Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Solusi Inovatif Pemanfaatan Limbah Garmen Untuk Efisiensi Biaya Di Inainabali: Penerapan Strategi Ekonomi Sirkular Ni Nyoman Herlina Maha Pawitri1. Christimulia Purnama Trimurti2 Program Studi Magister Manajemen. Fakultas Ekonomika. Bisnis dan Humaniora. Universitas Dhyana Pura. Jalan Raya Padang Luwih. Tegal Jaya. Dalung. Kuta Utara. Bali. Indonesia1,2 *24311601016@undhirabali. ABSTRAK Industri tekstil lokal di Indonesia sedang menghadapi tekanan dari produk impor yang menawarkan kualitas tinggi namun dengan harga yang bersifat kompetitif. Ini mendorong para pengusaha lokal terutama UMKM untuk mencari solusi inovatif agar tetap bisa bersaing di pasar yang kompetitif. Inainabali adalah sebuah UMKM di Denpasar Bali yang telah menerapkannya strategi ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah kain premium dari garmen yang memproduksi pakaian dari merek-merek ternama. Limbah tersebut digunakan untuk membuat pakaian anak berkualitas tinggi dengan biaya produksi yang lebih rendah. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana penerapan ekonomi sirkular tersebut berkontribusi terhadap keunggulan finansial melalui Cost Benefit Analysis (CBA). Dalam penelitian ini, biaya utama yang dianalisis meliputi biaya produksi, seperti harga pokok kain limbah termasuk ongkos kirim dari pemasok, ongkos jahit, dan ongkos potong. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi manfaat ekonomis berupa margin keuntungan yang meningkat signifikan dibandingkan jika menggunakan kain baru dengan kualitas setara kain limbah Berdasarkan hasil analisis, pemanfaatan limbah kain menghasilkan rasio manfaat-biaya (BCR) lebih dari 1, dan Net Present Value (NPV) menunjukkan nilai positif, sehingga strategi ini terbukti sangat layak untuk diterapkan. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa penerapan ekonomi sirkular dapat menjadi strategi efektif bagi UMKM lain untuk mengurangi biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar. Kata Kunci: Ekonomi Sirkular. UMKM tekstil. Cost Benefit Analysis (CBA). Net Present Value (NPV). Daya Saing Pendahuluan Salah satu persoalan serius yang sedang dihadapi oleh industri tekstil di Indonesia saat ini adalah begitu maraknya produk import yang masuk ke Indonesia yang menawarkan produk berkualitas dengan harga murah. Banyak UMKM lokal terpaksa untuk mencari solusi inovatif dalam menghadapi persaiangan yang makin ketat ini. Inainabali adalah salah satu UMKM yang bergerak di bidang usaha memproduksi pakaian anak yang berkedudukan di Denpasar. Bali, yang merespon tantangan ini dengan menerapkan strategi ekonomi sirkular. Mereka memanfaatkan kain sisa produksi dari garmen- Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 garmen yang memproduksi pakaian dari merek-merek ternama baik yang bersekala nasional maupun internasional. Sisa kain ini berupa pecahan kain sisa produksi yang biasa disebut limbah yang masih sangat layak untuk digunakan. Karena kain ini merupakan limbah sisa produksi pakaian dari merek ternama, maka secara langsung kain yang digunakan adalah kain pilihan dengan mutu yang sangat baik dan harga yang relatif tinggi. Pecahan limbah kain ini biasanya berukuran antara 0. 5meter hingga 3-meter dengan jenis, motif dan tekstur yang sangat bervariasi. Limbah kain ini sudah tidak dipakai lagi oleh garmen dan dijual dengan sistim kiloan maupun borongan dengan harga yang jauh lebih murah dari harga beli kain baru. Inainabali menangkap peluang ini dengan memanfaatkan kain limbah tersebut untuk diproduksi menjadi pakaian anak. Inainabali dalam memproduksi satu buah pakaian anak rata-rata membutuhkan 0,5 meter hingga 0,7 meter kain, oleh karena itu akan sangat tepat jika Inainabali memanfaatkan limbah kain ini, karena selain harganya jauh lebih murah dari harga kain baru, kualitas kain sangat terjamin, ukuran pecahan kainnya sangat sesuai dengan kebutuhan produksi pakaian anak, motifnya sangat mengikuti jaman karena memang dibuat khusus untuk produksi merek-merek tertentu, dan yang tidak kalah penting adalah jenis , motif dan tekstur limbah yang bervariasi memberi peluang bagi Inainabali untuk berinovasi dengn menghasilkan produk yang sangat inovatif. Beragamnya jenis kain, motif dan tekstur yang dihasilkan oleh garmen memberikan tantangan tersendiri bagi Inainabali dalam hal berinovasi. Inovasi dalam pembuatan pakaian anak dari bahan limbah telah menjadi faktor penentu yang meningkatkan minat konsumen. Potongan kain yang dipilah diubah menjadi pakaian anak dengan berbagai model sesuai dengan karakteristik kain tersebut. Sisa potongan kain juga dimanfaatkan untuk aksesoris pada pakaian anak dan untuk hiasan rambut sehingga penggunaan kain dapat dioptimalkan. Dengan diversifikasi produk dan penyesuaian model. Inainabali dapat mempertahankan kelangsungan usaha meskipun pasokan bahan baku beragam, sehingga hal ini akan meningkatkan daya saing produk Inainabali di pasar. Analisis efisiensi biaya dalam strategi ini diukur menggunakan metode Cost Benefit Analysis (CBA), yang berfokus pada perbandingan antara biaya yang dikeluarkan dan manfaat yang diperoleh dari penerapan ekonomi sirkular. Adapun definisi Cost-Benefit Analysis (CBA) dikutip sebagai "proses sistematis dan analitis untuk membandingkan manfaat dan biaya dalam mengevaluasi kelayakan suatu proyek atau program" (Mishan & Quah, dikutip dalam Mardiana Andarwati et al. , 2. Metode ini digunakan untuk menentukan apakah manfaat yang dihasilkan melebihi biaya yang dikeluarkan, sehingga menjadi indikator positif untuk kelayakan finansial (Layard & Glaister, dikutip dalam Mardiana Andarwati et al. , 2. CBA memberikan Gambaran secara kuantitatif tentang berapa besar nilai manfaat bersih yang dihasilkan dari pemanfaatan limbah garmen di Inainabali. Melalui pendekatan ini, strategi pemanfaatan limbah garmen dinilai Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 sangat layak secara finansial apabila manfaat yang diperoleh lebih besar dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Manfaat ganda dari pemanfaatan limbah ini yaitu peningkatan efisiensi biaya produksi namun dengan tetap bisa menjaga kualitas produk tetap tinggi secara konsisten. Jika Inainabali harus membeli kain baru dengan kualitas setara maka biaya produksi secara otomatis melonjak sehingga tidak akan mampu bersaing dengan produk setara di pasar. Sebaliknya jika memutuskan untuk membeli kain murah dengan harga setara dengan limbah tersebut maka maka akan berdampak negatif pada penurunan kualitas produk sehingga membuat konsumen tidak tertarik untuk membelinya. Oleh karena itu melalui inovasi pemanfaatan limbah berkualitas premium ini tidak hanya menjaga efisiensi biaya produksi, tetapi juga mendukung strategi ekonomi sirkular yang berdampak langsung pada efisiensi biaya di Inainabali, sehingga mampu bersaing di pasar yang kompetitif. Selain itu, produk yang dihasilkan dari limbah kain ini unik karena menggunakan bahan daur ulang yang mampu menarik minat konsumen yang peduli pada Hal ini bukan hanya meningkatkan penjualan saja tetapi juga dapat mengembangkan pasar Inainabali, karena produknya dikenal sebagai produk yang ramah lingkungan dan berkualitas. Dampak penerapan strategi ekonomi sirkular terhadap efisiensi keungan di Inainabali dapat dilihat dari pengurangan biaya bahan baku yang signifikan yang akan meningkatkan margin keuntungan, dan membantu menjaga likuiditas serta stabilitas finansial perusahaan Pengelolaan sumber bahan baku yang lebih efisien dan fleksbel memungkinkan Inainabali bisa tetap likuid dan berinovasi dalam mengembangkan produk baru. Efisiensi keuangan ini memungkinkan UMKM seperti Inainabali untuk bertahan dan berkembang di pasar yang kompetitif. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif, di mana data finansial perusahaan dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan Cost-Benefit Analysis (CBA) dan Net Present Value (NPV) untuk mengukur manfaat finansial dari penerapan strategi ekonomi sirkular. CBA digunakan untuk mengidentifikasi dan menghitung seluruh biaya yang terlibat dalam strategi ini, seperti biaya pembelian bahan baku limbah garmen dan biaya produksi, serta manfaat finansial yang dihasilkan, seperti penghematan biaya bahan baku dan peningkatan margin keuntungan. Dengan metode ini, diperoleh perbandingan apakah manfaat yang dihasilkan melebihi biaya yang dikeluarkan. Dengan tingkat penghematan yang dicapai, terlihat bahwa proyek ini menghasilkan manfaat bersih yang lebih besar daripada biayanya, sehingga menghasilkan NPV positif. Rasio manfaat-biaya yang lebih dari 1 juga untuk mengukur bahwa strategi ini layak diterapkan Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan limbah tekstil telah berdampak positif terhadap penurunan biaya produksi di Inainabali. Dengan memanfaatkan bahan baku dari limbah yang berkualitas tinggi namun terjangkau secara finansial. Inainabali berhasil menyajikan produk yang lebih kompetatif di pasar tanpa mengorbankan kualitasnya. Hal ini memberikan keunggulan dalam meningkatkan margin keuntungan dengan pengeluaran bahan baku yang lebih efisien, sehingga dapat memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan profitabilitasnya. Implementasi ekonomi sirkular di Inainabali memiliki dampak yang luas tidak hanya pada pengurangan limbah dan keberlanjutan lingkungan saja namun juga turut berperan penting dalam keberlangsungan finansial UMKM tersebut. Dengan pendekatan Cost Benefit Analysis (CBA), keuntungan dari penghematan biaya bahan baku mencapai 44,79% hingga 83,12% jika dibandingkan dengan pembelian kain baru. Pemanfaatan sisa-sisa kain berkualitas tinggi dari perusahaan garmen yang memproduksi pakaian dari merek-merek terkenal telah memberikan dampak yang besar terhadap efisiensi biaya operasional secara keseluruhan. Selain itu Pendekatan diversifikasi produk ini tidak hanya meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen tetapi juga membantu manajemen risiko dalam menghadapi ketidakpastian pasokan limbah. Untuk lebih memahami dampak finansial dari strategi ekonomi sirkular ini, berikut perhitungan keuangan terkait efisiensi biaya yang dihasilkan melalui pemanfaatan limbah kain dibandingkan dengan penggunaan kain baru. Perhitungan Keuangan Asumsi Dasar: Harga kain limbah: Rp60. 000 per kilogram, dengan estimasi 1 kilogram setara 6 meter, dengan jenis, motif, tekstur, hingga kelas kain yang beragam baik premium maupun standar Harga rata rata kain jenis rayon lokal: Rp29. 706 per meter (Tokopedia, 16 Oktober 2024() Harga rata-rata kain baru jenis rayon berkualitas tinggi: Rp129. 580 per meter (Tokopedia, 16 Oktober 2. Setiap pakaian anak membutuhkan kain sekitar 0,7 meter kain. Ongkos potong dan jahit per baju: Rp10. 000,Perhitungan Biaya Produksi Menghitung Biaya Produksi dengan Kain Limbah (Rp. 1 kilogram kain limbah berisi sekitar 6 meter. Biaya kain per baju = (Rp60. 000 / 6 mete. y 0,7 meter = Rp7. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Total biaya produksi per baju = Rp7. iaya kai. Rp10. iaya potong dan jahi. = Rp17. Menghitung Biaya Produksi dengan Kain Rayon Rata-Rata (Rp29. 706 per mete. Biaya kain per baju = Rp29. 706 y 0,7 meter = Rp20. Total biaya produksi per baju = Rp20. iaya kai. Rp10. iaya potong dan jahi. = Rp30. Menghitung Biaya Produksi dengan Kain Rayon Tertinggi (Rp129. 580 per mete. Biaya kain per baju = Rp129. 580 y 0,7 meter = Rp90. Total biaya produksi per baju = Rp90. iaya kai. Rp10. iayapotong dan jahi. = Rp100. Perhitungan Penghematan Biaya (Efisiens. Penghematan biaya dihitung sebagai persentase dari perbedaan biaya antara kain baru dan kain limbah, dibagi dengan biaya kain baru. Dibandingkan dengan Kain Rayon Rata-Rata Biaya dengan kain limbah: Rp17. Biaya dengan kain rayon rata-rata: Rp30. Penghematan = [(Rp30. 794 - Rp17. / Rp30. y 100 = 79% penghematan biaya. Dibandingkan dengan Kain Rayon Tertinggi Biaya dengan kain limbah: Rp17. Biaya dengan kain rayon tertinggi: Rp100. Penghematan = [(Rp100. 706 - Rp17. / Rp100. y 100 = 12% penghematan biaya. Perhitungan Margin Keuntungan Dengan kain limbah: Harga jual = Rp25. Margin keuntungan = Rp25. 000 - Rp17. 000 = Rp8. per baju. Dengan kain rayon rata-rata: Harga jual = Rp25. Kerugian = Rp25. 000 - Rp30. 794 = (-Rp5. per baju. Untuk mencapai margin yang sama (Rp8. harga jual harus naik menjadi Rp38. Dengan kain rayon tertinggi: Harga jual = Rp25. Kerugian = Rp25. 000 - Rp100. 706 = (-Rp75. per baju. Untuk mencapai margin yang sama (Rp8. harga jual harus naik menjadi Rp108. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Pembahasan Perhitungan Keuangan Hasil perhitungan di atas menunjukkan perbedaan yang signifikan antara biaya produksi dengan kain limbah dibandingkan dengan kain baru. Menggunakan kain limbah seharga Rp60. 000 per kilogram memungkinkan Inainabali menekan biaya produksi per baju hingga Rp17. Sebaliknya, penggunaan kain baru dengan harga rata-rata atau tertinggi menyebabkan biaya produksi meningkat drastis, yang membuat produk sulit bersaing dengan harga yang sama. Efisiensi biaya yang tercapai melalui pemanfaatan kain limbah ini menjadi landasan penting bagi strategi ekonomi sirkular di Inainabali. Strategi ini tidak hanya membantu mengurangi biaya bahan baku, tetapi juga mempertahankan kualitas produk yang tinggi dengan harga Efisiensi dalam biaya produksi ini memberikan Inainabali keunggulan kompetitif di pasar dan membuka peluang bagi pengalokasian dana ke area lain, seperti pengembangan produk dan pemasaran, yang akan dibahas lebih lanjut di bagian berikut. Efisiensi dalam Biaya Produksi Dengan memanfaatkan sisa-sisa kain garmen yang memproduksi pakaian dari merek-merek ternama tersebut. Inainabali dapat memproduksi pakaian anak dengan biaya produksi yang rendah, tetapi tetap menjaga kualitas produknya tetap tinggi. Dengan hanya menggunakan sekitar 0,5 meter hingga 0,7 meter kain untuk setiap pakaian anak yang diproduksi. Inainabali mampu mengurangi biaya bahan baku secara signifikan serta menciptakan produk yang bersaing dengan produk impor murah yang menggunakan bahan berkualitas tinggi. Oleh karena itu pemanfaatan limbah berkualitas premium jadi alternatif utama dalam menekan biaya produksi dan menjamin daya saing produk tersebut di pasar. Dalam Cost Benefit Analysis (CBA), efisiensi ini terlihat dari rasio manfaat-biaya yang menunjukkan penurunan biaya produksi yang nyata, memungkinkan penghematan hingga 44,79% hingga 83,12% dibandingkan penggunaan kain baru. Biaya bahan baku yang lebih rendah ini juga memungkinkan perusahaan untuk mengalokasikan dana ke area lain yang strategis, seperti pengembangan produk dan pemasaran. Peningkatan Profitabilitas Dengan biaya produksi yang lebih murah, margin keuntungan Inainabali meningkat signifikan, tanpa mengorbankan kualitas, ini berarti pendekatan Cost Benefit Analysis (CBA) menunjukkan bahwa secara otomatis strategi ini memiliki Net Present Value (NPV) yang positif dan Benefit-Cost Ratio (BCR) lebih dari 1, menegaskan bahwa proyek ini efisien secara finansial dan layak untuk diterapkan. Rasio manfaat-biaya ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 limbah kain tidak hanya membantu menekan biaya, tetapi juga memberikan profitabilitas lebih tinggi dibandingkan penggunaan kain baru, sehingga mendukung keberlanjutan finansial Inainabali secara jangka panjang. Pengelolaan Arus Kas dan Modal Kerja Memanfaatkan limbah tekstil yang harganya terjangkau juga memberikan dampak positif pada pengelolaan arus kas dan modal kerja di Inainabali. Dengan biaya bahan baku yang lebih murah, perusahaan tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk memperoleh bahan baku, sehingga arus kas dapat lebih terkontrol. Selain itu, karena biaya produksi yang lebih rendah. Inainabali dapat menyimpan lebih banyak dana untuk kebutuhan lain seperti investasi dalam pengembangan produk dan pemasaran Dalam pendekatan Cost Benefit Analysis (CBA), pengelolaan arus kas dan modal kerja berperan penting sebagai pengukur manfaat finansial jangka pendek yang berdampak pada efisiensi dan stabilitas likuiditas perusahaan. Penggunaan bahan baku kain limbah yang bervariasi dalam jenis, motif, dan tekstur memungkinkan Inainabali untuk tidak perlu menyimpan bahan baku dalam jumlah besar dalam jangka panjang. Meskipun membeli kain baru dalam jumlah besar bisa memberikan harga yang lebih murah, hal ini akan meningkatkan biaya penyimpanan dan menyebabkan timbunan stok kain dengan motif seragam. Sebaliknya, kain limbah yang lebih variatif menawarkan fleksibilitas lebih tinggi, harga lebih ekonomis, dan kebutuhan penyimpanan yang lebih rendah. Dengan pengelolaan modal kerja yang efektif ini, memungkinkan Inainabali tetap dapat mempertahankan likuiditasnya. Diversifikasi Produk dan Manajemen Risiko Dengan memanfaatkan limbah berkualitas tinggi. Inainabali tidak hanya terfokus pada satu jenis produk saja, namun mereka bisa dengan mudah menyesuaikan model dan desain pakaian anak berdasarkan limbah garmen yang tersedia, lalu sisa produksi pakaian anak ini diolah menjadi variasi dalam anak atau untuk hiasan rambut anak maupun orang dewasa. Pendekatan diversifikasi ini tak hanya meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen tetapi juga meminimalkan risiko yang muncul akibat fluktuasi pasokan bahan baku. Jika sewaktu-waktu pasokan limbah dari satu sumber menipis. Inainabali akan dapat segera beralih ke sumber lain lalu menyesuaikan bahan limbah kain yang diperoleh dengan desain yang sesuai tanpa mengorbankan mutu. Manajemen risiko menjadi kunci utama dalam mempertahankan stabilitas dan kelangsungan bisnis, menghindarkan perusahaan dari ketergantungan yang berlebihan terhadap satu jenis bahan baku atau satu sumber pasokan semata. Dalam konteks Cost Benefit Analysis (CBA), diversifikasi produk dan manajemen risiko tergolong dalam unsur non-finansial yang sulit diukur Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 secara langsung tetapi tetap memiliki peran penting. Diversifikasi produk meningkatkan daya saing dan fleksibilitas perusahaan, mengurangi ketergantungan pada produk tunggal, dan membantu perusahaan menghadapi perubahan pasar. Sementara itu, manajemen risiko berperan sebagai faktor mitigasi yang penting dalam CBA, karena membantu perusahaan menghadapi ketidakpastian dan menjaga stabilitas operasional. Kedua unsur non-finansial ini memperkuat keputusan investasi karena menambah ketahanan perusahaan di tengah situasi yang terus berkembang. Penerapan Strategi Ekonomi Sirkular di Inainabali Penerapan ekonomi sirkular di Inainabali telah teruji memberikan hasil yang nyata dalam hal mengoptimalkan biaya produksi mereka. Dengan menggunakan limbah kain premium seharga Rp10 per meter dibandingkan dengan kain baru yang harganya berkisar antara Rp29,706 hingga Rp129,580 per meter dengan asumsi jenis kain rayon berhasil menekan biaya bahan baku sebesar 44,79% sampai 83,12%. Penurunan biaya bahan baku ini berdampak langsung pada efisiensi biaya produksi secara keseluruhan. Penurunan biaya ini membawa profitabilitas yang lebih tinggi di mana laba bersih meningkat dibandingkan sebelum penerapan strategi ekonomi Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi biaya tidak hanya tentang mengurangi biaya produksi tetapi juga menghasilkan stabilitas keuangan bagi UMKM sehingga perusahaan dapat tetap likuid dan bersaing dalam pasar yang semakin kompetitif. Pendekatan ini juga menunjukkan bahwa UMKM lainnya dapat mengadopsi strategi serupa untuk menghadapi tantangan pasar, sekaligus menjaga keberlanjutan usaha mereka. Simpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sisa kain berkualitas premium oleh Inainabali telah menghasilkan optimalisasi keuangan yang nyata, dengan efisiensi biaya yang signifikan dan peningkatan profitabilitas yang jelas. Dengan memanfaatkan limbah kain, biaya produksi dapat ditekan mencapai 44,79% hingga 83,12% dibandingkan penggunaan kain baru, tanpa mengorbankan kualitas produk. Dengan tingkat penghematan ini, melalui pendekatan Cost Benefit Analysis (CBA), terlihat bahwa proyek memiliki nilai manfaat bersih yang lebih besar dari biayanya, sehingga menghasilkan Net Present Value (NPV) yang Rasio manfaat-biaya yang tercapai juga lebih dari 1, mengindikasikan bahwa strategi ini tidak hanya layak diterapkan tetapi juga menguntungkan secara finansial dalam jangka panjang. Dengan pendekatan ekonomi sirkular ini. Inainabali mampu menjaga efisiensi biaya sambil memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin peduli pada produk ramah lingkungan. Strategi ini memberikan contoh yang kuat Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 mendorong UMKM lain untuk mengadopsi pendekatan serupa menghadapi tantangan pasar dan memastikan keberlanjutan usaha. Daftar Rujukan Andarwati. Swalaganata. Sulaksono. , & Futaqi. EMudharabah Management Information System Design with Cost-Benefit Analysis (CBA) Approach for MSME Financing. IQTISHODUNA: Jurnal Ekonomi Islam, 13. , https://doi. org/10. 54471/iqtishoduna. Arista. Konsep ekonomi sirkular pada industri tekstil alami: On farm Ae off farm budidaya tarum sebagai pewarna alami. Agropross: National Conference Proceedings of Agriculture. Politeknik Negeri Jember. Diakses https://proceedings. id/index. php/agropross/article/view/324 Boardman. Greenberg. Vining. , & Weimer. Costbenefit analysis: Concepts and practice. Cambridge University Press Creswell. & Plano Clark. Designing and Conducting Mixed Methods Research . rd editio. Thousand Oaks. CA: SAGE Publications. Ellen MacArthur Foundation. Towards the Circular Economy: Economic and Business Rationale for an Accelerated Transition. Ellen McArthur Foundation. What is a circular economy? Retrieved from Ellen MacArthur Foundation: introduction/overview https://ellenmacarthurfoundation. org/topics/circ Ellen McArthur Foundation. May . Reuse Ae rethinking packaging. Retrieved May Ellen MacArthur Foundation: https://ellenmacarthurfoundation. org/reuse rethinkingpackaging Ghisellini. Cialani. , & Ulgati. A review on circular economy: the expected transition to a balanced interplay of environmental and economic systems. Journal of Cleaner Production, 114, 1132. https://doi. org/10. 1016/j. Mishan. , & Quah. Cost-Benefit Analysis. Routledge. Diakses dari https://w. com/Cost-Benefit-Analysis/MishanQuah/p/book/9781138492752 Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Marini. , & Rochmah. Cost Benefit Analysis mendirikan laboratorium klinik sederhana mandiri dibanding kerjasama operasional laboratorium luar di PLK-UA. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 2. , 121-127. Diakses dari https://journal. id/downloadfullpapers-jakic6136c3c4efull. Rahmawati. Widodo. , & Kurniawati. Sustainable manufacturing dan circular economy: A systematic literature review. J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri, 17. , 12-25. Diakses dari https://ejournal. id/index. php/jgti/article/view/49488 Sen. The discipline of cost-benefit analysis. The Journal of Legal Studies, 29(S. , 931-952. The University of Chicago Press. Tokopedia. October . Harga kain rayon lokal dan berkualitas tinggi. Retrieved from https://w.