NILAI BUDAYA DAN GAYA BAHASA DALAM LIRIK LAGU BAHASA KEI KECIL NING NUHU TANAT SUSBEB DAN DUAD NBATANG IMRU Rosalinda Fofid1. Intama J. Polii2. Oldie S. Meruntu3 Jurusan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Manado. Tondano. Indonesia Email: fofid11@gmail. Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai budaya dan gaya bahasa dalam lirik lagu bahasa Kei Kecil Ning Nuhu Tanat Susbeb dan Duad Nbatang Imru. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitataif. Sumber data dalam penelitian ini adalah lirik lagu bahasa Kei yakni lagu Ning Nuhu Tanat Susbeb dan Duad Nbatang Imru. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik cakap semuka, teknik catat, dan teknik Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis jalinan atau mengalir yang meliputi tiga komponen, yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil analisis ditemukan nilai budaya dalam lagu dalam lirik lagu Ning Nuhu Tanat Susbeb, yakni tidak melupakan kampung halaman dan mencintai orang tua . Lirik lagu Duad Nbatang Imru terapat nilai religius dan mencintai orang tua. Gaya bahasa yang terdapat dalam lirik lagu, yakni gaya bahasa perbandingan, gaya Bahasa pertautan, gaya bahasa perulangan. Pada gaya Bahasa perbandingan yaitu personifikasi, pada gaya Bahasa pertautan yaitu metonimia, sinakdoke serta gaya Bahasa perulangan yaitu aliterasi. Gaya Bahasa dalam lirik lagu Duad Nbatang Imru adalah gaya bahasa pertautan, gaya bahasa perulangan. Pada gaya bahasa pertautan yaitu metonimia serta gaya bahasa perulangan yaitu aliterasi. Kata kunci : nilai budaya, gaya bahasa , lirik lagu. Abstract : The purpose of this study was to find out the cultural value and language style in the lyrics of the Language songs of Little Kei Ning Nuhu Tanat Susbeb and Duad Nbatang Imru. This research method is descriptive of quality. The source of data in this study is the lyrics of Kei language songs, namely ning nuhu tanat susbeb and duad nbatang imru songs. The data collection technique uses skillful techniques, record techniques, and recording techniques. The data analysis technique used in this study is a braided or flow analysis technique which includes three components, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the results of the analysis, cultural values were found in the song in the lyrics of Ning Nuhu Tanat Susbeb's song, namely not forgetting your hometown and loving your parents. The lyrics of Duad Nbatang Imru's song have religious values and love for their parents. The language style contained in the song lyrics, namely the comparative language style, the linking language style, the looping language style. In the comparative language style, namely personification, in the language style, namely metonymia, sinakdoke and the language style, namely alliteration. The Language Style in the lyrics of the song Duad Nbatang Imru is the style of linking language, the style of the language of iteration. In the style of linking language, namely metonymia and the style of iteration language, namely alliteration. Keywords : cultural values, language style, song lyrics. Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni PENDAHULUAN Seorang pencipta lagu juga adalah seorang penyair. Penyair dengan penguasaan bahasa yang dimiliki, kecermatan, dan menghasilkan puisi biasa dan dapat berupa puisi lirik lagu. Untuk menuliskan puisi lirik lagu, penyair memilih kata-kata yang tepat dan bermakna kias, sangat dalam, dan bergaya bahasa sehingga tuntutan estetika penyair dapat terpenuhi (Maru. Pikirang. Ratu & Tuna, 2021. Maru. Pikirang. Setiawan. Oroh & Pelenkahu, 2. Penyair menciptakan puisi menggunakan bahasa yang baku dan indah agar dapat diterangkan melalui kata konkrit dan majas/ gaya bahasa. Di sinilah keunikan syair lagu sebagai sebuah puisi. Puisi dapat menhenai realita kehidupan (Saselah. Alkatuuk, dan Modi, 2. Pengungkapan bahasa dalam sastra pengarang yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap dan perasaan pembaca. Untuk itu, bentuk pengungkapan bahasa harus efektif dan mampu mendukung gagasan secara tepat yang memiliki segi estetis sebagai sebuah karya (Maru & Nur. Maru. Tamowangkay. Pelenkahu & Wuntu, 2. Kekhasan, ketepatan, dan bentuk-bentuk pengungkapan yang berasal dari imajinasi pengungkapan bahasa dan gagasan sangat menentukan keefektifan wacana atau karya yang dihasilkan. Hal ini bisa dikatakan bahwa bahasa akan menentukan nilai kesastraan yang akan diciptakan. Nilai budaya sering tercermin dalam lagu rakya berbahasa daerah . Sistem nilai yang ada dalam suatu masyarakat dijadikan orientasi dan rujukan dalam bertindak. Oleh karena itu, nilai budaya yang dimiliki menentukan alternatif, cara-cara, alat-alat, dan tujuan-tujuan pembuatan yang tersedia (Maru. Ratu & Dukut, 2. Nilai budaya masyarakat setempat dapat ditemukan dalam karya sastra seperti cerita rakyat an syair lagu berbahasa daerah. menyatakan nilai budaya merupakan kearifal lokal yang perlu dijaga kelestariaannya. Lirik lagu dapat menggambarkan keadaan tempat atau peristiwa tertentu. Lirik lagu yang akan dibahas dalam penelitian ini berupa lagu bahasa Kei. Lagu merupakan gubahan seni nada atau suara dalam urutan, . iasanya diiringi dengan alat musi. untuk mempunyai kesatuan dan kesinambungan . egandung iram. Dan ragam nada atau suara yang berirama disebut juga dengan Dua judul lirik lagu bahasa Kei Kecil yang menjadi fokus penelitian yakni Ning Nuhu Tanat Susbeb, dan Duad Nbatang Imru. Lagu bahasa Kei Kecil tersebut memiliki kekhasan nilai budaya dan gaya Lagu bahasa Kei Kecil Ning Nuhu Tanat Susbeb, dan Duad Nbatang Imru. Lagu Ning Nuhu Tanat Susbeb bercerita tentang kerinduan seorang yang berada jauh ditanah perantauan yang ingin pulang ke negeri asalnya. Tempat di mana ia lahir dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang, dan juga tempat dimana ia berasal meskipun ia lahir dan dibesarkan di tanah rantau. Lagu Duad Nbatang Imru bercerita tentang permohonan kepada Tuhan agar senantiasa menjaga, melindungi, menyertai kedua orang tua, yakni ayah dan ibu, baik dalam keadaan suka maupun duka. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan nilai budaya terkandung dalam lirik lagu bahasa Kei Kecil yaitu. Ning Nuhu Tanat Susbeb, dan Duad Nbatang Imru dan mendeskripsikan gaya bahasa dalam lirik lagu bahasa Kei Kecil yaitu. Ning Nuhu Tanat Susbeb, dan Duad Nbatang Imru. Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni METODE Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis gaya bahasa dan nilai budaya dalam lirik lagu Kei Kecil yaitu. Ning Nuhu Tanat Susbeb, dan Duad Nbatang Imru adalah metode deskriptif Penelitian kualitatif adalah mengamati langsung ke sumber data . ukan eksperimenta. , data yang terkumpul berupa kata-kata . Penelitian kualitatif menempatkan objek sebagai sesuatu yang berkembang apa adanya sebagai hasil konstruksi pemikiran yang utuh, dinamis, dan tidak dapat dimanipulasi oleh peneliti (Sugiyono, 2013: 15-. Penelitian ini akan di laksanakan pada bulan Maret-Mei. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di desa Ngilngof. Kecamatan Manyew. Kabupaten Maluku Tenggara. Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah informan penutur asli Bahasa Kei yang bejumlah 3 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, ialah metode cakap, dengan teknik cakap semuka, teknik catat dan teknik rekam (Mahsun, 2011:92-. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis jalinan atau mengalir yang meliputi tiga komponen, yaitu reduksi data, sajian data, verifikasi, dan penarikan HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Nilia Budaya dalam Lirik Lagu Ning Nuhu Tanat Susbeb dan Duad Nbatang Imru Dari hasil analisis yang dilakukan, terdapat nilai budaya dalam lirik lagu bahasa daerah Kei yang berjudul Ning Nuhu Tanat Susbeb, yaitu sistem nilai hidup yang dianut oleh masyarakat dan . Kedua nilai budaya dalam lirik lagi yang berjudul Ning Nuhu Tanat Susbeb dideskripsikan di bawah . Sistem Nilai yang Dianut Masyarakat . Mencitai Kampung Halaman Dalam lagu Ning Nuhu Tanat Susbeb terkandung nilai budaya luhur yang diajarkan oleh orang tua turun temurun. Nilai budaya temurun yang diwariskan pendahulu di daerah Kei adalah tidak melupakan kampung halaman di mana sesorang dilahirkan. Anak-anak di Kei diajarkan oleh orang tua supaya kalau sudah sukses di kemudian hari, jangan melupakan kampung halaman. Orang tua mengajarkan supaya mencintai kampung halaman, sehingga terungkap dalam lagu ini keintaan seseorang, yang merantau ke negeri orang tetapi tetap mencintai kampung halamannya. Hal ini terungkap pada data di bawah ini. Ning nuhu tanat sus beb o e Tanat lar fatnim o (Tanahku, negeri asalku Tanah kelahiranku, yang kucinta. Dari lirik lagu di atas tergambar jelas kecintaan sesorang pada kampung halaman, yang di ungkapkan dengan kata-kata. AuNing nuhu tanat sus beb o e. Tanat lar fatnim o ((Tanahku. Tanah kelahiranku, yang kucinta. Dia tidak melupakan dari mana dia berasal, dia dilahirkan, sehingga ia mencinta tanah Kecintaan halamannya dia ungkapkan lagi seperti pada data di bawah ini. It bail ti did nuhu tanat nuhu tanat Kembali ke negeri asal kita. Negeri yang kita cinta. Dari data-data yang dikemukakan di atas memberi pelajaran penting bagi generasi muda Kei, supaya jika sudah besar dan merantau ke suatu tempat, dan berhasil di sana, tidak melupakan negeri atau daerah asal kelahiran. Hal ini juga mengajarkan, selain cinta juga bangga pada daerah asal, bukan seperti ungkapan. AuKacang yang lupa Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni pada kulitnyaAy. Mencintai orang tua Mencintai orang tua merupakan nilai budaya yang dimiliki setiap kelompok masyarakat yang tingga di suatu wilayah. Mencintai orang tua merupakan nilai budaya yang luhur. Lagu Ning Nuhu Tanat Susbeb mengungkapkan kecintaan kepada orang tua, yang berkorban dengan sekuat tenaga membesarkan anak-anak sehingga mejadi dewasa dan sukses. Kecintaan anak kepada orang tua (Ib. terungkap pada data baris berikut ini. Nen fatnim om do om vel yaAoau vo it bail ti vel (Mama tercinta, mari menggendongku Untuk kembali kesana (Ke. Dari lirik lagu di atas seseorang menyatakan kecintannya kepada orang tua, yaitu Nen fatnim om do om vel yaAoau vo it bail ti vel, suatu ungkapan ksih sayang kepada Sang Ibu yang telah melahirkan dan Nilai menintai orang tua merupakan nilai budaya yang penting, karena orang tua adalah anugerah Tuhan bagi anak dan cucu. Berdasarkan analisis yang dilakukan, lagu Duad Nbatang Imru memiliki nilai budaya berupa sistem nilai yang dianut oleh masyrakat Kei. Nilai budaya yang terungkap dari lagu berupa sistem nilai kehidupan adalah . nilai religius dan . nilai mengasihi/mencintai orang tua. Hasil analisis dideskripsikan di bawah ini. Nilai Religius Nlai religius adalah nilai yang sangat ditonjolkan pada lagu daerah Kei yang berjudul Duad Nbatang Imru. Seorang yang terpisah jauh dari kedua orang tuanya menjadikan doa sebagai cara mengunkapkan perasaan cintanya kepada ayah dan ibunya. Dia sangat yakin akan kemahakuasaan, kasih, dan kebaikan Tuhan pasti menjaga dan melindungi ayah dan ibunya. Dapat ditegaskan berdasarkan hasil analisis, lirik lagu ini adalah ungkapan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, seperti terungkap pada judul lagu, yakni AuDuad Nbatang ImruAy (Doa untuk Kedua Orang Tu. Doa untuk ayah dan ibu kepada Tuhan Yang Maha Kuasa merupakan kerinduan seorang anak yang terungkap dalam lagu. Pengarang lagu berharap yang terbaik untuk ayah dan ibunya, supaya menjauhkan ayah dan ibu mereka dari hal yang jahat yang dapat menimpah mereka. Hanya doa yang dapat mereka naikkan karena mereka tidak tinggal bersama ayah dan ibu, sehingga tidak mengetahui keadaan mereka. Hal ini tergungkap pada data di bawah ini. Renang e Yamang imru Im bir sus te susuhut am kai wai do Esmemer te ler hovan o Her ve Duad Nbatang Imru Terjemahan: (Mama ee bapa berdua Mama dan bapa punya susah dan senang kami tidak tau Dari pagi sampai malam Minta Tuhan jaga mama dan . Nilai Cinta Kasih kepada Orang Tua Lagu Duad Nbatang Imru mengungkapkan nilai budaya luhur yang dianut masyarakat Kei, yaitu nilai cinta kasih anak kepada orang tua. Orang tua secara turun temurun menanamkan nilai cinta kasih ini kepada anak di tengah Orang tua tidak mengharapkan balas budi dari anak-anak karena sudah membesarkan mereka, tetapi orang tua hanya mengharapkan kasih sayang dari anak kepada mereka. Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni Cinta kasih anak dalam lagu Duad Nbatang Imru sangat mendalam yang tercermin dalam lirik lagu, di mana anak terus mendoakan orang tua. Anak-anak tahu pengorbanan yang begitu besar telah dilakukan orang tua untuk membesarkan mereka, sehingga mereka berhasil. Luapan cinta kasih anak kepada ayah dan ibu, terungkap dalam larik lagu berikut ini. Renang e Yamang imru Am herve Duad Nbatang Imru Taha lauk afa sasian ntal im NliAoik tung nutun leran Terjemahan: Mama ee bapa berdua Kami minta Tuhan jaga mama dan bapa Jauhkan segala yang jahat Tuhan jaga mama dan bapa setiap hari Pada larik lagu di atas menggambarkan secara jelas cinta kasih yang mendalam dari anak kepada kedua orang tua. Anak sangat khawatir terhadap keselamatan ayah dan ibu. Karena itu, anak berdoa supaya Tuhan menjauhkan ayah dan ibu dari hal yang jahat setiap hari, karena mereka tidak bisa menjaga mereka, yang jauh dari ayah dan ibu, sehingga mempercayakan keselamatan mereka kepada Tuhan. Gaya Bahasa dalam Lirik Lagu Dalam dua lirik lagu bahasa daerah Kei terdapat berbagai gaya bahasa. Gaya bahasa dalam lirik lagu AyNing Nuhu Tanat SusbebAy yaitu, gaya bahasa personifikasi, gaya bahasa sinekdoke, gaya bahasa aliterasi, gaya bahasa metonomia. Gaya bahasa dalam lirik lagu AuDuad Nbatang ImruAy yaitu, gaya bahasa metonomia, gaya bahasa paralelisme, dan gaya bahasa aliterasi. Gaya Bahasa dalam lirik lagu AuNing Nuhu Tanat SusbebAy adalah gaya Bahasa perbandingan, gaya Bahasa pertautan, gaya bahasa perulangan. Pada gaya Bahasa perbandingan yaitu personifikasi, pada gaya Bahasa sinakdoke serta gaya Bahasa perulangan yaitu aliterasi Bait ketiga baris pertama dan kedua menggunakan gaya Bahasa personifikasi karena pada lirik ini membandingkan bendabenda tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat seperti manusia. Dalam lirik lagu yang Lahitan I nan ngelak Langit yang Vuar el in dir ser Gunung yang tinggi yang memisahkan Bait pertama baris kelima menggunakan gaya Bahasa metonimia karena pada lirik ini memakai nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan nama orang barang atau hal lainnya sebagai penggantinya. Dalam lirik lagu yang berbunyi: Nen fatnim om do om vel yaAoau vo it bail ti vel Mama tercinta, mari Bait pertama baris pertama dan bait pertama baris kedua menggunakan gaya Bahasa sinekdoke karena pada lirik ini pengganti nama keseluruhannya, atau Maksudnya, kalua yang disebutkan sebagian dari suatu benda, maka yang dimaksudkan adalah benda itu secara Dalam lirik lagu yang Ning Nuhu Tanat Susbeb o e Tanahku Negeri Asalku Tanat Lar Fatnim o Tanah kelahiranku yang cintai Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni Bait pertama baris pertama dan bait pertama baris kedua menggunakan gaya Bahasa aliterasi karena pada lirik ini memanfaatkan kata-kata yang bunyi awalnya sama. Dalam lirik lagu yang Ning Nuhu Tanat Susbeb o e Tanahku Negeri Asalku Tanat Lar Fatnim o Tanah kelahiranku yang cintai Gaya Bahasa dalam lirik lagu AuDuad Nbatang ImruAy adalah: gaya Bahasa pertautan, gaya Bahasa perulangan. Pada gaya Bahasa pertautan yaitu metonimia serta gaya Bahasa perulangan yaitu aliterasi. Bait pertama baris pertama dan bait kedua baris pertama menggunakan gaya Bahasa metonimia karena pada lirik ini memakai nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan nama orang barang atau hal lainnya sebagai penggantinya. Dalam lirik lagu yang berbunyi: Renang e Yamang Imru Mama e Bapa Berdua Renang e Yamang Imru Mama e Bapa Berdua Bait pertama baris pertama serta bait kedua baris pertama menggunakan gaya Bahasa aliterasi karena pada lirik ini memanfaatkan kata-kata yang bunyi awalnya sama. Dalam lirik lagu yang Renang e Yamang Imru Mama e Bapa Berdua Renang e Yamang Imru Mama e Bapa Berdua Bait ketiga baris pertama dan baris kedua menggunakan gaya Bahasa aliterasi karena pada lirik ini memanfaatkan kata-kata yang bunyi awalnya sama. Dalam lirik lagu yang Neno Mamo NaAoa dan Be o Nene oo mama oo ada Neno Mamo NaAoa dan Be o Nene oo mama oo ada PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa lirik lagu berbahasa daerah Kei yang berjudul Ning Nuhu Tanat Susbeb Duad Nbatang Imru mengungkapkan nilai budaya yang merupakan kearifan lokal masyarakat Kei. Nilai budaya yang ditemukan adalah sistem nilai yang dianut oleh masyarakat Kei. Dalam lagu Ning Nuhu Tanat Susbeb terkandung nilai budaya luhur yang diajarkan oleh orang tua turun temurun. Nilai budaya turun temurun yang diwariskan pendahulu di daerah Kei adalah tidak melupakan kampung halaman tempat dilahirkan dan mencintai orang tua. Tidak melupakan kampung halaman diajarkan oleh orang tua supaya kalau sudah sukses di kemudian hari, anak jangan melupakan kampung halaman. Pendidikan ini begitu penting, karena dalam kehidupan seseorang yang sudah sukses melupakan kampung halamannya. Orang tersebut lupa di mana dia lahir dan dibesarkan. Nilai ini selalu diingatkan kepada anak-anak dan generasi muda Kei. Mencintai orang tua merupakan nilai budaya yang dimiliki setiap kelompok masyarakat yang tingga di suatu wilayah. Mencintai orang tua merupakan nilai budaya yang luhur. Lagu Ning Nuhu Tanat Susbeb mengungkapkan kecintaan kepada orang tua, yang berkorban dengan sekuat tenaga membesarkan anak-anak sehingga mejadi Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni dewasa dan sukses. Nilai mencintai orang tua merupakan nilai budaya yang penting dan luhur, karena orang tua adalah anugerah Tuhan bagi anak dan cucu. Lirik lagu Duad Nbatang Imru memiliki nilai budaya berupa sistem nilai yang dianut oleh masyarakat Kei. Nilai budaya yang menjadi temuan dari lagu ini berupa sistem nilai kehidupan adalah . nilai religius dan . nilai mengasihi/mencintai orang tua. Hasil analisis dideskripsikan di bawah ini. Nilai religius adalah nilai yang sangat ditonjolkan pada lagu daerah Kei yang berjudul Duad Nbatang Imru. Lirik lagu ini adalah ungkapan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, seperti terungkap pada judul lagu, yakni AuDuad Nbatang ImruAy (Doa untuk Kedua Orang Tu. Doa untuk ayah dan ibu kepada Tuhan Yang Maha Kuasa merupakan kerinduan seorang anak yang terungkap dalam lagu. Pengarang lagu berharap yang terbaik untuk ayah dan ibunya, supaya menjauhkan ayah dan ibu mereka dari hal yang jahat yang dapat menimpah mereka. Penghayatan tentang nilai-nilai budaya ini dalam kerangka pembentukan karakter seseorang, supaya tidak terputus dari akar budya. Temuan ini Mussafak . pembentukan karakter seharusnya membawa peserta didik kepengenalan nilai secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata. Lagu Duad Nbatang Imru juga mengungkapkan nilai budaya luhur yang dianut masyarakat Kei, yaitu nilai cinta kasih anak kepada orang tua. Cinta kasih anak dalam lagu Duad Nbatang Imru sangat mendalam yang tercermin dalam lirik lagu, di mana anak terus mendoakan orang tua. Anak-anak tahu pengorbanan yang begitu besar telah dilakukan orang tua untuk membesarkan mereka, sehingga mereka Secara jelas cinta kasih yang mendalam dari anak kepada kedua orang Anak sangat khawatir terhadap keselamatan ayah dan ibu. Karena itu, anak berdoa supaya Tuhan menjauhkan ayah dan ibu dari hal yang jahat setiap hari, karena mereka tidak bisa menjaga mereka, yang jauh dari ayah dan ibu, sehingga kepada Tuhan. Pengungkapan nilai budaya mengenai sistem nilai yang dianut masyarakat Kei memanfaat lirik lagu yang berjudul Ning Nuhu Tanat Susbeb dan Duad Nbatang Imru. Hal in sejalan dengan pendapat Wahab . yang meyakini bahwa kandungan budaya sekelompok masyarakat tercermin dalam bahasa. Lirik lagu merupakan juga bentuk puisi sebagai refleksi perasaan dan pikiran penulis tentang banyak hal, seperti kecintaan pada kampung halaman, doa kepada Tuhan, dan mencintai orang tua. Hal ini ditegaskan oleh Sasela. Al Katuuk, dan Modi . yang menekankan penting nilai-nilai budaya dalam puisi dapat menjadi sumber pembelajaran pendidikan Dari hasil analisis diperoleh temuan bahwa lirik lagu Ning Nuhu Tanat Susbeb dan Duad Nbatang Imru menggunakan gaya bahasa yang beragam. Dalam dua lirik lagu bahasa daerah Kei terdapat berbagai gaya Gaya bahasa dalam lirik lagu AyNing Nuhu Tanat SusbebAy yaitu, gaya bahasa personifikasi, gaya bahasa sinekdoke, gaya bahasa aliterasi, gaya bahasa metonomia. Gaya bahasa dalam lirik lagu AuDuad Nbatang ImruAy yaitu, gaya bahasa metonomia, gaya bahasa paralelisme, dan gaya bahasa aliterasi. Pengungkapan pesan memanfaatkan gaya bahasa yang bermakna konotatif membuat lagu Ning Nuhu Tanat Susbeb dan Duad Nbatang Imru begitu hidup dan menarik. Oleh karena itulah, lirik lagu apat dijadikan sumber pembelajaran bagi anak-anak di sekolah mengenai Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni pemaknaan sebuah ungkapan secara konotatif (Algufran. Pesik, dan Paath, 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis ditemukan nilai budaya dalam lagu dalam lirik lagu Ning Nuhu Tanat Susbeb, yakni tidak melupakan kampung halaman dan mencintai orang tua . Lirik lagu Duad Nbatang Imru terapat nilai religius dan mencintai orang Gaya bahasa yang terdapat dalam lirik lagu, yakni gaya bahasa perbandingan, gaya Bahasa pertautan, gaya bahasa perulangan. Pada gaya Bahasa perbandingan yaitu personifikasi, pada gaya Bahasa pertautan yaitu metonimia, sinakdoke serta gaya Bahasa perulangan yaitu aliterasi. Gaya Bahasa dalam lirik lagu Duad Nbatang Imru adalah gaya bahasa pertautan, gaya bahasa Pada gaya bahasa pertautan yaitu metonimia serta gaya bahasa perulangan yaitu aliterasi. DAFTAR RUJUKAN Adisusilo. Pembelajaran Nilai Karakter. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Algufran E. Pesik. & Paath. Penerapan Model Pembelajaran Membedakan Leksem Bermakna Denotatif dan Konotatif. Jurnal KOMPTENSI FBS Unima. Vol. http://portalgaruda. Unisula. Djojosuroto, dkk. , 2009. Teori Apresiasi Pembelajaran Prosa. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher. Endraswara. , dkk. , 2013. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: CAPS. Maru. Pikirang. Ratu. & Tuna. The Integration of ICT in ELT Practices: The Study on Teachers' Perspective in New Normal Era. International Journal Interactive Mobile Technologies, 15. , 44-67. Maru. Pikirang. Setiawan. Oroh. , & Pelenkahu. The internet use for COVID-19 pandemic and its International Journal of Interactive Mobile Technologies (IJIM), 15. , 65. Maru. , & Nur. Applying Video for Writing Descriptive Text in Senior High School in the COVID-19 Pandemic Transition. International Journal of Language Education, 4. , 408419. Maru. Tamowangkay. Pelenkahu. , & Wuntu. TeachersAo toward the impact of platform used in online learning communication Indonesia. International Journal of Communication and Society, 4. Maru. Ratu. , & Dukut. The Use the T-Ex Approach in Indonesian EFL Essay Writing: Feedbacks and Knowledge Exploration. Moleong. , 1989. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Karya. Musafak, 2012. Pembentukan Karakter Melalui Budaya Menulis dalam Makalah seminar International Bahasa. Sastra dan Budaya Nusantara. UHAMKA. Jakarta. Saselah. AlkatuUK. UMK. Modi. Nili Budaya Sangihe dalam Kumpulan Puisi AuKlikitongAy Karya Iverdixon Tinungki. Jurnal KOMPTENSI FBS Unima. Vol. Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni . http://portalgaruda. Unisula. Sugiono. Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:Alfabeta. Hamdani Hamid. Beni Ahmad Saebani. Pendidikan Karakter. Bandung : CV. Pustaka setia. Wahab. Pengajaran Bahasa dan Sastra. Surabaya : Erlangga University press.