E-ISSN : 2715-6036 P-ISSN : 2716-0483 DOI : 10. Vol. 5 No. Juni 2023, 60 - 65 LITERATUR REVIEW HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING THE CORRELATION STUNTING EVENTS NUTRITION MOTHERAoS KNOWLEDGE WITH Dinda Putri Daniyanti1*. Zauhani Kusnul2 1, 2 STIKes Pamenang *Korespondensi Penulis : dindaputrizhisu11@gmail. Abstrak Stunting merupakan gangguan linier akibat asupan gizi atau penyakit infeksi kronis yang ditunjukkan dengan nilai Z-score untuk tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari 2 standar deviasi (SD) dari standar yang ditetapkan. Kemenkes RI tahun 2021 melaporkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia saat ini masih berada pada angka 24,4 persen atau 5,33 juta balita. Peran orang tua terutama ibu sangat penting terhadap pemenuhan gizi anak, karena pada usia balita terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Sehingga orang tua harus memperhatikan asupan gizi sesuai kebutuhan pada anak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang gizi berhubungan dengan kejadian stunting, namun terdapat juga penelitian yang menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tidak berhubungan dengan kejadian stunting. Tujuan tinjauan pustaka ini adalah untuk mengkaji lebih dalam publikasi hasil penelitian tingkat pengetahuan gizi ibu yang berkaitan dengan kejadian stunting. Metode penelitian studi literatur ini adalah merujuk artikel publikasi pada jurnal nasional dengan topik terkait pengetahuan gizi ibu yang memiliki anak stunting dan disajikan dalam bentuk artikel. Hasil dari penelusuran artikel publikasi secara keseluruhan menyatakan bahwa tingkat pengetahuan gizi ibu berkaitan dengan kejadian stunting. Kesimpulan yang dapat diambil adalah tingkat pengetahuan gizi ibu berkaitan dengan kejadian stunting pada anak dimana rendahnya pengetahuan gizi ibu berhubungan secara signifikan dengan kejaadian stunting pada anak. Kata kunci : Stunting, anak, pengetahuan gizi ibu Abstract Stunting is a linear disorder due to nutritional intake or chronic infectious disease as indicated by the Z-score for height for age (TB/U) less than 2 standard deviations (SD) from the established The Indonesian Ministry of Health in 2021 reported that the prevalence of stunting in Indonesia is currently at 24. 4 percent or 5. 33 million children under five. The role of parents, especially mothers, is very important in fulfilling children's nutrition, because at the age of toddlers there is rapid growth and development. So parents must pay attention to nutritional intake according to the needs of their children. Several studies have shown that mother's knowledge about nutrition is related to stunting, but there are also studies which show that mother's knowledge is not related to stunting. The purpose of this literature review is to examine more deeply the publication of research results on the level of knowledge of maternal nutrition related to stunting. The research method for this literature study is to refer to published articles in national journals with topics related to nutritional knowledge of mothers who have stunted children and are presented in the form of articles. The results of the search for publication articles as a whole state that the level of knowledge of maternal nutrition is related to the incidence of stunting. The conclusion that can be drawn is the level of mother's knowledge about nutrition related to the incidence of stunting in children. Keywords : Stunting, children, mother's knowledge about nutrition Submitted Accepted Website : 21 Juli 2022 : 10 Januari 2023 : jurnal. di | Email : jurnal. pamenang@gmail. Literatur Review Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu Dengan. (Dinda Putri Daniyanti. Dk. Pendahuluan Anak mempunyai tahap pertumbuhan dan perkembangan yg sangat krusial saat balita sehingga memerlukan asupan zat gizi yg tercukupi untuk kebutuhan tubuh. Kekurangan zat gizi yg terjadi pada masa prenatal sampai masa kanak-kanak adalah tahap awal neurologis, gangguan perkembangan otak dan kemampuan berpikir. Salah satu masalah pertumbuhan dan perkembangan pada anak adalah sunting, yang bisa mengakibatkan berkurangnya kemampuan anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan (Hanani. Prevalensi stunting di Indonesia saat ini masih berada pada angka 24,4 persen atau 5,33 juta balita. Prevalensi tersebut lebih baik dibandingkan Myanmar . %), tetapi masih lebih tinggi dari Vietnam . %). Malaysia . %). Thailand . %) dan Singapura . %) (Kemenkes RI, 2. Disisi lain, menurut data dari SSGBI 2019. Prevalensi Stunting di Jawa Timur mencapai 26,86 persen dan kabupaten Kediri sebesar 24,49 persen (Badan Litbangkes Kemenkes RI, 2. Stunting adalah suatu keadaan dimana pertumbuhan anak terhambat karena masalah gizi kronis, yaitu kurangnya asupan makanan dalam jangka waktu lama yang menyebabkan pertumbuhan tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020. Stunting atau pendek merupakan status gizi berdasarkan Indeks Ukuran Usia (TB/U) dengan Zscore kurang dari -2 SD . tandar devias. (Khairani, 2. dalam ( Pusdatin Kemenkes RI, 2. Penyebab utama stunting adalah tidak terpenuhinya asupan gizi dan penyakit infeksi berulang. Faktor ekonomi, anemia pada ibu saat hamil. ASI dan MP-ASI kurang tepat, pendidikan orang tua, dan pelayanan medis yang tidak memadai Kekurangan gizi yang terus berlanjut dan kegagalan perbaikan gizi menyebabkan terhambatnya pertumbuhan. Dalam faktor ekonomi, hal ini terjadi karena pendapatan yang rendah dan tidak dapat memberikan nutrisi yang cukup (Maryunani, 2. Gejala stunting menurut (Pusdatin Kemenkes RI, 2. diantaranya, anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya, proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya, berat badan rendah untuk anak seusianya, pertumbuhan tulang tertunda. Peran orang tua terutama ibu sangat penting dalam pemenuhan gizi anak karena anak membutuhkan perhatian dan dukungan orang tua dalam menghadapi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Untuk mendapatkan gizi yang baik diperlukan pengetahuan gizi yang baik dari orang tua agar dapat menyediakan menu pilihan yang seimbang (Devi, 2. Tinggi rendahnya pengetahuan gizi ibu akan memberikan perubahan pada status gizi. Semakin tinggi pengetahuan ibu maka status gizi akan semakin baik. Sikap ibu akan mempengaruhi asupan makanan yang ada di dalam keluarga terutama anak jika sikap ibu kurang perhatian terhadap status gizi balita dapat berakibat terjadinya gizi kurang (Rakhmawati & Panunggal, 2. Metode Metode pencarian dan kriteria seleksi artikel dilakukan melalui penelusuran hasilhasil publikasi ilmiah pada rentang tahun 2010-2021 menggunakan database google Pada database google scholar dengan memasukkan keyword 1 AustuntingAy ditemukan 100 artikel. Keyword 2 Auhubungan pengetahuan gizi ibu dengan stuntingAy ditemukan 170 artikel. Selanjutnya dilakukan pembatasan jumlah artikel limit to date . ditemukan 160 artikel. Limit relevansi ditemukan 10 artikel. Bagian ini berisi analisis terhadap literatur hasil penelitian terkait dengan topik penelitian sejumlah 10 artikel yang dipublikasikan maksimal 10 tahun Literatur hasil penelitian yang dimaksud adalah artikel publikasi hasil penelitian original bukan publikasi review Hasil dan pembahasan Penelitian Rahmayanti dkk. ,2020 bertujuan untuk meneliti hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi dengan kejadian stunting pada anak usia 2-4 tahun. Responden penelitian berjumlah 67 orang, pengumpulan data mengumpulkan data pengetahuan tentang gizi dan sikap ibu. Dari 67 responden diperoleh Literatur Review Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu Dengan. (Dinda Putri Daniyanti. Dk. dominan pengetahuan kurang sebanyak 35 responden . ,2%). Sebagian kecil termasuk dalam kategori pengetahuan cukup dalam kejadian stunting sebanyak 14 responden . ,9%). Sebagian kecilnya lagi termasuk dalam kategori pengetahuan baik dalam kejadian stunting sebanyak 18 responden . ,9%). Dari data tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi dengan kejadian stunting pada anak usia 2-4 Penelitian lain yang dilakukan oleh Hartono dkk. , 2017 bertujuan untuk meneliti hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan asupan energi pada anak stunting, penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara langsung. Berdasarkan penelitian yang diperoleh pengetahuan ibu yang baik sebanyak 5 orang . ,2%) dan yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 21 orang . ,8%). Pengetahuan ibu tentang gizi dengan asupan energi yaitu, memiliki pengetahuan gizi dan energi yang baik asupan 1 orang . ,8%), pengetahuan gizi baik dan asupan energi kurang dari 4 orang . ,3%) sedangkan berpengetahuan kurang dan baik asupan energi sebanyak 10 orang . ,4%), pengetahuan gizi kurang dan asupan energi kurang dari 11 orang . ,8%) dan nilai . > = 0,. menjelaskan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan asupan energi di sekolah dasar anak stunting. Penelitian Dewi dkk. , 2021 bertujuan untuk meneliti hubungan pengetahuan ibu tentang gizi menurunkan resiko stunting pada balita di kabupaten gianyar. Responden sebanyak 120 ibu balita, diberikan kuesioner meliputi karakteritik sosiodemografi . mur, pendidikan, pekerjaa. , dan pengetahuan tentang gizi pada balita sebanyak 15 item Berdasarkan hasil penelitian dari 120 ibu balita dengan pendidikan responden SMA 76 orang . ,3%), pekerjaan responden sebagian besar ibu rumah tangga sebanyak 89 responden . ,2%) menunjukkan sebagian besar memiliki pengetahuan baik sebanyak 69 orang . ,5%), sedangakan pengetahuan yang kurang sebanyak 51 orang . ,5%). Responden dengan pengetahuan baik tidak mengalami stunting pada balita sebanyak 88,4%, pengetahuan kurang tidak mengalami stunting sebanyak 31,4%. Hasil uji statistik dengan uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting pada balita dengan p value 0. 007 < 0. 05, dimana pengetahuan ibu tentang gizi mampu menurunkan resiko stunting pada balita. Penelitian lain dilakukan oleh Salsabila , 2020, bertujuan untuk meneliti pengetahuan ibu tentang gizi di kecamatan cikulur lebak banten tahun 2020. Responden sebanyak 96 orang ibu. Tingkat pengetahuan ibu tentang gizi didapatkan melalui pengisian Dari 96 responden, 29 orang ibu yang memiliki pengetahuan baik tentang gizi sebanyak 15 orang . ,63%) memiliki anak yang tidak mengalami stunting dan 14 orang . ,58%) memiliki anak yang mengalami Dari 34 orang ibu yang memiliki pengetahuan cukup baik tentang gizi sebanyak 22 orang . ,92%) memiliki anak yang tidak mengalami stunting dan 12 orang . ,50%) memiliki anak yang mengalami stunting. Dari 33 orang ibu yang memiliki pengetahuan kurang baik tentang gizi sebanyak 11 orang . ,46%) memiliki anak yang tidak mengalami stunting dan 22 orang . ,92%) memiliki anak yang mengalami stunting. Hasil responden dengan pengetahuan baik sebesar 30,21%, responden dengan pengetahuan cukup sebesar 35,42% dan responden dengan pengetahuan kurang baik sebesar 34,38%. Hasil analisis chi-square test menunjukkan terdapat hubungan kejadian stunting dengan pengetahuan ibu tentang gizi . =0,. Penelitian oleh Kholidah dkk. , 2020 pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi, asupan protein dan seng anak, serta sanitasi rumah terhadap stunting anak sekolah dasar. Alat yang digunakan yaitu kuesioner dan Metode Food Recall 24 Jam. Berdasarkan hasil penelitian dengan jumlah responden anak yang berumur 7 tahun sebanyak 38 . ,6%) dan yang berumur 8 tahun yaitu sebanyak 28 . ,4%). Serta ibu yang berumur 20-30 tahun yaitu sebanyak 13 . ,70%) dan yang berumur 31 Ae 40 tahun yaitu sebanyak 44 . ,67%), serta yang berumur 41-50 yaitu sebanyak 9 . ,63%). Hasil analisis secara bivariate, yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dengan Kolmogorof-Smirnov pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi Literatur Review Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu Dengan. (Dinda Putri Daniyanti. Dk. dengan kejadian stunting . <0,. dan tidak adanya hubungan antara asupan protein dan zinc anak serta sanitasi rumah dengan kejadian stunting . >0,. Penelitian lain oleh Lolan dkk. , 2021, bertujuan untuk meneliti pengetahuan gizi dan sikap orang tua tentang pola asuh makanan bergizi dengan kejadian stunting. Responden penelitian adalah ibu dan ayah dengan anak usia 6-24 bulan sebanyak 373. Data yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh Didapatkan hasil hubungan antara pengetahuan ayah dengan kejadian stunting dengan hasil OR sebesar 2,546, ayah berpengetahuan tidak baik berpeluang antara 1,6 sampai 3,9 kali lebih sering berpengaruh terhadap kejadian stunting. Pengetahuan ibu baik dengan kejadian stunting proporsinya adalah 64,5%, sedangkan pengetahuan tidak baik dengan kejadian stunting adalah 48,1%. P-value 0,003 artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting dengan hasil OR sebesar 2,546, ibu yang berpengetahuan baik berpeluang antara 1,2 sampai 3,0 kali lebih sering berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita. Hasil analisis uji chi square dan regresi logistik ganda menunjukkan terdapat hubungan yang paling dominan dengan kejadian stunting pada balita yaitu pengetahuan ayah dan sikap ibu. Penelitian lain oleh Sundani, 2020 yang bertujuan untuk meneliti hubungan antara pengetahuan ibu tentang status gizi balita dengan terjadinya stunting di Puskesmas Babakan Kabupaten Cirebon. Responden penelitian 86 ibu yang memiliki balita Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan secara langsung dengan kuesioner dan data sekunder yang didapatkan dari Puskesmas Babakan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa 73 responden . ,4%) memiliki pengetahuan yang cukup tentang status gizi terjadinya stunting pada balita dan sebanyak 13 responden . ,6%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang status gizi terjadinya stunting pada balita. Berdasarkan hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p value= 0,018 sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting. Penelitian lain oleh Isnarti. , 2019 yang bertujuan untuk meneliti pengetahuan gizi ibu yang memiliki anak usia bawah dua tahun stunting di Kelurahan Cimahi. Responden penelitian ini sebanyak 40 ibu yang memiliki anak usia bawah dua tahun. Data yang dikumpulkan meliputi nama responden, umur, tingkat pendidikan orang tua, dan tingkat pengetahuan gizi ibu. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pengetahuan gizi ibu yaitu sebanyak 60% memiliki pengetahuan gizi cukup, 27. 5% memiliki pengetahuan gizi kurang, dan 12. 5% memiliki pengetahuan gizi baik dengan rata-rata st. dev A3,7 pada pengetahuan tersebut. Hasil analisa univariat menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting. Penelitian oleh Harahap, 2021 yang pengetahuan ibu tentang asupan makanan bergizi terhadap kejadian stunting usia 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Rambung. Responden penelitian ini sebanyak 30 ibu yang memiliki anak usia 1-5 tahun. Sumber data penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang di peroleh dari responden . langsung melalui lembar kuosioner yang telah Dari hasil penelitian terhadap 30 responden yang memiliki anak usia 1-5 tahun disebabkan oleh faktor pengetahuan ibu yang berpengetahuan baik sebanyak 16 orang . ,3%), disebabkan oleh faktor kejadian stunting sebanyak 23 orang . ,6%). Dari Uji Chi-Square didapatkan hasil Sig nya . yang berarti bahwa nilai P < 0,005, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Maka ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang asupan makanan bergizi terhadap kejadian stunting usia 1-5 tahun di wilayah kerja puskesmas Rambung tahun 2021. Penelitian yang lain oleh Murti dkk. , 2018 yang bertujuan untuk meneliti hubungan pengetahuan ibu tentang gizi balita dengan kejadian stunting anak umur 36-59 bulan di desa singakerta kabupaten gianyar. Alat pengumpulan data yang digunakan, yaitu lembar kuesioner yang memuat sejumlah pertanyaan tentang gizi balita dan lembar observasi pengukuran tinggi badan anak yang dinilai dengan standar Z-Score anak. Hasil penelitian ini menemukan dari 40 responden yang mengalami kasus balita stunting, sebanyak 28 . ,3%) responden yang memiliki pengetahuan kurang tentang gizi balitanya dan 12 . ,8%) responden yang memiliki pengetahuan baik tentang gizi balita. Hasil uji hipotesa dan chi square diperoleh nilai p . < . , maka ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi balita Literatur Review Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu Dengan. (Dinda Putri Daniyanti. Dk. dengan kejadian stunting anak umur 36-59 bulan di Desa Singakerta Kabupaten Gianyar. Hasil berbagai penelitian tentang hubungan pengetahuan gizi ibu dengan kejadian stunting terdapat kesamaan dalam kesimpulan yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan terjadinya stunting. Penelitian yang membahas tentang hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian Stunting menunjukkan sebagian besar pengetahuan ibu tentang Stunting kurang. Rendahnya pengetahuan ibu tentang Stunting salah satu penyebabnya adalah kurangnya informasi tentang permasalahan Namun, bukan hanya ditinjau dari pengetahuan ibu yang dapat memengaruhi terhadap kejadian stunting, tetapi tindakan yang nyata dalam penerapannya. Anak harus mendapatkan asupan energi dari perilaku yang seimbang antara pola menu sehari-hari. Kejadian stunting terkait dengan asupan gizi tidak dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu saja, tetapi dipengaruhi juga oleh perubahan zat gizi pada anak itu sendiri. Pengetahuan ibu tentang gizi balita sangat penting bagi proses pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Ibu memiliki peran besar terhadap kemajuan tumbuh kembang anak balitanya dari stimulasi dan pengasuhan anak yang tepat, dan mengatur pola asupan gizi seimbang untuk anak balitanya. Pengetahuan orang tua tentang gizi membantu memperbaiki status gizi pada anak untuk mencapai kematangan pertumbuhan (Gibney. Kesimpulan Berdasarkan penelusuran artikel publikasi ilmiah tentang hubungan pengetahuan gizi ibu dengan kejadian stunting dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan kejadian stunting dimana makin rendah tingkat pengetahuan gizi ibu makin tinggi potensi terjadi stunting pada Daftar Pustaka