Al-Abyadh Volume 4. No 1. Juni 2021 . Analisis Kesiapan dan Kesulitan Lembaga PAUD dalam Menghadapi Akreditasi Melalui Pendampingan Akreditasi BAN PAUD Di TK Islam Al-Madinah Kota Dumai Siti Aminah1. Reni Amiliya2 Prodi PIAUD STAI Diniyah Pekanbaru nceekaminah89@gmail. com, reniamiliya@gmail. Abstrak Pemerintah mewajibkan setiap jenjang pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi untuk melakukan proses akreditasi. Proses akreditasi dilakukan untuk mengetahui kualitas lembaga pendidikan sehingga dapat mewujudkan tujuan nasional pendidikan. Pada pendidikan anak usia dini dilakukan berbagai upaya maupun persiapan oleh lembaga untuk menghadapi proses Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana kesiapan dan kesulitan yang dihadapi sekolah IT AL-Madinah dalam proses pengajuan akreditasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian ini yakni dua orang guru serta kepala sekolah di TK islam Al- madinah. Guru sebagai informan utama sedangkan kepala sekolah menjadi infoman pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan telaah dokumen yang dimiliki oleh lembaga serta wawancara kepada informan. Hasil penelitian: . Sekolah IT Al Madinah belum siap menghadapi akreditasi BAN PAUD/PNF karena dokumen administrasi tidak lengkapnya. Standar sekolah IT Al Madinah belum sesuai dengan Standar Pendidikan Anak Usia Dini berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 58 Tahun Kata kunci: Kesiapan,Kesulitan. Akreditasi. PAUD Analysis of the Readiness and Difficulties of PAUD Institutions in Facing Accreditation Through Accreditation Assistance for BAN PAUD in Al-Madinah Islamic Kindergarten. Dumai City Siti Aminah 1. Reni Amiliya2 Prodi PIAUD. STAI Diniyah Pekanbaru nceekaminah89@gmail. com, reniamiliya@gmail. Abstract The government requires every level of education, from early childhood to tertiary education, to carry out an accreditation process. The accreditation process is carried out to determine the quality of educational institutions so that they can realize the national goals of education. In early childhood education, various efforts and preparations are made by institutions to face the accreditation process. The research objective was to determine and analyze how the readiness and difficulties faced by the ALMadinah IT school in the process of applying for accreditation. The research method used is a qualitative method with a case study approach. The data sources of this research are two teachers and the principal of the Islamic Kindergarten in Al-Madinah. The teacher is the main informant while the principal is the supporting information. The data collection technique was carried out by reviewing the documents owned by the institution and interviewing informants. The results of the study: . Al Madinah IT School is not ready to face BAN PAUD / PNF accreditation due to incomplete administrative documents. The IT Al Madinah school standards are not in accordance with the Early Childhood Education Standards based on the Regulation of the Minister of National Education No. Keywords: Readiness. Difficulty. Accreditation. PAUD Al-Abyadh ISSN: 2620-7265 E-ISSN: 2775-7080 Analisis Kesiapan dan Kesulitan Lembaga PAUD Siti Aminah dan Reni Amiliya pada usia empat tahun pertama sebesar 50%. Pendahuluan Pendidikan merupakan suatu hal usia delapan tahun akan mencapai 80% dan yang sangat fundamental dan krusial untuk 100% pada usia enam belas tahun (Suyanto, setiap Negara. Nutbrown & Clough . Oleh karena itu. Sears menganjurkan untuk mengoptimal usia dini karena 80% menjadi tonggak perubahan. Pernyataan perkembangan otak anak ada pada usia dini (Wibowo, 2. Dewey merupakan sebuah mode dari kehidupan dan Terkait Sebagai sebuah mode tindakan, ia pendidikan anak usia dini juga di yakini bahkan lebih luas dari sebuah ilmu (Nucci, menjadi salah satu cara untuk mewujudkan P & Narvaez. D, 2. Oleh karena itu, pendidikan nasional. Hal ini dikarenakan pemerintah Indonesia saat ini mengalakkan pada usia 0 Ae 6 tahun merupakan masa agar setiap anak bangsa menjalani dan keemasan atau disebut juga dengan masa menyelesaikan pendidikan. Upaya yang golden age. Golden Age ini hanya akan dilakukan oleh pemerintah diantaranya datang sekali seumur hidup dan tidak akan adalah mewajibkan seluruh masyarakat dapat diulang lagi dimasa mendatang. Masa untuk mendapatkan pendidikan selama 12 usia dini inilah yang sangat berperan penting Upaya lain yang pemerintah lakukan dalam menentukan perkembangan kualitas hidup manusia (Mutia, 2. Indonesia untuk belajar sejak usia dini. Undang-Undang Nomor 20 tahun Undang-Undang Sisdiknas Nomor Tahun Pasal Ayat 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal memaparkan bahwa yang termasuk dengan AuPendidikan usia dini ialah anak usia dengan rentang 0 hingga 6 tahun. Menurut Sujiono . usia membentuk watak serta peradaban bangsa Nasional fundamental dan berperan penting bagi mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan perkembangan anak. Pada usia dini anak untuk berkembangnya potensi peserta didik akan mengalami periode pertumbuhan dan agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berdasarkan hasil penilitian bidang neuron berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, bahwa kecerdasan pada anak akan terbentuk kreatif, mandiri, dan menjadi warga yang Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 1. Juni 2021 Analisis Kesiapan dan Kesulitan Lembaga PAUD Siti Aminah dan Reni Amiliya jawabAy. Secara garis besar, tujuan dari pendidikan diantaranya aspek intelektual, bahasa, fisik motorik dan sosial emosional anak (Masitoh. Secara keseluruhan ruang lingkup membantu anak untuk menjadi baik. Hal tersebut perkembangan itu meliputi aspek yaitu nilai telah diungkapkan agama dan moral, kognitif, bahasa, fisik- Lickona sebelumnya dimana tujuan besar motorik, sosial-emosional, dan seni yang pendidikan yaitu membuat anak menjadi merupakan bagian dari pendidikan anak usia pintar dan baik ( Lita, 2. Dimana membuat anak untuk berperilaku baik sebagaimana terdapat pada Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014. pembentukan karakter anak. Oleh karena itu. Pendidikan anak usia dini terbagi pendidikan pada anak usia dini dianggap menjadi dua yakni pendidikan formal dan sebagai langkah yang paling tepat untuk pendidikan nonfromal. Melalui pendidikan melakukan pembinaan dan membentuk anak usia dini ini diharapkan nantinya akan karakter pada anak. Diharapkan agar anak menghasilkan anak Indonesia yang bermutu sebagai generasi penerus bangsa selain dan berkualitas. Terwujudnya harapan dan memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi, cita-cita pendidikan nasional tentu tidak juga memiliki karakter atau kepribadian lepas dari bagaimana kualitas suatu lembaga yang kuat (Kristiyani, 2. Karakter yang kuat akan membuat anak sebagai generasi menghasilkan anak yang berkulitas tentu penerus menjadi pribadi berkarakter yang lembaga yang akan memberikan pendidikan Indonesia sehingga keberlangsungan dan peradaban bangsa Indonesia dapat bertahan. Hal memiliki SDM yang bermutu. Lembaga yang berkualitas ialah Pada hakikatnya, pendidikan pada anak usia dini ialah sebuah pendidikan yang pembelajaran di suatu lembaga pendidikan Pada lembaga PAUD sendiri, pertumbuhan dan perkembangan anak. proses pelaksanaan pembelajaran sangatlah Pendidikan pada anak usia dini harus dapat berbeda dengan pembelajaran pada jenjang Pembelajaran pada anak usia Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 1. Juni 2021 Analisis Kesiapan dan Kesulitan Lembaga PAUD Siti Aminah dan Reni Amiliya dini harus disesuaikan dengan tingkat usia lembaga pendidikan adalah dari pelaksanaan anak (Novan Ardy Wiyani & Barnawi, dan penilaian akreditasi yang diperoleh oleh lembaga tersebut. Pelaksanaan akreditasi memperhatikan karakteristik anak usia dini akan menggambarkan mengenai bagaimana seperti rasa ingin tahu yang besar, aktif kesiapan serta kualiatas yang dimiliki oleh bergerak dan bermain tanpa mengenal waktu sebuah lembaga PAUD. Oleh karena itu, (Sutapa. Selain upaya yang dilakukan oleh pemerintah agar PAUD yang ada di Indonesia unggul serta mempertimbangkan cara belajar anak seperti berkualitas, yakni dengan mewajibkan setiap belajar dengan aktif melalui kegiatan bermain (Harun Rasyid & Sudarmanto, pendidikan anak usia dini untuk melakukan akreditasi secara rutin. Samuelsson Carlson. NAEYC, 2009. Bodrov & Leong, 2010. Pelaksanan akareditasi tidak hanya Jackman, 2010. Nespeca 2012. Huang, dilakukan oleh sekolah PAUD dibawah Den Hoed, 2014. Kementerian naungan pemerintah/negeri saja. Namun Pendidikan Kebudayaan. Wulansari, 2. , belajar melalui benda nonformal diseluruh Indonesia. Tujuannya nyata atau konkrit yang ada disekitarnya agar pendidikan nasional dapat dicapai (Miller, 1996. Kementerian Pendidikan dan secara efektif maupun efesien. Akreditasi Kebudayaan, 2. , anak belajar dengan akan tercapai dengan efektif dan efesien jika melewati tingkat perkembangan melalui pelaksanaan akreditasi dilakukan sesuai kegiatan yang menantang (NAEYC, 2009. Doyla, 2010. Bodrova. Germeroth, & Leong, 2. dan proses belajar anak yang akreditasi benar benar dilakukan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Hal ini NAEYC, 2009. Ridgway & Quinones, juga akan berdampak pada pencapaian dan Berdasarkan beberapa pertimbangan pembentukan anak-anak Indonesia yang pada pelaksanaan proses belajar anak usia cerdas secara menyeluruh. Pencapaian ini dini, unsur yang paling menonjol adalah akan terwujud jika setiap lembaga PAUD belajar melalui kegiatan bermain. (Miller. Selain itu, salah satu hal yang paling penting untuk membuktikan kualitas sebuah Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 1. Juni 2021 Artinya, sebagaimana mestinya. Analisis Kesiapan dan Kesulitan Lembaga PAUD Siti Aminah dan Reni Amiliya Akreditasi adalah proses penilaian ditetapkan oleh pihak yang kompeten di suatu lembaga atau instansi pendidikan Adapun dengan indikator tertentu berbasis fakta. maksud orang yang berkompeten disini Menurut Jamal akreditasi yakni penilaian adalah orang orang yang telah direkrut dan dimana asesor melakukan pengamatan dan lulus berdasarkan kualifikasi Selanjutnya penilaian sesuai realita yang ada di lapangan, orang orang tersebut tanpa ditambah atau dikurangi/manipulasi disebuah tim akreditasi yang disebut dengan (Jamal MaAomur Asmani, 2011, h. satuan PAUD dan PNF. Adapun defenisi lain terkait akreditasi Berbagai akan bergabung berdasarkan UU RI Nomor 20 Tahun 2003 pemerintah dalam rangka meningkatkan Pasal 60 ayat . dapat simpulkan mutu pendidikan nasional. Hal ini dialkukan agar pendidikan bangsa Indoensia dapat pemerintah melakukan penilaian terhadap bersaing baik ditingkat nasional maupun sebuah lembaga pendidikan, dnegan tujuan Dengan begitu, diharapkan untuk melihat dan menentukan peringkat ketinggalan dibandingkan Negara lainnya. Berdasarkan Upaya bahwasanya akreditasi PAUD merupakan dibentuknya tim akreditasi untuk satuan PAUD dan PNF. Kehadiran BAN PAUD dilakukan oleh asesor yang telah memenuhi dan PNF merupakan amanat Peraturan kualifikasi terhadap satuan pendidikan yang Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia memajukan pendidikan di Indonesia. Selain sebagai kegiatan pernyataan di atas, penulis menyimpulkan Indonsia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar yang dilakukan untuk Nasional Pendidikan. Terkait dengan hal Pemerintah Badan Akreditasi Nasional PAUD untuk menentukan kelayakan sebuah lembaga pada satuan pendidikan, baik pendidikan pendidikan anak usia dini. Jadi tim BAN formal maupun PAUD non formal pada setiap tersebut yang akan sepenuhnya jenjang dan jenis pendidikan. mempersiapkan dan melakukan penilaian kriteria yang sebelumnya telah dibuat dan Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 1. Juni 2021 Selanjutnya. Analisis Kesiapan dan Kesulitan Lembaga PAUD Siti Aminah dan Reni Amiliya pemerintah/negeri. Salah langsung melakukan penilaian akreditasi ke pendidikan yang harus melakukan akreditasi lapangan dan memenuhi kualifikasi yang adalah pendidikan anak usia dini/PAUD. direkruitmen oleh BAN PAUD/PNF. Badan akreditasi nasional untuk Selain alasan di atas, adapun tujuan lembaga PAUD melakukan akreditasi yakni agar setiap lembaga PAUD yang ada pendidikan anak usia dini yang disingkat dengan BAN PAUD dibentuk pertama kali pengakuan atau legalitas oleh pemerintah. Hingga saat ini satuan BAN Sehingga tidak ada lagi lembaga PAUD PAUD yang berdiri sejak beberapa tahun silam, sebagaimana tuntutan dan perkembangan namun belum sah diakui oleh pemerintah. Pembentukan tim asesor BAN Agar lebih jelas berikut tujuan pelaksanaan PAUD ini bertujuan untuk melakukan akreditasi oleh setiap lembaga PAUD: akreditasi pada pendidikan anak usia dini. Tujuan utama dilakukannya akreditasi diharapkan melalui akreditasi tersebut mutu pada setiap lembaga PAUD adalah untuk pendidikan di Indoensia akan meningkat pengendalian dan penjaminan melalui pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan diseluruh Indonesia. Artinya pendidikan diseluruh tanah air. jika akreditasi dilaksanakan diseluruh Akreditasi yang dilaksanan oleh Indonesia lembaga pendidikan secara merata maka setiap lembaga PAUD diselenggarakan berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan seluruh lembaga pendidikan yang ada di Nasional Indonesia. Republik Indonesia No. 087/U/2012. Adapun pernyataan yakni Sebagai alat pembinaan, pengembangan, bahwasanya dalam upaya meningkatkan Setelah akan diperolah Indonesia menetapkan tidak hanya sekolah gambaran kinerja suatu sekolah, akan negeri saja harus melakukan akreditasi namun sekolah swasta juga diberlakukan dimiliki oleh suatu sekolah. Kinerja peraturan yang sama. Dengan begitu, kepala sekolah, guru hingga karyawan diharapkan kualitas pendidikan swasta dengan jelas kualitas kualitasnya sama dengan kualitas yang diselenggarakan akan tergambar dari dimilki oleh sekolah dibawah naungan kesiapan menghadapi akreditasi, ketika Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 1. Juni 2021 Analisis Kesiapan dan Kesulitan Lembaga PAUD Siti Aminah dan Reni Amiliya akreditasi dilakukan hingga hasil penilain atau lembaga PAUD diseluruh wilayah akreditasi diperoleh menentukan tingkat Indonesia. kelayakan suatu lembaga sekolah dalam Melalui pelaksanaan akreditasi baik secara langsung atau tidak langsung akan Hasil dari akreditasi akan mendorong suatu lembaga PAUD untuk mendorong sekolah untuk melakukan selalu berusaha meningkatkan kualitas pengembangan dan peningkatan mutu dan mutu pendidikan pada lembaganya secara terencana, bertahap dan kompetitif Mendapatkan pengakuan dari pemerintah baik di tingkat kabupaten/kota, propinsi, maupun masyarakat. Melalui penilaian regional, nasional, bahkan internasional. akreditasi masyarakat akan mendapatkan Ketika penilaian akreditasi dilakukan setiap lembaga akan berlomba lomba untuk mendapatkan dan mempertahankan Setelah penilaian akreditasi dilakukan nilai terbaik. Hal ini pula yang akan dan hasil akreditasi telah diperoleh oleh menjadi motivasi sekolah untuk menjaga suatu lembaga, maka lembaga tersebut dan meningkatkan kualitas pendidikanya. telah sah dan diakui oleh pemerintah. Termasuk peningkatan mutu . uality Pengakuan improvemen. di masa yang akan datang. tersebut akan berdampak diakuinya pula Memperoleh informasi serta data yang keberadaan lembaga tersebut dimata akurat dalam rangka pelaksanaan bantuan Artinya lembaga tersebut dan program PNF yang memperoleh legal dan sesuai dengan aturan yang dibuat pemerintah. Menyediakan layanan pendidikan yang memenuhi standar nasional. Dengan Hasil adanya akreditasi akan menghasilkan pendidikan baik secara lokal disuatu lembaga pendidikan yang memenuhi wilayah maupun secara nasional . standar yang telah ditetapkan pemerintah. Memperoleh informasi dan data yang Dengan begitu, diharapkan setiap anak akurat dalam rangka pelaksanaan bantuan dan program PAUD yang memperoleh pendidikan yang sama disetiap jenjang Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 1. Juni 2021 Analisis Kesiapan dan Kesulitan Lembaga PAUD Siti Aminah dan Reni Amiliya Proses akreditasi akan mengevaluasi adalah sesorang yang direkruit oleh tim suatu lembaga secara rutin. Dari hasil Asesor BAN PAUD/PNF yang telah lulus evaluasi tersebut akan diketahui kualitas dan memenuhi kriteria sebagai asesor sebuah lembaga. Selain itu melalui sebagaiman yang telah ditetapkan oleh evalausi akan diketahui apakah lembaga pemerintah pusat. tersebut sudah memenuhi standar yang Pendampingan telah ditetapkan pemerintah. Sehingga asesor merupakan bagian dari tugas dan dilaksnakan bagi setiap asesor yang terpilih. lembaganya sesuai dengan ketentuan Pendampingan dilakukan pada sekolah atau Hasil PAUD. Diantara penilaian akreditasi akan mendorong kepada seluruh lembaga PAUD terkait memenuhi segala kekurangan yang ada. urgensi dari dilakukanya akreditasi PAUD. Misalnya memotivasi sekolah untuk Selain itu tujuan pendampingan adalah memenuhi sarana prasarana yang ada. membina dan membimbing setiap lemabaga Selain itu meningkatkan kompetensi para PAUD dalam proses pelaksanaan akreditasi. guru, kepala sekolah dan karyawan Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan masih terdapat lembaga yang Berdasarkan paparan di atas agar belum siap dalam menghadapi akreditasi tujuan pelaksaan PAUD dapat tercapai BAN PAUD. Salah satunya adalah TK Islam dengan efektif dan efesien dibutuhkan AL Madinah yang sudah berdiri sejak tahun lembaga yang memiliki pendidikan yang Namun belum pernah sama sekali Salah satu cara mewujudkan Pendidikan Padahal berkualiatas serta SDM yang berkualiatas dapodik yang peneliti peroleh TK AL- Madinah merupakan TK dengan jumlah penilaian akreditasi. Salah satu proses yang sebelum dilakukanya penilaian akreditasi kecamatan bukit kapur kota dumai. TK AL- adalah sekolah diberikan pendampingan Madinah atau pembinaan akreditasi yang dilakukan anak/pertahunya hingga terkadang jumlah oleh seorang asesor. Asesor yang dimaksud Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 1. Juni 2021 jumlah kuota Analisis Kesiapan dan Kesulitan Lembaga PAUD Siti Aminah dan Reni Amiliya disediakn sekolah. Selain itu TK AL dan mendalam. Disamping itu, peneliti juga ingin mengungkapkan fakta di lapangan dengan menyajikan apa adanya secara kecamatan bukit kapur kota dumai. Berdasarkan alasan tersebutlah Berdasarkan uraian permasalahan di metodologi penelitian kualitatif digunakan atas, peneliti tertarik menganalisis kesiapan untuk peneliti. Dengan harapan peneliti bisa dan kendala kesulitan yang dihadapi oleh menyajikan secara jelas dan memberikan TK Islam AL-Madinah kecamatan bukti informasi terkait permasalahan yang dikaji. kapur kota dumai. Kesulitan apa saja yang Selanjutnya dihadapi oleh lembaga tersebut dalam PAUD. adalah, objek dan permasalahan yang telah Berdasarkan alasan tersebut, peneliti ingin dipaparkan sebelumnya merupakan sebuah meneliti dengan judul AuAnalisis kesiapan kasus yang ingin peneliti kaji lebih dalam. Hal ini senada dengan pernyataan Creswell menghadapi akreditasi melalaui proses . menjelaskan bahwa Penelitian pendampingan akreditasi BAN PAUD di TK Islam Al-Madinah Kota DumaiAy. dilakukan oleh sesorang terhadap suatu BAN PAUD kasus dengan mengkajinya secara rinci dan Metode Penelitian Metode penelitian ini yang peneliti Penelitian gunakan ialah metode penelitian kualitatif November 2019 di TK Islam AL-Madinah dengan menggunakan pendekatan studi yang terletak di kecamatan Bukit Kapur Metode penelitian kualitatif ialah Kota Dumai. Informan utam penelitian ini metode penelitian yang lebih menekankan merupakan guru di TK Islam Almadinah. pada kata kata. Berbeda dengan penelitian Selanjutnta sumber data pada penelitian ini kuantitatif yang lebih menekankan pada yakni guru dua orang serta kepala sekolah di angka dan kuantitas. TK islam Al- madinah. Selanjutnya guru Pendekatan tersebut akan menjadi informan utama dalam penelitian ini dengan pertimbangan sedangkan kepala sekolah akan menjadi peneliti ingin menganalisis dan menjelaskan infoman pendukung. Jadi, mereka akan serta kesulitan kesulitan lembaga Paud dimintai keterangan terkait penelitian ini. dalam menghadapi akreditasi secara rinci Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 1. Juni 2021 Analisis Kesiapan dan Kesulitan Lembaga PAUD 10 Siti Aminah dan Reni Amiliya Sedangkan sebagai iforman pendukung yakni kepala sekolah. sumber lain . epala sekola. atau rekan Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan telaah dokumen yang Uji Confirmability dimiliki oleh lembaga serta wawancara Uji confirmability pada penelitian kepada informan. Jadi melalui analisis dan ini, peneliti akan mengkonfirmasi data telaah dokumen akan dijadikan peneliti yang diperoleh oleh peneliti kepada sumber data penelitian/informan. Apabila menganalisis penelitian ini. Selanjutnya informan telah menyepakati data yang instrument utama pada penelitian ini adalah peneliti sendiri didukung dengan pedoman peneliti maka data telah valid dan dapat Pedoman wawancara berisikan dilakukan proses selanjutnya. tentang pertanyaan. , hal ini dilakukan untuk Teknik analisis data yang digunakan oleh kesiapan dan kesulitan yang dihadapi oleh kualitatif dari milles dan huberman. lembaga PAUD, dalam hal ini yakni guru dan kepala sekolah TK islam Al-Madinah. Selain dokuementasi digunakan sebagai informasi pendukung dalam penelitian ini. Selanjutnya, pengumpulan data dilakukan agar data yang Gambar 1: analisis model interaktif diperoleh valid dan akurat serta dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah maka Uji keabsahan data yang peneliti gunakan Data Collection (Pengumpulan Dat. langkah pertama yakni Peneliti informasi terkait kesiapan dan kesulitan Uji Credibility Penelitian ini menggunakan Uji jenis triangulasi Peneliti melakukan wawancara dengan informan utama dan selanjutnya Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 1. Juni 2021 lembaga dalam menghadapi akreditas PAUD dengan menggunakan teknik wawancara dan telaah dokumentasi. Peneliti melakukan kegiatan pencatatan terhadap semua hal terkait penelitian Analisis Kesiapan dan Kesulitan Lembaga PAUD 11 Siti Aminah dan Reni Amiliya secara objektif tanpa dimanipulasi sesuai mengenai pedoman pelaksanaan Akreditasi dengan hasil BAN PAUD/PNF. wawancara dan dokumentasi saat di menelaah ketersediaan dokumen sekolah diperoleh pada Analisis dari standar 1 hingga standar 8. Data Reduction (Reduksi Dat. Langkah kedua yakni Reduksi Setelah data diperoleh selanjut peneliti memilih dan memilah hal hal yang pokok sesuai dengan fokus permasalahan penelitian terkait Aukesiapan menghadapi akreditas PAUDAy. Data Display (Penyajian Dat. Setelah data dan informasi pokok didapatkan, langkah selanjutnya yakni peneliti menyajikan data tersebut dengan Artinya penyajian data dituangkan secara naratif. Dengan begitu akan lebih penarikan sebuah kesimpulan. Conclusions Drawing/Verifying (Menarik Kesimpulan atau Verifikas. Langkah terakhir adalah melakukan penarikan kesimpulan terkait data dari hasil penelitian yang dilakukan. Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil kesiapan dan kesulitan lembaga PAUD TK Islam Al- Madinah dilakukan dengan mengacu Undang Undang Permendikbud Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 1. Juni 2021 Aspek/ Kesulitan Solusi Standar a. Guru tidak a. Guru . encap dengan teman sejawat/dari sekolah lain Doku Lembaga rekap b. Lembaga Mengunjungi terdekat untuk Doku DDT KMS, KPSP Sekolah Perlu rapat terkait nasional, b. Sebaiknya Standar selama ini . urikul Rapat lainnya atau Standar a. Sekolah Pihak . rotah, gi pengawas atau diskusi RPPH. Analisis Kesiapan dan Kesulitan Lembaga PAUD 12 Siti Aminah dan Reni Amiliya Guru tidak RPPH Selama ini RPPH Supervise Masih Standar k dan APE tidak Standar rasio anak lain terkait Pihak sekolah/yay si guru dan dan seminar Kedepanny a baik dari Hendaknya data guru Selain itu berkas guru disusun dan lebih kreatif n APE dari bahan bekas kan untuk Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 1. Juni 2021 Standar a. visi misi guru dan RKT Standar a. RAPBS Standar a. guru belum a. rutin dalam guru belum memahami b. spanduk visi dan misi adanya rapat RKT sekolah dan secara rutin Hendaknya guru lebih rutin dalam Hendaknya guru lebih sejawat dll. Simpulan dan Saran Berdasarkan pembahasan data hasil wawancara dan Dokumentasi dapat diambil sebuah kesimpulan sebagai berikut: Analisis Kesiapan dan Kesulitan Lembaga PAUD 13 Siti Aminah dan Reni Amiliya Sekolah IT Al madinah belum siap menghadapi akreditasi BAN PAUD/PNF. Ketidaksiapan . Guru memahami pembuatan RKT. Standar (Pembiayaa. Dokumen RAPBS tidak ada. Standar 1 (Pencapaian Perkembanga. Dokumen Grafik tumbuh kembang anak tidak tersedia. kurikulum yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Kegiatan rapat kegiatan sekolah tidak terdokumentasi dengan baik. Guru TK IT Al Madinah belum pembelajaran harian hingga program terdokumentasi dengan baik. Guru belum rutin dalam melakukan (Pendidik Tenaga Kependidika. Data dapodik tenaga pendidik dan kependidikan yang belum Standar 5 (Sarana dan Prasaran. APE yang terbuat dari bahan pabrik maupun bahan bekas belum memenuhi rasio dengan jumlah anak didik. catatn anekdot. Jika Berdasarkan hasil penelitian di Berikut saran yang dapat peneliti berikan adalah sebagai berikut: Bagi Standar 3 (Prose. Supervisi Standar 8 (Penilaia. Guru belum memahami penilain . TK IT Al Madinah belum memiliki penilaian harian. Standar 2 (Is. Jumlah . Dokumen visi misi sekolah tidak ada. administrasi sebagai syarat mengajukan Standar Standar 6 (Pengelolaa. kapasitas maksimum. Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 4. No 1. Juni 2021 memfasilitasi guru-guru PAUD dalam mengadakan percobaan eksprimen. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan bahan dan benda benda yang mendukung metode eksprimen. Selain itu lembaga juga hendaknya memfasilitasi guru-guru Bagi kepala sekolah, hendaknya untuk meningkatkan kemaampuan dan kualitas para guru mulai dari meningkatkan kualifikasi akademik, kompetensi dan pengalaman saat mengajar. Analisis Kesiapan dan Kesulitan Lembaga PAUD 14 Siti Aminah dan Reni Amiliya Bagi peneliti lain, diharapkan agar dapat meneliti lebih lanjut tentang variabel yang Fred N. Kerlinger . Asas Asas Penelitian Behavioral. Yogyakartas: Universitas Gajah Mada. belum dibahas pada penelitian ini secara lebih mendalam, sehingga dapat dijadikan sebagai referensi yang baik untuk penelitianpenelitian selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA Bodrova. , & Leong. Curriculum and play in early child Encyclopedia of Early Childhood Development, 1Ae6. Retrieved from http://w. com/sites/default/files/t extes-experts/en/774/curriculum-andplay-in-early-child-development. Bodrova. Germeroth. , & Leong. Play and self-regulation: lessons from Vygotsky. American Journal of Play, 6. , 111Ae123. Retrieved http://eric. gov/?id=EJ1016167 Creswell. Metodo Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka