Persepsi Terhadap Perilaku AuPATUHAy Pada Penderita Hipertensi Perceptions of "PATUHAy Behavior in Individuals with Hypertension Rahel Gusnita Silaen1. Lolita Sary2. Christin Angelina Febriani2. Wayan Aryawati2. Samino2 Prodi Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati. Lampung. Indonesia Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati. Lampung. Indonesia Korespondensi Penulis : rahelsilaenrgs@gmail. ABSTRACT Hypertension is a condition where systolic blood pressure is >140 mmHg and/or diastolic >90 mmHg (Ministry of Health, 2. The purpose of this study was to determine the perception of "ADHERENT" behavior among hypertensive patients at Katibung Inpatient Health Center. South Lampung Regency. This was a quantitative cross-sectional study. The population was hypertensive patients aged 15-59 years. Based on the Krejcie table, the sample size was 155 people. Purposive sampling was used. Data was collected using a questionnaire and analyzed using chi-square and logistic regression. The results showed that there was a relationship between perceived susceptibility . -value=0. OR=2. perceived severity . -value=0. OR=. , perceived benefits . -value=0. OR=3. and self-efficacy . -value=0. OR=2. with adherent behavior. There was no relationship between perceived barriers . -value=0. and adherent behavior. The factor most associated with "ADHERENT" behavior was perceived benefits, with a p-value 028 and OR of 2. It is recommended that the health center continuously deliver messages through audio, visual, or audiovisual promotional media to increase the perception of the benefits of ADHERENT behavior, and advocate to formal and informal influential officials. Keywords: Health Belief Model. Hypertension. PATUH. Perception ABSTRAK Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik >140 mmHg dan/atau diastolik >90 mmHg (Kemenkes, 2. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya Persepsi terhadap perilaku AuPATUHAy pada penderita hipertensi di UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung Kabupaten Lampung Selatan. Jenis penelitian ini kuantatif dengan rancangan potong lintang. Populasi penderita hipertensi Usia 15 tahun-59 tahun. Berdasarkan Tabel Kretjie sampel diperoleh sebesar 155 orang. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Alat ukur kuesioner dan data dianalisis menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan persepsi kerentanan . -value=0,031 OR=2,. , persepsi keparahan penyakit . -value=0,001 OR=. , persepsi manfaat . -value=0,000 OR=3,. keyakinan diri . -value=0,006 OR=2,. dengan perilaku PATUH. Tidak ada hubungan persepsi hambatan . value=0,. dengan perilaku PATUH. Faktor yang paling berhubungan dengan perilaku AuPATUHAy adalah persepsi manfaat p-value=0,028 OR=2,7. Hendaknya Puskesmas melakukan pemberian pesan terus menerus melalui media promosi audio, visual ataupun audio visual untuk meningkatkan persepsi manfaat perilaku PATUH, serta melakukan advokasi kepada pejabat formal non formal berpengaruh. Kata Kunci: Health Belief Model. Hipertensi. PATUH. Persepsi PENDAHULUAN Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah sistolik >140 mmHg dan/atau diastolik >90 mmHg (Kemenkes, 2. Diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi, sebagian besar . ua pertig. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 135-144 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Persepsi terhadap Perilaku AuPATUHAyA. (Rahel Gustina Silaen. Lolita Sary, dk. tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (WHO, 2. Berdasarkan sensus penduduk 70,72% Indonesia didominasi oleh kelompok usia produktif . Ae64 tahu. Pertumbuhan penduduk usia produktif dan usia lanjut di Indonesia tidak selaras dengan pertumbuhan kualitas tahun hidupnya. Menurut data WHO tahun 2019. Rerata Healthy Adjusted Life Expectancy (HALE)/ tahun hidup berkualitas penduduk Indonesia adalah 62,8 tahun dari standar usia harapan hidup 71,3 tahun, artinya terdapat 8,5 tahun yang hilang karena kualitas hidup yang buruk akibat menderita Penyakit Tidak Menular (PTM) dan disabilitas yang ditimbulkan akibat penyakit tidak menular salah satunya hipertensi (Kemenkes RI, 2. Prevalensi penyakit hipertensi pada penduduk > 18 tahun di Indonesia berdasarkan pengukuran secara nasional sebesar 34,11% meningkat dari semula 25,8% pada 2013 dengan kelompok tertinggi pada usia 75 tahun keatas sebesar 20,04%, usia 65-74 tahun sebesar 23,31%, usia 55-64 tahun sebesar 18,31%, usia 45-54 tahun sebesar 12,62%, usia 35-44 tahun sebesar 5,73%, usia 25-34 tahun sebesar 2,07% dan usia 18-24 tahun sebesar 0,79% (Kemenkes RI. Prevalensi hipertensi secara nasional terus mengalami peningkatkan semula sebesar 28,5% pada tahun 2013 dan meningkat sebesar 34,11% pada tahun 2018 (P2PTM Kemenkes RI, 2. Prevalensi terdiagnosis oleh Dokter di Provinsi Lampung 15,10% kelompok tertinggi pada usia 75 tahun keatas sebesar 37,89%, usia 65-74 tahun sebesar 36,47%, usia 55-64 tahun sebesar 29,97%, usia 45-54 tahun sebesar 21,27%, usia 25-34 tahun sebesar 3,34%, usia 18-24 sebesar 2,37%. Prevalensi Hipertensi Kabupaten Lampung Selatan terdiagnosis oleh Dokter sebesar 12,5% (Kemenkes RI, 2019. Berdasarkan telaah penelitian (Soesanto & Marzeli, 2. di Mranggen. Demak mendapatkan hasil ada hubungan antara persepsi manfaat dan persepsi hambatan dengan perilaku Kesehatan lanjut usia penderita hipertensi . -value 0,. Penelitian (Laili et al. , 2. di Kabupaten Trengalek semakin tinggi Health belief model pada individu maka semakin tinggi pula kepatuhan minum obatnya . -value 0,. Penelitian (Hardiani, mendapatkan hasil terdapat hubungan Kerentanan hambatan dengan perilaku sehat lansia penderita hipertensi di . value 0,. Penelitian (Aini et al. , 2. di Demak mendapatkan hasil adanya hubungan persepsi kerentanan . =0,. , persepsi keparahan . =0,. , persepsi manfaat . =0,. , . =0,. dan faktor isyarat untuk bertindak . =0,. dengan perilaku merokok pada penderita hipertensi. Penelitian (Aly, 2. di Kabupaten Majalengka mendapatkan hasil terdapat persepsi kerentanan . value 0,. , persepsi keseriusan . value 0,. , persepsi manfaat . value 0,. , persepsi hambatan. value 0,. , isyarat untuk bertindak . value 0,. dan efikasi diri . value 0,. dalam perilaku pengendalian hipertensi. Estimasi penderita hipertensi di UPT. Puksesmas Rawat Inap Katibung tahun 2024 sebesar 989 orang. Penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar . ibandingkan dengan estimasi penderita hipertens. hanya sebanyak 67,6% . (UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung, 2. Belum pernah dilakukan penelitian sebelumnya terkait persepsi perilaku PATUH pada penderita hipertensi di lokasi Peneliti melakukan prasurvey pada 10 orang penderita hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung selama 29-30 Desember 2023 didapatkan hasil hanya terdapat 40% penderita hipertensi yang melakukan seluruh komponen perilaku PATUH. Sebanyak 40% menyatakan setuju bahwa semua orang rentan terkena terutama yang memiliki faktor risiko, menyadari dan menerima dirinya memang penderita hipertensi, hipertensi adalah penyakit serius dan menimbulkan kesakitan. Sebanyak 50% menyatakan setuju jika hipertensi dapat menimbulkan komplikasi dan morbiditas. Sejumlah 70% lainnya Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 135-144 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Persepsi terhadap Perilaku AuPATUHAyA. (Rahel Gustina Silaen. Lolita Sary, dk. menyatakan PATUH bermanfaat bagi penderita hipertensi mengontrol tekanan Sebanyak 70% menyatakan kesulitan melaksanakan PATUH, hanya minum obat antihipertensi saat merasa sakit, berobat ke fasilitas kesehatan jika merasakan hipertensi kambuh, lebih percaya dengan obat herbal dibandingkan obat medis. Sebanyak 30% menyatakan yakin memiliki kemampuan diri untuk mampu mengelola, mengontrol hipertensi yang diderita agar tidak jatuh pada kondisi komplikasi. Dari uraian diatas oleh karena itu penelitian mengenai persepsi terhadap perilaku AuPATUHAy pada hipertensi di UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung Kabupaten Lampung Selatan. METODE Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross sectional. Subjek penelitian ini hipertensi Usia 15 tahun-59 tahun yang berdomisili di wilayah kerja puskesmas rawat inap Katibung sebanyak 267 orang. Berdasarkan Tabel Kretjie diperoleh sebesar 155 orang. Kriteria inklusi sampel adalah sudah terdiagnosis hipertensi/darah tinggi, berusia 15-59 Bersedia Penelitian Posbindu yang tersebar di desa wilayah Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Alat ukur kuesioner dan data dianalisis menggunakan chi square dan regresi logistik. HASIL Karakteristik Informan Tabel 1 Karakteristik Informan Variabel Kategori Umur Menurut BPS Jenis Kelamin 20-24 Tahun 25-29 tahun 30-34 tahun 35-39 tahun 40-44 tahun 45-49 tahun 50-54 tahun 55 tahun Total Laki-laki Perempuan Total Responden yang berpartisipasi dalam penelitian terbanyak berada pada umur 30-34 tahun sebanyak 54 . ,8%), umur 35-39 tahun sebesar 51 . ,9%), umur 40-44 tahun sebanyak 32 . ,6%). Responden yang berpartisipasi dalam penelitian berjenis kelamin laki-laki sebanyak 77 . ,7%) dan perempuan 76 orang sebanyak . ,3%). Tabel 2 Distribusi Frekuensi univariat Variabel Perilaku PATUH Persepsi Persepsi Keparahan Persepsi Manfaat Persepsi Hambatan Kategori Melakukan Tidak melakukan Positif/Tinggi Negatif/Rendah Positif/Tinggi Negatif/Rendah Positif/Tinggi Negatif/Rendah Positif/Tinggi Negatif/Rendah Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 135-144 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Persepsi terhadap Perilaku AuPATUHAyA. (Rahel Gustina Silaen. Lolita Sary, dk. Persepsi Keyakinan Diri Positif/Tinggi Negatif/Rendah Berdasarkan tabel 2 diketahui Responden berdasarkan Health Belief Model (HBM): erceived susceptibilit. positif/tinggi sebanyak 68 orang . ,9%), persepsi keparahan . erceived positif/tinggi . ,1%), persepsi manfaat . erceived benefi. positif/tinggi sebanyak 62 orang . %), persepsi hambatan . erceived barrie. positif/tinggi sebanyak 62 orang . %), melakukan tindakan menghadapi situasi (Perceived positif/tinggi sebanyak 52 orang . ,5%). Tabel 3 Distribusi Frekuensi Bivariat Variabel Kategori Perilaku PATUH Tidak n (%) n (%) 47. Persepsi Positif/Tinggi Negatif/Renda Persepsi Keparahan Positif/Tinggi Negatif/Renda Positif/Tinggi Negatif/Renda Positif/Tinggi Negatif/Renda 43. Positif/Tinggi Negatif/Renda 39. Persepsi Manfaat Persepsi Persepsi Keyakinan Diri Berdasarkan tabel 3 Terdapat . erceived susceptibilit. dengan perilaku AuPATUHAy value=0,031 OR=2,1. Terdapat hubungan persepsi keparahan penyakit . erceived severit. dengan perilaku AuPATUHAy p value=0,001 OR=3,5. Terdapat hubungan persepsi manfaat Variabel Manfaat Jumlah . Tabel 4 merupakan permodelan terakhir didapatkan Faktor yang paling berhubungan dengan perilaku AuPATUHAy . % CI) . ,14,. 0,00 . ,67,. ,98,. 0,00 0,06 0,00 . ,46,. erceived benefi. dengan perilaku AuPATUHAy p value=0,000 OR=3,9. Tidak terdapat hubungan persepsi hambatan . erceived barrie. dengan perilaku AuPATUHAy value=0,068. Terdapat hubungan keyakinan diri (Per Perceived self efficac. dengan perilaku AuPATUHAy p value=0,006 OR=2,9 Tabel 4 Distribusi Frekuensi Multivariat p-value 1,007 0,03 0,028 2,737 95%CI 1,11 6,731 adalah persepsi manfaat p value=0,028 OR=2,7 Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 135-144 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Persepsi terhadap Perilaku AuPATUHAyA. (Rahel Gustina Silaen. Lolita Sary, dk. PEMBAHASAN Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa dari 68 orang responden yang berperilaku PATUH terdapat 47 orang . ,1%) sedangkan dari 87 orang responden memiliki persepsi kerentanan negatif dan berperilaku PATUH ada 44 orang . ,6%). Terdapat hubungan berperilaku PATUH p-value sebesar 0,00 nilai Odds Ratio (OR) sebesar 2,1. Analisa peneliti berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan Hipertensi menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya. Tidak hanya di Indonesia tapi di dunia, karena hipertensi ini merupakan salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes, stroke. Hipertensi adalah faktor risiko penyebab kematian berdasarkan angka Disability Adjusted Life YearAos (DAILY. untuk semua kelompok Berdasarkan DAILYs tersebut, tiga faktor risiko tertinggi pada laki-laki yaitu merokok, peningkatan tekanan darah sistolik, dan peningkatan kadar gula. Sedangkan faktor risiko pada wanita yaitu peningkatan tekanan darah sistolik, peningkatan kadar gula darah dan IMT tinggi. Menurut data Sample Registration System (SRS) Indonesia tahun 2014. Hipertensi dengan komplikasi . ,3%) merupakan penyebab kematian nomor 5 . pada semua umur. Sedangkan berdasarkan data International Health Metrics Monitoring and Evaluation (IHME) tahun 2017 di Indonesia, penyebab disebabkan oleh Stroke, diikuti dengan Penyakit Jantung Iskemik. Diabetes. Tuberkulosa. Sirosis. PPOK. Alzheimer. Infeksi saluran napas bawah dan Gangguan neonatal serta kecelakaan lalu lintas. Data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menyebutkan bahwa biaya pelayanan hipertensi mengalami peningkatan setiap tahunnya yaitu pada tahun 2016 sebesar 2,8 Triliun rupiah, tahun 2017 dan tahun 2018 sebesar 3 Triliun rupiah. (Kemenkes RI, 2019. Sehingga sangat mendesak untuk dilakukan edukasi penyadaran kepada pasien bahwa situasi penyakit hipertensi dinamis dan setiap momennya memiliki risiko kerentanan. Hubungan penyakit . erceived severit. dengan AuPATUHAy hipertensi di UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung Kabupaten Lampung Selatan Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa dari 56 orang responden yang persepsi keparahan positif dan berperilaku PATUH terdapat 43 orang . ,8%) sedangkan dari 99 orang responden memiliki persepsi keparahan negatif dan berperilaku PATUH ada 48 orang . ,5%). Terdapat hubungan antara persepsi keparahan dan perilaku PATUH p-value sebesar 0,00 nilai Odds Ratio (OR) sebesar 3,5. Teori yang terkait mitos tentang berbahaya dan harus dikhawatirkan. Pemahaman ini muncul karena terkadang seseorang tidak menunjukkan gejala signifikan saat menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi. Adanya anggapan hipertensi tidak dapat dicegah. Walaupun hipertensi bisa terjadi karena faktor genetik, namun bukan berarti kondisi tekanan darah tinggi tidak bisa dicegah, hipertensi tidak bisa disembuhkan dan pengobatan medis adalah sia-sia (Predi. Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian (Aly, 2. di Kabupaten Majalengka mendapatkan hasil terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi keseriusan . value 0,. dalam perilaku pengendalian hipertensi, begitu pula dengan hasil penelitian (Aini et al. , 2. di Demak mendapatkan hasil adanya hubungan persepsi keparahan . =0,. dengan perilaku merokok pada penderita Analisa peneliti berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan kondisi berpengaruh dalam memicu kondisi tekanan darah. Orang-orang yang tidak mampu mengelola stres cenderung lebih mudah terkena kenaikan tekanan darah dan kondisi risiko komplikasi jika tekanan darah tidak terkontrol solusi yang peneliti tawarkan adalah menjalani pola hidup sehat dalam kerangka PATUH dini sangat penting untuk diakukan. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 135-144 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Persepsi terhadap Perilaku AuPATUHAyA. (Rahel Gustina Silaen. Lolita Sary, dk. Hubungan . erceived benefi. dengan perilaku AuPATUHAy penderita hipertensi di UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung Kabupaten Lampung Selatan Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa dari 62 orang responden yang persepsi manfaat positif dan berperilaku PATUH terdapat 48 orang . ,48%) sedangkan dari 93 orang responden memiliki persepsi manfaat negatif dan berperilaku PATUH ada 43 orang . ,2%). Terdapat hubungan antara persepsi manfaat dan perilaku PATUH p-value sebesar 0,00 nilai Odds Ratio (OR) sebesar 3,9. Teori yang terkait persepsi manfaat melakuka perilaku PATUH salah satunya adalah melakukan diet DASH/Dietary Approaches Stop Hypertension. Penyakit kronis yang berhubungan dengan pola makan dan obesitas telah menjadi penyebab kematian yang signifikan. Obesitas telah dikaitkan dengan faktor etiologi yang signifikan pada diabetes, hipertensi, kanker, dan penyakit arteri (J. Challa et al. , 2. Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian (Soesanto & Marzeli, 2. di Mranggen. Demak ada hubungan antara Kesehatan lanjut usia penderita hipertensi . -value 0,. Penelitian (Aini et al. di Demak mendapatkan hasil adanya hubungan persepsi manfaat . =0,. dengan perilaku merokok pada penderita hipertensi. Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian (Aly, 2. di Kabupaten Majalengka mendapatkan hasil terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi manfaat . value 0,000 dalam perilaku pengendalian hipertensi. Analisa peneliti berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan solusi yamg peneliti tawarkan adalah mempraktikan intervensi pola makan tertentu seperti diet DASH serta modifikasi gaya hidup lainnya dan bermanfaat dalam mengobati untuk mengontrol hipertensi. Diet DASH adalah program diet yang menekankan pada dengan meningkatkan konsumsi buahbuahan, sayur-sayuran, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak. Tujuannya adalah untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan risiko penyakit lainnya seperti penyakit jantung. Diet DASH yang dilakukan dengan tepat diketahui dapat menurunkan tekanan darah dalam waktu dua minggu. Program diet ini juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Tekanan darah tinggi dan LDL merupakan dua faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Intervensi pola makan saja yang dapat menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 6 hingga 11 mm Hg. Diet DASH sebagai tambahan penting untuk terapi farmakologis dan pengelolaan berat badan. Hubungan . erceived barrie. dengan perilaku AuPATUHAy penderita hipertensi di UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung Kabupaten Lampung Selatan Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa dari 45 orang responden yang persepsi hambatan positif dan berperilaku PATUH terdapat 32 orang . ,1%) sedangkan dari 110 orang responden memiliki persepsi hambatan negatif dan berperilaku PATUH ada 59 orang . ,6%). Tidak terdapat hubungan antara persepsi hambatan dan perilaku PATUH p-value sebesar 0,06 . Teori hambatan merupakan konsep persepsi seseorang mengenai seberapa besar derajat rintangan dalam melakukan perilaku kesehatan. Seseorang dengan persepsi hambatan baik mengaggap bahwa rintangan yang dihadapi tidak begitu besar. Seseorang tidak melakukan upaya kegiatan atau perilaku sehat dikarenakan takut membebani, keluarga pekerjaan karena harus menyisihkan Persepsi hambatan merupakan persepsi terhadap aspek negatif yang menghalangi individu untuk melakukan tidakan kesehatan, seperti membutuhkan pengalaman tidak menyenangkan, dan rasa sakit, sehingga salah satu dari alasan tersebut individu akan berfikir dengan melakukannya akan sulit (Soesanto & Marzeli, 2. Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian (Aly, 2. di Kabupaten Majalengka mendapatkan hasil terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi hambatan . value 0,. dalam Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 135-144 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Persepsi terhadap Perilaku AuPATUHAyA. (Rahel Gustina Silaen. Lolita Sary, dk. (Soesanto & Marzeli, 2. di Mranggen. Demak ada hubungan antara persepsi hambatan dengan perilaku Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian Kesehatan lanjut usia penderita hipertensi . -value 0,. Begitu juga hasil penelitian (Hardiani, 2. mendapatkan hasil hambatan dengan perilaku sehat lansia penderita hipertensi di . value 0,. Penelitian (Aini et al. , 2. di Demak mendapatkan hasil adanya hubungan persepsi hambatan . =0,. dengan Analisa peneliti berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan hambatan dalam melakukan PATUH diantaranya adalah akses ke pelayanan kesehatan untuk memeriksakan tekanan darah, tidak memiliki ekonomi yang cukup untuk membeli pengukur tekanan darah sendiri sehingga dapat melakukan cek tekanan darah mandiri di rumah. Tidak memiliki waktu untuk beraktifitas fisik/berolahraga, ataupun mengkonsumsi makanan tinggi merokok dan kebiasaan makan yang sulit Solusi yang peneliti taarkan yaitu memanfaatkan layanan posbindu terdekat yang ada di desa sebagai wadah UKBM tekanan darah, pemeriksaan kolestrrol lab diet gizi seimbang dapat mempergunakan buah dan sayur local dan untuk akktifitas fisik dapat bergabung dengan klub prolanis di FKTP masingmasing. Hubungan Persepsi keyakinan diri (Perceived self efficac. AuPATUHAy hipertensi di UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung Kabupaten Lampung Selatan Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa dari 52 orang responden yang persepsi keyakinan diri positif dan berperilaku PATUH terdapat 39 orang . ,0%) sedangkan dari 103 orang responden memiliki persepsi keyakinan diri negatif dan berperilaku PATUH ada 52 orang . ,5%). Terdapat hubungan antara persepsi keyakinan diri dan perilaku PATUH p-value sebesar 0,00 nilai Odds Ratio (OR) sebesar 2,9. Teori yang terkait adalah individu akan cenderung memilih melakukan tugas dimana ia merasa memiliki kemampuan yang lebih tinggi untuk menjalankannya, dibandingkan perilaku sehat. Hal ini menunjukkan bahwa self-efficacy menjadi pemicu munculnya suatu perilaku (Lianto. Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian (Aini et al. , 2. di Demak hubungan faktor isyarat untuk bertindak . =0,. dengan perilaku merokok pada penderita hipertensi. Penelitian (Aly. Kabupaten Majalengka mendapatkan hasil terdapat hubungan yang bermakna antara efikasi diri . value 0,. dalam perilaku pengendalian Analisa peneliti berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan individu dengan self efikasi rendah tidak akan mampu menghadapi tantangan dalam melakukan perilaku tertentu. Cenderung membesar-besarkan masalah yang akan Mereka merasa pesimis, mudah putus asa, dan Solusi yang peneliti tawarkan adalah mengedukasi penderita hipertenti agar membentuk dirinya menjadi orang self-efficacy diharapkan akan menganggap tugastugas berat yang dihadapai dalam mempraktikan prilaku PATUH sebagai tantangan yang menarik untuk diatasi. Berupaya menanamkan pikiran positif agar pikiran dan perasaannya lebih terbuka untuk menemukan solusi bagi permasalahan yang dihadapi dalam mempraktikan perilaku PATUH. Faktor yang paling berhubungan dengan perilaku AuPATUHAy penderita hipertensi berdasarkan teori Health Belief Model (HBM) di UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung Kabupaten Lampung Selatan Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa variabel yang paling dominan berhubungan dengan perilaku AuPATUHAy penderita hipertensi adalah persepsi manfaat p value 0,02 dengan OR=2,7. Responden manfaat berpeluang memiliki perilaku Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 135-144 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Persepsi terhadap Perilaku AuPATUHAyA. (Rahel Gustina Silaen. Lolita Sary, dk. PATUH sebesar 2,7 kali lebih besar dibandingan responden tidak patuh. Teori yang terkait pengobatan hipertensi adalah pengobatan jangka panjang, bahkan seumur hidup, pasien harus minum obat secara teratur seperti yang dianjurkan oleh dokter meskipun tak ada gejala. Pasien harus mengetahui cara minum obat, dosis yang digunakan untuk tiap obat dan beberapa kali minum sehari. Mengetahui perbedaan antara obatobatan yang harus diminum untuk jangka pangjang . aitu obat tekanan dara. dan pemakaian jangka pendek yaitu untuk menghilangkan gejala . isalnya untuk mengatasi meng. (Kemenkes RI, 2021. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian (Purnomo et al. , 2. yang faktor-faktor pencegahan tersier penyakit hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas Se-Kota Metro mendapatkan persepsi hambatan (OR =7,. adalah Analisa peneliti berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan Teori perilaku The Health belief model biasa digunakan dalam menjelaskan perubahan perilaku individu terhadap sesuatu menumbuhkan rencana tindakan dalam diri individu. Mengingat persepsi yang baik atau tidak baik dapat berasal dari pengetahuan, pengalaman, informasi yang diperoleh individu yang bersangkutan maka solusi meningkatkan pengetahuan dengan cara pemberian edukasi tetrampilan PATUH, membuat komunitas peduli hipertensi dimana dapat bergabung dalam kegiatan group offline, online via WA group agar memudahkan koordinas, control dan pengawasan dalam pemberian edukasi PATUH yang telah KESIMPULAN Berdasarkan penelitian tentang PATUH penderita Hipertensi Di UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung Kabupaten Lampung Selatan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan persepsi kerentanan . erceived susceptibilit. value=0,031 OR=2,. , persepsi keparahan penyakit . erceived severit. , . value=0,001 OR=3,. , persepsi manfaat . erceived benefi. value=0,000 OR=3,. , keyakinan diri (Perceived self efficac. value=0,006 OR=2,. dengan perilaku AuPATUHAy. Tidak terdapat hubungan persepsi hambatan . erceived barrie. dengan perilaku AuPATUHAy p value=0,068. Faktor yang paling berhubungan dengan perilaku AuPATUHAy adalah persepsi manfaat p value=0,028 OR=2,7. SARAN Mengingat adalah variabel yang paling berpengaruh dengan perilaku PATUH, hendaknya Puskesmas melakukan pemberian pesan terus menerus melalui media promosi audio/suara antrian, visual . anner, poster, leafle. ataupun audio visual . ideo edukas. untuk meningkatkan persepsi manfaat PATUH, advokasi kepada pejabat formal non berpengaruh untuk membuat suatu kebijakan local yang membantu PATUH masyarakat dalam bentuk penggerakan Hendaknya Puskesmas dalam tatalaksana Hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama/FKTP misal kesehatan-nutrisionpengelola PTM Keswa dalam edukasi mengenai tatalaksana non farmakologis pengelolaan tekanan darah yang optimal. Menggunakan HBM menyusun intervensi perilaku sehat yang meningkatakan persepsi kognitif HBM. Hendaknya melakukan kerjasama masyarakat dalam membuat media promosi kesehatan seperti flyer dan leaflet yang berisikan manfaat PATUH, bukan hanya menjelaskan apa itu patuhnya namun menjelaskan/testimoni penderita hipertensi yang telah melaksanakan perilaku PATUH dan manfaat yang dirasakan agar penderita lain dapat mencontoh perilaku patuh. Membuat group WA agar terjadi Whatsapp Group Discussion (WGD) yang berangotakan penderita hipertensi wilayah setempat media edukasi pengelolaan Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 135-144 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Persepsi terhadap Perilaku AuPATUHAyA. (Rahel Gustina Silaen. Lolita Sary, dk. menunjang transfer pengetahuan dari tenaga penyuluh kesehatan kepada masyarakat serta media tanya jawab dan berbagi pengalaman saat menjalankan PATUH. Hendaknya Petugas kesehatan melakukan edukasi terus menerus untuk mengubah persepsi persepsi manfaat dari perilaku PATUH, mengingat masyarakat lebih menyukai informasi yang lebih bersifat berita positif sehingga edukasi terus menerus persepsi manfaat PATUH yang lebih ditekankan. DAFTAR PUSTAKA