JSIP 2 . Journal of Social and Industrial Psychology http://journal. id/sju/index. php/sip DINAMIKA NILAI KERJA: STUDI INDIGENOUS KARYAWAN BERSUKU JAWA Sheila Nalyansyah Daryanto A Jurusan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Indonesia Info Artikel Abstrak ________________ ___________________________________________________________________ Sejarah Artikel: Diterima Agustus 2013 Disetujui September 2013 Dipublikasikan Oktober Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika nilai kerja karyawan bersuku Jawa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan gabungan . ixed method. serta pendekatan indigenous psychology, yang merupakan suatu pendekatan yang menggunakan perspektif asli dan tidak diadopsi dari daerah lainnya, agar data yang diperoleh asli dalam realitas Indonesia sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan Jawa paling banyak mendefinisikan kerja adalah untuk memenuhi kesejahteraan hidup. Tiga nilai kerja yang dianggap paling penting yaitu disiplin, loyalitas, dan jujur. Alasan utama pemilihan nilai kerja tersebut karena dapat menghasilkan kinerja yang baik dan maksimal. Karyawan Jawa juga kebanyakan merasakan perubahan nilai kerja yang positif, dan alasan terbanyak perubahan tersebut karena pengaruh lingkungan pekerjaan. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa budaya dari satu negara dengan negara lain atau satu daerah dengan daerah lain pasti berbeda. ________________ Keywords: work values. Javanese ____________________ Abstract ___________________________________________________________________ This study aims to determine the dynamics of employee Java tribes. The approach used in this study is a combined approach . ixed method. as well as indigenous psychology approach, which is an approach that uses native perspective and not adopted from other regions, so that the data obtained in the original Indonesian reality itself. The results showed that employees Javanese is the most defining work to meet welfare. Three values are considered the most important work that is disciplined, loyal, and honest. The main reason for the selection of the value of the work because it can produce a good performance and maximum. Java also most employees feel positive changes in work values, and the reason is because most changes influence the work environment. Based on these results, it can be concluded that the culture from one country to another or from one region to another would have been different. A 2013 Universitas Negeri Semarang Alamat korespondensi: Gedung A1 Lantai 2 FIP Unnes Kampus Sekaran. Gunungpati. Semarang, 50229 E-mail: Sheilanalyansyah@gmail. ISSN 2252-6838 Sheila Nalyansyah Daryanto / Journal of Social and Industrial Psychology 2 . Budaya yang bersifat individualistik penekanan pada kerangka kerja yang bersifat sosial sangat rendah, sedangkan pada budaya kolektivis penekanan pada kerangka kerja yang bersifat sosial penekanannya sangat kuat. Berdasarkan penjelasan di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa nilai itu bersifat relatif. Berhubung nilai bersifat relatif, maka diperlukan penelitian tentang nilai kerja yang mempunyai latar belakang berbeda dengan latar belakang negara dan bahkan daerah lain. Penelitian tentang nilai harus melihat pula pada konteks budaya setempat. Khususnya pada penelitian ini ingin membahas tentang nilai kerja pada karyawan suku Jawa. Suku Jawa jelas berbeda dengan suku-suku lainnya di Indonesia, otomatis nilai kerjanya juga akan berbeda dan tidak bisa disamakan dengan suku lain maupun dengan penelitian-penelitian lain di barat. Berbicara tentang penelitian nilai kerja di Indonesia, terutama pada suku Jawa selama ini penelitian-penelitian di Indonesia belum ada yang komprehensif, tetapi hanya sebatas Berdasarkan uraian mengenai nilai kerja dan penelitian-penelitian nilai kerja selama ini, peneliti ingin mendapatkan hasil yang komprehensif dan ilmiah tentang bagaimana dinamika nilai kerja karyawan bersuku Jawa dan untuk mengetahui dinamika nilai kerja karyawan bersuku Jawa. PENDAHULUAN Keberhasilan Nilai kerja merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu organisasi karena kecemerlangan sebuah organisasi sangat bergantung pada nilai kerja individu. Nilai kerja organisasional, performa kerja, produktivitas dan komitmen organisasi. Nilai kerja merujuk pada sikap individu terhadap kerja dan berkaitan dengan makna yang diberikan oleh individu terhadap kerja. Rokeach mendefinisikan nilai kerja sebagai keyakinan individu mengenai caracara bertingkahlaku yang dipilih dan kondisi akhir yang diinginkan yang dibawa ke dalam situasi kerja . alam Kinicki dan Kreitner 2. Selama ini penelitian-penelitian tentang nilai kerja lebih mengacu pada teori barat, padahal nilai kerja antara satu orang dengan orang yang lain itu berbeda, berbeda daerah berbeda pula nilai kerjanya. Seharusnya penelitian-penelitian yang ada di Indonesia juga tidak hanya mengacu pada teori barat, karena harus disesuaikan pula dengan kondisi masyarakat budaya setempat. Beberapa peneliti berargumen bahwa culture tertentu berpengaruh terhadap sikap dan perilaku kerja karena negara-negara yang berbeda mempromosikan nilai-nilai budaya yang berbeda pula (Bae dan Chung 1997. Glazer. Daniel, dan Short 2004. Hoftstede 1980. Yao Swang 2006 dalam Woo. Boyun, 2. Hofstede . mengatakan ada dua dimensi budaya yaitu budaya individualistik dan budaya kolektifis sangat berkaitan dengan sikap dan perilaku kerja (F. Oley. Hang Yue, dan Loi 2006 dalam Woo. Boyun 2. Dimensi berpengaruh kepada nilai dan sikap kerja karena individualistik dan kolektivis sangat dekat dengan salah satu proses psikologi yang sikapnya (Oyserman dan Lee 2008 dalam Woo. Boyun 2. Lebih jauh lagi para peneliti mengatakan bahwa individualistis dan kolektivis adalah cara yang paling efektif untuk membedakan budaya barat dan budaya timur (Hofstede 1980. Luthans. Zhu dan Afolio 2. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan gabungan . ixed method. antara metode penelitian Penelitian menggunakan mixed methods bertujuan untuk saling melengkapi gambaran hasil studi mengenai fenomena yang diteliti dan untuk memperkuat analisis penelitian. Metode memperoleh data yang lebih komprehensif, valid, reliable, dan objektif. Peneliti juga menggunakan pendekatan lain, yaitu pendekatan indigenous psychology yang merupakan suatu pendekatan yang menekankan pada studi terhadap perilaku dan cara berpikir Sheila Nalyansyah Daryanto / Journal of Social and Industrial Psychology 2 . seseorang yang menggunakan perspektif asli dan tidak diadopsi dari daerah lainnya (Kim dan Berry 1. , agar data yang diperoleh asli dalam realitas Indonesia sendiri. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 700 orang, yang berasal dari karyawan bersuku Jawa. Penelitian ini menggunakan teknik snow ball sampling, di mana peneliti secara acak memenuhi kriteria . ualified volunteer sampl. dan Tabel 1. Unit Analisis Unit Analisis Nilai Kerja kemudian meminta responden bersangkutan untuk merekomendasikan teman, keluarga, atau kenalan yang mereka ketahui yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sebagai responden penelitian (Morissan 2. Alat pengumpul datanya berupa openended questionnaire (Arikunto 2. Open-ended questionnaire yang disusun oleh peneliti digunakan untuk mengungkap dinamika nilai Beberapa hal yang diungkap adalah: Sub Unit Dinamika Kerja Nilai Dominan Data yang dikumpulkan dari open-ended questionnaire dianalisis dengan menggunakan pendekatan psikologi indigenous. Caranya adalah dengan melakukan preliminary coding, aksial koding dan yang terakhir cross-tabulasi (Primasari dan Yuniarti 2. Preliminary coding yang dilakukan adalah memilah-milah respon sesuai dengan kesamaan respon. Kesamaan respon dinilai bukan melalui interpretasi peneliti melainkan murni dari kata atau kalimat yang muncul yang menggambarkan respon partisipan terhadap pertanyaan terbuka yang diajukan. Tahap awal aksial koding adalah mengenali dan membuat peneliti menjadi familiar terlebih dahulu terhadap jawabanjawaban partisipan. Setelah peneliti familiar dengan respon partisipan. Selanjutnya peneliti baru melakukan koding dan kategorisasi. Proses aksial koding dilakukan dengan cara melakukan kombinasi dari jawaban-jawaban partisipan yang memiliki kesamaan . alam Rarasati et al. Putri et al. Primasari dan Yuniarti. Menurut Effendi dan Manning . , koding dilakukan selama beberapa kali tergantung dari keragaman jawaban partisipan Koding dilakukan mulai dari yang sifatnya spesifik menjadi yang lebih umum. Selanjutnya, cross-tabulation dilakukan untuk menunjukkan respon-respon dari kelompok yang ada. Analisis ini diselesaikan dengan cara membagi pertanyaan penelitian dalam kategorikategori berdasarkan tabel frekuensi . alam Primasari dan Yuniarti, 2. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian mengenai definisi kerja menghasilkan 7 kategori, dan 1 kategori lain-lain dengan hasil sebagai berikut: Tabel 2. Definisi Kerja Definisi Kerja Memenuhi kesejahteraan hidup Melakukan suatu kegiatan/aktivitas Ibadah, pelayanan, pengabdian Aktualisasi diri Kewajiban, tanggung jawab Mengaplikasikan ilmu Menambah pengalaman Lain-lain Jumlah Jumlah 44,71 16,29 11,71 7,43 6,71 5,86 4,57 2,71 99,99 Sheila Nalyansyah Daryanto / Journal of Social and Industrial Psychology 2 . Karyawan suku Jawa mendefinisikan kerja sebagai kewajiban untuk memenuhi kesejahteraan hidup dan sebagai suatu kegiatan/aktivitas untuk mengaplikasikan ilmu, aktualisasi diri, menambah pengalaman, serta ibadah, pelayanan dan pengabdian. Meaning of Working (MOW) International Research Team 1987 mendefinisikan kerja sebagai berikut: . sentralitas kerja . ork centralit. , terdiri dari kepercayaan/nilai . elief/value componen. dan komponen orientasi keputusan . ecision orientation componen. norma-norma sosial mengenai bekerja . ocietal norm about workin. yaitu apakah bekerja dipandang sebagai suatu hak atau kewajiban. hasil-hasil bekerja yang dianggap bernilai . alued working outcome. , terdiri dari status dan prestige, penghasilan, pengisi waktu, kontak antar pribadi, pelayanan masyarakat, ekspresi diri. tingkat pentingnya tujuan-tujuan kerja . mportance of work goal. terdiri dari dimensi ekspresif, dimensi ekonomis, dimensi kenyamanan, dimensi kesempatan dan . identifikasi peran kerja . ork role identificatio. terdiri dari pelaksana tugas, wakil/bagian organisasi, penghasil produk/jasa, anggota tim, professional, pencari nafkah (MOW International Research Team 1. Terdapat banyak kesamaan definisi kerja karyawan Jawa dengan Meaning of Working (MOW) International Research Team, antara lain yang menyebutkan kerja adalah untuk hidup/mencari penghasilan, sebagai pelayanan dan pengabdian masyarakat, kewajiban, dan kesempatan belajar berupa mengaplikasikan ilmu dan menambah Beberapa perbedaannya antara lain sebagai aktualisasi diri dan ibadah. Masyarakat Jawa memang termasuk masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai agama/religious dibandingkan dengan orang barat. Orang Jawa percaya bahwa Tuhan adalah pusat alam semesta dan pusat segala kehidupan karena sebelum semuanya terjadi di dunia ini Tuhanlah yang pertama kali ada. Tuhan tidak hanya menciptakan alam semesta beserta isinya tetapi juga bertindak sebagai pengatur, karena segala sesuatunya bergerak menurut rencana dan atas ijin serta kehendak-Nya. Selanjutnya hasil penelitian mengenai nilai kerja yang dominan menghasilkan 9 kategori, dan 1 kategori lain-lain dengan hasil sebagai berikut: Tabel 3. Nilai Kerja Paling Dominan Nilai Kerja Disiplin Loyalitas Jujur Tanggung jawab Totalitas Membina hubungan baik Motivasi Ekonomi Ibadah 10 Lain-lain Jumlah Jumlah Sesuai dengan tipologi nilai Rokeach. Rokeach Value Survey (RVS) yang membagi dua perangkat nilai, yaitu nilai terminal dan nilai (Sofyandi. Garniwa Karyawan suku Jawa lebih banyak memilih pada nilai instrumental dibandingkan nilai 13,76 13,71 13,62 13,38 11,90 9,48 4,67 4,33 9,05 Berdasarkan tipologi nilai Rokeach dan Meglino, dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai kerja karyawan suku Jawa dengan nilai kerja teori barat mempunyai perbedaan. Perbedaan nilai kerja karyawan suku Jawa dengan tipologi nilai Rokeach dan Meglino Sheila Nalyansyah Daryanto / Journal of Social and Industrial Psychology 2 . adalah nilai ibadah, pada tipologi nilai Rokeach dan Meglino tidak dicantumkan unsur religiusitas, sehingga masyarakat Jawa termasuk masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai agama/religious dibandingkan dengan orang Berdasarkan prinsipnya masyarakat Jawa adalah masyarakat yang religius, yakni masyarakat yang memiliki kesadaran untuk memeluk suatu agama. Hampir semua masyarakat Jawa meyakini adanya Tuhan Yang Maha Kuasa yang menciptakan manusia dan alam semesta serta yang dapat menentukan celaka atau tidaknya manusia di dunia ini atau kelak di akhirat. Bagi kalangan masyarakat Jawa yang santri, hampir tidak diragukan lagi bahwa yang mereka yakini sesuai dengan ajaran-ajaran aqidah Islam. Selanjutnya sesuai dengan tipologi nilai Allport, nilai kerja karyawan suku Jawa lebih banyak masuk dalam nilai politis, tetapi ada 2 nilai Allport yang tidak ada dengan nilai kerja karyawan suku Jawa yaitu nilai teoritis dan nilai Karyawan suku Jawa tidak termasuk orang yang kritis dan rasional, serta tidak menaruh nilai tertinggi pada bentuk dan Orang Jawa tidak rasional karena kebiasaan orang Jawa yang percaya bahwa segala sesuatu adalah simbol dari hakikat kehidupan yang berupa mitos, dan lain-lain. Hasil pemilihan nilai kerja menghasilkan 3 kategori dan 1 kategori lain-lain, hasilnya sebagai Tabel 4. Alasan Pemilihan Nilai Kerja Tersebut Alasan Pemilihan Nilai Kerja Dapat menghasilkan kinerja yang baik dan maksimal Kunci kesuksesan Dapat memenuhi kebutuhan hidup Lain-lain Jumlah Karyawan Jawa memilih nilai-nilai kerja tersebut dengan beberapa alasan, antara lain: . menghasilkan kinerja yang baik/maksimal, berarti tanpa nilai-nilai kerja tersebut, suatu pekerjaan tidak akan berjalan dengan baik, hasil yang diperoleh pun akan kurang/tidak . kunci kesuksesan, bahwa dengan menerapkan nilai-nilai kerja tersebut akan mengantarkan dan mendekatkan pada keberhasilan serta kesuksesan. memenuhi kebutuhan hidup, dengan bekerja dan menerapkan nilai kerja tersebut pekerjaan akan bertahan lama sehingga bisa menghasilkan upah Jumlah 41,29 37,43 6,43 14,86 dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. Menurut pandangan orang Jawa, upaya untuk mencapai kesejahteraan hidup dilakukan dengan bekerja. Ukuran kesejahteraan hidup diartikan dalam bentuk materi. Upaya yang dilakukan orang Jawa untuk mencapai kesejahteraan . alam struktur kesejahteraan orang Jaw. lebih didorong oleh nilai-nilai kesejahteraan Jawa yang diyakini bersama. Hasil penelitian mengenai perubahan nilai kerja menghasilkan 5 kategori, ada perubahan positif, tidak ada perubahan, dan perubahan Hasilnya sebagai berikut. Sheila Nalyansyah Daryanto / Journal of Social and Industrial Psychology 2 . Tabel 5. Perubahan Nilai Kerja Perubahan Nilai Kerja Perubahan ke arah positif, kerja adalah Perubahan positif, kerja menghargai waktu dan uang Perubahan positif, kerja adalah hubungan Tidak ada perubahan Perubahan ke arah negatif Lain-lain Jumlah Selanjutnya mengenai perubahan nilai kerja, orang Jawa terbiasa untuk mentaati norma-norma. Hal menunjukkan bahwa orang Jawa tidak berani mengambil resiko karena sangat mementingkan kehidupan yang aman dan tentram. Orang Jawa akan menolak perubahan karena tidak mau mengambil resiko yang akan mempengaruhi stabilitas hidupnya yang dapat membuat hidupnya menjadi tidak aman. Berdasarkan hal Jumlah 47,01 14,71 6,57 20,86 1,29 9,57 tersebut, maka kebanyakan karyawan Jawa mengalami perubahan yang positif dan sangat sedikit yang mengalami perubahan negatif. Mereka hidupnya agar bisa stabil tanpa konflik. Hasil perubahan nilai kerja menghasilkan 8 kategori, termasuk kategori tidak ada perubahan. Hasilnya sebagai berikut. Tabel 6. Alasan Perubahan Nilai Kerja Alasan Perubahan Nilai Kerja Pengaruh lingkungan pekerjaan Tidak ada perubahan Kesadaran untuk maju Bertambah wawasan dan pengalaman Pengaruh materi Interaksi dengan orang lain Perubahan pandangan dan sikap Perubahan waktu dan teknologi Lain-lain Jumlah Menurut karyawan Jawa, alasan utama yang mendasari perubahan nilai kerja tersebut Menurut Koentjaraningrat eksternal merupakan faktor-faktor yang berasal dari luar masyarakat yang bisa mendorong terjadinya perubahan sosial, salah satunya Berdasarkan hal tersebut, dapat Jumlah 32,86 20,86 9,57 9,14 6,43 4,14 3,57 8,43 disimpulkan bahwa perubahan nilai kerja sebelum dan sesudah bekerja dipengaruhi oleh Faktor eksternalnya antara lain pengaruh lingkungan pekerjaan, pengaruh materi, perubahan waktu dan teknologi. Faktor internalnya yaitu kesadaran untuk maju, bertambah wawasan dan pengalaman, membangun relasi dengan rekan kerja, serta perubahan pandangan dan sikap. Sheila Nalyansyah Daryanto / Journal of Social and Industrial Psychology 2 . nilai, sikap dan perilaku melalui proses KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: Karyawan bersuku Jawa mendefinisikan kerja sebagai kewajiban untuk dapat memenuhi kesejahteraan hidup dan sebagai kegiatan/aktivitas mengaplikasikan ilmu, aktualisasi diri, menambah pengalaman, serta ibadah, pelayanan dan pengabdian. Nilai kerja yang dianggap paling penting menurut karyawan Jawa, antara lain: disiplin, loyalitas, jujur, tanggung jawab, totalitas, membina hubungan baik, motivasi, ekonomi, dan ibadah. Alasan memilih nilai kerja tersebut antara lain karena dapat menghasilkan kinerja yang baik dan maksimal, sebagai kunci kebutuhan hidup. Sebagian besar karyawan bersuku Jawa merasakan perubahan sebelum dan sesudah Terdapat perubahan positif dan Perubahan positifnya, kerja adalah proses belajar, serta menjalin hubungan sosial dengan cakupan yang lebih luas. Setelah bekerja, karyawan Jawa juga lebih bisa menghargai waktu dan uang. Perubahan negatifnya berupa mengalami kejenuhan dan kebosanan setelah bekerja sekian lama. Karyawan bersuku Jawa merasa perubahan tersebut terjadi karena pengaruh lingkungan bertambahnya wawasan dan pengalaman, pengaruh materi, interaksi dengan orang lain, perubahan pandangan dan sikap, serta perubahan waktu dan teknologi. Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa budaya dari satu negara dengan negara lain atau satu daerah dengan daerah lain pasti berbeda. Budaya mempengaruhi cara berpikir, bersikap dan berperilaku yang menghasilkan perbedaan aspek-aspek dalam kehidupan seseorang yaitu keyakinan, nilai, sikap dan perilaku. Budaya membentuk kepercayaan individu. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyadari tanpa bantuan dari berbagai pihak penyusunan manuskrip ini tidak dapat terselesaikan dengan baik, untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang berjasa dalam penyusunan manuskrip ini, antara lain: Drs. Harjono. Pd. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan. Drs. Edy Purwanto. Ketua Jurusan Psikologi. Ibu Siti Nuzulia. Psi. Si dan Ibu R. Fadhallah. Psi. Si sebagai Pembimbing pertama dan kedua. Ibu Rahmawati Prihastuty. Psi. Si. Dosen Penguji utama. Seluruh Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang, khususnya Dosen Jurusan. Seluruh teman-teman Psikologi angkatan Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama proses penyusunan skripsi DAFTAR PUSTAKA