo Tentang Calon Presiden dan Wakil Presiden Pandangan elit masyarakatat yang berbeda-beda mengenai Capres dan Cawapres. Setiap elit masyarakat memiliki pandangannya masing-masing dalam melihat paslon. Namun dari perbedaan pandangan tersebut diharapkan tidak menimbulkan perpecahan karena berbeda pilihan. Setiap Capres dan Cawapres memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun mereka tetap berupaya mewujudkan yang terbaik untuk negara ke depannya dengan berbagai strategi yang Paradigma. Volume 13. Number 2, 141Ae150, 2024 akan dilakukan jika terpilih. Strategi tersebut membuat ketertarikan bagi masyarakat untuk Sehingga masyarakat sangat menyoroti visi-misi paslon dalam memillih. Oleh karena itu visi-misi merupakan sesuatu yang sangat penting dalam proses kampanye. Masyarakat akan terus menyoroti paslon dengan berbagai komentarnya. Dengan adanya hal ini rawan terciptanya kegaduhan terutama di media sosial. Pada situasi ini masyarakat semakin mudah untuk terprovokasi. Sehingga pada akhirnya banyak yang memanfaatkan situasi ini untuk menyebarkan berita hoax. Kemudian, munculnya berita hoax yang semakin marak menimbulkan pengaruh pada elektabilitas paslon. Naik turunnya elektabilitas paslon mampu menyebabkan pengaruh masyarakat dalam menentukan pilihan. Dengan demikian, para paslon dalam hal ini berlomba-lomba untuk menarik simpati masyarakat. Mulai dari pengerahan tim kampanye dari masing-masing paslon yang selalu mengikuti situasi sekitar serta kampanye dengan turun langsung yang dilakukan oleh masing-masing paslon. Dari ketiga paslon ingin memberikan yang terbaik untuk negara melalui rencana yang akan dibangun jika nantinya mereka terpilih. Seluruh rencana serta visi-misi yang diberikan semuanya memiliki pengaruh yang baik bagi Indonesia. Namun tidak menutup kemungkinan akhirnya banyak masyarakat yang pro dan kontra terhadap masing-masing paslon yang ada. Menurut salah satu subjek penelitian yang menyatakan bahwa dari ketiga paslon yang ada semuanya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Namun dari ketiganya pasti tetap ada yang akan dinilai sedikit memiliki kekurangan oleh masyarakat pendukung paslon. Dari seluruh narasumber menyatakan bahwa dari ketiga paslon tetap ada salah satu paslon yang dinilai lebih baik dari paslon yang lainnya. Pro dan kontra dari masyarakat kepada ketiga paslon tergantung dari sudut pandang mana masyarakat melihat. 3 Rasionalitas Elit Masyarakat Desa Candimulyo Dalam Memilih Calon Presiden Pada Pemilu 2024 Diperoleh hasil analisis keseluruhan data yang terlihat adanya rasionalitas elit masyarakat desa Candimulyo dalam memilih Capres dan Cawapres pada Pemilu 2024. Setiap masyarakat memiliki cara pandang dalam memilih Capres dan Cawapres yang diinginkannya. Bagi mereka setiap paslon yang akan dipilih lebih dinilai lebih baik dari paslon lainnya. Masyarakat memutuskan untuk memilih dari berbagai pengaruh baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Dari ke enam Paradigma. Volume 13. Number 2, 141Ae150, 2024 narasumber menyatakan bahwa paslon pilihannya memiliki keunggulan yang lebih dari paslon Narasumber pertama yaitu Kyai Agus Salim pemilik pondok pesantren Tahfidz Al Ihsan Wat Taqwa Candimulyo. Sejak awal sebelum hari h pemilu hingga saat pemilu tetap memutuskan untuk memilih paslon satu yaitu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau biasa dikenal dengan Amin. Alasan narasumber memutuskan untuk memilih paslon Amin karena paslon Amin dinilai merupakan sosok pemimpin yang bersih serta sudah memiliki pengalaman menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Selain itu ide-ide yang digagas dari paslon tersebut bagus serta orang-orang yang ada di belakangnya insyaallah orang yang tidak memiliki kepentingan serta memihak kepada rakyat. Hal itu diperkuat dengan narasumber yang lebih mantap untuk memilih paslon Amin karena paslon tersebut yang menjodohkan seorang ulama besar yang terkenal dengan kewaliannya dan tidak asal bicara serta dinilai tidak memiliki kepentingan dibalik itu. Sehingga pada saat hari h pemilihan narasumber tidak mengalami keraguan dan kebimbangan dalam memilih. Narasumber yang kedua yaitu Manten Pangi selaku tokoh masyarakat di Desa Candimulyo. Pada saat sebelum hari h memutuskan untuk memilih paslon tiga Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Alasan narasumber memutuskan untuk memilih paslon tersebut karena dari awal mereka dipasangkan tidak melalui situasi yang rumit. Artinya dalam proses penggabungan keduanya tidak melalui huru hara jika dibandingkan dengan paslon yang lainnya. Seperti dilihat pada Capres Amin sudah seperti akan menggandeng AHY namun pada akhirnya lepas. Sedangkan Capres Prabowo kerap kali diisukan akan bersanding dengan Erick Tohir. Ridwan Kamil, kemudian pada akhirnya Gibran. Selain itu yang membuat narasumber lebih mantap untuk memilih paslon Ganjar Pranowo dan Mahfud MD karena latar belakang pengalaman keduanya yang sama-sama pintar serta keduanya sudah banyak memiliki pengalaman. Pengalman Ganjar Pranowo pernah menjabat menjadi Gubernur Jawa Tengah dan Mahfud MD pengalamannya mulai dari eksekutif, yudikatif hingga pernah menjabat menjadi menteri dan membela rakat-rakyat kecil. Pada saat hari h pemilu narasumber tetap memutuskan untuk memilih paslon dua yaitu Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Narasumber tidak memilliki kebimbangan dalam memilih dan sudah yakin sejak sebelum hari h pemilihan. Alasan yang memperkuat narasumber memutuskan untuk tetap memilih paslon tiga Paradigma. Volume 13. Number 2, 141Ae150, 2024 yaitu melihat dari program yang diberikan paslon tersebut dinilai baik serta melihat kesiapan paslon tersebut dirasa persiapannya sudah matang dan mantap. Narasumber yang ke tiga yaitu Imam Faozi selaku ketua NU Desa Candimulyo. Pada saat sebelum hari h pemilu masih mengalami kebimbangan dalam memilih paslon antara paslon satu dan paslon tiga. Alasan narasumber mengalami kebimbangan memilih antara paslon satu dan tiga yaitu melihat dari kesiapan kedua paslon tersebut yang dinilai matang dan dirasa kedua paslon tersebut merupakan sosok yang sama-sama matang. Serta memiliki pandangan dalam dunia piolitik yang sangat luas. Namun menurut narasumber dari kedua paslon tersebut satu diantaranya memiliki kelebihan di keagamaan. Kemudian, narasumber memutusan untuk akhirnya memiliki kebimbangan antara paslon satu dan paslon tiga itu setelah melihat proses debat dan melalui pemikiran sendiri. Sehingga menurut narasumber dalam hal ini debat sangat memiliki pengaruh dalam menentukan pilihan. Hingga pada akhirnya saat hari h pemilu narasumber memutuskan untuk memilih paslon satu yaitu pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau sering dikenal dengan pasangan Amin. Narasumber dalam menjatuhkan pilihannya pada saat hari h sempat mengalami kebimbangan. Namun akhirnya memutuskan untuk tetap memilih paslon Amin. Narasumber yang ke empat yaitu Adi selaku anggota karang taruna serta merupakan pemilik angkringan AJ Candimulyo. Pada saat sebelum hari h pemilu memutuskan untuk memilih paslon dua yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. Alasan kuat narasumber memilih paslon dua yaitu sudah sejak awal memilih Capres tersebut pada pilpres periode sebelum-sebelumnya. Namun alasan yang lain yaitu paslon tersebut berwibawa dan dirasa bagus untuk kedepannya. Memutuskan untuk memilih paslon Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming yaitu sejak awal mereka dipasangkan. Sehingga pelaksanaan debat tidak berpenggaruh dalam menentukan pilihan. Namun pada saat sebelum hari h sempat mengalami kebimbangan dalam memilih antara paslon dua dan paslon tiga. Namun pada saat hari tetap memutuskan untuk memilih paslonn dua yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. Narasumber yang kelima yaitu Kyai Najat selaku imam masjid Al-Ikhlas dukuh krajan Desa Candimulyo. Pada saat sebelum hari h pemilu memutuskan untuk memilih paslon dua yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. Alasan narasumber memutuskan untuk memilih Paradigma. Volume 13. Number 2, 141Ae150, 2024 paslon dua karena menurut narasumber saat ini Indonesia masih sangat membutuhkan ketahanan negara sehingga memutuskan untuk lebih condong ke paslon dua. Selain itu menurut narasumber Pak Prabowo sudah memiliki banyak pengalaman dalam membela negara mulai dari menjadi bagian dari kopasus hingga menjaga ketahanan negara. Alasan lain yang memutuskan untuk tetap memilih paslon dua karena Capres dari paslon dua yaitu Prabowo Subianto sudah beberapa kali mencalonkan diri menjadi Presiden dan memang belum rezekinya. Pada saat hari h pemilu tetap memutuskan untuk memilih paslon dua yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. Narasumber tidak memiliki kebimbangan dalam memilih. Hal tersebut didasari melalui proses yang Narasumber yang terakhir yaitu Subiyono selaku tokoh masyarakat Desa Candimulyo. Pada saat sebelum hari h pemilu memutuskan untuk memilih paslon dua yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. Alasan narasumber memutuskan untuk memilih paslon dua karena menurut narasumber paslon dua merupakan sosok paslon yang sangat jelas. Selain itu narasumber memang menyukai sosok pemimpin yang tegas dan Capres tersebut memang berasal dari militer sehingga Capres tersebut dikenal dengan sosok yang tegas. Memutuskan untuk memilih paslon dua yaitu sejak awal mereka dipasangkan dan memang dari dulu sudah memilih Prabowo Subianto pada tahun-tahun sebelumnya ketika mencalonkan diri menjadi Capres. Sehingga menurut narasumber debat tidak memiliki pengaruh dalam menentukan pilihan. Pada saat hari h pemilu narasumber tetap memutuskan untuk memilih paslon dua yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. Alasan yang memperkuat narasumber akhirnya tetap memutuskan untuk memilih paslon dua yaitu narasumber memang menyukai sosok pemimpin yang tegas seta melihat paslon dua memiliki jiwa kepemimpinan yang tulus untuk Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai perjuangan yang telah dilakukan untuk negara. Kesimpulan Secara garis besar, penelitian ini mendiskusikan mengenai bagimana rasionalitas elit masyarakat Desa Candimulyo dalam memilih Calon Presiden dan Wakil Presiden 2024. Dari hasil wawancara dengan informan dapat disimpulkan elit masyarakat Desa Candimulyo menyatakan bahwa pelaksanaan proses pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024 itu sangatlah penting untuk Paradigma. Volume 13. Number 2, 141Ae150, 2024 Dengan adanya partisipasi masyarakat menandakan bahwa adanya keinginan masyarakat untuk melaksanakan demokrasi dengan memilih pemimpin yang sesuai dengan keinginannya. Dalam hal ini elit masyarakat mempunyai pandangannya masing-masing terhadap para Capres dan Cawapres yang ada. Dari seluruh narasumber yang ada menyatakan bahwa semua paslon memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Rasionalitas masyarakat Desa Candimulyo dalam memilih ini berdasarkan kriteria yang sesuai dengan keinginan dari dalam diri sendiri. Tindakan tersebut dapat dilihat melalui teori rasionalitas max weber, dimana teori ini memiliki empat tindakan sosial. Dalam hal ini masyarakat Desa Candimulyo memilih Capres dan Cawapres 2024 ada yang melihat dari visi-misi paslon, ada yang memilih berdasarkan kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, ada yang memilih berdasarkan kesukaan saja. Sehingga masyarakat memilih beradasarkan rasionalitasnya. Pada pemilu Presiden 2024 di Desa Candimulyo di menangkan oleh pasangan calon no dua yaitu (Prabowo Subianto dan Gibran Rakabumin. dengan perolehan suara 58% dari total keseluruhan Artinya lebih dari setengah masyarakat Desa Candimulyo memutuskan untuk memilih paslon Sedangkan perolehan suara untuk paslon satu sebanyak 20% dan untuk paslon tiga sebanyak 19% dan 3% nya merupakan suara yang tidak sah. Desa Candimulyo merupakan sebuah desa yang berada di Jawa Tengah yang umumnya merupakan basis kemenangan paslon tiga karena pernah menjabat menjadi Gubernur Jawa Tengah. Daftar Pustaka