Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dengan Motivasi Pemeriksaan HIV/AIDS Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Moanemani Provinsi Papua Tengah The Relationship Between Level of Knowledge and Motivation for HIV/AIDS Testing Pregnant Women at the Moanemani Community Health Center. Central Papua Province Risnawati1*. Weni Tri Purnani2. Darmining3 Mahasiswa Program Studi Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kadiri Dosen Program Studi Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kadiri *Corresponding: risnawati23@gmail. ABSTRAK AIDS merupakan kumpulan gejala akibat menurunnya imunitas tubuh akibat serangan HIV. Insiden penularan dari ibu ke anak meningkat dalam beberapa tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan motivasi pemeriksaan HIV/AIDS pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah ibu hamil di Puskesmas Moanemani Provinsi Papua Tengah. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 ibu hamil, dikumpulkan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman Rho dengan p <0,05. bahwa hampir setengah yaitu 14 . ,7%) responden mempunyai pengetahuan cukup, sebagian besar yaitu 20 . ,7%) responden memiliki motivasi yang tinggi, hasil uji statistic Sperman Rho p = 0,034 < 0,05 maka adanya hubungan antara pengetahuan dengan motivasi ibu hamil terhadap pemeriksaan tes HIV/AIDS di Puskesmas Perawatan Moanemani Provinsi Papua Tengah Tahun 2024. Diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk memberikan promosi kesehatan di Puskesmas untuk lebih ditingkatkan. Kata Kunci : Ibu Hamil. Motivasi. Pemeriksaan Tes HIV/AIDS ABSTRACT AIDS is a collection of symptoms resulting from a decrease in the body's immunity due to HIV attack. The incidence of mother-to-child transmission has increased in recent years. The aim of this research was to determine the relationship between the level of knowledge and motivation for HIV/AIDS testing in pregnant This research uses a correlational analytical research design with a cross sectional approach. The population is pregnant women at the Moanemani Community Health Center. Dogiyagi Regency. Central Papua Province. The sample in this study was 30 pregnant women, collected using a simple random sampling technique. Data analysis used the Spearman Rho statistical test with p <0. that almost half, namely 14 . respondents have sufficient knowledge, the majority, namely 20 . 7%) respondents, have high motivation, the results of the Sperman Rho statistical test p = 0. 034 < 0. 05, so there is a relationship between knowledge and Motivation of pregnant women towards HIV/AIDS testing at the Moanemani Care Health Center. Dogiyagi Regency. Central Papua Province in 2024. It is hoped that health workers will provide health promotion at the Community Health Center to be further improved. Keywords: Pregnant Women. Motivation. Inspection Test HIV / AIDS Article History: Received: August 26 ,2024. Revised: September 11, 2024. Accepted: October 2, 2024 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 PENDAHULUAN Kasus HIV/AIDS seperti fenomena memeriksakan status kesehatannya lebih sedikit dari yang sebenarnya terjadi. World Health Organization (WHO) mencatat kasus HIV/AIDS secara global sebanyak 38,4 juta di dunia hidup dengan HIV dan wanita berjumlah 240. 000 pada akhir tahun 2021 (Kemenkes RI Dirjen P2P. Penderita HIV/AIDS berdasarkan survey Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian kesehatan RI, triwulan I 2022 tercatat penemuan kasus HIV yang dilaporkan sampai Maret 2022 berjumlah 581 kasus dan AIDS berjumlah 397 kasus. Survey terakhir yang dilansir dari Komisi Penanggulangan HIV/AIDS atau KPA Papua didapatkan kasus HIV/AIDS sampai dengan September 2022 berjumlah 50. 011 yang tersebar di Tanah Papua, dimana Timika berada pada posisi ke tiga dengan jumlah kasus 6. (KPA Papua, 2. Skrining HIV pada 590. 430 ibu hamil dan didapatkan 1. 360 ibu hamil dinyatakan positif HIV (Kemenkes RI Dirjen P2P. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Moanemani. Denemani Kabupaten Dogiyagi Provinsi Papua Tengah peneliti melakukan wawancara pada ibu hamil sebanyak 10 ibu hamil, hasil wawancara didapatkan sebanyak 90% ibu hamil yang tidak melakukan pemeriksaan HIV, hal ini menunjukkan bahwa masih banyak ibu hamil yang tidak melakukan tes HIV/AIDS di Puskesmas Moanemani Kabupaten Dogiyagi Provinsi Papua Tengah. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku ibu hamil terhadap pemeriksaan HIV/AIDS. Menurut WHO . yang dikutip oleh Notoatmodjo . faktor yang mempengaruhi thought and feeling adalah . pemikiran dan perasaan dalam bentuk antara lain : pengetahuan, persepsi, sikap, kepercayaan dan penilaian seseorang terhadap objek, . tokoh penting sebagai panutan antara lain : guru, alim ulama, kepala adat, kepala desa, keluarga dan sebagainya . sumbersumber daya . antara lain: fasilitas, uang, waktu, tenaga kerja, pelayanan dan sebagainya . perilaku nilai-nilai sumber-sumber suatu masyarakat yang akan menghasilkan suatu pola hidup yang disebut kebudayaan. Berdasarkan hasil wawancara survey awal pada tanggal 27 September 2023 di Puskesmas Moanemani Kabupaten Dogiyagi Provinsi Papua Tengah didapatkan, tiga ibu hamil tidak pernah melakukan pemeriksaan tes HIV/AIDS dengan alasan tidak tahu soal pemeriksaan tes HIV/AIDS, sehingga motivasi ibu hamil dalam pemeriksaan tes HIV/AIDS sangat Serta kegiatan pemeriksaan tes HIV/AIDS, petugas kesehatan hanya memberikan surat pengantar untuk dirujuk ke Rumah Sakit bila orang tersebut dicurigai terkena HIV/AID, selain itu dikarenakan masih enggannya masyarakat melakukan tes HIV/AIDS karena berujung mendapatkan diskriminasi dari masyarakat. Dampak yang terjadi apabila ibu HIV/AIDS maka kemungkinan menularkan pada anaknya (Daniel Susilo, 2. Upaya dilakukan melalui penyuluhan masyarakat, pendamping kelompok resiko tinggi, dan intervensi perubahan perilaku, layanan konseling, testing HIV , layanan Harm Reduction, pengobatan dan pemeriksaan berkala penyakit menular seksual (PMS), pengamanan darah donor dan kegiatan lain yang menunjang pemberantasan HIV/AIDS (Kemenkes RI. Program pencegahan transmisi vertikal HIV/AIDS dari ibu ke bayi disebut sebagai PMTCT . revention Empat prong di dalam PMTCT pertama, mencegah penularan HIV pada wanita usia reproduktif, kedua direncanakan pada ibu HIV positif, ketiga mencegah penularan HIV dari ibu hamil HIV positif ke bayi yang dikandungnya. Article History: Received: August 26 ,2024. Revised: September 11, 2024. Accepted: October 2, 2024 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 psikososial pada ibu HIV positif beserta bayi dan keluarganya. Di beberapa negara pemeriksaan untuk skrining HIV pada usia Di Indonesia hal ini belum bersifat wajib, karena harus ada persetujuan . nformed consen. Meski memberikan informasi serta edukasi diharapkan dapat memengaruhi kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri secara sukarela. Oleh karena itu, sekali lagi bagi wanita hamil seharusnya melakukan pemeriksaan skrining HIV agar angka penularan dari ibu ke anak berkurang (Perdani, 2. Berdasarkan fenomena permasalahan maka peneliti tertarik mengambil judul Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Motivasi Pemeriksaan HIV/AIDS pada Ibu Hamil di Puskesmas Moanemani Kabupaten Dogiyagi Provinsi Papua Tengah Tahun METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah analitik Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian Ibu hamil di Puskesmas Moanemani Kabupaten Dogiyagi Provinsi Papua Tengah sebesar 30 Orang. Teknik Pengambilan Sample yang digunakan Simple Random Sampling. Kuesioner digunakan oleh peneliti untuk mengukur variabel tingkat pengetahuan dan variabel motivasi. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Frekuensi Sumber: Data Primer Penelitian, 2024 Berdasarkan diinterpretasikan bahwa hampir setengah yaitu 13 . ,3%) responden berusia 25 Ae 29 tahun. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Tabel 2 Distribusi Frekuensi Karakteristik responden berdasarkan Pendidikan di Moanemani Kabupaten Dogiyagi Provinsi Papua Tengah Tahun 2024 Pendidikan SLTP SLTA Sarjana Total Frekuensi Sumber: Data Primer Penelitian, 2024 Berdasarkan diinterpretasikan bahwa sebagian besar yaitu 19 . ,3%) pendidikan responden tamat SLTA. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Ibu Tabel 3 Distribusi Frekuensi Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan ibu di Puskesmas Perawatan Moanemani Kabupaten Dogiyagi Provinsi Papua Tengah Tahun 2024 spearman rho. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik responden berdasarkan usia di Puskesmas Moanemani Kabupaten Dogiyagi Provinsi Papua Tengah Tahun 2024 Usia <20 tahun 20-24 tahun 25-29 tahun 30-34 tahun >34 tahun Total Pekerjaan Ibu Frekuensi Ibu Rumah Tanga Wiraswasta/swasta Buruh Total Sumber: Data Primer Penelitian, 2024 Article History: Received: August 26 ,2024. Revised: September 11, 2024. Accepted: October 2, 2024 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Berdasarkan tabel 5. 3 dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar yaitu 21 . %) pekerjaan responden ibu rumah tangga. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Suami Tabel 4 Distribusi Frekuensi Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan suami di Puskesmas Moanemani Kabupaten Dogiyagi Provinsi Papua Tengah Tahun 2024 Pekerjaan Suami Frekuensi Tidak Bekerja PNS Wiraswasta/swasta Sopir Total Sumber: Data Primer Penelitian, 2024 Berdasarkan tabel 5. 4 dapat seluruhnya yaitu 25 . ,3%) responden sebagai wiraswasta/swasta. Karakteristik Responden Berdasarkan Sumber Informasi Tabel 5 Distribusi Frekuensi Karakteristik responden berdasarkan sumber informasi di Puskesmas Moanemani Kabupaten Dogiyagi Provinsi Papua Tengah Tahun 2024 Sumber Informasi Tidak Pernah Media Massa Penyuluhan Petugas Kesehatan Lain-lain Total Frekuensi Sumber: Data Primer Penelitian. Berdasarkan tabel 5. 6 dapat diinterpretasikan bahwa . ,7%) responden mempunyai pengetahuan Karakteristik Responden Berdasarkan Motivasi Tabel Distribusi Frekuensi Karakteristik responden berdasarkan motivasi di Puskesmas Moanemani Kabupaten Dogiyagi Provinsi Papua Tengah Tahun 2024 Motivasi Frekuensi Sedang Tinggi Total Sumber: Data Primer Penelitian. Berdasarkan tabel 5. 7 dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar yaitu 20 . ,7%) responden memiliki motivasi yang tinggi. Sumber: Data Primer Penelitian, 2024 Berdasarkan seluruhnya yaitu 23 . ,7%) responden mendapatkan sumber informasi dari media Karakteristik Responden Berdasarkan Pengetahuan Analisis Hubungan antara Pengetahuan dengan Motivasi Tabel 8 Tabel 6 Distribusi Frekuensi Karakteristik Pengetahuan di Puskesmas Perawatan Moanemani Kabupaten Dogiyagi Provinsi Papua Tengah Tahun 2024 Article History: Received: August 26 ,2024. Revised: September 11, 2024. Accepted: October 2, 2024 Distribusi Hasil Tabulasi Silang Hubungan Antara Pengetahuan Motivasi di Puskesmas Moanemani Kabupaten Dogiyagi Provinsi Papua Tengah Tahun 2024 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Sumber: Data Sekunder. Penelitian. Tahun 2024 Berdasarkan tabel 5. 6 menunjukkan pengetahuan yang cukup yaitu 14 responden . ,7%) dengan memiliki motivasi tinggi sebesar 10 responden . ,3%) yang artinya walaupun responden memilki pengetahuan cukup belum tentu memiliki motivasi yang sedang atau rendah. Dimana masih sumber informasi dan usia yang berbeda Ae beda. Berdasarkan hasil menggunakan uji Spearman Rho diperoleh p = 0,034 dan r = 0,387 yang artinya ada hubungan lemah antara pengetahuan dengan motivasi ibu hamil terhadap pemeriksaan tes HIV/AIDS di Puskesmas Perawatan Moanemani Kabupaten Dogiyagi Provinsi Papua Tengah Tahun 2024. Menurut Notoatmodjo pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang Hal ini merupakan domain berperilaku bagi seseorang, bila perilaku didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Perilaku baru terjadi proses berurutan yaitu kesadaran akan stimulus objek, merasa tertarik terhadap stimulus objek, menimbang Ae nimbang terhadap stimulus tersebut, mencoba melakukan sesuatu sesuai kehendak stimulus dan terakhir adalah proses adopsi dimana subjek telah berperilaku sesuai dengan pengetahuan , kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus. Hasil penelitian pengetahuan cukup baik dapat memiliki motivasi yang tinggi. Pengetahuan disini merupakan dasar bagi seseorang sehingga terbentuk motivasi untuk berperilaku sesuai dengan kebutuhan, pengetahuan merupakan faktor intriksi dari dalam diri ibu yang mempengaruhi terbentuknya motivasi. Ibu yang berpengetahuan rendah ternyata juga memiliki motivasi tinggi juga, ini dimungkinkan ibu mengerti akan kesehatan yang sangat penting dengan didukung oleh informasi yang pernah didapatkan responden dan usia responden yang sudah cukup dewasa, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam Pengetahuan tentang penyakit HIV/AIDS bukanlah pengetahuan yang bersifat umum dan dasar. Pengetahuan tentang penyakit HIV/AIDS bagi ibu hamil penting karena ibu hamil merupakan kelompok yang berisiko tinggi terkena HIV/AIDS. Dengan pengetahuan ibu hamil yang meningkat HIV/AIDS. WPS mengetahui, mempersiapkan, meyakini dan sebagainya sehingga menimbulkan motivasi niat untuk bertindak dan akhirnya terjadilah perwujudan niat yang berupa perilaku (Notoatmodjo. Teori Informasi. Motivasi dan Behaviour (IMB) dari Fisher & Fisher motivasi, dan keterampilan berperilaku merupakan factor utama yang dapat mempengaruhi perilaku pencegahan seseorang terhadap penyakit termasuk penyakit HIV/AIDS. Salah satu cara untuk mengurangi risiko penularan penyakit HIV/AIDS yaitu dengan te HIV pada ibu hamil. Penatalaksanaan tes HIV yang efektif akan menurunkan prevalensi dan mencegah timbulnya komplikasi dan kelainan lebih lanjut penyebaran penyakit dimasyarakat, dan memberikan peluang khusus dalam menjangkau kelompok sasaran dengan melakukan penyuluhan tentang upaya pencegahan infeksi HIV (Linda. Ibu hamil sering mendapatkan reproduksi khususnya tentang penyakit HIV/AIDS baik berupa penyuluhan, selebaran/leaflet, maupun dari media Article History: Received: August 26 ,2024. Revised: September 11, 2024. Accepted: October 2, 2024 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Pengetahuan Jadi pengetahuan dapat pula diwujudkan dalam tingkah laku. Pengetahuan yang kegiatan sehari Ae hari antara lain perilaku dalam bidang kesehatan. Motivasi adalah suatu usaha yang di sadari untuk mempengaruhi tingkah laku ibu hamil agar mereka bergerak untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan Motivasi yang dimaksud adalah motivasi untuk melakukan tes HIV alasan mengapa ibu hamil tidak mau melakukan tes HIV adalah karena takut mengetahui kalau positif tertular HIV juga kurangnya dorongan motivasi dari berbagai pihak seperti tenaga medis atau bidan, orang Ae orang sekitar, dan antar sesama ibu hamil. Semakin rendah motivasi semakin sulit mengaplikasikannya dalam tingkah laku, dan sebaliknya semakin tinggi motivasi semakin baik pula dalam mengaplikasikannya kedalam tingkah KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian tersebut ada hubungan antara pengetahuan dengan Puskesmas Perawatan Moanemani Kabupaten Dogiyagi Provinsi Papua Tengah Tahun 2024, saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini untuk Lahan Penelitian adalah memberikan promosi kesehatan di Puskesmas untuk lebih meningkatkan penyuluhan 1 bulan sekali saat ada kegiatan rutinitas dalam masyarakat seperti PKK dan pengajian. DAFTAR PUSTAKA