Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Skematik Perencanaan Desain Ruang Terbuka Publik Di Desa Pengampon Anang R Jatmiko1. Ach. Muzajjad2. Mohammad Akbar Arzidani3. Rizal Dzaky Pambudi4. Rahmat Hidayat5. Lisa Dewi Khoirotul U. Dini Septiwulandari7. Dila Retno Miaseh8. Febry Eka Safitri9. Sinta Nuriya10 Program studi Manajemen. Universitas Darul Ulum. Jombang. Indonesia Program Studi Teknik Sipil. Universitas Darul Ulum. Jombang. Indonesia Program Studi Ekonomi Pembangunan. Universitas Darul Ulum. Jombang. Indonesia 5, 6, 8 Program Studi Psikologi. Universitas Darul Ulum. Jombang. Indonesia Program Studi Akuntansi. Universitas Darul Ulum. Jombang. Indonesia Program Studi Bimbingan Konseling. Universitas Darul Ulum. Jombang. Indonesia Email: iam. rahmathida@gmail. 2, 3 Abstrak Desa Pengampon di Kecamatan Kabuh. Kabupaten Jombang, merupakan desa dengan mayoritas penduduk yang bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber mata pencaharian utama. Ketergantungan yang tinggi terhadap sektor ini membuat perekonomian desa sangat rentan terhadap perubahan cuaca, fluktuasi harga komoditas, serta keterbatasan lahan akibat alih fungsi lahan. Untuk mengurangi risiko tersebut, dilakukan perencanaan desain skematik 3D Ruang Terbuka Publik (RTP) sebagai solusi alternatif dalam mendorong diversifikasi ekonomi desa. RTP dirancang tidak hanya sebagai ruang interaksi sosial, tetapi juga sebagai pusat kegiatan ekonomi dan kreativitas masyarakat, seperti promosi produk lokal, kegiatan budaya, serta wadah kolaborasi usaha kecil dan menengah (UMKM). Proses perencanaan meliputi survei tapak, observasi kondisi lapangan. Focus Group Discussion (FGD) dengan pemerintah desa, hingga finalisasi desain secara partisipatif. Desain 3D dihasilkan untuk memberikan gambaran visual yang lebih jelas, sehingga masyarakat dan pemangku kepentingan dapat memahami konsep perencanaan secara Diharapkan. RTP yang dirancang dapat berfungsi sebagai katalis pengembangan ekonomi berbasis komunitas yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Pengampon secara jangka panjang. Kata Kunci: Ruang Terbuka Publik. Desain Skematik. Desa Pengampon Abstract Pengampon Village in Kabuh District. Jombang Regency, relies heavily on agriculture as the primary source of income. This dependence makes the local economy highly vulnerable to weather changes, commodity price fluctuations, and land conversion. To mitigate these risks, a 3D schematic design for a Public Open Space (POS) was developed as an alternative solution to promote rural economic diversification. The POS is envisioned not only as a social interaction space but also as a hub for economic and creative activities, such as local product promotion, cultural events, and collaboration among small businesses (SME. The planning process included site surveys, field observations, focus group discussions (FGD. with village authorities, and participatory design finalization. The resulting 3D design provides a clear visual representation to ensure comprehensive understanding among stakeholders. It is expected that the designed POS will serve as a catalyst for sustainable community-based economic development, ultimately improving the welfare of Pengampon Village residents in the long term. Keywords: Public Open Space. Schemmatic Design. Pengampon Village Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 PENDAHULUAN Desa Pengampon merupakan desa yang terletak di Kecamatan Kabuh. Kabupaten Jombang. Provinsi Jawa Timur. Badan Pusat Statistik melalui publikasi Kecamatan Kabuh dalam Angka tahun 2024 menyebutkan, luas wilayah Desa Pengampon mencapai 35 Ha dan dihuni oleh penduduk 651 jiwa dimana sebanyak 322 berjenis kelamin laki-laki dan 329 berjenis kelamin perempuan. Desa Pengampon merupakan daerah yang sebagian besar penduduknya bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber mata pencaharian. Sebanyak 1. penduduk desa Pengampon bermata pencaharian sebagai petani/pekebun, 8 penduduk sebagai tenaga pendidik, 43 penduduk di bidang perdagangan, dan 3 penduduk di bidang Kesehatan (BPS. Ketergantungan terhadap sektor pertanian ini membuat Masyarakat desa Pengampon sangat terpengaruh oleh perubahan cuaca, fluktuasi harga komoditas pertanian, serta ketersediaan lahan yang semakin terbatas akibat pertumbuhan populasi dan alih fungsi Ketergantungan yang tinggi terhadap sektor ini juga menghambat perkembangan ekonomi desa secara lebih luas, karena keterbatasan dalam diversifikasi sumber pendapatan atau Diversifikasi pedesaan memiliki potensi yang signifikan untuk menekan angka kemiskinan, meningkatkan mekanisme kegagalan panen atau ketidakstabilan harga, dan meningkatkan ketahanan pangan dan penghidupan dari rumah tangga pedesaan (International Labour Office, 2. Diversifikasi tidak sekadar untuk menekan ketergantungan terhadap sektor pertanian, tetapi juga berperan dalam memperkuat daya tahan ekonomi, membangun landasan yang lebih kuat bagi perkembangan ekonomi yang Oleh diperlukan inovasi dalam pengembangan ekonomi desa dengan memperhatikan sektor lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga tidak bertumpu hanya pada sektor pertanian. Penataan serangkaian proses yang mencakup pengendalian dalam penggunaan ruang. Pelaksanaan penataan ruang bertujuan agar menciptakan tata wilayah yang Penataan ruang berfungsi sebagai salah satu sarana kebijakan dan pembangunan ekonomi. Ruang terbuka publik (RTP) memainkan peran penting dalam pembangunan perkotaan dan pedesaan, menawarkan manfaat sosial, lingkungan, dan ekonomi. Namun, tantangan dalam tata kelola, distribusi, dan aksesibilitas ruang terbuka publik tetap ada (Ling et al. , 2. Penggabungan lahan dan urbanisasi dapat menyebabkan penggantian atau RTP, memengaruhi kebutuhan dan aktivitas masyarakat (Sunarti et al. , 2. Untuk mengatasi masalah ini, para peneliti mengusulkan kerangka kerja untuk mengevaluasi keadilan spasial dalam perencanaan RTP, dengan menekankan aksesibilitas, inklusivitas, dan distribusi yang adil (Jian et al. , 2. Ruang publik memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan mempromosikan interaksi Mereka memberikan berbagai manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan yang meningkatkan kesejahteraan fisik, psikologis, emosional, dan sosial (Mensah et al. , 2. Ruang publik yang berkualitas memfasilitasi peluang untuk interaksi sosial dan mempromosikan kehidupan sosial melalui hubungan antara bentuk bangunan dan aktivitas harian pengguna (Ferwati et al. , 2. Sebuah Manchester menunjukkan bahwa perbaikan ruang Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 publik yang dipimpin oleh masyarakat keaktifan dan aktivitas kesejahteraan seperti menghubungkan, menjadi aktif, dan memperhatikan (Anderson et al. Untuk mengatasi tantangan yang terkait dengan tata kelola ruang terbuka publik, para peneliti telah mengusulkan metodologi penelitian ilmu desain, yang kolektif yang mengatur diri sendiri dan analisis kelembagaan (Ling et al. , 2. Temuan-temuan pentingnya kawasan publik yang dikembangkan serta dikelola dengan baik masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan baik di lingkungan perkotaan maupun pedesaan. Kegiatan bertujuan untuk menyusun perencanaan desain 3D Ruang Terbuka Publik di Desa Pengampon sebagai solusi alternatif masyarakat terhadap sektor pertanian. Dengan adanya desain yang tepat. Ruang Terbuka Publik diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Hal ini meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga mendorong terbentuknya komunitas yang lebih mandiri dan inovatif dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan ekonomi yang semakin dinamis. METODE PELAKSANAAN Lokasi tapak terpilih berada di bagian barat desa Pengampon, tepatnya di Jalan Raya Kabuh-Sukorame, dusun Suco. Desa Pengampon. Kecamatan Kabuh. Kabupaten Jombang. Area tersebut memiliki letak yang cukup strategis untuk dirancang sebagai Ruang Terbuka Publik karena berada di jalan poros desa yang menghubungkan desa Pengampon dan desa Sumberaji. Luas tapak keseluruhan sekitar 3111 m2 dengan kondisi kawasan masih berupa lahan yang dipenuhi semak belukar serta terdapat bangunan Polindes di sudut lahan bagian timur. Adapun batas sekitar tapak adalah sebagai berikut: Batas utara: jalan poros desa dan lahan sawah Bagian timur: pemukiman warga Bagian Selatan: pemakaman warga Bagian barat: lahan sawah dan pemukiman warga Gambar 1. Lokasi desa Pengampon (Sumber: Google Map. Gambar 2. Lokasi tapak RTP (Sumber: Google Map. Dalam merencanakan desain ruang terbuka publik ini, terdapat enam tahapan yang dilaksanakan antara lain: Tahap pertama: melakukan survai pada objek lahan yang akan RTP memetakan isu dan kebutuhan Pemerintah Desa Pengampon dan dilanjutkan dengan observasi lingkungan sekitar. Tahap kedua: pasca observasi. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 pengelompokan jenis bangunan sesuai dengan fungsinya. Tahap ketiga: setelah penyusunan zonasi kelompok bangunan yang berada di area RTP, tahap selanjutnya yaitu melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan pihak pemerintahan desa perencanaan Ruang Terbuka publik tersebut. Tahap Menyusun gambaran skematik desain berupa tata letak massa bangunan yang dirancang akan dibangun di area Perancangan Pemerintah Desa dan perwakilan masyarakat desa Pengampon sebagai pengguna utama dari Ruang Terbuka Publik tersebut. Kegiatan konsultasi skematik Desain ini dilakukan beberapa kali sebagai bentuk dalam mencapai kesepakatan desain. Tahap kelima: menerjemahkan skematik Desain dari pola massa tersebut yang telah ditinjau ulang oleh Pemerintah Desa dalam bentuk dokumen rancangan desain Gambar Kerja Arsitektur yang dilengkapi dengan denah tapak, visualisasi potongan dari setiap bangunan yang telah direncanakan untuk dibangun, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang mendetail. Tahap keenam: hasil dari perencanaan desain 3D RTP tersebut selanjutnya dipaparkan kepada perwakilan Masyarakat serta pemerintah desa kemudian dilanjutkan dengan serah terima Skematik Desain perencanaan Kawasan Ruang Terbuka Publik di Desa Pengampon kepada Pemerintah Desa Pengampon HASIL PEMBAHASAN Berdasarkan permasalahan yang dipaparkan pada bab sebelumnya dan melalui pengamatan langsung di lapangan, serta diskusi awal dengan pemerintah desa, maka solusi yang ditawarkan kepada pemerintah desa adalah perencanaan desain 3D Ruang Terbuka Publik di Desa Pengampon yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang interaksi sosial antar warga dan Selain itu. RTP dapat menjadi fasilitas yang mendukung menyediakan ruang berkumpul bagi berkolaborasi dalam pengembangan Dalam upaya mewujudkan RTP masyarakat, perencanaan desain 3D menjadi langkah awal yang sangat Desain 3D memungkinkan perencanaan yang lebih detail dan realistis, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih jelas terkait tata ruang, estetika, dan fungsionalitas Pemodelan tiga dimensi dapat mempertimbangkan berbagai aspek seperti kenyamanan, aksesibilitas, dan efisiensi (Sutantio, 2. Dengan adanya perancangan model 3D tersebut, diharapkan ruang terbuka publik dapat berfungsi secara optimal. Selain itu, visualisasi dalam bentuk 3D juga memudahkan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam memahami konsep pembangunan secara lebih konkret, yang pada akhirnya dapat meningkatkan perencanaan dan realisasi pembangunan. Kegiatan perencanaan Kawasan Ruang Terbuka Publik di desa Pengampon ini dilaksanakan dengan pemerintah desa dengan menghasilkan skematik, diantaranya: Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Desain skematik Ruang Terbuka Publik berupa Rencana Tapak Desain skematik Ruang Terbuka Publik berupa Rencana Bangunan Ruko Desain skematik Ruang Terbuka Publik berupa Rencana Bangunan Pendopo Desain skematik Ruang Terbuka Publik berupa Rencana Bangunan Lapangan Bola Voli Desain skematik Ruang Terbuka Publik berupa Rencana Bangunan Lapangan Bola Basket Desain skematik Ruang Terbuka Publik berupa Rencana Bangunan Toilet dan Mini Taman Dari hasil Survai, beberapa diantaranya adalah kondisi tapak yang tidak rata miring, menjorok lebih rendah dari jalan dengan kedalaman sekitar 1 meter, sehingga agar dapat mencapai titik ketinggian nol jalan memerlukan pengurukan dengan volume yang besar. Hal perencanaan yang lebih rinci terkait dengan pengelolaan lahan tersebut. Setelah pemetaan masalah, selanjutnya dilakukan pembagian zona berdasarkan kebutuhan bangunan sesuai dengan fungsi dan karakteristiknya masingmasing. Hasil dari zonifikasi tapak tersebut kemudian menjadi bahan diskusi dengan pihak pemerintahan desa melalui Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah finalisasi konsep perencanaan desain agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan Masyarakat desa Pengampon. Gambar 3. Tahap Observasi Awal Gambar 4. Tahap finalisasi zonifikasi tapak dengan pemerintah desa Sebagai tahap pertama yaitu Survai dan observasi kawasan dengan mengamati secara langsung kondisi area tapak guna mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ada. Tapak adalah keberhasilan suatu rancangan. Tujuan perencanaan tapak dalam desain skematik 3D adalah untuk meningkatkan visualisasi, memperbaiki komunikasi, keputusan yang lebih baik dalam proses perencanaan dan desain perkotaan. Teknologi rekonstruksi virtual tiga dimensi memungkinkan perencanaan yang lebih intuitif dan spesifik, meningkatkan kualitas artistik dan kesan tiga dimensinya (Xu, 2. Layout Plan Keseluruhan Tapak Gambaran perencanan ruang pada tapak secara umum, terdiri dari beberapa zona yaitu zona ruko pujasera, pendopo, lapangan voli, lapangan basket multifungsi, dan mini taman serta Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Gambar 5. Layout Plan Keseluruhan Tapak Perspektif Keseluruhan Penggambaran desain 3D secara keseluruhan dari ruang terbuka publik dengan dengan sudut pandang mata burung (Bird Vie. Gambar 6. Perspektif Keseluruhan Tapak Perspektif Detail Setiap Zona Penggambaran desain 3D pada setiap zona dengan sudut pandang mata manusia (Human vie. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 KESIMPULAN Desain skematik Ruang Terbuka Publik dapat menjadi dasar dalam pengembangan perencanaan ruang sosial sebagai wadah bagi masyarakat untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam pengembangan usaha. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan masyarakat desa Pengampon dapat mengembangkan usaha di sektor non-pertanian, seperti usaha kecil dan menengah (UMKM), industri rumahan, jasa berbasis digital yang lebih berkelanjutan dalam jangka Panjang. Namun, tahapan yang harus dilaksanakan masih panjang setelah perencanaan desain 3D ini, dimulai dari pelaksanaan studi kelayakan hingga berhubungan dengan proses perencanaan kawasan Ruang Terbuka Publik di Desa Pengampon. Gambar 7. Perspektif Detail Setiap Zona Setelah diselesaikan dan disetujui oleh pihak pemerintah desa, hasil dari perencanaan skematik desain 3D ruang terbuka publik perwakilan masyarakat desa Pengampon agar mengetahui gambaran maksud dan tujuan pembuatan desain tersebut. Keseluruhan dokumen skematik desain perencanaan ruang terbuka publik tersebut kemudian diserahkan kepada pemerintah desa pengampon. Gambar 8. Sosialisasi hasil rancangan desain skematik dan penyerahan dokumen kepada pemerintah desa REFERENSI