PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. Pengaruh Kinerja Tenaga Kependidikan dan Kualitas Pelayanan Tata Usaha Terhadap Kepuasan Orang Tua dan Siswa Citra Lestari1 . Indah Wigati2 . Nyayu Soraya3 1,2,3 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia Email: icitra227@gmail. ABSTRAK Keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak bisa dilepaskan dari bagaimana manajemen sumber daya manusia yang mengelolanya. Usaha peningkatan tersebut dilakukan sebagai suatu bentuk dari kenerja guru dan tenaga kependidikan dengan tujuan agar mampu memberi layanan yang berkualitas tinggi bagi orang tua dan siswa sehingga dapat memiliki tingkat kepuasan yang tinggi terhadap layanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kinerja tenaga kependidikan terhadap kepuasan orang tua? . Seberapa besar pengaruh kinerja tenaga kependidikan terhadap kepuasan siswa? . Seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan tata usaha terhadap kepuasan orang tua? Seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan tata usaha terhadap kepuasan siswa?. Seberapa besar pengaruh kinerja tenaga kependidikan dan kualitas pelayanan tata usaha terhada p kepuasan orang tua dan siswa SMKN 1 Babat Supat?. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini terdiri dari 100 orang tua dan siswa di sekolah SMK Negeri 1 Babat Supat, yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan m elalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik regresi berganda. Berdasarkan hasil analisa yang peneliti lakukan, dapat diketahui bahwa. kinerja tenaga kependidikan berpengaruh positif terhadap kepuasan orang tua sebesar 0,242%. kinerja tenaga kependidikan berpengaruh positif terhadap kepuasan siswa sebesar 0,220%. kualitas pelayanan tata usaha berpengaruh positif terhadap kepuasan orang tua sebesar 0,259%. kualitas pelayanan tata usaha berpengaruh positif terhadap kepuasan siswa adalah sebesar 0,276%. kinerja tenaga kependidikan dan kualitas pelayanan tata usaha secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan orang tua dan siswa sebesar 10%. Keywords: Kepuasan Orang Tua. Kinerja. Kualitas Layanan. Tenaga Kependidikan ABSTRACT The success of an educational institution cannot be separated from how well its human resource management is conducted. Efforts to improve performance are carried out as a form of enhancing the work of teachers and educational staff, aiming to provide high-quality services for parents and students, thereby increasing their satisfaction with the services offered. This study aims to determine: how significantly the performance of educational staff affects parental satisfaction. how significantly it affects student satisfaction. how significantly the quality of administrative services affects parental how significantly it affects student satisfaction. and how significantly both the performance of educational staff and the quality of administrative services together influence the satisfaction of parents and students at SMKN 1 Babat Supat. The research employed a quantitative approach. The sample consisted of 100 randomly selected parents and students from SMKN 1 Babat Supat. Data were collected through questionnaires that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using multiple regression techniques. The results showed: . the performance of educational staff positively influences parental satisfaction by 0. it also positively influences student satisfaction by 0. the quality of administrative services positively influences parental satisfaction by 0. it positively influences student satisfaction by 0. both the performance of educational staff and the quality of administrative services together influence parental and student satisfaction by 10%. Keywords: Educational Staff. Parental Satisfaction. Performance. Service Quality. A 2024 Citra Lestari. Indah Wigati. Nyayu Soraya Under the license CC BY-SA 4. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 128 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. PENDAHULUAN Kepuasan pelanggan dalam dunia pendidikan sangat ditentukan oleh pengaruh kinerja individu pegawai di lingkungan pendidikan tersebut. Evaluasi kinerja pegawai adalah langkah di mana kinerja individu pegawai dinilai oleh manajemen, dengan tujuan memberikan kritik dan saran yang bersifat personal kepada mereka. Penilaian yang dilakukan oleh masyarakat dapat meningkatkan kepercayaan terhadap lembaga pendidikan (Poetri et al. , 2. Keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak bisa dilepaskan dari bagaimana manajemen sumber daya manusia yang mengelolanya. Prestasi kerja memiliki keterkaitan erat dengan sistem manajemen (Sumarwati et al. Salah satu aspek penting adalah memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat yang berada dalam lingkungan lembaga pendidikan tersebut, terutama kepada tenaga pendidikan dan staf administrasi yang harus menunjukkan kinerja yang unggul dalam melayani Upaya dalam menciptakan kepuasan pelanggan adalah dengan menerapkan enam komponen penilaian kinerja karyawan yang terdiri dari kualitas kerja, kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, efektivitas, kemandirian, dan komitmen kerja (Alexandro et al. , 2. Kualitas pendidikan yang baik tercermin dalam pelayanan pendidikan yang memenuhi harapan Perubahan inovasi pendidikan berlangsung secara terus menurus seiring dengan perubahan zaman. Hal tersebut dilakukan untuk memperbaiki kualitas pendidikan ke arah yang lebih baik (Prasrihamni et al. , 2. Oleh karena itu, lembaga-lembaga pendidikan yang memiliki manajemen yang baik agar bisa bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya, termasuk dalam memberikan pelayanan yang optimal bagi penggunanya. Tugas utama tenaga kependidikan yakni melakukan tugas administratif, mengelola, mengembangkan, mengawasi, dan memberikan layanan teknis yang mendukung proses pendidikan di lembaga tersebut. Untuk meningkatkan kualitas layanan ini, diperlukan tenaga kerja yang kompeten, karena mereka merupakan aset penting dalam kemajuan lembaga pendidikan yang mereka layani. Bagian administrasi bertanggung jawab atas menyediakan informasi yang diperlukan oleh pelanggan dan membantu sekolah dalam mengambil keputusan serta memberikan layanan yang sesuai. Pegawai administrasi diharapkan dapat memberikan layanan yang dapat diandalkan, akurat, responsif, dan memiliki kepribadian yang menarik. Kinerja pegawai dalam kaitan dengan mutu pendidikan harus dimulai dengan dirinya sendiri (Ibrahim, 2. Pengaruh kinerja tenaga kependidikan dan kualitas pelayanan tata usaha terhadap kepuasan orang tua di sekolah saat ini sangat relevan mengingat perubahan dinamika dalam sistem pendidikan dan harapan semakin tinggi dari pihak orang tua terhadap pendidikan anak-anak mereka (Triwijayanti et al. , 2. Berdasarkan hasil observasi dengan salah satu guru di SMKN 1 Babat Supat bahwa untuk mencapai tingkat kepuasan orang tua yang diharapkan, sekolah ini harus memberikan layanan yang berkualitas, namun pada kenyataan di lapangan masih terdapat beberapa poin yang menjadi pertimbangan dalam tingkat kepuasan pelayanan diantaranya: . perubahan dalam sistem pendidikan, sistem pendidikan terus berubah dengan cepat, baik dalam hal kurikulum, metode pengajaran, maupun teknologi menjadi sebuah tantangan bagi guru dalam proses pembelajaran. orang tua semakin menyadari pentingnya kualitas pendidikan dalam membentuk masa depan anak-anak mereka menjadi tanggung jawab atas pentingnya kualitas . kualitas pelayanan tata usaha juga menjadi perhatian penting bagi orang tua. Mereka menginginkan proses administrasi yang lancar dan efisien, mulai dari pendaftaran, pembayaran, hingga komunikasi dengan sekolah. orang tua saat ini cenderung lebih terlibat Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 129 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. dalam pendidikan anak-anak mereka, baik secara langsung melalui partisipasi dalam kegiatan sekolah maupun secara tidak langsung melalui pengawasan terhadap kinerja sekolah. orang tua sering kali menggunakan media sosial dan platform ulasan online untuk memperoleh informasi tentang kualitas sekolah. Pengaruh kinerja tenaga kependidikan dan kualitas pelayanan tata usaha terhadap kepuasan orang tua di sekolah pada saat ini dapat memberikan wawasan yang berharga bagi pihak sekolah untuk meningkatkan mutu layanan dan memenuhi harapan orang tua dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka. Tingginya tingkat kepuasan orang tua dan siswa dapat meningkatkan reputasi sekolah berdampak positif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut. Berdasarkan wawancara dengan salah satu wali siswa di SMKN 1 Babat Supat, guru dan staff di sekolah cukup kompeten dan berdedikasi. Mereka selalu ada saat dibutuhkan dan memberikan bimbingan pada siswa dan siswi. Pelayanan di bagian tata usaha cukup cepat dan efisien. Namun, terkadang ada keterlambatan dalam pengurusan administrasi, terutama saat pendaftaran ulang. Tingkat kepuasan orang tua siswa tidak hanya tergantung pada kualitas pengajaran dan pengalaman belajar siswa, tetapi juga melibatkan pengalaman siswa secara keseluruhan sebagai konsumen lembaga pendidikan. SMKN 1 Babat Supat terus menerus melakukan perubahan untuk memperbaiki dan meningkatkan kepuasan dan kualitas layanan pendidikan. Usaha peningkatan tersebut dilakukan sebagai suatu bentuk dari kenerja guru dan tenaga kependidikan dengan tujuan agar mampu memberi layanan yang berkualitas tinggi bagi orang tua dan siswa sehingga dapat memiliki tingkat kepuasan yang tinggi terhadap layanan yang Salah satu pengaruh dalam kepuasan orang tua dan siswa adalah dengan saluran komunikasi terbuka dan efektif. Komunikasi antara tenaga pendidik dan orang tua siswa memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan dan pendidikan siswa. Namun sering kali ada beberapa permasalahan umum yang dapat muncul seperti, guru kesulitan menyampaikan informasi dan kurangnya komunikasi yang rutin sehingga menyebabkan ketidak pahaman antara guru dan orang tua siswa, serta kurangnya komunikasi yang Berdasarkan deskripsi yang telah dijelaskan sebelumnya, penulis merasa tertarik untuk menggelar sebuah penelitian dengan judul "Pengaruh Kinerja Tenaga Kependidikan dan Kualitas Pelayanan Tata Usaha Terhadap Kepuasan Orang Tua dan Siswa di SMKN 1 Babat Supat. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih rinci tentang suatu gejala atau fenomena. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mengungkapkan fakta, kondisi, variabel, dan fenomena yang ada selama penelitian Variabel dalam penelitian ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu variabel eksogen dan Variabel eksogen merupakan variabel yang selalu berfungsi sebagai variabel independen dalam semua persamaan yang terdapat dalam model, sedangkan variabel endogen merupakan variabel terikat paling tidak satu persamaan dalam model, sedangkan sisanya adalah variabel independen (Annur, 2018. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 130 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. Populasi merupakan semua nilai baik hasil perhitungan atau pengkuran, baik kualitatif maupun kuantitatif dari karakteristik tertentu mengenai sekelompok objek yang lengkap dan jelas (Usman & Purnomo Setiady Akbar, 2. Populasi adalah sekelompok besar dari individu-individu, objek-objek dan peristiwa-peristiwa (Sugiyono, 2. Populasi diidentifikasikan sebagai kelompok subjek yang handak dikenai generalisasi hasil penelitian yang memiliki ciri-ciri jumlahnya tidak dapat dibatasi (Azwar, 2. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini yaitu siswa SMK Negeri Babat Supat. Tabel 1. Populasi Penelitian di SMKN 1 Babat Supat Kelas Laki-Laki Perempuan Jumlah 10 PPT 10 TAV 10 TBSM 10 1 TKJ 10 2 TKJ 11 PPT 11 TBSM 11 TAV 11 1 TKJ 11 2 TKJ 12 PPT 12 TAV 12 1 TKJ 12 2 TKJ 12 PPT Jumlah Sampel merupakan sekelompok yang lebih kecil yang ditarik atau diambil dari popolasi (Sugiyono, 2. Sampel mempunyai ciri yang sama dengan keseluruhan yang menjadi sumbernya, karena sebagian dari populasi memiliki ciri yang sama dengan populasi. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini mengadopsi pendekatan sistem random sampling atau pengambilan sampel secara acak. Jika jumlah subjek penelitian kurang dari 100, disarankan untuk mengambil seluruh subjeknya, sementara jika jumlah subjek Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 131 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. penelitian lebih besar, sekitar 10% - 15% atau 20% - 25% atau lebih dapat diambil sebagai sampel (Arikunto, 2. Dalam kasus ini, dari jumlah populasi sebanyak 437, peneliti memilih untuk mengambil sampel sebesar 20% dari 437, sehingga jika dibulatkan, jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 100. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Data dalam penelitian ini merupakan data yang dinyatakan dalam bentuk angka. Penelitian kuantitatif lebih difokuskan untuk menguji teori-teori yang telah ada dengan menggunakan data statistik (Annur. Sumber data terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Instrumen yang digunakan dalam peneitian ini yaitu kuesioner atau angket, wawancara tidak terstruktur. Penyusunan instrumen bertujuan untuk mempermudah peneliti dalam melakukan penelitian. Teknik pengumpulan data dengan angket/kuesioner. Angket/kuesioner meruakan alat pengumpulan data dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang disebar untuk para responden. Ada beberapa jenis angket, diantaranya: Angket secara langsung yaitu angket yang dikirimkan kepada responden dan harus Angket secara tidak langsung yaitu angket yang dikirimkan kepada seseorang untuk mencari informasi . tentang orang lain. Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevaliditasan/kesahihan suatu instrumen (Arikunto, 2. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat, sehingga tidak menyimpang dari gambaran yang sebenarnya (Imam & Latan, 2. Uji validitas yang digunakan untuk menguji validitas instrumen dalam penelitian ini adalah uji validitas internal dengan teknik analisis Analisis butir adalah menganalisa kesahihan instrumen penelitian dengan cara mengorelasikan skor masing-masing butir pertanyaan dalam angket dengan skor total. Rumus korelasi yang digunakan adalah korelasi product moment. Responden akan menjawab pertanyaan dengan ketabilan dan konsistensi dari konstrukkonstruk pertanyaan yang merupakan indikator suatu variabel dan disusun dalam bentuk kuesioner dengan formula cronbach alpha () dan dapat memberikan hasil yang relatif berbeda bila dilakukan pengukuran kembali terhadap gejala yang sama pada saat yang berbeda. Dengan kriteria pengambilan keputusan sebagaimana dinyatakan oleh Ghozali, yaitu jika koefisien cronbach alpha > 0,70 maka konstruk maupun variabel dinyatakan reliabel. Sebaliknya, jika koefisien cronbach alpha < 0,70 maka pertanyaan dinyatakan tidak andal (Imam & Latan, 2. Jika dibuat dalam bentuk tabel maka akan menjadi sebagai berikut: Tabel 2. Koefisien Reliabilitas Alpha Cronbach Kriteria Nilai Alpha Cronbach Sangat Reliabel >0. Reliabel 700 - 0. Cukup Reliabel 400 - 0. Kurang Reliabel 200 - 0. Tidak Reliabel <0. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 132 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. Pengukuran realibilitas dapat dilakukan dengan menggunakan cara sebagai Composite atau Construct Reliability Measure Reliabilitas konstruk dinilai baik jika nilainya sama dengan atau lebih besar dari 0,70. Composite reliability merupakan blok indikator yang mengukur suatu konstruk yang dapat dievaluasi dengan dua macam ukuran yaitu internal consistensi yang dikembangkan oleh Werts. Linn dan Joreskog, serta cronbachAs alpha (Imam & Latan, 2. Variance Extracted Measure (Ukuran Ekstrak Varia. Ukuran ekstra varian yang baik yaitu memiliki nilai 0,50. Ekstra varian mencerminkan jumlah varian keseluruhan dalam indikator yang dijelaskan oleh konstruk laten. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif karena data yang diperoleh pada penelitian ini berwujud angka . ata kuantitati. Analisis data kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan SPSS. Analisis deskriptif berupa penganalisisan data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Alat analisis deskriptif dalam penelitian ini digunakan untuk pemecahan masalah dengan menguraikan hasil jawaban kuisioner dari responden. Analisis deskriptif merupakan suatu teknik analisis yang menggambarkan data-data yang telah terkumpul secara deskriptif sehingga tercipta sebuah kesimpulan yang bersifat umum (Sugiyono, 2. Adapun teknik analisis deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini adalah jawaban responden yang disajikan dalam bentuk tabel atau distribusi frekuensi, perhitungan ukuran tendensi sentral mean . ata-rat. untuk mendapatkan gambaran kecenderungan jawaban responden. Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linier antara dua atau lebih variabel independen dengan variabel dependen. Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dn variabel dependen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen aabila variabel ind ependen mengalami kenaikan atau Analisis regresi linier berganda dilakukan dengan cara menetapkan persamaan = a b1 X 1 b2 X2 e, dengan ketentuan: Y : variabel terikat X1 : variabel bebas satu . inerja tenaga kependidika. X2 : variabel bebas dua . ualitas pelayanan tata usah. a : nilai konstanta b1 : nilai koefisien regresi X 1 b2 : nilai koefisien regresi X 2 e : standar error . Analisis Koefisiensi Determinasi Uji koefisien determinasi dimaksudkan untuk mengukur seberapa jauh variabel independen mempengaruhi variabel dependen. Koefisien determinas menjelaskan variasi pengaruh variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat. Nilai koefisien determinasi dapat diukur dengan rumus formula R2 = rxy2 . Sedangkan dalam program SPSS nilai koefisien determinasi (R 2 ) ditunjukkan oleh nilai R Square atau Adjusted R-Square. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 133 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. Uji F Simultan (Uji Regresi Secara Bersam. Uji ini dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel independen secara bersama-sama dengan variabel dependen. Uji F ini disebut dengan istolah uji keterandalan model atau uji kelayakan model. Uji F merupakan tahap awal mengidentifikasi model regresi yang diestimasi layak atau tidak. Layak . adalah model yang diestimasi layak digunakan untuk menjelaskan pengaruh variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat. Uji F dilakukan dengan Analisys of Varians (ANOVA) yang juga menggunakan program SPSS. Ketentuan yang digunakan adalah apabila nilai prob. F hitung . utput SPSS ditunjukkan pada kolom sig. ) lebih kecil dari tingkat kesalahan/error . 0,05 . ang telah ditentuka. maka H 0 ditolak atau dapat dikatakan bahwa model regresi yang diestimasi layak, sedangkan a. bila nilai prob. F hitung lebih besar dari tingkat kesalahan 0,05 maka H 0 dapat diterima atau dikatakan bahwa model regresi yang diestimasi tidak . Uji T (Uji Hipotesi. Uji T dapat disebut dengan istilah uji koefisien regresi. Uji T digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel independen secara parsial atau sendiri-sendiri dengan variabel dependen. Uji T dalam regresi linier berganda dimaksudkan untuk menguji apakah parameter . oefisien regresi dan konstant. yang diduga untuk mengestimasi persamaan/model regresi linier berganda sudah merupakan parameter yang tepat atau belum. Maksud tepat adalah parameter tersebut mampu menjelaskan perilaku variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat. Parameter yang diestimasi dalam regresi linier meliputi intersep . dan slope . oefisien dalam persamaan linie. Uji T dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS. Ketentuan yang digunakan adalah apabila nilai probabilitas lebih kecil dari pada 0,05 maka H 0 ditolak atau koefisien regresi signifikan, dan apabila nilai probabilitas lebih besar dari pada 0,05 maka H0 diterima atau koefisien regresi tidak signifikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Uji Validitas Pengujian validitas tiap butir digunakan analisis item, yaitu mengkorelasikan skor tiap butir dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir (Sugiyono, 2. Daftar pernyataan dikatakan valid apabila nilai r hitung lebih besar dari r tabel atau dengan tingkat signifikansi sebesar 0,05. Sedangkan untuk r tabel melihat dari tabel dengan pengetahuan terlebih dahulu derajat kebebasannya (Degree of freedo. Derajat kebebasan (Degree of freedo. dalam penelitian ini adalah df = n Ae 2. Jumlah responden adalah 40-2 = 38 dengan tingkat signifikansi sebesar 5% . Didapatkan r tabel sebesar 0,312. Uji Reliabilitas Pengukuran reliabilitas kuesioner dalam penelitian ini menggunakan cronbach alpha dengan bantuan SPSS. Sebagaimana dijelaskan oleh Ghazali, kriteria pengambilan keputusan yaitu koefisien Cronbach Alpha > 0,07 maka konstruk maupun variabel dinyatakan reliabel. Sebaliknya, jika koefisien Cronbach Alpha < 0,07, maka pernyataan dinyatakan tidak andal. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 134 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. Berikut hasil test untuk mengetahui tingkat reliabilitas serta konsisten instrumen penelitian sebagaimana yang disajikan dalam bentuk tabel berikut: Tabel 3. Hasil Reliabilitas Serta Konsisten Instrumen Penelitian CronbachAos Alpha Variabel Kinerja Tenaga Kependidikan 0,909 Kualitas Pelayanan Tata Usaha 0,902 Kepuasan Orang Tua 0,897 Kepuasan Siswa 0,892 Berdasarkan hasil output pengujian cronbachAos alpha pada tabel 4. 2 diketahui bahwa nilai rata-rata cronbachAos alpha untuk semua variabel penelitian ini diatas 0,7 atau bisa dikatakan reliabel sehingga semua instrumen . pada penelitian ini dinyatakan AureliabelAy dan teruji kehandalannya sehingga dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya. Uji Normalitas Uji normalitas ini dilakukan untuk memastikan bahwa Partial Least Square (PLS) merupakan metode analisis data yang tepat untuk penelitian ini. Uji normalitas dapat dilakukan dengan uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test, syarat agar data dapat dinilai berdistribusi normal adalah nilai signifikan >0,05 (Ghazali, 2. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test dilakukan dengan mengolah sebanyak 25 Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil nilai signifikansi berturut-turut untuk variabel kinerja tenaga kependidikan, pelayanan tata usaha, kepuasan orang tua dan kepuasan siswa adalah yang berarti data dari keempat variabel dalam penelitian ini berdistribusi normal. Tabel 4. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parameters Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Pedagogika. fip@ung. Budaya Organisai Kompensasi Kinerja Kepuasan Kerja 43,64 2,008 42,20 2,864 44,33 3,098 44,89 2,403 0,131 0,109 -0,131 1,309 0,065 0,130 0,065 -0,130 1,300 0,062 0,128 0,074 -0,128 1,276 0,077 0,126 0,082 -0,126 1,256 0,085 P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 135 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. Analisis Regresi Liniar Berganda Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linier antara dua atau lebih variabel independen dengan variabel dependen. Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dan variabel dependen apabila variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Analisis regresi linier berganda dilakukan dengan cara menetapkan persamaan = a b1 X 1 b2 X2 e hasil perhitungaan nilai-nilai sebagai berikut: Analisis Koefisiensi Determinasi Hasil Uji Koefisiensi Determinasi pada Variabel Kepuasan Orang Tua Diketahui nilai Adjusted R-Square sebesar 0,104 maka berkesimpulan bahwa sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan . ersama-sam. sebesar 10%. Hasil Uji Koefisiensi Determinasi pada Variabel Kepuasan Siswa Diketahui nilai Adjusted R-Square sebesar 0,105 maka berkesimpulan bahwa sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan . ersama-sam. sebesar 10%. Uji F Simultan (Uji Regresi Secara Bersam. Hasil Uji F Simultan pada Variabel Kepuasan Orang Tua Tabel output SPSS di atas menunjukkan nilai F 35,620 > nilai f tabel 2,700 dan signifikasi 0,002 < 0,05 H 1 diterima H 0 ditolak dapat disimpulkan bersama bahwa variabel kualitas pelayanan tata usaha dan kinerja tenaga kependidikan berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan orang tua. Hasil Uji F Simultan pada Variabel Kepuasan Siswa Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 136 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. Tabel output SPSS di atas menunjukkan nilai F 34,818 > nilai f tabel 2,700 dan signifikasi 0,002 < 0,05 H 1 diterima H 0 ditolak dapat disimpulkan bersama bahwa variabel kualitas pelayanan tata usaha dan kinerja tenaga kependidikan berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan siswa. Hasil Uji Hipotesis Hasil Uji T pada Variabel Kepuasan Orang Tua Nilai koefisien regresi variabel kepuasan orang tua . adalah sebesar 2,613 dengan t tabel sebesar 1,661, signifikasi variabel kinerja tenaga kependidikan terhadap variabel terikat yaitu kepuasan orang tua sebesar 0,010 atau lebih kecil dari nilai alpha 0,05. Kesimpulannya nilai t hitung > t tabel dan signifikasi 0,010 < 0,05 artinya variabel kinerja tenaga kependidikan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan orang tua atau H 1 diterima H0 Sedangkan nilai koefisien regresi variabel kualitas pelayanan tata usaha adalah . sebesar 2,575, dengan t tabel 1,661, signifikasi variabel kualitas pelayanan tata usaha sebesar 0,012 atau kecil dari nilai alpha 0,05. Kesimpulannya nilai t hitung > t tabel dan signifikasi 0,012 < 0,05 artinya variabel kualitas pelayanan tata usaha berpengaruh signifikan terhadap kepuasan orang tua atau H 1 diterima H 0 ditolak. Hasil Uji T pada Variabel Kepuasan Siswa Nilai koefisien regresi variabel kepuasan siswa . adalah sebesar 2,404 dengan t tabel sebesar 1,661, signifikasi variabel kinerja tenaga kependidikan terhadap variabel terikat yaitu kepuasan siswa sebesar 0,018 atau lebih kecil dari nilai alpha 0,05. Kesimpulannya nilai t hitung > t tabel dan signifikasi 0,018 < 0,05 artinya variabel kinerja tenaga kependidikan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan siswa atau H 1 diterima H 0 ditolak. Sedangkan nilai koefisien regresi variabel kualitas pelayanan tata usaha adalah . sebesar 2,790, dengan t tabel 1,661, signifikasi variabel kualitas pelayanan tata usaha sebesar 0,006 atau kecil dari Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 137 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. nilai alpha 0,05. Kesimpulannya nilai t hitung > t tabel dan signifikasi 0,006 < 0,05 artinya variabel kualitas pelayanan tata usaha berpengaruh signifikan terhadap kepuasan siswa atau H1 diterima H 0 ditolak. Hasil persamaan regresi linier berganda pada penelitian adalah sebagai berikut: = 22. 259 e = 22. 276 e Yang memiliki arti: Nilai konstan a = 22. 680 artinya jika variabel kinerja tenaga kependidikan dan kualitas pelayanan tata usaha tidak dimasukkan dalam penelitian maka kepuasan orang tua masih . Nilai koefisien b1 = 0. 242 artinya jika variabel kinerja tenaga kependidikan ditingkatkan lebih baik lagi, maka kepuasan orang tua akan meningkat sebesar 0. 242% dengan asumsi variabel independen yang lain konstan. Nilai koefisien b2 = 0. 259 artinya jika variabel kualitas pelayanan tata usaha ditingkatkan lebih baik lagi, maka kepuasan orang tua akan meningkat sebesar 0. 249% dengan asumsi variabel independen yang lain konstan. Nilai konstan a = 22. 967 artinya jika variabel kinerja tenaga kependidikan dan kualitas pelayanan tata usaha tidak dimasukkan dalam penelitian maka kepuasan siswa masih . Nilai koefisien b1 = 0. 220 artinya jika variabel kinerja tenaga kependidikan ditingkatkan lebih baik lagi, maka kepuasan siswa akan meningkat sebesar 0. 220% dengan asumsi variabel independen yang lain konstan. Nilai koefisien b2 = 0. 276 artinya jika variabel kualitas pelayanan tata usaha ditingkatkan lebih baik lagi, maka kepuasan siswa akan meningkat sebesar 0. 276% dengan asumsi variabel independen yang lain konstan. Pembahasan Pengaruh Kinerja Tenaga Pendidikan terhadap Kepuasan Orang Tua Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi variabel kepuasan orang tua . adalah sebesar 2,613 dengan t tabel sebesar 1,661, signifikasi variabel kinerja tenaga kependidikan terhadap variabel terikat yaitu kepuasan orang tua sebesar 0,010 atau lebih kecil dari nilai alpha 0,05, nilai t hitung > t tabel dan signifikasi 0,010 < 0,05. Hal ini berarti menunjukkan bahwa variabel kinerja tenaga kependidikan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan orang tua. Teori ini sejalan dengan teori yang diungkapkan oleh Supriyanto yang menyatakan bahwa kepuasan pelanggan ditentukan oleh kualitas barang/jasa yang dikehendaki pelanggan sehingga jaminan kualitas menjadi prioritas utama bagi setiap perusahaan atau lembaga, yang pada saat ini menjadi tolak ukur keunggulan daya saing perusahaan atau lembaga (Supriyanto. Pengaruh kinerja tenaga pendidikan terhadap kepuasan orang tua adalah aspek penting dalam sistem pendidikan yang saling berkaitan dan berdampak satu sama lain. Kotler dan Armstrong mengenai kepuasan pelanggan adalah the extent to which a productAos perceives performance matches a buyers expectation (Kotler & Armstrong, 2. Kepuasan pelanggan adalah tingkat dimana suatu pencapaian performa dari sebuah produk yang diterima oleh konsumen sama dengan ekspetasi konsumen itu sendiri. Penelitian pada SMKN 1 Babat Supat menunjukkan kinerja tenaga kependidikan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan orang tua. Aspek yang cenderung mempengaruhi kinerja tenaga kependidikan terhadap kepuasan orang tua diantaranya pengetahuan pembelajaran yang Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 138 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. dimiliki oleh tenaga kependidikan, komunikasi atau hubungan interpersonal dan fasilitas serta lingkungan sekolah. Pengaruh Kinerja Tenaga Pendidikan terhadap Kepuasan Siswa Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi variabel kepuasan siswa . adalah sebesar 2,404 dengan t tabel sebesar 1,661, signifikasi variabel kinerja tenaga kependidikan terhadap variabel terikat yaitu kepuasan siswa sebesar 0,018 atau lebih kecil dari nilai alpha 0,05, nilai t hitung > t tabel dan signifikasi 0,018 < 0,05. Hal ini berarti menunjukkan bahwa variabel kinerja tenaga kependidikan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan siswa. Teori ini sejalan dengan teori yang diungkapkan oleh Tjiptono dan Chandra yang menyatakan bahwa kepuasan dapat diartikan sebagai upaya pemenuhan sesuatu atau membuat sesuatu memadai (Tjiptono & Chandra G, 2. Pengaruh kinerja tenaga pendidikan terhadap kepuasan siswa adalah aspek penting dalam sistem pendidikan. Kinerja yang baik dari tenaga pendidik dapat mempengaruhi berbagai aspek pengalaman belajar siswa, yang pada gilirannya mempengaruhi tingkat kepuasan siswa. Kepuasan siswa didefinisikan sebagai ringkasan evaluatif pengalaman pendidikan langsung, yang didasarkan pada kesenjangan antara harapan sebelumnya dan kinerja yang dirasakan setelah melewati siklus pendidikan dalam pengajaran. Beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan siswa terhadap pengajaran di sekolah antara lain, kualitas pengajaran, hubungan antara guru dan siswa, lingkungan belajar dan penggunaan teknologi. Pengaruh Kualitas Pelayanan Tata Usaha terhadap Kepuasan Orang Tua Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi variabel kualitas pelayanan tata usaha adalah . sebesar 2,575, dengan t tabel 1,661, signifikasi variabel kualitas pelayanan tata usaha sebesar 0,012 atau kecil dari nilai alpha 0,05, nilai t hitung > t tabel dan signifikasi 0,012 < 0,05. Hal ini berarti menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan tata usaha berpengaruh signifikan terhadap kepuasan orang tua. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang diungkapkan oleh Lupiyoadi yang menyatakan bahwa kepuasan merupakan pernyataan yang diberikan oleh seseorang tentang tingkat perasaan mengenai perbandingan hasil kerja produk yang dirasakan dengan yang diharapkan (Rambat Lupiyoadi, 2. Hasil kerja tata usaha yang efisien dan responsif dapat sangat mempengaruhi persepsi orang tua terhadap keseluruhan kualitas sekolah. Menurut Wijaya, kepuasan yaitu tanggapan atau repon pelanggan terkait pemenuhan keperluan, artinya kepuasan sebagai evaluasi tentang keunggulan ataupun ciri dari layanan dan barang tersebut yang memberi tingkat kesenangan yang pelanggan rasakan terkait dengan pemenuhan keperluan pelanggan (Wijaya, 2. Kepuasan merupakan gambaran perbedaan antara harapan dan kinerja nyata yang dterima . rang tu. Harapan yang dimiliki oleh orang tua cenderung selalu meningkat sejalan dengan meningkatnya pengalaman orang tua lain. Kualitas pelayanan tata usaha harus tetap memonitoring kemampuannya untuk memenuhi kepuasan konsumen. Pengaruh Kualitas Pelayanan Tata terhadap Kepuasan Siswa Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi variabel kualitas pelayanan tata usaha adalah . sebesar 2,790, dengan t tabel 1,661, signifikasi variabel kualitas pelayanan tata usaha sebesar 0,006 atau kecil dari nilai alpha 0,05, nilai t hitung > t tabel dan signifikasi 0,006 < 0,05. Hal ini berarti menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan tata usaha berpengaruh signifikan terhadap kepuasan siswa. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 139 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. Hasil penelitian ini menguatkan teori Tampubolon mengenai kepuasan siswa/mahasiswa. Layanan akademik yang berkualitas berpengaruh terhadap kepuasan siswa/mahasiswa (Tampubalon, 2. Siswa sebagai konsumen dari lembaga pendidikan tentunya harus mengutamakan pemberian pelayanan yang maksimal mengingat bahwa pelayanan pendidikan sebagai hak siswa yang harus terpenuhi. Pengaruh kualitas pelayanan tata usaha terhadap kepuasan siswa sangat penting untuk dipahami dalam konteks pendidikan. Kualitas pelayanan tata usaha pemcakup berbagai aspek seperti kebersihan, kenyamanan, keamanan, serta fasilitas pendukung di lingkungan sekolah. Pengaruh Kinerja Tenaga Kependidikan dan Kualitas Pelayanan Tata Usaha terhadap Kepuasan Orang Tua dan Siswa Hasil analisis menunjukkan nilai R-Square yang besarnya 0,122 dan 0,123. Hal ini menunjukkan bahwa proporsi pengaruh variabel kinerja kinerja tenaga kependidikan dan kualitas pelayanan tata usaha bersama-sama memiliki proporsi pengaruh terhadap kepuasan orang tua dan siswa sebesar 10%. Manajemen mutu terpadu di lembaga pendidikan terdapat lima poin pendukung, yaitu produk, proses, organisasi, pemimpin dan tanggung jawab (Ibrahim et al. , 2. Kepuasan konsumen merupakan suatu tanggapan prilaku konsuen berupa evaluasi purna beli terhadap suatu barang atau jasa yang dirasakannya . inerja prod u. dibandingkan dengan harapan Kepuasan merupakan fungsi dari persepsi atau kesan atas kinerja dan harapan. Jika kinerja berada dibawah harapan maka pelanggan tidak puas. Jika kinerja memenuhi harapan maka pelanggan akan puas. Jika kinerja melebihi harapan maka pelanggan akan amat puas atau Pengaruh kinerja tenaga kependidikan dan kualitas pelayanan tata usaha terhadap kepuasan orang tua dan siswa merupakan aspek penting dalam keberhasilan sebuah lembaga Peningkatan kinerja tenaga kependidikan dan kualitas pelayanan tata usaha merupakan investasi penting bagi sekolah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan kepuasan bagi semua pihak yang terlibat. SIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpukan bahwa: Pengaruh kinerja tenaga kependidikan terhadap kepuasan orang tua adalah positif dilihat dari hasil uji-t 0,010 < 0,05. Sehingga pengaruhnya signifikan, besarnya pengaruh tersebut 0,242 . ilihat dari hasil nilai Pengaruh kinerja tenaga kependidikan terhadap kepuasan siswa adalah positif dilihat dari hasil uji-t 0,018 < 0,05. Sehingga pengaruhnya signifikan, besarnya pengaruh tersebut 0,220 . ilihat dari hasil nilai koefisie. Pengaruh kualitas pelayanan tata usaha terhadap kepuasan orang tua adalah positif dilihat dari hasil uji-t 0,010 < 0,05. Sehingga pengaruhnya signifikan, besarnya pengaruh tersebut 0,259 . ilihat dari hasil nilai koefisie. Pengaruh kualitas pelayanan tata usaha terhadap kepuasan siswa adalah positif dilihat dari hasil uji-t 0,018 < 0,05. Sehingga pengaruhnya signifikan, besarnya pengaruh tersebut 0,276 . ilihat dari hasil nilai koefisie. Pengaruh kinerja tenaga kependidikan dan kualitas pelayanan tata usaha secara bersama-sama terhadap kepuasan orang tua dan siswa dilihat dari nilai R-Square yang besarnya 0,122 dan 0,123. Nilai ini menunjukkan bahwa proporsi pengaruh variabel kinerja kinerja tenaga kependidikan dan kualitas pelayanan tata usaha bersama-sama memiliki proporsi pengaruh terhadap kepuasan orang tua dan siswa sebesar 10% sedangkan sisanya, yaitu 90% . %-10%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ada didalam model regresi linier ini. Kesimpulan ini juga dikuatkan dengan uji-F dengan nilai F . 0,002 lebih kecil Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 140 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 Hal. dari tingkat signifikansi 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi linier diestimasi layak digunakan untuk menjelaskan kinerja tenaga kependidikan dan kualitas pelayanan tata usaha secara bersama-sama terhadap kepuasan orang tua dan siswa. REFERENSI