I Nyoman Indrawan. Rinto Widyarto. Ni Ketut Dewi Yulianti Diterima Pada 4 Februari 2022 Disetujui Pada 23 Maret 2022 Vol. No. 1, 2022 Halaman E-ISSN : PENGARUH PENGGUNAN VIDEO PEMBELAJARAN OTEKOTEKAN GANGSA GONG KEBYAR TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MEMAINKAN ALAT MUSIK TRADISIONAL PADA PESERTA DIDIK KELAS Vi DI SMP NEGERI 1 SELEMADEG BARAT I Nyoman Indrawan1. Rinto Widyarto2. Ni Ketut Dewi Yulianti3 1,2,3 Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan. Fakultas Seni Pertunjukan. Institut Seni Indonesia Denpasar inyomanindrawan24@gmail. Abstrak Salah satu tujuan pendidikan adalah untuk mengembangkan potensi dan keterampilan peserta didik. Hal tersebut perlu mendapat perhatian yang lebih oleh setiap pendidik, agar selalu berusaha menciptakan suasana kelas yang kondusif, menarik dan tidak membosankan bagi peserta didik, sehingga peserta didik menjadi lebih antusias dan aktif dalam pembelajaran, salah satu caranya yaitu dengan menggunakan media video pembelajaran. Video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar sangat tepat digunakan untuk menilai hasil belajar keterampilan pada mata pelajaran seni budaya materi ajar memainkan alat musik tradisional, karena Gong Kebyar merupakan alat musik tradisional, khususnya alat musik tradisional Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan video pembelajaran terhadap hasil belajar keterampilan pada peserta didik kelas Vi di SMP Negeri 1 Selemadeg Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain tes praktek untuk mengetahui hasil belajar keterampilan peserta didik, observasi untuk mengamati proses aktivitas belajar memainkan alat musik tradisional dan teknik angket untuk mengetahui respon siswa terhadap faktor penghambat dan pendukung proses belajar dengan menggunakan video pembelajaran. Hasil penelitian sesuai dengan uji hipotesis yang dilakukan dalam mencari pengaruh penggunaan video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar terhadap hasil belajar keterampilan memainkan alat musik tradisional pada peserta didik kelas Vi menunjukan bahwa hasil t-hitung lebih besar daripada t-tabel dengan perolehan nilai t-hitung = 19,76993 > t-tabel = 1,99897, maka kesimpulannya adalah Ha diterima yaitu adanya pengaruh video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar terhadap hasil belajar keterampilan memainkan alat musik tradisional. Kata Kunci: Video Pembelajaran. Hasil Belajar. Alat Musik Tradisional PENDAHULUAN Salah satu tujuan pendidikan adalah untuk mengembangkan potensi dan keterampilan peserta didik sehingga potensi dan Dengan potensi dan keterampilan peserta didik, maka berbagai bidang dalam kehidupan juga ikut berkembang termasuk teknologi seperti media pembelajaran. Menurut Latuheru . pembelajaran adalah semua alat . atau benda yang digunakan untuk kegiatan . pembelajaran dari sumber . uru maupun sumber lai. kepada penerima . alam hal ini anak didik atau warga belaja. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh I Nyoman Indrawan. Rinto Widyarto. Ni Ketut Dewi Yulianti psikologis terhadap pebelajar. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pembelajaran pada saat itu. Hal tersebut perlu mendapat perhatian yang lebih oleh setiap pendidik, agar selalu berusaha menciptakan suasana kelas yang kondusif, menarik dan tidak membosankan bagi peserta didik, sehingga peserta didik menjadi lebih antusias dan aktif dalam Salah satu caranya yaitu Menurut Cheppy Riyana . , media video pembelajaran adalah media yang menyajikan audio dan visual yang berisi pesan-pesan pembelajaran baik yang berisi konsep, prinsip, prosedur, teori aplikasi pengetahuan untuk membantu Melalui penggunaan media video pembelajaran, maka pendidik dapat memanfaatkan media video dalam proses pembelajaran untuk menarik perhatian peserta didik, menumbuhkan minat peserta didik, merangsang peserta didik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai materi dan memudahkan peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan oleh pendidik sehingga tercapainya hasil belajar yang maksimal. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan karena hasil belajar dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk mengetahui seberapa jauh perubahan pada diri peserta didik setelah menerima pengalaman belajarnya yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Keberhasilan proses belajar tergantung pada kualitas pendidik dan bagaimana cara mengajarnya, baik dari model dan metode pembelajaran yang Selain itu, menarik perhatian peserta didik agar semangat untuk belajar juga berpengaruh dalam keberhasilan proses belajar dan hal itu menjadi tugas bagi pendidik saat ini. Kecerdasan peserta didik tidak hanya dapat dilihat dari seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki namun juga bagaimana peserta didik mampu Pada proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Selemadeg Barat sebelum adanya Covid-19, khususnya mata pelajaran Seni Budaya, pendidik tidak pernah menggunakan video pembelajaran sebagai media pembelajaran. Hanya menggunakan media berupa power point saja. Pencarian nilai praktek atau keterampilan, biasanya pendidik hanya memberikan penjelasan awal mengenai mempraktekkan sesuatu tanpa diberikannya rangsangan terlebih dahulu kepada peserta didik dan setelah itu langsung melakukan Nilai praktek atau keterampilan peserta didik menjadi kecil dengan nilai ratarata 70-72 pada materi ajar memainkan alat musik tradisional. Nilai rata-rata tersebut, didapatkan pada saat melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP Negeri 1 Selemadeg Barat. Dalam materi ajar memainkan alat musik tradisional, pendidik memberikan praktek dengan memainkan alat musik seperti recorder, suling dan pianika sebagai pencarian nilai praktek atau Hal itu pendidik lakukan agar pembelajaran lebih simpel dan praktis. Kemudian. SMP Negeri 1 Selemadeg Barat terdapat alat musik tradisional Gong Kebyar yang memang jarang dipakai, biasanya dipakai pada saat kegiatan esktrakurikuler tabuh saja. Dari permasalahan di atas, peneliti ingin mencari nilai keterampilan atau praktek peserta didik dengan cara memainkan alat musik tradisional seperti Gong Kebyar sesuai dengan kompetensi dasar (KD 4. dari I Nyoman Indrawan. Rinto Widyarto. Ni Ketut Dewi Yulianti materi ajar memainkan alat musik tradisional yaitu memainkan salah satu alat musik tradisional secara perorangan, dengan menerapkan video pembelajaran sebagai mengetahui pengaruh video pembelajaran terhadap hasil belajar keterampilan pada materi ajar memainkan alat musik tradisional, apakah berpengaruh atau tidak. Setelah mencari video pembelajaran yang akan digunakan sebagai media pembelajaran di UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, pembelajaran yang berjudul Pengembangan Video Pembelajaran Otek-otekan Pada Gangsa Gong Kebyar di SMP Negeri 1 Selemadeg Timur. Tabanan oleh I Putu Agus Arif Adika Video digunakan untuk menilai hasil belajar keterampilan pada materi ajar memainkan alat musik tradisional, karena Gong Kebyar khususnya alat musik tradisional Bali sekaligus nantinya dapat menumbuhkan keinginan peserta didik untuk dapat melestarikan seni dan budaya Bali. Maka dari itu, peneliti tertarik untuk meneliti Pengaruh Penggunaan Video Pembelajaran Otek-otekan Gangsa Gong Kebyar terhadap Hasil Belajar Keterampilan Memainkan Alat Musik Tradisional Gangsa Gong Kebyar pada Siswa Kelas Vi di SMP Negeri 1 Selemadeg Barat. METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, yaitu suatu proses menggunakan data berupa angka sebagai alat menemukan keterangan mengenai apa yang ingin kita ketahui (Kasiram, 2008:. Sedangkan digunakan adalah metode eksperimen. Metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh treatment . (Sugiyono, 2010:. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pretest-Posttest Design yaitu kegiatan penelitian yang memberikan tes awal . sebelum diberikan perlakuan, setelah diberikan perlakuan barulah memberikan tes akhir . Setelah melihat pengertian tersebut dapat ditarik simpulan bahwa hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberikan perlakuan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Sampling Purposive yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Kelas yang dijadikan sampel adalah kelas Vi B yang berjumlah 32 orang dengan beberapa Pertimbangan pemilihan sampel kelas Vi B dikarenakan kelas tersebut tidak ada peserta didik yang memiliki kemampuan dalam memainkan alat musik tradisional Gong Kebyar, sehingga kelas tersebut bersifat homogen. Teknik pengumpulan data merupakan salah satu metode yang ada di dalam menggunakan teknik atau cara yang digunakan oleh para peneliti untuk mengumpulkan data (Riduwan, 2010:. Data yang ingin diperoleh dalam penelitian ini adalah data hasil belajar keterampilan menggunakan teknik otek-otekan Gangsa Gong Kebyar, data hasil observasi proses aktivitas belajar peserta didik dari kelompok eksperimen dan data respon peserta didik tentang pengaruh penggunaan video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar pada kelompok eksperimen. Untuk itu, dalam penelitian ini menggunakan teknik tes, observasi dan angket. I Nyoman Indrawan. Rinto Widyarto. Ni Ketut Dewi Yulianti HASIL DAN PEMBAHASAN Proses Pembelajaran Dengan Menggunakan Video Pembelajaran Otek-otekan Gangsa Gong Kebyar Mengenai menggunakan video pembelajaran otekotekan Gangsa Gong Kebyar, dijelaskan langkah-langkah sesuai dengan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah dirancang. Proses pembelajaran seni budaya di SMP Negeri 1 Selemadeg Barat menghabiskan 3 Jam Pelajaran . JP) dengan 1 JP = 40 menit, maka total waktu yang dihabiskan yaitu selama 120 menit, yang terdiri dari kegiatan pendahuluan 10 menit, kegiatan inti 100 menit dan kegiatan penutup 10 menit. Setelah melaksanakan proses pembelajaran pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar, kemudian dicari presentase hasil belajar dan aktivitas proses belajar peserta didik untuk mengetahui apakah proses pembelajaran dengan menggunakan video pembelajaran dikategorikan baik atau tidak. Berikut dijelaskan dalam bentuk tabel di bawah ini. Rumus analisis hasil belajar: Skor = yaycycoycoycaEa ycuycnycoycaycn ycyceycoycycycEa ycyyceycyceycycyca yccycnyccycnyco x 100% yaycycoycoycaEa ycyyceycyceycycyca yccycnyccycnyco Skor pembelajaran . Skor = x 100% = 80,46 Tabel 1. Kriteria Hasil Belajar Presentase (%) Kategori Hasil Belajar 80%-100% Sangat Baik 66%-79% Baik 56%-65% Cukup 40%-55% Kurang 0%-39% Gagal (Sumber: Arikunto, 2009:. Dari hasil perhitungan analisis hasil belajar di atas, diperoleh skor presentase dengan menggunakan video pembelajaran otekotekan Gangsa Gong Kebyar yaitu 80,46%. Sesuai dengan tabel kriteria hasil belajar di atas, maka dapat disumpulkan bahwa presentase hasil belajar keterampilan peserta pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar dikategorikan sangat baik. Data dari aktivitas belajar didapatkan melalui lembar observasi yang telah diisi pada saat proses pembelajaran berlangsung, meliputi tujuh aspek yang diamati. Analisis aktivitas belajar bertujuan untuk mengetahui seberapa besar presentase aktivitas proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan video pembelajaran otekotekan Gangsa Gong Kebyar. Rumus analisis aktivitas belajar: ycIycoycuyc ycycaycuyci yccycnycyyceycycuycoyceEa Skor = yaycycoycoycaEa ycycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco x 100% Skor = 7 x 100% Skor = 0,857142857 Skor = 85,71% Tabel 2. Ktiteria Hasil Belajar Peserta Didik Presentase (%) Kriteria 75%-100% Sangat Tinggi 50%-74,99% Tinggi 25%-49,99% 0%-24,99% Sedang Rendah (Sumber. Yonny dkk, 2010:. Berdasarkan perhitungan analisis aktivitas belajar di atas, diperoleh presentase hasil aktivitas belajar pada saat penggunaan video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar yaitu 85,71%. Sesuai dengan tabel kriteria aktivitas belajar di atas, maka dapat disimpulkan bahwa presentase aktivitas belajar pada saat menggunakan video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong I Nyoman Indrawan. Rinto Widyarto. Ni Ketut Dewi Yulianti Kebyar dalam mencari nilai keterampilan dikategorikan sangat tinggi. Hasil Belajar Sebelum Penggunaan Video Pembelajaran Otek-otekan Gangsa Gong Kebyar (Data Nilai Pretes. Berdasarakan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Selemadeg Barat pada hari pertama yaitu Kamis, 09 Desember 2021, dalam mencari nilai hasil belajar keterampilan memainkan alat musik tradisional sebelum menggunakan video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar, diperoleh data pretest sebagai Tabel 3. Data Nilai Pretest Jumlah Peserta Nilai Didik 5 orang 6 orang 5 orang 6 orang 8 orang 2 orang Dari hasil data prestest di atas, maka diperoleh nilai rata-rata hasil belajar diterapkannya video pembelajaran, yaitu 55,78 dengan nilai tertinggi yaitu 85 dan nilai terendah yaitu 35. Jumlah peserta didik yang tuntas sebanyak 10 orang dan yang tidak tuntas sebanyak 22 orang. Setelah mendapatkan nilai hasil belajar keterampilan memainkan alat musik tradisional sebelum penggunaan video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar, kemudian dilakukan uji normalitas untuk mengetahui apakah data yang didapatkan berdistribusi normal atau tidak agar dapat digunakan untuk melakukan uji Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus Chi Kuadrat pada Microsoft Office Excel, dapat diperoleh hasil perhitungannya dalam bentuk tabel di bawah ini. Tabel 4. Uji Normalitas Data Pretest fi/fo . o-f. 2/fe 4,071248373 0,211871029 6,806238457 2,584046385 7,807769501 0,418561353 6,146329951 0,559047867 3,31989065 3,31989065 1,23005704 0,481938758 X2 = 7,575356043 Dalam kriteria uji normalitas, jika X2hitung > X2tabel maka data data tidak berdistribusi normal, dan jika X2hitung < X2tabel maka data berdistribusi normal. Nilai X2tabel dari jumlah sampel 32 dengan taraf signifikan 5% adalah 7,815. Dari hasil perhitungan uji normalitas di atas, diperoleh nilai X2hitung = 7,575 < X2hitung = 7,815, maka dapat disimpulkan data berdistribusi normal. Hasil Belajar Sesudah Penggunaan Video Pembelajaran Otek-otekan Gangsa Gong Kebyar (Data Nilai Posttes. Berdasarakan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Selemadeg Barat pada hari kedua yaitu Jumat, 10 Desember 2021, dalam mencari nilai hasil belajar keterampilan memainkan alat musik tradisional sesudah menggunakan video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar, diperoleh data posttest sebagai Tabel 5. Data Nilai Posttest Jumlah Peserta Nilai Didik 2 orang 3 orang I Nyoman Indrawan. Rinto Widyarto. Ni Ketut Dewi Yulianti 6 orang 13 orang 3 orang 5 orang Dari hasil data posttest di atas, maka diperoleh nilai rata-rata hasil belajar diterapkannya video pembelajaran, yaitu 80,46 dengan nilai tertinggi yaitu 100 dan nilai terendah yaitu 50. Jumlah peserta didik yang tuntas sebanyak 27 orang dan yang tidak tuntas sebanyak 5 orang. Setelah mendapatkan nilai hasil belajar keterampilan memainkan alat musik tradisional sesudah penggunaan video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar, kemudian dilakukan uji normalitas untuk mengetahui apakah data yang didapatkan berdistribusi normal atau tidak,. Berdasarkan menggunakan rumus Chi Kuadrat pada Microsoft Office Excel, dapat diperoleh hasil perhitungannya dalam bentuk tabel di bawah ini. Tabel 6. Uji Normalitas Data Posttest fi/fo . o-f. 2/fe 1,473456988 0,188161274 3,82342142 0,177334058 6,711688939 0,075465528 7,972696343 3,170041975 6,409331443 1,813534062 3,486609118 0,65689955 X = 6,081436446 Dalam kriteria uji normalitas, jika X2hitung > X2tabel maka data data tidak berdistribusi normal, dan jika X2hitung < X2tabel maka data berdistribusi normal. Nilai X2tabel dari jumlah sampel 32 dengan taraf signifikan 5% adalah 7,815. Dari hasil perhitungan uji normalitas di atas, diperoleh nilai X2hitung = 6,081 < X2hitung = 7,815, maka dapat disimpulkan data berdistribusi normal. Pengaruh Penggunaan Video Pembelajaran Otek-otekan Gangsa Gong Kebyar Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Memainkan Alat Musik Tradisional Sebelum mencari pengaruh penggunaan video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar terhadap hasil belajar keterampilan memainkan alat musik tradisional dengan melakukan uji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas pada instrumen angket, karena instrumen angket digunakan untuk mengetahui respon peserta didik tentang penggunaan video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar. Setelah data angket diperoleh, kemudia dilakukan uji validitas untuk mengetahui apakah instrumen atau masing-masing butir soal angket valid atau tidak. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus Product Moment Pearson (Keofisien Korelas. pada Microsoft Office Excel, dapat diperoleh hasil perhitungannya dalam bentuk tabel di bawah ini. Tabel 7. Uji Validitas Butir Soal r-tabel r-hitung Kesimpulan 0,3494 0,3494 0,3494 0,3494 0,3494 0,3494 0,3494 0,3494 0,3494 0,3494 0,8299 0,6397 0,4406 0,3852 0,5399 0,8368 0,9275 0,7072 0,8822 0,4021 VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID Dalam kriteria uji validitas instrumen butir I Nyoman Indrawan. Rinto Widyarto. Ni Ketut Dewi Yulianti soal Product Moment Pearson, apabila rhitung O rtabel maka butir soal dinyatakan tidak valid, dan apabila rhitung Ou rtabel maka butir soal dinyatakan valid. Nilai r-tabel dari jumlah sampel 32 dengan taraf signifikan 5% adalah 0,3494. Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa semua instrumen atau butir soal angket dinyatakan valid. Setelah melakukan uji validitas, selanjutnya melakukan uji reliabilitas untuk memastikan angket/kuesioner penelitian yang dipergunakan untuk mengumpulkan data reliabel atau tidak. Kuesioner dikatakan reliabel jika kuesioner tersebut dilakukan pengukuran ulang, maka akan mendapatkan hasil yang sama. Berdasarkan menggunakan rumus Alpha Cronbach pada Microsoft Excel, perhitungannya sebagai berikut. Rumus: IA yua2 yco ] . Oe 2yca ] ycycayca = [ ycoOe1 yuayc Keterangan: = Reliabilitas instrument = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal IAEb2 = Jumlah varians butir Et2 = Jumlah varians total Tabel 8. Uji Reliabilitas No Butir Soal Jumlah varians butir (Eb. IAEb Et2 11,98387097 1,032258065 ycoOe1 IA yuayca2 0,758008075 1Oe 2 0,782459949 . ] . ycycayca = [ 32 Oe 1 11,98387097 ycycayca = . ,032258. ,758008. ycycayca = 0,782459949 . ibulatkan menjadi 0,. Kriteria uji reliabilitas adalah jika nilai Alpha Cronbach > 0,6 maka kuisioner atau angket dinyatakan reliabel atau konsisten, jika nilai Alpha Cronbach < 0,6 maka kuisioner atau angket dinyatakan tidak reliabel atau Dari hasil uji reliabilitas di atas, diperoleh nilai rac = 0,8 < 0,6, maka dapat angket/kuesioner dipergunakan reliabel. Pengujian homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data hasil nilai pretest dan posttest memiliki nilai varian yang sama . atau tidak. Dari hasil data yang didapatkan, uji homogenitas menggunakan uji F yang akan dijelaskan dalam tabel di bawah ini. Tabel 9. Uji Homogenitas Nilai Jumlah Nilai Jumlah Pretest Peserta Posttest Peserta Didik Didik 5 orang 2 orang 6 orang 3 orang 5 orang 6 orang 6 orang 13 orang 8 orang 3 orang 2 orang 5 orang Varians Pretest = 208,2409274 Varians Pretest = 208,2409274 F hitung = 0,963209488 F tabel = 1,82213229 Dalam kriteria uji homogenitas, jika f-hitung > f-tabel, maka data tidak memiliki varian yang sama atau bersifat heterogen , jika f112 I Nyoman Indrawan. Rinto Widyarto. Ni Ketut Dewi Yulianti hitung < f-tabel, maka data memiliki varian yang sama atau bersifat homogen. Dari hasil uji homogenitas di atas, diperoleh nilai fhitung 0,963 < f-tabel sebesar 1,822, maka dapat disumpulkan bahwa data bersifat Setelah mendapatkan nilai hasil belajar keterampilan peserta didik sebelum dan sesudah penggunaan video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar yang telah di uji normalitasnya, kemudian dilakukan uji hipotesis untuk membuktikan hipotesishipotesis yang telah ditentukan, apakah ada pengaruh penggunaan video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar terhadap hasil belajar keterampilan peserta didik atau Uji hipotesis yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan uji-t . -tes. untuk memperoleh hasil perhitungan nilai pretest dan postest. Dependent sample t-test adalah jenis uji statistika yang bertujuan untuk membandingkan rata-rata grup yang saling berpasangan. Berikut dijelaskan dalam bentuk tabel di bawah ini. Tabel 10. Uji Hipotesis Nilai Jumlah Nilai Jumlah Pretest Peserta Posttest Peserta Didik Didik 5 orang 2 orang 6 orang 3 orang 5 orang 6 orang 6 orang 13 orang 8 orang 3 orang 2 orang 5 orang Rata-rata Pretest = 55,78125 Rata-rata Posttest = 80,46875 Simpangan Baku Pretest = 14,43055534 Simpangan Baku Posttest = 14,16261406 Varians Pretest = 208,2409274 Varians Posttest = 200,5796371 dk = n1 n2 Ae 2 = 62 SELISIH RATA-RATA = -24,6875 VAR 1/n1 = 6,507528982 VAR 2/n2 = 6,268113659 KEOFISIEN KORELASI = 0,878097735 2 KEOFISIEN KORELASI = 1,75619547 SIMPANGAN BAKU 1/AKAR n 1 = 2,550985884 SIMPANGAN BAKU 2/AKAR n 2 = 2,503620111 t-hitung = -19,76993943 . ,76993. t-tabel = 1,998971517 KESIMPULAN = BERPENGARUH Rumus: yc = ycUI1 Oe ycUI2 ycI2 ycu1 ycI2 ycu2 ycI Ooycu 1 ycI Ooycu2 Oo 1 2 Oe 2yc ( 1 ) ( 2 ) Oe24,6875 Oo1,559349798 Oe24,6875 1,248739284 = -19,76993943 . arena nilai mutlak, maka menjadi 19,76993. t-tabel dari jumlah sampel 32 dengan taraf signifikan 0,05 adalah 1. Kesimpulan dari uji hipotesis adalah jika t hitung > t tabel . -hitung lebih besar daripada t-tabe. maka Ha diterima, jika t hitung < t tabel . -hitung lebih kecil daripada t-tabe. maka Ha ditolak. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh nilai t-hitung = 19,76993 > t-tabel = 1,99897 . -hitung lebih besar daripada t-tabe. maka hipotesis alternatif (H. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh video pembelajaran otekotekan Gangsa Gong Kebyar terhadap hasil belajar keterampilan memainkan alat musik tradisional pada peserta didik kelas Vi di SMP Negeri 1 Selemadeg Barat. PENUTUP Proses pembelajaran memainkan alat musik tradisional Gangsa Gong Kebyar pada Vi menggunakan video pembelajaran otekotekan Gangsa Gong Kebyar, dijelaskan langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan Rancangan I Nyoman Indrawan. Rinto Widyarto. Ni Ketut Dewi Yulianti Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat menggunakan model pembelajaran Discovery Learning, terdiri dari kegiatan pendahuluan . , inti . dan penutup . dengan presentase hasil perhitungan aktivitas belajar sebesar 85,71% yang dikategorikan sangat tinggi dan presentase hasil analisis belajar sebesar 80,46% dengan kategori sangat baik. Hasil belajar keterampilan memainkan alat musik tradisional Gangsa Gong Kebyar pada peserta didik kelas Vi sebelum penggunaan video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar, diperoleh nilai terkecil 35 dan nilai terbesar 85 dengan nilai rata-rata 55,78. Jumlah peserta didik yang tuntas sebanyak 10 orang dan yang tidak tuntas sebanyak 22 Hasil belajar keterampilan memainkan alat musik tradisional Gangsa Gong Kebyar pada peserta didik kelas Vi sesudah penggunaan video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar, diperoleh nilai terkecil 50 dan nilai terbesar 100 dengan nilai rata-rata 80,46. Jumlah peserta didik yang tidak tuntas sebanyak 5 orang dan yang tuntas sebanyak 27 orang. Dalam mencari pengaruh penggunaan video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar terhadap hasil belajar keterampilan memainkan alat musik tradisional pada peserta didik kelas Vi di SMP Negeri 1 Selemadeg Barat, telah dijelaskan melalui uji hipotesis yang sudah dilakukan dengan hasil t-hitung = 19,76993 > t-tabel = 1,99897, maka kesimpulannya adalah Ha diterima yaitu adanya pengaruh video pembelajaran otekotekan Gangsa Gong Kebyar terhadap hasil belajar keterampilan memainkan alat musik tradisional, dengan peningkatan nilai hasil belajar keterampilan sebesar 24,68. DAFTAR RUJUKAN Arikunto. , 2009. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi 6. Jakarta: Rineka Cipta. Bandem. Gamelan Bali di atas Panggung Sejarah. Denpasar: BP STIKOM Bali. Latuheru. John D. Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar-Mengajar Masa Kini. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Riduwan, 2010. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta Riyana. Cheppy. Pedoman Pengembangan Media Video. Bandung:Program P3AI Universitas Pendidikan Indonesia. Sudjana. Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta. Yonny, dkk. Menyusun Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Familia SUMBER LAINNYA (INTERNET) Salim. Riduan. Cara Menghitung Aktivitas Siswa PTK. https://w. com/2015/12/car a-menghitung-aktivitas-siswa-dalam. iakses tanggal 14 September 2. Junaidi. Titik Persentase Distribusi t. http://junaidichaniago. iakses 2013/. NARASUMBER I Wayan Susana, 56 tahun. Seniman Akademis. Jalan Lenganan. Desa Adat Bajera. Kecamatan Selemadeg. Kabupaten Tabanan.