ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERIEKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber Officinale Var. TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus Aureus SECARA IN VITRO Isramilda1. Sukma Sahreni2 dan Salamatun Nisa3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam, isramilda@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, sukmasahreni@univbatam. 3Fakultas Kedokteran Universitas Batam, 61120068@univbatam. ABSTRACT Background : : Staphylococcus aureus is an opportunistic pathogenic bacteria that can be found on the surface of the skin and mucosal surfaces in several human organs. Red ginger (Zingiber officinale Var. contains flavonoids, phenols, terponoids and essential oils which can inhibit bacterial growth. This study aims to determine the effectiveness of red ginger extract with concentrations of 60%, 80% and 100% on the growth of Staphylococcus aureus. Methods : This research is an experimental study using the randomized posttest only control group Red ginger extract was obtained through a maceration method soaked in 95% ethanol To determine the effectiveness of red ginger extract on the growth of Escherichia coli, an In Vitro test was carried out using the disc diffusion method. The positive control used was Ciprofloxacin 500 mg and the negative control was 95% Ethanol. Results : The results of the effectiveness test of red ginger extract (Zingiber Officinale Var. against Staphylococcus aureus showed that there was a clear zone around the paper disc which indicated inhibition of bacterial growth. The most effective concentration of red ginger extract in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus is a concentration of 80%. Conclusion : Based on the results of this research, it is known that red ginger extract (Zingiber Officinale Var. is effective in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus. Keywords : Effectiveness. Red Ginger (Zingiber Officinale Var. Staphylococcus ABSTRAK Latar Belakang : Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen oportunistik yang dapat ditemukan di permukaan kulit dan permukaan mukosa di beberapa organ manusia. Jahe merah (Zingiber officinale. var rubru. mengandung senyawa Flavonoid. Fenol. Terponoid, dan Minyak astiri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak jahe merah dengan konsentrasi 60%, 80%, dan 100% terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan rancangan secara acak dengan tes dan kelompok kontrol (The Randomized Posttest Only Control Group Desig. Ekstrak jahe merah diperoleh melalui metode maserasi yang direndam pelarut etanol 95%. Untuk mengetahui efektivitas ekstrak jahe merah terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dilakukan uji in vitro dengan metode difusi cakram. Hasil : Hasil uji efektivitas ekstrak jahe merah terhadap Staphylococcus aureus menunjukkan adanya zona bening di sekitar kertas cakram yang menandakan terhambatnya pertumbuhan bakteri dengan konsentrasi yang paling efektif adalah 80%. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa Ekstrak jahe merah efektif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kata kunci : Efektivitas. Jahe Merah (Zingiber Officinale Var. Staphylococcus Universitas Batam Page 199 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 resistensi obat. Penyebab terjadinya PENDAHULUAN resistensi antibiotik antara lain karena Penyakit yang menjadi salah satu pemilihan antibiotik yang kurang tepat, masalah kesehatan di seluruh dunia pemberian dosis yang kurang adekuat, atau termasuk Indonesia ialah penyakit lama penggunaan obat yang tidak disiplin. Hal ini menjadi penyebab utama Fenomena penggunaan antibiotik yang meningkatnya angka morbiditas dan tidak sesuai dengan anjuran dokter dapat Penyakit infeksi disebabkan oleh mikroba diantaranya virus, jamur. Resistensi dapat terjadi akibat mutasi dan bakteri (Solikhah & Maratus, 2018. genetik pada bakteri serta penggunaanyang Indas Wari Rahman et al. , 2. berlebihan dari antibiotik berspektrum luas Bakteri menjadi penyebab utama seperti tetrasiklin,kloramfenikol, ampisilin, terjadinya infeksi. Hal ini tidak terlepas sefalosporin, dan carbapenem (Diniarti et dari peran bakteri pathogen yang , 2022. Dafitsa et al. , 2. Resistensi menyerang manusia. Bakteri sendiri antibiotik juga terjadi ketika bakteri dapat digolongkan berdasarkan hasil dari pewarnaan gram. Dari pewarnaan gram memungkinkan untuk bertahan hidup saat ini pula dapat terlihat bagaimana bentuk terpapar antibiotik (April et al. , 2022. dari bakteri, seperti berbentuk bulat. Sobierajski et al. , 2. batang, ataupun spiral. Contoh bakteri Untuk gram positif yang berbentuk bulat adalah resistensi, strategi lain digunakan, yaitu Staphylococcus aureus. ( Natasha Hana mendapatkan senyawa antibakteri dengan Savitri. , et al 2019. Jurnal Kesmas 2. menggunakan komponen bioaktif dari Staphylococcus aureus merupakan keanekaragaman hayati dan menggunakan salah satu infeksi bakteri yang paling bahan-bahan herbal sebagai bahan umum pada manusia dan merupakan alternatif obat (Wikananda et al. , 2. agen penyebab infeksi multipel pada Hingga saat ini, telah banyak dilakukan penelitian untuk menemukan sumber endokarditis infektif, infeksi kulit dan metabolit sekunder yang dapat digunakan jaringan lunak . isalnya, impetigo, folikulitis, furunkel, karbunkel, selulitis, (Mujipradhana, 2018. Muhammad Zahki sindrom kulit melepuh, dan lain-lai. , osteomyelitis, septic arthritis, infeksi alat Berbagai senyawa yang terkandung prostetik, infeksi paru . isalnya dalam jahe merah diantaranya yaitu gastroenteritis, meningitis, sindrom syok alkohol/zingiberol, linalool, geraniol dan toksik, dan infeksi saluran kemih. Minyak atsiri mengandung beberapa Tracey A. Taylor, 2022. Fakumi Medical Journal, 2. antimikroba, contohnya golongan senyawa Solusi untuk mengatasi infeksi oleh Ada dua golongan senyawa Staphylococcus aureus adalah dengan terpenoid yang terkandung dalam minyak memberikan antibiotik untuk bakteri atsiri, yaitu limonene dan seskuiterpen Gram positif. Namun akhir-akhir ini alcohol/zingiberol. Keduanya memiliki sudah banyak laporan mengenai Universitas Batam Page 200 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 efek samping dengan memanfaatkan bahankemampuan bahan alam perlu dilakukan. Berdasarkan struktural membran sel bakteri (Assegaf penelitian (Zamilatul Azkiyah, 2020. et al. , 2020. Dewi & Riyandari , 2. Azizah. , et al 2. , ekstrak Jahe Merah Indonesia merupakan negara yang (Zingiber officinal. konsentrasi 80% dikenal sebagai penghasil rempahmenunjukkan hasil yang signifikan dalam rempah sejak dahulu kala. Rempahmenghambat rempah banyak dimanfaatkan oleh Staphylococcus aureus. Hal tersebut masyarakat Indonesia sebagai bahan ditandai dengan adanya zona hambat yang dasar untuk kebutuhan pangan bahan terbentuk pada sekeliling cawan petri. obat-obatan, dan kosmetika. Bagian dari Sedangkan penelitian yang dilakukan tanaman rempah-rempah yang dapat (Dyah Widiastuti, 2. yaitu konsentrasi digunakan antara lain adalah kulit, efektif ekstrak Jahe Merah (Zingiber batang, akar, daun, rimpang, bunga,buah, dan biji. Jahe merupakan jenis tanaman Staphylococcus aureus adalah 20% sampai rimpang yang populer dan dikenal Hasil sebagai rempah-rempah dan bahan obat. menunjukkan bahwa semakin tinggi Tanaman ini sejak tahun 1500 telah konsentrasi ekstrak Jahe Merah (Zingiber digunakan dalam pengobatan di beberapa officinal. maka zona hambat yang negara Asia. Secara umum, jenis rimpang terbentuk semakin besar yang berarti jahe ada dua, yaitu jahe merah (Zingiber semakin efektif dalam dalam menghambat officinale var. dan jahe putih pertumbuhan bakteri. (Zingiber officinale var. Rubru. (Meilanisari et al. Ratu etal, 2. METODE PENELITIAN Jahe merah (Zingiber officinale var. Penelitian ini dilakukan dengan metode rubru. selain mudah untuk didapatkan jahe merah juga memiliki banyak menggunakan rancangan secara acak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh. dengan tes dan kelompok kontrol (The Tanaman jahe merah (Zingiber officinale Randomized Posttest Only Control Group rubru. ini juga mempunyai efek Desig. Pada penelitian ini, sampel yang sebagai antibakteri. (Aisyah 2020. Dina digunakan adalah ekstrak jahe merah Rahmatika 2. Jahe juga dilaporkan (Zingiber officinale var. Rubru. dengan sebagai antioksidan penting yang dapat konsentrasi 60%, 80%, dan 100% serta kontrol positif (Ciprofloxacin 500 m. dan perkembangan radikal bebas. Di sisi lain, kontrol negatif (Etanol 95%). Masingjahe juga berpotensi untuk digunakan masing sampel dilakukan 5 kali ulangan. Penelitian antikanker, antidiabetes, dan bioaktivitas Laboratorium Aplikasi Kimia dan lainnya karena sifat antioksidan dan Pelayanan Fakultas Matematika dan Ilmu fungsi pelindungnya (Jurnal Unair, 2023. Pengetahuan Alam Universitas Sulistyoning Suharto et al. , 2. Padjadjaran pada bulan Desember 2023 Pengembangan suatu alternatif hingga Januari 2024. pengobatan yang tidak menyebabkan Alat dan Bahan Penelitian. Alat yang digunakan antara lain pisau. Universitas Batam Page 201 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 dengan konsentrasi 60%, 80%, dan 100%. oven, blender, ayakan, toples,erlenmeyer. Konsentrasi60% dibuat kertas saring, corong kaca, rotary menimbang 0,6 gram ekstrak ditambah 0,4 evaporator, stirrer, hot plate, tabung ml etanol 95%, konsentrasi 80% dibuat reaksi, rak tabung reaksi, alumunium foil, dengan menimbang 0,8 gram ekstrak autoklaf, cawan petri, pipet tetes, vial, ditambah 0,2 ml etanol 95%, konsentrasi jarum ose, kertas cakram, mikropipet, 100% dibuat dengan menimbang 10 gram pinset, inkubator, jangka sorong, dan ekstrak tanpa ditambah etanol 95%. Bahan yang Pembuatan Kontrol Positif. digunakan antara lain jahe merah, bakteri Kontrol positif yang digunakan sebagai Staphylococcus aureus, media agar pembanding yaitu antibiotik Ciprofloxacin berupa nutrient agar, etanol 95%. Sebanyak akuaades, dan Ciprofloxacin 500 mg. Ciprofloxacin Pembuatan Ekstrak Jahe Merah. dilarutkan dengan etanol 95% sebanyak 5 Pembuatan Ekstrak Jahe Merah. Jahe ml dan diaduk sampai larut. merah yang telah dipanen dicuci bersih Pembuatan Media Agar. menggunakan air mengalir supaya Media yang digunakan adalah media kotoran yang masih menempel hilang, (Nutrient Aga. selanjutnya proses perajangan dengan mencampurkan 4 gram dan 200 ml akuades ukuran yang kecil-kecil supaya mudah dalam erlenmeyer. Media dihomogenkan Jahe merah yang sudah dengan stirrer sekaligus dipanaskan dikeringkan dihaluskan menggunakan dengan menggunakan hot plate. Hasilnya blender dan kemudian diayak Sebanyak dimasukkan dalam tabung reaksi dan 1,5 kg jahe merah yang telah dihaluskan di masukkan ke dalam wadah maserasi. Selanjutnya semua media disterilisasi kemudian ditambahkan etanol 95% menggunakan autoklaf selama 15 menit sebanyak 7 liter hingga terendam dengan suhu 121AC. Medium agar yang Sampel didiamkan selama telah steril didiamkan beberapa menit dua hari dengan dilakukan pengadukan sebelum dituang ke dalam cawan petri secara berkala. untuk membuat lapisan medium pertama. Sampel yang telah direndam selama Untuk membuat lapisan kedua medium dua hari kemudian disaring menggunakan yang berisikan bakteri, digunakan sisa kertas saring dan bagian atas atau filtrate medium pada erlenmeyer. yang diambil. Sedangkan ampasnya Pembiakan Bakteri Uji. ditambahkan etanol kembali sebanyak Panaskan jarum ose hinggamemijar 3,5 liter dan direndam kembali selama diatas Bunsen, kemudian beri jarak dari kurang lebih dua hari dengan pengadukan Bunsen dan diamkan hingga dingin. secara berkala, kemudian setelah dua hari Ginakan ose yang telah dingin untuk mengambil kultur murni bakteri. Diambil Filtrat hasil penyaringan 5 hingga 10 ml medium agar dalam dikumpulkan menjadi satu wadah dan erlenmeyer menggunakan pipet tetes dan dilakukan proses pemisahan pelarut dari masukkan ke dalam vial. Satu koloni sampel menggunakan rotary evaporator bakteri Staphylococcus aureus diambil untuk mendapat ekstrak kental Terakhir dengan menggunakan jarum ose ekstrak yang diperoleh dibuat larutan Universitas Batam Page 202 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 suhu 37AC selama 24 jam. Kemudian Goreskan pada permukaanmedium dilakukan pengukuran diameter zona agar dengan menggunakan Teknik goresan kuadran. Ose yang disentuhkan Hasil uji efektivitas ekstrak jahe merah pada permukaan medium sebaiknya tidak (Zingiber Officinale Var. Rubru. ditekan terlalu dalam. Setiap kali Staphylococcus menggoreskan ose untuk kuadran menunjukkan adanya zona bening di berikutnya, pijarkan ose terlebih dahulu sekitar kertas cakram yang menandakan dan biarkan dingin. Koloni bakteri terhambatnya pertumbuhan tersebut kemudian ditanamkan pada Staphylococcus aureus setelah diberikan media nutrient agar yang ada pada vial ekstrak jahe merah dengan konsentrasi dan dihomogenkan. Nutrient agar yang 60%, 80%, dan 100%. telah ditanami bakteri selanjutnya dituangkan ke dalam cawan petri yang telah diberi medium lapisan pertama. Pengujian Efektivitas Antibakteri Ekstrak Jahe Merah. Disiapkan diinokulasi dengan bakteri. Disiapkan dan disterilkan kertas cakram diameter 6 Ekstrak jahe merah dengan konsentrasi 60%, 80%, dan 100% serta Ciprofloxacin 500 gram sebagai kontrol positif dan etanol 95% sebagai kontrol negatif ditambahkan pada masingmasing Cawan petri dibagi menjadi 5 bagian yaitu control positif, control negatif, konsentrasi 60%, 80%, dan Kemudian secara berturut turut setiap cawan petri akan diletakkan kertas cakramyang telah berisi control positif, control negative, ekstrak jahe merah yang telah berisi control positif, control negatif, konsentrasi 60%, 80%, dan Agar diperoleh kontak yang baik, kertas cakram dapat ditekan dengan lembut menggunakan pinset pada Setiap pergantian kertas cakram, pinset dibakar ujungnya untuk disterilkan menggunakan lampu spiritus. Cawan petri yang telah diberikan perlakuan ditutup atau dibungkus dengan plastic wrap kemudian diinkubasi pada Universitas Batam Pada gambar berikut zona bening yang terbentuk ditandai dengan lingkar merah. Berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan diameter rata-rata zonahambat setiap variasi konsentrasi menunjukkan adanya perbedaan yang dapat dilihat pada Page 203 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 Mei 2024 Tabel 1. Diameter Zona Hambat Kelompok Perlakuan Diamter Zona Hambat . Kelompok Kontrol Negatif (K-) Kelompok Kontrol Positif (K ) Kelompok Perlakuan 1 (P. Kelompok Perlakuan 2 (P. Kelompok Perlakuan 3 (P. Hasil Pengukuran pada tabel 1 menunjukkan bahwa pada ekstrak jahe merah (Zingiber Officinale Var. Rubru. terhadap kelompok control negatif memiliki rata rata diameter zona hambat yang terbentuk adalah 0,0 mm. Pada kelompok control positif memiliki ratarata diameter zopna hambat yang terbentuk adalah 36,9 mm. Kelompok perlakuan 1 dengan konsentrasi 60% ratarata diameter zona hambat yang terbentuk adalah 8,6 mm, kelompok perlakuan 2 dengan konsentrasi 80% rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk adalah 9,1 mm, dan kelompok perlakuan 3 dengan konsentrasi 100% rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk adalah 10,2 mm. Nilai signifikan masing-masing kelompok perlakuan yang diperoleh dengan uji normalitas menunjukkan nilai p> 0,05 sehingga data dinyatakan terdistribusi normal dan memiliki varians yang Setelah mengumpulkan semua data, menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Science. , sebelum uji One Way Anova dilakukan, maka penelitian ini diuji dengan uji normalitas Shapiro Wilk untuk mengetahui apakah data berasal dari data yang berdistribusi normal atau tidak berdistribusi normal dengan taraf Universitas Batam (Mea. P-Value 0,000 signifikan pOu 0,05. Pengujian yang dilakukanselanjutnya yaitu dilakukan uji homogenitas variansi. Uji bertujuan untuk mengetahui apakah setiap kelompok perlakuan memiliki data yang homogen atau tidak. Homogennya suatu data sendiri merupakan syarat kedua untuk menggunakan uji One Way Anova. Signifikansi hasil uji homogenitas secaraberturut-turut ialah 0,22, 0,39 dan 0,89 yang berarti data memiliki variansi yang sama atau homogen, karena data telah memenuhi syarat-syarat Anova maka analisis data dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya. Uji One Way ANOVA (Analysis Of Variance. digunakan untuk mengetahui efektivitas setiap konsentrasi ekstrak jahe merah (Zingiber Officinale Var. Rubru. Staphylococcus aureus. Hasil pengukuran pada uji One Way ANOVA (Analysis Of Variance. nilai signifikansi adalah 0,000 yaitu < 0,05 sehingga dapat diartikan Ha diterima dan Ho ditolak. Uji ini membuktikan adanya efektivitas ekstrak jahe merah (Zingiber Officinale Var. Rubru. Staphylococcus aureus namun tidak dapat menunjukkan seberapa besar signifikansi daya hambat tiap kelompok Sehingga dilakukan uji lanjutan yaitu Uji Least Significant Difference. Page 204 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 Pada Uji Least Significant Difference bakteri dan membentuk senyawa (LSD) terdapat perbedaan yang signifikan kompleks dengan protein ekstraseluler dan nyata antara konsentrasi 60%, 80% dan maupun terlarut serta dapat pula 100% dengan kontrol positif. Hasil tersebut membentuk kompleks dengan dinding sel dilihat berdasarkan nilai signifikansi yang sehingga dapat merusak membran sel lebih kecil dari 0. 05 (Sig. < 0. Adapun bakteri dan diikuti dengan keluarnya perbedaan terbesar ialah dikonsentrasi senyawa intraseluler (Heriyati et al. 80% tetapi belum mencapai nilai maksimal Syarif Hasanal et al. , 2. yang dihasilkan oleh kontrol positif, dan Mekanisme senyawa fenol sebagai secara Uji Post Hoc Least Significant antibakteri pada konsentrasi rendah Difference (LSD) yang paling baik terdapat adalah dengan merusak membran pada konsentrasi 80%, dan pada sitoplasma dan dapat menyebabkan konsentrasi 100% memang terdapat kebocoran inti sel. Sedangkan pada penurunan tetapi tidak significant. konsentrasi tinggi senyawa fenol Berdasarkan kategori zona hambat berkoagulasi dengan protein seluler. yang dikemukakan Davis dan Stout. Aktivitas tersebut sangat efektif ketika ekstrak jahe merah (Zingiber Officinale bakteri dalam tahap pembelahan yaitu Var. Rubru. dengan konsentrasi 60%, lapisan fosfolipid di sekeliling sel sedang 80%, dan 100% yang berturut-turut dalam kondisi yang sangat tipis sehingga memiliki rata-rata zona hambat 6,08 mm, fenol dapat dengan mudah merusak isi sel 6,48 mm, dan 5,2 mm termasuk dalam (Haninah et al. , 2014. Putri Nadia et al. kategori sedang . -10 m. Sedangkan Mekanisme kerja senyawa kontrol positif Ciprofloxacin dengan rataterpenoid sebagai zat antibakteri dengan rata diameter hambat 23,16 mm termasuk melibatkan kerusakan membran oleh kategori sangat kuat (>20 m. senyawa lipofilik (Retnowati, 2011. Ekstrak jahe merah (ZingiberOfficinale Hilma Putri & Lisa Silviana, 2. Var. Rubru. mampu menghambat Terpenoid pertumbuhan bakteri Staphylococcus bereaksi dengan protein transmembran pada membran luar dinding sel bakteri, mengandung senyawa flavonoid, fenol, membentuk ikatan polimer yang kuat terpenoid, dan minyak astiri. Flavonoid merupakan golongan dari senyawa fenol protein transmembran. Rusaknya protein yang mempunyai sifat efektif menghambat Transmembran pertumbuhan virus, bakteri, dan jamur pasokan nutrisi bakteri yang dapat (Haninah et al. , 2014. Ni Kadek Yunita et bakteri tersebut mati (Isramilda, et al. , 2. Flavonoid menghambat Muhaimin et al. , 2. Minyak astiri yang bersifat lipofilik denaturasi dan koagulasi protein sel bakteri aktivitas antibakteri (Sagita et al. , 2017. Kurniawati, 2. rotein Mekanisme kerja flavonoid dalam transmembra. pada membran luar menghambat pertumbuhan bakteri yaitu dinding sel bakteri, membentuk ikatan polimer yang kuat kerusakan permeabilitas dinding sel Rusaknya porin yang merupakan pintu Universitas Batam Page 205 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 Var. yang efektif dalam mengurangi permeabilitas dinding sel Staphylococcus aureus. Namun besarnya bakteri yang akan mengakibatkan sel zona hambat yang terbentuk oleh ekstrak bakteri kekurangan nutrisi, sehingga jahe merah belum bisa menyamai daya pertumbuhan bakteri terhambat atau mati hambat kontrol positif Ciprofloxacin. (Wirjamadja et al. , 2022. Marina Silalahi Dalam penelitian ini zona hambatterbesar & Karen Lumbantobing, 2. ekstrak jahe merah (Zingiber Officinale Pada penelitian yang dilakukan Dyah Var. terbentuk pada konsentrasi Widiastuti et al. , 2. yang menunjukan 80% dengan rata-rata diameter zona bahwa konsentrasi 100% memberikan hambat 9,1 mm,sedangkan Ciprofloxacin menghambat bakteri Staphylococcus pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan rata-rata diameter zona . ,54 A 0,76 mm ). Dan juga pada hambat 36,9 mm. Terdapat perbedaan peneltian yang dilakukan (Priskila Widhi ukuran yang cukup besar antara ekstrak Martani, 2. penelitian yang dilakukan jahe merah (Zingiber Officinale Var. tentang ekstrak jahe jahe merah yang dibuat rubru. dengan konsentrasi 80% dan dengan konsentrasi 10%, 20%, kontrol positif Ciprofloxacin. 40%, 60%, dan 80% ang telah terbukti Adapun perbedaan terbesar ialah dikonsentrasi 80% tetapi belummencapai pertumbuhan bakteri Staphylococcus nilai maksimal yang dihasilkan oleh Hal ini didukung dengan adanya kontrol positif, dan secara Uji Post Hoc zat-zat antibakteri pada rimpang jahe Least Significant Difference (LSD) yang paling baik terdapat pada konsentrasi Berdasarkan hasil penelitian yang 80%, dan pada konsentrasi 100% dilakukan, kontrol negatif tidak memiliki memang terdapat penurunan tetapi tidak daya hambat terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Hal tersebut terjadi Jadi secara Uji Post Hoc Least karena kontrol negatif etanol 95% tidak Significant Difference (LSD) tidak memiliki sifat antibakteri sehingga berbeda bermakna walaupun sudah dapat memungkinkan bakteri untuk melebar semakin bagus di konsentrasi Penggunaan etanol 95% sebagai 100%, tetapi antara 80% dan 100% kontrol negatif karena menyesuaikan memang terdapat perbedaan tetapi tidak dengan pelarut yang digunakan untuk bermakna, dalam arti tidak ada arti yang Sehingga membuktikan bahwa nyata dalam perbedaannya tersebut. daya hambat yang terbntuk diakibatkan Tetapi secara hasil pada konsentrasi 80% oleh kandungan senyawa yang dimiliki jahe belum dapat menyamai control positif ciprofloxacin karena terdapat perbedaan Dalam penelitian yang telah dilakukan yang bermakna dengan control positif, ini, hasil pengukuran tetapi belum bisa menyamakan nilai dari adanya perbedaan rata- rata diameter zona control positif ciprofloxacin tersebut. hambat yang signifikan. Zona hambat yang terbentuk membuktikan adanya kandungan senyawa yang terdapat pada ekstrak jahe merah (Zingiber Officinale Universitas Batam Page 206 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 Assegaf. Kawilarang. , & SIMPULAN Handajani. Antibacterial Berdasarkan hasil penelitian uji Activity Test of Red Ginger Extract efektivitas ekstrak jahe merah (Zingiber (Zingiber officinale var. Rubru. Officinale Var. Rubru. terhadap Against Streptococcus pyogenes In pertumbuhan bakteri Staphylococcus Biomolecular and Health aureus secara in vitro yang telah Science Journal, 3. , 24. dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ekstrak jahe merah (Zingiber Officinale Azkiyah. Pengaruh Uji Antibakteri Ekstrak Rimpang Jahe Var. Rubru. efektif dalam menghambat Terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus Pertumbuha Jahe merah mempunyai n Staphylococcus Aureus Dan kandungan kimia yaitu flavonoid, fenol. Escherichia coli Secara In Vitro. minyak astiri, dan tannin yang dapat Jurnal Farmasi Tinctura, 1 . , resisten dengan mekanisme tertentu. Davis. , & Stout. Disc Ekstrak jahe merah (Zingiber plate method of microbiological Officinale Var. Rubru. efektif dalam antibiotic assay. Microbiology, 22. , 659-665. Staphylococcus konsentrasi 60% rata-rata diameter zona Diniarti FA. Kasasiah A. Hilmi IL. Uji hambat yang terbentuk adalah 8,6 mm. Resistensi Escherichia Coli Dari Sumber Air Baku Di Karawang Konsentrasi 80% rata-rata diameter zona Terhadap hambat yang terbentuk adalah 9,1 mm. Antibio dan konsentrasi 100% rata-rata diameter Siprofloksasin. Ris zona hambat adalah 10,2 mm. Sedangkan Kefarmasian Indonesia. Ciprofloxacin Dewi. , & Riyandari. menghasilkan rata-rata diameter zona Potensi Tanaman Lokal sebagai hambat 36,9 mm, dan kontrol negatif Tanaman Obat dalam Menghambat Etanol 95% tidak menghasilkan Penyebaran COVID-19. Jurnal Pharmascience, 07. , 112Ae128. DAFTAR PUSTAKA