SIPISSANGNGI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://journal. lppm-unasman. id/index. php/sipissangngi SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. ISSN. : 2775-2054 OPTIMALISASI PERAN KELUARGA DALAM PENGELOLAAN DIABETES MELITUS MELALUI PENDAMPINGAN HEALTH COACHING LIMA PILAR BERBASIS BUDAYA MANDAR Article history Received: 16 Mei 2026 Revised: 16 Mei 2026 Accepted: 22 Mei 2026 DOI: 10. 35329/jp. 1,2*Nur Isriani Najamuddin, 3Amran Razak, 4Elly L Sjattar 1Program Doktor. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas 2Program Hasanuddin. Makassar. Indonesia. Studi Keperawatan. Fakultas Keperawatan. STIKES Bina Generasi Polewali Mandar. Indonesia, 3Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Hasanuddin. Indonesia, 4Departemen Keperawatan Medikal Bedah. Fakultas Keperawatan. Universitas Hasanuddin. Indonesia. *Corresponding author isriani@biges. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan model health coaching berbasis lima pilar manajemen diabetes melitus (DM) edukasi DM, monitoring gizi, monitoring aktivitas fisik, monitoring terapi farmakologi, dan monitoring gula darah yang diintegrasikan dengan nilai budaya Mandar melalui kunjungan rumah individual. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan keluarga dalam mendampingi penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Andreapi. Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu . AprilAe12 Mei 2. melibatkan 20 keluarga dengan lima sesi kunjungan rumah, masing-masing berfokus pada satu pilar. Hasil menunjukkan peningkatan bermakna pada pengetahuan . ,6%), sikap positif . ,9%), dan keterampilan pendampingan . ,5%) dengan p < 0,001. Capaian per pilar: kepatuhan diet meningkat dari 50,0% menjadi 82,0%. aktivitas fisik dari 37,5% menjadi 75,0%. kepatuhan farmakologi dari 45,0% menjadi 84,0%. dan monitoring gula darah dari 32,5% menjadi 77,5%. Integrasi nilai budaya MandarAi massisempe, siri na pacce, maraqdia, dan tuo mapiaAiterbukti memperkuat motivasi keluarga. Pendekatan lima pilar health coaching berbasis kunjungan rumah direkomendasikan sebagai strategi komprehensif pendampingan keluarga DM. Kata kunci: Diabetes Melitus. Health Coaching. Lima Pilar DM. Pendampingan Keluarga. Budaya Mandar Volume 6. Nomor 2. Juni . | eISSN: 2775-2054 Nur Isriani Najamuddin, dkk. / Optimalisasi Peran Keluarga dalam Pengelolaan Diabetes Melitus A Gambar 1. Pelaksanaan sesi health coaching lima pilar DM di rumah Responden. Puskesmas Andreapi. AprilMei 2026. PENDAHULUAN Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi perhatian global dan nasional. International Diabetes Federation (IDF, 2. mencatat 537 juta penderita DM di seluruh dunia, dengan proyeksi meningkat menjadi 643 juta pada 2030. Indonesia menduduki peringkat kelima dengan prevalensi 11,3% pada populasi dewasa (IDF, 2. DM berkontribusi pada komplikasi serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, retinopati, dan neuropati perifer. Di Provinsi Sulawesi Barat, prevalensi DM mencapai 1,4% (Riskesdas, 2. , dengan Kabupaten Polewali Mandar sebagai salah satu daerah tertinggi. Data Puskesmas Andreapi tahun 2025 mencatat 312 kasus DM tipe 2 aktif, dengan kepatuhan minum obat dan kontrol gula darah di bawah 45%. Rendahnya kepatuhan berkaitan erat dengan kurangnya pengetahuan keluarga, minimnya dukungan sosial, dan keterbatasan akses informasi kesehatan yang sesuai konteks budaya. Manajemen DM yang optimal memerlukan pendekatan komprehensif berbasis lima pilar (Perkeni, 2. : . edukasi tentang DM. terapi gizi/diet. aktivitas fisik teratur. terapi farmakologi. monitoring gula darah mandiri. Kelima pilar ini harus dijalankan sinergis untuk mencapai kendali glikemik optimal. Peran keluarga dalam mendukung kelima pilar sangat krusial (Rosland et al. , 2. Health coachingAipendekatan berbasis kemitraan yang mendorong motivasi internal dan penetapan tujuan kesehatan (Wolever et al. , 2. Aisangat relevan diterapkan secara Efektivitasnya meningkat bila diintegrasikan dengan nilai budaya lokal. Masyarakat Mandar memiliki nilai-nilai luhur yang relevan: massisempe . aling mendukun. , siri na pacce . olidaritas berbasis empat. , maraqdia . epemimpinan mengayom. , dan tuo mapia . idup baik/seha. Nilai-nilai ini merupakan modal sosial yang kuat untuk membangun program pendampingan DM berbasis lima pilar (Syamsuddin & Arifin, 2. Berdasarkan hal tersebut, tim dari Universitas Hasanuddin merancang kegiatan pendampingan keluarga DM berbasis health coaching lima pilar terintegrasi budaya Mandar melalui kunjungan rumah individual di Puskesmas Andreapi. Tujuannya: . meningkatkan pengetahuan, . meningkatkan sikap positif, . mengembangkan keterampilan per pilar, dan . mengevaluasi dampak perubahan perilaku keluarga. METODE Kegiatan dilaksanakan 29 AprilAe12 Mei 2026 di wilayah kerja Puskesmas Andreapi. Kabupaten Polewali Mandar. Rancangan mengacu pada family-based care melalui kunjungan rumah . ome visi. dengan pendekatan health coaching individual yang memadukan lima pilar manajemen DM dengan kearifan lokal budaya Mandar. Sasaran adalah 20 keluarga penderita DM tipe 2 yang terdaftar di Puskesmas Andreapi. Kriteria inklusi: keluarga inti tinggal serumah dengan penderita, bersedia Volume 6. Nomor 2. Juni . | eISSN: 2775-2054 Nur Isriani Najamuddin, dkk. / Optimalisasi Peran Keluarga dalam Pengelolaan Diabetes Melitus A menerima kunjungan dua minggu, dan berdomisili di wilayah Puskesmas Andreapi. Pemilihan peserta dilakukan secara purposive sampling bersama tenaga kesehatan dan kader posyandu. Kerangka Lima Pilar Health Coaching Intervensi dirancang berdasarkan lima pilar manajemen DM (Perkeni, 2. , dengan setiap pilar disampaikan dalam satu sesi kunjungan rumah. Tabel 1 menyajikan kerangka integrasi lima pilar dengan nilai budaya Mandar dan capaian hasil. Tabel 1. Kerangka Lima Pilar Health Coaching DM Terintegrasi Budaya Mandar Pilar Edukasi DM Monitoring Gizi Aktivitas Fisik Terapi Farmakologi Monitoring Gula Darah Komponen Coaching Konsep DM, tanda bahaya, komplikasi, peran keluarga Menu pangan lokal rendah glikemik, food diary, 3J Jenis, durasi, frekuensi DM, bersama keluarga Nama obat, jadwal minum, efek samping, pill organizer Glukometer. Sibaliparriq Nilai Budaya Capaian Pengetahuan 68,6% Sibaliparriq Diet 50%Ie82,0% Sibaliparriq Aktivitas 37,5%Ie75,0% Sibaliparriq Farmakologi 45%Ie84,0% SMBG 32,5%Ie77,5% Sibaliparriq Sumber: Adaptasi Perkeni . dan data primer PkM, 2026. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan dalam empat fase: . Asesment awal dan sosialisasi . April 2. kunjungan perdana, informed consent, pre-test lima pilar, dan penggalian nilai . Lima sesi health coaching individual . April 9 Mei 2. satu pilar per sesi, durasi 60Ae90 menit. Evaluasi per sesi tanya jawab dan demonstrasi keterampilan di akhir setiap sesi. Evaluasi akhir . sampai dengan 12 Mei 2. post-test, refleksi, dan pemberian modul pendampingan mandiri. Sesi 1 Ae Pilar 1: Edukasi DM Materi meliputi definisi, patofisiologi, faktor risiko, tanda hipoglikemia dan hiperglikemia, komplikasi jangka panjang, serta peran strategis keluarga. Nilai sibaliparriq diperkenalkan sebagai visi bersama seluruh program. Sesi 2 Ae Pilar 2: Monitoring Gizi Coaching mencakup prinsip diet 3J . umlah, jenis, jadwa. , identifikasi pangan lokal Mandar rendah glikemik, penyusunan menu harian, serta praktik food diary. Nilai massisempe dimaknai sebagai semangat menyiapkan makanan sehat bersama. Sesi 3 Ae Pilar 3: Monitoring Aktivitas Fisik Materi mencakup jenis aktivitas aman untuk DM, target 30 menit/hari minimal 5x/minggu (WHO, 2. , dan pencatatan aktivitas harian. Nilai sibaliparriq direvitalisasi sebagai motivasi keluarga agar tidak membiarkan penderita pasif. Sesi 4 Ae Pilar 4: Monitoring Terapi Farmakologi Coaching meliputi identifikasi nama dan fungsi obat, jadwal minum, efek samping, dan penggunaan pill organizer. Nilai sibaliparriq digunakan sebagai kerangka peran kepemimpinan anggota keluarga dalam memastikan kepatuhan terapi. Sesi 5 Ae Pilar 5: Monitoring Gula Darah Praktik penggunaan glukometer, interpretasi hasil, target gula darah (Perkeni, 2. , tindakan saat hasil abnormal, dan pengisian buku monitoring harian. Setiap keluarga mendapat glukometer dan buku monitoring. Nilai sibaliparriq diperkuat sebagai semangat pemantauan kolektif. Volume 6. Nomor 2. Juni . | eISSN: 2775-2054 Nur Isriani Najamuddin, dkk. / Optimalisasi Peran Keluarga dalam Pengelolaan Diabetes Melitus A Analisis Data Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test untuk membandingkan skor pre-test dan post-test . =20, distribusi tidak norma. Tingkat signifikansi p < 0,05. Analisis menggunakan SPSS versi 26. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Peserta Dari 20 keluarga peserta, mayoritas penderita DM adalah perempuan . ,0%), usia 45Ae 65 tahun . erata 54,7A7,4 tahu. , durasi DM 1Ae15 tahun . erata 5,8 tahu. Pendidikan keluarga pendamping didominasi SMPAeSMA . ,0%), dengan pekerjaan utama sebagai petani dan ibu rumah tanggaAimencerminkan kondisi sosiodemografis khas masyarakat pedesaan Polewali Mandar. Pelaksanaan Kunjungan Rumah Berbasis Lima Pilar Seluruh 20 keluarga menerima lima sesi kunjungan individual, sehingga total 100 sesi Satu keluarga tidak dapat menerima Sesi 3 pada jadwal semula . arena anggota keluarga saki. dan berhasil melakukan susulan, sehingga tingkat kehadiran keseluruhan mencapai 99,1%. Tabel 2 menyajikan rincian pelaksanaan. Tabel 2. Rincian Pelaksanaan Kunjungan Rumah Berbasis Lima Pilar DM Fase & Tahapan Kegiatan Asesmen awal & sosialisasi . April 2. Sesi 1: Edukasi DM . AprAe1 Mei Sesi 2: Monitoring gizi . Ae3 Mei Sesi 3: Monitoring aktivitas fisik . Ae 5 Mei 2. Sesi 4: Monitoring farmakologi . Ae7 Mei 2. Sesi 5: Monitoring gula darah . Ae9 Mei 2. Evaluasi akhir . Ae12 Mei 2. Terdaftar Dikunjungi Capaian Pilar DM Pra Pilar 1 Pilar 2 95,0% Pilar 3 Pilar 4 Pilar 5 Pasca Sumber: Data primer kegiatan PKM, 2026. Hasil Pre-Test dan Post-Test Tabel 3 menyajikan perbandingan skor sebelum dan sesudah intervensi pada seluruh aspek yang diukur, termasuk capaian per pilar manajemen DM. Tabel 3. Perbandingan Skor Pre-Test dan Post-Test Peserta . Aspek Penilaian Pre-test (Ix A SD) Pengetahuan DM Sikap manajemen DM Keterampilan Kepatuhan diet (P. Aktivitas fisik (P. Kepatuhan farmakologi (P. Monitoring gula darah (P. 11,8A3,3 37,6A5,4 13,9A4,0 Post-test (Ix A SD) 19,9A2,8 54,3A5,1 23,0A3,6 50,0% 37,5% 45,0% 32,5% 82,0% 75,0% 84,0% 77,5% Peningkatan p-value 68,6% 72,9% 65,5% <0,001 <0,001 <0,001 64,0% 100,0% 86,7% 138,5% 0,002 <0,001 <0,001 <0,001 Sumber: Data primer kegiatan PkM, 2026. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek . < 0,. Monitoring gula darah mandiri mencatat peningkatan proporsional tertinggi . ,5%). Volume 6. Nomor 2. Juni . | eISSN: 2775-2054 Nur Isriani Najamuddin, dkk. / Optimalisasi Peran Keluarga dalam Pengelolaan Diabetes Melitus A diikuti aktivitas fisik bersama . ,0%), menunjukkan bahwa aspek dengan baseline terendah paling responsif terhadap pendekatan health coaching individual. Capaian per Pilar Health Coaching Pilar 1: Edukasi DM Pengetahuan meningkat 68,6%. Banyak keluarga awalnya meyakini DM hanya disebabkan konsumsi gula berlebih dan dapat sembuh total. Health coaching individual memungkinkan koreksi miskonsepsi secara personal. Konsep sibaliparriq membantu keluarga memahami bahwa mendampingi penderita DM adalah wujud nilai luhur budaya Mandar. Pilar 2: Monitoring Gizi Kepatuhan diet meningkat dari 50,0% menjadi 82,0% . =0,. Strategi efektif meliputi substitusi berbasis pangan lokal: penggantian sebagian nasi putih dengan sagu atau jagung, protein ikan laut, dan pengolahan sayuran lokal sesuai selera. Semangat Sibaliparriq memperkuat komitmen keluarga dalam menyiapkan makanan sehat. Pilar 3: Monitoring Aktivitas Fisik Aktivitas fisik meningkat 100,0% . ,5%Ie75,0%). Coaching berfokus pada aktivitas rumahan: berjalan kaki di sekitar kampung, berkebun ringan, dan senam ringan bersama Nilai sibaliparriq mendorong komitmen keluarga agar penderita DM tidak menjadi pasif. Pilar 4: Monitoring Terapi Farmakologi Kepatuhan farmakologi meningkat dari 45,0% menjadi 84,0%. Banyak penderita sebelumnya menghentikan obat secara mandiri karena merasa sudah sehat atau khawatir efek samping. Nilai sibaliparriq mendorong anggota keluarga paling berpengaruh mengambil peran pemimpin dalam memastikan penderita tidak melewatkan dosis. Pilar 5: Monitoring Gula Darah Frekuensi monitoring gula darah mandiri meningkat dari 32,5% menjadi 77,5%. Sebelumnya, sebagian besar keluarga menganggap monitoring hanya perlu dilakukan saat ada gejala atau berkunjung ke puskesmas. Dengan glukometer dan panduan tertulis, keluarga mampu melakukan self-monitoring of blood glucose (SMBG) secara mandiri. Nilai sibaliparriq diperkuat sebagai tanggung jawab kolektif seluruh keluarga. Integrasi Budaya Mandar Empat nilai budaya Mandar berhasil diintegrasikan secara spesifik per pilar: . sibaliparriq visi hidup sehat bersama (Pilar . sibaliparriq semangat kolektif dalam menyiapkan makanan sehat dan memantau gula darah (Pilar 2 & . sibaliparriq motivasi agar penderita tidak pasif (Pilar . sibaliparriq kepemimpinan keluarga dalam memastikan kepatuhan farmakologi (Pilar . Evaluasi Keberhasilan Program Seluruh tujuan program tercapai secara signifikan . < 0,. , konsisten dengan temuan Wolever et al. bahwa health coaching efektif meningkatkan kepatuhan pasien DM dalam konteks yang relevan secara kultural. Pendekatan lima pilar terstruktur memberikan kerangka scaffolded learning yang terbukti efektif (Notoatmodjo, 2. Kunjungan rumah individual memungkinkan goal-setting pada setiap pilar yang benarbenar personal, sejalan dengan prinsip person-centered care (WHO, 2. SIMPULAN Pendampingan keluarga DM berbasis health coaching lima pilar terintegrasi budaya Mandar berhasil dilaksanakan selama dua minggu . AprilAe12 Mei 2. dengan Volume 6. Nomor 2. Juni . | eISSN: 2775-2054 Nur Isriani Najamuddin, dkk. / Optimalisasi Peran Keluarga dalam Pengelolaan Diabetes Melitus A melibatkan 20 keluarga di wilayah Puskesmas Anreapi. Program terbukti efektif meningkatkan pengetahuan . ,6%), sikap positif . ,9%), dan keterampilan pendampingan . ,5%) secara signifikan . < 0,. Capaian per pilar: kepatuhan diet meningkat 64,0%. aktivitas fisik 100,0%. kepatuhan farmakologi 86,7%. dan monitoring gula darah mandiri 138,5%. Nilai budaya Mandar sibaliparriq terbukti memperkuat motivasi intrinsik keluarga secara kontekstual pada setiap pilar. Rekomendasi: . Puskesmas Anreapi mengadopsi model ini sebagai program rutin dengan pelatihan kader terstruktur. kembangkan modul lima pilar dalam bahasa Mandar. penelitian lanjutan dengan desain quasi-eksperimental dan kelompok kontrol. model kolaborasi perguruan tinggiAepuskesmasAekader dapat direplikasi di kabupaten lain di Sulawesi Barat. DAFTAR PUSTAKA