Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 PROSES GATEKEEPING TV9 NUSANTARA DALAM MEMILIH TAYANGAN PADA ACARA JURNAL 9 Nur Muhammad Firmanda . Puspita Sari . UIN Sunan Ampel Surabaya. Indonesia . 04020521075@student. id, . 04020521077@student. Abstrak. Artikel membahas peran dan dampak televisi, khususnya TV9 Nusantara, sebagai media informasi, hiburan, hingga pendidikan dalam konteks gatekeeping. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami proses gatekeeping TV9 Nusantara dalam memilih tayangan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teori hirarki pengaruh Shoemeker dan Reese. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses gatekeeping di TV9 dikatakan kompleks, khalayak dapat melihat bagaimana level individu hingga level ideologi mampu mempengaruhi kemasan dan isi berita. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman peran gatekeeping dalam konstruksi berita di TV9 dan dampaknya terhadap persepsi pemirsa. Kata kunci : Gatekeeping, hierarki pengaruh, media massa. TV9 Nusantara Abstract. The article discusses the role and impact of television, particularly TV9 Nusantara, as a medium for information, entertainment, and education in the context of gatekeeping. The research aims to explore the gatekeeping process at TV9 Nusantara in selecting programs. The qualitative research method is used with the Shoemaker and Reese's influence framework. The results of the research show that the gatekeeping process at TV9 is quite complex, as individual and ideological levels can influence the packaging and content of news. The article contributes to the understanding of the role of gatekeeping in the construction of news at TV9 and its impact on the public's Keywords: Gatekeeping, hierarchy of influence, mass media. TV9 Nusantara PENDAHULUAN Televisi sebagai salah satu produk dari ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang Televisi telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia, sebagai produk yang menggabungkan aspek budaya dan teknologi, keberadaannya akan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Televisi bukan lagi barang mewah, melainkan telah menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan bagi setiap anggota keluarga, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Televisi memiliki banyak peran, termasuk sebagai media informasi, hiburan, sarana bisnis, pendidikan, dan banyak lagi. Program-program televisi yang disajikan memiliki pengaruh besar terhadap pola hidup dan gaya hidup manusia. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 Televisi memberikan kesenangan psikis melalui beragam program hiburan seperti sinetron, komedi, film, kuis, reality show, olahraga, dan seni pertunjukan lainnya. Selain itu, televisi juga memiliki peran penting dalam menyampaikan isu-isu sosial melalui program berita, fitur khusus, dan talkshow. Dari perspektif pemilik dan pengelola media, televisi dapat digunakan untuk memengaruhi opini publik sesuai dengan kepentingan politik pemiliknya. Dengan kata lain, televisi dapat dimanfaatkan secara ekonomis dengan menjual waktu siaran untuk menciptakan konsumen yang loyal terhadap produk-produk yang ditawarkan di pasar. Pada tahun 2007. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jatim mengumumkan langkah-langkah untuk merevisi pendaftaran lembaga penyiaran di wilayah Jawa Timur. Semua lembaga penyiaran, baik itu stasiun radio maupun televisi, diminta untuk melakukan pendaftaran ulang permohonan izin mereka, yang akan diproses lebih lanjut hingga izin penyelenggaraan penyiaran resmi diberikan. Pada saat itu, ada sekitar 420 stasiun radio dan 102 stasiun televisi yang mengajukan permohonan izin penyiaran, termasuk stasiun televisi 2 Namun, tidak semua dari mereka memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Saat ini, hanya tersisa 34 stasiun televisi lokal yang telah berhasil memproses izin penyiarannya. Salah satu nya adalah TV9. TV9 Surabaya merupakan satu-satunya stasiun televisi swasta di Indonesia yang menargetkan pemirsa dengan karakter komunitas tertentu. Stasiun televisi ini didirikan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur sebagai bagian dari upaya dalam menyebarkan ajaran Islam ahlusunnah wal jamaah ala Nahdliyah melalui media penyiaran televisi. 3 Seiring berjalannya waktu. TV9 telah bertransformasi menjadi sebuah stasiun televisi dengan karakter yang lebih bersifat swasta dan komersial. Ini juga berlaku untuk proses perizinan yang telah dilakukan oleh TV9. Stasiun televisi ini telah memperoleh izin penyelenggaraan penyiaran (IPP) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan secara resmi mulai mengudara di wilayah Surabaya Raya sejak tahun 2010. Proses penentuan apakah suatu informasi sesuai atau tidak untuk disiarkan dikenal dengan istilah gatekeeping. Seperti yang dikutip oleh Nurudin. John R. Bittner menjelaskan 1 Marjuah Sri Sanityastut. AuMembacaAy Televisi Indonesia,Sebuah Upaya Menyikapi Tayangan Televisi. Jumal Komunikasi. ISSN 1907-848XVolume 2. Nomor 1. Oktober 2007 ( 189 - 200 ). 2 Database pendaftaran lembaga penyiaran KPID Jawa Timur periode 21 Oktober-21 Desember 2007 3 Hakim Jayli. Televisi Kaum Santri: Konsep Baru Bisnis dan Tayangan Televisi di Gerbang Era Televisi Digital, (Surabaya: TV9 Nusantara, 2. , hal. 4 Abdul Choliq. Mochammad Dawud. Manajemen Strategi Ala NU TV9 Menghadapi Televisi Swasta Lokal Surabaya. Al-Hikmah. Vol, 18 No. 1 April 2020. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 gatekeeper . rang yang melakukan gatekeepin. sebagai orang-orang atau sekelompok individu yang mengawasi aliran informasi dalam suatu saluran komunikasi massa. 5 Mereka yang terlibat dalam kegiatan gatekeeping memiliki peran kunci dalam mengelola aliran Dalam praktik gatekeeping, seorang gatekeeper salah satu peranan atau fungsinya adalah menyaring informasi dengan cara penyuntingan sebelum disiarkan. Peran seorang gatekeeper tidak terbatas hanya pada melakukan koreksi atau penyelarasan naskah berita, tetapi juga mencakup kewenangan, tanggung jawab, dan tugas yang lebih luas daripada itu. Peneliti memiliki 3 penelitian terdahulu sebagai pembanding antara peneletian kami dengan yang sebelum nya. Pada penelitian terdahulu proses gatekeeping atau proses pemilihan konten pada digital platform Kompas TV masih banyak dipengaruhi oleh redaksi Kompas TV. 7 Pada penelitian sebelumnya. Harian Disway melakukan gatekeeping yang dilakukan oleh banyak gatekeeper seperti pemimpin redaksi, copy editor, redaktur, dan reporter yang mencakup pengawasan dan pengendalian berita dari awal proses hingga akhir Sebagai final gatekeeper, pemimpin redaksi bertanggung jawab untuk mengevaluasi dan memvalidasi setiap berita serta menjalankan pertanggungjawaban atas semua konten yang diterbitkan. 8 ada juga penelitian serupa membahas proses gatekeeping i news. Proses gatekeeping di iNews. id diawali dengan tahap perencanaan, penugasan, reportase berita, dan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses gatekeeping atau seleksi yang terjadi pada ruang redaksi TV9 Nusantara terlebih pada tayangan berita di acara Jurnal 9. Dari hasil penelitian ini, nantinya diharapkan masyarakat tau bagaimana proses seleksi suatu berita hingga akhirnya dapat dinyatakan lolos dan menjadi sebuah tayangan. Tidak hanya untuk masyarakat saja terlebih para pelaku media dapat memahami mulai individu hingga ideologi yang digunakan dapat mempengaruhi isi berita yang akan mereka 5 Nurudin. Pengantar Komunikasi Massa, (Jakarta: Rajawali Pers 2. , hlm. 6 Roger D. Wimmer & Joseph R. Dominick. Mass media research an introduction 7th. (Amerika: 2. , hlm. 7 Veronika. Proses Gatekeeping pada Tim Digital Kompas TV. Jurnal Ultimacomm Vol. 9 Des 2017 8 Celina Natalia Sitorus. Tavana Yurens. Isbimayanto. GATEKEEPING DALAM PRODUKSI BERITA PADA HALAMAN UTAMA DI MEDIA CETAK HARIAN DISWAY. Jurnal Penelitian Komunikasi. Vol. 02 No. Shania Shaufa. Thalitha Sacharissa Rosyidiani. GATEKEEPING INEWS. ID DALAM PEMBERITAAN TENTANG PEMBATASAN IBADAH DI MASJID AKIBAT PANDEMI COVID-19. Jurnal Kajian dan Terapan Media. Bahasa. Komunikasi Vol. 2 No. Mei 2021 Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 Perkembangan media di era saat ini sudah tak terbendungkan. Ada banyak media massa baru yang kini muncul. Beberapa media yang dulunya dianggap sebagai media baru kini dianggap sebagai media konvensional, seperti televisi. Televisi dulunya menjadi media elektronik terbesar yang mampu membawa penikmatnya merasakan langsung apa yang dirasakan oleh masyarakat lain dibelahan dunia yang lain. Namun hal itu kini tergantikan dengan munculnya media media massa baru yang jauh lebih efisien penggunaannya. Tetapi televisi hingga saat ini masih memiliki penikmat atau pasarnya sendiri. Televisi menjadi salah satu medium yang sangat diminati oleh masyarakat. Ragam program yang disajikan meliputi berita, sinetron, acara hiburan, komedi, animasi anak, dan masih banyak lagi. Kehadiran media massa dalam kehidupan masyarakat modern menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan, mengubah dunia ini seakan menjadi desa global yang besar. Fenomena ini terjadi berkat peran media massa yang meredam batasan jarak dan waktu secara Salah satu jenis program yang masih menjadi sorotan di televisi adalah program berita. Program ini bertujuan menyajikan informasi terkini dan relevan kepada penonton. Meskipun demikian, banyak orang mungkin sulit membedakan jenis-jenis program berita yang ditayangkan di berbagai stasiun televisi. Kategori program informasi melibatkan segmen seperti berita keras atau hard news yang berfokus pada fakta penting. Berita ringan untuk konten yang lebih santai, feature untuk liputan mendalam, infotainment yang menggabungkan informasi dan hiburan, berita lunak untuk isu yang lebih menghibur, dokumenter untuk eksplorasi mendalam, dan talk show sebagai platform interaktif untuk diskusi11. Sebagian besar penonton cenderung lebih akrab dengan jenis berita keras atau hard news. Contohnya, dalam program berita seperti "Liputan 6" yang tayang SCTV12. Penonton dapat menemukan liputan yang fokus pada peristiwa-peristiwa signifikan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Berita keras ini umumnya mencakup topik politik, sosial, dan ekonomi, memberikan pemirsa informasi mendalam tentang peristiwa terkini yang memiliki dampak 10 Jhon Vivian. Teori Komunikasi Massa, (Jakarta: Kencana Prenamedia Group, 2. , h. 11 Morissan. Op. cit, h. 12 Fitria. Hamidah. Anang Walian. Studi Komparasi Pola Penulisan Berita Feature Pada Media Online Liputan6. com Dan Tribunsumsel. Vol 1 No 1 . : Tabayyun: Journal of Journalism. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 Dalam setiap segmen pemberitaan televisi, baik itu berita hard news atau soft news, pasti terdapat proses seleksi pemilihan berita yang melibatkan figur yang dikenal sebagai Gatekeeper, yang dapat berperan sebagai individu atau kelompok, memainkan peran yang sangat penting dalam menentukan berita atau topik yang akan disiarkan. Tanggung jawab mereka melibatkan pemilihan dan penentuan berita yang akan diprioritaskan untuk disampaikan melalui saluran berita. John R. Bitner menjelaskan bahwa gatekeeper adalah individu atau kelompok yang terlibat dalam pemantauan aliran informasi di suatu saluran Gatekeeper memainkan peran penting sebagai filter dalam menentukan berita mana yang akan diberikan perhatian utama dan disiarkan kepada penonton. Keterlibatan gatekeeper dalam proses ini mencerminkan pentingnya pengambilan keputusan yang hati-hati dalam penyajian berita televisi untuk memenuhi kebutuhan dan minat audiens. Proses ini yang dikenal sebagai gatekeeping, menekankan pada selektivitas, aktualitas, dan objektivitas dalam pemilihan berita. Gatekeeper secara hati-hati memastikan bahwa berita yang dipilih memenuhi kriteria tersebut. Konsep gatekeeping telah menjadi metafora umum yang digunakan untuk menggambarkan tahap di mana keputusan strategis diambil dalam pekerjaan media. Pandangan mengenai gatekeeping pertama kali dikenalkan oleh Kurt Lewin dalam bukunya yang berjudul Human Relations . di mana diberi gambaran bagaimana mempersuasi seseorang dalam memesan makanan yang akhirnya mampu mempengaruhi kebiasaan semua anggota keluarga. 14 Lewin berusaha menjelaskan bagaimana seseorang mampu memberikan perubahan sosial di suatu kelompok tertentu hal ini dapat dikerucutkan kepada masyarakat. Dalam konteks ini perubahan sosial merupakan orang orang yang memiliki kontrol atas proses seleksi dalam sebuah berita yang bisa juga disebut Gatekeeper. Ada beberapa teori akhirnya muncul, yang adaptasinya berawal dari teori yang disampaikan oleh Kurt Lewin, seperti teori dari David Manning White yang mulanya membahas tentang teori Scharmm mengenai sumber sumber penerima yang akhirnya 13 Krisna Aditya. GATEKEEPING PROCESS PADA KANTOR BERITA ANTARANEWS. COM. Universitas Persada Indonesia Y. 14 Don W. Stacks and Michael B. Salwen. An Integrated Approach to Communication Theory and Research (Routledge, 2. , https://books. com/books?hl=id&lr=&id=rBWOAgAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=Stacks. , & Sal wen. AN INTEGRATED APPROACH TO COMMUNICATION THEORY AND RESEARCH. &ots=5 EW722aM0N&sig=o3ouBkGHbcWMkKFSPQ9QSIbx7y4. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 dipadukan dengan teori gatekeeping milik Lewin. Muncul istilahAyMr. GatesAy kepada seseorang yang melakukan seleksi atau pengatur informasi yang akan disajikan kepada khalayak. Namun teori White lebih berfokus pada proses seleksi yang dilakukan secara subjektif bukan objektif, di mana proses editing yang dilakukan didasari atas kemauan editor, jumlah tempat di media dan pesan yang akan disampaikan. Hal ini juga dipengaruhi oleh latar belakang dari wartawan itu sendiri seperti media di mana ia bekerja15. Teori yang digunakan dalam penelitian ini didasari oleh Teori Hirarki Pengaruh Isi atau Hierarchy of Influence Theory tentang gatekeeping pada media massa yang dikemukakan oleh Pamela Shoemeker dan Stephen D. Rees. Didukung juga dengan buku yang ditulis dengan Shoemeker dan Voos di tahun 2006 yang berjudul Gatekeeping Theory. Shoemaker dan Reese mengemukakan lima tingkatan yang dapat mempengaruhi isi media, yaitu individual . , routines . , organizational . , extramedia . dan ideological/socio cultural . deologi/sosial buday. Pada tingkatan pertama, yaitu individu faktor yang datangnya dari jurnalis sendiri biasanya berupa latar belakang atau pengalaman yang dialami. Kedua tingkatan rutinitas, dilihat dari kebiasaan yang dilakukan jurnalis maupun redaktur dalam melakukan seleksi Di tingkat organisasi merupakan tingkatan yang dilihat dari karakteristik dari organisasi, aturan dari organisasi hingga tujuannya. Tingkatan ke empat yaitu ekstra media dilihat dari sumber berita hingga pembacanya. Dan yang terakhir yaitu tingkatan ideologi bagaimana melohhat secara luas realitas sosial. Dengan demikian teori dan padangan mengenai gatekeeping oleh Shoemeker. Rees dan Voos mampu memberikan pemahaman lebih dalam tentang bagaimana proses gatekeeping yang terjadi di TV9 mulai dari seleksi berita hingga diputuskan layak tayang dalam program Jurnal TV9. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode penelitian kualitatif yang menurut Bogdan dan Taylor . mengartikan penelitian yang menggunakan tata cara penelitian yang bertujuan 15 George Sylvie and J. Sonia Huang. AuValue Systems and Decision-Making Styles of Newspaper Front-Line Editors,Ay Journalism & Mass Communication Quarterly 85, no. 1 (March 2. : 61Ae82, https://doi. org/10. 1177/107769900808500105. 16 Pamela J. Shoemaker and Stephen D. Reese. Mediating the Message (White Plains. NY: Longman, 1. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 mengumpulkan juga menganalisis data deskriptif seperti tulisan, ungkapan lisan dari orang dan perilakunya mampu diamati17. Pendekatan fenomenologi digunakan untuk memahami makna dan pengalaman individu tentang fenomena tertentu18. Dalam konteks penelitian ini, fenomena yang diteliti adalah proses gatekeeping yang terjadi pada ruang redaksi TV9 Nusantara. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi juga Peneliti melakukan wawancara terhadap narasumber kunci yaitu Rena Fitria Paraswati sebagai Redaktur Pelaksana dan Yoga Pratama sebagai Produser dengan menggunakan teknik purposive sampling, yang merupakan metode pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Dalam penelitian ini, peneliti membagi data menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan informan mengenai topik penelitian, sementara data sekunder diambil dari sumber-sumber seperti buku, jurnal online, dan penelitian lain yang relevan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah hirarki pengaruh oleh Shoemeker dan Reese untuk mengatahui proses filterasi atau gatekeeping yang ada di ruang redaksi. Yaitu terdapat lima tingkatan mulai dari individual, rutinitas, organisasi media, ekstra media dan Peneliti memilih lima aspek untuk dijadikan landasan dalam menganalisis hasil wawancara dengan narasumber terkait. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil TV9 Nusantara TV9 Nusantara merupakan saluran tv lokal yang fokus pada program-program berbasis keagamaan, berbeda dengan saluran televisi lain yang lebih memprioritaskan gaya hidup kontemporer dan lebih cenderung menampilkan budaya dari Surabaya. Keberadaan TV9 Nusantara sebagai stasiun televisi lokal di Jawa Timur memiliki nilai penting, sebagaimana hasil penelitian Nielsen menunjukkan bahwa TV9 Nusantara menempati peringkat kedua sebagai stasiun televisi paling diminati di Jawa Timur, dengan persentase pemirsa mencapai 18 persen. 17 Budi Santoso. AuProses Gatekeeping Di Ruang Redaksi Dinamika Bogor,Ay Studi Kasus Proses Produksi Berita Pada Tv Megaswara Bogo. Ay Jurnal Universitas Gunadarma Jakarta. Di Akses Pada Tanggal 16 . 18 Creswell Jw. AuQualitative Inquiry and Research Design,Ay Choosing Among Five Traditions, 1998, https://cir. jp/crid/1571980074750071040. 19 Riset Nielsen untuk TV9 Nusantara pada tahun 2017. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 TV9 Nusantara, yang dikelola oleh PT Dakwah Inti Media, merupakan perusahaan yang dimiliki oleh organisasi Nahdlatul Ulama Jawa Timur. Stasiun ini menjadi satu-satunya saluran televisi dengan nuansa religi, fokus pada program-program yang bersifat santun dan Mereka lengkap dengan simbol-simbol Islam, seperti kopyah untuk pria dan kerudung untuk wanita. Berbagai program disajikan, termasuk nuansa religi, talkshow religi, sinema religi, dan sebagainya. 20 Program-program ini berhasil menarik perhatian penonton Jawa Timur dengan memasukkan nilai-nilai tradisi dan budaya lokal yang tidak ditemukan di televisi nasional. 21 TV9 Nusantara memiliki penonton yang mayoritas adalah Warga Nahdlatul Ulama atau nahdliyin, karena TV9 Nusantara merupakan televisi religi islam yangbanyak menampilkan tradisi NU dalam tayangannya. Tidak hanya memiliki kedekatan ideologis dengan tayangan yang di tampilkan, tetapi juga adanya kedekatan dalam hal keorganisasian. Proses Gatekeeping TV9 Nusantara Proses penyeleksian berita atau gatekeeping yang terjadi dalam sebuah media massa menurut Donohoe. Tichenor dan Olien tidak hanya sebatas menyeleksi saja. Proses gatekeeping dapat diartikan sebagai proses panjang mulai dari mengontrol informasi yang meliputi semua tanda dari pesan. Tidak hanya sebatas menyeleksi tetapi juga mengolah, menyembunyikan, menajamkan, menerbitkan hingga pemilihan momen yang sesuai dengan informasi yang akan disebarkan. Tahapan seleksi berita yang baik akan menciptakan berita yang berkualitas, dan berlaku sebaliknya jika pada tahap seleksi tidak berjalan sesuai dengan yang ditentukan akan berpotensi munculnya informasi yang tidak benar23. Proses seleksi atau gatekeeping di setiap media pasti dipengaruhi oleh budaya, rutinitas atau kebiasaan yang ada di sana. Yang akhirnya proses gatekeeping dilakukan dengan standarisasi yang berbeda. Namun para gatekeeper cenderung memiliki pandangan yang sama tentang hal hal yang menjadi daya tarik dari para 20 Hakim Jayli. Televisi Kaum Santri. Konsep Baru Bisnis dan Tayangan Televisi di Gerbang Era TV Digital (Surabaya: TV9 Surabaya, 2. 21 Hakim Jayli. Televisi Kaum Santri. Konsep Baru Bisnis dan Tayangan Televisi di Gerbang Era TV Digital (Surabaya: TV9 Surabaya, 2. 22 Pamela J. Shoemeker dan Stephen D. Reese. AuCommunication Concepts 3: GatekeepingAy Newburry Park. California. USA: Sage Publications. 23 Muannas Muannas. AuProses Gatekeeping Terkait Redistribusi Konten Media Sosial: Persfektif Generasi Z,Ay Jurnal Jurnalisa 4, no. , https://journal3. uin-alauddin. id/index. php/jurnalisa/article/view/6898. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 Hasil dari penelitian ini menjelaskan bagaimana realitas yang terjadi pada proses penyeleksian berita atau gatekeeping yang terjadi pada TV9 Nusantara. Wawancara mendalam dilakukan terhadap beberapa informan yang berkecimpung langsung pada proses seleksinya. Dalam hal ini teori yang dikemukakan Shoemaker dan Reese menjadi acuan dalam menganalisis proses redaksi yang ada pada TV9 Nusantara khususnya pada tayangan Jurnal 9. Terdapat lima tingkatan yang dikemukakan oleh Shoemeker dan Reese diantaranya individual, rutinitas, organisasi, institusi dan ideologi atau sosial budaya. Pada level individual, baik redaktur, produser maupun jurnalis memiliki pandangan yang sama dalam memilah berita atau informasi yang masuk. Seperti yang dikatakan oleh salah satu informan. Informan AuKita memiliki banyak sumber berita, tetapi hal tersebut tidak membuat berbedanya tujuan dari TV9 sendiri yaitu, memberdayakan umat. Biasanya para jurnalis akan dibebaskan memilih sudut pandang dari mana. Seperti dilihat dari banyaknya pilihan narasumber dalam satu berita yang sedang hangat dibicarakan, para jurnalis bebas memilih narasumber mana yang akan mereka wawancarai namun tetap sesuai dan Selanjutnya para jurnalis akan mengirim hasil video lapangan dan naskahnya. Dan di sinilah salah satu peran redaktur, yaitu bertugas menyunting naskah. Ay(Rena Paraswati. Redaktur Pelaksan. Informan lain juga mengatakan hal yang serupa mengenai sistem yang digunakan di TV9 dalam memilah dan menyebarkan infromasi. Ada ketentuan yang memang sudah disepakati Informan mengatakan: AuBanyak sumber berita yang kita dapat. Tetapi berita yang memiliki sifat islam Rahamatan Lil Alamin adalah karakteristik dari TV9 sendiri. Seperti yang tercantum pada tagline yaitu santun menyejukkan. TV9 jarang sekali menerima berita/informasi yang membuat gaduh masyarakat. Karena semua yang menjadi pekerja di redaksi TV9 akan diberikan pemahaman atau minimal briefing ataupun rapat redaksi. Ay (Yoga Pratama. Produse. Dapat dikatakan, jika para jurnalis yang ditugaskan oleh TV9 dibebaskan memilih sudut pandang yang mereka mau. Akan tetapi nilai keislaman yang dijunjung dan juga tanggung jawab sosial terhadap masyarakat menjadi pedoman yang dipegang oleh seluruh pekerja media di TV9 Nusantara atau biasa dikenal kebebasan pers yang bertanggung jawab. 24 Rahmi Rahmi. AuKebebasan Pers Dan Demokrasi Di Indonesia,Ay Jurnal Komunikasi Dan Kebudayaan 6, no. : 78Ae85. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 Selanjutnya pada level rutinitas, tingkatan ini dipengaruhi oleh pola atau cara yang digunakan media dalam mengemas sebuah berita. Pada tingkatan ini baik jurnalis, produser maupun redaktur sudah dibiasakan dengan cara kerja yang sudah ditetapkan oleh media itu Informasi yang diterima oleh media massa dipengaruhi oleh praktik komunikasi yang dilakukan sehari-hari mulai dari deadline, kebutuhan dalam penayangan, nilai berita, standar objektifitas hingga kepercayaan reporter pada sumber berita. Dalam hal ini dipengaruhi oleh tiga unsur yang saling berkaitan yaitu sumber berita . , audiens/masyarkat . , organisasi media . Sumber berita yang didapatkan oleh TV9 Nusantara berasal dari para jurnalis yang mereka tugaskan. Jurnalis yang ditugaskan ditempatkan berdasarkan kebutuhan berita yang akan diangkat. Berikut apa yang telah informan katakan: AuTV9 memiliki banyak VJ . ideo jurnali. atau wartawan yang tersebar diseluruh wilayah terlebih di Jawa Timur. Seperti di Surabaya terdapat 5 VJ yang tersebar dibeberapa kedinasan. Untuk selain Surabaya, seperti Mojokerto. Gresik dan wilayah Jawa Timur yang lain diberikan 1 VJ. Terkait informasi memang full mendapatkan dari para VJ atau wartawan. Para wartawan meliput berdasarkan beberapa kualifikasi, ada yang berdasarkan peristiwa yang terjadi di lapangan, ada juga yang berdasarkan penugasan dari pihak redaksi terkait. Ay (Rena Paraswati. Redaktur ) Ditambahkan pula oleh informan terkait audiens dari TV9 Nusantara yang secara tidak langsung terbentuk dari organisasi yang menjadi latar belakang adanya TV9 itu sendiri yaitu Nahdlatul Ulama. Meskipun demikian, tidak menjadikan berita yang disajikan TV9 Nusantara pada program Jurnal TV9 hanya sebatas ke NUan saja, yang membedakan adalah pedoman yang digunakan oleh TV9. Dan akhirnya menjadikan rutinitas media terbentuk. Informan AuTidak semuanya berita yang ditayangkan adalah berita mengenai keislaman atau ke NUan saja, karena tidak semua juga merupakan berita berita islam. Meskipun memang TV9 mengacu pada Nahdhlatul Ulama tetapi tidak semua berita yang disampaikan hanya berita keislaman saja. Tetapi berita yang dihasilkan harus mengacu kepada pedoman jurnalisme kemaslahatan. Seperti contoh sebuah berita pencurian, di TV9 tidak sembarangan menayangkan berita seperti itu karena dalam islam mencuri adalah hal yang tidak baik. Dan dari situlah TV9 memberikan pengertian kepada audiens bahwa hal tersebut tidaklah baik untuk di contoh. Ay (Rena Paraswati. Redaktur Pelaksan. 25 Werner J. Severin. AuTeori Komunikasi: Sejarah. Metode. Dan Terapan Di Dalam Media Massa,Ay 2011, h. 26 Shoemaker and Reese. Mediating the Message. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 Pada level organisasi dalam konteks gatekeeping mencakup pengaruh kelompok terhadap berbagai aspek, seperti sistem filter dan praseleksi, karakteristik organisasi yang terkait dengan budaya organisasi, aturan dan batasan internal organisasi, proses sosialisasi organisasi yang melibatkan norma dan nilai, serta peran media televisi dalam mengelola proses Pemilik media atau eksekutif tertinggi memiliki keputusan akhir tentang apa yang dilakukan organisasi, dalam hal ini redaktur berperan sebagai pemilik keputusan akhir dalam penyeleksian berita. Level organisasi cukup mempengaruhi proses gatekeeping dalam hal visi dan misi nya. Hal tersebut di TV9 menjadi pijakan redaksi dalam melakukan kerja jurnalistik terutama pada tayangan berita jurnal TV9, seperti yang dikatakan oleh informan: AuTim jurnal TV9 memiliki sifat keislaman dalam berita nya tetapi maksud dari sifat keislamannya adalah islam yang menyeluruh. Tim jurnal TV9 memiliki batas-batasan dari informasi siapa saja yang boleh diambil. TV9 juga memiliki pedoman jurnalisme Dan dalam hal penyuntingan naskahlah yang bertugas di TV9 untuk acara jurnal adalah mbak rena sebagai redakturAy (Yoga Pratama. Produse. Pada tingkatan ekstra media merujuk pada elemen di luar kendali organisasi media yang memiliki dampak pada isi berita, termasuk sumber informasi, kelompok kepentingan, pengiklan, audiens . , pemerintah, dan teknologi29. Seperti yang disampaikan oleh infroman. TV9 secara keorganisasian dinaungi langsung oleh lembaga islam Nahdlatul Ulama, namun hal tersebut tidak berpengaruh terhadap isi berita yang akan disampaikan kepada khalayak begitupula ekstra medianya. Shoemaker dan Reese setuju menyatakan bahwa pemisahan antara profesionalisme dan kepentingan organisasi merupakan salah satu tanggung jawab media untuk memastikan bahwa gangguan internal tidak merusak profesionalisme media. Begitu pula bagi pengiklan, meskipun pengiklan merupakan salah satu sumber keuntungan bagi suatu media. Hal tersebut bukan menjadi alasan seorang pengiklan berhak untuk mecampur tangani suatu berita yang akan disampaikan. Dapat dikatakan jika di TV9 Nusantara Shoemaker. , & Reese. Mediating the Message: Theories of Influences on Mass Media Content. https://doi. org/10. 1177/1326365X14540245 28 Muannas. Proses Gatekeeping Terkait Redistribusi Konten Media Sosial: Perspektif Generasi Z. Jurnalisa Vol 04 Nomor 2/ November 2018. 29 Ferri Suryo Nugroho and Pundra Rengga Andhita. AuHierarki Pengaruh Dalam Pemberitaan Gibran Sebagai Kandidat Walikota Surakarta Di Solopos. Com,Ay Avant Garde 9, no. : 35Ae48. 30 Christian. Penerapan Prinsip Pagar Api oleh Metro TV pada Talk Show Economic Challenges. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 semua keputusan final pemberitaan tidak ditemukan gangguan pengaruh baik dari eksternal maupun internalnya. Seperti yang dikatakan informan: AuMeskipun memang TV9 mengacu pada Nahdhlatul Ulama tetapi hal tersebut tidak mempengaruhi secara langsung isi berita yang akan disampaikan. Selain memang visi misi yang sudah menjadi ketetapan dari awal. Begitupun iklan yang masuk ya. Ay (Rena Paraswati. Redaktur Pelaksan. Pada level terakhir yaitu ideologi, level ini memiliki pengaruh paling besar terhadap isi pemberitaan meskipun tidak secara langsung31. Di TV9 Nusantara ideologi media dapat dilihat dari tagline, visi misi dan pedoman yang digunakan. Informan banyak menjelaskan jika jurnalisme maslahat menjadi pedoman dari apapun yang akan ditayangkan di TV9 Nusantara termasuk pada acara Jurnal 9. Informan menjelaskan jurnalisme maslahat yang diusung adalah tipe jurnalisme yang tidak menggunakan cara pandang atau jurnalisme perang atau biasa disebut kontroversi juga konflik dalam menyangkan pemberitaan. Informan juga menambahkan jika pedoman yang digunakan TV9 mirip dengan pedoman yang digunakan oleh Kompas TV, yaitu jurnalis damai. Informan mengatakan: AuTV9 memiliki pedoman jurnalisme maslahat, adalah konsep jurnalisme untuk ke maslahatan umat. Jurnalisme maslahat yang dimaksut yaitu tidak menggunakan cara pandang atau jurnalisme perang atau juga biasa disebut kontroversi, konflik dalam menyangkan pemberitaan. Hampir mirip dengan pedoman yang dipakai kompas yaitu jurnalis damai, tetapi terdapat perbedaan juga, dimana tidak berujung pada damai saja tetapi lebih jauh dari itu. Ada tujuan lainnya seperti kemaslahatan masyarakat yang harus mampu membawa manfaat bagi masyarakat menjadi lebih baik bukan Ay (Rena Paraswati. Redaktur Pelaksan. Informan lain juga menambahkan bagaimana jurnalisme maslahat mengkontrol kemasan berita yang akan disampaikan kepada audiens TV9. Informan mengtakan: AuAda juga beberapa kontrol dari jurnalisme maslahat, satu mengeksplorasi terbentuknya konflik yang dikemas dengan santun dan memberdayakan masyarakat. Kedua harus memberikan manfaat bagi Masyarakat. Ketiga membuat konflik menjadi tranparan dan tidak membuat pemirsa menjadi tegang, memberikan suara kepada semua pihak mulai empati hingga pengertian, dan memberikan suara kepada umum tidak hanya tertuju pada satu kepentingan saja. Ay (Yoga Pratama. Produse. Jika dipahami bahwa tujuan ideal jurnalistik adalah mencapai kemaslahatan hidup bersama, maka dalam menulis dan menyebarkan berita, penting untuk memberikan informasi 31 Felix Tawaang and Hasyim Ali Imran. AuIDEOLOGY AND MEDIA DISCOURSE,Ay accessed December 6, 2023, https://core. uk/download/pdf/304733074. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 yang akurat dan obyektif. Jurnalis perlu menghindari pendapat pribadi dan bias, serta memastikan bahwa fakta-fakta yang disajikan dapat diverifikasi dan didukung oleh sumber yang kredibel guna untuk mencerdaskan umat 32. Analisis Hasil penelitian ini mencerminkan keterkaitan dengan teori hirarki pengaruh Shoemaker dan Reese, yang mengidentifikasi tingkatan pengaruh dalam proses gatekeeping di media Pada tingkatan individual, penelitian ini mendukung konsep bahwa jurnalis, produser, dan redaktur memiliki peran signifikan dalam memilih sudut pandang berita, sejalan dengan temuan Shoemaker dan Reese yang menyebutkan bahwa gatekeeper pada tingkatan individual memiliki kebebasan untuk memilih berita yang sesuai dengan pandangan atau preferensi Tingkatan individual dalam proses gatekeeping, di mana jurnalis, produser, dan redaktur memiliki peran penting dalam pemilihan sudut pandang berita, telah menjadi fokus perhatian banyak penelitian sebelumnya. Menurut Shoemaker dan Reese, pada tingkatan ini, kebebasan individu gatekeeper untuk memilih dan menentukan berita yang akan disiarkan sangat memengaruhi keragaman informasi yang disajikan kepada publik. 34 Sejalan dengan temuan penelitian ini. McManus mengungkapkan bahwa gatekeeper individu, seperti jurnalis, seringkali membawa nilai-nilai, latar belakang, dan preferensi pribadi mereka dalam proses seleksi berita, yang dapat tercermin dalam penentuan framing dan penekanan pada aspekaspek tertentu dari sebuah cerita. Penelitian terdahulu juga menyoroti bahwa kebebasan individu dalam tingkatan ini dapat menciptakan keragaman dalam penyajian berita, tetapi juga menghadirkan potensi bias dan Menurut Gans, gatekeeper individu dapat memilih berita berdasarkan pertimbangan-pertimbangan subjektif mereka, termasuk preferensi ideologis, nilai-nilai personal, dan orientasi politik36. Oleh karena itu, meskipun kebebasan ini mendukung 32 Amir Machmud NS. AuMengartikulasikan AoTrial By The PressAo Dalam Kemasan Pemberitaan Media Yang Berorientasi Kemaslahatan,Ay Masalah-Masalah Hukum 45, no. ): 41Ae48. 33 P. Shoemaker and S. Reese. Mediating the Message: Theories of Influences on Mass Media Content (Longman, 1. , https://books. id/books?id=E_HtaMAAJ. 34 Shoemaker and Reese. McManus. Market-Driven Journalism. Let the Citizen Beware? (Sage, 1. , https://books. id/books?id=WXx-zQEACAAJ. 36 H. Gans. Deciding WhatAos News: A Study of CBS Evening News. NBC Nightly News. Newsweek, and Time. Communication and Society (Pantheon Books, 1. , https://books. id/books?id=GYRZaMAAJ. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 keragaman, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai obyektivitas dan keadilan dalam penyajian informasi kepada publik. Dalam konteks TV9 Nusantara, di mana nilai keislaman menjadi parameter utama pada tingkatan individual, penting untuk mencatat bahwa kebebasan gatekeeper tidak terlepas dari konteks ideologis dan budaya organisasi. Hal ini sejalan dengan temuan Hallin dan Mancini, yang menyatakan bahwa gatekeeping tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial dan politik yang lebih luas, termasuk nilai-nilai yang dianut oleh organisasi media. Pada tingkatan rutinitas, penelitian ini sejalan dengan konsep rutinitas dalam teori hirarki pengaruh, di mana media massa, termasuk TV9, memiliki pola kerja yang terbiasa, termasuk deadline, nilai berita, dan standar objektivitas. Temuan ini menegaskan bahwa praktik komunikasi sehari-hari di lingkungan media massa dapat memengaruhi seleksi berita. Tingkatan organisasi dalam penelitian ini mencerminkan pengaruh budaya organisasi, aturan internal, dan visi misi dalam proses gatekeeping. Pada tingkatan ideologi, penelitian ini mendukung konsep ideologi dalam teori hirarki pengaruh, yang mencakup nilai-nilai dan pandangan yang tercermin dalam visi misi dan pedoman jurnalisme. Temuan ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menyoroti peran ideologi dalam membentuk pilihan editorial38. Dalam konteks gatekeeping TV9 Nusantara, nilai-nilai keislaman dan pedoman jurnalisme maslahat menjadi landasan utama, dan hal ini dapat dikaitkan dengan konsep nilai dan ideologi dalam teori hirarki pengaruh. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman kita tentang bagaimana teori hirarki pengaruh dapat diterapkan dalam konteks gatekeeping media massa dengan fokus pada TV9 Nusantara. PENUTUP Simpulan Proses gatekeeping yang terjadi di TV9 Nusantara terlebih pada tayangan acara Jurnal 9 tergolong kompleks, melibatkan berbagai tingkatan mulai dari individu hingga ideologi. Melalui penelitian ini masyarakat mampu memahmi proses seleksi berita yang ada di TV9 tidak hanya mencakup seleksi informasi saja, tetapi juga melibatkan pengolahan, penyembunyian, 37 D. Hallin and P. Mancini. Comparing Media Systems: Three Models of Media and Politics. ACLS Humanities E-Book (Cambridge University Press, 2. , https://books. id/books?id=954NJChZAGoC. 38 R. Entman. Scandal and Silence: Media Responses to Presidential Misconduct. Contemporary Political Communication (Polity Press, 2. , https://books. id/books?id=xWaTaQBAJ. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 pemanjangan, penerbitan, dan pemilihan momen yang sesuai dengan nilai-nilai yang Para pelaku media juga mampu mengetahui mulai tingkatan individu, jurnalis, produser, dan redaktur harus memiliki pandangan yang sejalan dalam memilah berita, dengan nilai yang sudah disepakati dan tanggung jawab sosial sebagai pedoman. Rutinitas media yang mencakup deadline hingga kepercayaan terhadap sumber berita juga mempengaruhi bagaimana berita akan dikemas. Bagaimana organisasi, khususnya visi dan misi TV9 sebagai lembaga yang dinaungi oleh Nahdlatul Ulama, memainkan peran besar dalam proses gatekeeping namun tetap redaktur memiliki peran penting sebagai pemilik keputusan akhir. Dan mengetahui ideologi yang digunakan TV9 Nusantara dengan mengusung konsep jurnalisme maslahat yang menekankan pada kemaslahatan umat. Saran Saran untuk penelitian selanjutnya, dimungkinkan untuk melakukan penelitian terkait dengan proses gatekeeping secara utuh yang ada pada stasiun TV 9 nusantara. Sedangkan untuk perluasan wawasan ada baiknya melakukan peneletian pada media di bawah naungan ormas yang lain misalnya Muhammadiyah. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 DAFTAR PUSTAKA